Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. UPAYA GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI TK ABA SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Zahra Orin Luvita1. Aulia Rahma2 1,2Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Negeri Metro Email: zahraorinluvita070403@gmail. Auliarahma@metrouniv. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya guru dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak berusia 4-5 tahun di TK ABA Sekampung. Lampung Timur. Permasalahan yang dihadapi adalah adanya anak yang kesulitan dalam berinteraksi sosial dan mengelola emosi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas A yang terdiri dari 12 anak . anak perempuan dan 5 anak laki-lak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali informasi mendalam melalui observasi, wawancara dan Teknik analisis data yang digunakan mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima upaya utama yang diterapkan oleh guru yaitu . permainan kolaboratif, . kegiatan seni, . diskusi kelompok, . penggunaan buku cerita, dan . pembelajaran berbasis proyek membantu anak-anak dalam mengekspresikan dan mengelola emosi, serta meningkatkan keterampilan sosial mereka. Upaya ini tidak hanya meningkatkan keterampilan sosial anak, tetapi juga memperkuat empati, regulasi emosi, dan kepercayaan diri mereka. Penelitian ini menambah literatur terkait dengan memberikan perspektif tentang pendekatan interaktif berbasis pengalaman dalam meningkatkan keterampilan sosial emosional anak usia dini. Kata Kunci: Kemampuan Sosial Emosional. Media Permainan. Upaya Guru. Strategi Pembelajaran. Abstract This study aims to identify teacher efforts in improving the social emotional skills of 4-5 year old children at ABA Sekampung Kindergarten. East Lampung. The problem faced is that there are children who have difficulty in social interaction and managing emotions. This study was conducted in class A consisting of 12 children . girls and 5 boy. This study uses a descriptive qualitative method to dig up in-depth information through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used range from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the five main efforts implemented by teachers, namely . collaborative games, . art activities, . group discussions, . use of story books, and . project-based learning help children express and manage emotions, and improve their social skills. These efforts not only improve children's social skills, but also strengthen their empathy, emotional regulation, and self-confidence. This study adds to the related literature by providing a perspective on an interactive, experience-based approach to improving early childhood social emotional skills. Keywords: Social Emotional Skills. Game Media. Teacher Efforts. Learning Strategies. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 1 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Corresponding author: Zahra Orin Luvita Email Address: zahraorinluvita070403@gmail. Received 18 February 2025. Accepted 06 March 2025. Published 07 March 2025 PENDAHULUAN belajar yang mendukung pertumbuhan Masa anak usia dini . -6 tahu. kognitif serta kemampuan sosial dan merupakan periode yang kursial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sedih, marah, dan takut, serta mulai terutama dalam aspek fisik, kognitif, belajar cara mengekspresikan emosi sosial-emosional, dengan cara sehat3. Oleh karena itu orang tua Interkasi dan guru perlu memberikan stimulasi memberikan peluang bagi anak untuk berkembang secara optimal. Masa ini kepercayaan diri. Jika keterampilan sering disebut dengan Golden Age, di sosial emosional tidak dikembangkan, mana anak-anak sangat peka terhadap anak akan mengalami resiko dan berbagai rasangsangan terutama dari lingkungan sekitar. Menurut Hurlock hubungan sosial yang sehat dimasa dalam Maulina & Budiyon 2 , fase depan 4 . Pendidikan anak usia dini Golden Age (PAUD) mengembangkan keterampilan anak Kegiatan yang sering di lakukan oleh anak-anak perkembangan holistik mereka5. 1 (Saputri, 2020:. AuPeran Keluarga dalam Pengelolaan Emosi Anak Usia Golden Age di Desa Gambarsari,Ay Jurnal Mahasiswa BK AnNur : Berbeda. Bermakna. Mulia, 7. 21, doi:10. 31602/jmbkan. 3 Ade Lasma Harianja. Rosmaimuna Siregar, dan Jumaita Nopriani Lubis. AuUpaya Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Bermain Peran,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , hal. 4871Ae80, doi:10. 31004/obsesi. 4 (Agusniatih & Manopa, 2019:. 5 Kun Nurachadijat dan Meri Selvia. AuPeran Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dalam Implementasi Kurikulum dan Metode Belajar pada Anak Usia Dini,Ay Jurnal Inovasi. Evaluasi dan Pengembangan DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 2 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Perkembangan sosial emosional menekankan bahwa interaksi sosial merupakan kemampuan anak dalam adalah kunci dalam pembelajaran anak, beradaptasi dengan norma sosial serta mengelola perasaan anak dengan baik6. Perkembangan sosial emosional bisa Di sisi lain. Teori Emosional Goleman keduanya saling berkatan dan saling menekankan pentingnya pengelolaan Perkembangan sosial emosi dalam kehidupan sehari-hari merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial seperti bersikap sendiri dan orang lain, mengelola dan berperilaku dilingkungan sosial 7 . emsoi serta membangun hubungan Sedangkan adalah perkembangaan perasaan yang Menurut Santrock 10 dan Berk 11 , terjadi ketika seseorang berada dalam aspek perkembangan sosial emosional satu kondisi atau sedang mencakup kemampuan anak untuk interkasi yang sangat penting 8. Beberapa mengelola emosi, berinteraksi dengan menyelesaikan masalah dalam konteks emosional pada anak. Teori sosial yang Ada 4 aspek utama dalam Vygotsky Pembelajaran (JIEPP), 3. , hal. 57Ae 66, doi:10. 54371/jiepp. 6 Annika Rademacher dan Ute Koglin. AuThe Concept of Self-Regulation and PreschoolersAo Social-Emotional Development: A Systematic Review,Ay Early Child Development and Care, 189. 2299Ae2317, doi:10. 1080/03004430. 7 Ferdy Muzzamil. AuPengaruh Lingkungan Perkembangan Sosial Emosional Anak,Ay MURANGKALIH: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2. doi:10. 35706/murangkalih. 8 Sri Jamilah. AuPengembangan SosialEmosional Anak Melalui Metode Role Playing (Bermain Pera. di Kelompok B Anak Usia Dini,Ay PELANGI: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, . , 83Ae101, doi:10. 52266/pelangi. Olivia Cherly Wuwung. Strategi Pembelajaran & Kecerdasan Emosional (Scopindo Media Pustaka, 2. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 93 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 menurut Saparida 12 diantaranya yaitu . empati, . afiliasi, . resolusi konflik, dan . kebiasaan positif. sebagai pembimbing, motivator, dan Perkembangan ini dapat distimulasi lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan anak 14 . Selian itu guu yang berlaku serta penggunaan metode harus memiliki pengetahuan yang dan media pembelajaran yang sesuai mendalam mendalam tentang materi dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak. Indikator kompleks dengan cara yang mudah meliputi: . menaati aturan yang dipahami oleh siswa 15 . Hubungan ini berlaku dalam suatu permainan, . konsep-konsep lingkungan belajar yang aman dan mendukung, sehingga siswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan berpendapat. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan Dalam dunia pendidikan, guru yang inklusif dan penuh empati agar berperan penting dalam membimbing setiap anak meras di hargai dan keterampilan sosial emosional. Guru 12 AuKajian Pustaka Pengembangan Sosial Emosional Anak Melalui Permainan Tradisional Ular Naga Pada Anak Usia 56 TahunAy (IAIN Bengkulu, 2. , hal. 13 (Permendikbud, 2. 14 Nur Afni Damayanti. AuPeran Guru dalam Menentukan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) di Kelas Rendah Upaya untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik di Sekolah,Ay Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1. 14, doi:10. 47134/pgsd. 15 (Hamdayama, 2022:. 16 F. Junaidi. AuPenanaman Pemahaman Parenting dan Perkembangan Emosional Anak Pada Guru PAUD,Ay Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education, 6. , hal. 29Ae42, doi:http://dx. org/10. 29300/ja. Diana Murdoch et al. AuFeeling Heard : Inclusive Education. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 94 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Salah satu upaya guru yang keterampilan sosial emosional adalah hubungan yang sehat dan positif dengan teman sebaya. Berdasarkan hasil prasurvey di Menurut Ritonga et al 17 dan Dini 18 TK ABA Sekampung. Lampung Timur, dari 12 anak yang ada, ditemukan 5 serta memhamai emosi dan perilaku teman-teman Dengan bermain, anak-anak Anak tidak hanya bersenang-senang tetapi mengamati dari kejahuan saat teman- temannya bermain, dengan raut wajah bingung dan cemas. Ketika guru memahami perasaan orang lain. Selain mengajak anak-anak bermain dalam kelompok, anak tersebut tampak ragu pendidikan sosial emosional dalam kegiatan sehari-hari seperti bercerita, kesulitan memulai percakapan dan bernyanyi, atau seni 19 . Menurut merespon ajakan bermain. Selain itu. Mahoney et al 20 integrasi pendidikan ada anak yang lebih memilih duduk sosial emosional dalam kegiatan rutin menghindari interaksi dengan teman anak-anak mengembangkan keterampilan yang Transformative Learning, and Productive Struggle,Ay Educational Theory, 70. 653Ae79, doi:10. 1111/edth. 17 AuUpaya Meningkatkan Aspek SosialEmosional Anak Usia Dini Melalui Permainan Gambar Bersambung di TK Al-Kausar,Ay Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , hal. 96Ae105, doi:https://doi. org/10. 20414/iek. 18 AuPeran Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Sosial Emosional Anak Usia Dini,Ay Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , hal. 4565Ae74. Mahmudah dan A. Wathon. AuMembangun Pembelajaran Diferensial Melalui Kegiatan Bermain Alat Permainan Edukatif,Ay Sistim Informasi Manajemen, 2. , hal. 66Ae95. AuSystemic Social and Emotional Learning: Promoting Educational Success for All Preschool to High School Students. ,Ay American Psychologist, 76. 1128Ae42, doi:10. 1037/amp0000701. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Meskipun Page | 95 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 mengajaknya bermain. Anak ini hanya dibutuhkan untuk berinteraksi dengan baik, serta menunjukkan bagaimana tanpa memberikan respons verbal. anak-anak Sebaliknya, ekspresif, tetapi sering terlibat dalam Interaksi anak-anak pertikaian ketika keinginannya tidak dengan guru juga menjadi perhatian Selain kesulitan dalam interaksi Guru mencatat bahwa anak-anak cenderung mengalami tantangan dalam mengelola berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas. emosi dan beradaptasi dengan aturan Ketika guru meminta pendapat atau Ada anak berekasi emosional ketika tidak diizinkan keluar kelas, tersebut terlihat diam dan jarang mengangkat tangan. Meskipun guru berguling di lantai. Selain itu, ada anak berusaha memberikan perhatian ekstra, yang terlihat bermain boneka sendirian di sudut halaman. Ketika ada salah satu individu, respon yang diberikan masih anak, yang sedang mengelami luka Sementara itu, ada anak yang dilututnya, menghampiri dan meminta lebih responsif, tetapi sering terlibat untuk bermain bersama dengan teman konflik dengan teman dan guru. Hal ini lainnya, namun anak yang di ajak bermain hanya melirik sekilas tanpa yang lebih adaptif dan intervensi untuk menunjukkan minat. Anak tersebut emosional anak-anak, sehingga mereka menjawab, "Ini bonekaku. Kamu main dapat berinteraksi lebih baik dengan yang lain saja," tanpa memandang teman sebaya dan mengelola emosi wajah anak yang mengajak bermain. dalam pembelajaran. Perilaku ini menunjukkan kurangnya empati dan keterampilan sosial yang Mempertimbangkan prasurvey yang telah dilakukan oleh DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 96 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 peneliti di atas tentang pentingnya pengembangan sosial emosional pada anak usia dini, penelitian ini bertujuan Gambar 1. Alur Penelitian emosional anak usia 4-5 di TK ABA Penelitian ini dimulai dengan Sekampung. Lampung Timur. METODE "Prasurvey" untuk mengidentifikasi Penelitian AuMulaiAy Kemudian, "Observasi, mengenai upaya yang dilakukan guru Wawancara, dan Dokumentasi" untuk sosial emosional anak usia 4-5 tahun di terkait topik dari penelitian. Setelah itu. TK ABA Sekampung. Lampung Timur. Metode ini dipilih karena pendekatan Belakang dan Permasalahan" serta deskriptif memungkinkan melakukan "Kajian Pustaka" sebagai peneliti untuk memahami fenomena landasan teoretis. Tahap selanjutnya secara holistik dan mendalam, serta kemudian dilakukan "Tabulasi Data" Lokasi "Latar "Pengumpulan mempengaruhi interaksi antara guru Data", difokuskan pada kelas A yang terdiri tahapan "Analisis Data Kualitatif". dari 12 anak, dengan rincian 7 anak Hasil perempuan dan 5 anak laki-laki. Subjek "Interpretasi" penelitian mencakup 2 orang guru Tahap terakhir adalah yang mengajar di kelas A. "Pembahasan" yang mendetailkan hasil 21 (Sugiyono, 2019:. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 97 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 dokumen seperti rencana pembelajaran pendukung penelitian serta "Simpulan dan catatan perkembangan anak, yang serta Saran" yang merupakan puncak memberikan konteks tambahan bagi dari keseluruhan proses penelitian. Dokumentasi ini membantu pendidikan diterapkan dan aspekaspek yang menjadi fokus dalam Data yang terkumpul di analisis menggunakan teknik analisis tematik Gambar 2. Langkah-Langkah Metode Kualitatif Deskripstif Pengumpulan dimulai dengan reduksi data untuk melalui tiga teknik utama yaitu . Observasi langsung, . Wawancara Obervasi dilakukan untuk mencatat perilaku sosial anak dalam konteks kelompok termasuk interaksi antar anak dengan anak lainya, dan Wawancara dengan 2 guru yang mengajar di kelas A untuk menggali informasi tentang upaya pengajaran yang diterapkan Peneliti sehingga bisa memahami persepsi Peneliti menyaring informasi yang relevan dari Setelah itu, dianalisis dengan mengindetifikasi tema-tema utama seperti strategi pengajaran yang diupayakan guru, interaksi sosial di Peneliti kemudian menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk Kesimpulan mencakup temuan tentang upaya guru sosial emosional anak di TK ABA Sekampung. Lampung Timur. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 98 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 HASIL DAN PEMBAHASAN pengembangan keterampilan sosial, di Berdasarkan hasil penelitian yang mana anak-anak belajar mengikuti dilakukan di TK ABA Sekampung aturan, berbagi, dan berkomunikas Lampung Timur pada kelas A yang secara efektif. Selain itu, permainan terdiri dari 12 anak . anak perempuan membantu anak-anak mengelola emosi dan 5 anak laki-lak. terdapat beberapa seperti kegembiraan dan frustrasi, yang upaya yang telah dilakukan guru untuk kecerdasan emosional 23 . Permainan emosional anak. Melalui observasi, yang melibatkan kerjasama tidak hanya tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi positif di antara anak-anak. kelompok, penggunaan buku cerita. Di TK ABA, guru mengadakan dan pembelajaran berbasis proyek AuPermainan Jaring perkembangan sosial emosional anak AuPermainan Kereta usia dini. AuPermainan Ular Permainan Kolaboratif mendorong interaksi dan kerja sama. Permainan Laba-laba,Ay Api,Ay TanggaAy Ibu S. Guru 1 di Kelas A TK ABA, memberikan kesempatan bagi anak- anak untuk belajar bekerja sama dan membuat permainan yang melibatkan kerja berinteraksi dengan teman sebayanya. Melalui permainan ini, anak-anak Ananada tidak hanya belajar cara berkomunikasi. Fadhilaturrahmi AuPeningkatan kemampuan sosial emosional melalui permainan kolaboratif pada anak KB,Ay Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2. , hal. 20Ae26. "Kami masalah bersama. Ay Dengan suasanan Harianja. Siregar, dan Lubis. AuUpaya Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Bermain Peran. Ay DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 99 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Permainan kolaboratif menjadi alat yang efektif untuk membangun keterampilan sosial dan emosional anak-anak di TK ABA. Permainan kerta api ini Permainan Jaring Laba-Laba sangat berpengaruh untuk mengelola Dalam permainan ini, jaring yang terbuat dari tali diatur sedemikian rupa terutama dalam interkasi sosial. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Fitri membantu untuk melewati jaring tanpa & Rakimah 25 bahwa permainan ini Permainan memberikan dampak positif kepada anak-anak terutama untuk mengontrol anak-anak berkomunikasi dan bekerja sama, serta sosial emosional anak. memberikan dukungan satu sama lain. Permainan Ular Tangga Permainan laba-laba Permainan mengandalkan keberuntungan, tetapi juga melibatkan elemen kolaboratif. pendidikan anak usia dini terutama Dalam variasi permainan ini, anak- membantu satu sama lain dalam emosionak anak24. mencapai tujuan. Berdasarkan hasil Permainan Kereta Api obervasi ada satu anak jatuh ke tangga anak-anak yang lebih rendah, teman-temannya membentuk barisan seperti kereta api dan harus mengikuti instruksi guru kembali ke jalur yang benar. Dengan 24 Siti Nurhabibah. Susanto, dan Khasnah Syaidah. AuPemanfaatan Media Pembelajaran di Taman Kanak Kanak Dalam Perpektif Perlindungan Anak,Ay EDULEC : Education. Language, and Culture Journal, 3. , hal. 254Ae68, doi:10. 56314/edulec. AuPengaruh Permainan Train Ballon terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini di TK Aisyiyah VI Ulak Karang,Ay Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 4. , hal. 43Ae50, doi:https://doi. org/10. 51529/ijiece. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 100 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 cara ini, mereka belajar untuk saling orang lain 28 . mendukung dan menguatkan satu memahami bahwa seni adalah medium sama lain. Selain itu, permainan Ular Tangga Guru di TK ABA terutama bagi anak-anak yang belum memiliki keterampilan verbal yang Dengan baik secara individu maupun dalam memiliki cara untuk mengungkapkan anak-anak emosi yang sulit disampaikan secara emosional anak26. lisan, seperti menggunakan warna Kegiatan Seni cerah untuk kebahagiaan dan warna Kegiatan ABA berperan penting dalam meningkatkan gelap untuk kesedihan. Kegiatan seni juga memperkua kemampuan sosial emosional anak. Melalui aktivitas seperti menggambar, wawancara dengan Guru 2. Ibu A, anak-anak. AuSaat Dalam anak-anak tangan, anak-anak diberi kesempatan menggambar dan membuat kerajinan, mereka sering kali berbagi cerita tentang mereka 27 . Kegiatan ini tidak hanya apa yang mereka buat. Ini memberikan meningkatkan kreativitas, tetapi juga ruang bagi mereka untuk mengungkapkan membantu anak-anak mengenali dan mengelola perasaan sendiri maupaun teman-teman mereka. Ay Proses berbagi ini Aknes Aulia. AuMengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Ular Tangga,Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak2, 8. 33Ae41, doi:http://dx. org/10. 22373/bunayy 27 Vica Retno Rosalinda dan Nurtina Irsad Rusdiani. AuPenerapan Kegiatan Finger Painting dalam Tema Menggambar untuk Menstimulasi Perkembangan Seni AUD Di Pocenter ( Ponorogo Early Education Center ),Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, . , doi:http://dx. org/10. 22373/bunayy 28 E. Eva et al. AuEfektivitas Art Theraphy Dalam Membantu Mencerdaskan Emosional Pada Anak Kelas 1-6 Madrsah Desa Jagabaya,Ay Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung, 1. , hal. 74Ae91. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 101 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 menciptakan ikatan sosial yang lebih Mewarnai Bersama kuat di antara anak-anak, karena Kegiatan mereka belajar untuk mendengarkan dengan tema tertentu, seperti hewan dan menghargai cerita serta perasaan orang lain. Pembuatan Kolase Kegiatan anak-anak Selama sesi mewarnai di penggunaan berbagai bahan seperti kelas A TK ABA, anak-anak berdiskusi kertas, kain, dan barang bekas untuk tentang pilihan warna dan teknik yang menciptakan karya seni. Di kelas A TK ABA, anak-anak kelompok untuk membuat kolase besar komunikasi dan kerja sama. Pertunjukan Seni "lingkungan" "persahabatan". Mengadakan pertunjukan seni di observasi menunjukkan bahwa anak- mana anak-anak menampilkan hasil anak mampu berkolaborasi dengan Selama membantu dalam proses pembuatan Hal ini tidak hanya mendorong untuk menunjukkan bakat dan belajar kreativitas, tetapi juga mengajarkan menghargai karya teman-teman. anak tentang kerja sama tim. Penelitian oleh Zaini Tamin AR dan Viranda menyelesaikan proyek seni, anak-anak Ainun Mukmin 29 mendukung temuan mempresentasikan karya mereka di ini, menyatakan bahwa penerapan memfasilitasi pertumbuhan kreativitas seni anak usia dini. percaya diri dan apresiasi terhadap AuPenerapan Teknik Kolase dalam Memfasilitasi Pertumbuhan Kreativitas Seni Anak Usia Dini,Ay WALADI, 1. doi:10. 61815/waladi. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. ABA, Berdasarkan 71Ae101. Page | 102 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Penelitian oleh Elysa Novitasari emosi mereka, yang membantu dalam dan Purwadi Purwadi 30 menunjukkan pengembangan empati dan kesadaran bahwa metode demonstrasi melalui terhadap perasaan orang lain. Selain permainan kolase dapat meningkatkan itu, guru memberikan umpan balik kemampuan seni rupa anak. Membuat Buku Cerita Bergambar kepercayaan diri anak. Sebagai contoh. Anak-anak dapat berkolaborasi Ibu A menyatakan, "Kami selalu memuji usaha setiap anak, bukan hanya hasil akhir. Hal ini penting untuk membangun rasa menggambar ilustrasi untuk halaman percaya diri mereka. " Dengan demikian, tertentu dan memberikan cerita terkait. kegiatan seni tidak hanya berfungsi Di kelas A TK ABA, proyek ini dilakukan dengan membagi anak-anak sebagai sarana untuk membangun ke dalam kelompok kecil, dan setiap hubungan sosial yang sehat di antara kelompok bertanggung jawab atas satu anak-anak. bagian cerita. Kegiatan ini mendorong kegiatan seni di TK ABA sejalan kreativitas dan mengajarkan proses dengan penelitian Nurlina & Bahera 31 pembuatan cerita serta kerja sama bahwa kegiatan seni berfungsi sebagai dalam kelompok. Kegiatan ABA Secara berperan penting dalam meningkatkan emosional anak, membantu mereka mengenali dan mengelola perasaan. Melalui menggambar dan kerajinan tangan, komunikasi dan kerja sama yang anak-anak penting untuk masa depan mereka AuPenerapan Metode Demonstrasi Melalui Permainan Kolase Untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B Di Tk Hosana Kabupaten Jepara Tahun Ajaran PAUDIA : JURNAL 2013/2014,Ay PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, 2. , doi:10. 26877/paudia. 31 AuBelajar Melalui Bermain: Seni sebagai Sarana Pembelajaran bagi Anak Usia Dini,Ay Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adapti. , 7. , hal. 222Ae32. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 103 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Diskusi Kelompok Diskusi Cerita Bergilir Dalam kegiatan ini, anak-anak dilakukan di TK ABA Sekmapung bergantian menambahkan bagian cerita sesuai imajinasi mereka. Observasi di sekaligus meningkatkan keterampilan kelas A TK ABA menunjukkan bahwa sosial mereka. Menurut Jamilah 32 metode ini meningkatkan kemampuan menyatakan bahwa kegiatan diskusi berbicara di depan umum, mendorong kreativitas, dan memperkuat kerja sama antar anak. Penelitian oleh Adnan berbicara anak. Dalam sesi ini, guru mengajak anak-anak untuk berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari, berantai efektif dalam menstimulasi baik yang menyenangkan maupun kemampuan berbicara anak usia dini. Debat Sederhana Hal kesempatan bagi anak-anak untuk 33 mendukung Anak-anak dibagi menjadi dua mendengarkan satu sama lain dan membangun empati. Ibu S. Guru 1 di sederhana untuk diperdebatkan. Ibu S TK ABA, menjelaskan. AuKetika anak- anak mendengar cerita teman-temannya, hewan peliharaan lebih baik daripada mereka belajar untuk lebih memahami mainan?". Selama perasaan orang lain. Ini adalah langkah awal dalam membangun empati. Ay Dengan melatih anak untuk menyampaikan cara ini, diskusi kelompok menjadi alat pendapat, mendengarkan pandangan orang lain, dan menghargai perbedaan. kecerdasan emosional anak. 32 AuPengembangan Sosial-Emosional Anak Melalui Metode Role Playing (Bermain Pera. di Kelompok B Anak Usia Dini. Ay 33 AuMenstimulasi Kemampuan Berbicara Anak Melalui Metode Cerita Berantai,Ay "Apakah Meskipun penelitian spesifik tentang Innovative: Journal Of Social Science Research, 3. , hal. 11133Ae11141 . DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 104 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 debat pada anak usia dini masih terbatas, metode diskusi serupa telah Meskipun penelitian spesifik terbukti meningkatkan keterampilan tentang proyek kelompok pada anak komunikasi dan sosial anak. usia dini masih terbatas, pendekatan Forum Perasaan pembelajaran berbasis proyek telah Dalam sesi ini, guru mengajak diakui efektif dalam mengembangkan anak-anak untuk berbagi perasaan keterampilan sosial dan kognitif anak. terkait situasi tertentu, seperti saat Diskusi kelompok di TK ABA mereka merasa senang atau sedih. Observasi ABA Melalui anak-anak. mengungkapkan emosi mereka, serta berbicara di depan umum, menghargai memberikan dukungan satu sama lain. Batubara et al. 34 menemukan bahwa metode cerita dapat meningkatkan Diskusi juga mendorong anak perkembangan sosial dan emosional berpikir kritis tentang emosi dan tindakan mereka, yang merupakan Proyek Kelompok langkah awal dalam pengembangan Anak-anak bekerja sama dalam Di TK ABA Sekampung, proyek, seperti menciptakan poster kegiatan ini diadakan secara rutin, anak-anak proyek, membahas ide, pembagian tugas, dan cara penyelesaian. Selama membangun rasa saling pengertian. Sesi kegiatan ini mengajarkan keterampilan AuMeningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak melalui Metode Cerita,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, . , doi:10. 31004/obsesi. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. 5961Ae72. Page | 105 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Penggunaan Buku Cerita untuk mengenali dan merespons emosi Penggunaan buku cerita di TK ABA memberikan cara efektif untuk mereka sendiri serta emosi orang lain. Mendorong Diskusi dan Refleksi menggambarkan situasi sosial yang Marwah Ketika anak-anak membaca atau mendengarkan cerita, mereka biasanya bahwa buku cerita dapat membantu anak-anak memahami perasaan dan komentar 37 . Berdasarkan pernyatan mengembangkan keterampilan bahasa. tersebut maka membuka kesempatan Melalui cerita, anak-anak dapat belajar bagi guru untuk memfasilitasi diskusi, tentang emosi dan perilaku orang lain. di mana anak-anak dapat berbagi Guru di TK ABA memilih untuk pandangan dan pengalaman pribadi Diskusi ini membantu anak- beberapa alasan yang mendasar yaitu: anak berpikir kritis tentang tindakan . Pembelajaran Emosional dan Sosial dan konsekuensi, serta membangun Buku emosional yang dapat dialami oleh keterampilan komunikasi. Membangun Ketertarikan Membaca karakter 36 . Hal ini memberikan anakanak Kegiatan membaca buku cerita dapat menumbuhkan minat anak-anak bagaimana orang lain merasakan dan terhadap literasi dan membaca. Ketika mereka terlibat dalam cerita, mereka Dengan perasaan mereka, anak-anak belajar mengembangkan kebiasaan membaca yang positif di masa depan. 35 AuStimulasi Kemampuan Bercerita Anak Usia Dini Melalui Media Boneka Tangan,Ay Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3. , hal. 34Ae42. 36 Herdi Herdian dan Aan Listiana. AuImplementasi Psikologi inklusif dalam Pengembangan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia Dini,Ay Aulad: Journal on Early Childhood, 7. , hal. 636Ae636, doi:10. 31004/aulad. 37 Mohammad Siddiq. Hartini Salama, dan Ahmad Juma Khatib. AuManfaat Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Metode Bercerita,Ay Jurnal Teknodik, 24. doi:10. 32550/teknodik. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 106 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Ibu S. Guru 1 di TK ABA, meningkatkan keterampilan menulis menjelaskan: AuBuku cerita menjadi alat yang sangat berguna untuk membantu memberikan kesempatan bagi mereka anak-anak memahami perasaan. Ketika kita untuk mengekspresikan perasaan dan membaca, mereka sering kali bertanya dan ide-ide mereka. Buku Cerita Berbasis Tema Ay Berdasarkan hasil obervasi di Menggunakan buku cerita yang lapangan, ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tema tertentu . eperti dilakukan dalam penggunaan buku cerita, diaantaranya: guru dapat memfasilitasi Drama Pembacaan diskusi yang mendalam mengenai Anak-anak Anak-anak pembacaan drama berdasarkan cerita yang telah dibaca. Mereka dapat relevan, sehingga memperkuat koneksi memerankan karakter dalam cerita, emosional dan sosial mereka. Penerapan Pembelajaran Berbasis pemahaman mereka tentang karakter dan plot, tetapi juga melatih mereka Proyek Pembelajaran berbasis proyek di TK ABA melibatkan anak-anak dalam perencanaan dan pelaksanaan aktivitas Membuat Buku Cerita Sendiri yang meningkatkan rasa tanggung Anak-anak dapat diajak untuk jawab dan kerja sama. Firdaus & membuat buku cerita mereka sendiri. Wathon Mereka bisa menggambar ilustrasi dan pengalaman mereka atau imajinasi pemahaman anak-anak. engan peran Kegiatan ini tidak hanya aktif dalam proyek, mereka belajar AuPenerapan Metode Eksperimen Mencampur Warna Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Kelompok B Di Ra As-Sholeh,Ay Sistim Informasi Manajemen, 3. , hal. 156Ae DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 107 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 bertanggung jawab atas tugas yang diberikan serta memahami pentingnya kontribusi dalam kelompok. Selain itu, kesadaran lingkungan pada anak-anak. kerja sama dalam proyek melatih Menurut Fazari et al 39 , mengolah komunikasi, pengambilan keputusan, sampah menjadi karya seni kreatif. Saat seperti menggunakan botol plastik menanam tanaman, anak-anak tidak sebagai pot bunga, dapat mengajarkan hanya mempelajari pertumbuhannya, anak-anak tentang pentingnya menjaga tetapi juga memahami tanggung jawab dan pentingnya perawatan. Ibu A Kegiatan Berkebun AuDengan Anak-anak perencanaan dan pelaksanaan kegiatan bagaimana merencanakan, melaksanakan, berkebun, seperti menanam sayuran di dan mengevaluasi hasil kerja mereka. Ini adalah cara yang bagus untuk mengajarkan menunjukkan bahwa mereka belajar rasa tanggung jawab. Ay Sebagai upaya tentang proses pertumbuhan tanaman, pemeliharaan, dan memahami hasil pembelajaran berbasis proyek selama dari kerja keras mereka Puspita et al40 obervasi yaitu: menyatakan bahwa kegiatan berkebun Proyek Seni Daur Ulang anak-anak Anak-anak bahan-bahan Hasil anak-anak proses pertumbuhan tanaman, jenis- ulang, seperti botol plastik dan kertas bagian-bagian bekas, untuk dijadikan karya seni. Observasi ABA AuTIMSAR (Talang Indah Mengolah Sampah 3R): Membangun Kesadaran dan Keterampilan Anak-Anak Pengelolaan Sampah Anorganik di Desa Talang. Kabupaten Nganjuk,Ay Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4. , hal. 203Ae8, doi:10. 54082/jippm. 40 AuPembelajaran Berkebun untuk Anaka Usia Dini di TK Wijaya Kusumah Tasikmalaya,Ay Journal Binagogik, 11. , hal. 49Ae54. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 108 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Proyek Pameran Kelas Dini (PAUD) memiliki peran strategis Anak-anak berkolaborasi untuk dalam mengembangkan keterampilan mengadakan pameran dengan tema Mereka membuat poster, karakteristik anak. Untuk memahami efektivitas strategi yang digunakan disampaikan kepada orang tua dan teman-teman. Observasi di kelas A TK sosial emosional anak, penelitian ini ABA menunjukkan bahwa kegiatan ini dibandingkan dengan dua penelitian anak-anak menyampaikan informasi secara efektif berbeda guna memperkuat argumen dan meningkatkan kepercayaan diri serta melihat variasi pendekatan yang Meskipun penelitian spesifik tentang proyek pameran kelas pada mendukung perkembangan anak. Perbandingan hasil penelitian ini proyek telah diakui efektif dalam menunjukkan adanya kesamaan dalam pendekatan yang digunakan untuk komunikasi dan presentasi pada anak- emosional anak. Seperti penelitian Kemampuan usia dini merupakan aspek yang dilakukan oleh Masnaini dkk41 di PGRI Dahlia Lombok penting dalam perkembangan mereka, karena berperan dalam membentuk mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini. Hasil ini sejalan dengan berbagai situasi. Pendidikan Anak Usia temuan di TK ABA Sekampung, di 41 AuStrategi Guru Dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk PGRI Dahlia Lombok,Ay 1 Ash-Shobiy: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Al-QurAoan, 1. , hal. 1Ae7. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 109 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 mana permainan kolaboratif seperti keterampilan sosial emosional anak. "Jaring Laba-laba" dan "Kereta Api" Dalam penelitian ini, anak-anak diajak berhasil meningkatkan kerja sama dan untuk berdiskusi dalam kelompok komunikasi antar anak. Selain itu, studi kecil, mendengarkan pendapat teman, ini juga menegaskan bahwa melalui serta belajar menyesuaikan diri dengan norma sosial yang berlaku. Hasil ini anak-anak menyalurkan kebutuhan sosial dan emosional mereka secara lebih alami. Sekampung, di mana diskusi kelompok yang memungkinkan mereka untuk dan penggunaan buku cerita menjadi strategi utama dalam membangun lingkungan sosial. Namun, penelitian keterampilan komunikasi dan empati Namun, penelitian di TK Negeri Pembina Mataram lebih menekankan individual dan kompetitif, sementara pengembangan aspek disiplin dan di TK ABA Sekampung pendekatan kepatuhan terhadap aturan, sementara di TK ABA Sekampung lebih banyak kooperatif dan kolaboratif, sehingga menggunakan pendekatan ekspresif mendorong kerja sama tim yang lebih membantu anak-anak memahami dan PGRI Selain Dahlia dilakukan oleh Murniati42 di TK Negeri ABA mengekspresikan emosinya. Dari perbandingan ini, dapat Pembina Mataram juga menemukan terhadap aturan dalam interaksi sehari- keterlibatan anak secara aktif dalam 42 AuStrategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia 4-5 Tahun Kelompok A di TK Dharma Wanita Siti Aisyah Desa Kabul Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran 2020/2021Ay (Universitas Islam Negeri Mataram, 2. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 110 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 Pendekatan yang lebih fleksibel seperti permainan kolaboratif mengekspresikan dan mengelola emosi keterampilan komunikasi, empati, dan anak-anak anak-anak keterampilan sosial emosional dengan lingkungan belajar yang interaktif dan Dengan Sebaliknya, penelitian di lokasi lain menunjukkan bahwa metode komunikasi dan kepatuhan menghadapi tantangan sosial di masa terhadap aturan juga memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan lembaga ini lebih holistik dan efektif keterampilan sosial anak. Oleh karena dalam membentuk karakter anak. ABA anak-anak Penelitian ini menyarankan . PAUD rekomendasi yang lebih komprehensif bagi guru dalam membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial emosional mereka secara optimal. SIMPULAN DAN SARAN emosional anak. Pembuat kebijakan perlu mengintegrasikan Upaya guru pembahasan di atas dapat disimpulkan yang telah dilakukan di TK ABA ini ke ABA Timur menyediakan pelatihan bagi guru agar Berdasarkan Sekampung Lampung menunjukkan bahwa penerapan dan permainan kolaboratif, kegiatan seni. Selain itu, diskusi kelompok, penggunaan buku . orang tua juga berperan dalam proyek mendukung pengembangan emosional anak dengan menciptakan kemampuan sosial emosional anak. lingkungan yang komunikatif dan Setiap mendukung di rumah. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 111 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 1 . Pages 91-115 DAFTAR PUSTAKA