Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1212-1219 ANALISIS EFISIENSI PADA USAHATANI JAGUNG DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN CIAMIS EFICIENCY ANALYSIS OF CORN FARMING IN AGROPOLITAN AREA. CIAMIS REGENCY Lidya Nur Amalia*. Candra Nuraini. Ade Komaludin Program Pascasarjana Universitas Siliwangi *E-mail: lidyanuramalia93@gmail. (Diterima 13-06-2022. Disetujui 19-07-2. ABSTRAK Jagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang diusahakan di Kabupaten Ciamis, salah satunya di kawasan kawasan agropolitan Kabupaten Ciamis. Perbedaan produktivitas usahatani jagung pada lima lokasi di kawasan agropolitan yang menunjukkan penggunaan faktor produksi yang belum efisien. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei pada petani jagung di Kecamatan Panumbangan yang diambil sebagai lokasi penelitian secara sengaja. Ukuran populasi sebanyak 1. 545 orang dan ditentukan sampel sebanyak 94 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Analisis efisiensi teknis menggunakan fungsi produksi frontier stokhastik, analisis efisiensi alokatif menggunakan fungsi biaya dimana analisis datanya menggunakan aplikasi Front4. Analisis ekonomis merupakan gabungan antara efisiensi teknis dan efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi pada usahatani jagung di kawasan agropolitan Kabupaten Ciamis sudah mencapai efisiensi (>0,. , dengan rata-rata 0,88 untuk efisiensi teknis. rata-rata 0,81 untuk efisiensi alokatif. dan rata-rata 0,72 untuk efisiensi Kata kunci: efisiensi, usahatani jagung, kawasan agropolitan ABSTRACT Corn is one of the food crop commodities cultivated in Ciamis Regency, one of which is in the Ciamis Regency agropolitan area. The differences of corn farming productivity at five locations in the agropolitan area which shows the use of production factors is not yet efficient. The research was carried out using a survey method on corn farmers in Panumbangan District which was taken as the research location intentionally . urposive samplin. The population size is 1,545 people and the samples are 94 people is determined using the Slovin formula. Analysis of technical efficiency were analyzed using a stochastic frontier production function, allocative efficiency were analyzed using a cost function where the data analysis used the Front4. 1 application. Economics efficiency is combination between technical efficiency and allocative efficiency. The results showed the level of efficiency achieved in corn farming in the agropolitan area of Ciamis Regency were efficient (>0. , with an average of 0. 88 for technical efficiency. an average of 0. 81 for allocative and an average of 0. 72 for economics efficiency. Keywords: efficiency, corn farming, agoplitan area juga digunakan sebagai bahan pakan. PENDAHULUAN Jagung merupakan bahan pangan Kebutuhan Selain meningkat seiring dengan pertumbuhan digunakan sebagai bahan pangan, jagung Jagung Lumbung. Agropolitan merupakan kota pertanian atau pengembangan pada suatu dikembangkan di Kabupaten Ciamis. kawasan tertentu dengan basis pertanian. Salah Data mengenai luas panen, produksi, dan Kabupaten kawasan Agropolitan, yang meliputi lima Ciamis tahun 2010, 2015, dan 2020 tersaji pada Tabel 1. Cihaurbeuti. Panumbangan. Sukamantri. Panjalu, dan Tabel 1. Luas Panen. Produksi, dan Produktivitas Jagung di Kabupaten Ciamis Tahun 2010, 2015, dan 2020 Luas panen . Kecamatan Tahun 2010 Produksi . Kawasan Agropolitan Cihaurbeuti Lumbung Panjalu Sukamantri 1,069. Panumbangan Jumlah 2,285. Rata-rata Kawasan Non Agropolitan Banjarsari Banjaranyar Lakbok Purwadadi Pamarican Cidolog Cimaragas Cijeungjing Cisaga Tambaksari Rancah Rajadesa Sukadana 1,601. Ciamis Baregbeg Cikoneng Sindangkasih Sadananya Cipaku Jatinagara Panawangan Kawali Jumlah 4,396. Rata-rata Produktivitas . w/h. Luas panen . Tahun 2015 Produksi . Produktivitas . w/h. Luas panen . Tahun 2020 Produksi . 3,468. 6,609. 3,745. 14,613. 2,922. 1,112. 1,029. 1,305. 3,843. 1,405. 1,812. 7,451. 10,601. 2,120. 1,280. 2,667. 2,029. 1,471. 10,983. 1,743. 1,098. 1,541. 1,546. 28,899. 1,313. 1,1318. 2,990. 5,907. 1,160. 1,001. 5,830. 19,758. 1,246. 1,067. 2,604. 1,940. 1,096. 2,836. 7,785. 3,204. 4,056. 2,128. 1,260. 4,857. 32,899. 1,644. Produktivitas . w/h. Sumber: BPS Kabupaten Ciamis, 2011, 2016, 2021 Tabel Lebih Perbedaan menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi yang belum efisien. Penggunaan faktor-faktor produksi dikatakan efektif produktivitas di kawasan agropolitan ini diduga disebabkan oleh lebih intensifnya sumberdaya yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya, dan dikatakan efisien Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1212-1219 apabila pemanfaatan dari sumberdaya melakukan pengumpulan data dengan menghasilkan keluaran . yang melakukan wawancara. Jenis penelitian melebihi masukan . (Kune dkk, yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Produktivitas usahatani jagung di Menurut Sugiyono kawasan agropolitan dan non agropolitan tahun 2010, 2015 dan 2020 secara visual penelitian yang digunakan untuk meneliti dapat dilihat pada Gambar 1. 80,00 60,00 40,00 20,00 pengumpulan data menggunakan suatu 0,00 Produktivitas . w/h. Agropolitan bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan Produktivitas . w/h. Non Agropolitan untuk menguji hipotesis yang telah Gambar 1. Produktivitas usahatani jagung di kawasan agropolitan dan non agropolitan tahun 2010, 2015 dan 2020 Penelitian menghasilkan data numerikal/angka yang dapat menjadi kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan Data penelitian terdiri atas data untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis, primer dan sekunder yang dikumpulkan alokatif dan ekonomis pada usahatani Data Kawasan Agropolitan karakteristik petani . mur, luas lahan. Kabupaten Ciamis. pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengalama. , dan data produksi usahatani METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan jagung . nput dan dan outpu. Data menggunakan metode survei. Menurut sekunder diperoleh melalui penelusuran Sugiyono . , metode survei adalah pustaka . , maupun data yang diperoleh dari dinas atau instansi terkait. memperoleh data dari tempat alamiah Usahatani jagung pada kawasan . ukan Kabupaten Ciamis dilaksanakan Kecamatan ycu= Panumbangan yang dipilih secara sengaja urposive jagung terluas ycu= penelitian dengan pertimbangan memiliki ycA 1 ycAyce ( , = 94 Ukuran sampel minimal adalah 94 Pengambilan sampel dari masing- masing strata luas kepemilikan lahan dengan kecamatan lainnya di kawasan agropolitan Kabupaten Ciamis. Ukuran . roportionate populasi petani jagung di Kecamatan samplin. sebagaimana terlihat pada Panumbangan sebanyak 1. 545 orang Tabel 3. yang dapat dikelompokkan menjadi tiga Tabel strata kepemilikan lahan, yaitu: . Lahan 0,50 h. sebagaimana terlihat pada Tabel Slovin petani ke-i ditaksir dengan menggunakan formulasi berikut (Coelli, et al, 1. ycNya = ycU cu yu yc Oe yc O = ycU exp. cu yu yc ) = exp(Oeyc ) Dimana yi adalah produksi aktual Ukuran sampel diperoleh dengan Pengukuran efisiensi teknis dari Tabel 2. Ukuran Populasi Petani Jagung di Kecamatan Panumbangan Berdasar Luas Kepemilikan Lahan Luas Kepemilikan Jumlah Petani Lahan . Sempit (< 0,25 h. Sedang . ,25-0,50 h. Luas (> 0,50 h. Jumlah Ukuran Populasi dan Sampel Penelitian Luas Kepemilikan Populasi Sampel Lahan . Sempit Sedang Luas Jumlah . ,25-0,50 h. , dan . Lahan luas (> sempit (< 0,25 h. , . Lahan sedang dari pengamatan, dan yi* adalah dugaan produksi frontier yang diperoleh dari (Unam, 2. ycA ycu= 1 ycAyce Efisiensi Dimana n adalah ukuran sampel. N adalah ukuran populasi, dan e adalah Penentuan marjin kesalahan. Populasi penelitian (N) 545 orang. Jika digunakan bersamaan dengan estimasi dari fungsi marjin kesalahan sebesar 10%, maka produksi frontier menggunakan program ukuran sampel penelitian adalah: Frontier versi 4. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1212-1219 Efisiensi alokatif dan ekonomi bisa Tabel 4. Efisiensi Teknis Tingkat Efisiensi Teknis Efisiensi Jmlh . 0,40 Ae 0,49 2,13 0,50 Ae 0,59 2,13 0,60 Ae 0,69 7,45 0,70 Ae 0,79 6,38 0,80 Ae 0,89 11,70 0,90 Ae 0,99 70,21 Jumlah 100,00 Minimal Maksimal Rata-rata Sumber: Analisis Data Primer . diukur dengan cara menurunkan fungsi biaya dual dari fungsi produksi CobbDouglass sehingga diperoleh fungsi biaya dual frontier sebagai berikut: ln C = A0 A1lnY A2lnP1 A3lnP2 A4lnP3 A5lnP4 A6lnP5 A7lnP6 A8lnP7 Dimana: C = Biaya (R. Y = Produksi jagung . P1 = Sewa lahan (R. P2 = Harga benih (R. P3 = Harga pupuk Urea (R. P4 = Harga pupuk NPK (R. P5 = Harga pupuk organik (R. P6 = Harga pestisida (R. P7 = Upah tenaga kerja (R. A = Koefisien regresi Perbedaan tingkat efisiensi teknis pengaplikasian teknologi budidaya yang dapat disebabkan oleh atribut-atribut yang melekat pada diri petani, misalnya (Firdaus & Diana, 2. (Kune et al. gabungan antara efisiensi teknis dan 2. menyatakan bahwa perbedaan dari efisiensi alokatif, sehingga rumusnya: tingkat efisiensi yang dicapai oleh petani Efisiensi EE = ET. faktor-faktor Dimana: seperti umur, pengalaman, pendidikan EE = Efisiensi ekonomis ET = Efisiensi teknis jumlah anggota keluarga. Efisiensi EH = Efisiensi alokatif/harga dengan cara petani dalam mengelola HASIL DAN PEMBAHASAN input untuk menghasilkan output atau Tingkat efisiensi teknis produksi yang maksimal (Kabaekan et , 2. Menurut Coelli . dalam usahatani jagung di lokasi penelitian (Cordanis et al. , 2. dan (Yekti et al. dapat dilihat pada Tabel 4. , jika nilai efisiensi lebih besar dari Tingkat 0,70 maka usahatani yang dilaksanakan telah efisien. dan jika kurang dari 0,70 maka usahatani yang dilaksanakan belum Tabel 5. Efisiensi Alokatif Efisiensi Alokatif Tingkat Efisiensi Jumlah . 0,30 Ae 0,39 1,06 0,40 Ae 0,49 3,19 0,50 Ae 0,59 3,19 0,60 Ae 0,69 10,64 0,70 Ae 0,79 22,34 0,80 Ae 0,89 24,47 0,90 Ae 0,99 35,11 Jumlah 100,00 Minimal Maksimal Rata-rata Sumber: Analisis Data Primer . Tabel efisiensi teknis yang dicapai oleh petani pada usahatani jagung di lokasi penelitian berkisar antara 0,42-0,99 dengan rata-rata 0,88. Petani yang telah mencapai efisiensi teknis sebanyak 83 orang . ,29%), sedangkan yang belum efisien secara teknis sebanyak 11 orang . ,71%) Tabel efisiensi alokatif yang dicapai pada usahatani jagung di lokasi penelitian berkisar antara 0,39-1,00 dengan rata-rata manajerial petani dalam aspek budidaya. 0,81. Petani yang telah mencapai efisiensi Penggunaan input produksi secara efisien alokatif sebanyak 77 orang . ,92%), dapat ditingkatkan untuk mencapai batas sedangkan yang belum efisien secara Rata-rata tingkat efisiensi alokatif sebanyak 17 orang . ,08%). teknis sebesar 0,88 menunjukkan bahwa Berdasarkan petani masih memiliki kesempatan untuk alokatif . , sehingga petani dapat rata-rata . - yang lebih tinggi jika dibandingkan . ,81/1,. ) x 100%, sedangkan petani dengan hasil yang diperoleh oleh petani jagung yang paling tidak efisien dapat pada saat ini. Petani jagung memiliki peluang untuk meningkatkan produksinya . ,39/1,. ) x 100%. sebesar 11,11% . ,88/0,. Tingkat efisiensi ekonomis Tingkat efisiensi alokatif Tingkat Tingkat efisiensi ekonomis pada usahatani jagung di lokasi penelitian usahatani jagung di lokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 6. dapat dilihat pada Tabel 5. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1212-1219 Tabel 6. Efisiensi Ekonomis Efisiensi Ekonomis Tingkat Efisiensi Jumlah . 0,20 Ae 0,29 0,30 Ae 0,39 0,40 Ae 0,49 0,50 Ae 0,59 0,60 Ae 0,69 0,70 Ae 0,79 0,80 Ae 0,89 0,90 Ae 0,99 Jumlah 100,00 Minimal Maksimal Rata-rata Sumber: Analisis Data Primer . Efisiensi Tabel 6 menunjukkan bahwa dan . status kepemilikan dari lahan jika inefisiensi (Suprapti et al. , 2. Petani yang mencapai efisiensi teknis sebanyak 83 orang . ,30%), yang mencapai efisiensi alokatif sebanyak 77 orang . ,92%), dan yang mencapai efisiensi ekonomis sebanyak 58 orang . ,39%). Efisiensi ekonomis merupakan gabungan dari efisiensi teknis dan efisiensi alokatif, sehingga peningkatan efisiensi ekonomi dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi alokatif. efisiensi ekonomis yang dicapai oleh petani jagung di lokasi penelitian berkisar KESIMPULAN DAN SARAN 0,21-0,99, dengan rata-rata 0,72. Petani Kesimpulan yang telah mencapai efisiensi ekonomis Tingkat efisiensi pada usahatani sebanyak 58 orang . ,70%), sedangkan Kabupaten sebanyak 36 orang . ,30%). Rata-rata Ciamis efisiensi (>0,. , dengan rata-rata 0,88 efisiensi ekonomis yang dicapai petani untuk efisiensi teknis. rata-rata 0,81 jagung di lokasi penelitian sebesar 0,72 untuk efisiensi alokatif. dan rata-rata 0,72 maka petani dapat menghemat biaya untuk efisiensi ekonomi. sebesar 27,27% (. ,72/0,. ) x 100%), sedangkan petani jagung yang paling Saran tidak efisien dapat menghemat biaya Upaya peningkatan efisiensi ekonomi sebesar 78,89% . ,21/0,. ) x 100%. Secara efisiensi alokatif sehubungan dengan masih berkurang apabila: . umur petani yang meningkat bisa menurunkan inefisiensi, efisiensi alokatif dengan cara mencari faktor . sumber-sumber pendapatan lainnya produksi dengan harga yang lebih rendah tetapi dengan kualitas yang sama. menurunkan tingkat inefisiensi ekonomi. Sugiyono. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. PT. Alfabeta. Suprapti. , & Darwanto. Technical Efficiency of Madura Farmers on Hybrid and Local Corn Farming in Guluk-Guluk District. Indonesia. Journal of Economics and Sustainable Development, 7. , 154Ae158. Unam. Materials Management for Business Success: The Case of the Nigerian Bottling Company Plc. International Journal of Economics and Management Sciences, 1. : 50-56. Yekti. Darwanto. Jamhari, & Hartono. Technical Efficiency of Wet Season Melon Farming. Jejak, 10. , 12Ae29. https://doi. org/https://doi. org/10. 107/agriscience. DAFTAR PUSTAKA