5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 EFEKTIVITAS BAHAN AJAR PESANTREN EDULITERATUR PADA PEMAHAMAN MEMBACA TEKS NARATIF SISWA MA DI JAWA TIMUR Aang Fatihul Islam*1. Rukminingsih2 1,2, STKIP PGRI Jombang * aang. stkipjb@gmail. com, 2rukminigsih19@yahoo. Abstract Eduliterature teaching materials based on Pesantren's local wisdom is highly essential to be given to students. Integrating authentic topics from local knowledge can stimulate students to improve their reading abilities and cultural understanding This study develops reading text materials based on eduliterature pesantren. This study aimed to examine the effectiveness of edulirature pesantren teaching materials to be implemented in Islamic high schools. To accomplish this, researchers employ experimental design. The subjects were 160 students of Islamic high schools around East Java in Indonesia. The instrument was a reading classroom test. Based on the results of N-Gain score analysis, it showed that all four Islamic high schools as the subjects of this study posttests were higher than pre-tests. So, it could be inferred that the designed product effectively enhances studentsAo reading achievement. Kata kunci Eduliterature. Pesantren's local wisdom. Teaching Materials. Abstrak Bahan ajar berbasis eduliteratur dengan kearifan lokal pesantren sangat penting untuk diberikan kepada santri. Mengintegrasikan topik otentik dari kearifan lokal dapat merangsang siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman budaya. Penelitian ini mengembangkan bahan teks bacaan berbasis eduliteratur pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar Pesantren edulirature untuk diterapkan di Madrasah Aliyah. Untuk mencapai hal ini, peneliti menggunakan desain Subyek penelitian ini adalah 160 siswa sekolah menengah Islam se-Jawa Timur di Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah tes membaca kelas. Berdasarkan hasil analisis skor N-Gain menunjukkan bahwa keempat SMA Islam yang dijadikan subjek penelitian ini post test lebih tinggi dibandingkan pre test. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dirancang efektif dalam meningkatkan prestasi membaca siswa. Kata kunci Eduliteratur. Kearifan lokal pesantren. Bahan ajar. PENDAHULUAN Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang cukup unik karena memiliki elemen dan karakteristik yang berbeda dengan lembaga pendidikan Islam lainnya. Adapun elemen-elemen Islam yang pokok yaitu: pondok atau tempat tinggal para santri, masjid, kitab-kitab klasik, kyai dan santri . Kelima elemen inilah yang menjadi persyaratan terbentuknya sebuah pesantren. Setiap pondok pesantren memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, namun dibalik perbedaan itu masing-masing pondok pesantren memiliki kesamaan, dan kesamaan itulah yang disebut dengan ciri khas pesantren. Sesuai dengan perkembangan zaman pesantren di era kini tidak lagi hanya fokus pengembangan kelimuan agama di pesantern, akan tetapi sudah dikembangkan pada upaya untuk membekali para santri untuk menempa ilmu umum pada sekolah formal. Dari sinilah kemudian muncul lembaga pendidikan pesantren atau lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren sebagaimana lembaga pendidikan pada umumnya. Bedanya kalau lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren ada pelajaran yang berciri khas pesantren. Terkait dengan sekolah yang ada di pesantren sayangnya pada pelajaran umum seperti bahasa inggris belum sampai menyentuh rana materi bahasa inggris berbasis kearifan lokal peantren, akan tetapi masih pada penggunaan teks-teks bahasa inggris yang umum digunakan di sekolah-sekolah non pesantren. Padahal kalau ditelisik banyak sekali khazanah pesantren yang dapat diramu menjadi materi bahan ajar bahasa inggris berbasis kearifan lokal pesantren. Dari sini bisa dikembangkan khazanah pesantren yang merupakan bagian dari sastra. Yang mana sastra selain menghibur pembaca juga berisi nilai dan pesan yang bermanfaat bagi pembaca . Pesantren merupaka Lembaga Pendidikan yang memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, namun dibalik perbedaan itu masing-masing pondok pesantren memiliki kesamaan, dan kesamaan itulah yang disebut dengan ciri khas pesantren. Sesuai dengan perkembangan zaman pesantren di era kini tidak lagi hanya fokus pengembangan kelimuan agama di pesantern, akan tetapi sudah dikembangkan pada upaya untuk membekali para santri untuk menempa ilmu umum pada sekolah formal. Dari sinilah kemudian muncul lembaga pendidikan pesantren atau lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren sebagaimana lembaga pendidikan pada umumnya. Bedanya kalau lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren ada pelajaran yang berciri khas pesantren. Terkait dengan sekolah yang ada di pesantren sayangnya pada pelajaran umum seperti bahasa inggris belum sampai menyentuh rana materi bahasa inggris berbasis kearifan lokal peantren, akan tetapi masih pada penggunaan teks-teks bahasa inggris yang umum digunakan di sekolah-sekolah non pesantren. Padahal kalau ditelisik banyak sekali khazanah pesantren yang dapat diramu menjadi materi bahan ajar bahasa inggris berbasis kearifan lokal Dari sini bisa dikembangkan khazanah pesantren yang merupakan bagian dari sastra. Yang mana sastra selain menghibur pembaca juga berisi nilai dan pesan yang bermanfaat bagi pembaca. Pesantren yang mana di dalamnya ada karya sastra berbasis kearifan local pesantern yang telah dihasilkan atau biasa disebut dengagn sastra pesantren. Sastra pesantren, sebagai bagian dari sastra Islam, termasuk genre sastra yang menarik karena seiring dengan kedudukan dan fungsi pesantren itu sendiri sebagai subkultur dalam universum kebudayaan Inndonesia. Akan tetapi, pesantren sebagai institusi kultural yang melahirkan karya sastra pesantren sampai saat ini belum mendapat perhatian yang memadai dari para pemerhati, kritikus, dan ahli sastra, padahal tidak sedikit karya sastra pesantren yang menguatkan dan mengembangkan budaya lokal. Sastra pesantren adalah bagian dari sastra Islam yang mewujud dalam kitab-kitab keagamaan yang menjadi pedoman masyarakat Dalam tradisi pesantren, kitab-kitab keagamaan itu disebut kitab-kitab Islam klasik . atau juga disebut kitab kuning karena kertas pada halaman sebagian kitab-kitab tersebut berwarna kuning. Dilihat dari perspektif wadah . , sastra pesantren mewujud, sebagian besar, dalam bentuk kitab-kitab berbahasa Arab dengan berbagai macam Dilihat dari perspektif isi . , kitab-kitab itu memuat ilmu-ilmu: gramatika bahasa Arab, puisi Arab, prosodi Arab, tafsir, hadis, tarikh, dan Semua ilmu ini dipelajari dan didalami oleh kiai bersama santrinya di pesantren dan masyarakat yang hidup di sekitar pesantren. Selanjutnya, kiai, santri, dan masyarakat yang hidup di sekitar pesantren itu disebut masyarakat Santri Aeyang dalam perjalanan sosialnya banyak yang menjadi kiaiAe memiliki tradisi menuntut ilmu dari kiai melalui kitab-kitab kuning yang ditulis dalam bahasa Arab. Dari kitab-kitab inilah para santri terbentuk sikapnya yang moderat dan inklusif dalam menghadapi realitas sosial-budaya . sehingga masyarakat pesantren dapat menyumbangkan kecerdasan spritual masyarakat melalui sarana sastra. Sastra khas kerifan lokal pesantren seperti cerita narasi dari kitab-kitab kuning dan buku-buku cerita pesantren, yang kemudian bisa diramu sebagai bahan ajar bahasa inggris untuk lembaga pendidikan di pesantren atau istilah ini disebut dengan eduliteratur atau sastra untuk pendidikan. Sastrauntuk pendidikan adalah menggunakan karya sastra untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran bahasa. , . karena ada konstruksi perkawinan domain teori pesantren dan sastra untuk kepentingan pendidikan maka lahirlah istilah pesantren Beberapa tema penelitian tentang sastra pesantren telah dilakukan oleh . yang menyimpulkan bahwa sastra pesantren mempunyai manfaat dan keunikan terutama bagi kalangan santri karena mengangkat kearifan lokal Sedangkan beberapa penelitian terdahulu tentang sastra pendidikan . telah dilakukan oleh . , . , . & . yang menyimpulkan bahwa sastra dalam pendidikan mempunyai banyak keuntungan bagi siswa dan juga mahasiwa karena di dalamnya berisi dunia pemikiran yang diselipkan pengarang lewat karya sastranya, misalnya nilai moral, pendidikan, religiusitas dan lain-lain, sehingga dalam konteks pembelajaran sastra sangat bermanfat unttuk membentuk karakter anak. Dari fenomena tersebut penelitain ini penting untuk dilakukan sebagai upaya penyusunan materi bahan ajar inggris pesantren eduliteratur yang merupakan gabungan beberapa lintas disiplin ilmu yakni: teori pesantren dan sastra dalam pendidikan . duliteraturTujuan dari penelitian ini yakni sebagai upaya inventarisasi, dokumentasi, dan publikasi eksistensi kearifan lokal khasanah sastra pesantren dan sastra dalam pendidikan untuk dikembangkan sebagai materi bahan ajar bahasa inggris. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini yakni sebagai tinjauan atau kajian sastra yang difokuskan pada pengembangan materi muatan lokal berbasis pesantren terhadap siswa MA di Jawa Timur. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental untuk menguji tingkat efektivitas bahan ajar berbasis eduliteratur pesantren. Pre- eksperimental adalah desaim penelitian yang menggunakan satu grup dengan melakukan uji beda antara pretes dan postes . Rancangan ini bertujuan membandingkan nilai pretes dan postes dan melihat selisih nilai antara nilai pretes dan postes dari empat sekolah MA di lingkup Jawa timur. Populasi dan Sampel Populasi ini diambil dari empat siswa Sekolah Menengah Atas Islam (MAN) se-Jawa Timur Indonesia yang berjumlah 150 siswa di MAN 4 Jombang, 180 siswa di MA Al_Amin Mojokerto, 210 siswa di MAN 1 Ngajuk, 140 siswa di MAS Walisongo Ngabar-Porogogo dan 680 siswa. jumlah penduduk. Teknik pengambilan sampel menggunakan strata random sampling untuk menjaga kualitas data penelitian. sampel penelitian sebanyak 160 siswa yang dibagi sebagai berikut. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest postest. Tabel 1. Sampel penelitian Sekolah Sampel MAN 4 Jombang MA Al_Amin Mojokerto MAN 1 Ngajuk MAS Walisongo Porogogo Total Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah reading test berupa pilihan ganda yang di- gunakan yaitu soal pretes-postes pemahaman materi membaca Bahasa Inggris yang terdiri dari 25 soal pre-tes dan 25 soal pos tes . Dalam penyusunan tes tersebut terlebih dahulu diukur validitas, realibilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal tes tersebut dengan menggunakan SPSS 25. Validitas soal diukur dengan menggunakan korelasi point biserial dengan koefesian korelasi 0. 6 dimana jika korelasi sudah lebih besar dari 0. 3 maka butir soal tersebut dikategorikan valid. Berdasarkan hasil uji validitas, realibilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran soal tes pilihan ganda dari 50 butir soal terdiri dari 25 soal untuk prete dan 25 soal untuk pos tes yang diuji memiliki kreteria validasi tinggi dan Uji realibilitas dengan menggunakan uji Alpha Cronbach sebesar 0. yang menunjukan soal yang digunakan sebagai instrumen memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi. hasil uji daya pembeda didapatkan 41 soal dengan kreteria sangat baik dan 9 soal dengan kreteria baik. uji tingkat kesukaran, terdapat 10 masuk kreteria sulit, 25 masuk kreteria sedang dan 15 masuk kreteria Analisis Data Keefektvian bahan ajar berbasis eduliteratur pesantren ditentukan dari perbandingan nilai pretes dan postes dari empat MA di lingkup Jawa timur. Nilai pretes dan postes dari masing-masing siswa MA yang dijadikan sample penelitian dibandingkan dengan menggunakan nilai n-Gain . elisih antara nilai postes dan prete. dengan rumus sebagai berikut: Tabel 2. Pembagian nilai N -Gain Nilai N-Gain Kategori g > 0. Tinggi 3 < g<0. Sedang g < 0. Rendah Sumber : Hake dalam Sundayana . 4, h. Tabel 3. Interpretasi indeks N-Gain Persentase < 40 Interpretasi Tidak Efektif Kurang Efektif Cukup Efektif Efektif Sumber : Hake dalam Sundayana . 4, h. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data penelitian yang akan digambarkan efektifitas pembelajaran berbasis eduliteratur pesantren dalam pembelajaran membaca mata pelajaran Bahasa Inggris di MA lingkup Jawa timur. Berdasarkan perolehan data hasil penelitian, efektivitas pembelajaran berbasis eduliteratur dalam pembelajaran membaca mata Pelajaran bahasa Inggris terhadap bahan ajar berbasis eduliteratur. Keefektivitasan bahan ajar berbasis eduliteratur pesantren ditentukan oleh nilai Gain ( selisih antara prete dan poste. Nilai pretes dan postes yaitu nilai pretes diberikan sebelum dilakukan perlakuan ( treatme. dan postes diambil penilaian setelah perlakuan ( treatmen. Tabel 4. Nilai rata-rata pretes dan postes mata pelajaran bahasa Inggris materi Nama MA Lingkup Jawa Rata-Rata Pretes Rata-Rata Postes MAN 4 Jombang 84,25 MA Al-Amin Mojokerto MAN 1 Ngajuk MA Walisongo Ponorogo 65,25 Tabel 5. Nilai rata-rata nilai N-Gain MA lingkup Jawa Timur Nama MA Lingkup Jawa Rata-Rata Nilai N-Gain Rata-Rata Prosentase Nilai N-Gain MAN 4 Jombang MA Al-Amin Mojokerto 52,22% MAN 1 Ngajuk MA Walisongo Ponorogo Tabel 4 menunjukan nilai rata-rata hasil pretes dan postes dari sekolah MA di lingkup Jawa timur . MAN 4 Jombang rata-rata nilai pretes adalah 67 dan postes 84,28. MA Al-Amin Mojokerto rata-rata nilai pretes adalah 66 dan postes MAN 1 Ngajuk rata-rata pretes adalah 65 dan postes adalah 83. Walisongo Ponorogo rata-rata nilai pretes adalah 65. 25 dan postes adalah 85. Table 5 menggambarkan nilai rata-rata perolehan nilai N-Gain dari 4 sekolah MA di lingkup Jawa timur . MAN 4 Jombang rata-rata nilai N-gain 52 dengan prosentase 52%. MA Al-Amin Mojokerto rata-rata nilai Ngain adalah 0. 5222 dengan prosentase 52. MAN 1 Ngajuk rata-rata nilai Ngain adalah 0. 5125 dengan prosentase 51. MA Walisongo Ponorogo ratarata nilai N-gain adalah 0. 52 dengan prosentase 52%. Berdasarkan table 2 yang menunjukan kreteria pembagian nilai N-Gain dapat disimpulkan bahwa rata-rata keseluruhan nilai n-Gain dari ke-4 sekolah MA menunjukan kreteria AubaikAy dan rata-rata N-Gain berketeria sedang. Ratarata N-Gain dari keempat MA adalah 0. 51 dan 0. 52 dimana berdasarkan tabel 2 masuk pada kreteria sedang pada kategori 0. 3 < g<0. Berdasarkan tabel 3 yang menunjukan Interprestasi indeks N-Gain dapat disimpulkan bahwa rata-rata keseluruhan nilai n-Gain dari ke-4 sekolah MA menunjukan kreteria AubaikAy dan rata-rata N-Gain berketeria cukup efektif. Ratarata N-Gain dari keempat MA adalah 0. 51 dan 0. 52 dimana berdasarkan tabel 3 masuk pada kreteria cukup efektif pada kategori 51-75. Berdasarkan hasil temuan penelitian dengan menggunakan analisis nilai N-Gain dapat diketahui bahwa penerapan bahan ajar berbasis eduliteratur pesantren yang diterapkan di empat MA lingkup Jawa timur mempunyai efek yang signifikan terhadap pemahaman siswa dalam membaca Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh post-test siswa mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan pre-test mereka. Hal ini disebabkan bahan ajarnya mengandung yang menarik seperti Pesantren sebagai kearifan lokal yang unik dan eduliterature . astra untuk pendidikan bahas. Pesantren sebagai kearifan lokal dalam hal ini mempunyai manfaat dan keunikan khususnya bagi santri karena mengangkat kearifan lokal Pesantren, hal ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang membahas Pesantren sebagai kearifan lokal. & . Selain itu, kearifan lokal berbasis eduliteratur pesantren juga menunjukkan bahwa materi membaca mata Pelajaran Bahasa Inggris efektif untuk meningkatkan hasil belajar, pengetahuan dan sikap sosial siswa . & . menyatakan bahwa kearifan lokal sangat penting dalam proses pengembangan kualitas karakter siswa. Sedangkan teori Eduliterature juga mempunyai banyak manfaat bagi pelajar dan mahasiswa karena di dalamnya memuat dunia pemikiran yang disisipkan pengarang melalui karya sastranya, misalnya nilai-nilai moral, pendidikan, religiusitas dan lain-lain, sehingga dalam konteks pembelajaran sastra. sangat berguna untuk membentuk karakter siswa. Hal ini mendukung temuan sebelumnya terkait sastra dalam pendidikan bahasa atau pembelajaran EFl . , . & . SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar materi teks bacaan berbasis eduliteratur pesantren untuk siswa MA telah memberikan kontribusi pedagogi yang positif. Bahan ajar ini telah diujicobakan terbatas di empat sekolah MA di lingkup Jawa timur. Temuan di MAN 4 Jombang nilai rata-rata perolehan nilai N-Gain adalah 0. 52 dengan prosentase 52%. MA Al-Amin Mojokerto ratarata nilai N-gain adalah 0. 5222 dengan prosentase 52. MAN 1 Ngajuk ratarata nilai N-gain adalah 0. 5125 dengan prosentase 51. MA Walisongo Ponorogo rata-rata nilai N-gain adalah 0. 52 dengan prosentase 52%. Berdasarkan hasil perolehan N-Gain menunjukan bahwa nilai postes lebih tinggi dibanding nilai pretes pada empat sekolah MA sebagai subyek penelitian sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar bahan ajar materi teks bacaan berbasis eduliteratur pesantren untuk siswa MA adalah efektif. SARAN Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran untuk perbaikan materi pembelajaran Bahasa Inggris tingkat MA khususnya pada skill membaca (Readin. untuk menjadikan pertimbangan menggunakan materi bacaan yang authentic yaitu berbasis eduliteratur pesantren. selanjutnya, yakni dalam artikel ini, peneliti menguji efektivitasan hanya dengan menggunakan eksperimen terbatas yaitu pre-eksperimen sehingga disarankan untuk peneliti selanjutnya bisa meneliti dengan topik yang besar yang sama namun dengan menggunakan rancangan ekperimen semu atau menggunmakan rancangan dengan data kuantitatif dan kualitatif sehingga bisa mendapat temuan yang lebih mendalam. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada DRPM RISTEK DIKTI yang telah memberi dukungan moral dan dana terhadap penelitian ini pada tahun 2023. DAFTAR PUSTAKA