Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 03. Nomor 3. Mei 2025 E-ISSN: 2964-7630 Website: https://journal. fkm-untika. id/index. php/jpmeo This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Analisis Faktor yang memengaruhi Kejadian Kek pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong (Analysis of Factors Influencing the Incident of Ceds in Pregnant Women in the Working Area of Simpong Health Cente. Putri Sobbay1. Maria Kanan1*. Fitrianty S. Lanyumba1. Marselina Sattu1. Dwi Wahyu Balebu1. Risky Ekaputri1. Lisa Handayani1 1Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Tompotika Luwuk *Koresponden Penulis: putrisobbay@gmail. ABSTRAK Kekurangan energi kronis merupakan sala satu masalah gizi yang paling umum di negara berkembang, termasuk Indonesia. Ibu hamil yang menderita KEK (Kekurangan Energi Kroni. memiliki risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan yang lebih tinggi dan dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang memengaruhi kejadian KEK pada Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong. Jenis penelitian yang digunakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain crossectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Simpong dengan jumlah populasi berjumlah 140 sampel ibu hamil. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 ibu hamil. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk menganalisis variabel yang ada secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji chi square untuk menganalisis hubungan antara dua variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia ibu hamil dan pola makan memiliki hubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil dengan nilai p0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan usia ibu dan pola makan dengan kejadian KEK pada Ibu Hamil dan tidak terdapat hubungan pendapatan, pengetahuan dan penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Diharapkan pada ibu hamil memastikan asupan gizi yang dikonsumsi ibu sesuai dengan kebutuhannya. Diharapkan Puskesmas Simpong dapat melakukan penyuluhan secara intensif kepada ibu hamil yang mengalami KEK agar dapat memperbaiki pola makan serta melakukan upaya promosi kesehatan tentang pentingnya kehamilan di usia reproduksi sehat. Kata kunci: Usia ibu hamil, pendapatan, pengetahuan, penyakit infeksi, pola makan ABSTRACT Chronic energy deficiency is one of the most common nutritional problems in developing countries, including Indonesia. Pregnant women who suffer from CED (Chronic Energy Deficienc. have a higher risk of complications during pregnancy and childbirth and can have a negative impact on the growth and development of the fetus. The aim of this research is to analyze the factors that influence the incidence of CED in pregnant women in the Simpong Community Health Center working area. The type of research used is observational analytical research using a crosectional design. This research was conducted in the Simpong Community Health Center working area with a population of 140 samples of pregnant women. The sample size in this study was 75 pregnant women. The data analysis used is univariate analysis to analyze existing variables descriptively and bivariate analysis using the chi square test to analyze the relationship betweentwo variables. The results of the study showed that the age of pregnant women and eating patterns were related to the incidence of CED in pregnant women with a value of p0. The conclusion of this study is that there is a relationship between maternal age and diet and the incidence of CED in pregnant women and there is no relationship between income, knowledge and https://doi. org/10. 51888/jpmeo. Analisis Faktor yang memengaruhi Kejadian KEK A (Putri Sobbay dk. | 185 infectious diseases and the incidence of CED in pregnant women. It is hoped that pregnant women ensure that the nutritional intake they consume is in accordance with their needs. It is hoped that the Simpong Community Health Center can provide intensive counseling to pregnant women who experience CED so that they can improve their diet and carry out health promotion efforts about the importance of pregnancy at a healthy reproductive age. Keywords: Age of pregnant women, income, knowledge, infectious diseases, diet PENDAHULUAN Kekurangan energi kronis merupakan salah satu masalah gizi yang paling umum di negara berkembang, termasuk Indonesia. Ibu hamil yang menderita KEK (Kekurangan Energi Kroni. memiliki risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan yang lebih tinggi dan dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Meskipun KEK merupakan masalah serius pada ibu hamil, namun masih sedikit perhatian yang diberikan dan belum diteliti secara detail di Indonesia (Dewi Purnamasari, 2. Menurut World Health Organization (WHO), persentase penyebab kematian pada ibu adalah infeksi dan perdarahan . %) yang dapat disebabkan ibu mengalami anemia dan kekurangan energi kronis (KEK). Di berbagai negara kejadian ini berkisar kurang dari 10% sampai 60%. (Prawirohardjo, 2. World Health Organization (WHO mengungkapkan bahwa saat ini diperkirakan terdapat sebanyak 32 juta wanita hamil di seluruh dunia mengalami masalah gizi, 19 juta menderita kekurangan vitamin A, dan jutaan lainnya menderita kekurangan zat besi, asam folat, seng ataupun yodium (Dafiu, 2. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018, kejadian anemia mengalami peningkatan dari tahun 2013 yaitu sebanyak 37,1% menjadi 48,9% di tahun Kenaikan angka tersebut disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan ibu yang rendah selama masa kehamilan (Kemenkes 2. Demikian pula pada tahun 2018 menunjukkan prevalensi risiko KEK pada ibu hamil 15Ae19 tahun masih cukup tinggi yaitu sebesar 17,3% dibandingkan dengan prevalensi KEK selama 2 tahun terakhir yaitu 16,2% pada tahun 2016 dan 14,8 % pada tahun 2017 (Farahdiba, 2. Berdasarkan sumber data laporan rutin tahun 2022 yang terkumpul dari 34 provinsi, diketahui terdapat 283. 833 ibu hamil dengan Lila < 23,5 cm . isiko KEK) dari 503 ibu hamil yang diukur Lila, sehingga diketahui bahwa capaian ibu hamil dengan risiko KEK sebesar 8,7%, sementara target tahun 2021 adalah 14,5%. Capaian tersebut menggambarkan bahwa target ibu hamil KEK tahun ini telah melampaui target Renstra Kemenkes tahun 2021. Terdapat 8 provinsi yang persentase ibu hamil KEK nya masih di atas target 14,5%, sementara 27 provinsi lainnya sudah mencapai target yang diharapkan. DKI Jakarta adalah provinsi dengan persentase Ibu Hamil KEK yang paling rendah yaitu 3,1% sedangkan provinsi dengan persentase Ibu hamil KEK tertinggi adalah Papua Barat . ,7%). Nusa Tenggara Timur . ,1%) dan Papua . ,7%) dan Sulawesi Tengah . ,7%). Prevalensi ibu hamil yang KEK di Kabupaten Banggai mencapai 622 ibu hamil KEK (Dinas Kesehatan, 2. Berdasarkan data yang didapatkan bahwa ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong tahun 2022 mencapai 526 ibu hamil dan pada tahun 2023 495 ibu hamil. Kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Luwuk Selatan pada tahun 2021 mencapai 69 i b u hami l , tahun 2022 mencapai 92 i b u hami l dan pada tahun 2023 mencapai 102 ibu hamil yang mengalami KEK (Dinas Kesehatan, 2. Arisman . menyatakan bahwa usia ibu dan jarak kehamilan dapat memengaruhi tingkat kejadian KEK pada ibu hamil. Hasil penelitian (Teguh, et al. yang dilakukan pada ibu hamil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara https://doi. org/10. 51888/jpmeo. 186 | Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 03 No. Mei 2025 usia ibu, dan jarak kehamilan dengan kejadian KEK pada ibu hamil, sedangkan untuk paritas tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna dengan kejadian KEK. Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam hal memengaruhi tingkat kejadian KEK pada ibu hamil yaitu faktor sosial ekonomi. Penelitian di Puskesmas Karta Raharja dan Puskesmas Marga Kencana Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2020, menunjukkan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian KEK adalah ibu hamil dengan paritas lebih dari empat anak, berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, dan status gizi ibu hamil dengan gizi kurang (Indrasariet al. , 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Renjani dan Misra, 2. di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 2017, yang menunjukkan ibu hamil berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, memiliki peluang lebih besar untuk mengalami KEK. Namun, penelitian (Najwa et al. , 2. di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin tahun 2019, menunjukkan tidak ada hubungan antara usia dengan KEK pada ibu hamil. Hal ini sejalan dengan penelitian (Lestari, 2. pada 70 ibu hamil di Puskesmas Gunung pati, yang menunjukkan bahwa usia, usia kehamilan, infeksi penyakit, dan pendapatan ibu hamil bukan merupakan faktor risiko KEK. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain crossectional untuk menganalisis kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Simpong pada Bulan Juni Tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpong berjumlah 140 Dalam perhitungan jumlah sampel peneliti akan menggunakan rumus Stanley Lemeshow dengan tingkat kesalahan 5% sehingga didapatkan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Sampling, dimana pengambilan sampel dengan cara mengambil wakil dari tiap-tiap kelompok yang ada dalam populasi yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah anggota subjek yang ada di dalam masing-masing kelompok tersebut sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan SPSS (Software Statistical Package For Social Scienc. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk menganalisis variabel yang ada secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan dua variabel. Pada analisis ini, data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi variabel Ae variabel yang diteliti pada kelompok kasus maupun kelompok pembanding yang dilengkapi narasi. Penyajian data dilakukan setelah data diolah dan dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan disertai dengan narasi untuk memberikan kesimpulan dan saran. HASIL Analisis Univariat Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa dari total 75 ibu hamil yang menjadi responden, sebanyak 25 orang . ,3%) mengalami Kurang Energi Kronik (KEK), sedangkan 50 orang . ,7%) tidak mengalami KEK. Hal ini menunjukkan bahwa sepertiga ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong berada dalam kondisi https://doi. org/10. 51888/jpmeo. Analisis Faktor yang memengaruhi Kejadian KEK A (Putri Sobbay dk. | 187 kekurangan energi kronik, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil KEK dan Tidak KEK No. Kelompok Ibu Hamil KEK (<23,5 c. Tidak KEK (>23,5 c. Total Tabel 2. Distribusi frekuensi Kelompok Usia Ibu Hamil No. Kelompok Usia Ibu Hamil Usia tidak berisiko . tahun Ae 35 tahu. 69 Usia berisiko (<20 tahun dan >35 tahu. Total Hasil Tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil berada dalam kelompok usia tidak berisiko, yaitu antara 20 hingga 35 tahun, sebanyak 69 orang . ,0%). Sementara itu, hanya 6 orang . ,0%) yang termasuk dalam kelompok usia berisiko, yakni di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pendapatan Ibu Hamil No. Pendapatan Ibu Hamil Sesuai UMK (OuRp. Tidak Sesuai UMK (0,05. Dengan demikian maka Ha ditolak. rata-rata ibu hamil yang KEK dengan pendapatan yang tidak sesuai dengan UMK Kab. Banggai sebanyak 21 orang . ,0%), hanya sebanyak 4 orang . ,7%)yang pendapatan sesuai https://doi. org/10. 51888/jpmeo. Analisis Faktor yang memengaruhi Kejadian KEK A (Putri Sobbay dk. | 191 dengan UMK Kab. Banggai ibu hamil dengan KEK. Dilihat juga pada hasil analisis ibu hamil yang tidak KEK, rata-rata pendapatan ibu hamil yang tidak sesuai dengan UMK Kab. Banggai sebanyak 39 orang . ,0%), sebanyak 11 orang . ,3%) yang pendapatan nya sesuai. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,761 . >0,. , artinya tidak ada hubungan pendapatan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amal Maulinda . , penelitian nya menunjukkan dari 44 ibu hamil diantara 32 ibu hamil memiliki tingkat pendapatan keluarga yang rendah 10 . ,3%) ibu hamil mengalami KEK dan 22 . ,8%) ibu hamil tidak KEK. Sedangkan pada 12 Ibu hamil dengan tingkat pendapatan keluarga yang tinggi yaitu 1 . ,3%) ibu hamil mengalami KEK san 11 . ,7%) ibu hamil tidak KEK. Hasil uji statistic nya menunjukkan nilai p = 0,240 . >0,. Menurut Hartati et al. , . meskipun Ibu hamil memiliki pendapatan kelurga yang rendah, namun ibu hamil memiliki informasi yang baik terkait konsumsi makanan yang sehat sehingga dapat terjadi keseimbangan antara konsumsi makanan dan kebutuhan asupan yang sehat dalam tubuh, sedangkan ibu hamil yang memiliki pendapatan keluarga rendah dan mengalami KEK dikarenakan tidak adanya pendapatan yang cukup, kurangnya informasi terkait konsumsi makanan yang sehat sehingga tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan gizi. Tingkat pendapatan menentukan pola makan apa yang dibeli, semakin tinggi pendapatan semakin bertambah pula pengeluaran untuk belanja. Hal ini menyangkut pemenuhan kebutuhan dalam keluarga terutama pemenuhan kebutuhan akan makanan yang memiliki nilai gizi dengan jumlah yang cukup. Dengan demikian pendapatan merupakan factor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas makanan (Ausa et al. , 2. Hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK pada Ibu Hamil Berdasarkan uji statistik hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK pada ibu hamil didaptkan nilai p>0,05. Itu artinya H0 diterima, artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Hasil analisis hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong di dapatkan ibu hamil dengan KEK yang berpengetahuan baik sebanyak 18 orang . ,0%) dan pada ibu hamil yang tidak KEK yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 35 orang . ,0%). Pada hasil analisis ibu hamil dengan KEK yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 7 orang . ,8%) dan pada ibu hamil yang tidak KEK dengan pengetahuan kurang baik berjumlah 15 orang . ,2%). Hasil analisis didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian KEK pada ibu hamil dimana nilai p = 1,000 . >0,. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sukmawati et al. , 2. dari 50 responden terdapat yang berpengetahuan kurang yiatu 20 responden . ,0%) dengan kejadian KEK, sedangkan responden yang tidak KEK dengan berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 14 responden . ,0%) sisanya 32% berpengetahuan baik( 16% Ibu hamil yang berpengetahuan baik dengan KEK dan 16% ibu hamil berpengetahuan baik tidak KEK). Hasil analisis nya diperoleh nilai p = 0,761 . >0,. , artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kejadian KEK pada Pengetahuan ibu hamil terhadap status gizi pada masa kehamilan sangat Status gizi ibu hamil merupakan keberhasilan untuk memenuhi nutrisi untuk ibu hamil. Gizi ibu hamil merupakan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang samgat banyak untuk pemenuhn gizi ibu sendiridan perkembangan janin yang di kandungnya. Pada penelitian ini pengetahuan responden sudah cukup baik, hanya saja ada beberapa responden yang masih belum paham terkait pemenuhan gizi selama masa kehamilan. https://doi. org/10. 51888/jpmeo. 192 | Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 03 No. Mei 2025 Hubungan penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil Berdasarkan uji statistik hubungan penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil didaptkan nilai p>0,05. Itu artinya H0 diterima, artinya tidak ada hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Hasil analisis hubungan penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil menunjukkan tidak ada hubungan dimana nilai p = 1,000 . >0,. Dari hasil analisis ibu hamil dengan KEK yang memiliki Riwayat penyakit infeksi hanya 1 orang orang . ,3%) dan ibu hamil yang tidak KEK yang memiliki riwayat penyakit infeksi sabanyak 2 orang . ,7%). Sedangakn ibu hamil dengan KEK yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi sebanyak 24 orang . ,3%) dan ibu hamil yang tidak yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi sebanyak 48 orang . ,7%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Devi Sri Lestari . , hasil penelitian nya menunjukkan hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil, diperoleh hasil bahwa dari 13 orang . 1%) responden yang tidak terkena penyakit infeksi dan responden yang menderita penyakit infeksi 3 orang . 3%). Hasil analisis dengan uji ChiSquare diperoleh nilai p-value sebesar 1,000. >0,. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Irdayani, 2. menunjukan bahwa dari 44 responden yang mengalami KEK sebanyak 36 responden . ,8%) tidak memiliki riwayat infeksi dan dari 44 reponden yang tidak mengalami KEK sebanyak 41 responden . ,2%) tidak memiliki riwayat infeksi. Hasil uji statistik didapatkan pvalue = 0,197 artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara yang bermakna anatara faktor penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian (Febrianti et al. , 2. Penyakit infeksi dapat bertindak sebagai pemula terjadinya kurang gizi sebagai akibat menurunya nafsu makan, adanya gangguan penyerapan dalam saluran pencernaan atau peningkatan kebutuhan zat gizi oleh adanya penyakit. Kaitan penyakit infeksi dengan keadaan gizikurang merupakan hubungan timbal balik, yaitu hubungan sebab akibat. Penyakit infeksi dapat memperburuk keadaan gizi dankeadaan gizi yang jelek dapat mempermudah infeksi. Penyakit yang umumnya terkait dengan masalah gizi antara lain diare, tuberculosis, campak dan batuk rejan. Berdasarkan Asumsi peneliti ibu yang menderita penyakit infeksi lebih banyak menderita KEK, karena ibu yang sakit karena infeksi, mengalami keluhan tidak nafsu makan bahkan ada yang mengalami muntah, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan gizi ibu selama hamil dan daya tahan tubuh ibu yang menurun dan menyebabkan ibu KEK. Hubungan pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil Dari hasil uji statistik hubungan pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil diperoleh nilai p < 0,05. Dengan demikian H a diterima, artinya ada hubungan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Terlihat ibu hamil dengan KEK yang memiliki pola makan baik sebesar 27,1% . dan pada ibu hamil yang tidak KEK dengan pola makan baik sebesar 72,9% . Sedangkan pada ibu hamil dengan KEK yang memiliki pola makan kurang baik sebesar 56,3%. dan ibu hamil yang tidak KEK yang tidak memiliki pola makan kurang baik sebesar 43,8% . Hasil nya menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil, dimana nilai p = 0,038 . <0,. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Una Zaidah, 2. dari 82 ibu hamil yang diteliti nya didapatkan bahwa 46 ibu hamil yang pola makannya baik, lebih banyak yang tidak KEK sebanyak 42 orang . ,2%) dibandingkan dengan yang KEK sebanyak https://doi. org/10. 51888/jpmeo. Analisis Faktor yang memengaruhi Kejadian KEK A (Putri Sobbay dk. | 193 4 orang . ,9%), kemudian dari 14 ibu hamil yang pola makannya cukup lebih banyak yang tidak KEK sebanyak 8 orang . ,8%) dibandingkan dengan yang KEK sebanyak 6 orang . ,3%), sedangkan dari 22 ibu hamil yang pola makannya kurang lebih banyak yang KEK sebanyak 18 orang . ,0%) dibandingkan dengan yang tidak KEK sebanyak 4 orang . ,9%). Hasil analisis nya diperoleh nilai p = 0,000 . < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan ibu hamil dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kemenkes RI . , ibu hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil KEK beresiko menurunkan kekuatan otot yang membantu proses persalinan sehingga dapat mengakibatkan teijadinya kematian janin . , prematur, lahir cacat, bayi berat lahir rendah (BBLR) bahkan kematian Ibu hamil dengan masalah kekurangan energi kronis dapat mengganggu tumbuh kembang janin yaitu pertumbuhan fisik . , otak danmetabolisme yang menyebabkan penyakit menular di usia dewasa. Kebutuhan gizi selama hamil meningkat karena selain diperlukan untuk ibu tetapi juga untuk janin yang ada Pola makan merupakan salah satu faktor penyebab langsung dari kejadian KEK karena pola makan merupakan gambaran dari mengenai jumlah dan macam bahan makan yang dimakan setiap hari oleh seseorang dan menjadi suatu ciri khas kebiasaan pada kalangan atau masyakarat tertentu. Pola makan yang kurang beragam, porsi makan yang kurang suatu makanan merupakan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian KEK. Pola makan yang seimbang yaitu sesuai dengan kebutuhan disertai pemilihan bahan makanan yang tepat akan melahirkan status gizi yang baik. Sulistyoningsih . KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong dengan nilai p = 0,014 . Tidak terdapat hubungan antara pendapatan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong dengan nilai p = 0,761 . >0,. Tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK pada Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong dengan nilai p = 1,000 . >0,. Tidak terdapat hubungan penyakit infeksi dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong di dapatkan nilai p = 1,000 . >0,. Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian KEK pada Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpong dimana nilai p = 0,038 . < 0,. Disarankan kepada masyarakat (Ibu Hami. Disarankan kepada ibu hamil agar mengatur pola makannya dengan baik dan juga memastikan bahwa asupan gizi yang di konsumsi ibu sesuai dengan kebutuhannya sehingga angka kejadian KEK menurun dan bagi puskesmas kesimpulan penelitian yang menyatakan ada hubungan antara pola makan ibu hamil dan usia ibu hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) maka disarankan kepada Kepala Puskesmas Simpong untuk menugaskan petugas gizinya supaya melakukan penyuluhan secara intensif kepada ibu hamil yang mengalami KEK agar dapat memperbaiki Pola makannya dengan cara meningkatkan frekwensi, jumlah, dan mutu makan ibu hamil dalam rangka mewujudkan ibu hamil tidak mengalami KEK. Serta melakukan Upaya promosi Kesehatan tentang pentingnya kehamilan di usia reproduksi sehat. https://doi. org/10. 51888/jpmeo. 194 | Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 03 No. Mei 2025 UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang tiada batas kepada Ibu Dr. Dra. Maria Kanan. Kes dan Ibu Dr. Fitrianty S. Lanyumba. SKM. Kes selaku pembimbing I dan II yang telah tulus meluangkan waktu dan pemikirannya bagi penulis Ibu Dwi Wahyu Balebu SKM. MKM. Ibu Dr. Marselina Sattu. SKM. Kes dan Ibu Lisa Handayani. Tr. Keb. Kes selaku dosen tim penguji yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penulisan Kepala Puskesmas Simpong yang telah mengizinkan penulis untuk mengadakan penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas. Semoga jurnal ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan ilmu pengetahuan kepada para pembaca. DAFTAR PUSTAKA