ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN. LIKUIDITAS DAN LEVERAGE TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA Veronika Merry Apriani Email: veronikamerry19@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Hasil audit laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan seharusnya dapat memberikan gambaran tentang kondisi perusahaan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan perusahaan, likuiditas, dan leverage terhadap opini audit going concern pada perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Bentuk penelitian yang digunakan adalah studi asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi logistik, dan pengujian hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel leverage berpengaruh positif terhadap opini audit going concern. Likuiditas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern, sedangkan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. KATA KUNCI: Opini Audit Going Concern. Pertumbuhan Perusahaan. Likuiditas, dan Leverage. PENDAHULUAN Pertumbuhan perekonomian saat ini semakin meningkat disertai persaingan bisnis yang semakin ketat. Agar dapat tetap bersaing, perusahaan perlu melakukan inovasi dari waktu ke waktu. Dalam melakukan inovasi terhadap produk yang dimiliki, perusahaan memerlukan dukungan dana yang memadai, salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mendapatkan tambahan modal yaitu dengan menjual saham ke publik. Untuk dapat menarik minat investor dalam menanamkan modal, perusahaan berkewajiban untuk melaporkan dan mengungkapkan data keuangan yang dapat menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya sehingga pihak investor dapat mengambil keputusan secara tepat. Akan tetapi perusahaan umumnya cenderung akan menampilkan diri dalam kondisi yang baik dalam segala aspek termasuk salah satunya melalui laporan Dengan kondisi tersebut membuat pihak investor tidak dapat dengan mudah mempercayai laporan keuangan yang telah disajikan perusahaan. Mereka menuntut laporan keuangan yang disajikan, diaudit oleh auditor independen. Setelah auditor melakukan audit atas laporan keuangan suatu perusahaan, umumnya mereka Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 akan memberikan opini audit yang dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Salah satu opini audit yang mungkin diberikan adalah opini audit going concern. Opini audit going concern merupakan opini audit yang dikeluarkan oleh auditor untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya. Pemberian opini audit bermanfaat untuk pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, terutama untuk investor dalam mengambil keputusan atas modal yang diinvestasikan. Pertumbuhan Perusahaan meningkatkan size dari waktu ke waktu. Pertumbuhan perusahaan salah satunya dapat dilihat dari peningkatan penjualan dari waktu ke waktu. Umumnya perusahaan yang sedang berada pada kondisi bertumbuh, tidak akan mendapatkan opini audit going concern karena pada kondisi perusahaan yang sedang bertumbuh menunjukkan perusahaan dapat bertahan untuk jangka waktu yang panjang. Likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancar dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Likuiditas dapat diukur dengan current Perusahaan yang memiliki nilai current ratio yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang baik dan lancar, sehingga auditor tidak akan meragukan kelangsungan hidup perusahaan. Leverage merupakan rasio yang menunjukkan tingkat penggunaan utang sebagai sumber pendanaan Penggunaan utang dalam kegiatan pendanaan perusahaan perlu dikendalikan, karena jika proporsi leverage terlalu besar akan membuat perusahaan berada pada kondisi tidak baik dimana pada akhirnya keberlangsungan hidup perusahaan akan dipertanyakan dan dapat menyebabkan perusahaan mendapatkan opini audit going concern. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan perusahaan, likuiditas, dan leverage terhadap opini audit going concern pada perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia. KAJIAN TEORITIS Salah satu cara untuk menilai kelangsungan hidup suatu perusahaan yaitu dengan menganalisis laporan keuangan. Laporan keuangan diharapkan dapat menggambarkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya. Akan tetapi perusahaan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 umumnya cenderung untuk menyajikan laporan keuangan yang menampilkan perusahaan pada kondisi baik dan berkembang. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap data laporan keuangan perusahaan menuntut agar laporan keuangan yang disajikan dapat diaudit oleh auditor independen. Menurut Mukhlis, et al . 4: . : AuSeorang auditor harus profesional dan bertanggung jawab dalam melaksanakan audit dan memenuhi tujuan audit. Auditor harus memahami etika audit dan prinsip-prinsip pelayanan kepentingan publik serta menjunjung tinggi integritas, objektivitas, dan independensi. Ay Auditor yang profesional berani mengungkapkan permasalahan kelangsungan hidup . oing concer. yang dihadapi perusahaan apabila ada keraguan terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi auditor memberikan opini audit going concern dapat dilihat dari hasil operasi perusahaan, kemampuan dalam membayar utang dan besarnya aset yang dimiliki perusahaan untuk menunjang kegiatan operasional. Apabila hasil operasi suatu perusahaan cenderung mengalami kerugian dan tidak mempunyai dana yang mencukupi untuk beroperasi maupun melunasi kewajiban, maka terdapat kesangsian besar atas kemampuan perusahaan untuk mempertahankan Pada kondisi ini umumnya auditor cenderung akan memberikan opini audit going concern. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat mempengaruhi Opini Audit Going Concern yaitu Pertumbuhan Perusahaan. Likuiditas dan Leverage. Pertumbuhan Perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk tetap bertumbuh dan meningkatkan usahanya yang dapat ditandai dengan adanya pertumbuhan penjualan. Menurut Kasmir . 8: . : AuRasio pertumbuhan perusahaan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Ay Pertumbuhan perusahaan ditunjukkan dengan adanya peningkatan Perusahaan yang mengalami peningkatan penjualan secara signifikan dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa perusahaan bertumbuh dengan baik. Perusahaan yang sedang bertumbuh umumnya akan menghasilkan laba. Pada kondisi laba perusahaan akan dapat menyediakan dana yang memadai untuk beroperasi dan Perusahaan yang sedang bertumbuh umumnya tidak akan mendapatkan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 opini audit going concern, karena perusahaan dinilai mampu untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama, sebaliknya perusahaan yang pertumbuhannya menurun cenderung akan mendapatkan opini audit going concern. Hal ini disebabkan perusahaan yang pertumbuhannya menurun cenderung tidak dapat menyediakan dana yang cukup untuk beroperasi maupun berkembang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amaliyah. Leny, dan Dewa . 6: . pertumbuhan perusahaan berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Menurut Harjito dan Martono . 4: . : AuLikuiditas merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi kewajiban-kewajiban finansialnya pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang Ay Likuiditas memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan untuk menilai kondisi perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan secara tepat dan akurat. Menurut Kasmir . 8: . : AuManfaat likuiditas adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo serta dapat menjadi tolak ukur manajemen untuk memperbaiki kinerja. Ay Perusahaan yang ingin mempertahankan kelangsungan hidup usahanya harus memiliki kemampuan untuk melunasi seluruh kewajibannya. Semakin tinggi rasio likuiditas menggambarkan perusahaan mempunyai dana yang mencukupi dan memadai untuk melunasi kewajiban. Perusahaan dengan rasio likuiditas yang tinggi umumnya tidak akan menerima opini audit going concern karena perusahaan memiliki dana yang memadai pada aset lancar untuk beroperasi maupun untuk melunasi kewajiban. Sebaliknya, perusahaan dengan rasio likuiditas yang rendah umumnya tidak memiliki aset yang memadai untuk tetap beroperasi maupun melunasi kewajiban, sehingga keberlangsungan hidup perusahaan akan dipertanyakan dan menyebabkan perusahaan mendapat opini audit going concern. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Utami. Maria, dan Ida . likuiditas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Menurut Kasmir . : AuLeverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Ay Rasio Leverage merupakan indikator untuk mengetahui tingkat penggunaan utang sebagai sumber pembiayaan perusahaan. Rasio leverage diukur dengan membandingkan antara total utang dengan total aset. Ratio leverage yang besar menunjukkan kinerja perusahaan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 yang buruk karena sebagian besar aset atau pembiayaan perusahaan bersumber dari utang, kondisi ini dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup Hal ini di sebabkan sebagian besar dana yang dimiliki perusahaan akan digunakan untuk melunasi kewajiban, sehingga perusahaan akhirnya tidak memiliki fleksibilitas keuangan yang baik. Dengan kondisi tersebut kelangsungan hidup perusahaan akan di pertanyakan. Ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup perusahaan akan membuat perusahaan mendapatkan opini audit going concern. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Raharja . leverage berpengaruh positif terhadap opini audit going concern Berdasarkan kajian teoritis yang telah dikemukakan, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: H1: Pertumbuhan Perusahaan berpengaruh negatif terhadap Opini Audit Going Concern H2: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap Opini Audit Going Concern H3: Leverage berpengaruh positif terhadap Opini Audit Going Concern METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Dalam proses pengumpulan data dan informasi, penulis menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan konsolidasi dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 yang diperoleh dari w. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan model empiris atau kuantitatif yang merupakan analisis yang diterapkan dalam bentuk angka-angka melalui Software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai min, max, mean, dan standar deviasi. Berikut adalah output dari statistik deskriptif variabel independen dalam penelitian ini: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 TABEL 1 HASIL UJI STATISTIK DESKRIPTIF Pertumbuhan Perusahaan Likuiditas Leverage Valid N . Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Output SPSS 21, 2021 Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa data yang digunakan dalam penelitian, yaitu 195 data merupakan data dari 39 perusahaan selama lima tahun mulai dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Variabel pertumbuhan perusahaan memiliki nilai minimum sebesar -0,9954, nilai maksimum sebesar 33,9789, rata-rata sebesar 0,352951 dan standar deviasinya sebesar 2,4966476. Variabel likuiditas memiliki nilai minimum sebesar 0,0461, nilai maksimum sebesar 9,2224, rata-rata sebesar 1,762426 dan standar deviasinya sebesar 1,3835545. Variabel leverage memiliki nilai minimum sebesar 0,0978, nilai maksimum sebesar 5,9136, rata-rata sebesar 0,756439 dan standar deviasinya sebesar 0,8552517. Statistik deskriptif untuk variabel opini audit going concern disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dapat dilihat pada Tabel 2: TABEL 2 ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF OPINI AUDIT GOING CONCERN Opini Audit Opini audit Opini audit non going concern going concern Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber: Data Olahan SPSS 21, 2021 Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa data yang digunakan dalam penelitian yaitu 195 data merupakan data dari 39 perusahaan selama lima tahun mulai dari tahun Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 2015 sampai dengan tahun 2019. Hasil statistik deskriptif variabel opini audit going concern menunjukkan bahwa perusahaan yang mendapat opini audit going concern berjumlah 93 dari 195 data sampel atau sebesar 47,7 persen. Sedangkan perusahaan yang mendapat hasil opini audit non going concern berjumlah 102 dari 195 data sampel atau sebesar 52,3 persen. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji multikolinearitas. Hasil pengujian dipastikan tidak terdapat permasalahan uji asumsi klasik. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan. Likuiditas, dan Leverage terhadap Opini Audit Going Concern. Ringkasan hasil pengujian disajikan pada Tabel 4 berikut ini: Konstanta Pertumbuhan Perusahaan Likuiditas Leverage TABEL 4 REKAP HASIL PENGUJIAN Sig Goodness of Fit Test 0,144 0,677 0,028 0,668 0,051 -0,430 0,003 0,666 0,013 Adjusted R Square 0,158 Signifikansi level 0,05 Sumber: Hasil Output SPSS 21, 2021 Berdasarkan Tabel 4, persamaan analisis regresi logistik yang terbentuk sebagai berikut: OAGC Ln. OeOAGC) = 0,144 0,028X1 Oe 0,430X2 0,666X3 a Keterangan : OAGC = Opini Audit Going Concern = Konstanta 1, 2, 3 = Koefisien regresi = Pertumbuhan Perusahaan = Likuiditas = Leverage yuA = Error Koefisien Determinasi (R. Pada Tabel 4, koefisien determinasi yang diperoleh dari nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0,158 atau sebesar 15,8 persen. Nilai Adjusted R Square tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pertumbuhan perusahaan, likuiditas, dan leverage berpengaruh terhadap opini audit going concern sebesar 15,8 persen, sedangkan sisanya sebesar 84,2 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Uji Kelayakan Model (Goodness of Fi. Nilai signifikansi Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test menunjukkan nilai sebesar 0,051 lebih besar dari 0,05 yang artinya model tersebut mampu memprediksi nilai observasinya atau model dapat dikatakan cocok dengan data Analisis Pengaruh . Pengaruh pertumbuhan perusahan terhadap opini audit going concern. Pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going Hal ini disebabkan perusahaan yang berada pada kondisi yang sedang bertumbuh tidak dapat menjamin bahwa perusahaan tidak mengalami masalah keuangan dan keberlangsungan hidup, mungkin saja pertumbuhan perusahaan dicapai dengan sumber pendanaan berupa hutang yang besar. Pengaruh likuiditas terhadap opini audit going concern. Likuiditas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Hal ini disebabkan perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi umumnya memiliki dana yang memadai untuk bertahan dan menghadapi berbagai resiko bisnis yang ada, sehingga kemungkinan untuk mendapat opini audit going concern kecil. Pengaruh leverage terhadap opini audit going concern. Leverage berpengaruh positif terhadap opini audit going concern. Hal ini disebabkan perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi umumnya memiliki masalah keuangan yang serius karena sebagian besar dana perusahaan berasal dari pinjaman. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perusahaan mendapat opini audit going concern. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa variabel leverage berpengaruh positif terhadap opini audit going concern, likuiditas berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern, sedangkan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Saran yang diberikan penulis adalah mempertimbangkan variabel independen di luar penelitian ini yang dapat memprediksi opini audit going concern seperti audit tenure, solvabilitas, audit report lag, ukuran KAP, dan ukuran perusahaan. Periode Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 pengamatan yang dipakai hanya lima tahun, diharapkan untuk penelitian selanjutnya supaya menambah periode pengamatan sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap opini audit going concern. DAFTAR PUSTAKA