P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 Jurnal Language education and literature Pengembangan Modul Menyusun Teks Ulasan Berbasis Kontekstual Siswa Kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau Ayu Eftila1. Sri Murti2. Agung Nugroho3. Jamaludin4 Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau1,2,3 Email: ayueftila26@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar modul menyusun teks ulasan yang valid dan praktis. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan model Dick & Carey. Model Dick & Carey memiliki 10 tahapan yang meliputi, analisis kebutuhan dan tujuan, analisis pembelajaran, analisis pembelajaran dan konteks, memformulasikan tujuan performasi, mengembangkan instrumen, mengembangkan taktik pembelajaran secara spesifik, mengembangkan dan menentukan bahan ajar, melakukan penilaian formatif, melakukan revisi, dan evaluasi sumatif. Namun penelitian ini dibatasi sampai pada melakukan revisi. Subjek atau sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi. 1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan pedoman wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau tergolong valid dan praktis dengan angka persentase kevalidan ahli bahasa 0. 78, persen tase kevalidan ahli materi 0. 71, persentase kevalidan ahli desain 0. 74, dan persentase kepraktisan memperoleh nilai 0. 85 kriteria sangat praktis. Kata Kunci: Modul. Teks Ulasan. Kontekstual. ABSTRACT This study aims to produce a module teaching material product to compose a review text that is valid and practical. This research method is a Dick & Carey model development research. The Dick & Carey model has 10 stages which include, needs and objectives analysis. analysis, learning and context analysis, formulating performance goals, developing instruments, developing spesific learning tactics, developing and determining teaching materials, conducting formative assessments, revising, and summative evaluation. However, this research is limited to making revisions. The subjects or samples in this study were students of class Vi. 1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. The result showed that the module for compiling contextual-based review texts for class Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau was valid and practical with a percentage of linguistic expert validity 0. 78, material expert validity 71, design expert validity percentage 0. 74, and practicality persentage get a value 85 veri practical criteria. Keywords: Module. Compiling Review text. Contextual hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah merupakan salah satu pembelajaran penting dalam satuan pendidikan di Indonesia dengan tujuan meningkatkan keterampilan berbahasa. Pembelajaran bahasa Indonesia di SMP bertujuan agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik sesuai dengan etika dapat menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia. Kurikulum 2013 revisi merupakan hasil pembaharuan kurikulum 2013 yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk menghasilkan generasi yang memiliki tiga kompetensi yakni pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau disebut kognitif, afektif, dan psikomotorik. SMP Negeri 9 Lubuklinggau termasuk salah sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 revisi dalam pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Dalam kurikulum 2013 revisi lebih menekankan pada pembentukan karakter siswa (Mulyasa, 2014:6-. Ruang lingkup pembelajaran berbahasa Indonesia terbagi menjadi empat yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca, menulis. Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting yaitu keterampilan menulis. Melalui tulisan seseorang dapat mengungkapkan pikiran dan gagasannya untuk mencapai tujuan tertentu (Noviyanti, dan Hardini. , 2021:3. Keterampilan menulis dalam kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis teks. Pemahaman terhadap suatu jenis teks, kaidah maupun konteks pada suatu teks ditekankan sehingga memudahkan siswa memahami makna yang terkandung dalam suatu teks maupun menyajikan gagasan yang sesuai sehingga memudahkan orang lain memahami gagasan yang ingin disampaikan. Salah satu jenis teks yang dipelajari oleh siswa yaitu teks ulasan. Teks ulasan merupakan serangkaian tulisan untuk menanggapi suatu hasil karya bisa berupa hasil karya sastra maupun buku teks yang dilakukan dengan cara dianalisis atau menafsirkan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian dalam memilih sebuah karya tersebut untuk dapat digunakan sebagai bahan bacaan atau hiburan. Tafsiran itu bisa berbentuk buku, drama, novel, cerita fabel, berita, dan film. Teks tersebut memberikan tanggapan atau komentar yang berhubungan dengan tokoh/pengarang, judul buku, isi maupun kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks tersebut. Teks ulasan termasuk ke dalam jenis discussion, yakni teks yang berfungsi untuk membahas berbagai pandangan mengenai hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 suatu objek, isu, atau permasalahan tertentu (Kosasih 2014:. Sistem pendidikan yang menerapkan konsep belajar mandiri, sangat diperlukan bahan ajar yang dirancang khusus bagi siswa untuk dipelajari secara mandiri. Oleh karena itu diperlukan guru yang mampu mengembangkan bahan ajar yang sifat dan penggunaanya mandiri. Salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman maupun hasil belajar siswa yaitu dengan mengembangkan bahan ajar modul. Menggunakan modul pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Modul merupakan jenis kesatuan kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantu para peserta didik secara induvidual dalam mencapai tujuan-tujuan Pada bahan ajar modul terdapat umpan balik dan tindak lanjut yang harus dilakukan siswa setelah mempelajari modul dengan tujuan siswa dapat mengukur sendiri tingkat penguasaan materi yang dipelajari Sukiman (Setyadi dan Saefudin, 2019:. Modul pembelajaran menyusun teks ulasan memuat contoh teks, soal-soal latihan, serta dicantumkan glosarium untuk membantu siswa memahami kata maupun istilah yang terdapat di dalam modul. Pembelajaran menggunakan modul juga dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuannya Pembelajaran yang dilakukan berdasarkan konteks siswa dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata akan dapat membantu meningkatkan mutu Terkait dengan pengembangan modul menyusun teks ulasan, penulis berinisiatif untuk mengembangkan modul menyusun teks ulasan berbasis Kontekstual merupakan konsep belajar yang dapat mendorong siswa mengaitkan isi materi pelajaran dengan situasi di dunia nyata yang memungkinkan siswa mencari dan mengaitkan dengan kenyataan yang pernah dialami, dengan demikian pembelajaran tidak sekedar dilihat dari sisi hasil akan tetapi yang terpenting adalah proses. Kontekstual berfokus pada siswa sebagai pembelajar yang aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung guru hanya berperan sebagai fasilitator sehingga pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan penulis bersama salah satu guru mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu Bapak Ady Karyanto. Pd. dan juga tiga orang siswa kelas Vi pada tanggal 06 Desember 2021, diperoleh informasi hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 bahwa rata-rata jumlah siswa kelas Vi dalam satu kelas berjumlah tiga puluh dengan pola belajar siswa di SMP Negeri 9 Lubuklinggau masih menggunakan buku paket dan buku penunjang lainnya. Terkhusus kelas yang Bapak Ady Karyanto. Pd. ajar yaitu kelas Vi. 1-Vi. 4, bahan ajar yang digunakan dirangkum menjadi resume sebagai sumber belajar bagi siswa. Metode yang digunakan oleh Bapak Ady Karyanto saat mengajar di kelas menggunakan metode ceramah. Adapun kendala yang ditemukan oleh Bapak Ady Karyanto saat mengajarkan materi teks ulasan terkadang siswa itu belum sama sekali memahami, kendalanya guru harus memulai dari nol untuk menjelaskan. Kondisi ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dimiliki oleh guru di sekolah masih belum memadai. Hal ini sebagai salah satu penyebab rendahnya pemahaman dan pencapaian hasil belajar siswa belum Maka dari itu, guru dan siswa sangat mengharapkan adanya bahan ajar yang dapat digunakan dengan praktis, mudah digunakan. Berdasarkan hal tersebut penulis merasa perlu mengembangkan modul pembelajaran yaitu modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual. Adanya bahan ajar modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual, diharapkan dapat mengatasi permasalahan dalam aktivitas pembelajaran menyusun teks ulasan. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Liberty, dkk bahwa modul menyusun teks ulasan novel berbasis kearifan lokal sangat layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Hal ini berdasarkan aspek kelayakan yang memperoleh nilai 94 dengan persentase 78,5% yang termaksud kategori valid. Selanjutnya Penelitian yang dilakukan oleh Pohan . bahwa modul pembelajaran berbasis kontekstual pada materi menulis resensi sangat layak Hal ini berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa dengan nilai 92,16% dan hasil tes belajar siswa sebesar 8,76% dengan kategori sangat berhasil. Hasil penelitiannya juga merujuk pada kesimpulan bahwa modul menulis resensi yang dikembangkan sangat efektif dan layakdigunakan sebagai bahan belajar mandiri bagi siswa. Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk mengembangkan modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau yang valid dan praktis. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 Jurnal Language education and literature METODE Metode pengembangan atau Development Research (DR). Penelitian ini dilaksanakan di kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Langkah-langkah penelitian menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Menurut Setyosari ada 10 langkah-langkah pengembangan yang harus diikuti yaitu: . Analisis kebutuhan dan tujuan, yaitu tindakan mengidentifikasi kebenaran yang ada di lapangan dengan wawancara tak berpola dan pengamatan, . Analisis pembelajaran dilakukan untuk memadukan data terkait kebutuhan belajar siswa, . Analisis pembelajaran dan konteks, merupakan analisis perilaku dan keunikan siswa di dalam kelas, . Memformulasikan tujuan performasi yaitu, tahap pengolaan standar kompetensi, kemudian pengembangan modul menyusun teks ulasan disesuaikan dengan standar kompetensi yang ada, . Mengembangkan instrumen yaitu tahap dimana instrumen pengukuran kualitas produk dikembangkan sesuain dengan tujuan operasional yang hendak di capai, . Mengembangkan taktik pembelajaran secara spesifik, merupakan tahap menyusun RPP yang berfungsi untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran, . Mengembangkan dan menentukan bahan pembelajaran, merupakan tahap produksi, . Mengonsep dan melakukan penilaian formatif, yaitu tahap membuat produk dan validasi oleh para ahli, . Melakukan Revisi, merupakan tahap perbaikan sesuai masukan dari para ahli, . Evaluasi sumatif, merupakan tahap penentuan tingkat efektivitas produk. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data wawancara dan data angket. Wawancara dilakukan dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa untuk menganalisis kebutuhan siswa melalui beberapa butir pertanyaan. Selanjutnya, pada pengkuran respon siswa terhadap modul melalui angket tertutp yang bertujuan mengukur sikap siswa terhadap modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 Jurnal Language education and literature HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data tersebut diperoleh mellaui dua tahap, yaitu tahap validasi dan tahap uji coba. Data kevalidan diperoleh mellaui tahap penilaian oleh tiga validator. Uji validasi terhadap modul dilaksanakan pada tanggal 20-22 April 2022. Data hasil validasi terhadap modul diperoleh melalui evaluasi yang dilakukan oleh ahli kebahasaan. Ahli materi, dan ahli Tabel 1 Rekapitulasi Angket Validasi Ahli Nama Ahli Skor yang Diperoleh Bahasa Materi Desain Dr. Pd. 0,78 Inda Puspita Sari. Pd. 0,71 Dr. Dodik Mulyono. Pd. 0,74 Jumlah 0,78 0,71 0,74 Berdasarkan Tabel hasil penilaian ketiga angket validasi ahli di atas. Diketahui bahwa bahan ajar modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan. Hal tersebut dibuktikan dari hasil kelayakan produk dengan persentase kevalidan bahasa mencapai 0,78, persentase kevalidan materi mencapai nilai 0,71, dan persentase kevalidan desain mencapai nilai 0,74yang disesuaikan dengan interpretasi validitas aikenAos V dalam koefisien korelasi 0,60 O V < 0,80 kategori valid. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran menyusun teks ulasan berbasis kontekstual yang dikembangkan valid dan layak untuk diujicobakan kepada siswa dengan syarat revisi. Sedangkan, data penilaian kepraktisan disajikan dalam bentuk data kuantitatif. Data kepraktisan ini diperoleh melalui dua tahap, yaitu tahap uji coba one to one dan uji coba small group/uji coba kelompok kecil. Evaluasi kepraktisan modul menyusun teks ulasan dilakukan pada siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau tepatnya Vi1. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 Jurnal Language education and literature Tabel 2 Persentase Uji Coba Kelompok Kecil Persentase Kategori 0%-54% Sangat tidak praktis 60% - 75% Tidak praktis 76% - 85% Praktis 86% - 100% Sangat praktis Berdasarkan perhitungan nilai dari pengisian angket yang diisi oleh siswa dapat disimpulkan bahwa modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual dengan persentase 0,85 yang disesuaikan dengan nilai persentase 81%-100% kategori sangat Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran menyusun teks ulasan berbasis kontekstual siswa SMP Negeri 9 Lubuklinggau yang dikembangkan sangat praktis dan layak untuk digunakan oleh siswa dengan tanpa PEMBAHASAN Pada penelitian ini, produk yang dikembangkan penulis berupa modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual untuk siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Penelitian ini telah dilaksanakan yang berpedoman sesuai dengan metode Development Research (DR) pada penelitian ini melewati limatahapan, meliputi: . nalysis, design, development, implementation, dan evaluatio. Tahapantahapan ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual yang valid dan praktis. Modul ini merupakan suatu bentuk bahan ajar yang dapat digunakan secara mandiri oleh siswa terkhusus materi menyusun teks ulasan yang berbasis kontekstual. Bahan ajar ini digunakan oleh siswa SMP pada kelas Vi di semester genap. Bahan ajar yang dikembangkan berupa modul yang ditulis menggunakan microsoft word. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 Jurnal Language education and literature Modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual ini berisi uraian materi yang diperoleh dari beberapa referensi, dan disertai gambar yang berasal dari dokumentasi peneliti, serta terdapat contoh dan glosarium pada bagian akhir modul untuk memudahkan siswa memahami modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual. Peneliti merancang sebuah produk berupa modul. Tahap validasi yang dilakukan oleh setiap ahli dibidangnya yang terdiri dari ahli kebahasaan, ahli materi, dan ahli desain hal tersebut bertujuan agar produk yang dikembangkan memenuhi kategori layak dan valid untuk digunakan. Adapun instrumen yang digunakan peneliti berupa angket tertutup yang terdapat kolom untuk memberikan kritik dan saran untuk peneliti. Validasi modul melibatkan tiga orang ahli dibidangnya yang dikenal dengan sebutan validator. Tiga validator tersebut yaitu, validator materi (Inda Puspita Sari. , validator kebahasaan (Dr. Satinem,M. Pd. ), dan validator desain (Dr. Dodik Mulyono,M. Setelah melakukan validasi kepada tiga orang ahli di atas, peneliti akan merevisi modul yang dikembangkan sesuai dengan kritik dan saran dari masingmasing validator. Selain dilakukan uji validitas modul, juga dilakukan uji kepraktisan dengan tujuan mengukur praktis atau tidaknya bahan ajar yang dikembangkan. Uji kepraktisan dilakukan dengan cara memberikan angket respon siswa yang terdiri dari 10 butir pernyataan. Menurut Seals dan Richey (Hamzah, 2019:. penelitian pengembangan tahap-tahap pengembangan, dan evaluasi program, proses dan produk yang harus memenuhi kriteria validitas, praktis, dan efektif. Sedangkan kontekstual menurut Friantini, dkk. kontekstual adalah kegiatan yang mempunyai konsep belajar mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat memaknai apa yang dipelajari. SIMPULAN Desain tampilan modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual sudah kategori hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pen. Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:1-10 baik, bahan ajar modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual dicetak seperti buku dengan ukuran modul A5. Pada halaman sampul dicetak menggunakan kertas foto yang tebal serta dijilid dengan rapi. Kevalidan modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual diukur berdasarkan hasil validasi oleh para ahli. Dimulai dari komponen kelayakan bahasan, materi dan desain memperoleh skor 0,74yang disesuaikan dengan interpretasi validitas aikenAos V dalam koefisien korelasi 0,60 O V < 0,80dengan kategori baik. Kepraktisan modul menyusun teks ulasan berbasis kontekstual diukur berdasarkan hasil uji kepraktisan oleh guru dan siswa kelas Vi. Angket respon guru memperoleh nilai 86% . Adapun uji coba kepratisan kepada siswa melewati 2 tahapan yakni ujione to one dan uji small group. Hasil yang diperoleh dari uji one to one yakni sebesar 80% dan hasil yang diperoleh dari uji small groupjuga sebesar 86%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian pengembangan bahan ajar modulmenyusun teks ulasan berbasis kontekstual siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau dapat dikategorikan valid dan praktis. DAFTAR PUSTAKA