PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Financial Technology terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2019-2024 Rafif Fazary Kusmulyadi 1*. Novi Susyani 2 rafiffazary_21p288@mn. id 1* novi. susyani855@lecture. Program Studi Manajemen. Universitas Jenderal Achmad Yani. Indonesia 1*,2 Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran financial technology yang diukur melalui mobile banking dan internet banking terhadap profitabilitas yang diukur melalui return on assets (ROA). Dengan menggunakan teknik purposive sampling, dihasilkan 15 sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dari total 47 populasi perusahaan yang terdaftar di BEI selama periode 20192024. Data pada penelitian ini didapat dari laporan keuangan perusahaan yang tersedia di situs resmi BEI. Penelitian ini merupakan penelitian statistik deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif untuk teknik analisis regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan mobile banking berpengaruh positif terhadap return on assets, sedangkan internet banking tidak berpengaruh. Secara keseluruhan, mobile banking dan internet banking berpengaruh secara simultan terhadap return on assets. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu meningkatkan pemanfaatan mobile banking sebagai salah satu strategi digitalisasi untuk mendorong kinerja keuangan, khususnya profitabilitas. Selain itu, hasil ini juga dapat menjadi acuan bagi manajemen perusahaan dalam mengalokasikan investasi teknologi keuangan secara lebih efektif dan tepat sasaran. Kata Kunci: FINTECH. mobile banking. internet banking. Profitabilitas. return on assets This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Di era globalisasi saat ini, persaingan dalam segala kegiatan usaha semakin meningkat dan kompleks dari waktu ke waktu, perubahan digitalisasi pada era 4. 0 telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Digitalisasi global telah menjadi penyebab utama dalam pertumbuhan ekonomi dunia dan transformasi industri fintech. Seiring dengan semakin terhubungnya dunia secara digital, fintech telah menemukan peluang baru untuk berkembang dan memberikan layanan yang lebih inovatif. Digitalisasi telah mendefinisikan ulang cara manusia dalam bertransaksi, serta menjangkau masyarakat di daerah yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan. Inovasi yang ada pada digitalisasi tersebut mulai dari perkembangan industri fintech yang semakin pesat, serta menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi global (Pushpalika, 2. Saat ini, pertumbuhan ekonomi dunia sedang mengalami penurunan di sebagian besar negara ditandai dengan lambatnya pertumbuhan ekonomi (Rengganis, 2. Dampak dari lambatnya perekonomian itu sendiri disebabkan oleh perang dagang antara AS-China Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 13 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan kondisi inflasi yang melonjak tinggi disertai dengan suku bunga yang tinggi. Semakin tinggi inflasi, maka semakin rendah tingkat laba (Yogatama et al. , 2. Penguatan dolar dan tingginya suku bunga di AS dapat berimplikasi pada pelemahan ekonomi global. Amerika pertama kali membuka perang dagang dengan China saat Donald Trump menjabat sebagai presiden pada tahun 2018 (Cindy Regita , 2. Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden dapat memicu kembalinya perang dagang antara Amerika dan China. Trump menjanjikan tarif yang lebih drastis dari sebelumnya dengan tarif sebesar 60% untuk barang-barang dari China (Patriari Lazuardy, 2. Sampai saat ini perang dagang kedua negara tetap memanas. AS menaikan tarif hingga 245% dan china juga menailkan tarif sebesar 125% sebagai bentuk balasan dari negara china (Luc, 2. Menurut (Nuugroho, 2. AuTerpilihnya Donald Trump sebagai presiden akan berdampak ke perekonomian seluruh negara terutama negara-negara berkembang seperti IndonesiaAy tarif tinggi, perang dagang, dan disrupsi rantai pasok. Kondisi tersebut dapat menyulitkan Indonesia yang merupakan mitra dagang AS dan China. Kenaikan suku bunga di AS sebagai respons terhadap inflasi dapat mempengaruhi suku bunga. terus konsisten menjaga stabilitas moneter, nilai tukar Rupiah, dan pasar keuangan, serta mendorong momentum pertumbuhan ekonomi (Warjiyo, 2. Kecepatan kenaikan harga dalam jangka waktu tertentu, atau menurunnya nilai mata uang dapat menyebabkan inflasi (Lintang Prameswari & Purwanto, 2024. ) Fintech menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar global dengan menawarkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau. Fintech menawarkan solusi seperti pembayaran digital, pinjaman online, dan investasi yang lebih mudah Ketika ekonomi tumbuh, individu dan bisnis lebih cenderung mencari layanan yang dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka, sehingga dapat mendorong adopsi fintech (Indrianti et al. , 2. Fintech merupakan suatu inovasi yang ada pada Lembaga keuangan yang menyediakan layanan keuangan sederhana, aman, dan nyaman yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, fintech juga bertanggung jawab untuk memperluas cakupan layanan keuangan dengan cepat (Ma'ruf, 2. Fintech menjadi penting dikarenakan cara pandang bisnis berubah secara signifikan mengenai peran mereka di masyarakat, banyak orang mulai menyadari mengenai pentingnya pendekatan perusahaan dalam mempertimbangkan aspek fintech khususnya pada perusahaan Seiring dengan berjalannya waktu teknologi informasi terus mengalami perkembangan, hal inilah yang membuat bank berinovasi dengan menghadirkan layanan perbankan baru yang dikenal dengan mobile banking dan internet banking. Menurut (Susanti et al. , 2. , mobile banking atau biasa disingkat menjadi mbanking merupakan sistem yang memungkinkan penggunanya untuk melihat transaksi finansial melalui smartphone atau perangkat mobile wireless lainnya. Mobile banking memiliki fitur yang sangat beragam, seperti transfer dana, informasi saldo, perubahan rekening, pembayaran tagihan, dan lain-lain. Perkembangan layanan mobile banking sangat pesat, karena layanan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat modern akan layanan yang sederhana dan cepat. Selain itu, layanan mobile banking membantu bank meningkatkan efisiensi operasional layanan, kepuasan pelanggan, dan efektivitas biaya Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 14 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 yang akan mendukung dan mempengaruhi profitabilitas bank tersebut (Indrianti et al. Internet banking adalah sistem yang menyediakan layanan keuangan kepada pelanggan, melakukan transaksi, dan memperoleh informasi produk atau layanan keuangan melalui internet (Indrianti et al. , 2. Sedangkan Menurut (Yogatama et al. , internet banking merupakan komposisi yang menyiapkan akomodasi finansial pada nasabah, melayani transfer atau pembayaran secara online, dan mendapatkan berita baru terkait layanan keuangan. Dengan hadirnya inovasi pada kemajuan teknologi seperti mobile banking dan internet banking tersebut, maka akan berdampak positif karena perusahaan dapat menghasilkan keuntungan, sehingga akan meningkatkan investasi yang dilakukan oleh lembaga keuangan atau perbankan dalam produk-produk baru yang inovatif. Ketika perbankan menggunakan layanan fintech maka akan meningkatkan profitabilitas yang diukur berdasarkan return on asset (Shanmugam & Nigam, 2. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu baik pada penjualan aset maupun modal sendiri. Menurut (Ifayani Haanurat & Romadhoni, 2. profitabilitas merupakan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari semua operasi dan sumber dayanya, seperti aktivitas penjualan, penggunaan dan pengelolaan aset, dan penggunaan modal bisnis, diukur dengan rasio yang disebut profitabilitas, ukuran profitabilitas yang digunakan adalah Return on Asset (ROA), yang merupakan salah satu proksi untuk melihat kinerja keuangan suatu bank (Leviani & Wiyono, 2. Semakin besar nilai ROA perusahaan maka semakin efisien perusahaan tersebut dalam menggunakan aset mereka. Hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh mobile banking terhadap return on assets sendiri masih terdapat perbedaan, penelitian yang dilakukan oleh (Patricia et al. , 2. dan (Nuzula Agustin, 2. menunjukkan pengaruh positif, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Tambunan & Aziza, 2. tidak terdapat pengaruh, pengaruh negatif ditunjukkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh (Fazira & Hapsari, 2. , (Sudaryanti et al. , 2. Begitu juga dengan penelitian terdahulu mengenai pengaruh internet banking terhadap return on assets, penelitian yang dilakukan oleh (Saputra et al. , 2. dan (Leviani & Wiyono, 2. menunjukkan hasil berpengaruh positif, sedangkan penelitian (Shanmugam & Nigam, 2. dan (Yulastri & Negara, 2. menunjukkan hasil berpengaruh negatif. Kebaruan dari studi ini terletak pada fokus analisis simultan terhadap dua layanan fintech utamaAimobile banking dan internet bankingAiterhadap profitabilitas yang diukur melalui return on assets (ROA) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2024. Berbeda dengan sebagian besar penelitian sebelumnya yang hanya meneliti salah satu variabel secara terpisah dan dalam cakupan waktu yang lebih sempit, studi ini menggabungkan kedua jenis layanan digital banking secara bersamaan dalam satu model analisis regresi linear berganda, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana digitalisasi sistem keuangan memengaruhi kinerja perusahaan secara aktual. Selain itu, penggunaan data terbaru dan jangka waktu lima tahun menjadikan penelitian ini relevan untuk menangkap dinamika fintech dalam era pasca-pandemi, serta memperkaya literatur Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 15 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 yang masih terbatas dalam konteks pasar Indonesia dengan pendekatan empiris berbasis data sekunder dari laporan keuangan perusahaan. Teori Inovasi Schumpeter ini dikemukakan oleh Joseph Alois Schumpeter melalui bukunya yang berjudul The Theory of Economic Development pada tahun 1934. Menurut Schumpeter, kunci utama perkembangan ekonomi adalah para inovator dan Schumpeter juga berpendapat bahwa inovasi bisa berbagai hal, seperti menciptakan produk baru atau meningkatkan kualitas produk, mengembangkan metode baru dalam berproduksi, membuka pasar baru, serta menemukan sumber daya baru untuk pasokan (Indrianti et al. , 2. Teori inovasi schumpeter dikaitkan dengan adanya kemajuan teknologi yang dapat menghasilkan peluang dan keuntungan, sehingga dapat meningkatkan investasi yang dilakukan oleh lembaga keuangan dalam produkproduk baru yang inovatif. Hal tersebut dapat menarik pihak lain dalam industri untuk melakukan investasi teknologi yang akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. (Shanmugam & Nigam, 2. mengatakan bahwa ketika perbankan menggunakan fintech pada layanannya maka profitabilitas akan meningkat. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Indrianti et al. , 2. , (Shanmugam & Nigam, 2. dan (Nuzula Agustin, 2. Dengan begitu, hipotesis yang diusulkan adalah: H1 : Mobile Banking berpengaruh positif terhadap Return on Assets. H2 : Internet Banking berpengaruh positif terhadap Return on Assets. H3 : Mobile Banking dan Internet Banking berpengaruh positif secara simultan terhadap Return on Assets. Metode Analisis Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif dan asosiatif. Jenis data yang digunakan adalah data panel yang merupakan kombinasi dari time series dan cross section. Sumber data pada penelitian ini didapat dari data sekunder yang diperoleh melalui website BEI yang berupa laporan keuangan dari perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2019-2024. Teknik purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel dengan kriteria perusahaan yang secara konsisten terdaftar di BEI periode 2019-2024. Dari total 47 populasi, diperoleh 15 sampel yang sesuai dengan kriteria tersebut. Adapun ukuran-ukuran dari setiap variabel ditampilkan pada tabel dibawah: Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi Konsep Variabel Independen Mobile Banking Internet Banking Return on Assets Mobile banking merupakan sistem yang memungkinkan penggunanya untuk melihat transaksi finansial dari smartphone (Susanti et al. , 2. Internet banking adalah sistem yang menyediakan layanan keuangan kepada pelanggan, melakukan transaksi melalui internet. (Indrianti Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 16 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 et al. , 2. Total number of Mobile banking transactions ariabel Dependen Return on Assets adalah rasio yang digunakan untuk manajemen dalam profitabilitas dan manajerial efisiensi secara overall (Kasmir. Total number of internet banking ROA = Laba Bersih Setelah Pajak Total Aset Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 17 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 Hasil dan Pembahasan Tabel 2. Statistik Deskriptif Statistic Mean 10E 08 88E 08 T Median 52E 08 aMaximum 98E 09 24E 08 Minimum Std Dev. 83E 08 36E 08 Observations Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan E-Views, 2025 ROA Tabel 2 menunjukkan terdapat 90 sampel pada penelitian ini. Nilai minimum dari Return on Assets sebesar -0,147500 dan nilai maksimumnya 0,040300 dengan rata-rata sebesar 0,012443 dan standar deviasi sebesar 0,027241. Nilai minimum dari mobile banking sebesar 10043000 dan nilai maksimumnya sebesar 1,98E 08 dengan rata-rata sebesar 4,10E 08 dan standar deviasi sebesar 3,83E 08. Nilai minimum dari internet banking sebesar 2508000 dan nilai maksimumnya sebesar 8,24E 08 dengan rata-rata sebesar 1,88E 08 dan standar deviasi sebesar 1,36E 08. Tabel 3. Hasil Uji Parsial (Uji . Koefisien P-Value Hubungan antar variabel Hasil Variabel 28E-10 0,0244 Berpengaruh Diterima 13E-09 0,7102 Tidak berpengaruh Ditolak Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan E-Views, 2025 Hasil pengujian menunjukkan hipotesis pertama memperoleh p-value sebesar 0,0244 lebih kecil dari 0,05 dengan nilai koefisien sebesar 1,28E-10. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa mobile banking berpengaruh terhadap return on assets yang berarti H1 Hasil yang diperoleh untuk hipotesis kedua menunjukkan p-value sebesar 0,7102 lebih besar dari 0,05 dengan nilai koefisien sebesar 1,13E-09. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa internet banking tidak berpengaruh terhadap return on assets yang berarti H2 ditolak. Tabel 4. Hasil Uji Simultan (Uji F) R-squared 0,529973 Mean dependent var 1,244333 Adjusted R-squared 0,505035 dependent var 2,724137 of regression 2,270965 Akaike info criterion 4,646714 Sumsquared resid 376,4814 Schwarz crietion 5,118900 Log likelihood F-statistic -192,1021 3,441504 Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 4,837127 2,484705 Prob (F-statisti. 0,000154 Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan E-Views, 2025 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 18 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 Hasil uji simultan menunjukkan p-value sebesar 0,000154. Dengan begitu, dapat disimpulkan mobile banking dan internet banking berpengaruh secara simultan terhadap return on assets yang berarti H4 diterima. Pembahasan Pengaruh Mobile Banking Terhadap Return on Assets Hasil yang diperoleh dari pengujian yang telah dilakukan menemukan bahwa mobile banking berpengaruh terhadap return on assets. Hasil tersebut menandakan bahwa mobile banking memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan kapan saja dan di mana saja, layanan mobile banking membantu bank meningkatkan efisiensi operasional layanan, kepuasan pelanggan, dan efektivitas biaya yang akan mendukung dan mempengaruhi profitabilitas bank. semakin tinggi jumlah transaksi mobile banking, maka semakin tinggi pula nilai return on assets. Hasil pada penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Patricia et al. , 2. dan (Nuzula Agustin, 2. yang mengungkapkan bahwa mobile banking berpengaruh terhadap return on Keselarasan ini semakin menguatkan bahwa sebuah inovasi yang ada dalam sektor perbankan dianggap sebagai faktor yang berdampak positif terhadap return on Pengaruh Internet Banking Terhadap Return on Assets Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa internet banking tidak berpengaruh terhadap return on assets. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa pendapatan yang dihasilkan dari transaksi yang dilakukan melaui internet banking belum mampu menutupi beban operasional yang dikeluarkan oleh bank untuk mengadopsi inovasi dalam bidang teknologi yaitu internet banking. semakin tinggi transaksi internet banking, maka tidak berpengaruh terhadap return on assets. Dengan begitu, hadirnya inovasi internet banking tidak dapat meningkatkan return on assets. Hasil pada penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Shanmugam & Nigam, 2. dan (Yulastri & Negara, 2. yang mengungkapkan bahwa internet banking tidak berpengaruh terhadap return on assets. menunjukkan bahwa adopsi fintech tidak dapat meningkatkan nilai return on assets. Pengaruh Mobile Banking dan Internet Banking Terhadap Return on Assets Hasil yang diperoleh dari pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa Mobile Banking dan Internet Banking secara simultan berpengaruh terhadap return on assets yang berarti semakin banyak jumlah transaksi FINTECH, maka return on assets akan semakin meningkat. Dengan begitu, bahwa variabel pemanfaatan teknologi finansial . yang diproksikan dengan jumlah transaksi mobile banking, dan internet banking secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas yang ditunjukkan melalui tingkat Retun On Asset (ROA) pada entitas publik perbankan dalam kurun tahun 2019-2024. Hal ini menggambarkan bahwa pemanfaatan teknologi finansial dalam industri perbankan seperti mobile banking, internet banking mampu mengahasilkan laba dari setiap Pemanfaatan teknologi finansial dalam industri perbankan bukan hanya sebuah tren, melainkan sebuah strategi inti yang mampu menghasilkan laba signifikan dari setiap transaksi, dan secara simultan berkontribusi pada peningkatan profitabilitas bank yang diukur melalui ROA. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 19 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 Hal ini sejalan dengan teori inovasi yang mengungkapkan bagaimana perusahaan yang mengadopsi kemajuan teknologi dapat menghasilkan peluang dan keuntungan. Oleh karena itu, ketika perbankan menggunakan fintech pada layanannya maka profitabilitas akan meningkat (Shanmugam & Nigam, 2. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Tazza & Sari, 2. yang menyatakan Mobile Banking dan Internet Banking secara simultan berpengaruh terhadap return on assets. Kesamaan hasil ini memperkuat bahwa penerapan keseluruhan FINTECH menciptakan perspektif positif dari hadirnya inovasi teknologi yang meningkatkan return on assets. Simpulan dan Saran Penelitian ini menunjukkan bahwa mobile banking berpengaruh positif terhadap return on assets (ROA), sementara internet banking tidak menunjukkan pengaruh yang Namun, secara simultan, kedua layanan ini yang merupakan representasi dari financial technology . terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profitabilitas perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara parsial terdapat perbedaan pengaruh, secara kolektif mobile banking dan internet banking tetap dapat menjadi kekuatan sinergis dalam mendukung efisiensi pengelolaan aset bank dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, khususnya melalui indikator ROA. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi industri perbankan, yaitu pentingnya optimalisasi pemanfaatan teknologi finansial sebagai strategi utama dalam menghadapi dinamika pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Penerapan mobile banking secara aktif dapat menghasilkan pendapatan dari berbagai layanan transaksi digital yang efisien dan cepat, serta memperluas jangkauan layanan kepada nasabah. Meskipun internet banking tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial, keberadaannya tetap relevan dalam mendukung ekosistem digital perbankan yang Oleh karena itu, pengembangan dan investasi dalam teknologi finansial secara komprehensif tetap menjadi kebutuhan strategis dalam meningkatkan daya saing dan profitabilitas lembaga keuangan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup sampel yang hanya mencakup 15 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2024. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi generalisasi hasil terhadap sektor perbankan secara lebih luas, terutama di luar konteks Indonesia. Untuk itu, disarankan kepada peneliti selanjutnya agar menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan mencakup perusahaan dari berbagai negara, termasuk negara maju, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan representatif terkait dampak fintech terhadap profitabilitas. Selain itu, penambahan variabel lain seperti efisiensi operasional, kepuasan nasabah, atau tingkat literasi digital juga dapat memberikan kontribusi penting dalam memperkaya model analisis yang lebih kompleks. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 20 PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 Referensi