Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 1 Maret 2020 | pp. 67 Ae 71 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Dengan Keterampilan Ibu Dalam Melakukan Stimulasi Perkembangan Anak Neny Yuli Susanti. Robiatul Adawiyah UNIVERSITAS IBRAHIMY Corresponding author: Neny Yuli Susanti . enyyulisusanti@gmail. Received: December, 16 2019. Accepted: January, 19 2020. Published: March, 15 2020 ABSTRAK Pengetahuan tentang perkembangan anak serta memiliki keterampilan dalam menstimulasi mengenai kebutuhan anak pada setiap tahapan perkembangannya, agar kecerdasan anak dapat berkembang dengan maksimal sesuai usianya. usia 0-2 tahun adalah masa yang sangat penting mengingat perkembangan otak terjadi sangat pesat pada usia di bawah 2 tahun, ini disebut periode kritis perkembangan, dan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemulihan, bila ada gangguan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dengan Keterampilan Ibu dalam melakukan Stimulasi usia 0-2 tahun. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi ini adalah Ibu yang mempunyai Anak usia 0-2 tahun sebanyak 40 orang. Responden adalah total populasi yang termasuk dalam kriteria inklusi sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan data pengetahuan menggunakan lembar Kuisioner dan data keterampilan menggunakan Daftar Tilik dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Selanjutnya pengolahan dan analisa data menggunakan uji statistik software SPSS yaitu uji AuChi SquareAydengan menggunakan skala atau data lordinal dan nominal, dengan tingkat kemaksimalan = 0,010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik memperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dengan Keterampilan Ibu dalam melakukan Stimulasi usia 0-2 tahun. Kata Kunci: Pengetahuan. Keterampilan. Stimulasi This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Perkembangan adalah berfokus pada tempat anak tumbuh dan meliputi keadaan dalam lingkungan sekeliling tempat tinggal anak tersebut dan peran dari orang tuanya untuk mengawasi Perkembangan anak pada masa seribu hari pertama kehidupan yaitu dihitung mulai dari anak masih dalam kandungan . bulan 10 hari = 280 har. dan sampai anak tersebut berusia 2 tahun . , dengan catatan 1 bulan=30 hari, hanya dipelajari satu kali saja seperti berjalan, berlari, menyebutkan nama, dan sebagainya (Hafighurts, 2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi A. Pemantauan perkembangan anak pada 1. 000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat perkembangan otak terjadi sangat pesat pada usia di bawah 2 tahun, ini disebut periode kritis perkembangan, dan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemulihan, bila ada gangguan perkembangan. Keterampilan ibu dalam menstimulasi anak sangat menentukan keberhasilan stimulasi seribu hari pertama kehidupan untuk mendukung kecerdasan si kecil. Pada dasarnya setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbedabeda. Begitu pentingnya stimulasi karena pada masa ini otak mengalami tumbuh kembang dengan pesat. Sehingga, jika si kecil kurang mendapatkan stimulasi maka akan rentan mengalami penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Beberapa penelitian telah dilakukan seperti penelitian retrospektif yang telah dilakukan di Poliklinik Neurologi Anak RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta pada Januari 2006-Juli 2008 tentang prevalensi Keterlambatan Perkembangan Global (KPG) didapatkan bahwa 151 . ,3%) anak dari 6487 kunjungan mengalami KPG. Keluhan terbanyak, pada motorik kasar belum bisa berjalan yaitu 71 . ,1%) kasus, (Suwarba, 2. Data Situbondo pada bulan Juni tahun 2017 tingkat pencapaian stimulasi bayi yaitu bayi paripurna . ,8 %), pada tahun 2017 balita paripurna . ,4 %). Data dari Posyandu AKBID Ibrahimy Bulan Agustus 2017 dari 40 balita terdapat empat anak yang meragukan perkembangannya. Penyimpangan perkembangan motorik kasar tanpa mendapat penanganan dini dan memadai, kemungkinan besar berakhir dengan kecacatan. Pemantauan perkembangan motorik anak dapat dilakukan di pusat-pusat pelayanan kesehatan posyandu, program Bina Keluarga Balita (BKB) dan lingkungan keluarga, sehingga peran keluarga terutama ibu sangat penting, karena dengan pemantauan yang baik maka dapat dilakukan deteksi dini pada kelainan perkembangan anak. Interaksi antara anak dan orang tua, terutama peran ibu sangat bermanfaat bagi proses perkembangan anak secara keseluruhan karena orang tua dapat segera mengenali kelainan proses perkembangan anaknya dan sedini mungkin umtuk memberikan stimulasi pada tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Mengingat peranan ibu yang besar, maka pengetahuan ibu tentang perkembangan anak sangat diperlukan. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata . dan telinga . Pengetahuan yang harus diketahui ibu tentang perkembangan anak meliputi tahap-tahap perkembangan, tugas-tugas perkembangan, atau cara stimulasi, karakteristik perkembangan, dan pemantauan perkembangan. Pengetahua n tentang perkembangan anak dapat diperoleh melalui pendidikan, pengalaman diri sendiri dan pengalaman orang lain, media masa serta lingkungan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Analitik dengan desain cross sectional. Responden yang digunakan adalah ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun sejumlah 40 orang dengan tehnik Purposive Sampling. Bahan dan alat yang digunakan yaitu daftar tilik dan kuisioner. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Mei 2018 di Desa Sumberejo dengan penilaian pengetahuan menggunakan kuisioner dan keterampilan menggunakan daftar tilik. Adapun tahap prosedur pengumpulan data dilakukan melalui proses administrasi. Peneliti me njumpai responden, memberi penjelasan proses penelitian. Metode pengolahan data meliputi e diting, coding, transferring dan tabulating. Setelah data diolah, selanjutnya data yang telah dimasukkan ke dalam tabel tersebut dianalisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi A. HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Usia 0-2 tahun di Desa Sumberejo Banyuputih Situbondo. Tingkat Pengetahuan terhadap stimulasi perkembangan anak usia 0-2 tahun 1 Baik 2 Cukup 3 Kurang Total Presentase Tabel 1 diperoleh data dari tingkat pengetahuan yaitu sebagian besar ibu sudah tahu tentang stimulasi perkembangan anak usia 0-2 tahun yaitu pengetahuan ibu yang baik sebanyak 24 . %), pengetahuan ibu yang cukup sebanyak 8 . %), dan pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 8 . %). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Keterampilan Ibu dalam Melakukan Stimulasi Perkembangan Anak Usia di Desa Sumberejo Banyuputih Situbondo. Tingkat Keterampilan Terampil Tidak Terampil Total Tabel 2 diperoleh data dari tingkat keterampilan yaitu sebagian besar ibu sudah terampil dalam deteksi dini perkembangan yaitu sebanyak 21 . %), dan sebagian kecilnya ibu masih belum terampil dalam deteksi dini perkembangan sebanyak 19 orang . %). Tabel 3 Uji SPSS Chi Square Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dengan Keterampilan Ibu dalam Melakukan Stimulasi Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun. Pengetahuan Keterampilan Baik Cukup Kurang Total Terampil Tidak 14 Orang 3 Orang 2 Orang 19 Orang 10 Orang 5 Orang 6 Orang 21 Orang Hasil Uji Chi Square 0,010 Sementara dari hasil penghitungan data penelitian dengan menggunakan uji Chi Square dengan penghitungan menggunakan software pada tingkat kemaksimalan ( = 0,. , exact sig . = 0,010 dan nilai tersebut 0,010 < 0,05, taraf signifikan < ( = 0,. , dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak dengan Keterampilam Ibu dalam melakukan Stimulasi Perkembangan Anak usia 0-2 tahun di desa Sumberejo. Penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian (Hidayat, 2. terdapat hubungan Perilaku Pemberian Stimulasi Perkembangan Perkembangan Bayi Usia Bulan Desa Belotan Wilayah Kerja Puskesmas Bendo Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. Journal for Quality in Women's Health Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi A. PEMBAHASAN Pengetahuan seseorang dapat dikatakan baik, cukup, kurang dan tidak baik. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor pengalaman, tingkat pendidikan, keyakinan, fasilitas, sosial budaya, dan usia. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin banyak informasi yang didapat sehingga semakin tinggi kemampuannya. (Notoatmodjo, 2. Umur sesorang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang karena semakin cukup umur seseorang maka pola pikir akan semakin matang dan tingkat pengetahuan semakin baik (Mubarak, 2. Keterampilan ibu rata rata di pengaruhi oleh pendidikan ibu yang rendah, ibu yang berpengatahuan rendah masih banyak yang belum termpil dalam stimulasi anaknya pendidikan dapat mempebagruhi pengetahuan ibu, faktor yang kedua yaitu umur ibu, sebagian ibu yang berumur muda tidak terampil dalam melakukan stimulasi karena masih tidak berpengalaman dalam menstimulasi namun sebagian umur ibu yang sudah matang juga tidak memungkinkan untuk tidak terampil factor lain yang mempengaruhinya adalah pekerjaan ibu, ibu yang berkarir rata rata tidak menstimulasi anaknya hal itu akan membuat ibu kaku dalam keterampilannya dalam melakukan stimulasi anak . Menurut (Ihromi, 1. Keterampilan ibu dapat dipengaruhi oleh factor budaya. di dalam masyarakat menstimulasi anak dengan refrensi kesehatan sebagian besar bertolak belakang dengan budaya atau kepercayaan mereka sendiri seperti anak diberikan stimulasi berupa berusaha mengangkat tangan anak agar anak dapat mengangkat kepalanya sendiri yang melatih motorik kasar bayi ,namun masyarakat mempercayai hal itu akan berakibat fatal pada bayi karena tulang leher bayi akan patah, padahal hal itu keliru apabila stimulasi mengangkat kepala tidak di terapkan maka perkembangan anak terutama bagian motorik kasar akan terjadi penyimpangan bahkan kegagalan yang berdampak buruk pada perkembangan usia selanjutnya. Keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi, namun bagi ibu yang berpengetahuan baik juga tidak memungkinkan untuk terampil hal ini terjadi karena factor ibu dalam segi pekerjaan ibu yang memiliki pekerjaan atau ibu yang berkarir kemungkinan tidak sempat untuk melakukan stimulasi pada anakknya sehingga hal itu membuatnya tidak terampil dalam melakukan stimulasi namun pengetahuannya baik. Responden yang sebagian besar mempunyai pengetahuan cukup atau kurang memungkinkan melakukan stimulasi perkembangan anak dengan kurang baik karena keterampilan ibu dapat berhubungan dengan pengetahuan yang diperolehnya . SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi perkembangan anak usia 0-2 tahun. Saran Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian eksprimen atau peningkatan khususnya untuk pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan anak dan meningkatkan keterampilan ibu dalam menstimulasi perkembangan anak usia 0-2 tahun . REFERENSI