Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu P-ISSN 2656-7202 Ae E-ISSN 2655-6626 Volume 8 Nomor 1. Januari-Juni 2025 DOI: https://doi. org/10. 35961/perada. Integrasi Nilai QurAoani dalam Praktik Pertanian: Studi Living QurAoan di Komunitas AgriQuran Bandung Siti Chodijah . Juni Ratnasari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung . itichodijah@uinsgd. ABSTRAK Penelitian ini membahas implementasi nilai-nilai Al-QurAoan dalam praktik pertanian melalui studi Living QurAoan di komunitas AgriQuran Kabupaten Bandung. AgriQuran merupakan komunitas yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dalam kegiatan pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan komunitas secara aktif dalam proses penelitian dan aksi transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas AgriQuran menerapkan berbagai inovasi pertanian berbasis nilai-nilai Islam, seperti penggunaan pupuk organik, pengelolaan lahan berkelanjutan, sistem persaudaraan tanaman, serta pendekatan ekonomi tanpa riba. Program-program utama yang dijalankan mencakup GreenHouse. AgriVisit. Green Sedekah, dan pemberdayaan santri melalui AgriPreneur. Selain itu, komunitas ini mendorong pola hidup Islami bagi petani dengan menekankan pentingnya ibadah, kepedulian lingkungan, dan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Al-QurAoan dalam pertanian tidak hanya meningkatkan hasil produksi tetapi juga membawa dampak sosial dan spiritual yang positif bagi masyarakat. Dengan demikian, model pertanian berbasis Living QurAoan di komunitas AgriQuran dapat menjadi solusi alternatif bagi pertanian berkelanjutan di Indonesia. Kata Kunci: AgriQuran. Ekonomi Islam. Living QurAoan. Pemberdayaan Masyarakat. Pertanian Berkelanjutan ABSTRACT This research discusses the implementation of Qur'anic values in agricultural practices through a Living Qur'an study in the AgriQuran community in Bandung Regency. AgriQuran is a community that integrates Islamic principles in sustainable agricultural activities to improve farmers' welfare and preserve the environment. This research uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which involves the community actively in the research process and transformative action. The results showed that the AgriQuran community implemented various agricultural innovations based on Islamic values, such as the use of organic fertilizers, sustainable land management, crop brotherhood systems, and an economic approach without The main programs include GreenHouse. AgriVisit. Green Alms, and empowering students through AgriPreneur. In addition, this community encourages an Islamic lifestyle for farmers by emphasizing the importance of worship, environmental care, and food security based on local wisdom. These findings confirm that the application of Qur'anic values in agriculture not only increases production yields but also brings positive social and spiritual impacts to the community. Thus, the Living Qur'an-based agricultural model in the AgriQuran community can be an alternative solution for sustainable agriculture in Indonesia. Keywords: AgriQuran. Community Empowerment. Islamic Economics. Living Qur'an. Sustainable Agriculture. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Pendahuluan Al-QurAan berfungsi sebagai sumber informasi dan panduan dalam semua aktivitas perilaku manusia, terutama umat Islam. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang mendalam melalui interpretasi ayat-ayat Al-QurAan. Mustahil bagi seseorang yang tidak memahami ayat-ayat Al-QurAan untuk menggunakan Al-QurAan sebagai pedoman hidup dalam mengatasi berbagai masalah, termasuk pada aspek pertanian. Al-QurAan Al-Karim memperkenalkan dirinya melalui berbagai ciri dan sifat, salah satunya adalah sebagai sebuah kitab yang otentikitasnya dijamin oleh Allah dan senantiasa dijaga. 1Di sisi lain. Al-QurAan berfungsi sebagai panduan yang ditujukan kepada seluruh manusia . udan li an-nA. Bahkan. Al-QurAan juga relevan untuk setiap waktu dan tempat . hAlih li kulli zamAn wa makA. , dan dapat dijadikan acuan dalam berbagai hal. Syaikh Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan bahwa Al-QurAan turun ke bumi untuk mengungkapkan esensi dari agama, yang juga merincikan tentang Islam sebagai agama yang sesuai dengan kodrat manusia dan selaras dengan akal, pengetahuan juga hati nurani2 Indonesia merupakan salah satu negara agraris dengan mayoritas pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Al-QurAan, khususnya yang membahas seputar dunia pertanian. Memang benar. Al-QurAan adalah sumber pedoman utama bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pertanian. 3 Meskipun Al-QurAan tidak memberikan intruksi teknis tentang praktik pertanian, tetapi nilai-nilai dasar yang ada dalam Al-QurAan dapat memberikan panduan moral dan etika dalam menjalankan aktivitas pertanian. 4 Pertanian disini meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan bahkan pertanian 1 M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah. Tafsir Al-Mishbah, vol. 14 (Tangerang: Lentera Hati, 2. 2 H Nasaruddin Umar. Deradikalisasi Pemahaman Al Quran Dan Hadis (Elex Media Komputindo, 2. 3 Ahmad Muqorobin and Mahmudah Agustiyani. AuOptimalisasi Sektor Pertanian Melalui Penerapan Wakaf Berkelanjutan,Ay in Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 2017, 10Ae16. 4 Rahmat Khairil Anam. AuInterpretasi Ayat Al-QurAan Tentang Pertanian (Studi Pemahaman Dosen Universitas Islam Negeri Antasari Dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasi. Ay . 5 Berikut ini beberapa nilai-nilai dasar dari Al-QurAan yang dapat dihubungkan dengan dunia pertanian meliputi: pertama. Tanggung jawab kepemilikan . : Al-QurAan mengajarkan konsep amanah, yaitu tanggung jawab atas apa yang dipercayakan oleh Allah. Ini dapat diterapkan dalam pertanian dengan memperlakukan tanah, tanaman, dan hewan dengan penuh tanggung jawab, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta mencegah pemborosan dan kerusakan lingkungan. Kedua. Keadilan dan berbagi . dil dan infa. : Konsep keadilan dan berbagi dalam Al-QurAan dapat mendorong praktik berkelanjutan dalam pertanian, seperti pemeliharaan tanaman yang adil dan pembagian hasil pertanian kepada yang membutuhkan. Ketiga. Ketekunan dan usaha . : Al-QurAan mendorong umatnya untuk berusaha dan berikhtiar. Dalam pertanian, hal ini dapat diartikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam merawat tanaman, memelihara hewan, dan menjaga produktivitas tanah. Keempat. Keseimbangan dan kelestarian . : Prinsip keseimbangan dan kelestarian dalam Al-QurAan dapat diterapkan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, melalui praktik-praktik ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Kelima. Ketekunan dalam menghadapi tantangan (Sab. : Sabr atau ketekunan adalah nilai yang penting dalam pertanian, karena hasil pertanian dapat dipengaruhi oleh cuaca, hama, dan faktor lainnya. Nilai ini mengajarkan untuk tetap sabar dan berusaha mengatasi hambatan dengan keyakinan. Keenam. Kebaikan dan perilaku baik . : Prinsip ihsan, yaitu melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, dapat mencerminkan sikap etis dalam praktik pertanian, seperti memelihara tanaman dan hewan dengan penuh kasih sayang dan Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Dengan menggali nilai-nilai ini, masyarakat pertanian di Indonesia dan di seluruh dunia dapat menerapkan prinsip-prinsip moral dan etika yang terkandung dalam Al-QurAan untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan, adil, dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Memang Indonesia memiliki potensi alam yang sangat melimpah, namun sayangnya potensi ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Seperti pemanfaatan lahan yang masih kurang, tingginya tingkat kelaparan, diperparah dengan kurangnya ketertarikan generasi muda dalam menggarap dan mengembangkan sektor pertanian. AuRata-rata petani di Indonesia berumur 47 tahun. Petani Indonesia akan menjadi krisis pada 10-15 tahun mendatang. Ay6 Banyak ayat dalam Al-QurAan yang mengupas tentang dunia pertanian dengan sangat Beberapa ayat di antaranya memberikan petunjuk yang relevan bagi perkembangan pertanian modern. Misalnya: mengaitkan antara aliran sungai dengan pertanian, mempertimbangkan variasi pola bercocok tanam dalam satu lahan, serta mendasari nilai-nilai dasar dalam pertanian seperti pendekatan alamiah, pertanian organik, pertanian berkelanjutan, pertanian yang memperhatikan lingkungan dan istilah-istilah lain yang menitikberatkan pada konservasi ekosistem. Tidak hanya itu. Al-QurAan juga menyebutkan beragam jenis tanaman dalam berbagai ayat, baik secara spesifik seperti delima, zaitun, tin, anggur, kurma, jahe, kacang adas, bawang merah, bawang putih, mentimun, labu, maupun secara umum seperti benih dan tanaman pangan. Kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan alam oleh manusia, terutama dalam sektor pertanian yang seringkali terlalu fokus pada keuntungan dan produksi yang tinggi, sehingga mengabaikan aspek kelestarian alam, mulai muncul pada awal abad ke-19. 8 Ini tercermin dalam perkembangan istilah agroekologi sebagai suatu pendekatan pertanian yang secara holistik menggabungkan berbagai aspek dari lingkungan hingga sosial-ekonomi masyarakat pertanian. Agroekologi setidaknya melibatkan tiga kriteria, yaitu mencakup aspek keuntungan ekonomi, manfaat sosial bagi keluarga petani dan masyarakat, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Pendekatan ini muncul sebagai tanggapan terhadap pendekatan pertanian konvensional yang seringkali mengejar hasil ekonomi semata, tanpa memperhatikan dampaknya pada lingkungan dan kesejahteraan sosial. Pengenalan konsep agroekologi mencerminkan adanya dorongan untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara produktivitas pertanian, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan pertanian Di Indonesia, dampak negatif terhadap lahan pertanian telah terasa sejak diterapkan konsep modernisasi pertanian melalui era Revolusi Hijau. Pendekatan ini yang mengandalkan penggunaan pestisida, pupuk kimia, serta praktik pertanian monokultur 6 AgriQuran. Profil AgriQuran (Bandung, 2. 7 Vindi Husnul Khuluq and Setiawan bin Lahuri. AuPerkembangan Pertanian Dalam Peradaban Islam: SebuahTelaah Historis Kitab Al Filaha Ibnu Awwam,Ay Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam 8, no. 8 H Zamruddin Hasid et al. Ekonomi Sumber Daya Alam Dalam Lensa Pembangunan Ekonomi (Cipta Media Nusantara, 2. 9 Ir Tri Waluyo. Manajemen Agrobisnis Di Era Society 5. 0 (MEGA PRESS NUSANTARA, 2. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian dalam skala besar, telah berkontribusi pada kerusakan serius pada lahan pertanian. Dampaknya adalah banyaknya lahan pertanian yang menjadi tidak subur, mengalami degradasi dan tidak lagi produktif. Selain itu, modernisasi pertanian ini juga berdampak pada hilangnya pengetahuan lokal yang sebelumnya memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan dalam pertanian telah mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian yang dapat menciptakan masalah lebih luas. Hal ini berkontribusi terhadap kemerosotan ekonomi pertanian secara keseluruhan, yang pada gilirannya berdampak negatif pada degradasi lingkungan dan penurunan produksi pangan secara umum. Dari sudut pandang agama, praktik pertanian yang berlebihan dalam menggunakan pestisida, pupuk kimia, serta menerapkan pertanian monokultur dalam skala besar, seperti kebun kelapa sawit dan hutan tanaman industri, mungkin dianggap tidak selaras dengan nilai-nilai agama yang sering menempatkan keadilan dan keberlanjutan lingkungan sebagai hal yang penting. Dalam konteks agama Islam, pendekatan yang bijaksana adalah mencari solusi yang sesuai dengan nilai-nilai agama, yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilan, keseimbangan, dan kelestarian lingkungan. 12 Masyarakat Indonesia, sebagai individu yang menganut agama, tentu sangat menghormati prinsip-prinsip agama. Terlebih lagi, umat Islam sebagai kelompok mayoritas, sangat menghormati ajaran-ajaran Al-QurAan sebagai teks suci. Masyarakat petani Indonesia, yang sebagian besar memeluk agama Islam, pastinya akan lebih terpengaruh oleh nilai-nilai spiritual daripada pandangan atau opini dari para ahli, termasuk dalam bidang pertanian. Jika terdapat ajaran-ajaran Al-QurAan yang memberikan panduan positif terkait pertanian yang mendukung kesejahteraan masyarakat, tentu akan dengan sukacita diikuti. Tidak ada motivasi yang lebih kuat daripada motivasi yang bersumber dari dimensi spiritual. Dalam mayoritas masyarakat Muslim Indonesia, terdapat pemahaman keliru bahwa Al-QurAan hanya berfokus pada aspek ibadah ritual belaka. Walaupun pandangan ini tidak sepenuhnya salah, namun dalam praktik sehari-hari, terlihat bahwa Al-QurAan lebih banyak diterapkan dan dimanfaatkan dalam konteks ibadah ritual saja. Padahal, seharusnya AlQurAan dianggap sebagai pedoman dalam segala aspek kehidupan seorang Muslim. Konsep ini dikenal dengan istilah "membumikan Al-QurAan. "14 Ayat-ayat Al-QurAan yang membahas mengenai pertanian tersebar di berbagai surah di dalam Al-QurAan. Di negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim, kita dapat memperoleh pelajaran tentang hubungan harmonis dengan alam dan pengelolaan lingkungan yang ramah, terutama dalam konteks Contohnya: Jepang merupakan salah satu negara yang berhasil menunjukkan pengelolaan alam yang baik dan ramah lingkungan, terlihat dari berbagai laporan media. 10 Thomas Reuter and Graeme MacRae. Petani Kecil Untuk Ketahanan Pangan Global (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. 11 Fifian Permata Sari et al. Agribisnis: Strategi. Inovasi Dan Keberlanjutan (PT. Green Pustaka Indonesia, 12 S P Sitti Arwati. Pengantar Ilmu Pertanian Berkelanjutan (Penerbit Inti Mediatama, 2. 13 SPi Cocon. Akuakultur Dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan (Kencana Ratu Pualam (KRP) Press, 2. 14 Hendri Mulyadi. AuPertanian Dalam Prespektif Al-QurAanAy (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Bahkan, ada pernyataan dari seorang dai bahwa dalam hal menciptakan harmoni dengan alam, masyarakat Jepang justru lebih mengikuti prinsip-prinsip Islam daripada masyarakat Indonesia. Hal ini karena nilai-nilai terbaik untuk mencapai kemaslahatan hidup, baik dalam dunia maupun akhirat, sebenarnya merupakan nilai-nilai Islam. Islam dianggap sebagai agama yang sempurna, dan semua nilai-nilai yang sesuai dengan akal sehat secara wajar akan selaras dengan ajaran Islam. 15 Prinsip-prinsip kebaikan seperti keteraturan, keindahan, keramahan, kasih sayang, kerjasama, penghargaan terhadap sesama, kesederhanaan dan nilai-nilai kebajikan lainnya, sebenarnya merupakan bentuk nyata dari ajaran Islam itu Islam dianggap sebagai panduan hidup sempurna yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada manusia. Al-QurAan tidak diartikan sebagai sebuah buku yang memberikan pengajaran tentang ilmu-ilmu seperti fisika, kimia, biologi, geologi, antropologi, kedokteran, atau bidang Walaupun begitu, tidak bisa diabaikan bahwa dalam Al-QurAan juga terdapat petunjuk-petunjuk yang mengarah pada prinsip-prinsip mendasar dalam ilmu pengetahuan. Dalam sejumlah ayat. Al-QurAan mengajak kita untuk merenungkan tanda-tanda yang terdapat di langit, termasuk bintang-bintang dan fenomena alam lainnya. Al-QurAan juga secara khusus mendorong kita untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang terkait dengan alam, matematika, filsafat, sastra, serta bidang keilmuan lainnya. Dengan kata lain, meskipun Al-QurAan adalah sebuah buku keagamaan, bukan buku ilmiah, namun terdapat pesan-pesan penting di dalamnya yang merujuk pada fenomena-fenomena alamiah . l-ayat alkauniyA. Tidak dapat disangkal bahwa Al-QurAan memang merupakan sumber segala Thanthawi Jauhari, yang juga merupakan seorang mufassir yang paham tentang ilmu pengetahuan, menjelaskan hal tersebut. Dari lebih dari 750 ayat yang berbicara tentang keajaiban dunia. 18 sebagaimana dijelaskan, sejumlah di antaranya membahas tentang pertanian, di tengah berbagai ayat yang mengandung ilmu pengetahuan dan keajaiban Bahkan, dalam berbagai ayat. Allah menjelaskan banyak konsep dengan perumpamaan atau analogi, termasuk dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan dalam konteks pertanian. Seperti halnya dalam QS. Al-Baqarah . 19 Allah menjelaskan dalam Al-QurAan bahwa mereka yang memberikan harta mereka di jalan Allah, bagaikan kebun yang terletak di dataran tinggi. Kebun ini akan terus berbuah melimpah, baik saat diguyur hujan lebat atau hanya gerimis, menghasilkan buah-buahan dalam jumlah berlipat ganda. Pesan yang hampir serupa juga ditemukan dalam Surah Al-Kahfi . ayat Iskandar Maskun and Warief Djajanto Basorie. Mengangkat Masalah Lingkungan Ke Media Massa (Yayasan Obor Indonesia, 1. 16 Mulyadi. AuPertanian Dalam Prespektif Al-QurAan. Ay 17. 17 Mohammad Nor Ichwan. TafsirAoilmiy: Memahami Al Quran Melalui Pendekatan Modern (Menara Kudus, 18 Ilzam Hubby Dzikrillah Alfani. Mukhsin Mukhsin, and Fauzy Ramadhan. AuMeninjau Tafsir AlJawahir Fi Tafsir Al-QurAan Al-Karim Karya Thanthawi Jauhari Al-Misri: Biografi. Karakteristik. Dan Rasionalitas,Ay AL-AQWAM: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir 4, no. : 1Ae21. 19 AuPerumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia . ebun it. menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis . un Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Ay Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian 32-33,20 di mana Allah mengisahkan tentang dua kebun yang hasilnya tidak pernah berkurang sedikit pun. Dikatakan bahwa kedua kebun ini akan menghasilkan dua kali lipat lebih banyak, tanpa mengalami pengurangan sedikit pun. Dengan kuasa-Nya. Allah juga memberi kehidupan kepada bumi yang telah mati dengan menghidupkan berbagai macam biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan. Hal ini dijelaskan dalam QS. YAsn . ayat 33-35. Selain menggambarkan pertanian dalam sebuah perumpamaan. Allah juga menyampaikan bahwa melalui kenikmatan hasil pertanian, manusia dimaksudkan untuk selalu bersyukur atas karunia yang diberikan kepadanya, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-An'Am . 22 Ayat-ayat yang membahas pertanian memiliki makna yang sangat penting bagi manusia, mengajarkan tentang bagaimana Allah mengarahkan manusia dalam mengelola lahan pertanian. Pada dasarnya, kajian Al-QurAan tidak selalu berfokus pada teks Al-QurAan . a fil AlQurAoa. dan ma haul Al-QurAoan . ajian terhadap tafsir, ulumul qurAa. , namun bisa meluas sampai pada fenomena sosial yang terkait dengan keberadaan Al-QurAan di tengah komunitas muslim tertentu atau lain yang berinteraksi dengannya dalam kehidupan seharihari atau yang sering disebut Living QurAan, yakni Al-QurAan yang hidup dalam masyarakat. AgriQuran merupakan platform edukasi pertanian berbasis Al-QurAan dan pemberdayaan. Dalam profil dijelaskan bahwa AgriQuran memiliki misi memberi edukasi pemakmur bumi dan meningkatkan kesejahteraan. Juga visi dalam memakmurkan kehidupan melalui pertanian dengan inspirasi Al-QurAan. AgriQuran memiliki value untuk menjadikan pertanian selaras fitrah (Islamic value. Menariknya, komunitas AgriQuran ini ikut serta memberdayakan langsung santri tahfizh yang berada dekat dengan lokasi pertanian dan menerapkan sistem bagi hasil dengan para petani. AgriQuran hadir, menawarkan solusi pertanian yang berdasar nilai Al-QurAan melalui media dan berbagai kegiatan berbasis komunitas. Tujuannya menghidupkan kembali Islamisasi ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian. Mengamalkan kata pertama dalam Al-QurAan, yaitu AuIqraAy, bacalah. Mengamati dan mengambil pelajaran dari alam ciptaan-Nya. Mentadabburi ayat-ayat yang terkandung dalam kitab-Nya. Harapannya, aktivitas pertanian di negeri ini bisa menjadi semakin berkah. Karena hari ini, tak sedikit generasi yang hafal ayat Qauliyah . , namun tidak punya manfaat bagi alam, hingga 20 AuBerikanlah (Nabi Muhamma. kepada mereka sebuah perumpamaan, yaitu dua orang laki-laki. Kami berikan kepada salah satunya . ang kufu. dua kebun anggur. Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan Kami buatkan ladang di antara kedua . Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan tidak berkurang . sedikit pun. Kami pun alirkan sungai dengan deras di celah-celah kedua . Ay 21 AuSuatu tanda . ekuasaan-Ny. bagi mereka adalah bumi yang mati . andus lal. Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari . iji-bijia. itu mereka makan. Kami . menjadikan padanya . kebun-kebun kurma dan anggur serta Kami memancarkan padanya beberapa mata air. Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur?Ay 22 AuDialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa . entuk dan warnany. dan tidak serupa . Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya . pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang berlebih-lebihan. Ay 23 AgriQuran. Profil AgriQuran. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian justru tanpa sadar malah merusaknya. Atau generasi yang paham ayat kauniyah . , namun tidak mementingkan kelestarian karena buruknya akhlak dan agama. Maka dari itu. AgriQuran melakukan kegiatan edukasi sekaligus pemberdayaan kepada khalayak umum, petani, santri tahfizh dan jamaah masjid sekitar. Agar petani memiliki pegangan agama yang baik dan sejahtera, generasi muda yang sadar akan perannya sebagai pemakmur bumi . halifah fil Aard. dan jamaah masjid yang memiliki daya tarik untuk selalu datang ke masjid salah satunya karena melihat tanaman yang tumbuh di area lingkungan masjid. Berangkat dari fenomena tersebut, maka fokus kajian pada artikel ini ialah tentang bagaimana upaya yang dilakukan komunitas AgriQuran Kabupaten Bandung dalam mengiplementasikan ayat-ayat Al-QurAan ke dalam pertanian dan apa saja manfaat yang diperoleh setelah mengimpelementasikannya. Penelitian ini bersifat kualitatif24 dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR),25 sebagai sebuah metode penelitian yang dikembangkan oleh Kurt Lewin dan kemudian diperluas oleh Paulo Freire sebagai kritik terhadap model pendidikan tradisional dan praktik penelitian konvensional yang hanya melihat masyarakat sebagai objek. PAR bertujuan untuk mendorong aksi transformatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam penelitian, sehingga mereka tidak hanya menjadi subjek pasif, tetapi juga pelaku perubahan. Dalam PAR, peneliti bekerja bersama anggota komunitas untuk mengidentifikasi masalah dan solusi, tidak hanya mengumpulkan data untuk laporan, tetapi untuk menciptakan perubahan nyata yang meningkatkan kondisi hidup masyarakat. Metode ini menggabungkan tiga pilar utama: metodologi riset, aksi, dan partisipasi, dengan peneliti yang tidak memisahkan diri dari situasi masyarakat yang diteliti, serta berfokus pada kelompok yang terpinggirkan. PAR bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari belenggu ideologi dan relasi kekuasaan, serta mendorong pemberdayaan komunitas untuk memahami dan mengubah keadaan Sejarah Komunitas AgriQurAoan Penamaan komunitas AuAgriQuranAy diambil dari kata AuAgriAy dan AuQurAanAy yang berarti pertanian bervisi Al-QurAan. Dalam profil disebutkan latarbelakang yang mempengaruhi AgriQuran dalam memilih Al-QurAan sebagai pedoman dan panduan bertani yakni berdasarkan sejarah, bahwasannya sekitar 600 tahun sebelum Belanda datang ke Indonesia, di dunia Islam telah banyak ahli pertanian yang menyusun dasar ilmu agronomi dan botani modern. Komunitas AgriQuran mengusung visi pertanian yang berlandaskan pada Al-Qur'an, terinspirasi dari sejarah keilmuan pertanian dalam peradaban Islam, seperti yang tercermin dalam karya-karya tokoh-tokoh seperti Ibnu Al-Awwam dan kitabnya Kitab Al-Filaha. Komunitas ini berdiri sejak 2018 dengan fokus awal pada kegiatan menghafal Al-Qur'an, kemudian berkembang menjadi sebuah startup pada 2019 dan memperkenalkan berbagai inisiatif seperti pengoptimalkan lahan tidur pesantren di 24 Wahyudin Darmalaksana. AuMetode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka Dan Studi Lapangan,Ay Pre- Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung 5 . 25 Agus Afandi. AuParticipatory Action Research (PAR) Metodologi Alternatif Riset Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Transformatif,Ay in Workshop Pengabdian Berbasis Riset Di LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, vol. 53, 2020, 1689Ae1699. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Jawa Barat dan Sulawesi Tengah. Sejak 2021. AgriQuran mendapatkan pengakuan sebagai salah satu dari 10 startup terbaik yang menerima inkubasi dan pendanaan. Semangat komunitas ini terinspirasi oleh peran manusia sebagai khalifah di bumi, dengan tujuan menghindari pemborosan dan memanfaatkan lahan kosong secara maksimal. AgriQuran awalnya merupakan komunitas terbuka, namun seiring waktu, organisasi ini beralih menjadi sebuah startup dengan tim inti yang bertugas mengembangkan proyek secara lebih profesional. Keanggotaan dalam AgriQuran semakin melibatkan berbagai kalangan, dengan beberapa kegiatan yang kini berbayar, meskipun komunitas ini tetap menerima anggota yang mengikuti kegiatan baik gratis maupun berbayar. AgriQuran juga bekerja sama dengan Masjid Nur Shofa di Bandung untuk mengelola lahan tidak terpakai menjadi kebun komunal, dengan harapan menghasilkan manfaat bagi operasional masjid. Program ini masih dalam tahap perintisan, namun sudah ada langkah-langkah konkret seperti penanaman herbal mint dan penjualan alat pertanian. Selain itu. AgriQuran juga berencana untuk mengadakan workshop bagi anak-anak di sekitar masjid. Meski aktivitas ini lebih bersifat non-profit. AgriQuran berharap dapat mengembangkan kebun tersebut menjadi mandiri dalam jangka panjang. Aktivitas dan Program Komunitas AgriQuran Beberapa aktivitas dan program komunitas AgriQuran dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya. Tabel 1. Aktivas dan Program Komunitas Agri Quran Nama Kegiatan Deskripsi Kegiatan Berkebun Komunitas AgriQuran memiliki jadwal rutin dalam berkebun yakni pada hari Selasa & JumAat sore . aAda Asha. Dalam berkebun. AgriQuran menerapkan sistem pertanian alami sesuai tuntunan Al-QurAan yang baik dan benar sebagai wujud nyata memakmurkan bumi. Salah satunya dengan menggunakan pupuk kompos yang dibuat sendiri menggunakan sisa-sisa bahan kebun seperti sayuran kering yang sudah tidak terpakai dan mecampurkannya dengan sekam bakar. Aktivitas berkebun yang dilakukan AgriQuran sama seperti pada umumnya, dari mulai menanam, merawat, menyiram dan memanen. Edukasi Kegiatan Edukasi Komunitas AgriQuran tak hanya bergerak di lahan pertanian saja, namun punya value untuk memberikan edukasi baik secara online maupun offline. Saat pandemi, semua serba full online. Namun kini kegiatan edukasi berupa aktivasi kelas akan di aktifkan kembali dengan target minimal 1x offline pada setiap bulannya yang infonya di sebar ke audience melalui platform media sosial. Knowledge (Konte. Edukasi melalui konten pertanian dengan visi Al-QurAan dikemas secara menarik, update dan kekinian ditambah 26 AgriQuran. Profil AgriQuran. 27 Muhammad Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan (Kabupaten Bandung, 2. pada tanggal 9 November 2. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Bisnis AgriQurban AgriVisit Kebun Gizi Green House Green Sedekah dengan voice over dan cuplikan video yang relavan dengan isi konten. Di upload secara rutin dengan mayoritas berupa postingan video berdurasi pendek yakni 1-2 menit. platform media sosial, diantaranya: Instagram dengan user @agriquran. youtube dengan channel name agriquran. facebook agriquran. channel telegram agriquran dan Tiktok dengan user agriquran. Bisnis murni AgriQuran sebetulnya bergerak di bidang Media, pendekatan konten edukasi. Jika bisnis murninya itu jualan produk-produk olahan pertanian yang ada kaitannya dengan Agri dan Quran. Komunitas AgriQuran menjualnya dengan menggunakan aplikasi Tiktok. Mendorong memberi makan bagi yang membutuhkan (QS. Al-MaAun: . dengan berqurban (QS. Al-Kautsar: . sekaligus melestarikan lingkungan (QS. Hud: . AgriQurban ini berkolaborasi dengan savior dari Salman ITB yang membantu memberdayakan peternak lokal, sekaligus meretas kelaparan di pelosok Indonesia. Program ini mengusung konsep kurban hijau dengan pengemasan daging qurban menggunakan besek yang ramah lingkungan. Program kunjungan yang dilakukan komunitas AgriQuran ke berbagai wilayah pertanian dan perternakan di Jawa Barat untuk menambah pengetahuan dan menjalin relasi. Program ini di support oleh Santri Tahfizh di Hafzih QurAan Indonesia yang diberdayakan untuk membantu pembuatan video, produksi editing konten dalam membuat campaign agar lebih gencar lagi program Green Sedekah Kebun Gizi ini merupakan program baru untuk kebutuhan gizi lansia yang launching pada bulan Juli 2023. Bertempat di Depok, berkolaborasi dengan Rumah Zakat. Green House merupakan program yang membuka peluang bagi orang-orang yang mempunyai lahan dan ingin mengoptimalkan lahan tersebut untuk dikelola langsung oleh tim AgriQuran. Green Sedekah merupakan program sedekah sambil memakmurkan bumi melalui aktivitas bertani. Perolehan sedekah digunakan untuk membeli hasil panen bagi Program Inovasi Bidang Pertanian Ramah Lingkungan GreenHouse AgriQuran AgriQuran telah mengembangkan berbagai inovasi dalam bidang pertanian ramah lingkungan, termasuk dalam pengelolaan GreenHouse . umah kac. yang menghasilkan berbagai produk pertanian. Salah satu proyek yang menarik adalah pengembangan 28 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Pada tanggal 9 November 2024. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian GreenHouse Melon di Banten, yang menjadi salah satu unggulan AgriQuran dalam produksi pertanian berbasis teknologi modern. GreenHouse Melon ini memanfaatkan teknologi pertanian canggih yang memungkinkan hasil pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melon yang dihasilkan melalui sistem hidroponik di GreenHouse AgriQuran memiliki kualitas tinggi dan ramah lingkungan, mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya. Hal ini juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang dianut AgriQuran dalam setiap praktik pertaniannya. Sebagai bagian dari inisiatif untuk melibatkan masyarakat dalam proses produksi. AgriQuran membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar Banten untuk belajar mengenai teknik bertani melon dalam GreenHouse. Ini memberikan dampak positif tidak hanya pada sektor pertanian lokal, tetapi juga pada perekonomian masyarakat sekitar, di mana mereka dapat memanfaatkan teknologi yang diperkenalkan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian mereka. Selain itu. GreenHouse AgriQuran di Banten juga menjadi contoh dalam penerapan prinsip pertanian ramah lingkungan yang sesuai dengan ajaran Islam, di mana pertanian tidak hanya berfokus pada keuntungan materi tetapi juga pada kelestarian alam. AgriQuran juga berencana untuk memperluas proyek GreenHouse ini ke daerah lain, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari teknologi pertanian yang ramah lingkungan ini. AgriQuran mempunyai binaan yaitu Pondok Pesantren Syaamil Pemuda Bumi Langit. Komunitas AgriQuran memiliki binaan dalam bentuk AgriPreneur di Pondok Pesantren Syaamil Pemuda Bumi Langit yang mana kegiatannya adalah pertanian dan perdagangan dengan tujuan mendidik para santri untuk mandiri, bekerja keras dan bertanggung jawab. Pendidikan yang diberikan kepada para santri Pondok Pesantren Syaamil Pemuda Bumi Langit adalah pelatihan tentang pertanian dengan mendatangkan narasumber yang diundang dari luar komunitas AgriQuran yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Pelatihan dalam bentuk seminar-seminar tentang keilmuan pertanian. Salah satu proyek jangka pendek yang telah dilaksanakan adalah pengembangan GreenHouse Melon di Banten dan program AgriVisit yang bertujuan untuk mengedukasi petani lokal mengenai teknik-teknik pertanian yang lebih ramah lingkungan. AgriVisit AgriQuran untuk memperkenalkan konsep pertanian yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan keberlanjutan, program AgriVisit telah melakukan kunjungan ke berbagai lokasi pertanian yang telah menerapkan teknologi ramah lingkungan. Salah satu kunjungan yang penting adalah terkait dengan pengembangan pertanian kentang di Pangalengan. Dalam kunjungan ini. AgriQuran bekerja sama dengan petani lokal di Pangalengan untuk mengaplikasikan teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam budidaya kentang. Penggunaan teknik irigasi yang hemat air, pemupukan organik, dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam program ini. Dalam kunjungan tersebut, para peserta AgriVisit belajar langsung dari para petani di Pangalengan mengenai cara-cara bertani yang dapat meningkatkan hasil pertanian tanpa merusak 29 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Selain itu, kunjungan ini juga memberikan kesempatan bagi AgriQuran untuk memperkenalkan prinsip-prinsip pertanian yang sesuai dengan ajaran Islam, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. AgriVisit ini juga melibatkan komunitas lokal dan memberikan pelatihan kepada mereka tentang pertanian modern yang ramah lingkungan. Disamping pelatihan juga ada seminar seputar pertanian dengan mendatangkan narasumber-narasumber yang berkompeten dibidang pertanian untuk memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang pertanian. Setelah pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar juga yang diberikan kepada para petani penyuluhan tentang pengelolaan sampah organic menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan pupuknya untuk pertanian yang dilakukan oleh para petani kentang tersebut Dengan demikian, program ini tidak hanya membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertanian, tetapi juga memperkenalkan pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan pertanian. Hambatan dan Solusi AgriQuran menghadapi sejumlah hambatan dalam menjalankan programprogramnya. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, terutama dalam hal dana dan teknologi. Meskipun AgriQuran telah berhasil membangun GreenHouse dan melakukan program AgriVisit, pengembangan dan ekspansi proyekproyek ini memerlukan investasi yang cukup besar, baik dari segi modal maupun pengadaan peralatan pertanian canggih. Untuk mengatasi hal ini. AgriQuran telah menjalin berbagai kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk lembaga pendidikan, perusahaan swasta, dan organisasi non-pemerintah yang memiliki komitmen terhadap isu-isu lingkungan dan Melalui kerja sama ini. AgriQuran dapat memperoleh dukungan teknis, pelatihan, serta dana untuk mengembangkan infrastruktur pertanian yang lebih ramah Selain itu, dalam menghadapi hambatan terkait dengan keterbatasan pengetahuan di kalangan petani lokal. AgriQuran mengatasi hal ini dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang relevan melalui program AgriVisit. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai teknologi pertanian terbaru yang dapat meningkatkan hasil pertanian mereka secara berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis di lapangan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek pertanian. Projek Jangka Panjang dan Jangka Pendek AgriQuran merencanakan sejumlah proyek baik jangka panjang maupun jangka pendek yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan pertanian berbasis pada nilai-nilai Islam dan keberlanjutan. Salah satu proyek jangka pendek yang telah dilaksanakan adalah pengembangan GreenHouse Melon di Banten dan program AgriVisit yang bertujuan untuk mengedukasi petani lokal mengenai teknik-teknik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Proyek-proyek jangka panjang AgriQuran difokuskan pada pengembangan jaringan pertanian ramah lingkungan yang mencakup lebih banyak daerah di Indonesia. Salah satu rencana jangka panjang adalah memperluas proyek GreenHouse ke berbagai provinsi Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian lainnya, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, untuk memperkenalkan teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada petani di daerah-daerah tersebut. Dengan memperluas keberadaan GreenHouse AgriQuran, diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang lebih besar dalam hal peningkatan kualitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu. AgriQuran juga berencana untuk mengadakan kolaborasi lebih lanjut dengan lembaga pendidikan dan organisasi lintas agama untuk membahas isu-isu lingkungan yang lebih luas. Salah satu bentuk kerja sama ini adalah kolaborasi dengan UIN Jakarta, yang mengadakan diskusi tentang bagaimana agama-agama dapat berkontribusi dalam mengatasi isu-isu lingkungan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menggali potensi setiap agama dalam mendorong pelestarian lingkungan, serta bagaimana prinsip-prinsip agama dapat dijadikan landasan untuk menjalankan pertanian yang lebih berkelanjutan. Melalui proyek-proyek jangka panjang ini. AgriQuran berharap dapat menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bermanfaat bagi kelestarian alam dan masyarakat secara keseluruhan. Upaya Komunitas AgriQuran dalam Memanfaatkan Sumber Pertanian Tidak ada Lahan Kosong Lahan . yang tidak didiami dan diusahakan. Dalam Islam kita kenal dengan sebutan IhyaAo al-Mawat. IhyaAo al-Mawat merupakan upaya menghidupkan, mengelola dan mengolah tanah yang tidak terjamah oleh manusia sebelumnya, atau pernah dikelola namun ditelantarkan dalam kurun waktu yang lama. Islam menganjurkan agar manusia sebagai khalifah ikut serta dalam memakmurkan tanah . yang diamanahkan Allah Subhanahu Watala. IhyaAo al-Mawat sebagai isyarat dalam memakmurkan dan memanfaatkan bumi untuk kepentingan manusia, baik secara individu maupun kelompok. Semangat ini tercermin dengan penguasaan dan upaya dalam memberikan nikai pada sebuah kawasan yang awalnya tidak mempunyai manfaat sama sekali . ahan koson. menjadi lahan produktif karena dijadikan ladang pertanian, ditanami buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman lain. Semangat ihya . al-mawat . awasan yang tadinya tidak hidup. atau mat. Merupakan anjuran kepada setiap muslim untuk mengelola lahan agar tidak ada kawasan yang terlantar . idak bertua. dan tidak produktif. Terkait hal yang mubadzir, komunitas AgriQuran meresepsi ayat Al-QurAan dengan beranggapan bahwa lahan yang kosong berarti lahan yang tidak termanfaatkan dan terkelola dengan baik, dan hal tersebut termasuk hal yang mubadzir. Karena setan akan masuk ke segala aspek kehidupan, termasuk pertanian. Hal ini pun selaras dengan QS. Al-IsraA ayat Pada lahan utama yang dikelola oleh komunitas AgriQuran di lingkungan Masjid Nur Shofa terlihat banyak ditanami berbagai macam jenis tanaman seperti : rimpang30 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. pada tanggal 6 November 2024 31 Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian rimpangan . ahe, kunyit dl. Ada tanaman musiman yang sifatnya 30 hari panen (Kangkung. Bayem. Pakco. Lalu ada tanaman herbal (Daun mint, taragog, adas dl. Kacang panjang yang dipanen tiap 90 hari . Kemudian, ada tambulapot . anaman buah dalam po. seperti daun bidara, mulberry dan arbey. Sehingga dari sini disimpulkan bahwa tak ada lahan yang mubadzir, semua termanfaatkan dengan baik. Sampah organik dipilah menjadi pupuk Berdasarkan sifatnya sampah dibedakan menjadi 2 yakni sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahluk hidup dan bisa terurai alami oleh bakteri tanpa adanya campur tangan manusia, namun perlu diberikan suatu bahan tambahan untuk membantu proses penguraian. Sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk kompos yang diolah dan dimanfaatkan untuk pertanian. Masih berkaitan dengan aspek hal yang mubadzir pada QS. Al-IsraA ayat 27. Dalam pertanian, tentu sangat berpotensi memiliki bahan-bahan yang tak terpakai dan pada umumnya justru dibuang begitu saja. Namun demikian, lain halnya dengan komunitas AgriQuran yang terlihat memanfaatkan bahan-bahan dikebun sepeerti dari sampah daundaunan dan sayur-sayuran yang mengering ditambah dengan sekam bakar lalu dipilah untuk pembuatan pupuk kompos. Karena komunitas AgriQuran menerapkan sistem pertanian alami, maka tentu saja pupuk kompos sangat berguna untuk pertumbuhan tanaman yang di tanam di lahan, sekaligus sebagai pengganti pupuk kandang yang bersumber dari kotoran hewan yang harganya cukup mahal. Gambar 4. 1 Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos Merawat tanaman dengan baik Manusia adalah khalifah Allah di bumi dan juga di jagat raya, seperti yang dinyatakan pada QS. Al-Baqarah . Peran manusia sebagai khalifah yakni pemakmur bumi, tentu bukan hal yang mudah dilakukan. Karena ada amanah besar yang dititipkan didalamnya. Komunitas AgriQuran mengaitkan hal ini dengan petani menjadi aktivitas yang relavan secara langsung dalam memakmurkan bumi, beririsan dengan tanah. Hal ini selaras dengan QS. Al-Baqarah ayat . Komunitas AgriQuran senantiasa merawat tanaman dengan cara menyiraminya secara berkala sesuai kebutuhan. Kemudian, untuk menghindari penggunaan bahan kimia/pestisida secara berlebihan, komunitas AgriQuran menggantinya dengan pupuk 32 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Pada tanggal 7 November 2024 Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian alami seperti pupuk kompos dan pupuk kandang. Hal ini tentu membantu pertumbuhan tanaman untuk bisa bertumbuh dengan baik dan pastinya tidak merusak tanah. Sehingga tercapailah misi menjadi pemakmur bumi yakni khalifah fil ardh. Gambar 4. 2 Merawat tanaman oleh komunitas AgriQuran Senantiasa berusaha melibatkan Allah Aktivitas sebagai petani bisa berpotensi melalaikan fisik & hati seperti yang tertuang pada QS. Al-Hadid . Dari segi lalai fisik, aktivitas sebagai petani rentan meninggalkan shalat wajib 5 waktu. Hal ini karena, terlalu sibuk berada di lahan pertanian sehingga terkadang mengakhiri waktu shalat dan bahkan lupa waktu. Adapun dari segi lalai hati, aktivitas petani bisa rentan terhadap sifat sombong yang merasa bahwa berkat dirinyalah tanaman berhasil panen karena telah merawat dan menjaga tanaman dengan sebaik mungkin. Namun, petani terkadang lupa untuk bersyukur dan mengingat keberadaan Allah dengan segala kemudahan yang Allah berikan terlepas dari usaha yang dilakukan. Seperti: menurunkan air hujan, membuat cuaca terik yang memudahkan proses fotosintesis pada tumbuhan, tanah yang subur dan lain sebagainya. Kemudian jika petani mengalami gagal panen, petani butuh kesabaran dan berlapang dada untuk menerimanya. Padahal Allah bilang dalam sebuah hadits, bahwasannya petani itu selalu beruntung dengan apapun yang ditanam. Karena selalu ada pahala yang sudah tercatat dan bernilai di sisi-Nya, disamping menjadi pahala sedekah bagi hewan dan serangga disekitarnya. Aktivitas sebagai petani seharusnya bertawakkal kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin, salah satunya dengan cara berdoAa dan melaksanakan segala yang Allah perintahkan termasuk menunaikan kewajiban shalat 5 waktu. Dalam hal ini, komunitas AgriQuran selalu berusaha untuk melibatkan Allah dalam setiap aktivitas pertanian yang dilakukannya. Baik saat mulai menanam terdengar mengucap lafazh AubasmalahAy, berusaha untuk selalu konsisten dalam mencapai hasil yang maksimal, bersyukur dengan mengucap lafazh AuhamdalahAy dan bertawakal kepada Allah dengan meninggalkan seluruh aktivitas pertanian saat memasuki waktu shalat. 33 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Pada tanggal 13 November 2024 Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Gambar 4. 3 Shalat Maghrib berjamaah tepat waktu di Masjid setelah bertani Disamping itu, ternyata tidak hanya Komunitas AgriQuran yang menerapkan sistem Lewat pemberdayaan petani yang dilakukan oleh Mitra komunitas AgriQuran pun menerapkan sistem yang sama terhadap petaninya dalam menjaga shalat wajib 5 waktu. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Owner PT Madani Agri Lestari Pangalengan. Dapat disimpulkan bahwasannya PT Madani Agri Lestari yang berada di Pangelangan sebagai mitra komunitas AgriQuran, melakukan secara bertahap untuk memberi ruang waktu petaninya dalam menunaikan kewajibannya yaitu shalat wajib 5 Jika petaninya harus lembur, maka perusahaan tersebut memberikan fasilitias pendukung berupa musholla, tempat wudhu dan WC di gudang tempat AuUntuk ke arah pengajian sebetulnya bertahap, karena budaya yang mungkin belum terbiasa. Juga sibuk dengan keluarganya masing-masing. Tapi rencana kita akan ada pengajian rutin tiap bulan atau per-berapa bulan mengumpulkan semua karyawan di satu Jadi sementara ini, baru kita ingatkan ke yang wajib jangan sampai ketinggalan. Karena saya selalu tekankan, bagus tidaknya hasil pertanian tergantung sama yang ngatur Allah SWT. Kalau kita shalatnya ketinggalan, yah hasilnya juga bakal ketinggalan. Kita ngejar keberkahan. Ay34 Kemudian, direktur perusahaan mengungkapkan bahwa rencana kedepannya akan ada pengajian rutinan untuk para petaninya. Tapi untuk sat ini, berfokus pada yang wajib terlebih dahulu yakni shalat 5 waktu. Tak hanya itu, direktur perusahaan pun menekankan keterkaitan antara shalat 5 waktu dan pertanian. Bahwasannya bagus tidaknya hasil pertanian tergantung sama Allah yang mengatur. Kalau shalatnya saja ketinggalan, hasil pertaniannya pun akan ketinggalan juga. Pola AAbasa diet Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Dalam resepsi ayat Al-QurAan oleh komunitas AgriQuran disini berpandangan bahwa memang banyak jenis-jenis tumbuhan yang disebutkan di dalam AlQurAan. Tapi bukan berarti kita tidak boleh menanam selain yang disebutkan dalam AlQurAan tersebut. Karena tiap tanaman punya khasiat dan manfaatnya masing-masing. Oleh karena itu, menanam yang disesuaikan dengan kebutuhkan warga sekitar itupun tidak mengapa selama tanaman itu bermanfaat. 34 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Pada tanggal 23 November 2024 Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Pada lahan pertanian komunitas AgriQuran terdapat bagian dari legum . iji-bijia. , anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, buah-buahan dan rumput-rumputan. Namun kekurangannya, belum ada dari segi protein hewaninya karena komunitas AgriQuran fokus terhadap pertanian bukan perternakan. Hal ini selaras dengan komposisi makanan sehat bagi tubuh yang terdapat di di QS. Abasa ayat 24-32, yaitu 4/6 bagian buah, sayur dan rempah, 1/6 bagian kategori jenis biji-bijian, dan 1/6 bagian daging atau protein hewani Dikuatkan dengan riset dari Harvard, yaitu 2/4 buah dan sayur, 1/4 biji-bijian, dan 1/4 protein hewani. Tidak melakukan riba Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba sebagaimana pada QS. AlBaqarah . Dalam aktivitas pertanian yang dilakukan komunitas AgriQuran selalu berikhtiar untuk menghindari hal yang dilarang oleh Allah termasuk riba. Dari mulai menggunakan modal aktivitas pertanian yang tidak mengandung riba karena bersumber dari program Green Sedekah. Kemudian, transaksi jual beli pertanian yang tidak mengandung riba, juga menerapkan sistem bagi hasil sesuai syariat Islam yang tidak merugikan salah satu Menariknya, komunitas AgriQuran mempunyai mitra di Pangalengan yang berfokus pada pertanian kentang terbesar mencapai 15 hektar bernama PT Madani Lestari Asri. Founder-nya bernama Adie Bayu Putra yang mengungkapkan bahwasannya pertaniannya menerapkan 2 sistem pilihan pada petaninya. Dapat disimpulkan bahwa PT Madani Lestari Agri selaku mitra komunitas AgriQuran menerapkan dua pilihan yaitu sistem bagi hasil dan sistem full gaji. Sistem full gaji stabil dan stagnan tiap bulannya, ketika berhasil maka akan mendapat bonus tambahan. Namun, sistem bagi hasil itu disebut Marapat yang berarti Modal diambil, keuntungan Ketika untung, maka modal dipisahkan dan keuntungan dibagi dua. Ketiga rugi, kerugian ditanggung kedua belah pihak. Jadi disini sistem manajemennya saling menguntungkan, tidak ada pihak yang dirugikan. Tentu hal tersebut selaras dengan QS. AlBaqarah . ayat 275, yang tidak menerapkan sistem riba, yang menguntungkan salah satu pihak dan pihak lain dirugikan. Gambar 4. 4 Petani Kentang di Pangalengan Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Melakukan persaudaraan tanaman Pada pertanian di komunitas AgriQuran menerapkan konsep permakultur yakni ilmu untuk meniru pola alam. Karena pada dasanya, di alam itu memiliki beragam tanaman. Misalnya di hutan yang memang bukan ditanami oleh manusia tapi fitrahnya Allah kasih hutan itu beraneka ragam, tidak hanya terdapat satu pohon atau satu tanaman aja. Jika menggunakan sistem monokultur itu hanya perlu menanam satu tanaman namun terus menerus harus menginput benihnya. Sedangkan jika meniru pola alam, menggunakan tanaman-tanaman yang menahun seperti hutan. Pohon-pohonan dan buahbuahan itu ibaratnya hanya perlu melakukannya sekali, selebihnya hanya merawat lalu memanen, begitupun seterusnya. Jadi tidak perlu membajak lagi tanah, yang membuat ekosistemnya terjaga. Bahkan justru dapat mengundang ekosistem yang baru. Semakin lama semakin sehat tanahnya, tanamannya semakin besar, hewan-hewan dan mahluk lainnya juga semakin ramai menetap dan semakin hidup, itulah yang dimaksud membuat ekosistem Gambar 4. 5 Tanaman Brazil yang menahun Untuk memposisikan tanaman letaknya dimana itu memiliki kajiannya tersendiri. Lahan komunitas AgriQuran menanam tanaman yang bisa membenahi tanah terlebih dahulu karena masih tahap awal. Tanaman yang ditanam itu seperti legum . Karena legum itu mempunyai hubungan simbiosis mustualisme dengan bakteri yang ada di akarnya yang bisa menyerap nutrisi lebih di tanah. Agar tanaman yang selanjutnya di tanam di tanah tersebut akan lebih hidup. Hal ini selaras dengan yang dikatakan salah satu pengurus komunitas AgriQuran Setelah komunitas AgriQuran menanam tanaman legum . acang-kacanga. di lahan tidur untuk menghidupkan kembali tanahnya. Komunitas AgriQuran menanam pohon yang sifatnya menahun dan jangka panjang seperti : mullbery dan pohon lemon agar selanjutnya hanya merawat dan memanennya. Disamping menanam tanaman musiman yang tanahnya perlu digemburkan terus menerus ketika menanam yang bisa merusak kehidupan di tanah. Seperti yang dikatakan salah satu pengurus komunitas AgriQuran. Setelah menanam tanaman musiman seperti kangkung, komunitas AgriQuran perlu menggemburkan tanah kembali dicampur dengan pupuk kompos yang telah dibuat. Lalu memberinya kembali benihnya dan menyiramnya. Pupuk kompos yang digunakan terbuat dari bahan-bahan sisa kebun seperti sayur-sayuran kering yang ditambah dengan sekam Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Pada lahan utama yang di kelola oleh komunitas AgriQuran, ditanami tanaman yang musiman dan juga menahun. Lahan 80% berisi tanaman menahun 80% seperti pepaya dan bayam brazil untuk menjaga ekosistem tanah yang telah dibuat dan 20% tanaman musiman seperti kangkung dan pakcoy untuk menghasilkan hasil kebun dalam jangka cepat. Menurut Taufiq Hamzah sebagai konsultan kebun, selama ini pada umumnya kebanyakan orang mengetahui menanam tanaman dan mengusir hamanya. Namun, sebenarnya pada pola alam itu yang namanya hama itu tidak ada. Setelah membuat satu tanaman . enanam padi misalny. , istilah hama itu baru ada. Karena hama itu dianggap sesuatu yang mengganggu produksian kita. Padahal di alam itu tidak ada hama, semuanya saling makan karena ada rantai makanan. Yang kita lihat ada hama itu cuman satu rantai aja, karena kalau rantainya ga putus, cuman dua itu, gabakal jadi masalah hama. Menariknya, persaudaraan tanaman pun dilakukan oleh mitra komunitas AgriQuran yakni PT Madani Lestari Astri. Dari lahan total 15 hektar yang tersebar di beberapa titik, petani disini menerapkan sistem Tumpang Sari untuk memanfaatkan lahan dan Tanaman inti yang ditanam yakni tanaman kentang. Di sela-sela tanaman terdapat pohon kopi untuk mengacaukan penciuman serangga agar tidak merusak tanaman Disamping itu, petani menanam tanaman musiman seperti sawi, kol, wortel, lemon dan Hambatan yang dirasakan pada petani ialah faktor cuaca, hama dan air. Untuk meminimalisir gagal panen, sistem Tumpang Sari ini sangat membantu petani untuk menutup kerugian. Tanaman tambahan yang ditanam disesuaikan dengan permintaan pasar. Gambar 4. 6 Tanaman Kopi yang Tumbuh di Sela-Sela Tanaman Kentang Manfaat yang diperoleh dari pertanian di komunitas AgriQuran Setelah mengimplementasikan ayat-ayat Al-QurAan dalam pertanian di komunitas AgriQuran dengan berupaya maksimal, terdapat beberapa manfaat yang diperoleh, antara lain sebagai berikut: Menghasilkan Makanan Halal & Thayyib Dengan mengupayakan pertanian ilmiah, yang menghindari pestisida berbahan kimia, komunitas AgriQuran merasakan perbedaan dari hasil panennya, yang Insyaa Allah Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian dijamin halal dan thayyib karena di tanam di lahan sendiri Gambar 4. 13 Tanaman kangkung yang halal & thayyib Tumbuhan bermanfaat untuk sekitar Komunitas AgriQuran berpandangan bahwa kemenangan seorang petani tidak hanya dari keberhasilannya memanen. Tapi ketika tumbuhan yang bermanfaat untuk sekitar itu pun menjadi kemenangan. Hal ini terjadi jika petani tidak mengandalkan pertanian sebagai penghasilan utama dalam kehidupan sehari-hari. Karena lahan pertanian komunitas AgriQuran terletak pada lingkungan Masjid Nur Shofa, terasa sekali manfaatnya untuk jamaah masjid lingkungan sekitar. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh salah satu pengurus DKM Nur Shofa. AuRespon warga cukup baik, ada interaksi, bersyukur juga ada kebon di lingkungan masjid, keingintahuan tanaman yang ditanamnya, kalau panen tertarik pada beli, bahkan hasil panen dibagiin ke ibu-ibu jamaah pengajian. Ay. Kalau di Masjid Nur Shofa ini terhitung baru bekerjasama dengan AgriQuran, tapi sangat terasa manfaatnya. Ibaratnya dulu kebun yang dibawah Masjid itu tidak keurus, lahannya tidak terpakai dalam artian mubadzir. Dan kini sudah mulai termanfaatkan. Dengan ada aktivitas pertanian komunitas AgriQuran, banyak orang yang terlibat juga. Buat yang bantu-bantu dibawah tapi juga sedikit-sedikit dari warga mulai ada interaksi. Salah satu pengurus DKM Nur Shofa pun mengakui bahwasannya keberadaan komunitas AgriQuran yang memanfaatkan lahan yang kosong untuk pertanian disambut baik oleh warga sekitar. Khususnya di kalangan orang tua. Bapak-bapak yang suka shalat wajib di masjid dan ibu-ibu yang suka ngaji di masjid. Kemudian, di masjid terdapat obrolan baru sebagai sarana edukasi. AuDisamping hasil panen, komunitas AgriQuran pun melakukan pemberdayaan. Nah pemberdayaan yang kita inisiasi itu program sedekah sampah, jadi nanti jamaah sekitar itu bisa mensedekahkan sampah nya baik organic maupun anorganik, nanti kita kasih benefit berupa bibit yang Insyaa Allah kedepannya di eksekusi. Bibit ada yang beli, ada yang nyemai sendiri. Kang taufik . engurus komunita. itu ada juga kebun di rumahnya, biasanya beliau pas tanamannya udah tua, beliau ambil untuk disemai lagi. Trus juga ini kan Alhamdulillah ada beberapa komunitas yang nyambung seperti seni tani , beberapa bibit itu dari mereka juga. Au Dapat disimpulkan bahwasannya pertanian yang dilakukan AgriQuran di lahan lingkungan Masjid Nur Shofa, bermanfaat untuk warga sekitar. Disamping memberi hasil panen, komunitas AgriQuran pun melakukan pemberdayaan berupa program sedekah Baik sampah organik mapun anorganik. Yang bisa ditukar dengan bibit untuk disemai sendiri dirumahnya masing-masing. Hal ini selaras dengan QS. Al-MuAminun ayat 1, yakni kemenangan sorang petani dalam memanen dan mendapatkan hasil panen yang bermanfaat untuk sekitar. 35 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Pada tanggal 30 November 2024. 36 Farras. Wawancara Dengan Founder AgriQurAoan. Pada tanggal 30 November 2024. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2025 http://ejournal. id/index. php/perada Siti dan Juni Studi Living QurAoan dalam Praktik Pertanian Kesimpulan AgriQuran telah mengembangkan berbagai inovasi dalam bidang pertanian ramah lingkungan, termasuk dalam pengelolaan GreenHouse yang menghasilkan berbagai produk Salah satu proyek yang menarik adalah pengembangan GreenHouse Kentang di PT Madani Agri Lestari Pangalengan, yang menjadi salah satu unggulan AgriQuran dalam produksi pertanian berbasis teknologi modern. GreenHouse Kentang ini memanfaatkan teknologi pertanian canggih yang memungkinkan hasil pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kentang yang dihasilkan melalui sistem hidroponik di GreenHouse AgriQuran memiliki kualitas tinggi dan ramah lingkungan, mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya. Hal ini juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang dianut AgriQuran dalam setiap praktik pertaniannya, pengabdian yang dilakukan oleh pengabdi adalah melakukan pendampingan dalam kegiatan seperti memberikan Workshop Digitalisasi untuk menambah Pengetahuan dan Kemampuan yang harus dimiliki oleh para karyawan dan petani di PT Madani Agri Lestari Pangalengan, pendampingan yang lain memberikan Seminar Religi untuk peningkatan dalam hal Implementasi Akhlakul Karimah yang memberikan keberkahan untuk semuanya. Pendamping juga memberikan penyuluhan tentang Pengolahan Sampah Organik menjadi pupuk. Komunitas AgriQuran memiliki binaan dalam bentuk AgriPreneur di Pondok Pesantren Syaamil Pemuda Bumi Langit yang mana kegiatannya adalah pertanian dan perdagangan dengan tujuan mendidik para santri untuk mandiri, bekerja keras dan bertanggung jawab. Pendidikan yang diberikan kepada para santri Pondok Pesantren Syaamil Pemuda Bumi Langit adalah pelatihan tentang pertanian dengan mendatangkan narasumber yang diundang dari luar komunitas AgriQuran yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Pelatihan dalam bentuk seminar-seminar tentang keilmuan pertanian. Salah satu proyek jangka pendek yang telah dilaksanakan adalah pengembangan GreenHouse Melon di Banten dan program AgriVisit yang bertujuan untuk mengedukasi petani lokal mengenai teknik-teknik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Daftar Pustaka