Prive. Volume 4. Nomor 2. September 2021 http://ejurnal. id/index. php/prive Online ISSN 2615-7306 Printed ISSN 2615-7314 FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING dianalisis dengan FRAUD PENTAGON Pada Perusahaan Perbankan yang listing di BEI Tahun 2017-2019 Tatas Ridho Nugroho1. Hari Setiono2. Khurniatul Irsyadah3 Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Majapahit tatasridho14@gmail. Abstract The meaning of financial statements is important information for management and stakeholders, so the standards that must be met by financial statements are to have reliable nature and representation However, sometimes financial statements are presented containing fraud in them so that they cannot be used as a basis for decision making. Observations intend to determine the effect of the theory of fraud pentagon which includes financial targets, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditors, change of directors and dualism position on fraudulent financial This observation is quantitative. The population is all banking companies on the 2017-2019 BEI. Samples were taken through purposive sampling obtained 24 companies. Secondary data in the form of annual reports and financial reports were analyzed through multiple linear regression analysis. Observations show that financial stability, external pressure and change of directors affect fraudulent financial reporting. Meanwhile, financial targets, ineffective monitoring, change in auditors and dualism position do not affect fraudulent financial reporting. Simultaneously, these observations show that financial target variables, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditors, change of directors and dualism position affect fraudulent financial reporting Keywords: fraud, fraudulent financial reporting, fraud pentagon, f-score Abstrak Arti dari laporan keuangan yaitu informasi penting bagi manajemen dan stakeholder maka standar yang harus dipenuhi oleh laporan keuangan yakni mempunyai sifat reliable . dan representation Namun terkadang laporan keuangan disajikan dengan mengandung kecurangan didalamnya sehingga tidak mampu dipergunakan sebagai pijakan terkait pengambilan keputusan. Pengamatan bermaksud mengetahui pengaruh teori fraud pentagon yang meliputi financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi dan dualism position terhadap fraudulent financial reporting. Pengamatan ini bersifat kuantitatif. Populasinya yakni keseluruhan perusahaan perbankan di BEI 2017-2019. Sampel diambil melalui purposive sampling didapatkan 24 perusahaan. Data sekunder berwujud annual report serta financial report dianalisis melalui analisis regresi linier berganda. Hasil pengamatan memperlihatkan financial stability, external pressure dan pergantian direksi mempengaruhi fraudulent financial reporting. Sedangkan financial target, ineffective monitoring, change in auditor dan dualism position tidak mempengaruhi fraudulent financial Secara bersamaan pengamatan ini memperlihatkan variabel financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi dan dualism position mempengaruhi fraudulent financial reporting. Kata Kunci: fraud, fraudulent financial reporting, fraud pentagon, f-score Tanggal Submit : 11 September 2021 Tanggal Revisi : 29 September 2021 Tanggal Publish : 30 September 2021 A. PENDAHULUAN Definisi laporan keuangan yaitu informasi penting bagi manajemen dan stakeholder maka standar yang harus dipenuhi oleh laporan keuangan yakni mempunyai sifat reliable . dikarenakan informasi laporan keuangan diperuntukkan oleh pengguna informasi sebagai acuan pengambilan keputusan di masa selanjutnya (Siddiq et al. , 2. Informasi yang bersifat reliable juga harus mempunyai karakteristik representation faithfulnes yaitu laporan keuangan yang disajikan dengan jujur dan mencerminkan substansi transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan dengan angka dan penjelasan yang dilaporkan secara apa adanya (Tsoncheva, 2. Namun terkadang laporan keuangan mengandung unsur kecurangan . dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan pribadi yang berakibat merugikan pihak-pihak tertentu (ACFE Indonesia, 2. Salah satu kejadian fraud di Indonesia yaitu perekayasaan pelaporan keuangan oleh perusahaan multifinance yakni PT SNP Finance (Sunprima Nusantara Pembiayaa. yang mengakibatkan kerugian 14 bank di Indonesia dan ditaksir mencapai triliun rupiah (Nurmayanti. Tindakan kecurangan laporan keuangan disebabkan dari beberapa faktor yang diungkapkan oleh Cressey tahun 1953 yang disebut dengan teori fraud triangle yakni pressure, opportunity dan Lalu Wolfe dan Hermanson tahun 2004 menggenapkan fraud triangle dengan mengimbuhkan capability. Sedangkan teori paling baru yang bisa digunakan untuk menemukan adanya fraud ialah teori fraud pentagon. Crowe Howarth mengemukakan teori ini di tahun 2011. Perkembangannya yakni dengan ditambahnya dua elemen baru antara lain kemampuan . serta arogansi . , sehingga terdiri dari tekanan, peluang, rasionalisasi, kemampuan dan arogansi. Tujuan dilakukannya pengamatan ini guna menguji kembali variabel yang sudah diuji terlebih dahulu yaitu financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi, dan dualism position. Pengamatan Hanifah Agusputri dan Sofie . dipergunakan sebagai acuan dalam pengamatan kali ini. Yang didalamnya ditemui perbedaan yakni . dualism position sebagai proksi lain untuk faktor arrogance, . menggunakan perusahaan perbankan dengan periode pengamatan 2017-2019. Masalah Penelitian Dilihat dari latar belakang diatas maka pengamatan ini bertujuan guna mengetahui apakah financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi, dan dualism position mempengaruhi fraudulent financial reporting. TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Stewardship Teori stewardship merupakan kondisi yang menunjukkan bahwa pihak manajer tidak termotivasi untuk berperilaku mewujudkan tujuan pribadi atau individu melainkan lebih tertuju pada kepentingan principal. Oleh karena itu penelitian ini didasari oleh teori stewardship bertujuan untuk mengetahui kemampuan manajer dalam menciptakan laporan keuangan yang Kualitas laporan keuangan merupakan dasar atau acuan yang dapat mempengaruhi pihak yang berkepentingan terkait keputusan yang diambil (Tsoncheva, 2. Kecurangan Laporan Keuangan Fraud Fraud didefinisikan sebagai tindakan yang berupa kecurangan atau salah saji yang disengaja sehingga menyakibatkan kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan (AICPA, 2. Klasifikasi fraud ACFE tahun 2020 mengelompokkan fraud sebagai berikut: Corruption (Korups. Korupsi meliputi conflict of interest yaitu pertentangan atas perbedaan kepentingan atau tujuan yang terjadi antara pihak principal dengan manajemen . , bribery yaitu penyuapan yang dilakukan seseorang atau kelompok dengan tujuan agar mempengaruhi tindakan keputusan yang berpengaruh terhadap kepentingan atau tujuan yang diinginkan, illegal gratuity yaitu pemberian illegal yang merupakan bentuk penyuapan yang terjadi setelah pekerjaan diselesaikan, economic extortion yaitu pemerasan ekonomi yang berupa ancaman oleh seseorang atau kelompok untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan (ACFE, 2. Penyalahgunaan Aset (Asset Misappropriatio. Kecurangan berupa penggelapan, pencurian atau penyelewengan aset atas kas, persediaan serta aset lainnya (ACFE, 2. Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Frau. Perbuatan curang terkait pelaporan yaitu kesalahan pada pencatatan laporan keuangan secara disengaja dan menyebabkan para pengguna laporan keuangan menjadi pihak yang dirugikan (Amrizal, 2. Fraudulent Financial Reporting Kecurangan pelaporan keuangan menimbulkan kesalahan penyajian secara sengaja berbentuk penghilangan jumlah ataupun pengungkapan laporan keuangan yang berdampak pada material dalam pelaporan keuangan. Penyampaiannya tidak disesuaikan dengan prinsip pada akuntansi secara umum (AICPA, 2. Teori Fraud Pentagon Teori fraud pentagon diungkapkan Crowe Howarth 2011 yang mencakup pressure, opportunity, rationalization, competence dan arrogance F-Score Perhitungan yang menjumlahkan dua bentuk variabel yaitu accrual quality dengan financial performance (Skousen dan Twedt, 2. Hipotesis Penelitian Pengaruh Financial Target Terhadap Fraudulent Financial Reporting Tekanan dikarenakan adanya tuntutan bagi pihak manajemen dalam pemenuhan target financial yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Ini memicu manajemen bertindak curang terkait pelaporan agar dapat mencapai target financial sesuai dengan ketetapan perusahaan (AICPA, 2. Hasil penelitian F. Siddiq dan Suseno . memperlihatkan bahwa financial target diproksikan menggunakan ROA mempengaruhi fraudulent financial reporting. Jadi dirumuskan hipotesis seperti dibawah ini: H1 = Financial target mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengaruh Financial Stability Terhadap Fraudulent Financial Reporting Kondisi ketika financial perusahaan sedang berada pada keadaan yang seimbang. Perusahaan dituntut harus memenuhi stabilitas keuangan yang menyebabkan timbulnya tekanan pihak manajemen untuk menjaga kondisi keuangan agar terlihat baik. Keadaan perusahaan yang stabil menggambarkan bahwa perusahaan tersebut memiliki nilai kekayaan yang besar yang dapat menaikkan nilai perusahaan dan memberikan pandangan yang baik bagi pihak yang berkepentingan (Septriyani dan Handayani, 2. Hasil penelitian Lestari dan Henny . memperlihatkan bahwa financial stability diukur menggunakan ACHANGE berpengaruh pada fraudulent financial reporting. Maka dapat dirumuskan hipotesis seperti dibawah ini: H2 = Financial stability mempengaruhi fraudulent financial reporting Pengaruh External Pressure Terhadap Fraudulent Financial Reporting Tuntutan eksternal perusahaan teruntuk pihak manajemen guna memperoleh pembiayaan dari pihak luar agar tetap kompetitif disebut external pressure. Perusahaan perlu memaparkan rasio keuangan dan profit yang bagus dengan tujuan pihak eksternal tertarik untuk memberikan pinjaman. Keuangan perusahaan juga harus menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk mengembalikan dana yang telah dipinjam (Skousen et al. , 2. Hasil penelitian Tessa dan Harto . menyeutkan external pressure diukur menggunakan LEV mempengaruhi fraudulent financial reporting. Jadi dapat dirumuskan hipotesis seperti dibawah ini: H3 = External pressure mempengaruhi fraudulent financial reporting Pengaruh Ineffective Monitoring Terhadap Fraudulent Financial Reporting Pengawasan yang lemah sehingga memberikan kesempatan atau peluang pihak manajemen dalam melakukan tindakan curang pada pelaporan keuangan disebut ineffective monitoring. Kecurangan dapat diperkecil dengan adanya mekanisme pemantauan yang baik dan efektif melalui dewan komisaris independen (AICPA, 2. Hasil penelitian Lestari dan Henny . menunjukkan ineffective monitoring yang diukur menggunakan BDOUT terdapat pengaruh pada fraudulent financial reporting. Jadi dapat dirumuskan hipotesis dibawah ini: H4 = Ineffective monitoring mempengaruhi fraudulent financial reporting Pengaruh Change in Auditor Terhadap Fraudulent Financial Reporting Tindakan kecurangan laporan keuangan dapat diketahui melalui proses audit. Perusahaan yang bertindak curang pada pelaporan keuangan akan lebih banyak mengalihtugaskan auditor eksternal guna menyembunyikan perbuatan curang yang telah diketahui dengan mennggantinya dengan auditor yang memiliki kualitas dibawah auditor sebelumnya (Ulfah et al. , 2. Hasil penelitian Ulfah et al . menunjukkan change in auditor pengaruhnya signifikan pada fraudulent financial reporting. Jadi dapat dirumuskan hipotesis dibawah ini: H5 = Change in auditor berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting Pengaruh Pergantian Direksi Terhadap Fraudulent Financial Reporting Perbaikan kinerja atau upaya menyembunyikan kecurangan yang ditemukan oleh direksi yang menjabat sebelumnya membuat perusahaan seringkali mengganti direksi Semakin sering maka perusahaan diindikasikan bertindak curang dalam pelaporan Pergantian direksi membutuhkan waktu adaptasi yang menyebabkan ketidakefektifan kinerja perusahaan, hal ini menyebabkan adanya peluang untuk bertindak fraudulent financial reporting (Wolfe dan Hermanson, 2. Hasil pengamatan Sasongko dan Wijayantika . memperlihatkan pergantian direksi mempengaruhi fraudulent financial reporting. Maka dapat dirumuskan hipotesis seperti dibawah ini: H6 = Pergantian direksi mempengaruhi fraudulent financial reporting Pengaruh Dualism Position Terhadap Fraudulent Financial Reporting Dual jabatan yang disandang dewan direksi disebut juga dualism position. Hal ini dianggap dapat menyebabkan direksi tidak fokus dan pekerjaan mereka menjadi terganggu dan tidak efektif. Hal ini menyebabkan adanya ruang atau cela yang dimanfaatkan oleh beberapa pihak dalam melakukan tindakan kecurangan pelaporan keuangan (Ratnasari dan Solikhah, 2. Hasil penelitian Yang et al. , . memperlihatkan bahwa dualism position terdapat pengaruh pada fraudulent financial reporting. Jadi dapat dirumuskan hipotesis seperti dibawah ini: H7 = Dualism position berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Pengaruh Financial Target. Financial Stability. External Pressure. Ineffective Monitoring. Change in Auditor. Pergantian Direksi dan Dualism Position Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis sebelumnya menyebutkan financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi serta dualism position selaku proksi dari teori fraud pentagon mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengamatan Agusputri dan Sofie . menyebutkan financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor dan pergantian direksi yang merupakan proksi dari masing-masing elemen teori fraud pentagon memiliki pengaruh secara bersamaan pada fraudulent financial reporting. Pengamatan juga dilakukan oleh Chuzaini dan Cahyaningsih . juga menyebutkan bahwa financial stability, change in director dan dualism position yang juga menjadi proksi dari elemen teori fraud pentagon secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap fraudulent financial Jadi dapat ditarik kesimpulan financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi serta dualism position jika diuji secara bersama sama terdapat pengaruh pada fraudulent financial reporting. Terkait deskripsi diatas dapat dirumuskan hipotesis seperti dibawah ini: H8 = Financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi dan dualism position mempengaruhi fraudulent financial C. METODE PENELITIAN Perusahaan perbankan di BEI menjadi sampel dengan periode pengamatan 2017-2019 berjumlah 72 data dari 24 perusahaan dengan 3 . tahun penelitian. Pendekatan kuantitatif digunakan peneliti guna mengamati sangkut paut variabel bebas dengan variabel terikat. Data sekunder yang dipergunakan pada pengamatan kali ini yang dikelompokkan melalui teknik dokumentasi dan diperoleh dari annual report dan financial report. Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen Pengamatan kali ini menggunakan fraudulent financial reporting sebagai variabel dependen yang dihitung melalui F-Score oleh Dechow et al. , 2011 yang merupakan hasil penjumlahan yang dari dua komponen yakni accrual quality dan financial performance (Agusputri dan Sofie, 2. Variabel Independen Tabel 1 Variabel Independen Variabel Pengukuran Financial Target (X. Financial Stability (X. External Pressure Skala Rasio Rasio Rasio (X. Ineffective Monitoring (X. Change In Auditor (X. Pergantian Direksi (X. Rasio Variabel dummy, 1 mengganti auditor 2017-2019. Angka 0 apabila tidak mengganti auditor 2017-2019 Variabel dummy, angka 1 apabila mengganti direksi Angka 0 apabila tidak mengganti direksi direksi 2017-2019 Dualism Variabel dummy, angka 1 apabila merangkap jabatan Position Angka 0 apabila tidak merangkap jabatan (X. Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Nominal Nominal Nominal Metode Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Paparan data mean, standar deviasi, max dan min. Uji Asumsi Klasik Pengamatan yang dilaksanakan pada analisis regresi linier berganda dibutuhkan uji asumsi klasik berbentuk uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi serta uji Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan regresi yang dipergunakan adalah seperti dibawah ini: FRAUD = 0 1ROA 2ACHANGE 3LEVERAGE 4BDOUT 5iCPA 6DCHANGE 7DUALISM u Uji Hipotesis . Uji Statistik T . Uji F . Uji Koefisien Determinasi (R2 ) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Tabel 2 Analisis Statistik Deskriptif Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Hasil analisis statistic deskriptif dari total 72 data penelitian. Financial target proksi dari pressure min 0,0002 nilai max 0,0313 mean 0,012372 std. Deviation 0,0087492. Financial stability proksi dari pressure min -0,1129 max 0,3030 mean 0,091646 std. Deviation 0,0819488. External pressure proksi dari pressure min 0,6145 max 0,9508 mean 0,826706 std. Deviation 0,0589993. Ineffective monitoring proksi dari opportunity min 0,2500 max 1,0000 mean 0,585653 std. Deviation 0,1335743. F-Score min 0,2194 max 0,2738 mean -0,002462 std. Deviation 0,0783922. Tabel 3 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Dummy Change in Auditor Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 3 memperlihatkan change in auditor proksi dari rationalization terdapat 19 perusahaan dengan presentase 26,4% mengganti auditor dan 53 tidak mengganti auditor dengan presentase 73,6%. Tabel 4 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Dummy Pergantian Direksi Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 4 memperlihatkan bahwa pergantian direksi proksi dari competence terdapat 17 perusahaan dengan presentase 23,6% mengganti direksi dan 55 tidak mengganti direksi dengan presentase 76,4%. Tabel 5 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Dummy Dualism Position Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 5 memperlihatkan bahwa dualism position proksi dari arrogance terdapat 18 perusahaan dengan presentase 25% merangkap jabatannya dan 54 tidak merangkap jabatannya dengan presentase 75%. Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Tabel 6 Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 6 memaparkan hasil 0,200 > 0,05. Kesimpulannya data residual terdistribusikan secara normal. Uji Multikolinieritas Tabel 7 Uji Multikolinieritas Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 7 memaparkan tidak ada variabel yang menunjukkan tolerance O 0,010 ataupun VIF Ou 10. Kesimpulannya model regresi tidaklah terjadi multikolinieritas. Uji Autokolerasi Uji ini dipergunakan mencari kepastian terkait tidak terjadinya korelasi kesalahan residual kurun waktu t dengan kurun waktu t-1 dalam model regresi (Ghozali, 2. Tabel 8 Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 8 memaparkan Durbin-Watson (DW) sebesar 1,931. Jumlah variabel independen berjumlah 7 . sampel n = 72. Dilihat dari tabel Durbin Watson nilai dU = 1,8358. Keputusannya didasari oleh dU < dw < 4-dU ialah 1,8358 < 1,931 < 2,1642. Kesimpulannya tidak terdapat autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Dipergunakan membuktikan adanya ketidaksamaan pada model regresi, variance terkait residu observasi 1 dengan penelitian lainnya. Sedangkan untuk kebalikannya dinamakan homoskedastisitas (Ghozali, 2. Gambar 1 Scatterplot Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Gambar 1 memaparkan penyebaran tidaklah berbentuk pola beraturan. Kesimpulannya tidaklah terjalin heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 9 Sumber: Data diolah peneliti, 2021 FRAUD = 0,443 (-0,. ROA (-0,. ACHANGE (-0,. LEVERAGE . BDOUT (-0,. iCPA (-0,. DCHANGE (-0. DUALISM u Uji Hipotesis . Uji Statistik T Tabel 10 Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Hasil uji statistik T memaparkan ada 3 . variabel dengan nilai sig < 0,05 yakni financial stability, external pressure dan pergantian direksi. Artinya ketiga variabel tersebut mempengaruhi fraudulent financial reporting. Namun terdapat 4 . variabel yang memiliki nilai signifikan > 0,05 yakni financial target, ineffective monitoring, change in auditor dan dualism position. Artinya keempat variabel ini tidak terdapat pengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Uji F Tabel 11 Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Tabel 11 memperlihatkan sig 0,000 < 0,05. Berarti independen mempengaruhi dependen dengan cara bersamaan. Kesimpulannya model regresi pengamatan dapat disebut fit dan layak digunakan. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 12 Sumber: Data diolah peneliti, 2021 Koefisien determinasi (R. 0,453. Artinya kemungkinan terjadinya fraudulent financial reporting mampu diperjelaskan variabel independen senilai 45,3% untuk sisanya 54,7% diperjelaskan oleh variabel lainnya tercantum dalam pengamatan lainnya. Pembahasan Pengaruh Financial Target Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis yang telah diuji memperlihatkan financial target tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Maka H1 ditolak. Penyebabnya perusahaan menunjukkan ROA yang tinggi terdapat kemungkinan sedang melakukan peningkatan kualitas kerjanya dengan melakukan berbagai pengembangan produk guna dapat mengikuti perkembangan pasar agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah serta mampu bersaing dengan perusahaan lainnya (Ratnasari dan Solikhah, 2. Sejalan dengan penelitian Ratnasari dan Solikhah . Saputra dan Kusumaningrum . dan Wijaya et al. , . yaitu financial target tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengaruh Financial Stability Terhadap Fraudulent Financial Reporting Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa kualitas audit berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan consumers goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang diaudit oeh KAP yang berkualitas baik akan melaporkan laporan keuangan perusahaan lebih tepat waktu dibandingkan perusahaan yang diaudit KAP yang kurang berkualitas. Manajer sebagai agen yang telah diberikan wewenang untuk mengelola perusahaan oleh principal akan cenderung memilih kantor akuntan publik yang berkualitas untuk menilai laporan keuangan perusahaan karena dinilai lebih efektif dalam mengaudit dan menghasilkan laporan audit yang sesuai dengan kewajaran laporan keuangan perusahaan. Pernyataan tersebut didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Oktarina dan Suharli . Lestari . dan Yulianti . yang menyatakan bahwa kualitas auditor berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Pengaruh External Pressure Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis yang telah diuji memperlihatkan external pressure mempengaruhi fraudulent financial reporting. Maka H3 diterima. Penyebabnya yakni untuk memperoleh pembiayaan dari pihak luar agar tetap kompetitif yang dapat menyebabkan tekanan bagi pihak manajemen dalam menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman (Skousen et al. , 2. Sejalan dengan pengamatan Tessa dan Harto . dan Rusmana dan Tanjung . yaitu external pressure mempengaruhi fraudulent financial Pengaruh Ineffective Monitoring Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis telah diuji memperlihatkan ineffective monitoring tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Maka H4 ditolak. Penyebabnya yakni umumnya adanya dewan komisaris independen kecil dalam menjamin pemantauan perusahaan makin independen, objektif dan jauh dari intervensi pihak- pihak khusus (Sihombing dan Rahardjo, 2. Fungsi pemantauan tidaklah maksimal juga dikarenakan pencantuman dewan komisaris independen yang hanyalah ketetapan sah pihak BEI yang setidaktidaknya sebesar 30% dari total dewan komisaris (Widarti, 2. Sesuai pengamatan Sihombing dan Rahardjo . yakni ineffective monitoring tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengaruh Change in Auditor Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis telah diuji memperlihatkan change in auditor tidaklah mempengaruhii fraudulent financial reporting. Maka H5 ditolak. Penyebabnya perusahaan mengganti auditor bertujuan memperbaiki kualitas kerja auditor eksternal yang awal agar kualitas pelaporan keuangan dapat ditingkatkan guna menarik investor untuk berinvestasi pada perusahaan (Ratnasari dan Solikhah, 2. Sejalan dengan pengamatan Ratnasari dan Solikhah . yakni change in auditor tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengaruh Pergantian Direksi Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis yang telah diuji memperlihatkan pergantian direksi memengaruhi fraudulent financial reporting. Maka H6 diterima. Penyebabnya pergantian direksi dapat dikatakan usaha penyingkiran pihak direksi sebelumnya ketika menyadari tindakan curang dalam perusahaan (Agusputri dan Sofie, 2. Sejalan dengan pengamatan Sasongko dan Wijayantika . dan Primastiwi et al. , . yakni pergantian direksi mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengaruh Dualism Position Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis telah diuji memperlihatkan dualism position tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Maka H7 ditolak. Penyebabnya dewan komisaris beserta komite telah dimaksimalkan dalam pengawasan kinerja direksi yang membuat direksi tidak dapat menyalahgunakan kekuasaan yang dimiliki dalam melakukan tindakan kecurangan (Ratnasari dan Solikhah, 2. Sejalan dengan penelitian Ratnasari dan Solikhah . dan Sasongko dan Wijayantika . yakni dualism position tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pengaruh Financial Target. Financial Stability. External Pressure. Ineffective Monitoring. Change in Auditor. Pergantian Direksi dan Dualism Position Terhadap Fraudulent Financial Reporting Hipotesis telah diuji memperlihatkan financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi dan dualism position dengan cara bersamaan mempengaruhi fraudulent financial reporting. Hal ini dikarnakan pada uji F nilai sig 0,000 < 0,005. Selain itu pada uji R2 nilai adjusted R square 0,453 yang diartikan variabel independen memperjelas variabel fraudulent financial reporting sebanyak 45,3% lebihnya diperjelas variabel lainnya yang tak termasuk pada penelitian sebanyak 54,7%. Sejalan dengan penelitian Agusputri dan Sofie . yakni financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor dan pergantian direksi yang dijadikan ukuran masing-masing dari fraud pentagon mempengaruhi fraudulent financial reporting secara bersamaan. Pengamatan juga dilakukan oleh Chuzaini dan Cahyaningsih . juga menyebutkan bahwa financial stability, change in director dan dualism position yang juga menjadi proksi dari elemen teori fraud pentagon secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada fraudulent financial reporting. SIMPULAN Financial target tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Financial stability mempengaruhi fraudulent financial reporting. External pressure mempengaruhi fraudulent financial reporting. Ineffective monitoring tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Change in auditor tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Pergantian direksi mempengaruhi fraudulent financial reporting. Dualism Position tidak mempengaruhi fraudulent financial reporting. Financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, pergantian direksi dan dualism position secara bersamaan mempengaruhi fraudulent financial reporting. REFERENCES