Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Tersedia: https://prin. id/index. php/JURRIKES Studi Pre-Post tentang Pengetahuan Ibu Mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks setelah Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025 Diana Putri Febriana1*. Ade Heryana2. Namira Wadjir Sangadji3. Dwi Nurmawaty4 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Esa Unggul. Indonesia Email: dputrifeb@gmail. com 1* Alamat: Jl. Arjuna Utara No. Kb. Jeruk. Kota Jakarta Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta *Penulis Korespondensi Abstract. Cervical cancer remains one of the leading causes of death among women, particularly in developing countries such as Indonesia. This disease is largely preventable through early detection efforts. however, low levels of knowledge and awareness among women of reproductive age often hinder them from undergoing routine Limited information leads to most new cases being diagnosed at advanced stages, thereby lowering treatment success rates and increasing the public health burden. This study aimed to analyze the differences in knowledge among mothers at Yayasan Harapan Anak Indonesia. North Jakarta, regarding early detection of cervical cancer before and after receiving health education using leaflets. The study employed a quasiexperimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 40 reproductive-age women selected using total sampling. A structured questionnaire was used as the research instrument, covering questions about the definition, risk factors, symptoms, and early detection methods of cervical cancer. The intervention was carried out through a lecture accompanied by leaflet distribution, which provided concise, clear, attractive, and easy-to-understand information. Data were analyzed using paired t-tests to evaluate differences in mean scores before and after the intervention. The results showed an increase in the mean knowledge score 69 in the pretest to 88. 08 in the posttest. Statistical analysis revealed a significant difference . <0. between pre- and post-intervention. The study concludes that health education using leaflets is effective in improving mothersAo knowledge about cervical cancer early detection. Health workers are recommended to expand educational coverage using simple printed media as a sustainable strategy for prevention, to enhance community awareness more broadly, and ultimately to reduce cervical cancer incidence. Keywords: Cervical Cancer. Early Detection. Health Education. Knowledge. Leaflet Abstrak. Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui upaya deteksi dini, namun rendahnya pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur sering menjadi penghambat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Kurangnya informasi membuat sebagian besar kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah dan beban kesehatan masyarakat semakin Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan ibu wali murid di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara tentang deteksi dini kanker serviks sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan media leaflet. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 40 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang memuat pertanyaan mengenai definisi, faktor risiko, gejala, serta metode deteksi dini kanker serviks. Intervensi dilakukan dalam bentuk ceramah disertai pemberian leaflet sebagai media edukasi yang berisi informasi singkat, jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan untuk menilai perbedaan ratarata skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan responden dari 57,69 pada pretest menjadi 88,08 pada posttest. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna . <0,. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memperluas cakupan edukasi menggunakan media cetak sederhana sebagai strategi berkesinambungan dalam upaya pencegahan, meningkatkan kesadaran masyarakat secara lebih luas, serta menurunkan angka kejadian kanker serviks. Kata kunci: Deteksi Dini. Edukasi Kesehatan. Kanker Serviks. Leaflet. Pengetahuan Naskah Masuk: 17 Agustus 2025. Revisi: 31 Agustus 2025. Diterima: 08 September 2025. Tersedia: 23 September 2025 Studi Pre-Post tentang Pengetahuan Ibu Mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks setelah Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025 LATAR BELAKANG Kanker serviks merupakan salah satu penyakit keganasan pada sistem reproduksi wanita yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global. Menurut data GLOBOCAN tahun 2020, terdapat sekitar 604. 000 kasus baru kanker serviks dengan 342. 000 kematian di seluruh Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak setelah kanker payudara dengan 36. 633 kasus baru dan 21. 003 kematian per tahun. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan(Kemenkes RI, 2. Faktor risiko kanker serviks di antaranya adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV), hubungan seksual pada usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, merokok, serta rendahnya status sosial ekonomi. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah deteksi dini, melalui pemeriksaan Pap smear maupun Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Deteksi dini berperan penting dalam menemukan kelainan prakanker sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif(Sembiring. Donda, & Panggabean, 2. Namun, kenyataannya masih banyak perempuan di Indonesia yang belum melakukan pemeriksaan dini. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, rasa takut, malu, keterbatasan akses, serta kurangnya informasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Dalam laporan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa dari 314 wanita usia 30-50 tahun yang telah dilakukan deteksi dini kanker serviks terdapat 869 . ,36%) dengan hasil IVA positif dan sebanyak 1. ,06%) dicurigai kanker serviks. Pada tahun 2023, kasus kanker serviks di Indonesia semakin bertambah 3. 505 terdapat 236 . %) dengan hasil IVA positif dan 324 . ,01%) dicurigai kanker serviks. Deteksi dini tertinggi dilaporkan oleh provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 52,1% diikuti DKI Jakarta sebesar 32,4%. (Profil Kesehatan Tahun 2023, n. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan DKI Jakarta tahun 2023, jumlah WUS (Wanita Usia Subu. usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker leher rahim di DKI Jakarta tahun 2023 yang dilaporkan masing-masing sebanyak 124. dari perempuan usia 30-50 tahun. Untuk Pravelansi IVA Positif di 6 wilayah Provinsi DKI Jakarta yaitu Jakarta Pusat terdapat 9,08% . Jakarta Utara 3,98% . Jakarta Barat 6,45% . Jakarta Selatan 9,56% . Jakarta Timur 4,89% , dan Kepulauan Seribu 6,71%. Di wilayah Jakarta Utara sendiri lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lainnya dimana yang melakukan pemeriksaan IVA sekitar 3,98% pada wanita usia subur kategori usia 30-50 tahun sehingga Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. kecurigaan kanker serviks pada wilayah Jakarta Utara paling tinggi diantara wilayah lainnya sekitar 0,09% sehingga kasus kanker serviks diketahui pada stadium lanjut (Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, n. Media leaflet merupakan salah satu media pendidikan kesehatan yang efektif karena berisi informasi singkat, jelas, menarik, serta mudah dipahami dan dapat dibaca ulang kapan Dengan adanya penyuluhan kesehatan menggunakan leaflet, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, sehingga dapat mendorong mereka melakukan pemeriksaan dan menurunkan angka kejadian kanker serviks(Notoatmodjo, 2. Berdasarkan penelitian terbaru, edukasi kesehatan tentang kanker serviks memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit ini. Brahmana dan Suryanto . menyatakan bahwa penyuluhan tentang kanker serviks yang dilakukan di tingkat pendidikan dasar dapat meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan melalui vaksinasi dan pemeriksaan rutin. Selain itu. Masita et al. menemukan bahwa edukasi yang dilakukan di Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur juga berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gejala dan pencegahan kanker serviks. Hasil penelitian oleh Santoso et al. menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan motivasi untuk melakukan pemeriksaan pap smear, yang menunjukkan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini. Sama halnya. Samaria . dalam penelitiannya di Desa Cibadung. Bogor, mengungkapkan bahwa masyarakat yang mendapat edukasi kesehatan secara langsung memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi tentang cara pencegahan kanker serviks, khususnya mengenai pemeriksaan secara berkala. Selain itu. Patila dan Sumargi . juga menemukan bahwa kesadaran wanita dewasa terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki tentang kanker serviks. Semua temuan ini menunjukkan bahwa upaya edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan kanker serviks di kalangan masyarakat. Berdasarkan seluruh uraian latar belakang diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul AuPerbedaan Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Sebelum Dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Melalui Media Leaflet Terhadap Ibu Wali Murid Di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Pada Tahun 2025Ay. Studi Pre-Post tentang Pengetahuan Ibu Mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks setelah Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain quasieksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design yang dilaksanakan di Yayasan Harapan Anak Indonesia, beralamat di Jl. Mundari No. 14 Rawabadak Selatan. Kecamatan Koja. Jakarta Utara pada bulan MeiAeJuli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu wali murid, dengan jumlah sampel sebanyak 26 responden wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur berisi pertanyaan tentang definisi, faktor risiko, gejala, serta upaya deteksi dini kanker serviks. Prosedur penelitian diawali dengan pemberian pretest untuk mengukur pengetahuan awal, kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan melalui ceramah dengan media leaflet, dan setelah itu diberikan posttest dengan kuesioner yang sama untuk menilai perubahan pengetahuan responden. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan skor rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Esa Unggul, dan setiap responden diminta menandatangani lembar persetujuan . nformed consen. sebelum berpartisipasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian ini sudah melakukan kaji etik di Universitas Esa Unggul dengan nomor 105/DPKE-KEP/FINAL-EA/UEU/VII/2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berikut ini adalah hasil analisis univariat dan bivariat Tabel 1. Analisis Univariat. Nama Variabel Sebelum penyuluhan kesehatan Sesudah penyuluhan kesehatan N Min Max 26 20 80 26 80 100 Tabel 2. Analisis Bivariat. Mean 57,69 88,08 13,434 7,082 Nama Variabel N Mean Mean Difference P-value Pengetahuan sebelum diberikan 26 57,69 30,39 0,000 penyuluhan kesehatan Pengetahuan sesudah diberikan 26 88,08 penyuluhan kesehatan Nilai rata-rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan kesehatan . adalah 57,69, sedangkan setelah diberikan penyuluhan dengan media leaflet . meningkat menjadi 88,08. Terjadi peningkatan rata-rata skor sebesar 30,39 poin. Analisis Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. menggunakan uji t berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest . <0,. Hasil ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan dengan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu wali murid mengenai deteksi dini kanker serviks dengan media leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara tahun Pembahasan Gambaran Pengetahuan Ibu Wali Murid Sebelum Diberikan Penyuluhan Kesehatan di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025. Berdasarkan hasil penelitian univariat diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu wali murid di kelompok eksperimen sebanyak 26 orang di Yayasan Harapan Anak Indonesia. Jakarta Utara, pada tahun 2025, masih tergolong rendah sebelum diberikan intervensi penyuluhan kesehatan. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata pre-test sebesar 57,69 dengan standar deviasi 13,434, serta rentang nilai antara 20 Sebelum diberikan penyuluhan kesehatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, menandakan pentingnya intervensi edukatif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat (Savitri & Abdillah, 2. Pengetahuan sendiri merupakan hasil dari proses kognitif yang diperoleh melalui pengindraan, dan menjadi dasar dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang terhadap suatu masalah (Syamsi, 2. Individu dengan pengetahuan yang baik cenderung lebih mampu memahami pentingnya upaya pencegahan dan akan terdorong untuk mencari informasi tambahan mengenai topik tersebut (Fitriana. Permatasari, & Pratiwi, 2. Dari 20 pertanyaan kuesioner yang diberikan sebelum penyuluhan kesehatan terdapat beberapa pertanyaan dengan jawaban terendah yaitu tentang vaksin hpv, selanjutnya tentang pengertian spesifik tentang kanker serviks, resiko kanker serviks, dan tanda gejala kanker Dari hasil pengamatan selama sesi edukasi dan tanya jawab di Puskesmas setempat, seorang ibu menyampaikan bahwa baru kali ini ia melakukan pemeriksaan pap smear. Fenomena ini mencerminkan rendahnya pengetahuan dan s di kalangan sebagian wanita terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kurangnya pemahaman tentang bahaya kanker serviks dan manfaat pap smear menyebabkan keterlambatan dalam melakukan skrining, meskipun layanan ini tersedia. Rendahnya pengetahuan ibu wali murid dalam penelitian ini diduga disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi dan edukasi mengenai deteksi dini kanker serviks. Masih banyak di antara mereka yang belum memahami pentingnya tindakan preventif, seperti Studi Pre-Post tentang Pengetahuan Ibu Mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks setelah Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025 pemeriksaan IVA atau Pap smear, dalam mencegah keterlambatan diagnosis. Jika kondisi ini dibiarkan, maka risiko meningkatnya kejadian dan kematian akibat kanker serviks akan semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyuluhan kesehatan yang berkelanjutan dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penyuluhan kesehatan bertujuan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk keyakinan dan membangun kebiasaan positif yang mendukung perilaku sehat. Peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan dapat memengaruhi sikap dan perilaku seseorang untuk berperilaku hidup sehat. Dengan demikian, pelaksanaan edukasi kanker serviks secara rutin dan terintegrasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran dan komitmen masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan secara nyata, sehingga angka kejadian kanker serviks dapat ditekan secara signifikan di wilayah tersebut. (Notoatmodjo, 2. Upaya yang dapat dilakukan antara lain menjadwalkan kegiatan penyuluhan rutin mengenai kanker serviks melalui kerja sama dengan kader kesehatan, posyandu, dan puskesmas setempat, sehingga pesan kesehatan dapat tersampaikan secara berulang dan Kegiatan ini dapat dikombinasikan dengan distribusi media edukatif seperti leaflet, poster, maupun materi audio-visual yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan budaya Dalam hal ini, metode ceramah dipandang sebagai salah satu pendekatan yang sederhana namun efektif dalam menyampaikan informasi secara langsung kepada kelompok sasaran yang besar. Selain itu, penggunaan media leaflet juga terbukti mampu mendukung penyampaian materi edukatif, karena bersifat praktis, murah, dan dapat dibaca ulang kapan Leaflet yang dirancang dengan bahasa sederhana dan ilustrasi menarik dapat membantu masyarakat memahami informasi kesehatan dengan lebih mudah. Oleh karena itu, kombinasi antara metode ceramah dan media leaflet sangat relevan untuk digunakan dalam program edukasi tentang deteksi dini kanker serviks, guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tindakan preventif. Selain itu, keterlibatan keluarga, terutama dukungan suami, perlu dioptimalkan karena keputusan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seringkali dipengaruhi oleh lingkungan Edukasi berbasis keluarga ini dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan komunitas atau pertemuan rutin warga, sehingga lebih mudah menjangkau sasaran. Gambaran Pengetahuan Ibu Wali Murid Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025. Berdasarkan hasil penelitian univariat yang dilakukan pada 26 ibu wali murid di Yayasan Harapan Anak Indonesia diperoleh bahwa nilai rata-rata pengetahuan ibu mengenai deteksi dini kanker serviks setelah diberikan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. intervensi penyuluhan kesehatan mencapai 88,08 dengan standar deviasi 7,082, serta rentang nilai antara 80 hingga 100. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan responden pasca intervensi. Edukasi kesehatan mampu meningkatkan pemahaman ibu tentang kanker serviks secara bermakna (Puspitasari & Nurjanah, 2. Penyuluhan kesehatan merupakan sarana penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada individu atau kelompok, dengan tujuan agar mereka dapat meningkatkan pemahaman dan pada akhirnya menerapkan perilaku hidup sehat (Widyastuti, 2. Pada awalnya, sebagian besar ibu belum memahami secara jelas pengertian kanker serviks, konsep deteksi dini kanker serviks, termasuk faktor risiko, gejala, dan pencegahan. Hal ini terlihat dari jawaban mereka pada saat pre-test yang masih menunjukkan kesalahan pemahaman. Namun, setelah diberikan materi edukatif secara langsung, terjadi peningkatan skor yang menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan. Salah satu faktor keberhasilan tersebut adalah penggunaan media edukasi berupa leaflet. Leaflet yang dirancang dengan desain menarik dan bahasa sederhana mempermudah ibu dalam memahami materi, karena bisa dibaca berulang kali kapan saja(Rahmadani. Betty Rahayuningsih. Studi Keperawatan, & Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2. Dari 20 pertanyaan kuesioner yang diberikan sesudah penyuluhan kesehatan terdapat beberapa pertanyaan dengan jawaban tertinggi yaitu tentang pengertian kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks. Peningkatan pemahaman tentang deteksi dini kanker serviks ini juga berkaitan erat dengan perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan. Pemberian informasi yang tepat dan berulang melalui media yang sesuai mampu membentuk kesadaran individu dalam waktu yang lebih konsisten, meskipun proses perubahan perilaku memerlukan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, penyampaian materi melalui media visual seperti leaflet dinilai efektif untuk memperkuat pemahaman dan mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Penggunaan leaflet memungkinkan ibu untuk lebih fokus, karena isi informasi bersifat ringkas, disertai ilustrasi yang memperjelas pesan, serta dapat dijadikan sumber belajar mandiri yang Berdasarkan observasi selama proses edukasi, ibu-ibu menunjukkan antusiasme tinggi dan secara aktif memperhatikan materi yang disampaikan, yang menjadi indikasi meningkatnya minat dan pemahaman mereka terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks. Perbedaan Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Sebelum dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025. Berdasarkan hasil analisis bivariat terhadap 26 ibu wali murid di Yayasan Harapan Anak Indonesia, ditemukan bahwa terdapat peningkatan skor Studi Pre-Post tentang Pengetahuan Ibu Mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks setelah Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025 pengetahuan ibu mengenai deteksi dini kanker serviks setelah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet. Peningkatan tersebut sebesar 30,39, yang terlihat dari nilai ratarata pengetahuan sesudah intervensi sebesar 88,08, lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum intervensi sebesar 57,69. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan kesehatan menggunakan leaflet. Peningkatan pengetahuan tertinggi terlihat pada pertanyaan nomor 16 tentang definisi deteksi dini kanker serviks, yang naik sebesar 50%. Pertanyaan nomor 9 mengenai vaksin HPV juga mengalami peningkatan sebesar 38,4%, sedangkan pertanyaan nomor 19 mengenai tujuan deteksi dini meningkat sebesar 34,6%. Berdasarkan observasi, peningkatan pada pertanyaan nomor 16 dipengaruhi oleh kejelasan informasi dalam media leaflet yang secara langsung membahas tentang deteksi dini kanker serviks. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara efektif dapat meningkatkan pemahaman ibu dalam mencegah kanker serviks. Dalam penyampaian materi, pemilihan media edukasi yang sesuai sangat penting agar informasi dapat diterima dengan baik oleh sasaran. Media yang tepat dapat meningkatkan ketertarikan, rasa ingin tahu, serta mempermudah pemahaman dan daya ingat responden terhadap materi yang diberikan. Dalam penelitian ini, peningkatan pengetahuan masyarakat didukung dengan penggunaan leaflet yang memuat informasi seputar kanker serviks, mulai dari pengertian, deteksi dini, hingga faktor risiko, gejala, dan pencegahan. Leaflet dirancang semenarik mungkin dengan kombinasi gambar dan teks agar lebih mudah dipahami dan diingat oleh Leaflet sebagai salah satu media informasi yang praktis dan mudah dipahami secara langsung oleh penerima pesan, terbukti efektif dalam menyampaikan materi edukatif. Kombinasi teks dan visual membuat informasi menjadi lebih menarik dan mudah diserap (Notoatmodjo, 2. Dalam pelaksanaan penelitian ini terdapat beberapa kendala. Pertama, masih ada ibu responden yang kurang fokus dalam mengerjakan soal pre-test maupun post-test, sehingga jawaban yang diberikan kemungkinan belum sepenuhnya menggambarkan pengetahuan yang Kedua, pada saat penyuluhan berlangsung sebagian ibu masih mengobrol dengan sesama responden, yang dapat mengurangi konsentrasi dalam menerima materi. Sebagai solusi, peneliti berupaya memberikan pengarahan yang lebih tegas sebelum pengisian soal agar responden lebih fokus, serta mengingatkan peserta untuk menjaga ketertiban selama penyuluhan berlangsung. Ke depan, kegiatan penyuluhan dapat dilakukan dengan metode yang Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. lebih interaktif seperti diskusi kelompok kecil atau tanya jawab langsung, sehingga responden lebih aktif KESIMPULAN DAN SARAN Penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu wali murid di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara tentang deteksi dini kanker serviks. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest . <0,. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan cakupan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan memanfaatkan media cetak sederhana seperti leaflet yang terbukti efektif, mudah dipahami, dan dapat menjangkau masyarakat luas. Selain itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, yayasan, maupun fasilitas pelayanan kesehatan untuk secara berkesinambungan menyelenggarakan program edukasi mengenai kanker serviks, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong perilaku deteksi dini, dan pada akhirnya menurunkan angka kejadian kanker serviks. DAFTAR REFERENSI Brahmana. , & Suryanto. Pengabdian pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi dan penyuluhan di TK Aisyiah Bustanul Atfhal An Nur. Bantul. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6. , https://doi. org/10. 25105/jpmb. Fitriana. Permatasari. , & Pratiwi. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker serviks. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12. , 97-93. https://doi. org/10. 12928/promkes. Kemenkes RI. Pedoman nasional pelayanan kanker serviks. Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pusat data dan teknologi informasi kesehatan daerah profil kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2023. Masita. Syarifah. Nuraeni. , & Sudiyati. Edukasi upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur. Jakarta Selatan. Gemakes, 4. , 476-481. https://doi. org/10. 36082/gemakes. Notoatmodjo. Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta. Patila. , & Sumargi. Pengetahuan kanker serviks pada wanita dewasa awal berdasarkan tingkat kesadaran terhadap kesehatan. Personifikasi, 1. , 1-7. https://journal. id/personifikasi/article/view/3856 Puspitasari. , & Nurjanah. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang kanker serviks. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 5. , 22-28. Rahmadani. Betty Rahayuningsih. Studi Keperawatan. , & Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pengaruh pendidikan kesehatan Studi Pre-Post tentang Pengetahuan Ibu Mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks setelah Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet di Yayasan Harapan Anak Indonesia Jakarta Utara Tahun 2025 dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan gangguan kesehatan reproduksi pada wanita di Puskesmas Kedean. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11. https://doi. org/10. 33024/jikk. Samaria. Edukasi kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks di Desa Cibadung. Bogor. Kreativitas, 5. , https://ejurnalmalahayati. id/index. php/kreativitas/article/view/6318 Santoso. Nugroho. Putri. , & Susanto. Hubungan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dengan motivasi pemeriksaan pap smear pada pegawai BPJS Kesehatan Cabang Metro. Jurnal Maternitas Aisyah, 23. , 1-16. https://doi. org/10. 24853/nalars. Savitri. , & Abdillah. Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang kanker serviks. Jurnal Keperawatan, 9. , 12-18. Sembiring. Donda. , & Panggabean. Pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker cerviks di klinik Mariana. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehata. , 2. Syamsi. Pentingnya pengetahuan dalam perubahan perilaku kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 6. , 102-108. Widyastuti. Pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan perilaku sehat Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 10. , 12-19. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025