SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. lppm-unasman. id/index. php/sipissangngi SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. ISSN. : 2775-2054 PENDAMPINGAN PKBM WAHYURI BERBASIS ANDRAGOGI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SOSIAL DAN PERUBAHAN SIKAP WARGA DESA Article history Received: 15 September 2025 Revised: 15 September 2025 Accepted: 17 September 2025 DOI: 10. 35329/jp. 1Sulihin Azis, 1Nur Hafsa Yunus MS, 2Muhammad Ali P, 3Ashabul Kahfi 1Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2Program Studi Pendidikan Matematika, 1Program Studi Teknik Informatika. Universitas Al Asyariah Mandar *Corresponding author Hafsanur29@gmail. Abstrak Kegiatan pendampingan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wahyuri di Desa Kenje Kecamatan Campalagian bertujuan meningkatkan partisipasi sosial dan perubahan sikap warga melalui pendekatan pendidikan orang dewasa berbasis andragogi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan JuliAeAgustus 2025 dengan melibatkan 26 peserta yang terdiri atas warga belajar, tutor, dan pengelola PKBM. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi, serta Instrumen evaluasi berupa preAepost test, observasi partisipasi, dan wawancara singkat dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator pembelajaran: pemahaman konsep andragogi meningkat dari 15% sebelum kegiatan menjadi 70% setelah pelatihan, partisipasi aktif warga belajar naik dari 25% menjadi 65%, serta motivasi melanjutkan pendidikan formal maupun nonformal bertambah dari 30% menjadi 75%. Selain itu, peserta mengembangkan keterampilan dasar kewirausahaan dan literasi digital yang mendukung keberlanjutan pembelajaran di tingkat desa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan konsep andragogi melalui PKBM efektif dalam memperkuat partisipasi sosial, menumbuhkan sikap positif, dan memperluas kesempatan belajar seumur hidup bagi masyarakat desa. Kata kunci: andragogi. PKBM. partisipasi sosial. perubahan sikap. pendidikan orang dewasa Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Warga di PKBM Wahyuri Desa Kenje Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Sulihin Azis, dkk. / Pemdampingan PKBM Wahyuri Berbasis Andragogi Sebagai Upaya A PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara tanpa memandang usia, latar belakang sosial, maupun status ekonomi. Namun, realitas di banyak desa di Indonesia menunjukkan masih rendahnya tingkat partisipasi pendidikan pada kelompok usia dewasa, terutama yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan berpendidikan rendah. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya kemampuan warga dalam meningkatkan kualitas hidup, mengembangkan keterampilan, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan sosial-ekonomi desa (Merriam & Baumgartner, 2. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir sebagai salah satu strategi pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan nonformal, termasuk program kesetaraan dan pelatihan berbasis keterampilan. PKBM berfungsi sebagai sarana pendidikan sepanjang hayat yang dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat (Alwi & Indriyani, 2. Namun, implementasi PKBM masih menghadapi tantangan seperti rendahnya motivasi belajar, keterbatasan sumber daya, dan minimnya inovasi metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik orang dewasa (Partikasari et al. , 2. Dalam konteks ini, pendekatan andragogi menjadi relevan karena menekankan prinsip bahwa orang dewasa belajar secara efektif apabila dilibatkan secara aktif, dihargai pengalamannya, serta diberikan materi yang kontekstual dan sesuai kebutuhan hidupnya (Knowles. Holton, & Swanson, 2. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep andragogi dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan keterampilan warga belajar dewasa dalam berbagai program pendidikan nonformal (Raharjo & Suminar, 2016. Simanjuntak et al. , 2. Desa Kenje. Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu wilayah dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Berdasarkan observasi awal, sebagian besar orang dewasa di desa ini hanya menamatkan sekolah dasar, bahkan ada yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya kemampuan literasi, keterampilan kewirausahaan, dan partisipasi sosial warga. Padahal, peningkatan pendidikan orang dewasa sangat penting untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan desa serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-10 tentang pengurangan kesenjangan (UNESCO, 2. Beberapa studi sebelumnya telah menunjukkan efektivitas pendekatan pendidikan nonformal berbasis andragogi dalam meningkatkan keterampilan warga belajar. Misalnya, penelitian Partikasari et al. menemukan bahwa model pembelajaran partisipatif mampu meningkatkan kemampuan sosial dan kemandirian peserta. Sementara itu, studi Alwi & Indriyani . menegaskan bahwa inovasi pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dan teknologi digital memperkuat motivasi serta keterlibatan warga dalam pendidikan sepanjang hayat. Meskipun demikian, kajian empiris yang secara khusus mendokumentasikan implementasi andragogi di PKBM desa dengan kondisi sosial-ekonomi terbatas masih jarang dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendampingan PKBM Wahyuri di Desa Kenje dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi sosial dan perubahan sikap warga belajar melalui pendekatan andragogi. Penelitian/pengabdian ini berupaya mengisi kesenjangan literatur dengan menyajikan bukti empiris mengenai efektivitas penerapan konsep andragogi di tingkat komunitas desa serta kontribusinya terhadap keberlanjutan pembelajaran orang dewasa. METODE Desain Kegiatan Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan participatory action dengan model pendampingan berbasis andragogi. Kegiatan dirancang dalam bentuk kolaborasi Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Sulihin Azis, dkk. / Pemdampingan PKBM Wahyuri Berbasis Andragogi Sebagai Upaya A antara tim pengabdian. PKBM Wahyuri, dan warga belajar untuk memastikan proses berjalan partisipatif, kontekstual, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Lokasi dan Waktu Kegiatan dilaksanakan di PKBM Wahyuri. Desa Kenje. Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar. Pelaksanaan berlangsung pada bulan JuliAeAgustus 2025, dengan total tiga kali pertemuan tatap muka utama ditambah sesi pendampingan dan Peserta Peserta kegiatan berjumlah 26 orang, terdiri atas: 20 warga belajar PKBM Wahyuri . sia 18Ae55 tahun, mayoritas tamatan SD), 4 tutor, dan 2 pengelola PKBM. Tahapan Kegiatan Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahapan utama: Sosialisasi . Koordinasi dengan pengelola PKBM dan pemerintah desa terkait perencanaan . Identifikasi kebutuhan belajar dan permasalahan warga melalui diskusi awal. Pelatihan . Penyampaian materi konsep andragogi dan pendidikan orang dewasa melalui metode diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman. Pelatihan kewirausahaan sederhana . engolahan hasil pertanian/produk rumah . Pelatihan literasi digital dasar bagi tutor dan warga belajar. Pendampingan . Tim pengabdian mendampingi tutor dan warga belajar dalam penerapan konsep andragogi di kelas. Pendampingan dilakukan dengan memberi umpan balik langsung, memfasilitasi diskusi, dan mendorong partisipasi aktif peserta. Evaluasi dan Keberlanjutan . Evaluasi dilakukan di setiap akhir sesi melalui refleksi bersama, kuesioner sederhana, dan diskusi kelompok. Pada tahap akhir, disusun rencana keberlanjutan program bersama PKBM Wahyuri. Instrumen Evaluasi Untuk mengukur capaian kegiatan digunakan beberapa instrumen, yaitu: PreAepost test untuk menilai pemahaman peserta terhadap konsep andragogi dan materi Lembar observasi partisipasi untuk mencatat keterlibatan warga dalam diskusi, praktik, dan kegiatan kelompok. Wawancara singkat untuk mengetahui perubahan sikap, motivasi melanjutkan pendidikan, dan harapan peserta terhadap keberlanjutan program. Teknik Analisis Data Data dianalisis secara kombinasi: Deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung peningkatan skor preAepost test dan persentase keterlibatan warga. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis hasil wawancara dan catatan observasi, terutama terkait perubahan sikap, motivasi, dan persepsi peserta. Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Sulihin Azis, dkk. / Pemdampingan PKBM Wahyuri Berbasis Andragogi Sebagai Upaya A HASIL DAN PEMBAHASAN Peserta Kegiatan Kegiatan pendampingan PKBM Wahyuri diikuti oleh 26 peserta, terdiri dari 20 warga belajar, 4 tutor, dan 2 pengelola PKBM. Peserta mayoritas berada pada rentang usia 18Ae55 tahun, dengan latar belakang pendidikan sebagian besar tamat SD. Keikutsertaan ini menunjukkan adanya antusiasme masyarakat untuk memperoleh kesempatan pendidikan nonformal meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Hasil PreAePost Test Evaluasi awal menunjukkan bahwa pemahaman peserta terhadap konsep pendidikan orang dewasa berbasis andragogi masih rendah, hanya 15% yang mampu menjawab benar sebagian besar pertanyaan. Setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan, tingkat pemahaman meningkat menjadi 70%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode partisipatif yang diterapkan berhasil memperkuat kapasitas belajar orang dewasa. Tabel 1. Hasil Evaluasi Pemahaman dan Partisipasi Peserta Indikator Sebelum (%) Sesudah (%) Peningkatan Pemahaman konsep andragogi Partisipasi aktif dalam diskusi Motivasi melanjutkan pendidikan Kesiapan mengembangkan kewirausahaan Hasil di atas menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hampir semua indikator capaian kegiatan. Perubahan Sikap dan Partisipasi Sosial Selain peningkatan pengetahuan, terdapat perubahan sikap warga belajar, khususnya dalam hal kepercayaan diri, motivasi untuk melanjutkan pendidikan kesetaraan (Paket B/C), dan kesediaan berkontribusi dalam kegiatan sosial di desa. Warga belajar juga menunjukkan minat dalam mengembangkan usaha kecil berbasis keterampilan rumah Hal ini sejalan dengan temuan Raharjo & Suminar . bahwa penerapan andragogi pada program kesetaraan mendorong peningkatan partisipasi warga dalam kegiatan belajar dan sosial. Penguatan Keterampilan Digital dan Kewirausahaan Pelatihan literasi digital bagi tutor dan warga belajar menghasilkan keterampilan dasar dalam menggunakan perangkat komputer dan aplikasi Microsoft Office. Bagi warga belajar, hal ini menjadi pengalaman baru yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kapasitas dalam dunia kerja. Sementara itu, pelatihan kewirausahaan sederhana mendorong lahirnya ide usaha kecil seperti pengolahan hasil pertanian lokal. Temuan ini sejalan dengan Partikasari et al. , yang menekankan pentingnya inovasi pembelajaran partisipatif dan integrasi teknologi dalam pendidikan nonformal untuk meningkatkan keterampilan sosial-ekonomi masyarakat. Peningkatan capaian pembelajaran melalui pendekatan andragogi di PKBM Wahyuri menegaskan relevansi teori Knowles (Knowles. Holton, & Swanson, 2. , bahwa orang dewasa belajar lebih efektif apabila pengalaman mereka dihargai dan pembelajaran diarahkan pada pemecahan masalah nyata. Selain itu, keberhasilan ini mendukung pandangan Merriam & Baumgartner . mengenai peran pendidikan orang dewasa dalam meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi sosial. Hasil ini juga konsisten dengan studi Simanjuntak et al. yang menunjukkan bahwa tata kelola pendidikan nonformal berbasis partisipasi memperkuat motivasi warga Volume 5. Nomor 3. September . | eISSN: 2775-2054 Sulihin Azis, dkk. / Pemdampingan PKBM Wahyuri Berbasis Andragogi Sebagai Upaya A Dengan demikian, program pendampingan PKBM Wahyuri terbukti efektif sebagai model pendidikan berbasis komunitas yang mampu memperkuat partisipasi sosial dan perubahan sikap masyarakat desa. SIMPULAN Kegiatan pendampingan di PKBM Wahyuri memberikan dampak positif berupa peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep andragogi, motivasi melanjutkan pendidikan, serta keterlibatan sosial masyarakat. Penerapan pendekatan andragogi terbukti relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan orang dewasa di desa dengan kondisi sosial-ekonomi terbatas, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. khususnya terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan DAFTAR PUSTAKA