Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 337-349 Determinan Yang Mempengaruhi Minat ODHIV Untuk Melakukan Tes Viral Load Di Kabupaten Tulungagung Determinant Influencing The Interest of PLHIV In Conducting Viral Load Testing in Tulungagung District Candra Idawati1. Byba Melda Suhita2. Prima Dewi Kusumawati3 1,2,3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Strada Indonesia . -mail: candraidawati85@gmail. com Jl. Manila No. Kota Kediri. Jawa Timur. Indonesi. ABSTRAK Tes viral load adalah tes yang digunakan untuk melihat bagaimana kondisi pasien sesudah mendapat terapi ARV dan mendeteksi kegagalan ART lebih dini. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui determinan faktor yang mempengaruhi minat ODHIV melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ODHIV On ARV yang ada di Kabupaten Tulungagung dengan jumlah 1. 149 dan sampel yang terpilih dengan cluster random sampling sejumlah 297 responden dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petugas terhadap minat tes viral load. Faktor yang paling mempengaruhi minat tes viral load adalah peran petugas. Faktor yang mempengaruhi minat seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan antar lain umur, pendidikan, pengetahuan, akses terhadap informasi, akses ke pelayanan kesehatan, dukungan tenaga kesehatan dan sosial budaya. Peran petugas kesehatan menjadi faktor dominan sehingga perlu ditingkatkan dalam memberikan komunikasi, informasi dan edukasi terkait viral load melalui sosialisasi, konseling individu, penyuluhan kelompok, media promosi kesehatan, media sosial, dan lainnya. Kata Kunci: Akses Layanan. Dukungan. Peran Petugas. Minat Tes Viral Load ABSTRACT A viral load test is a test used to assess a patient's condition after receiving ARV therapy and to detect early ART failure. The purpose of this study was to determine the determinants of factors influencing the interest of PLHIV (People Living with HIV) in undergoing viral load testing in Tulungagung Regency. This study design was a quantitative, observational, and analytical study with a cross-sectional approach. The population in this study were all PLHIV on ARV in Tulungagung Regency, totaling 1,149, and a sample of 297 respondents selected by cluster random sampling using a questionnaire instrument. The results showed a significant influence between access to screening services, peer support, family support, and the role of health workers on interest in viral load testing. The factor that most influenced interest in viral load testing was the role of health workers. Factors that influence a person's interest in undergoing health checks include age, education, knowledge, access to information, access to health services, support from health workers, and socio-cultural factors. The role of health workers is a dominant factor, so it needs to be improved in providing communication, information, and education related to viral load through outreach, individual counseling, group counseling, health promotion media, social media, and others. Keywords: Access To Services. Support. Role Of Officers. Interest In Viral Load Testing Candra Idawati. Byba Melda Suhita. Prima Dewi Kusumawati :Determinan Yang Mempengaruhi A. PENDAHULUAN Di Indonesia secara kumulatif sampai dengan bulan Mei 2024 telah ditemukan kasus HIV sebesar 406. 729 orang atau 81 % dari estimasi ODHIV . 261 oran. Dari angka penemuan kasus HIV tersebut yang mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) 022 orang atau 50 % dari ODHIV yang telah ditemukan. Padahal secara global telah ditetapkan target 95 % ODHIV yang ditemukan harus mendapat terapi ARV. Di sisi lain capaian ODHIV yang terapi ARV (ODHIV on ART) yang akses pemeriksaan viral load sebesar 74. 862 orang atau 37 % dari ODHIV on ART yang eligible atau memenuhi syarat viral load (Kemenkes RI, 2. Adapun kondisi di Provinsi Jawa Timur sampai dengan Mei 2024 telah ditemukan kasus HIV sebanyak 86. 875 orang atau 121,6 % dari estimasi ODHIV . Dari angka penemuan kasus HIV tersebut yang mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) sebesar 30. 895 orang atau 35,6 % dari ODHIV yang telah ditemukan dan masih dibawah rata-rata angka nasional . %). Padahal secara global telah ditetapkan target 95 % ODHIV yang ditemukan harus mendapat terapi ARV. Di sisi lain capaian ODHIV yang terapi ARV (ODHIV on ART) yang akses pemeriksaan viral load sebesar 14. orang atau 48,5 % dari ODHIV on ART yang eligible atau memenuhi syarat viral load (Dinkes Provinsi Jawa Timur, 2. Laju persebaran HIV di Kabupaten Tulungagung tidak jauh berbeda dengan angka Jawa Timur maupun nasional. Hal ini di karenakan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Dari data yang ada jumlah kasus HIV secara kumulatif sampai dengan 2024 sebesar 4. 027 orang atau 133 % dari estimasi ODHIV . 026 oran. dengan ODHIV on ART nya sebesar 1. 149 orang atau 28,5 %. Sedangkan capaian tes viral load sebesar 109 orang atau 9,5 % (Dinkes Kabupaten Tulungagung. Dari data nasional sampai dengan daerah yang masih menjadi permasalahan adalah capaian ODHIV yang akses ARV dan periksa viral load. Seseorang melakukan suatu tindakan/ perilaku selalu didahului dengan sikap, niat dan minat. Berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh Cheong . di Malaysia menunjukkan bahwa pengaruh orang lain . ebaya, keluarga, sosia. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat melakukan pemeriksaan CVD . ardiovascular Diseas. dengan koefisien= 0,406. Selain itu akses ke layanan periksa dalam hal ini waktu pelayanan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat melakukan pemeriksaan CVD . ardiovascular Diseas. dengan koefisien = 0,645. Selain itu menurut Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 337-349 Theory of Planned Behavior menjelaskan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh niat mereka, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh tiga faktor: sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Minat/niat adalah prediktor langsung dari perilaku. Semakin kuat minat/niat seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk benar-benar melakukan perilaku tersebut. Penanggulangan HIV memiliki manfaat kesehatan masyarakat yang luas dan berkontribusi pada kemajuan pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDG. tahun 2030, terkait dengan mengakhiri kematian yang dapat dicegah dari anak berusia di bawah 5 tahun, memerangi penyakit menular (SDG 3. , termasuk HIV dan menyediakan akses universal untuk perawatan kesehatan reproduksi (SDG 3. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030, termasuk eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak dan eliminasi sifilis kongenital. Komitmen tersebut ditandai dengan dikeluarkannya beberapa kebijakan dan peningkatan pendanaan (Kemenkes RI, 2. Sebagai bentuk komitmen tersebut. Kementrian Kesehatan Menyusun strategi penanggulangan HIV. AIDS dan IMS yang mengacu pada strategi global dengan alur cepat dan menargetkan pencapaian target Au90-90-90Ay pada tahun 2027. Target ini diperbaharui pada tahun 2021 menjadi Au95-95-95Ay pada tahun 2027. Target 95-95-95 meliputi: 95% ODHIV mengetahui status HIV . , 95% ODHIV yang terinfeksi HIV tetap mendapatkan terapi ARV . , dan 95% ODHIV yang mendapat terapi ARV mengalami supresi virus . Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. ODHIV yang melakukan pemeriksaan viral load di Kabupaten Tulungagung pada Tahun 2023 yang berasal dari ODHIV baru hanya sebesar 12 % . ebanyak 8 orang dari 63 orang yang seharusnya melakukan tes viral load di bulan ke 6 setelah ARV). Masih rendahnya capaian tes viral load di Tulungagung dari target 95% menyebabakan hal ini masih menjadi permasalahan di Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan kondisi di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang determinan faktor yang mempengaruhi minat ODHIV melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung. Dengan hal tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam penentuan kebijakan di Kabupaten Tulungagung khususnya terkait peningkatkan perilaku tes viral load pada ODHIV. Candra Idawati. Byba Melda Suhita. Prima Dewi Kusumawati :Determinan Yang Mempengaruhi A. METODE Metode penelitian dalam penulisan ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat . oint time approac. , artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Probability sampling dengan jenis Cluster Random Sampling. Teknik sampling ini digunakan melalui dua tahap yaitu menentukan sampel fasilitas pelayanan kesehatan dan menentukan obyek/individu dalam hal ini adalah ODHIV on ARV yang ada pada fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan teknik cluster random sampling akan diperoleh pemerataan sampel untuk masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ODHIV on ARV di Kabupaten Tulungagung dengan jumlah 297 responden. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petugas terhadap minat ODHIV melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung. Adapun instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk menganalisis pengaruh akses layanan periksa, dukungan sosial dan peran petugas terhadap minat ODHIV melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan uji validitas serta uji relabilitas. Dalam penelitian ini setelah data ditabulasi, kemudian diolah yang meliputi masalah penelitian, kemudian pengujian masalah penelitian dengan menggunakan AuRegresi LogistikAy dimana pada proses perhitungan dibantu menggunakan Statistic Product And Solution Servis (SPSS). Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dengan Nomor 0223423/EC/KEPK/I/02/2025 oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas STRADA Indonesia. HASIL Responden dalam penelitian ini adalah ODHIV on ART di Kabupaten Tulungagung dengan sampel sebanyak 297 orang dengan distribusi berdasarkan karakteristik responden (Tabel. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 337-349 Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden ODHIV On ART di Kabupaten Tulungagung Karakteristik Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Usia 15-24 tahun 25-59 tahun > 60 tahun Total Berdasarkan Tabel 1 distribusi karakteristik responden, proporsi tertinggi terdapat pada kelompok usia 25Ae59 tahun yaitu 81,1%, sedangkan yang terendah adalah kelompok usia di atas 60 tahun sebesar 7,4%. Dari segi jenis kelamin, responden didominasi lakilaki sebesar 60,9% dan paling sedikit adalah perempuan sebesar 39,1%. Dalam kajian demografi, ada beberapa alasan mengapa proporsi ODHIV (Orang dengan HIV) di beberapa wilayah atau kelompok populasi cenderung lebih banyak laki-laki, meskipun secara global, perempuan dan anak perempuan merupakan 53% dari total orang yang hidup dengan HIV (UNAIDS, 2. Tabel 2 Distribusi Karakteristik Variabel Penelitian Minat ODHIV Tes VL di Kabupaten Tulungagung Karakteristik Akses Layanan Periksa Baik Cukup Kurang Dukungan Sebaya Baik Cukup Kurang Dukungan Keluarga Baik Cukup Kurang Peran Petugas Baik Cukup Kurang Minat ODHIV Tes VL Minat Tidak Minat Total 72,73 6,06 21,21 78,79 6,40 14,81 54,88 0,67 44,44 95,96 2,36 1,68 81,14 18,86 Candra Idawati. Byba Melda Suhita. Prima Dewi Kusumawati :Determinan Yang Mempengaruhi A. Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki akses layanan periksa kategori baik sebanyak 216 orang . ,73%). Pengukuran akses layanan periksa disini meliputi Affordability. Availability. Accessibility. Accommodation. Acceptability. Faktor pembiayaan pemeriksaan, jarak dan waktu tempuh ke tempat pelayanan pemeriksaan, serta jam operasional pelayanan akan mempengaruhi responden (ODHIV) untuk memiliki minat melakukan tes viral load atau tidak. Dan sebagian besar responden memiliki dukungan sebaya kategori baik sebanyak 232 orang . ,11 %). Dukungan yang dimaksud disini meliputi dukungan emosional, instrumental, informasi dan penilaian. Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori baik sebanyak 163 orang . ,88 %). ODHIV yang mendapat dukungan keluarga merasa diterima, berarti, dan tidak didiskriminasi. Hal ini penting untuk menunjang semangat mereka agar bisa terus menjalani hidup dengan produktif. Sedangkan untuk variabel peran petugas sebagian besar responden mendapatkan dukungan/peran petugas kategori baik sebanyak 285 orang . ,96 %). Peran petugas dalam mendukung minat ODHIV melakukan tes viral load meliputi peran sebagai komunikator, motivator, fasilitator dan konselor. Variabel dependen yakni minat ODHIV untuk tes viral load menunjukkan hasil bahwa sebagian besar responden memiliki minat tes viral load sebanyak 241 orang . ,14 %). Tabel 3 Hasil Uji Regresi Logistik Variabel Akses Layanan Dukungan Sebaya Dukungan Keluarga Peran Petugas Constant 0,516 0,406 0,479 0,941 -4,438 0,178 0,196 0,174 0,473 1,450 Wald 8,344 4,298 7,557 3,955 9,368 Sig. 0,004 0,038 0,006 0,047 0,002 Exp(B) 1,675 1,501 1,615 2,564 0,012 Berdasarkan hasil analisis Regresi Logistik (Tabel . , menunjukkan bahwa akses layanan periksa berpengaruh terhadap minat ODHIV tes VL dengan nilai p-value 0,004 < 0,05, dukungan sebaya memiliki pengaruh terhadap minat ODHIV tes VL dengan nilai pvalue 0,038 < 0,05 , dukungan keluarga juga memiliki pengaruh terhadap minat ODHIV tes VL dengan nilai p-value 0,006 < 0,05 dan peran petugas juga berpengaruh terhadap minat ODHIV tes VL dengan p-value 0,047 < 0,05. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis Regresi Logistik menunjukkan ada pengaruh akses layanan periksa terhadap minat ODHIV melakukan tes Viral load di Kabupaten Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 337-349 Tulungagung. Akses merupakan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Menurut Swarjana . menyebutkan ada lima dimensi akses pelayanan kesehatan yakni Affordability. Availability. Accessibility. Accommodation. Acceptability. Faktor pembiayaan pemeriksaan, jarak dan waktu tempuh ke tempat pelayanan pemeriksaan, serta jam operasional pelayanan akan mempengaruhi responden (ODHIV) untuk memiliki minat melakukan tes viral load atau tidak. Kemampuan atau kemauan ODHIV untuk membayar biaya pemeriksaan, ketersediaan asuransi kesehatan, persepsi klien terhadap total cost dari pelayanan kesehatan dan kemungkinan untuk bisa membayarnya juga menjadi bagian yang mempengaruhi responden untuk minat untuk akses pemeriksaan viral load. Selain itu, ketersediaan pelayanan kesehatan yang mencakup ketersediaan tenaga kesehatan, ketersediaan fasilitas atau alat yang dibutuhkan, teknologi dan juga ketersediaan informasi tentang pemeriksaan viral load ikut menentukan timbulnya minat. Menurut Mentari . akses ke layanan kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni jenis kelamin, jarak tempat tinggal ke fasilitas pelayanan kesehatan, biaya transportasi, kualitas pelayanan, penghasilan dan pandangan masyarakat terhadap Menurut Dowhaniuk . faktor yang mempengaruhi akses layanan periksa adalah waktu perjalanan ke layanan periksa dan kemiskinan di Uganda. Sedangkan menurut Menap . faktor yang mempengaruhi minat seseorang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan antar lain dukungan lingkungan . eluarga dan sosia. , pengetahuan, persepsi, karakter dan manajemen dari pemberi layanan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis Regresi Logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan sebaya terhadap minat ODHIV untuk tes VL di Kabupaten Tulungagung nilai p-value 0,038 < 0,05. Dalam pandangan Sarafino dan Smith, dukungan sosial diartikan sebagai suatu bentuk kenyamanan, perhatian, penghargaan, atau bantuan yang dirasakan individu dari orang atau kelompok lain (Ainia,2. Dukungan sebaya ini diperlukan karena terkadang seseorang lebih terbuka terhadap teman sebaya daripada keluarga atau yang lainnya. Menurut Cooper . dukungan sebaya sangat efektif dalam meningkatkan beberapa hasil pemeriksaan klinis, efikasi diri dan pemulihan. Menurut Krisnana,et al . kelompok dukungan sebaya dapat berperan untuk memberikan support dalam dimensi informasional, emosional, penghargaan dan instrumnetal. Cheong . di Candra Idawati. Byba Melda Suhita. Prima Dewi Kusumawati :Determinan Yang Mempengaruhi A. Malaysia menunjukkan bahwa pengaruh orang lain . ebaya, keluarga, sosia. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan koefisien= 0,406. Dalam buku psikologi perkembangan, penyebab timbulnya minat tergantung pada jenis kelamin, intelegensia, lingkungan tempat tinggal, kesempatan, minat teman sebaya, status dalam kelompok sosial, minat keluarga dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis Regresi Logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga terhadap minat ODHIV untuk tes VL di Kabupaten Tulungagung. Azzahra . menyebutkan dukungan keluarga sangat penting bagi pendampingan penderita penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup klien. Semakin baik dukungan keluarga akan semakin baik pula kualitas hidup penderita penyakit kronis. Mengingat begitu besarnya dukungan keluarga bagi ODHIV dan berdasar analisa juga ada pengaruh terhadap minat ODHIV melakukan tes viral load, maka harus semakin diupayakan agar ODHIV tersebut membuka status HIV nya kepada keluarga. Secara garis besar penyebab timbulnya minat dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu yang bersumber dari dalam diri individu . eperti umur, jenis kelamin, pengalaman, kepribadian, perasaan mamp. dan yang berasal luar seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis Regresi Logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh peran petugas terhadap minat ODHIV untuk tes VL di Kabupaten Tulungagung . Menurut Potter dan Perry peran tenaga kesehatan dibagi menjadi beberapa yakni sebagai komunikator, motivator, fasilitator dan konselor. Sebagai komunikator, diharapkan petugas kesehatan memberikan informasi yang benar, tepat dan jelas agar meyakinkan ODHIV tentang pentingnya tes viral load sehingga akan timbul minat ODHIV untuk melakukan tes viral load. Sebagai motivator, harus mampu memotivasi dan mengarahkan ODHIV untuk mengenali masalah kesehatan yang sedang dialami dan selanjutnya secara sadar ODHIV tersebut memiliki minat tes viral load secara rutin setahun sekali. Sebagai fasilitator, harus mampu menjadi fasilitator khusus seperti menyediakan waktu dan tempat ketika pasien/klien ingin bertanya secara lebih mendalam dan tertutup. Sebagai konselor, peran ini sangat diperlukan ODHIV dikarenankan sensitivitas, konfidensialitas serta masih adanya stigma diskriminasi. Menurut Afrilita . faktor yang mempengaruhi minat seseorang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan antar lain sikap, peran petugas kesehatan dan efek samping tindakan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 337-349 Dari keseluruhan hasil uji statistik diatas dapat diinterpretasikan bahwa variabel independen . kses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petuga. secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel dependen . inat ODHIV tes VL). Dari tabel model summary maka dapat diinterpretasikan bahwa keempat variabel independen yakni akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petugas berpengaruh terhadap variabel dependen . inat ODHIV tes VL) dengan proporsi sebesar 21,4 %. Oleh karena dapat dikatakan bahwa keempat faktor yakni akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petugas berpengaruh terhadap minat ODHIV melakukan tes viral load baik pengaruh secara parsial . endiri-sendir. dan pengaruh secara simultan . ersama-sam. Hal ini sejalan dengan Ringo . menyebutkan faktor yang mempengaruhi minat seseorang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan antar lain umur, pendidikan , pengetahuan, akses terhadap informasi, akses ke pelayanan kesehatan, dukungan tenaga kesehatan dan sosial Faktor dengan Exp(B) terbesar dan nilai p-value yang signifikan dianggap sebagai faktor yang paling dominan. Berdasarkan hasil analisis Regresi Logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi minat ODHIV untuk tes Viral load adalah peran petugas. Dengan demikian peran petugas kesehatan perlu dioptimalkan dalam mendorong dan mempengaruhi ODHIV agar minat melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung. Tentunya tanpa mengesampingkan faktor yang lain yakni akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan faktor lain yang tidak diteliti. Layanan pemeriksaan viral load di Kabupaten Tulungagung hanya berada di satu layanan kesehatan yakni RSUD dr. Iskak Tulungagung. Dengan keterbatasan layanan tempat pemeriksaan viral load menjadikan kesempatan ODHIV untuk mendapatkan pelayanan tes viral load menjadi terbatas sehingga harus mengoptimalkan sumber daya yang ada seperti biaya, waktu, jam pelayanan. Di sisi lain ketersediaan bahan habis pakai untuk pemeriksaan viral load khususnya cartridge tergantung dari alokasi Kementrian Kesehatan RI yang dalam pengalokasiannya dibagi rata dengan kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia sehingga hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri agar tidak menjadi penghalang ODHIV untuk mendapat pemeriksaan viral load. Di Kabupaten Tulungagung, terdapat kelompok dukungan sebaya ODHIV yang bernama Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) AuHope CommunityAy yang didukung oleh Candra Idawati. Byba Melda Suhita. Prima Dewi Kusumawati :Determinan Yang Mempengaruhi A. pendanaan dari Global Fund. KDS ini memiliki kegiatan rutin setiap bulan berupa pertemuan penguatan psikososial yang diisi dengan materi kesehatan, psikologi dan diadakan di layanan kesehatan secara bergantian. Diharapkan dengan KDS menjadi wadah dalam memberikan dukungan edukasi dan motivasi untuk minat ODHIV melakukan tes viral load secara rutin. Selain itu dampingan kepatuhan minum ARV juga menjadi salah satu kegiatan dampingan yang dilakukan oleh pendamping sebaya. Bersama-sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung. LSM Redline dan Cesmid dan Dinas Kesehatan selalu melakukan kegiatan untuk memberikan dukungan emosional, sosial, penerimaan diri , nutrisi dan lain sebagainya kepada ODHIV yang ada di Kabupaten Tulungagung. Dukungan keluarga juga dapat berupa bantuan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti transportasi ke rumah sakit untuk kontrol rutin atau pengambilan obat, membantu mengingatkan ODHIV untuk minum obat Antiretroviral (ARV) secara teratur. Kepatuhan minum obat ARV adalah kunci untuk menekan virus, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah penularan. Keluarga dapat membantu ODHIV mencari informasi tentang layanan kesehatan, konseling, dan kelompok dukungan yang tersedia. Sebaliknya, kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan terhadap pengobatan, penurunan kualitas hidup, masalah kesehatan mental dan tidak ada minat untuk melakukan tes viral load. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada keluarga mengenai HIV/AIDS sangat penting agar mereka dapat memberikan dukungan yang optimal bagi anggota keluarga yang terinfeksi. Petugas kesehatan harus memastikan bahwa lingkungan layanan kesehatan bebas dari stigma. Sikap yang non-judgemental dan suportif akan mendorong ODHIV untuk lebih berani dan terbuka dalam mengikuti semua prosedur, termasuk tes viral load. Melakukan pencatatan dan pelaporan yang teratur dan akurat akan membantu petugas kesehatan dalam memantau kepatuhan pasien terhadap tes viral load dan mengidentifikasi pasien yang belum pernah atau jarang melakukan tes. SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa determinan faktor yang mempengaruhi minat ODHIV melakukan tes viral load yakni akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petugas baik pengaruh secara parsial . endiri-sendir. dan pengaruh secara simultan . ersama-sam. dengan proporsi sebesar 21,4 % dan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi minat ODHIV untuk tes Viral Load adalah Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 : 337-349 peran petugas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam menentukan intervensi kesehatan khususnya dalam meningkatkan cakupan tes viral load pada ODHIV di Kabupaten Tulungagung dengan menitikberatkan pada faktor peran petugas kesehatan dalam melakukan edukasi, komunikasi, motivasi terhadap minat ODHIV melakukan tes viral load. Selain itu, dengan fenomena tingginya kasus HIV pada ibu rumah tangga di Kabupaten Tulungagung perlu mendapat penanganan yang komprehensif melalui penjaringan/ skrining pada kelompok risiko tinggi baik populasi kunci maupun populasi berisiko sesuai dengan amanah SPM bidang kesehatan yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Selain itu, diharapkan bagi peneliti selanjutnya memperdalam dan menambah determinan faktor lain yang lebih sepesifik yang mempengaruhi minat ODHIV melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis berterima kasih kepada Anna Sapti Saripah. SKM. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian ini. Dr. Desi Lusiana Wardhani. SKM,M. Kes, atas masukan dan dukungan yang telah diberikan. Semoga segala dukungan yang diberikan mendapatkan balasan terbaik. DAFTAR PUSTAKA