Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Hubungan Pertumbuhan Pribadi. Hubungan Positif dengan Orang Lain, dan Penerimaan Diri dengan Stres Mahasiswa Penyusun Tugas Akhir Universitas Teuku Umar 2024 The Relationship Between Personal Growth. Positive Relations with Others, and SelfAcceptance with Stress Among Thesis Students at Teuku Umar University in 2024. Maiza Duana1*. Azrina Sufi Nasution2. Idarul Hafni3. Safrida4. Muliane5 1, 2, 3, 5 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Teuku Umar Jl. Alue Peunyareng. Kec. Meurebo. Kab. Aceh Barat. Aceh. Indonesia. Program Studi Gizi. Universitas Teuku Umar Jl. Alue Peunyareng. Kec. Meurebo. Kab. Aceh Barat. Aceh. Indonesia. *E_mail: maizaduana@utu. Received date :15-09-2025 Revised date :24-09-2025 Accepted date :28-09-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 93 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) dan skala tingkat stres, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PWB yang tinggi . ,0%), dengan dimensi pertumbuhan pribadi menjadi aspek yang paling menonjol, sementara hubungan positif dengan orang lain masih merupakan aspek yang perlu Sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang . ,0%), dan hasil analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PWB dan tingkat stres . = 0,. , di mana mahasiswa dengan PWB tinggi cenderung mengalami stres ringan hingga sedang. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri berperan sebagai faktor pelindung terhadap stres akademik. Oleh karena itu, penguatan PWB melalui pengembangan diri, peningkatan kualitas interaksi sosial, serta penyediaan dukungan psikologis sangat penting untuk mendorong kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa. Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis. pertumbuhan pribadi. hubungan positif dengan orang penerimaan diri. Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Page | 145 Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh AbstractThis study aims to analyze the relationship between personal growth, positive relations with others, and self-acceptance with stress levels among final-year students at Teuku Umar University who are preparing their thesis. This research employed a quantitative method with a cross-sectional approach, involving 93 students as respondents. Data were collected using the Psychological Well-Being (PWB) questionnaire and a stress level scale, then analyzed descriptively and through the Chi-square test. The results showed that the majority of students had a high level of PWB . 0%), with personal growth being the most prominent dimension, while positive relations with others remained an aspect that needed improvement. Most students experienced moderate stress levels . 0%), and the relationship analysis indicated a significant association between PWB and stress levels . = 0. , where students with high PWB tended to experience mild to moderate stress. These findings highlight that personal growth, positive relations with others, and self-acceptance act as protective factors against academic stress. Therefore, strengthening PWB through self-development, enhancing the quality of social interactions, and providing psychological support are essential to promote mental health and academic success among students. Keywords: Psychological Well-Being. personal growth. positive relations with others. PENDAHULUAN Mahasiswa merupakan individu pada jenjang pendidikan tinggi yang menghadapi tuntutan akademik yang kompleks seiring dengan meningkatnya Selain menghadapi beban tugas akademik, mahasiswa juga dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun hubungan sosial, mengatur keuangan, serta menyeimbangkan kegiatan organisasi atau pekerjaan paruh waktu. Bagi mahasiswa tingkat menyusun tugas akhir atau skripsi, tekanan cenderung meningkat akibat tenggat waktu, tuntutan akademik, dan harapan dari dosen pembimbing (Fadli et al. , 2021. Gunawan & Safitri, 2. Tugas akhir atau skripsi merupakan karya ilmiah yang berfungsi Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai salah satu syarat kelulusan dan akademik seseorang dalam merancang penelitian, menganalisis data, serta menyusun laporan ilmiah secara Proses penyusunan skripsi matang, manajemen waktu yang baik, serta konsentrasi tinggi. Namun, tidak menyelesaikannya tepat waktu karena berbagai faktor penghambat internal dan eksternal. Faktor internal seperti rendahnya motivasi, rasa takut gagal, dan manajemen waktu yang kurang baik sering menjadi penyebab stres. Sedangkan faktor eksternal seperti keterbatasan akses literatur, kurangnya bimbingan yang memadai, atau revisi berulang dari dosen pembimbing dapat Page | 146 Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. mahasiswa (Putri & Mulyani, 2022. Hidayat & Rahmawati, 2. Stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir menjadi isu penting karena berdampak pada kesejahteraan psikologis, prestasi akademik, serta kesehatan mental secara umum. Stres akademik didefinisikan sebagai respons fisiologis, emosional, dan perilaku yang muncul ketika tuntutan akademik melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya (Lazarus & Folkman. Tingkat stres yang tinggi dapat motivasi belajar, hingga gangguan kesehatan fisik, yang pada akhirnya menghambat kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir secara efektif (Reeve, 2018. Maslach & Leiter. Psychological Well-Being (PWB) atau kesejahteraan psikologis merupakan indikator penting dalam menilai kondisi mental dan psikologis Ryff . 9, 1995, 2. menjelaskan bahwa PWB mencakup enam dimensi utama, yaitu penerimaan diri . elf-acceptanc. , hubungan positif dengan orang lain . ositive relations with other. , otonomi, penguasaan pertumbuhan pribadi . ersonal growt. Mahasiswa dengan tingkat PWB yang baik cenderung mampu mengelola stres mempertahankan motivasi belajar, dan menyelesaikan tugas akademik tanpa mengalami gangguan psikologis yang berarti (Ryff & Singer, 2008. Diener et , 2. Sebaliknya, mahasiswa P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh dengan PWB yang rendah lebih rentan mengalami stres berlebihan, kesulitan menyelesaikan tugas akhir, serta penurunan kualitas hidup secara keseluruhan (Sari et al. , 2020. Fitria & Rahma, 2. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan negatif antara stres akademik dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Sari et al. dan Putri & Mulyani . menemukan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologisnya. Hasil ini sejalan dengan temuan Hidayat & Rahmawati . yang menegaskan bahwa stres akademik yang tidak terkelola dapat mengganggu kesehatan mental serta kinerja Namun hubungan antara stres akademik dan PWB pada mahasiswa tingkat akhir di Indonesia masih terbatas, khususnya pada konteks Universitas Teuku Umar. Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Teuku Umar menghadapi berbagai tantangan dalam proses penyusunan tugas akhir, seperti revisi berulang dari dosen pembimbing, kesulitan mencari literatur yang relevan, keterbatasan waktu, serta tekanan untuk segera lulus tepat waktu (Fadli et al. , 2. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan tingkat stres akademik dan memengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, penting untuk Page | 147 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. dilakukan penelitian yang menelaah hubungan antara PWB dan stres akademik pada mahasiswa tingkat Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi psikologis mahasiswa serta menjadi dasar bagi pengembangan program tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Psychological Well-Being dan tingkat stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Teuku Umar yang sedang menyusun tugas akhir . Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi lembaga mengurangi stres akademik, serta memperkuat kesejahteraan psikologis agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan lebih efektif dan dalam kondisi mental yang lebih baik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional untuk menilai hubungan antara Psychological WellBeing (PWB) dan tingkat stres akademik pada mahasiswa Universitas Teuku Umar. Penelitian dilaksanakan pada 22Ae30 Maret 2024 di lingkungan Universitas Teuku Umar. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang sedang menyusun skripsi pada semester genap Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh tahun 2024, sebanyak 1. 401 mahasiswa dari enam fakultas dan 20 program Teknik pengambilan sampel berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 93 responden. Kriteria inklusi meliputi mahasiswa yang bersedia menjadi responden, sedang menulis skripsi, dan terdaftar aktif. Kriteria eksklusi adalah mahasiswa yang tidak bersedia berpartisipasi atau tidak sedang menyusun skripsi. Seluruh partisipasi bersifat sukarela dengan pengisian lembar persetujuan . nformed consen. secara daring, dan data responden dijaga kerahasiaannya sesuai prinsip etika Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner daring (Google For. yang mencakup: Skala Psychological Well-Being (PWB) dikembangkan oleh Ryff . dan dikaji kembali oleh Ryff & Keyes . Skala ini terdiri atas enam dimensi (Autonomy. Environmental Mastery. Purpose in Life. Personal Growth. Positive Relations with Others, dan Self-Acceptanc. dengan penilaian menggunakan skala Likert 1Ae6. Subskala stres dari Depression Anxiety Stress Scale (DASS-. dikembangkan oleh Lovibond & Lovibond . , terdiri atas 14 item dengan empat pilihan jawaban: tidak pernah, kadang-kadang, sering, dan Uji validitas dan reliabilitas terhadap kedua instrumen dilakukan Page | 148 Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Hasil menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai korelasi item-total > 0,30 dan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,87 untuk skala PWB serta 0,91 untuk subskala stres DASS-42, yang menandakan bahwa kedua instrumen memiliki validitas dan reliabilitas yang Validitas konstruk masing-masing instrumen juga merujuk pada penelitian asli oleh Ryff . dan Lovibond & Lovibond . , yang telah terbukti secara internasional. Data sekunder diperoleh dari jumlah mahasiswa penyusun skripsi di setiap fakultas. Variabel independen adalah Psychological Well-Being (PWB), sedangkan variabel dependen adalah stres akademik. Skor PWB dikategorikan menjadi rendah . Ae. , sedang . Ae. , dan tinggi . Ae. Skor stres dikategorikan menjadi normal . Ae. , ringan . Ae. , sedang . Ae. , dan berat . Ae. Analisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel, dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (NA) untuk menilai hubungan antara PWB dan stres akademik dengan bantuan program SPSS. Jika nilai expected count < 5 digunakan FisherAos Exact Test, sedangkan untuk tabel lebih besar dari 2y2 digunakan uji Pearson Chi-Square atau Continuity Correction. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini melibatkan 93 mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar yang sedang menyusun tugas akhir . Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Persentase . (%) Total Tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21 tahun . ,2%), diikuti oleh usia 22 tahun . ,2%). Sebagian besar responden berada pada usia produktif untuk menyelesaikan pendidikan sarjana. Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Frekuensi Persentase Kelamin . (%) Laki-laki Perempuan Total Tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan . ,9%), sedangkan laki-laki berjumlah 16,1%. Page | 149 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Tabel 3. Distribusi Berdasarkan Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Kesehatan Ekonomi Teknik Perikanan dan Ilmu Kelautan Pertanian Total Responden Frekuensi . Persentase (%) Sebaran keterwakilan dari berbagai fakultas di Universitas Teuku Umar sehingga hasil penelitian bersifat representatif. Tabel 4. Distribusi Psychological WellBeing (PWB) Mahasiswa Kategori Frekuensi Persentase PWB . (%) P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Tinggi Sedang Rendah Total Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PWB tinggi . ,0%), sedangkan 43,0% berada pada kategori sedang. Tidak ada responden dengan PWB Tabel 5. Distribusi Tingkat Stres Mahasiswa Kategori Frekuensi Persentase Stres . (%) Normal Ringan Sedang Berat Total Sebagian besar mahasiswa berada pada tingkat stres sedang . ,0%), diikuti stres ringan . ,1%), dan stres berat . ,9%). Tabel 6. Hubungan Psychological Well-Being dengan Tingkat Stres Kategori Ringan Sedang Berat Total p-value PWB Tinggi Sedang 0,033* Total p < 0,05 menunjukkan hubungan signifikan (Uji Chi-Square Hasil Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,033 (< 0,. yang berarti terdapat hubungan signifikan antara psychological wellbeing dan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar. Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Pembahasan Hasil dengan tingkat Psychological WellBeing (PWB) tinggi cenderung mengalami stres ringan, sedangkan mahasiswa dengan PWB sedang lebih banyak mengalami stres sedang hingga Page | 150 berat. Temuan ini konsisten dengan teori Ryff (Ryff & Keyes, 1995. Ryff, 2. , yang menyatakan bahwa mencerminkan kemampuan individu dalam menerima diri, menjalin hubungan positif dengan orang lain, lingkungan, memiliki tujuan hidup, serta bertumbuh secara pribadi. Mahasiswa dengan PWB tinggi memiliki kapasitas lebih baik dalam mengatur emosi, berpikir positif, dan menilai tekanan akademik sebagai tantangan, bukan ancaman. Penelitian mendukung hubungan negatif antara stres akademik dan PWB. Kuswanto et . menemukan bahwa stres akademik berhubungan negatif dengan mahasiswa, namun dampak tersebut dapat diminimalkan oleh lifeAecollege balance yang baik. Artinya, mahasiswa yang mampu menyeimbangkan waktu antara kuliah dan kehidupan pribadi cenderung lebih tahan terhadap stres. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Bragat et al. yang menunjukkan bahwa stres akademik dan perilaku menurunkan kesejahteraan mental mahasiswa teknik. Faktor perilaku penghindaran tugas berperan penting dalam memperkuat hubungan antara stres dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, studi terbaru oleh Benytez-Agudelo melaporkan bahwa stres akademik yang berkelanjutan berdampak negatif pada kualitas tidur, regulasi fisiologis, dan kesehatan mental mahasiswa secara Temuan tersebut menekankan bahwa stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan efek jangka panjang pada kesejahteraan psikologis dan fisik mahasiswa. Hal ini preventif di lingkungan kampus untuk menghindari berkembangnya stres menjadi gangguan psikologis yang lebih serius. Dalam penelitian ini, dimensi personal growth menunjukkan skor tertinggi, menandakan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu melihat tantangan akademik sebagai proses pengembangan diri. Namun, dimensi positive relations with others memiliki skor terendah, yang mengindikasikan bahwa dukungan sosial dari lingkungan sekitar masih terbatas. Padahal, dukungan sosial terbukti berperan penting dalam menurunkan tingkat stres akademik (Hidayat & Rahmawati. Lestari & Yuliani, 2. Dukungan dari teman sebaya dan dosen pembimbing dapat memberikan rasa terisolasi, serta meningkatkan motivasi menyelesaikan tugas akhir. Kondisi stres sedang yang dialami mayoritas mahasiswa dapat berperan adaptif sebagai pendorong motivasi untuk menyelesaikan tugas akhir (Reeve, 2. Namun, jika stres meningkat menjadi berat, hal ini dapat meningkatkan risiko kecemasan dan gangguan tidur. Oleh karena itu. Page | 151 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 18 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. menjaga kesejahteraan psikologis menjadi aspek penting agar mahasiswa mampu menghadapi tekanan akademik secara efektif. Secara penelitian ini menegaskan bahwa PWB berfungsi sebagai faktor protektif terhadap stres akademik. Mahasiswa dengan kesejahteraan psikologis tinggi memiliki regulasi emosi yang lebih baik, rasa penerimaan diri yang positif, serta kemampuan berpikir konstruktif dalam menghadapi tekanan akademik (Deci & Ryan, 2. Sebaliknya, mahasiswa dengan PWB rendah cenderung memiliki mekanisme koping yang kurang adaptif (Sulastri & Widyaastuti, 2. , yang pada akhirnya memperburuk kondisi stres mereka. Implikasi Praktis Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting bagi pihak Pertama, pendidikan perlu menyediakan program peningkatan kesejahteraan psikologis melalui pelatihan manajemen stres, mindfulness training, dan layanan konseling akademik. Kedua, dosen memberikan umpan balik yang konstruktif agar mahasiswa merasa lebih didukung secara emosional. KESIMPULAN Mayoritas mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar memiliki tingkat Psychological Well-Being (PWB) yang tinggi, terutama pada dimensi personal growth, yang Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Ketiga, mengembangkan program peer support atau komunitas pendamping skripsi yang berfokus pada keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menurunkan stres dan meningkatkan PWB mahasiswa (Frontiers in Psychology, 2. Batasan Penelitian Penelitian beberapa keterbatasan yang perlu Pertama, cross-sectional menjelaskan hubungan sebab-akibat antara PWB dan stres akademik secara Kedua, ukuran sampel yang relatif kecil . = . dan berasal dari satu universitas dapat membatasi generalisasi hasil penelitian. Ketiga, menimbulkan response bias karena bergantung pada kejujuran responden. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal, melibatkan lebih banyak variabel mediator atau moderator seperti lifeAecollege balance dan coping memperluas pemahaman terhadap fenomena ini pentingnya pengembangan diri dalam Namun, dimensi positive relations with others masih perlu ditingkatkan mengingat peran penting dukungan sosial dalam mengelola stres. Sebagian Page | 152 besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang, dan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PWB dan tingkat Mahasiswa dengan PWB tinggi cenderung mengalami stres ringan hingga sedang dibandingkan mereka yang memiliki PWB sedang. Integrasi antara personal growth, positive relations with others, dan selfacceptance menunjukkan bahwa PWB berfungsi sebagai faktor protektif terhadap stres akademik. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan psikologis melalui penguatan aspekaspek tersebut dapat berkontribusi pada kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa. SARAN Diharapkan mahasiswa tingkat pengembangan diri dan hubungan sosial yang positif. Universitas juga perlu menyediakan layanan konseling serta pendampingan akademik untuk membantu mahasiswa mengelola stres selama proses penyusunan tugas akhir. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor lain yang dapat memengaruhi stres akademik, seperti dukungan sosial atau strategi koping, dengan jumlah sampel yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi selama proses penelitian berlangsung. Penulis juga berterima kasih kepada pihak Universitas Teuku Umar, khususnya para responden mahasiswa tingkat akhir yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada keluarga dan rekan-rekan yang selalu semangat, serta bantuan dalam menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA