Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 HISTORIOGRAFI BUKU TEKS SEJARAH LOKAL PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Prihadi Dwi Hatmono S3 Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret Surakarta hatmonoprihadi@gmail. Abstrak Buku teks merupakan salah satu media yang digunakan dalam menyampaikan materi Buku teks sejarah merupakan salah satu karya historiografi yang dibuat untuk kepentingan pedidikan. Historiografi buku teks sejarah lokal sangatlah penting untuk mengetahui setiap peristiwa sejarah yang berada di masing-masing daerah. Pembelajaran sejarah lokal, dapat dimplementasikan di sekolah melalui pembelajaran sejarah Pengajaran muatan sejarah lokal dan budaya di sekolah juga perlu menghadirkan realitas fenomena pada lokalitas yang lain. Pembelajaran sejarah lokal harus mengikuti kecenderungan perkembangan penulisan sejarah pada umumnya. Pembelajaran sejarah memberikan kontribusi dalam memahami dan memaknai pesertiwa sejarah. Melalui pemebalajaran sejarah dapat menanamkan nilai-nilai seperti nasionalisme, pembentukan karakter dan berpikir kritis pada peserta didik. Kata Kunci: Historiografi. Buku Teks. Sejarah Lokal. Pembelajaran Sejarah. Abstract Textbooks are one of the media used in delivering teaching materials. History textbooks are historiographical works made for educational purposes. Historiography of local history textbooks is very important to know every historical event that is in each area. Local history learning can be implemented in schools through national history learning. Teaching the content of local history and culture in schools also needs to present the reality of phenomena in other localities. Learning local history must follow the development trend of historical writing in general. History learning contributes to understanding and interpreting historical events. Through history learning, students can instill values such as nationalism, character building and critical thinking. Keywords: Historiography. Local History. Textbooks. History Learning. PENDAHULUAN Historiografi merupakan bentuk kesadaran masyarakat terhadap masa peristiwa yang telah dialami dalam Akarnya dapat ditelusuri pada Kemudian diceritakan generasi-generasi dengan manusia purba. Manusia kuno supaya tidak terputus cerita peristiwa yang telah dialaminya. Tradisi lisan | 60 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 berfungsi sebagai alat AumnemonikAy tulisan dan mulai membuat catatan yaitu usaha untuk merekam, menyusun Manusia kuno yang menetap pengajaran dan pewarisannya dari satu di gua-gua menghiasi tempat tinggalnya generasi ke generasi berikutnya. dengan berbagai ukiran dan pahatan. Tradisi lisan dapat dibedakan Mereka melukiskan suasana kehidupan sesuai jenisnya menjadi empat yaitu: yang dialaminya supaya dapat dipelajari Pertama, oleh generasi lain (Yusril, 2004: . mempunyai arti khusus dalam suatu Setelah masyarakat mengenal tulisan Aupetuah-petuahAy berulang-ulang kemudian mereka rekam dalam bentuk pegangan bagi generasi berikutnya. tulisan yang biasa disebut dengan Biasanya petuah-petuah itu orang yang Naskah tersebut merupakan lebih tua menyampaikan pada yang lebih muda. Seperti seorang ayah yang bangsa Indonesia. memberi petuah atau nasehat kepada Historiografi Kedua. AukisahAy kejadian yang Indonesia sudah ada jauh sebelum dialami di sekitar kehidupan kelompok. Disebut baik sebagai kisah perorangan maupun kisah suatu kelompok. Dalam kisah tersebut biasanya terdapat suatu fakta dipengaruhi oleh faktor budaya saat yang di dalamnya tercampur dengan Aucerita demikian naskah tersebut dapat menjadi kepahlawananAy cerita ini berisi tentang suatu hasil kebudayaan di masyarakat. tindakan pahlawan yang mengagumkan Maka penulisan historiografi tradisional dipengaruhi oleh alam pikiran penulis mengenai tokoh pimpinan masyarakt di naskah atau masyarakatnya. Melukiskan Keempat. AudongengAy yang bersifat fiksi dan di dalamnya tidak ada sesungguhnya, karena sering adanya fakta (Agus, 2009: 15-. tambahan-tambahan atau pengurangan. Seiring Ketiga, manusia kuno pun mulai mengenal Historiografi Dengan Indonesia berbentuk hikayat dan babad yang | 61 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 sangat lemah dalam hal ketepatan fakta. Kegiatan pembelajaran yang ideal Bahkan banyak yang berbicara tentang berlangsung secara aktif, efektif, dan mitos-mitos di dalamnya menceritakan masa lalu dengan waktu yang tidak pembelajaran yang sesuai dengan materi jelas, kejadian yang tidak masuk akal, yang sedang disampaikan. Aktif dalam dan tidak berbicara tentang peristiwa- peristiwa nyata (Kuntowijoyo, 1955: . pembelajaran, guru dan siswa sama- Sejarah adalah bagian dari proses kehidupan yang senantiasa dilestarikan Pembelajaran aktif yakni dan dikembangkan. Melalui sejarah, interaksi antara guru dan siswa, siswa suatu generasi akan dapat mengetahui dengan sumber belajar dan sebaliknya peristiwa sejarah yang telah terjadi. dalam menunjang tercapainya tujuan Sehingga, materi sejarah sangat penting Pembelajaran efektif mengarah bagi pembentukan karakteristik siswa. pada besarnya presentase penguasaan Selain Sedangkan dalam pendidikan. Dengan mempelajari menyenangkan berarti bahwa kegiatan mendapatkan pelajaran berharga dari sehingga siswa merasa senang dan suatu tokoh. Pembelajaran sejarah merupakan yang sangat penting dalam nilai-nilai Pendidikan aspek kehidupan yang sangat mendasar patriotisme, nasionalisme dan karakter. Negara. Dalam penyelenggaraannya. Pembejaran Sejarah merupakan salah pendidikan di sekolah yang melibatkan diberikan kepada siswa, karena dengan mempelajari mata pelajaran ini siswa dapat mengetahui informasi penting mengajar atau proses pembelajaran. tentang sejarah dan bisa mengambil dalam konteks ini, guru dituntut untuk teladan dari tokoh sejarah di masa membentuk suatu perencanaan kegiatan | 62 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 berpedoman pada kurikulum yang saat dilepaskan dari sosio-kultur kehidupan itu digunakan. manusia pendukungnya. Buku teks sejarah adalah salah Dengan satu hasil dari karya historiografi, yang di peruntukannya bagi kepentingan pencarian arti subjektif dari peristiwa pendidikan, terutama untuk dijadikan bahan acuan untuk mengajar di kelas Historiografi Buku Teks Sejarah Lokal oleh guru dan bagi siswa, dan buku teks Pada Pembelajaran Sejarah sejarah juga merupakan salah satu METODE sumber belajar sejarah. Secara umum Dalam buku teks pelajaran adalah buku yang berisi bahan-bahan atau materi pelajaran kualitatif yaitu metode penelitian untuk yang akan diajarkan kepada peserta membuat gambaran mengenai situasi didik dalam proses pembelajaran. Buku atau kejadian ( Nazir: 2003 ). Jenis teks ini menjadi rujukan para peserta penelitian ini memberikan peluang yang besar akan munculnya interpretasi Ae diharapkan dapat membantu mencapai interpretasi alternatif. Metode ini juga tujuan pembelajaran. mampu mendekatkan antara peneliti Berkaitan dengan mata pelajaran sejarah, buku teks pelajaran sejarah di . Indonesia. Salah penting dalam masing-masing penulisan sejarah itu tidak terlepas dari jiwa Menurut Purwanto dan Asvi Warman A . 5: . setiap jaman tentu penulisan sejarah dengan corak tertentu Historiografi tidak bebas dari Artikel dengan objek yang dikaji. PEMBAHASAN HISTORIOGRAFI Secara semantik kata historiografi merupakan gabungan dari dua kata, yaitu history yang artinya sejarah dan Kemudian historiografi atau penulisan sejarah peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Penulisan sejarah bagaimanapun dapat dilakukannya penelitian, karena tanpa | 63 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 menyadari hal itu yang tidak akan bisa untuk merekontruksi peristiwa masa bersikap adil dan wajar terhadap sasaran lalu tidak dapat dibuktikan. Oleh karena studinya, maka dalam penulisannya itu baik penelitian maupun penulisan akan semakin jauh dari sasaran tersebut. (Badri, 1997: . Dalam penelitian sejarah dibutuhkan Historiografi dalam ilmu sejarah merupakan titik puncak seluruh kegiatan menemukan dan mengkaji sumber- penelitian sejarah. Dalam metodologi sejarah, historiografi merupakan bagian Sedangkan dalam penulisan sejarah langkah terberat, karena di bidang ini menyusun fakta-fakta yang bersifat letak tuntutan terberat bagi sejarah pragmatis kedalam suatu uraian yang untuk membuktikan legitimasi dirinya sebagai suatu bentuk di siplin ilmiah Dengan demikian keduanya . enelitian Langkah (Poespopronjo, 1987: . Historiografi pastinya dimiliki di membutuhkan kesadaran teoritis yang setiap negara, dan negara satu dengan tinggi dan imajinasi historis yang baik negara yang lainnya berbeda. Perbedaan (Badri, 1997: . itu terjadi karena perbedaan peristiwa Untuk itu sejarawan berhadapan yang dialami, babakan waktu di setiap negara dan penulisan sejarawan yang diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Sumber sejarah 2. Menentukan atau menyeleksi sumber yang kredible 3. disusun berdasarkan fakta. Nah, fakta Bagaimana tersebut dalam sejarah disebut dengan obyek, obyek itu berupa dokumen pelaksanaan ilmu sejarah tidak saja maupun artefak. Akan tetapi obyek menuntut kemajuan teknis dan wawasan teori, akan tetapi integritas yang tinggi. obyek yang digunakan harus memiliki Oleh karena itu, dalam melakukan studi arti sejarah dan dapat di pertanggung jawabkan dan dipercaya keasliannya. Maka Tidak hanya obyek saja tetapi subyek Dengan Seperti asal-asalan, | 64 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 Subyek Dengan Keduanya dalam historiografi historiografi Indonesia dapat terbagi menjadi empat corak, yaitu historiografi menghasilkan sejarah yang otentik. Begitu juga dengan historiografi historiografi nasional dan historiografi di Indonesia tentunya menggunakan obyek dan subyek untuk menelusuri sejarah Indonesia. Menggunakan obyek, karakteristik, metode, dan motivasi gambaran mengenai isi dari dokumen atau artefak. Sedangkan subyek yang Setiap berbeda-beda dengan yang lain. Historiografi tradisional memiliki corak penulisan yang berbeda dengan Dengan adanya keterkitan itu obyek historiografi lainnya. Untuk mengetahui kedalam subyek, karena obyek akan historiografi tradisional maka adapula ciri-cirinya yaitu (Agus Mulyana dan (Hugiono dan Purwantana, 1996: . Historiografi Indonesia Darmiasti, 2009 : 34-. Region Ae sentries atau kedaerahan, biasanya di pengaruhi oleh ciri mengalami perkembangan yang cukup budaya masyarakat Seperti halnya cerita-cerita ghaib Terjadinya historiografi di Indonesia disebabkan oleh peristiwa yang telah terjadi di yang ada dilingkungan sekitar. Cenderung negeri ini. Karena Indonesia mengalami fakta karena dipengaruhi dari sistem beberapa fase peristiwa penting, mulai masyarakat atau dari alam pikiran masuknya Islam , penjajahan yang penulis saat menulis suatu naskah. sangat lama dan dijajah oleh beberapa Penulis naskahpun tidak begitu negara, kemudian Indonesia merdeka membedakan hal- hal yang khayal dengan perjuangan rakyat Indonesia dan hal-hal yang nyata. Hindu-Budha hingga kehidupan modern di zaman Adanya | 65 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 kekuatan sakti dan unsur magis Oemar Hamalik . 7: . berpendapat yang menjadi pangkal dari berbagai bahwa belajar pengalaman dan latihan peristiwa alam, termasuk kehidupan tingkah lakuberkat pengalaman dan Percaya magis atau sihir yang tokoh-tokoh Seperti kesaktian Pembelajaran jamak dan dari kata belajar yang Ajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan utusan dari sang dewa petunjuk yang diberikan kepada orang sehingga apa yang dikatakan dan diperbuat oleh sang raja semuanya dianggap benar. memperoleh kepandaian atau ilmu. Religio tokoh-tokoh . Pembelajara dalam cerita naskah. Segala sesuatu membuat para peserta didik melakukan dipusatkan pada raja atau keluarga proses belajar. eluarga istan. , maka sering Ciri-ciri kegiatan belajar menurut juga disebut istana sentries. Wragg, dalam Aunurrahman . 1: 35- PEMBELAJARAN SEJARAH yakni: . belajar menunjukkan suatu Pembelajaran berasal dari istilah aktifitas pada diri seseorang yang belajar, istilah belajar menurut Trianto disadari atau disengaja. 9: . adalah suatu proses yang merupakan interaksi individu dengan dengan perubahan tingkah laku. Belajar Perubahan dari hasil proses belajar dapatdiidentifikasikan berbagai bentuk adalah usaha sadar yang dilakukan oleh yaitu pengetahuan, pemahaman, sikap individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman ketrampilan dan kemampuan, serta yang menyangkut aspek-aspek kognitif, perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Selain itu memperoleh tujuan tertentu. Aunurrahman . | 66 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 Jerome Burnner dalam Trianto memperkaya pemahaman mereka atas . 9: . mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses akif dimana maupun kontekstual. Sejarah Menurut Marc Bloch pengetahuan baru berdasarkan pada adalah merupakan ilmu tentang dalam pengalaman atau pengetahuan yang lingkup waktu. Wells berpendapat Pandangan sejarah tentang gagasan. Sedangkan proses belajar tidak mungkin seorang Carr menyatakan bahwa dialog tanpa akhir atara masa sekarang dan pengetahuan awal yang telah diperoleh Pandangan Konstruktivisme masa lampau (Kochhar, 2008: . Pengertian pembelajaran sejarah dalam jurnal yang semata-mata ditulis oleh Suswandari . 0: . , hal ini Rochiati menjelaskan bahwa sejarah diluar dirinya, tetapi belajar lebih pada sebagai bagian dari pengajaran anak manusia yang cukup tua, jauh lebih tua menginterpretasikan pengalaman yang dari saat untuk pertama kali sejarah baru dengan pengalaman yang sudah Selain itu terdapat juga Ibnu Khaldun dan Moedjanto dalam jurnal Pembelajaran memiliki beberapa yang sama (Suswandari, 2010: . unsur didalamnya seperti siswa, guru, mengatakan bahwa ada beberapa alasan kurikulum, sumber materi dan gedung. yang melatar belakangi sehingga sejarah Pembelajaran mempunyai komponen dapat dipelajari dan menjadi salah satu yang didalamnya mempunyai tujuan materi ajar dalam kurikulum pendidikan yang akan dicapai. Komponen utama (Martiningrum, berawal dari keingin tahuan manusia 2012: . yaitu: . Menstrukturisasi untuk mengetahui masa lalu peradaban mereka, . dorongan eksistensial, yaitu Memfasilitasi adanya amnesia untuk menanyakan Pengkodean informasi dan . mengajari tentang asa usul, . dorongan legitimasi | 67 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 pendidikan secara umum. Pemerintah akan datang . Menumbuhkan kesadaran dalm diri peserta didik sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki rasa bangga dan cinta berbagai bidang kehidupan baik nasional maupun internasional. Tujuan pembelajaran sejarah sebagai pemegang otoritas pendidikan Nasional adalah . Membangkitkan, berpendapat tentang tujuan dari mata pelajaran sejarah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Menurut Membangkitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional cita-cita kebangsaan dalam segalan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun lapangan, . Membangkitkan hasrat 2006 tentang standar isi yang tercantum mempelajari sejarah kebangsaan dan dalam lampiran Peraturan Menteri ini mempelajari sebagai bagian dari sejarah bahwa mata Pelajaran Sejarah bertujuan dunia, . Menyadarkan anak tentang agar peserta didik memiliki kemampuan cita-cita nasional untuk mewujudkan sebagai berkut : cita-cita itu sepanjang masa (Moh Ali, . Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini dan masa depan. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah dan metodologi keilmuwan . Menumbuhkan apresiasi dan terhadap peninggalan sejarah sebagai bukti peradaban bangsa indonesia di masa lampau . Menumbuhkan peserta didik terhadap proses terbentuknya bangsa Indonesia yang memiliki sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa yang 2005 :. karena ingin memperoleh pngabsahan atas kedudukannya. Pembelajaran sejarah merupakan sendiri dan ilmu sejarah, yang mana keduanya tetap memperhatikan tujuan Menurut Wahid Peserta didikoyo dalam bukunya AuSeminar SejarahAy yang dikutip oleh Hugiono & Poerwantana . dijelaskan bahwa: Sejarah dapat menumbuhkan rasa . Sejarah yang mempunyai fungsi pedagogis serta merupakan alat pedoman atau pegangan yang dapat digunakan untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional. BUKU TEKS PEMBELAJARAN SEJARAH | 68 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 Historiografi buku teks pelajaran sejarah merupakan rekonstruksi materi sejarah berbentuk uraian narasi, yang penjajahan juga sudah terdapat buku mengajarkan sejarah. Ketimbang sebagai sejarah penulisan sejarah, pengertian kolonial pada masa itu. Na mun tujuan historiografi dalam penulisan buku teks dari historiografi buku teks pelajaran pelajaran sejarah ini lebih cenderung sejarah dalam pendidikan terlepas dari sebagai metode. Maksudnya, historiografi jenis ini merupakan langkah penelitian sejarah pengetahuan terhadap peserta didik dengan menafsirkan, menjelaskan, dan peristiwa-peristiwa Penulisan buku teks pelajaran sejarah mentransfer nilai-nilai yang terkandung dalam suatu pristiwa tersebut. Lantaran dijadikan alat tidak pernah dipungkiri bahwa setiap penulisan sejarah sulit melepaskan diri pelajaran sejara. akan dipengaruhi oleh dari faktor subyektifitas termasuk dalam penulisan buku teks pelajaran sejarah. dianut oleh negara tersebut. Ketika Secara teknis, objektivitas sejarah tidak mungkin tercapai, karena itu janganlah . uku penulisannya, maka akan munculah mungkin terjadi, yaitu mengharapkan Dengan kata lain, historiografi buku Sejarawan bukan dewa dan bukan pula malaikat, melainkan juga kebijakan pendidikan, yaitu pemerintah. merupakan suatu bentuk ideologisasi negara atau pemerintah, melainkan juga penulis, termasuk sejarawan, memiliki bersifat politik (Agus Mulyana, 2013: P. emosi, maka subjektivitas mungkin Jadi, soalnya ialah seberapa jauh Historiografi dalam buku teks pelajaran sejarah ini pada dasarnya Selama pantas dan bagaimana yang dianggap | 69 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 tidak pantas lagi (Nugroho Notosusanto. Indonesia. Menurut Abdullah . , 1978: . bahwa sebagai sebuah konsep akademis Helius Syamsuddin . dalam yang khusus, yaitu sejarah yang terjadi kriteria dan permasalahan penulisan dalam lokalitas yang merupakan bagian buku teks sejarah. Menurut pendapatnya dari unit sejarah bangsa atau negara. ada enam kriteria yang harus dipenuhi Selanjutnya menurut Taufik Abdullah, dalam penulisan buku teks sejarah, sejarah lokal adalah bidang sejarah yang bersifat geografis yang mendasarkan . Substansi maka Ausejarah lokalAy mempunyai arti kampung, komunitas atau kelompok . Penafsiran dan atau penjelasan. Penyajian dan retorika yang harus 1994:. Suatu peristiwa yang terjadi (Abdullah, di daerah yang merupakan imbas atau latar terjadinya peristiwa nasional. Pengenalan konsep-konsep sejarah (Indonesia Umu. menggunakan kriteria. Sejarah lokal. Menurut: H. Finberg (Sejarawan Inggri. bukunya Lokal History. Obyektive And . Buku teks pelajaran sejarah secara Pursuit mengatakan bahwa sejarah lokal teknis-konseptual mengikuti GBPP bisa dikatakan sebagai suatu bentuk . penulisan sejarah dalam lingkup yang . Kelengkapan ilustrasi, gambar, foto, terbatas pada lokalitas tertentu, jadi peta-peta sejarah dalam setting dan terbatas lingkup terutama dikaitkan lay out yang informatif dan naratif. dengan dengan unsur wilayah. Jordan (Widja, 1989:12-. pengertian sejarah SEJARAH LOKAL Secara umum sejarah lokal adalah lokal adalah keseluruhan lingkungan proses perkembangan aktivitas manusia sekitar yang dapat berupa kesatuan pada suatu lokal tertentu, baik dibatasi oleh geografis maupun administratif kabupaten, kota kecil, dan lain-lain (Mulyana, dan Restu, 2. Dalam kesatuan wilayah seukuran itu seperti: pengertian sejarah Indonesia, sejarah keluarga, pola pemukiman, mobilitas penduduk, kegotongroyongan, pasar, | 70 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 pada kebudayaan bangsa, serta hasil pemerintahan, perkumpulan kesenian, pembangunan yang mengandung nilai monumen dan lain-lain. I Gde Widja kebanggaan nasional perlu terus digali, dipelihara, serta dibina untuk memupuk masyarakat atau khususnya komunitas semangat perjuangan dan cinta tanah Abdullah . menyatakan bahwa sejarah lokal secara lebih netral dapat diartikan sejarah dari suatu AutempatAy, . berbagai aspek kehidupan manusia. Peninggalan yang terdapat di daerah merupakan sumber informasi AulocalityAy. AuperjanjianAy diajukan oleh penulis sejarah. sejarah yang sering terabaikan. Padahal Tujuan penerapan sejarah lokal tanpa ada sumber yang terdapat di dalam pembelajaran sejarah di sekolah adalah . bahan mudah diserap peserta didik, . sumber dipergunakan untuk penulisan sejarah. belajar di daerah dapat lebih mudah Hal belajar akan lebih Djajadingrat, yang menganggap bahwa pendidikan, . peserta didik lebih peninggalan sejarah lokal itu sangat penting, karena ia berfungsi sebagai salah satu unsur yang dapat dijadikan pengetahuan mengenai daerahnya, . peserta didik dapat menolong diri dan sumber-sumber orang tuanya dalam rangka memenuhi non-pribumi, bahkan tradisi lokal yang kebutuhan hidupnya, . peserta didik mengandung nilai-nilai simbolis sebagai dapat menerapkan pengetahuan, sikap, sumber informasi sejarah yang jauh dan keterampilan lebih besar artinya daripada anggapan sejumlah ahli sejarah barat (Madjid, ditemukan di sekitarnya, . peserta Nilai, tradisi, dan peninggalan yang dipelajarinya . lingkungannya, dan peserta didik makin sejarah yang memberikan corak khas | 71 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 kreatif, inovatif, patriotik, dan cinta disusun untuk kepentingan pendidikan. tanah air (Widja, 1989:. Buku teks sejarah merupakan media Pengajaran materi sejarah lokal untuk menyampaikan materi pelajaran dalam pendidikan dasar menurut I Gde Widja . 9: . dapat dilakukan dalam beberapa cara. Pertama, melalui menanamkan nilai-nilai, pembentukan penyisipan pada beberapa topik sejarah karakter dan berpikir kritis pada peserta Penulisan buku teks sejarah ini dengan peristiwa lokal. Kedua, melalui studi khusus terhadap perpustakaan, pemahaman peserta didik. Historiografi museum, dan berbagai peninggalan buku teks sejarah seringkali dipengaruhi Ketiga, melalui team teaching, guru IPS bisa melakukan kolaborasi Pembelajaran sejarah tidak untuk membahas masalah lokal secara hanya menekankan pada aspek-aspek Pengajaran muatan lokal sejarah dan budaya di sekolah juga keterampilan-keterampilan sosial dalam perlu menghadirkan realitas fenomena pada lokalitas yang lain. Hal in sangat penting dalam upaya mengerti dan berempati dengan keberagaman budaya terdapat dalam pembelajaran. Dalam 117-. pembelajaran sejarah, materi yang di Selanjutnya, terkait dengan keberadaan berikan oleh guru dapat di terima dan di Sejarah lokal dan Kebudayaan Bone sehari-hari. kebahasaan, keberaksaraan, adatistiadat. Dalam (Supardi, kebiasaan, dan sebagainya. Akan menerapkan nilai-nilai yang lokal, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu pertama penyajian materi, kedua teknik pembelajaran dan PENUTUP Sebagaimana telah dikemukan bahwa Buku teks sejarah merupakan pendekatan pembelajaran sejarah lokal salah satu karya historiografi yang jangan hanya sekedar menampilkan | 72 Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 2 Nomor 1 Juli 2021 Pembelajaran sejarah lokal pun harus perkembangan penulisan sejarah pada Pembelajaran sejarah lokal, dapat dimplementasikan di sekolah melalui pembelajaran sejarah nasional. Dalam arti lain, peristiwa-peristiwa pembelajaran sejarah nasional, dengan cara mencari kesuaian tema atau pokok Silabus Sejarah Nasional. DAFTAR PUSTAKA