n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1049-1058 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan PERSEPSI SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHARAH KITABAH Imam Irsyad Muhyiddin1*. Syuhadak2. Taufiqur Rochman3 1,2,3 Pendidikan Bahasa Arab. Pascasarjana. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Kota Batu, 65324. Indonesia *Email korespondensi: 210104220066@student. uin-malang. Diterima Mei 2025. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This study aims to examine students' perceptions of the constructivism learning model in improving mahara kitabah skills at MAN 1 Indragiri Hilir. This research uses a qualitative approach with a phenomenological study method. The research subjects were grade XI students who participated in learning maharah kitabah with constructivism model. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of student writing. Data analysis was conducted using thematic analysis The results showed that students have a positive perception of constructivism learning which makes learning more interactive, collaborative, and meaningful. This learning model is proven to be able to improve students' Arabic writing skills, especially in sentence structure, vocabulary, and fluency in conveying ideas. The obstacles faced are shyness during presentation and difficulty expressing written ideas. This study recommends teachers to develop inclusive and supportive learning methods to overcome these obstacles and improve the effectiveness of mahara kitabah learning. Keywords : Maharah Kitabah. Constructivism Learning. Student Perception. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap model pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan kemampuan mahara kitabah di MAN 1 Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang mengikuti pembelajaran maharah kitabah dengan model konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi hasil tulisan siswa. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran konstruktivisme yang membuat pembelajaran lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna. Model pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis bahasa Arab siswa, terutama dalam struktur kalimat, kosa kata, dan kelancaran penyampaian ide. Kendala yang dihadapi adalah rasa malu saat presentasi dan kesulitan mengungkapkan ide tertulis. Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inklusif dan suportif guna mengatasi kendala tersebut serta meningkatkan efektivitas pembelajaran mahara kitabah. Kata kunci : Maharah Kitabah. Pembelajaran Konstruktivisme. Persepsi Siswa PENDAHULUAN Dalam pembelajaran bahasa Arab, maharah kitabah . eterampilan menuli. merupakan salah satu kompetensi yang sangat esensial untuk dikuasai oleh peserta didik. Kemampuan ini tidak hanya terbatas pada penulisan kata atau kalimat semata, tetapi juga mencakup keterampilan dalam mengorganisasi ide, menerapkan Persepsi Siswa Terhadap Model Pembelajaran. (Muhyiddin. Syuhadak, & Rochman, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1049-1058 http://jurnal. id/index. php/dedikasi tata bahasa yang tepat, serta mengekspresikan gagasan secara efektif dan komunikatif dalam bahasa Arab (AlMutawa et al. , 2024. Shibata, 2. Menulis menjadi sarana komunikasi tertulis yang memungkinkan siswa menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka secara sistematis dan koheren (Radjabova, 2025. Ramadhanti & Yanda, 2022. Shibata, 2. Keterampilan menulis ini meski dianggap mudah, namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kendala dalam menguasainya. Berbagai hambatan seperti keterbatasan kosa kata, kesalahan penulisan huruf dan struktur kalimat, serta kesulitan dalam menyusun paragraf yang logis dan terstruktur sering kali muncul dalam proses belajar menulis (Munawarah & Zulkiflih, 2. Selain itu, rendahnya kepercayaan diri, kurangnya motivasi, serta keterlibatan aktif siswa yang minim dalam proses pembelajaran juga menjadi faktor yang memperparah lemahnya kemampuan menulis mereka. Hal ini diperburuk dengan model pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru, sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa secara aktif dan mandiri. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, pendekatan konstruktivisme muncul sebagai salah satu alternatif pedagogis yang relevan. Pendekatan ini menekankan bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh siswa melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan interaksi sosial (Nuryati & Darsinah, 2021. Romdhon et al. Dalam konteks ini, siswa didorong untuk belajar secara kolaboratif, memecahkan masalah secara kreatif, serta merefleksikan proses belajarnya. Model pembelajaran ini membuka ruang partisipasi aktif, diskusi, serta pemberian umpan balik, yang semuanya diyakini mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa secara lebih bermakna (Jumaah, 2024. Renninger, 2. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji topik keterampilan menulis bahasa Arab dalam berbagai Misalnya, penelitian oleh Munawarah dan Zulkiflih . mengungkap bahwa kesulitan siswa dalam menulis bahasa Arab meliputi keterbatasan kosa kata, kesalahan dalam penulisan huruf, dan lemahnya struktur kalimat. Penelitian ini menyoroti tantangan teknis yang dihadapi siswa, namun belum menjelaskan pendekatan pembelajaran yang mampu mengatasi kendala tersebut secara partisipatif. Selanjutnya. Jumaah . meneliti efektivitas strategi konstruktivis dalam meningkatkan koherensi dan kohesi tulisan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas tulisan, tetapi belum membahas secara eksplisit bagaimana siswa memaknai pengalaman belajarnya secara afektif maupun Sejalan dengan itu. Romdhon et al. menerapkan strategi pembelajaran berbasis konstruktivisme dalam kelas bahasa Arab dan menyimpulkan adanya peningkatan interaksi dan keterlibatan siswa. Namun, penelitian ini berfokus pada aspek implementasi guru dan belum mengkaji persepsi siswa secara langsung. Dari sisi teknologi. Chirkunov et al. mengembangkan aplikasi ARWI untuk mendukung keterampilan menulis bahasa Arab dengan umpan balik otomatis berbasis AI. Meskipun aplikasinya dinilai efektif dari sisi teknis, namun studi ini tidak menyinggung respons dan persepsi siswa sebagai pengguna aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian Salhab dan Abu-Khzam . juga berkontribusi dalam pengembangan AraSpell, sistem koreksi ejaan otomatis berbasis deep learning, tetapi fokusnya terbatas pada akurasi teknis tanpa ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1049-1058 eksplorasi terhadap aspek psikologis atau motivasional siswa. Begitu pula. Qwaider et al. memperkenalkan sistem penilaian esai otomatis berbasis data sintetik dan transformer model, namun belum ada telaah tentang bagaimana siswa memaknai penggunaan sistem tersebut dalam konteks penilaian keterampilan menulis mereka. Dari tinjauan tersebut, dapat disimpulkan bahwa belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji persepsi siswa terhadap penerapan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran maharah kitabah. Padahal, persepsi siswa merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi motivasi, keterlibatan, dan keberhasilan pembelajaran (Damawiyah et al. , 2. Maka dari itu, penelitian ini relevan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji secara mendalam bagaimana siswa memandang kelebihan, kekurangan, dan tantangan dalam pembelajaran menulis bahasa Arab berbasis konstruktivisme. KAJIAN PUSTAKA Maharah Kitabah dalam Pembelajaran Bahasa Arab Maharah kitabah atau keterampilan menulis dalam bahasa Arab merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dikuasai oleh peserta didik. Keterampilan ini melibatkan kemampuan menyusun ide, menerapkan tata bahasa yang benar, serta mengekspresikan gagasan secara runtut dan komunikatif (Al-Mutawa et al. , 2024. Shibata, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran kitabah, seperti keterbatasan kosa kata, kesalahan struktur kalimat, dan kesulitan dalam menulis paragraf yang koheren (Munawarah & Zulkiflih, 2021. Radjabova, 2025. Ramadhanti & Yanda, 2. Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Pendekatan konstruktivisme memandang bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh siswa melalui pengalaman belajar dan interaksi sosial. Teori ini dikembangkan oleh para tokoh seperti Jean Piaget dan Lev Vygotsky, yang menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (Park et , 2. Dalam konteks pembelajaran bahasa, konstruktivisme mendorong keterlibatan siswa dalam kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan refleksi yang membantu memperdalam pemahaman dan keterampilan mereka (Supardi et al. , 2019. Umam et al. , 2. Penelitian Safitri, . Supardan, . menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis konstruktivisme dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi Islam berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif dan reflektif. Mahasiswa lebih antusias dalam menulis karena dilibatkan dalam diskusi kelompok, peer review, dan proyek kolaboratif. Studi Nuryati & Fauziati, . juga mengungkapkan bahwa pendekatan konstruktivistik sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab di era digital. Model ini dianggap mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam mengekspresikan ide- ide mereka secara tertulis. Penelitian ini menegaskan pentingnya adaptasi model pembelajaran dengan karakteristik generasi pembelajar masa kini. Penelitian Damawiyah et al. , . menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif berbasis permainan seperti Baamboozle dalam kerangka konstruktivisme dapat meningkatkan persepsi positif siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab dan berdampak langsung pada peningkatan partisipasi mereka dalam kelas. Persepsi Siswa Terhadap Model Pembelajaran. (Muhyiddin. Syuhadak, & Rochman, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1049-1058 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Fosnot . menyatakan bahwa dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, siswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi secara konseptual, tetapi juga membangun sendiri pemahamannya melalui proses reflektif dan interaktif. Hal ini sangat sesuai dengan kebutuhan pengembangan maharah kitabah yang membutuhkan proses berpikir tingkat tinggi dan kemampuan menyusun gagasan secara logis. Persepsi Siswa terhadap Model Pembelajaran Persepsi siswa memainkan peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Persepsi yang positif dapat meningkatkan motivasi, minat, dan partisipasi siswa, sementara persepsi yang negatif dapat menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan pembelajaran (Nuryadi & Rahmawati, 2. Oleh karena itu, dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, guru perlu memahami persepsi dan kebutuhan siswa agar dapat menciptakan suasana belajar yang mendukung dan bermakna. Temuan serupa juga didukung oleh penelitian Aslina et al. , . yang menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap model pembelajaran sangat berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar. Siswa yang merasa nyaman dan terlibat aktif dalam proses belajar cenderung mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis. Kendala dan Strategi dalam Pembelajaran Maharah Kitabah Meskipun pendekatan konstruktivisme memberikan banyak kelebihan, beberapa kendala masih sering dihadapi siswa, seperti rasa malu saat presentasi dan kesulitan dalam merumuskan ide (Horwitz, 1. Kecemasan dalam menulis menjadi salah satu hambatan utama yang memengaruhi performa siswa. Untuk itu, strategi pengajaran yang suportif, seperti pemberian latihan bertahap dan umpan balik positif, diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan rasa percaya diri siswa (Douglas & Lee, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi siswa terhadap penerapan model pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan kemampuan mahara kitabah. Studi fenomenologi memungkinkan peneliti menggali pengalaman subjektif dan makna yang dirasakan oleh siswa selama proses pembelajaran (Mudjia Raharjo, 2. Penelitian dilakukan di MAN 1 Indragiri Hilir pada semester genap tahun akademik 2024/2025, yaitu selama bulan April hingga Mei 2025. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI yang mengikuti pembelajaran Kitabah Bahasa Arab dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap mampu memberikan informasi secara mendalam sesuai dengan tujuan penelitian (Moleong, 2. Adapun kriteria pemilihan sampel meliputi: siswa yang aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran kitabah, memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyampaikan pengalaman dan pendapat, serta bersedia menjadi informan penelitian. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1049-1058 Berdasarkan kriteria tersebut, terpilih 10 siswa sebagai informan utama dalam wawancara mendalam. Jumlah ini dipilih berdasarkan prinsip ketercukupan informasi . ata saturatio. , yakni ketika informasi yang diperoleh dari responden telah menunjukkan pola yang berulang dan tidak lagi ditemukan data baru yang relevan (Creswell, 2. Dalam penelitian kualitatif, yang ditekankan bukanlah jumlah sampel yang besar, tetapi kedalaman dan kualitas data yang dihasilkan. Oleh karena itu, 10 orang informan dianggap cukup representatif untuk mengungkap persepsi siswa secara komprehensif dalam konteks pembelajaran menulis bahasa Arab berbasis konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu: Wawancara Mendalam (In-depth Intervie. dilakukan dengan 10 siswa terpilih untuk menggali persepsi, pengalaman, dan kendala yang mereka alami selama mengikuti pembelajaran mahara kitabah berbasis konstruktivisme. Wawancara bersifat semi-terstruktur dengan panduan yang sudah disiapkan. Observasi Partisipatif dilakukan secara langsung selama proses pembelajaran untuk mengamati aktivitas siswa, interaksi dalam kelompok, serta penerapan model konstruktivisme oleh guru. Kemudian dokumentasi pengumpulan hasil tulisan siswa sebagai data pendukung untuk menilai perkembangan kemampuan mahara kitabah siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik analisis tematik untuk mengolah dan menafsirkan data kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi hasil tulisan siswa. Teknik ini mengacu pada model analisis dari Miles. Huberman, & Saldaya . yang meliputi tiga tahapan utama: Reduksi Data. Pada tahap ini, data mentah dari wawancara, observasi, dan dokumentasi diseleksi, difokuskan, disederhanakan, dan dikategorikan berdasarkan tema-tema yang relevan dengan fokus penelitian, yaitu persepsi siswa terhadap model pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan maharah kitabah. Penyajian Data. Data yang telah direduksi disusun secara sistematis dalam bentuk narasi deskriptif, kutipan wawancara, dan hasil observasi untuk memudahkan pemahaman terhadap informasi yang ditemukan. Penyajian ini memuat keterkaitan antar data serta menunjukkan dinamika persepsi dan pengalaman siswa. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi. Pada tahap ini, peneliti melakukan interpretasi terhadap pola-pola data yang muncul untuk menarik kesimpulan mengenai bagaimana persepsi siswa terhadap pembelajaran konstruktivisme, sejauh mana model ini memengaruhi kemampuan kitabah, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang teridentifikasi selama proses pembelajaran. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menerapkan strategi berikut: Triangulasi Sumber: Membandingkan data dari berbagai sumber, yaitu wawancara, observasi, dan dokumen tulisan siswa. Triangulasi Metode: Menggunakan lebih dari satu metode pengumpulan data untuk memperkuat validitas . Member Check: Hasil wawancara dikonfirmasi kembali kepada informan untuk memastikan bahwa interpretasi peneliti sesuai dengan maksud dan pengalaman mereka. Persepsi Siswa Terhadap Model Pembelajaran. (Muhyiddin. Syuhadak, & Rochman, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1049-1058 http://jurnal. id/index. php/dedikasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap penerapan model pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajaran maharah kitabah di MAN 1 Indragiri Hilir. Berdasarkan hasil wawancara mendalam terhadap 10 siswa kelas XI yang menjadi partisipan penelitian, ditemukan bahwa Mayoritas siswa menyampaikan bahwa pendekatan konstruktivisme membuat proses pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Siswa merasa senang karena mereka dilibatkan dalam diskusi kelompok, saling memberikan umpan balik . eer feedbac. , dan mempresentasikan hasil tulisan mereka di depan kelas. Salah satu siswa menyatakan AuSaya merasa lebih semangat karena bisa berdiskusi dan saling bantu dalam membuat tulisan. Tidak hanya mendengarkan guru, tapi kami juga bisa aktif bicaraAy. Hal ini mendukung teori Vygotsky . yang menyatakan bahwa interaksi sosial berperan penting dalam membangun Pembelajaran yang mendorong kolaborasi dan keterlibatan aktif terbukti meningkatkan minat belajar dan rasa percaya diri siswa, sebagaimana juga dikemukakan oleh Brooks & Brooks . Selain persepsi, data hasil observasi kelas menunjukkan bahwa pembelajaran berlangsung secara dinamis. Guru memfasilitasi diskusi kelompok, melakukan pengelompokan siswa dalam sesi peer review, dan membimbing presentasi hasil tulisan siswa di depan kelas. Dalam proses ini, siswa secara aktif memberikan umpan balik satu sama lain, melakukan revisi tulisan berdasarkan masukan, dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menulis. Dokumentasi hasil tulisan siswa selama periode pembelajaran juga menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan dalam aspek maharah kitabah. Aspek yang mengalami peningkatan mencakup struktur kalimat yang lebih kompleks dan teratur, pemilihan kosakata yang lebih relevan dan bervariasi, serta penyusunan paragraf yang koheren dan logis. Guru pembimbing menyatakan bahwa secara umum, siswa menunjukkan peningkatan dalam kelancaran menyampaikan ide dan menjadi lebih terbuka terhadap proses revisi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala yang dihadapi siswa. Kendala utama adalah rasa malu dan canggung saat harus mempresentasikan hasil tulisan mereka di depan kelas. Beberapa siswa juga mengungkapkan kesulitan dalam memulai menulis, khususnya ketika diberikan topik yang bersifat abstrak atau kurang familiar. Pembahasan Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa pendekatan konstruktivisme memiliki pengaruh positif terhadap persepsi dan keterampilan menulis siswa dalam bahasa Arab. Pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif, berinteraksi dengan teman sejawat, dan menerima umpan balik secara langsung terbukti mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Temuan ini sejalan dengan teori Vygotsky, . yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses konstruksi pengetahuan, serta teori Brooks & Brooks, . yang menekankan bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika siswa menjadi pelaku aktif dalam proses belajar. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1049-1058 Dalam konteks maharah kitabah, pendekatan konstruktivisme memberikan landasan pedagogis yang kuat untuk mengembangkan kemampuan menulis siswa. Seperti dinyatakan oleh Rathomi, . konstruktivisme menekankan pentingnya keterlibatan aktif dan refleksi dalam proses pembelajaran. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mencoba, berdiskusi, dan memperbaiki, maka proses pembelajaran menulis menjadi lebih dari sekadar penghafalan kaidah, melainkan proses penciptaan makna yang otentik. Kecenderungan siswa yang lebih percaya diri dalam menyampaikan ide secara tertulis juga didukung oleh suasana belajar yang inklusif dan suportif. Studi sebelumnya oleh Hardiyanti, . menunjukkan bahwa persepsi positif siswa terhadap model pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar, khususnya pada keterampilan produktif seperti menulis. Namun demikian, munculnya kendala seperti kecemasan saat presentasi dan kesulitan menyusun ide mengindikasikan pentingnya perhatian terhadap aspek psikologis siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan temuan Munawarah & Zulkiflih, . mengenai language anxiety, di mana perasaan takut salah dan tidak percaya diri menjadi faktor penghambat dalam pembelajaran bahasa. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan strategi mitigasi kecemasan, seperti pemberian tugas bertahap, penggunaan model presentasi berpasangan, serta penerapan umpan balik positif yang membangun (Fajriah, 2. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa tertekan ketika harus menulis secara terbuka atau mempresentasikan Salah satu siswa menyatakan AuSaya takut tulisan saya salah dan ditertawakan teman, jadi kadang saya hanya menulis sedikit saja dan tidak mau tampilAy. Kecemasan seperti ini berdampak langsung pada proses dan hasil menulis siswa. Mereka menjadi ragu dalam memilih kata, tidak percaya diri mengembangkan ide, dan akhirnya menghasilkan tulisan yang terbatas secara isi dan panjang. Kecemasan juga menyebabkan siswa menghindari struktur kalimat yang kompleks karena takut salah, sehingga kualitas tulisan menjadi kurang Hal ini menunjukkan bahwa writing anxiety tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga berdampak pada kualitas linguistik dalam maharah kitabah. Untuk mengatasi kendala kecemasan yang dirasakan siswa dalam pembelajaran maharah kitabah, diperlukan penerapan strategi mitigasi yang konkret dan aplikatif oleh guru di dalam kelas. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah memberikan panduan atau scaffolding secara bertahap dalam proses menulis, seperti menggunakan contoh kalimat atau kerangka tulisan . riting fram. untuk membantu siswa dalam menyusun ide secara sistematis. Selain itu, guru dapat memfasilitasi kegiatan brainstorming visual dengan bantuan media seperti gambar, peta konsep . ind ma. , atau kartu ide guna merangsang siswa membangun gagasan sebelum mulai menulis (Fajriah, 2. Latihan menulis bebas . ree writin. juga dapat menjadi alternatif yang efektif. Dalam latihan ini, siswa diberi waktu untuk menulis tanpa harus langsung memikirkan aspek tata bahasa atau struktur kalimat yang benar. Strategi ini bertujuan untuk menurunkan tekanan psikologis yang seringkali muncul akibat rasa takut salah atau tidak sempurna. Sementara itu, presentasi kelompok kecil atau berpasangan dapat digunakan sebagai tahap awal untuk membangun kepercayaan diri siswa sebelum mereka tampil di depan kelas secara penuh. Dengan demikian, tekanan sosial yang mereka rasakan saat berbicara di depan umum dapat dikurangi secara bertahap Persepsi Siswa Terhadap Model Pembelajaran. (Muhyiddin. Syuhadak, & Rochman, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1049-1058 http://jurnal. id/index. php/dedikasi (Douglas & Lee, 2. Strategi lain yang tak kalah penting adalah penerapan umpan balik sejawat . eer feedbac. yang dilakukan dengan panduan yang ramah dan konstruktif. Dalam hal ini, guru perlu memberikan contoh bagaimana memberi komentar secara sopan, membangun, dan empatik agar siswa merasa aman dalam menerima dan memberikan Selain itu, guru juga perlu memberikan umpan balik afirmatif terhadap hasil tulisan siswa, seperti dengan menyoroti kelebihan tulisan sebelum membahas kekurangannya. Penguatan positif semacam ini akan membangun rasa percaya diri siswa dan meningkatkan persepsi positif mereka terhadap proses pembelajaran. Dengan menerapkan berbagai strategi tersebut secara konsisten dan terencana, guru tidak hanya membantu menurunkan tingkat kecemasan siswa dalam menulis, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang inklusif dan Lingkungan belajar yang aman secara emosional sangat penting untuk mendorong siswa lebih percaya diri dalam mengekspresikan gagasannya, sehingga keterampilan menulis mereka dapat berkembang secara optimal baik dari aspek struktur, isi, maupun kreativitas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajaran maharah kitabah memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil belajar siswa. Mayoritas siswa menunjukkan persepsi yang positif karena mereka merasa lebih aktif, termotivasi, dan terlibat dalam kegiatan belajar yang kolaboratif dan bermakna. Kemampuan menulis mereka meningkat, khususnya dalam hal struktur kalimat, penggunaan kosakata, dan kelancaran menyampaikan ide. Namun, terdapat beberapa kendala seperti rasa malu saat presentasi dan kesulitan menyusun ide tertulis, yang menghambat optimalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan model ini sangat bergantung pada peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Saran Saran penelitian berikutnya untuk mengembangkan dan menguji perangkat pembelajaran berbasis konstruktivisme secara sistematis, misalnya dengan modul, media digital, atau rubrik penilaian yang terstruktur. Hal ini dapat memperkuat keberlanjutan model pembelajaran yang digunakan serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang adaptif dan inovatif. DAFTAR PUSTAKA