JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Pemikiran Pendidikan Islam Zakiah Daradjat: Analisis Kritis dan Relevansinya bagi PAI Kontemporer Fitria Faradina Kafa Aula1. Siti Fatimah2. Putri Firdaus Fahmi3. Khafidoh Khafidoh4. Mulyanto Abdullah Khoir5 Institut Islam MambaAoul Ulum Surakarta (IIM). Indonesia Email: dfara838@gmail. ABSTRACT Islamic education aims at the holistic development of learners, encompassing cognitive, affective, and psychomotor dimensions, as well as the cultivation of faith, morality, and mental health. Zakiah Daradjat is a prominent Indonesian Islamic education scholar who introduced an integrative approach between Islamic education and the psychology of religion, particularly within the context of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI). However, previous studies on her thought have largely remained descriptive and have not sufficiently engaged in critical analysis in relation to contemporary educational challenges. This study aims to critically analyze Zakiah DaradjatAos Islamic educational thought by examining its contributions, conceptual uniqueness, and relevance to the development of contemporary Islamic Religious Education in Indonesia. Employing a qualitative approach through library research, the study utilizes DaradjatAos original works as primary sources and relevant academic literature as secondary sources. Data analysis is conducted using content analysis with an emphasis on thematic and critical interpretation. The findings indicate that Zakiah DaradjatAos educational thought emphasizes a holistic, integrative, and contextual model of Islamic education grounded in the QurAoan. Sunnah, and ijtihad, and implemented synergistically across family, school, and community settings. The integration of Islamic education and the psychology of religion represents her distinctive contribution, particularly in strengthening learnersAo character formation and mental health. Nevertheless, her ideas require deeper engagement with contemporary educational theories and pedagogical approaches to remain adaptive to global and digital challenges. Theoretically and practically. Zakiah DaradjatAos Islamic educational thought remains relevant as a foundation for the development of modern Islamic Religious Education, especially in addressing moral degradation and studentsAo mental health issues in Indonesia. Keywords: Zakiah Daradjat. Islamic education, psychology of religion. PAI, critical ABSTRAK Pendidikan Islam bertujuan mengembangkan peserta didik secara holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta pembinaan iman, akhlak, dan kesehatan mental. Zakiah Daradjat merupakan tokoh penting pendidikan Islam Indonesia yang menawarkan integrasi antara pendidikan Islam dan psikologi agama dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, kajian-kajian sebelumnya umumnya masih bersifat deskriptif dan belum menempatkan pemikirannya dalam analisis kritis yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. secara kritis pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat dengan menyoroti kontribusi, keunikan konseptual, serta relevansinya bagi pengembangan PAI kontemporer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan sumber primer berupa karya-karya Zakiah Daradjat dan sumber sekunder dari literatur akademik terkait. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan penekanan pada interpretasi tematik dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Zakiah Daradjat menegaskan pentingnya pendidikan Islam yang holistik, integral, dan kontekstual, berlandaskan Al-QurAoan. Sunnah, dan ijtihad, serta dilaksanakan secara sinergis oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat. Integrasi pendidikan agama dan psikologi agama menjadi kontribusi khas dalam penguatan karakter dan kesehatan mental peserta didik. Meskipun demikian, pemikirannya masih memerlukan dialog yang lebih intensif dengan teori pendidikan dan pendekatan pedagogis kontemporer agar lebih adaptif terhadap tantangan global dan digital. Secara teoretis dan praktis, pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat tetap relevan sebagai landasan pengembangan PAI modern, khususnya dalam merespons degradasi moral dan krisis kesehatan mental peserta didik di Indonesia. Kata Kunci: Zakiah Daradjat, pendidikan Islam, psikologi agama. PAI, perspektif kritis *** PENDAHULUAN Pendidikan merupakan (Asran et al. , 2. usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan seluruh potensi manusia, meliputi aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial, agar mampu menjalani kehidupan secara bermakna sebagai individu maupun anggota masyarakat. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada transfer of knowledge, tetapi juga menekankan proses internalisasi nilai-nilai keislaman . ransfer of value. guna membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab sesuai dengan tujuan penciptaannya sebagai hamba . dan khalifah Allah di muka bumi. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki misi integral yang menyatukan dimensi kognitif, afektif, psikomotorik, serta kesehatan mental dan spiritual peserta didik (Pisa Aulia et al. , 2. Karakteristik pendidikan Islam yang bersumber pada Al-QurAoan dan Sunnah menjadikannya berorientasi pada pembentukan kepribadian muslim yang utuh . nsAn kAmi. Namun, dalam konteks masyarakat modern, pendidikan Islam khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, seperti perubahan sosial-budaya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi nilai, degradasi moral, serta meningkatnya persoalan kesehatan mental peserta didik (Supriadi, 2. Kondisi ini menuntut kerangka pemikiran JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. pendidikan Islam yang tidak hanya normatif, tetapi juga kontekstual, integratif, dan mampu berdialog dengan teori serta praktik pendidikan kontemporer. Dalam khazanah pemikiran pendidikan Islam Indonesia. Zakiah Daradjat (AlFarabi et al. , 2. menempati posisi penting sebagai tokoh yang menawarkan pendekatan khas melalui integrasi pendidikan Islam dengan psikologi, khususnya psikologi agama. Pemikirannya menempatkan pendidikan agama tidak hanya sebagai sarana pembinaan pengetahuan keislaman, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembentukan kepribadian, penguatan karakter, dan pemeliharaan kesehatan mental peserta didik (Suriadi et al. , 2. Pendekatan ini menjadikan gagasan Zakiah Daradjat relevan untuk dikaji kembali di tengah meningkatnya problem moral dan psikososial dalam dunia pendidikan saat ini. Sejumlah penelitian terdahulu telah membahas pemikiran Zakiah Daradjat dari berbagai perspektif, antara lain konsep pendidikan Islam, psikologi agama, peran pendidikan agama dalam kesehatan mental, serta relevansinya terhadap pembentukan karakter (Nunzairina, 2. Namun demikian, kajian-kajian tersebut umumnya masih bersifat deskriptif, parsial, dan tematik, dengan kecenderungan afirmatif terhadap pemikiran tokoh. Penelitian sebelumnya belum secara memadai mengintegrasikan landasan filosofis, psikologis, dan pedagogis dalam satu kerangka analisis yang utuh, serta belum secara kritis menempatkan pemikiran Zakiah Daradjat dalam dialog dengan pemikiran tokoh pendidikan Islam lain maupun teori pendidikan kontemporer. Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat research gap yang perlu diisi, yaitu absennya kajian yang secara komprehensif dan kritis menganalisis pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat dengan menekankan kontribusi konseptual, keunikan metodologis, serta relevansi dan keterbatasannya dalam merespons tantangan Pendidikan Agama Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini tidak hanya bertujuan merekonstruksi gagasan Zakiah Daradjat secara sistematis, tetapi juga menilai posisi dan implikasi pemikirannya dalam pengembangan teori dan praktik PAI (Masyhuri & Huda, 2. di tengah dinamika sosial, budaya, dan global saat ini. Maka dari itu, pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat dalam perspektif kritis, dengan menyoroti kontribusi, keunikan, dan relevansinya bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam kontemporer dapat memberikan sumbangan teoretis bagi pengayaan khazanah pemikiran pendidikan Islam di Indonesia, sekaligus kontribusi JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. praktis bagi penguatan konsep, kebijakan, dan praktik PAI yang lebih holistik, integratif, dan kontekstual. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (Rully Indrawan, 2. dengan jenis studi kepustakaan . ibrary researc. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian tidak hanya mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat, tetapi juga menganalisis secara kritis kontribusi, keunikan konseptual, serta relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menempatkan karya-karya Zakiah Daradjat sebagai objek kajian utama yang ditafsirkan dan dianalisis dalam kerangka interpretatif-kritis, bukan sekadar dirangkum secara normatif dan afirmatif. Studi kepustakaan digunakan karena objek penelitian berupa gagasan dan pemikiran tokoh yang terdokumentasi dalam karya-karya ilmiah. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber tertulis yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen terkait pendidikan Islam, psikologi agama, serta PAI. Sumber data penelitian (Saifuddin Anwar, 2. dibedakan menjadi dua kategori, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer berupa karya-karya asli Zakiah Daradjat yang secara langsung membahas pendidikan Islam, pendidikan agama, dan psikologi agama, antara lain Ilmu Jiwa Agama. Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental. Metodologi Pengajaran Agama Islam, dan Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, serta karya lain yang relevan. Adapun sumber sekunder meliputi buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel akademik yang membahas pemikiran Zakiah Daradjat, pendidikan Islam. PAI, serta teori pendidikan dan psikologi kontemporer yang digunakan sebagai bahan pembanding dalam dialog kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan cara menelusuri, membaca secara mendalam, mencatat, dan mengorganisasi informasi penting dari sumber-sumber pustaka yang relevan. Proses ini mencakup inventarisasi karya-karya Zakiah Daradjat, identifikasi konsep-konsep kunci pendidikan Islam dan psikologi agama, serta pemetaan tema-tema utama yang berkaitan dengan fokus dan tujuan Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. dengan pendekatan interpretatif-kritis. Analisis diarahkan untuk mengungkap makna, struktur JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. argumen, serta implikasi pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat dalam konteks PAI Proses analisis dilakukan melalui tahap reduksi data dengan memilih data yang relevan dengan kontribusi, keunikan, dan relevansi pemikiran tokoh. dengan pengorganisasian dan penyajian data ke dalam tema-tema analitis, seperti landasan filosofis dan psikologis pendidikan Islam, integrasi pendidikan agama dan kesehatan mental, peran pendidik dan lingkungan pendidikan, serta implikasi pedagogis bagi PAI dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan analitis yang menilai kekuatan, keterbatasan, serta posisi pemikiran Zakiah Daradjat melalui dialog dengan teori pendidikan Islam lain dan pendekatan pendidikan kontemporer. Untuk menjaga keabsahan data dan ketepatan hasil analisis (Lexi J. Moeleong, 2. , penelitian ini menerapkan triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai literatur primer dan sekunder. Selain itu, ketekunan pengamatan . rolonged engagemen. dilakukan melalui pembacaan berulang terhadap karya-karya utama Zakiah Daradjat guna memperoleh pemahaman yang mendalam, konsisten, dan objektif. Fokus penelitian diarahkan pada karakteristik dan kekhasan pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat, kontribusi konseptual dan metodologisnya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia, serta relevansi dan keterbatasan pemikirannya dalam merespons tantangan pendidikan kontemporer, khususnya terkait pembinaan karakter dan kesehatan mental peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan temuan konseptual utama mengenai pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat serta kontribusinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia, yang diperoleh melalui analisis sistematis terhadap sumber-sumber pustaka yang relevan. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder, di mana data primer berupa karya-karya asli Zakiah Daradjat yang memuat gagasan fundamental tentang pendidikan Islam dan PAI, sedangkan data sekunder berupa artikel jurnal dan kajian ilmiah yang berfungsi sebagai penguat, pembanding, sekaligus konteks analitis dalam memahami pola berpikir, kekhasan, dan implikasi pemikiran Zakiah Daradjat terhadap praktik dan pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Jenis Data Primer Jenis Sumber Buku Primer Buku Primer Buku Primer Buku Primer Buku Sekunder Jurnal Sekunder Jurnal Sekunder Jurnal Sekunder Jurnal Tabel 1. Pengumpulan Data Penelitian Judul Karya / Sumber / Pengarang Artikel Tahun Ilmu Jiwa Agama Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental Metodologi Pengajaran Agama Islam Peranan Agama dalam Kesehatan Mental Ilmu Pendidikan Islam Pemikiran Pendidikan Islam Zakiah Daradjat dan Kontribusinya Pendidikan Islam di Indonesia Studi Pemikiran Zakiah Daradjat Pendidikan Islam di Indonesia Pendidikan Keluarga dan Implikasinya Minat Anak Pendidikan Islam Pemikiran Pendidikan Zakiah Daradjat (Pendekatan Fokus Kajian Psikologi agama dan Peran PAI Metode PAI Hubungan agama dan Konsep dan Islam Keterangan Sumber Zakiah Daradjat Buku Zakiah Daradjat Buku Zakiah Daradjat Buku Zakiah Daradjat Buku Zakiah Daradjat Buku Damsir & Muhammad Yasir An-NidaAo. Vol. No. Pemikiran Penguat Putri Firdaus Fahmi dkk. Tsaqofah. Vol. 6 No. 1, 2025 Hakikat dan Penguat Lukman Arsyad Irfani. Vol. 16 No. Pendidikan Konteks Yuni Astika Jurnal Pendidikan Tambusai. Vol. 8 No. 2, 2024 Analisis Pendekatan Sumber Sumber Sumber Sumber JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Sekunder Jurnal Sekunder Jurnal Sekunder Jurnal Historis dan Kultura. Zakiah Daradjat dan Pemikirannya tentang Peran Pendidikan Islam dalam Kesehatan Mental Pemikiran Prof. Dr. Zakiah Daradjat Pendidikan Islam Konsep Psikologi Pendidikan Islam dalam Perspektif Prof. Dr. Zakiah Daradjat Muh. Mawangir Intizar. Vol. No. Pendidikan Penguatan Hamida Olfah Jurnal Ilmiah Lingkungan Pendekatan Achmad Faisal Hadziq Jurnal Akademik. Psikologi Islam Landasan Temuan Konseptual Utama Berdasarkan proses analisis tematik terhadap sumbersumber penelitian, ditemukan lima temuan konseptual utama yang membentuk kerangka pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat. Pertama, pendidikan Islam dalam perspektif Zakiah Daradjat dipahami sebagai proses yang bersifat holistik dan integralistik. Pendidikan tidak direduksi pada pengembangan aspek intelektual, tetapi mencakup pembinaan jasmani, rohani, emosional, dan sosial secara simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa Zakiah Daradjat memposisikan pendidikan Islam sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya, bukan sekadar penguatan kemampuan kognitif atau penguasaan materi keagamaan. Kedua, pendidikan agama memiliki fungsi strategis dalam kepribadian dan kesehatan mental peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zakiah Daradjat memandang Pendidikan Agama Islam bukan sebagai mata pelajaran normatif yang berorientasi hafalan, melainkan sebagai instrumen internalisasi nilai iman dan akhlak yang berdampak langsung pada stabilitas psikologis individu. Dengan demikian, pendidikan agama berfungsi sebagai fondasi pembentukan karakter sekaligus ketahanan mental peserta didik. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Ketiga, pendidikan Islam dipahami sebagai proses yang berlangsung secara berkesinambungan sepanjang hayat . ong life educatio. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tidak terbatas pada institusi sekolah formal, melainkan melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga lingkungan tersebut diposisikan sebagai satu kesatuan sistem pendidikan yang saling melengkapi dalam pembinaan iman, akhlak, dan mental peserta didik. Keempat, penelitian ini menemukan bahwa Zakiah Daradjat menempatkan guru sebagai aktor kunci yang memiliki peran multidimensional. Guru tidak hanya diposisikan sebagai pendidik profesional yang mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga sebagai pembimbing psikologis dan moral. Guru dituntut memiliki sensitivitas terhadap kondisi mental dan emosional peserta didik, serta mampu menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilai Islam. Temuan ini memperlihatkan penekanan kuat pada dimensi kepribadian dan etika profesi guru dalam pendidikan Islam. Kelima, pemikiran Zakiah Daradjat tidak berhenti pada tataran konseptualteoretis, tetapi memiliki implikasi kebijakan yang nyata dalam sistem pendidikan Islam Hal ini tercermin dari keterlibatannya dalam perumusan dan implementasi SKB Tiga Menteri Tahun 1975, yang berdampak pada penguatan posisi madrasah dan integrasi pendidikan agama dengan pendidikan umum. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Zakiah Daradjat berada pada persilangan antara refleksi akademik, kepedulian psikologis, dan praksis kebijakan pendidikan. Sintesis Hasil Penelitian Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat membentuk satu kerangka konseptual yang utuh, yang mengintegrasikan dimensi normatif Islam, pendekatan psikologi agama, serta orientasi praktis kebijakan pendidikan. Temuan-temuan ini menjadi dasar analitis untuk pembahasan lebih lanjut mengenai keunikan, kontribusi, dan relevansi pemikiran Zakiah Daradjat dalam konteks Pendidikan Agama Islam kontemporer, yang akan dielaborasi secara kritis pada bagian Discussion. Pembahasan Pendidikan Islam Holistik dan Integrasi Psikologi Agama JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat secara konsisten menempatkan pendidikan sebagai proses pembinaan manusia secara holistik, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, serta kesehatan mental dan spiritual peserta didik. Pendidikan agama tidak dipahami sebatas transmisi pengetahuan normatif, tetapi sebagai instrumen pembentukan kepribadian dan stabilitas psikologis individu (Daradjat, 1996. Temuan ini memperlihatkan perbedaan mendasar antara pemikiran Zakiah Daradjat dan pendekatan normatif-formalistik dalam Pendidikan Agama Islam yang cenderung menekankan aspek kognitif. Integrasi psikologi agama yang ia kembangkan memperluas cakupan pendidikan Islam hingga menyentuh dimensi emosi, mental, dan dinamika kejiwaan peserta didik, khususnya remaja yang rentan terhadap krisis identitas dan tekanan sosial (Daradjat, 1974. Mawangir, 2. Jika dibandingkan dengan tokoh seperti Syed Muhammad Naquib al-Attas yang menekankan konsep taAodb sebagai internalisasi adab. Zakiah Daradjat menghadirkan perspektif yang lebih aplikatif dengan memasukkan pendekatan psikologi modern ke dalam pendidikan Islam. Di sinilah letak kekhasan sekaligus kebaruan pemikirannya, yakni pada sintesis nilai-nilai keislaman dengan pendekatan psikologis yang kontekstual dengan realitas sosial Indonesia (Hadziq, 2019. Nunzairina, 2. Landasan dan Tujuan Pendidikan Islam: Analisis Kritis Zakiah Daradjat menegaskan bahwa landasan pendidikan Islam bertumpu pada Al-QurAoan. Sunnah, dan ijtihad. Penekanan pada ijtihad menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak bersifat statis, melainkan terbuka terhadap dinamika zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan (Daradjat, 2005. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian dari (Damsir & Yasir, 2. yang memperlihatkan bahwa pemikiran Zakiah Daradjat sejalan dengan paradigma pendidikan kontemporer yang menekankan fleksibilitas kurikulum dan kontekstualisasi pembelajaran . Tujuan pendidikan Islam dalam perspektif Zakiah Daradjat tidak hanya diarahkan pada pembentukan individu yang taat secara ritual, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kemampuan sosial, dan ketangguhan menghadapi realitas kehidupan modern. Dengan demikian, tujuan pendidikan Islam mencakup keseimbangan antara orientasi ukhrawi dan tanggung jawab sosial duniawi (Daradjat, 1998. Fahmi et al. , 2. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Pandangan ini memperkuat argumen bahwa pendidikan Islam harus berfungsi sebagai sarana pemberdayaan manusia, bukan sekadar pewarisan tradisi keagamaan. Dalam konteks ini, pemikiran Zakiah Daradjat relevan dengan pendekatan pendidikan kritis dan holistik yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran (Ismail & Us, 2. Tanggung Jawab Kolektif dan Lingkungan Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zakiah Daradjat memandang pendidikan sebagai tanggung jawab kolektif yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada institusi sekolah, karena pembentukan kepribadian dan mental peserta didik sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang lebih luas (Daradjat, 1995a. Olfah, 2. Konsep ini sejalan dengan teori ecological system dalam psikologi pendidikan yang menekankan peran lingkungan mikro, meso, dan makro dalam membentuk perkembangan individu. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, sinergi antara keluarga, guru, dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan internalisasi nilai-nilai agama dan karakter (Arsyad, 2020. Kurnia & Sulfia, 2. Zakiah Daradjat menekankan pentingnya keteladanan guru sebagai figur psikologis sekaligus moral dalam pendidikan Islam. Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga dituntut memiliki kepribadian yang matang, stabil secara emosional, serta memiliki sensitivitas terhadap kondisi mental dan psikologis peserta didik (Daradjat, 1982. Dalam perspektif ini, guru diposisikan sebagai agen utama pembentukan karakter, penguatan iman, dan penjaga kesehatan mental peserta didik dalam proses pendidikan. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Fawaid et al. yang menegaskan bahwa pemikiran Zakiah Daradjat memandang keteladanan guru sebagai unsur fundamental dalam pendidikan agama Islam, karena melalui kepribadian dan sikap guru, nilai-nilai keagamaan dan moral dapat terinternalisasi secara efektif dalam diri peserta didik. Kontribusi dan Relevansi Pemikiran Zakiah Daradjat dalam Konteks Kontemporer Kontribusi utama Zakiah Daradjat terletak pada dua aspek strategis. Pertama, integrasi pendidikan agama dan kesehatan mental, yang menjadikan Pendidikan Agama Islam relevan dalam menjawab problem psikologis peserta didik, khususnya remaja di tengah perubahan sosial dan budaya global (Daradjat, 2003. Mawangir, 2. Kedua. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. kontribusi kebijakan melalui keterlibatannya dalam SKB Tiga Menteri 1975, yang memperkuat posisi madrasah dan membuka akses pendidikan lanjutan bagi lulusan madrasah (Damsir & Yasir, 2. Dalam konteks kontemporer, pemikiran Zakiah Daradjat relevan untuk merespons degradasi moral, krisis kesehatan mental remaja, serta tantangan globalisasi dan digitalisasi pendidikan. Konsep pendidikan holistik dan sinergi lingkungan pendidikan memberikan dasar konseptual bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter (Wael et al. , 2021. Astika et al. Keterbatasan dan Implikasi Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan pendekatan studi kepustakaan, sehingga belum mengkaji secara empiris implementasi pemikiran Zakiah Daradjat dalam praktik pendidikan. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif lapangan atau studi kebijakan pendidikan Islam diperlukan untuk menguji efektivitas penerapan gagasannya dalam konteks institusi pendidikan formal maupun nonformal. Meski demikian, penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan menegaskan posisi Zakiah Daradjat sebagai tokoh pendidikan Islam yang berhasil mengintegrasikan dimensi religius dan psikologis secara komprehensif. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum PAI, pelatihan guru, serta perumusan kebijakan pendidikan Islam yang lebih responsif terhadap kebutuhan mental, moral, dan spiritual peserta didik di era kontemporer. KESIMPULAN Berdasarkan telaah terhadap karya-karya Zakiah Daradjat dan analisis literatur pendukung, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat memiliki kontribusi yang penting dan relevan bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. Pemikirannya menegaskan bahwa pendidikan Islam harus dipahami sebagai proses holistik dan integral, yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik, dengan penekanan kuat pada pembinaan iman, akhlak, dan kesehatan mental peserta didik. Konsep ini memperkuat JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. tujuan pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil yang seimbang secara spiritual, mental, sosial, dan intelektual. Landasan pendidikan Islam yang dirumuskan Zakiah DaradjatAiyakni Al-QurAoan. Sunnah, dan ijtihadAimenunjukkan karakter pendidikan Islam yang normatif sekaligus Melalui peran ijtihad, pendidikan Islam memiliki ruang untuk merespons perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dasar ajaran Islam. Temuan ini memiliki implikasi konseptual berupa penguatan paradigma pendidikan Islam yang dinamis dan kontekstual dalam pengembangan teori dan kurikulum PAI. Selain itu. Zakiah Daradjat menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Guru diposisikan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan psikologis peserta didik. Secara praktis, konsep ini menuntut penguatan kolaborasi antarlingkungan pendidikan serta peningkatan kompetensi guru PAI, khususnya dalam aspek kepribadian, keteladanan, dan sensitivitas terhadap kondisi mental peserta didik. Keunikan utama pemikiran Zakiah Daradjat terletak pada integrasi pendidikan Islam dengan psikologi agama. Pendekatan ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam yang memperhatikan kesehatan mental dan hubungan edukatif yang humanis. Kontribusinya tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga tercermin dalam kebijakan pendidikan nasional, khususnya melalui keterlibatannya dalam SKB Tiga Menteri Tahun 1975 yang memperkuat posisi madrasah dalam sistem pendidikan Secara keseluruhan, pemikiran Zakiah Daradjat tetap relevan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Konsep pendidikan holistik, sinergi lingkungan pendidikan, serta integrasi nilai agama dan kesehatan mental dapat menjadi landasan strategis dalam menghadapi tantangan degradasi moral, krisis psikologis remaja, dan dampak globalisasi. Penelitian ini merekomendasikan agar pengembangan kurikulum dan praktik PAI di Indonesia secara konsisten mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta memperkuat peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak, dan tangguh secara mental. *** JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. DAFTAR PUSTAKA