Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN RETURN ON ASSET TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2023 1*Dionisius Enggorihanto, 2Adelina Suryati, 3Leroy Holman Siahaan Universitas Panca Sakti Bekasi. Indonesia adelinasuryati@panca-sakti. Abstract This study aims to determine the Effect of Company Size and return on assets on Audit Delay in Property Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021- 2023 The sample population used in this study consists of property service companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sampling method employed in this research is purposive sampling, based on predetermined sample criteria. As a result, a sample of 10 companies was obtained over a period of 3 years, leading to a total of 30 financial statements for this study. The method used in this research is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that, partially, company size has a significant effect on audit delay with a p-value of 0. 018, and return on assets also has a significant effect on audit delay with a p-value of 0. Meanwhile, the simultaneous test shows that company size and return on assets have a significant effect on audit delay with a p-value of 0. The coefficient of determination (RA) in this study is 35. 3 percent, while the remaining percentage is explained by variables outside of this research. Keywords: Audit delay, company size, return on assets Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return On Asset Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Properti Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Populasi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Jasa Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, berdasarkan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 perusahaan dengan jangka waktu 3 tahun, sehingga total seluruh sampel penelitian ini adalah 30 laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier Hasil pada penelitian ini secara parsial menunjukan bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap audit delay dengan nilai Pair value sebesar 0,018 dan retur on asset mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap audit delay dengan nilai pair value sebesar 0,035, sedangkan uji secara simultan ukuran perusahaan dan retun on asset terhadap audit delay mempunyai pengaruh dan signifikan dengan nilai pair value sebesar 0,003. Koefisien Determinasi (R. dalam penelitian ini sebesar 35,3 persen, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel di luar penelitian ini. Kata Kunci: Audit Delay. Ukuran Perusahaan. Return On Assets This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 PENDAHULUAN Audit laporan keuangan semakin penting seiring dengan berkembangnya pasar modal Indonesia. Untuk membantu investor dalam mengambil keputusan yang tepat, perusahaan publik di Indonesia diwajibkan untuk menerbitkan laporan tahunan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan investornya. Laporan keuangan memainkan peran krusial dalam pengambilan keputusan investasi di pasar saham. Laporan keuangan harus dengan jelas menggambarkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan agar pemangku kepentingan dapat membuat keputusan yang Laporan yang tepat waktu dan positif dapat membangkitkan minat investor, sementara laporan yang buruk atau terlambat dapat menimbulkan keraguan terhadap kinerja perusahaan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/POJK. 04/2022 mengatur penyampaian laporan keuangan berkala oleh emiten atau perusahaan publik di Indonesia. Salah satu persyaratan utama dari POJK tersebut adalah bahwa laporan keuangan tahunan harus disampaikan dalam waktu tiga bulan . setelah berakhirnya tahun buku. Selain itu, pemberitahuan publik dan sistem pelaporan terkomputerisasi OJK diperlukan untuk penyampaian ini. Setelah sebuah perusahaan go public, mereka harus terbuka dan transparan mengenai laporan keuangan mereka. Menurut Nuraini dkk. , laporan keuangan harus sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan telah diaudit oleh auditor Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses audit mempengaruhi kecepatan publikasi laporan keuangan. Keterlambatan audit menggambarkan perbedaan waktu antara penutupan tahun fiskal dan tanggal opini audit, yang dapat berdampak pada keterlambatan laporan keuangan. Keterlambatan audit merupakan masalah umum di pasar saham Indonesia, di mana laporan keuangan disampaikan lebih lambat dari yang diharapkan. Informasi dari Bursa Efek Indonesia per 29 Januari 2024 menunjukkan bahwa delapan dari empat puluh enam perusahaan properti (PT Armidian Karyatama Tbk. PT Cowell Development Tbk. PT Capri Nusa Satu Properti Tbk. PT Forza Land Indonesia Tbk. PT Aksara Global Development Tbk. PT Eureka Prima Jakarta Tbk. PT Hanson International Tbk, dan PT Rimo International Lestari Tb. belum menyerahkan laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 30 September 2023, dan/atau belum melunasi denda akibat keterlambatan tersebut. Keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan seringkali disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi durasi penyelesaian audit, dengan fokus pada ukuran perusahaan, tingkat profitabilitas, kemampuan membayar utang, hasil opini audit, serta peran komite audit sebagai variabel independen. Penelitian sebelumnya telah membahas berbagai faktor yang mempengaruhi audit delay, seperti ukuran perusahaan dan profitabilitas. Beberapa studi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap keterlambatan audit (Sari. Wijaya, & Pondrinal, 2020. Sulistiawati & Amyar, 2. , sementara studi lainnya mengungkapkan bahwa profitabilitas lebih memengaruhi audit delay dibandingkan ukuran perusahaan (Sartika. Sebayang, & Retnawati, 2. Temuan yang berbeda-beda ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai hubungan antara audit delay dengan ukuran perusahaan dan Return on This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dionisius Enggorihanto, et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return. Hal: 606-620 DOI: https://10. 40/jpb. Assets (ROA), terutama pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kembali pengaruh ukuran perusahaan dan ROA terhadap keterlambatan audit dengan fokus pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana sektor properti dapat mempercepat proses penyampaian laporan keuangan dengan pendekatan praktis berbasis data yang ada. Kajian teori dalam penelitian ini dimulai dengan menjelaskan teori keagenan yang menurut Lestari dan Nuryatno . muncul karena adanya interaksi antara principal . dan agen . Dalam hubungan ini, principal memberikan wewenang kepada agen untuk mengambil keputusan, namun karena adanya asimetri informasi, principal harus mengawasi tindakan agen. Anthony. Robert N. , dan Govindarajan . menambahkan bahwa principal harus menanggung biaya pengawasan untuk memastikan agar agen tidak menyimpang dari tujuan perusahaan. Penelitian ini menggunakan teori keagenan untuk menganalisis ketepatan waktu penerbitan laporan keuangan yang akurat. Selanjutnya, tujuan audit, sebagaimana dijelaskan oleh Sulistiawati dan Amyar . , adalah untuk menilai sejauh mana laporan keuangan perusahaan dapat dipercaya dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Alfiani dan Nurmala . juga menyatakan bahwa auditor tidak hanya memeriksa akurasi laporan keuangan, tetapi juga memastikan adanya pengendalian internal yang baik sesuai dengan standar yang ditetapkan. Proses audit yang baik dan tepat waktu akan sangat berpengaruh terhadap relevansi informasi bagi para pemangku kepentingan. Audit delay, atau keterlambatan audit, adalah periode antara penutupan laporan keuangan hingga laporan audit selesai (Lawrence & Briyan, 2. Yusnita . menegaskan bahwa ketepatan waktu dalam pelaporan audit sangat penting agar informasi keuangan tetap relevan dan berguna bagi pengambilan keputusan. Faktor-faktor seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, dan kompleksitas transaksi dapat mempengaruhi waktu audit (Alpi & Gani, 2. Ukuran perusahaan juga berperan dalam mempercepat atau memperlambat proses audit. Menurut Rahmawati . , perusahaan besar biasanya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik, yang memudahkan auditor dalam menjalankan tugas mereka secara lebih efisien. Hal ini mendukung temuan Sulistiawati dan Amyar . yang menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih besar cenderung mengalami audit delay yang lebih singkat. Di sisi lain, profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Return on Asset (ROA) juga mempengaruhi waktu audit. Menurut Yusnita . , perusahaan dengan ROA tinggi cenderung menyelesaikan audit lebih cepat karena auditor menilai perusahaan tersebut lebih stabil dan kurang berisiko. Sebaliknya, perusahaan dengan ROA rendah mungkin memerlukan waktu lebih lama dalam proses audit. Laporan keuangan, yang dihasilkan melalui proses akuntansi, bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan kepada para pemangku kepentingan. Laporan keuangan harus relevan, andal, dan mudah dipahami untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi (IAI, 2. Penelitian ini merujuk pada beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 bahwa ukuran perusahaan dan ROA berpengaruh terhadap audit delay. Apriwandi . Alfiani & Nurmala . , dan Okalesa . menemukan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, sementara Yusnita . berpendapat bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay tidak selalu signifikan. Kerangka berpikir penelitian ini mengasumsikan bahwa ukuran perusahaan dan ROA dapat mempengaruhi audit delay. Perusahaan yang lebih besar dengan sistem pengendalian internal yang baik cenderung memiliki proses audit yang lebih cepat (Yusnita, 2. Selain itu, perusahaan dengan ROA tinggi dapat mengurangi waktu audit karena auditor menganggap perusahaan tersebut lebih stabil dan memiliki risiko yang lebih rendah METODE PENELITIAN Metodologi penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh ukuran perusahaan dan return on assets (ROA) terhadap keterlambatan audit pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal-komparatif, yang memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan sebab-akibat antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan di situs web Bursa Efek Indonesia . selama periode 2021 hingga 2023. Analisis regresi linier berganda dipilih sebagai metode untuk menguji hubungan antar variabel yang diteliti. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah audit delay, yang diukur berdasarkan jarak antara tanggal penutupan laporan keuangan dan tanggal penerbitan laporan audit oleh auditor independen (Sapputra et al. , 2. Sedangkan variabel independennya adalah ukuran perusahaan dan ROA. Ukuran perusahaan diukur menggunakan total aset, yang merupakan indikator utama untuk mengkategorikan ukuran perusahaan (Apriwandi, 2. ROA, yang menggambarkan profitabilitas perusahaan, dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aset (Alfiani & Nurmala, 2. Populasi penelitian ini adalah perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021Ae2023, dengan sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Kriteria pemilihan sampel termasuk perusahaan yang aktif beroperasi, memiliki laporan keuangan yang lengkap, dan tidak mengalami delisting pada periode yang ditentukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan yang tersedia di situs resmi Bursa Efek Indonesia. Sugiyono . menyatakan bahwa data sekunder lebih efisien dalam penelitian ini karena berasal dari sumber yang sudah terdokumentasi dengan baik. Dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan dan ROA terhadap audit Uji t dan uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabelvariabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dan simultan, sedangkan koefisien determinasi (R. digunakan untuk melihat seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen (Sugiyono, 2. HASIL PENELITIAN This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dionisius Enggorihanto, et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return. Hal: 606-620 DOI: https://10. 40/jpb. Analisis Data Untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi asumsi dasar analisis regresi linier, analisis data dilakukan sebelum pengujian hipotesis. Temuan analitis yang andal dan tidak menyesatkan dipastikan oleh uji persiapan ini. Tujuan lain dari uji prasyarat adalah untuk mengidentifikasi asumsi yang mungkin telah dilanggar, yang dapat memengaruhi keandalan model regresi. Uji standar untuk kenormalan, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi merupakan bagian dari pendahuluan analisis regresi. Uji-uji ini digunakan untuk menentukan apakah data terdistribusi normal, tidak terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel independen, dan apakah varians residualnya sama. Keterinterpretasian model regresi penelitian bergantung pada hasil uji prasyarat ini. Uji Normalitas Tabel 4. 3 Hasil Uji Normalitas Gambar 4. 1 Hasil Uji Normalitas This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Sumber: Diolah Peneliti . Uji prasyarat untuk analisis regresi linear berganda mencakup uji kenormalan, sebuah langkah penting. Uji ini bertujuan untuk memastikan data residual model regresi mengikuti distribusi normal. Temuan uji regresi dapat diinterpretasikan secara sah dan tepat jika asumsi kenormalan terpenuhi. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk memeriksa apakah residual tak terstandar dari model regresi normal dalam penelitian ini. Tabel 4. 3 menampilkan hasil uji kenormalan. Hasil menunjukkan bahwa uji Kolmogorov-Smirnov memiliki tingkat signifikansi 0,200 (Asymp. Sig. 2- taile. Karena angka ini lebih tinggi dari ambang batas signifikansi ( = 0,. , dapat disimpulkan bahwa data residual tidak dapat ditolak secara substansial dari distribusi normal. Oleh karena itu, data residual tidak melanggar asumsi kenormalan, dan penolakannya akan prematur. Selain itu, rentang keyakinan 99% yang berkisar antara 0,203 hingga 0,224 ditampilkan menggunakan metode koreksi signifikansi Monte Carlo, yang menghasilkan nilai signifikansi 0,214. Angka ini memberikan kredibilitas lebih pada gagasan bahwa distribusi residual cukup dekat dengan normal. Terdapat penyimpangan positif sebesar 0,121 dan deviasi negatif sebesar - 0,130, dengan total 0,130, yang merupakan deviasi absolut terbesar dari distribusi normal dalam distribusi data. Perbedaan kecil ini tidak menunjukkan penyimpangan substansial dari distribusi yang biasa. Berdasarkan Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual, terlihat bahwa titik-titik residual cenderung mengikuti garis diagonal, yang menunjukkan bahwa residual dalam model regresi terdistribusi secara normal. Hal ini mengindikasikan bahwa asumsi normalitas residual telah terpenuhi, yang merupakan salah satu syarat penting dalam analisis regresi linear berganda untuk memastikan validitas hasil estimasi parameter. Temuan dari pengujian ini menunjukkan bahwa data residual dalam model regresi ini berdistribusi normal. Dengan demikian, analisis regresi linier dapat melangkah lebih jauh tanpa melanggar kriteria distribusi residual, karena asumsi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dionisius Enggorihanto, et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return. Hal: 606-620 DOI: https://10. 40/jpb. normalitas telah terpenuhi. Uji Multikolineritas Tabel 4. 4 Hasil Uji Multikolineritas Sumber: Diolah Peneliti . Tidak terdapat multikolinearitas substansial dalam model regresi untuk variabel ukuran perusahaan dan ROA, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai toleransi sebesar 0,949 dan faktor inflasi varians (VIF) sebesar 1,053. Jika VIF kurang dari 5, berarti variabel-variabel tersebut tidak terlalu berkorelasi, yang berarti estimasi koefisien regresi stabil dan dapat diandalkan. Selain itu, toleransi yang tinggi menunjukkan bahwa tidak ada variabel independen lain dalam model yang menjelaskan lebih dari persentase kecil dari total Dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan penjelasan yang terpisah dan independen untuk variabel dependen audit delay. Kondisi ini penting untuk memastikan bahwa interpretasi pengaruh masing- masing variabel terhadap audit delay dapat dilakukan secara valid tanpa risiko distorsi akibat adanya hubungan linear yang kuat antar variabel independen. Dengan demikian, hasil analisis regresi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Secara keseluruhan, analisis collinearity statistics menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asumsi dasar terkait multikolinearitas. Oleh karena itu, penggunaan variabel ukuran perusahaan dan ROA dalam model regresi dianggap tepat dan hasilnya dapat digunakan untuk mendukung kesimpulan penelitian secara akademis dan metodologis. Uji Heterokedastisitas Tabel 4. 5 Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber: Diolah Peneliti . This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Gambar 4. 2 Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber: Diolah Peneliti . Untuk mengetahui apakah varians residual atau galat dalam model regresi tidak konsisten untuk setiap nilai variabel independen, digunakan uji Uji Glejser merupakan alat yang populer. uji ini melibatkan regresi nilai absolut residual terhadap variabel independen model utama. Tujuan uji Glejser adalah untuk menentukan apakah terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi oleh variabel Ukuran Perusahaan dan Pengembalian Aset (ROA). Menurut uji Glejser, variabel ROA adalah 0,237 dan variabel ukuran perusahaan adalah 0,444. Tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu 0,05, terlampaui oleh kedua hasil tersebut. Tidak adanya heteroskedastisitas dalam model regresi didukung oleh fakta bahwa kedua variabel independen tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai absolut residual. Karena varians residual konstan . sumsi homoskedastisita. , dan heteroskedastisitas tidak ada, kita dapat menyimpulkan bahwa model regresi memenuhi persyaratan standar regresi linier berganda. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa estimasi parameter regresi valid dan reliabel. Hanya dengan demikian analisis data dapat menghasilkan hasil yang dapat dipercaya dan tidak dipengaruhi oleh kesalahan dalam spesifikasi model. Berdasarkan scatterplot antara nilai prediksi yang telah distandarisasi dan residual studentized, terlihat bahwa sebaran titik-titik data tidak membentuk pola tertentu dan tersebar secara acak di sekitar garis horizontal nol. Pola sebaran yang acak ini menunjukkan bahwa varians residual bersifat konstan . , yang berarti tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi. Dengan demikian, asumsi homoskedastisitas sebagai salah satu syarat dalam regresi linear telah terpenuhi. Hal ini memperkuat validitas model yang digunakan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan dan return on asset terhadap audit delay pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil uji ini memperkuat gagasan bahwa model regresi dapat digunakan untuk menilai hipotesis tambahan. Estimasi Ordinary Least Square (OLS) dianggap efisien dan memiliki varians terkecil ketika model bebas dari heteroskedastisitas. Hubungan antara variabel independen dan dependen dalam penelitian ini dapat disimpulkan secara valid dari hasil estimasi yang dihasilkan model ini. Uji Autokorelasi Tabel 4. 6 Hasil Uji Autokorelasi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dionisius Enggorihanto, et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return. Hal: 606-620 DOI: https://10. 40/jpb. Sumber: Diolah Peneliti . Dalam model regresi, uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah residual dari satu observasi berkorelasi dengan residual data lainnya. Uji DurbinWatson (DW) merupakan alat yang populer untuk mendeteksi autokorelasi utama dalam residual. Meskipun autokorelasi bertentangan dengan prinsip-prinsip regresi konvensional, terutama dengan data deret waktu, validasi menggunakan data crosectional diperlukan untuk menjamin keandalan model. Statistik Durbin-Watson menghasilkan nilai 1,976 ketika diterapkan pada data. DL mungkin serendah 1,284 atau setinggi 1,567 ketika terdapat 30 partisipan dalam sampel dan 2 variabel independen. Tidak adanya autokorelasi positif atau negatif dalam model regresi dapat disimpulkan dari fakta bahwa nilai DW berada dalam kisaran 1,567 < 1,976 < 2,433, yang berada di antara batas atas . dan 4-dl . aitu 2,. Tidak adanya autokorelasi menunjukkan bahwa residual yang dihasilkan dalam model regresi bersifat independen antar-observasi. Hal ini memperkuat validitas model karena salah satu asumsi penting dalam regresi linier berganda telah terpenuhi, yaitu asumsi tidak adanya korelasi serial dalam error. Dengan demikian, hasil estimasi koefisien yang diperoleh melalui metode Ordinary Least Squares (OLS) dapat dikatakan bebas dari bias akibat pelanggaran asumsi autokorelasi. Secara keseluruhan, tidak ditemukannya autokorelasi dalam model ini menunjukkan bahwa data dan struktur model telah sesuai untuk digunakan dalam pengujian hipotesis lebih lanjut. Model yang memenuhi asumsi klasik regresi memiliki daya prediksi yang lebih andal dan interpretasi hasilnya dapat dilakukan secara lebih meyakinkan dalam menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian ini. Hasil Pengujian Hipotesis Untuk pengujian ini, kami menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat bagaimana setiap variabel independen memengaruhi variabel dependen. Ujit, tingkat signifikansi . , arah hubungan, koefisien regresi, dan penerimaan hipotesis dievaluasi menggunakan alat statistik ini. Salah satu hasil yang diharapkan dari studi ini adalah sinopsis empiris tentang dampak ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap audit delay. Uji t Tabel 4. 7 Hasil Uji t This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Sumber: Diolah Peneliti . Pada tingkat signifikansi 0,018, koefisien untuk variabel Ukuran Perusahaan dalam analisis regresi adalah -1,057, seperti yang ditunjukkan pada Tabel Koefisien. Pada tingkat signifikansi 5%, hal ini menunjukkan bahwa Audit Delay dipengaruhi secara negatif dan signifikan oleh Ukuran Perusahaan. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk audit berkurang seiring dengan peningkatan ukuran organisasi. Temuan ini menguatkan hipotesis pertama (H. dan sejalan dengan teori sinyal, yang menyatakan bahwa upaya auditor untuk menyelesaikan audit tepat waktu dipengaruhi oleh sistem pelaporan perusahaan besar. Dengan koefisien -7,698 dan tingkat signifikansi 0,035, variabel Profitabilitas (ROA) secara negatif dan signifikan mempengaruhi Keterlambatan Audit. Dengan demikian, waktu penyelesaian audit berbanding lurus dengan profitabilitas Temuan ini sejalan dengan hipotesis kedua (H. , yang menyatakan bahwa perusahaan dengan laba yang lebih tinggi harus memberikan laporan keuangan mereka kepada publik lebih cepat sehingga reputasi mereka dan kredibilitas manajer mereka ditingkatkan. Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel Ukuran Perusahaan memiliki nilai thitung sebesar 2,526 dan nilai signifikansi sebesar 0,018, menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap Audit Delay. Perhitungan kontribusi parsial menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan menyumbang sebesar 19,11% terhadap variasi Audit Delay. Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel Ukuran Perusahaan memiliki nilai t-hitung sebesar 2,526 dan nilai signifikansi sebesar 0,018, menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap Audit Delay. Perhitungan kontribusi parsial menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan menyumbang sebesar 19,11% terhadap variasi Audit Delay. Singkatnya. Keterlambatan Audit dipengaruhi secara signifikan dan negatif oleh kedua variabel independen dalam model ini. Berdasarkan hasil ini, ketepatan waktu laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal perusahaan itu sendiri, seperti ukuran perusahaan dan kinerja keuangannya. Hal ini juga mengindikasikan bahwa auditor cenderung memprioritaskan perusahaan besar dan profitabel dalam penyelesaian audit karena risiko yang lebih rendah serta tekanan dari pihak eksternal seperti investor dan regulator. Dengan demikian, hasil pengujian hipotesis ini tidak hanya memperkuat landasan teoritis yang telah dikemukakan sebelumnya, tetapi juga memberikan kontribusi empiris terhadap literatur yang membahas faktor-faktor determinan Audit Delay di lingkungan perusahaan Indonesia. Analisis Regresi Berganda Untuk mengetahui bagaimana ROA dan ukuran perusahaan memengaruhi keterlambatan audit, peneliti menggunakan hasil analisis regresi linier berganda. Rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung analisis regresi berganda: ycUycn = yu0 yu1ycU1 yu2ycU2 e 1 A 5 = Koefisien Regresi Y = Audit Delay = Ukuran Perusahaan = ROA = eror This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dionisius Enggorihanto, et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return. Hal: 606-620 DOI: https://10. 40/jpb. Y = 56,485 1,057X1 7,698X2, berdasarkan hasil regresi linier berganda. Hasil audit dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh ukuran perusahaan dan return on assets (ROA). Koefisien regresi ROA sebesar 7,698 dan koefisien regresi Ukuran Perusahaan sebesar 1,057 memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang menunjukkan hal ini. Jadi, dengan asumsi semua faktor lain sama, peningkatan satu unit Ukuran Perusahaan akan menyebabkan peningkatan Keterlambatan Audit sebesar 1,057 unit. Peningkatan Audit Delay sebesar 7,698 unit setara dengan peningkatan ROA sebesar 1 unit. Dengan demikian, wajar untuk berasumsi bahwa waktu audit akan meningkat secara proporsional dengan ukuran perusahaan dan ROA. Uji f Tabel 4. 8 Hasil Uji f Pada tabel di atas. Anda dapat melihat hasil uji ANOVA. Dengan tingkat signifikansi (Sig. ) sebesar 0,003, diperoleh nilai F sebesar 7,375. Model regresi simultan dianggap signifikan karena nilai signifikansi . lebih rendah dari batas probabilitas 0,05. Dengan demikian, audit delay pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara signifikan dipengaruhi oleh faktor-faktor independen yaitu ukuran perusahaan dan Return on Assets (ROA) dalam penelitian Berdasarkan hasil uji F, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan dan ROA secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay. Adapun koefisien determinasi (RA) sebesar 0,353, yang berarti bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan 35,3% variasi dalam audit delay, sementara 64,7% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Menurut model regresi ini, perubahan ukuran perusahaan dan ROA secara kuat menjelaskan perbedaan dalam audit delay. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan audit laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ukuran perusahaan dan metrik keuangan Dengan demikian, waktu audit berbeda-beda, yang berdampak pada ketepatan waktu penyampaian laporan kepada pemangku kepentingan, untuk perusahaan dengan ukuran tertentu dan tingkat profitabilitas yang tercermin dalam ROA. Koefisien Determinasi (R. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Tabel 4. 9 Hasil Koefisien Determinasi (R. Nilai R Square gabungan sebesar 0,353 untuk Ukuran Perusahaan dan ROA menunjukkan bahwa kedua variabel ini menyumbang 35,3% varians Audit Delay. Bahwa variabel-variabel ini dijelaskan secara memadai oleh model regresi dan hubungannya dengan waktu penyelesaian audit merupakan hal yang Faktor-faktor yang tidak dimasukkan dalam model menyumbang varians lainnya. Setelah mempertimbangkan jumlah variabel dan ukuran sampel, kinerja model digambarkan lebih baik oleh nilai R Square yang Disesuaikan sebesar 0,305. Dengan nilai ini, jelas bahwa variabilitas Keterlambatan Audit perusahaan yang dianalisis dapat dijelaskan secara memadai oleh model regresi linier berganda ini. Selain itu, variabel independen (Ukuran Perusahaan dan ROA) dan variabel dependen . udit dela. memiliki hubungan yang cukup kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (R Squar. sebesar 0,594. Hal ini semakin memperkuat bahwa kedua faktor ini merupakan penentu utama waktu penyelesaian audit. PEMBAHASAN Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap keterlambatan audit, dengan koefisien regresi sebesar -1,057 dan nilai signifikansi 0,018 . < 0,. Hal ini berarti bahwa semakin besar ukuran perusahaan, semakin cepat proses audit diselesaikan. Perusahaan besar cenderung memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik, dokumen yang lebih lengkap, serta sumber daya manusia yang lebih memadai, yang memungkinkan auditor untuk menyelesaikan tugas audit lebih efisien. Dengan faktor-faktor ini, perusahaan besar mampu mengatasi kendala administratif dan teknis yang sering menyebabkan keterlambatan audit. Temuan ini sejalan dengan penelitian Putra dan Atmini . yang menyatakan bahwa perusahaan besar lebih mudah menyediakan laporan keuangan yang lebih akurat, yang mempermudah auditor dalam proses verifikasi. Putri et al. juga menemukan bahwa perusahaan besar mampu menjalin komunikasi yang efektif dengan auditor, sehingga mempercepat proses audit. Selain itu, teori keagenan juga mendukung temuan ini, karena perusahaan besar cenderung mendapat tekanan lebih besar untuk menjaga kredibilitas laporan keuangannya. Secara praktis, manajemen perusahaan besar dapat menggunakan temuan ini untuk terus memperbaiki sistem pelaporan dan pengendalian internal, sementara perusahaan kecil dapat memperhatikan kelemahan dalam proses pelaporan untuk menghindari keterlambatan audit. Pengaruh ROA terhadap Audit Delay Penelitian ini juga menemukan bahwa Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan dan negatif terhadap audit delay, dengan koefisien regresi sebesar -7,698 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dionisius Enggorihanto, et al. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Return. Hal: 606-620 DOI: https://10. 40/jpb. dan nilai signifikansi 0,035 . < 0,. Artinya, semakin tinggi ROA, semakin cepat audit diselesaikan. Perusahaan dengan ROA tinggi biasanya memiliki laporan keuangan yang lebih transparan, pengelolaan aset yang efisien, dan risiko kesalahan akuntansi yang lebih rendah, yang mempermudah auditor dalam melaksanakan Temuan ini sejalan dengan Putra dan Atmini . , yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan laba sehat memungkinkan auditor untuk menyelesaikan audit lebih cepat dan efisien. Siregar dan Harini . juga menemukan korelasi terbalik yang kuat antara ROA dan audit delay, yang menegaskan bahwa profitabilitas merupakan faktor utama dalam mempercepat proses audit. Berdasarkan hipotesis pensinyalan, auditor dan investor lebih cenderung mempercayai laporan keuangan perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik, sehingga memungkinkan audit dilakukan lebih cepat. Pengaruh ROA dan Ukuran Perusahaan Secara Simultan terhadap Audit Delay Secara simultan, penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan ROA berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Peningkatan ukuran perusahaan dan profitabilitas dapat mempercepat proses audit. Efisiensi operasional dan pengelolaan aset yang baik dapat membantu perusahaan mencapai kondisi tersebut. Auditor, pada gilirannya, dapat memanfaatkan informasi tentang ukuran perusahaan dan ROA dalam merencanakan strategi audit, yang memungkinkan mereka untuk lebih efisien dalam menggunakan waktu. Temuan ini memperkuat literatur yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan dan ROA adalah faktor penting yang mempengaruhi durasi audit. Oleh karena itu, manajemen perusahaan dan auditor perlu mempertimbangkan kedua faktor ini dalam upaya meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu pelaporan keuangan. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan wawasan penting mengenai faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi proses audit di Indonesia. KESIMPULAN Temuan dalam studi ini menunjukkan beberapa hal penting yang terkait dengan pengaruh ukuran perusahaan dan Return on Assets (ROA) terhadap audit Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Dengan tingkat signifikansi sebesar 0,018 dan koefisien regresi -1,057, temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, semakin cepat audit diselesaikan. Hal ini dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa perusahaan besar biasanya memiliki sistem akuntansi dan pengendalian internal yang lebih kuat, serta berada di bawah tekanan yang lebih besar untuk menjaga reputasi mereka di mata investor. Koefisien determinasi parsial sebesar 19,11% menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara parsial mampu menjelaskan sekitar 19,11% variasi audit delay dalam model ini. Selain itu, return on assets (ROA) juga ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Koefisien regresi sebesar -7,698 dan tingkat signifikansi 0,035 menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas perusahaan, semakin cepat proses audit diselesaikan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik memiliki laporan keuangan yang lebih dapat dipercaya, yang mengurangi risiko audit dan mempercepat prosesnya. Berdasarkan nilai t-hitung sebesar 2,224 dan derajat kebebasan 27, koefisien determinasi parsial This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 untuk ROA adalah 15,48%, yang berarti ROA secara parsial menjelaskan sekitar 15,48% variasi audit delay pada perusahaan properti yang diteliti. Secara simultan, ukuran perusahaan dan ROA berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003, yang lebih kecil dari 0,05, mengindikasikan pengaruh bersama yang signifikan dari kedua variabel tersebut terhadap audit delay. Koefisien determinasi (RA) sebesar 0,353 menunjukkan bahwa kedua variabel ini secara simultan mampu menjelaskan 35,3% variasi audit delay, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model ini, seperti opini audit atau kompleksitas perusahaan. Temuan empiris ini memperkuat teori keagenan dan teori sinyal, yang menyatakan bahwa perusahaan besar dan makmur cenderung memprioritaskan penyelesaian audit tepat waktu untuk menjaga kepercayaan pemegang saham dan memberikan sinyal positif kepada pasar. REFERENCES