TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Pengetahuan Masyarakat Usia Produktif tentang Dampak Mengkonsumsi Minuman Berenergi pada Organ Ginjal Wahyu Tanoto1* 1D3 Keperawatan. STIKES Karya Husada Kediri Email: wahyu. ui@gmail. Abstract Productive age people are people who are in the age range of 15-64 years who have many activities and targets that must be achieved, coupled with the demands of work that require more energy instantly by consuming energy drinks without knowing the impact of energy drinks on the kidneys. The purpose of this study was to determine the knowledge of the productive age community about the impact of consuming energy drinks on the kidneys in Putuk Kulon Hamlet. Ngluyu Village. Ngluyu District. Nganjuk Regency. Descriptive research design, population of 304 respondents, sample of 30 respondents, using a purposive sampling technique, questionnaire sheet research instruments, the research was conducted on March 16 - April 16 2023. The research variable was knowledge of the productive age community about the impact of consuming energy drinks on the kidneys. The data were analyzed using the percentage formula and the results were interpreted The results of the study were obtained from 30 respondents, half of the respondents had sufficient knowledge of 15 respondents . %), almost half of the respondents had less knowledge of 8 respondents . %), and a small proportion of respondents had good knowledge of 7 respondents . %). This is influenced by several factors, namely age and marital status so that respondents are expected to have and add insight about knowledge of the impact of consuming energy drinks on the kidneys. Health workers are expected to provide regular health counseling for the community. Keyword: Knowledge. Productive Age. Energy Drinks. Abstrak Masyarakat usia produktif merupakan masyarakat yang masuk dalam rentang usia 15 Ae 64 tahun yang memiliki banyak aktivitas dan target yang harus tercapai, ditambah dengan adanya tuntutan kerja yang membutuhkan energi yang lebih secara instan dengan mengkonsumsi minuman berenergi tanpa mengetahui dampak minuman berenergi bagi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengetahuan Masyarakat Usia Produktif tentang Dampak Mengkonsumsi Minuman Berenergi pada Organ Ginjal di Dusun Putuk Kulon. Desa Ngluyu. Kecamatan Ngluyu. Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian deskriptif, populasi 304 responden, sampel 30 responden, menggunakan teknik purposive sampling, instrumen penelitian lembar kuesioner, penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Maret Ae 16 April 2023. Variabel penelitian yaitu pengetahuan masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal. Data dianalisa menggunakan rumus persentase dan hasil diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan dari 30 responden, setengah dari responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 15 responden . %), hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 8 responden . %), dan sebagian kecil dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden . %). Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yaitu usia, dan status pernikahan sehingga responden diharapkan dapat memiliki dan menambah wawasan tentang pengetahuan dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada ginjal. Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling kesehatan secara teratur bagi masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan. Usia produktif. Minuman Berenergi. Pendahuluan Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium dan fosfat tetap stabil, serta memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat. Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalens dan insidens gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang Sekitar 1 dari 10 populasi global mengalami penyakit ginjal kronis pada stadium tertentu . Faktor penyebab fungsi ginjal tidak bekerja dengan baik adalah terlalu banyak mengkonsumsi kandunga gula yang berlebih, mengkonsumsi minuman yang bengandung zat nefrotoksik, volume aliran darah ke ginjal yang rendah, diabetes . TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Minuman berenergi merupakan minuman untuk menjaga kesehatan dan stamina di berbagai kalangan masyarakat. Minuman berenergi dapat dikonsumsi dan menjadi kebiasaan masyarakat mengkonsumsi minuman berenergi terutama yang berusia produktif untuk memulihkan tenaga atau menambah tenaga sebelum atau sesudah menyelesaikan pekerjaan berat dan jika ingin melakukan aktivitas tertentu. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menyadari efek bagi kesehatan dari mengkonsumsi minuman energi. Masyarakat menilai bahwa minuman berenergi hanya sebagai minuman yang dapat mengembalikan stamina dalam tubuh lebih cepat, masyarakat lebih memilih mengkonsumsi minuman berenergi agar keadaan tubuh menjadi segar dan mengatasi kelelahan, terutama bagi masyarakat di era sekarang dan pekerja berat yang cenderung memilih mengkonsumsi minuman berenergi yang lebih mudah didapat dan murah harganya . Beberapa dari produk minuman berenergi yang beredar dikalangan masyarakat mengandung banyak zat seperti kafein, guaranine, taurin, l-carnitine, gingseng, zat pewarna, gula, karbonasi yang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan tubuh . Mengkonsumsi minuman berenergi harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat usia produktif. Pengetahuan minuman berenergi yang menjadi masalah adalah bahwa masyarakat menganggap minuman berenergi sebagai penambah tenaga yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika tubuh mengalami kelelahan yang seharusnya diperlukan adalah istirahat, bukan mengkonsumsi minuman berenergi. Sebab, selain mengandung kafein, vitamin, gula atau pemanis buatan minuman tersebut juga mengandung taurin yang menghambat kerja saraf sehingga memperlambat kerja saraf . Minuman berenergi yang dijual dipasaran tidak dilengkapi dengan informasi tentang siapa saja yang boleh mengkonsumsinya, serta indikasi dan kontraindikasi penggunaannya. Oleh karena itu, banyak orang mengkonsumsi minuman ini tanpa perlu menyadari efek negatifnya . Dilihat dari meningkatnya insiden, prevalensi, dan morbiditas gagal ginjal, kondisi ini sendiri merupakan masalah kesehatan global. Menurut informasi dari laporan tahunan Sistem Data Ginjal Amerika Serikat (USRDS), prevalensi gagal ginjal kronis meningkat 20-25% setiap tahun. Menurut survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), terdapat antara 25 hingga 30 juta orang Indonesia yang memiliki masalah fungsi ginjal. Penderita gagal ginjal kronik meningkat 40% dalam setahun . Tanpa memandang usia, kelas sosial, latar belakang pendidikan, tempat tinggal, atau bidang pekerjaan, gagal ginjal dapat menimpa pria dan wanita. Pada wilayah Provinsi Jawa Tengah memasuki peringkat ke tiga setelah Jawa barat, untuk Jawa Timur jumlah diagnosa penyakit utama pasien hemodialisa di Indonesia dengan gagal ginjal terminal sebanyak 3038 Menurut jurnal penelitian Farmasi Indonesia 2019, bahwa masyarakat dikelurahan Simpang Baru. Kecamatan Tampan. Kota Pekan Baru. Masyarakat yang meliliki pengetahuan tentang kandungan minuman berenergi cukup . ,66%), dan pengetahuan tentang tujuan atau alasan mengkonsumsi minuman berenergi cukup . %). Dalam penelitian yang dilakukan oleh . pada penelitian yang berjudul AuPengetahuan Masyarakat Tentang Mengkonsumsi Minuman Berenergi Bagi Kesehatan di Tempat Fitnes Tirto Joyo PonorogoAy dengan responden 40 orang didapatkan hasil sebagian besar . %) atau 20 responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi. Berdasarkan data tersebut mayoritas masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi. Konsumsi minuman berenergi yang meningkat setiap tahunnya disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian suatu produk. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tersebut salah satunya adalah faktor kebudayaan, pribadi, sosial, dan psikologis untuk menghasilkan rasa nyaman yang diinginkan. Tetapi ternyata minuman berenergi sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang . Organ ginjal berfungsi sebagai penyaring darah yang masuk ke wilayahnya, kemudian mengalirkannya kembali melalui pembuluh darah ginjal ke organ tubuh lainnya. Zat-zat limbah yang tersaring dalam proses ini kemudian akan dibuang melalui urin yang dikumpulkan di panggul ginjal sebelum akhirnya ureter memindahkan urine ke kandung kemih dan keluar dari saluran kemih. Jadi, jika terlalu sering mengkonsumsi minuman yang bersifat nefrotoksik maka bisa memberikan pengaruh buruk terhadap fungsi ginjal dan membebani kerja ginjal sebagai penyaring limbah yang masuk ke dalam tubuh. Secara tidak langsung meningkatkan kerusakan pada ginjal. Gejala yang dapat dirasakan TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 oleh tubuh dikarenakan fungsi ginjal yang mengalami penurunan meliputi, nyeri punggung bawah, lelah setiap saat, panas dingin pada tubuh, sesak napas, kulit kasar dan gatal . Dampak negatif yang timbul setelah mengkonsumsi minuman berenergi dalam jangka pendek dan panjang bermacam-macam. Kandungan kafein dalam minuman berenergi memiliki efek diuretik dalam jangka pendek. Minuman berenergi harus dihindari selama aktivitas berkepanjangan dan berolahraga di lingkungan yang panas karena efek diuresis, yang berpotensi mengalami dehidrasi Dehidrasi bisa terjadi saat minuman energi dikonsumsi saat berolahraga atau aktivitas berkepanjangan. Dehidrasi dapat terjadi sebagai akibat dari efek diuresis, yang menyebabkan peningkatan buang air kecil atau pengeluaran urin setelah mengkonsumsi minuman berenergi. Efek negatif jangka panjang minuman energi juga berkaitan dengan sistem saraf pusat, seperti aritmia, perubahan pola tidur, dan kejang. Peningkatan agregasi trombosit, disfungsi endotel, peningkatan tekanan darah, dan peningkatan konsentrasi glukosa darah adalah efek yang lebih spesifik. Ada banyak laporan tentang efek samping negatif dari konsumsi minuman energi. Terdapat cukup banyak kasus mengenai efek negatif yang timbul setelah mengkonsumsi minuman berenergi . Minuman ini juga mempengaruhi tekanan glomerulus, yang dapat menyebabkan hipertrofi nefron sehat sebagai mekanisme kompensasi dan proteinuria, menyebabkan kerusakan pada struktur ginjal dan mempengaruhi fungsi ekskresi dan nonekskresi ginjal . Dampak positif pengetahuan masyarakat tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal membuat masyarakat dapat lebih bijak dalam memilah dan lebih berhati Ae hati dalam mengkonsumsi minuman berenergi. Masyarakat juga lebih mengerti bagaimana mengubah pola hidup lebih sehat pentingnya mengkonsumsi air putih sebanyak 8 gelas setiap hari. Dampak kurangnya pengetahuan masyarakat tentang minuman berenergi yang membuat masyarakat tidak bijak dalam mengkonsumsi minuman berenergi. Sehingga masyarakat seenaknya sendiri mengkonsumsi minuman berenergi, bahkan hampir setiap hari. Sebenarnya minuman berenergi boleh dikonsumsi namun harus ada batasan waktunya, mungkin dalam satu minggu sekali. Meskipun minuman berenergi umumnya tidak dianggap sebagai zat adiktif, ternyata minuman ini bisa membuat Seseorang mungkin menjadi kecanduan secara mental pada minuman berenergi dengan mengaitkannya pada kinerja. Semakin banyak minum, maka semakin kuat respon perasaan senang. Seiring waktu, perasaan itu menjadi cepat berlalih, membuat seseorang meminum lebih banyak untuk mengejar perasaan baik itu. Diluar aspek negatif kecanduan, minuman energi bisa sangat buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. Khususnya pada organ ginjal, yaitu organ yang berfungsi untuk filtrasi, reabsorpsi, dan ekskresi. Minuman berenergi dapat menyebabkan sejumlah kondisi yang berpotensi mengancam kesehatan dan kualitas hidup. Solusi untuk meningkatkan pengetahuan yang kurang terhadap masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal yaitu pentingnya petugas kesehatan puskesmas yang bekerja sama dengan kader desa yang ada dimasyarakat dalam memberikan penyuluhan kesehatan yang menumbuhkan pengetahuan, status kesehatan masyarakat dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal dengan banyak mengkonsumsi air putih 8 gelas setiap hari. Serta mennghindari mengonsumsi minuman berenergi yang menimbulkan dampak negatif pada organ ginjal. Oleh karena itu, berdasarkan uraian tersebut penulis bermaksud melakukan penelitian tentang AuPengetahuan Masyarakat Usia Produktif tentang Dampak Mengkonsumsi Minuman Berenergi pada Organ GinjalAy. Penelitian ini selain bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal, juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bijak dalam mengkonsumsi minuman berenergi, guna meningkatkan status kesehatan dalam lingkungan masyarakat secara luas. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan . fenomena pengetahuan masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada ginjal. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua masyarakat di Dusun Ngluyu. Desa Ngluyu Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk sejumlah 304 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling, dengan jumlah sampel peneitian setelah dimasukkan rumus besar sampel sebanyak 30 Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pengetahuan masyarakat TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal di dusun putuk kulon, desa ngluyu, kecamatan ngluyu, kabupaten nganjuk. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan mengukur tingkat pengetahuan masyarakat dengan cara menyebarkan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pada responden. Prose pengumpulan data dilaksanakan dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan dengan rumus persentase, kemudian diinterpretasikan sesuai dengan ketentuan. Hasil dan Pembahasan (Cambria. Heading 1, 12p. Data umum akan menampilkan karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, pernikahan. Pernah mendapatkan informasi tentang minuman berenergi atau tidak, bila pernah, sumber informasi didapat dari, frekuensi mengkonsumsi minuman berenergi, apa jenis minuman berenergi yang sering dikonsumsi. Sedangkan data khusus untuk mengetahui pengetahuan masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal dengan menggunakan kueisioner. Berikut Gambar 1 merupakan karakteristik responden berdasarkan usia. Gambar 2 berdasarkan jenis kelamin. Gambar 3 berdasarkan pendidikan. Gambar 4 berdasarkan pekerjaan. Gambar 5 berdasarkan status pernikahan. Gambar 6 berdasarkan Pernah atau Tidak Mendapatkan Informasi Tentang Minuman Berenergi. Gambar 7 berdasarkan sumber informasi di dapatkan dari mana. Gambar 8 berdasarkan frekuensi mengkonsumsi minuman berenergi. Gambar 9 berdasarkan berapa lama mengkonsumsi minuman berenergi dan Gambar 10 berdasarkan jenis minuman berenergi yang dikonsumsi. Gambar 1. Karakteristik responden berdasarkan usia Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 14 responden . %) berusia 26-36 tahun, sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 2 responden . %) berusia 48-58 tahun, dan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 2 responden . %) berusia 59-64 tahun. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Gambar 2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, hampir seluruh responden yaitu sebanyak 26 responden . %) berjenis kelamin laki-laki dan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 4 responden . %) berjenis kelamin perempuan. Gambar 3. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 11 responden . %) yang berpendidikan SMA dan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 4 responden . %) yang berpendidikan Perguruan Tinggi. Gambar 4. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 21 responden . %) bekerja sebagai petani, dan hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 9 responden . %) bekerja sebagai wiraswasta. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Gambar 5. Karakteristik responden berdasarkan status pernikahan Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 responden . %) yang belum menikah, dan hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 12 responden . %) yang sudah menikah. Gambar 6. Karakteristik responden berdasarkan pernah atau tidak mendapatkan informasi tentang minuman berenergi Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 responden . %) yang pernah mendapatkan informasi, dan hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 12 responden . %) yang belum pernah mendapatkan informasi. Gambar 7. Karakteristik responden berdasarkan Sumber Informasi di Dapatkan Dari Mana? TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 18 responden, sebagian besar responden yaitu sebanyak 12 responden . %) mendapatkan informasi dari Internet, dan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 3 responden . %) mendapatkan informasi dari penyuluhan tenaga Gambar 8. Karakteristik responden berdasarkan frekuensi mengkonsumsi minuman Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 responden . %) mengonsumsi minuman berenergi 1 kali dalam sehari, dan hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 8 responden . %) mengkonsumsi minuman berenergi 2 kali dalam sehari. Gambar 9. Karakteristik responden berdasarkan berapa lama mengkonsumsi minuman Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 13 responden . %) sudah mengkonsumsi minuman berenergi dalam 1 tahun, dan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 7 responden . %) mengkonsumsi minuman berenerdi dalam 6 bulan. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Gambar 10. Karakteristik responden berdasarkan jenis minuman berenergi yang Dari diagram batang tersebut didapatkan dari 30 responden, hampir setengah dari responden yaitu sebanyak 13 responden . %) mengkonsumsi jenis Hemaviton, dan sebagian kecil dari responden yaitu sebanyak 5 responden . %) mengkonsumsi jenis Extrajoss. Data khusus pada Tabel 1 menyajikan pengetahuan masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal di Dusun Putuk Kulon. Desa Ngluyu. Kecamatan Ngluyu. Kabupaten Nganjuk. Tabel 1. Pengetahuan masyarakat usia produktif tentang dampak mengkonsumsi minuman berenergi pada organ ginjal Pengetahuan Frekuensi Persentase Cukup 15 Responden Kurang Baik 8 Responden 7 Responden Jumlah 30 Responden Berdasarkan tabel tersebut didapatkan 30 responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 15 responden . %), hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 8 responden . %), dan sebagian kecil dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden . %). Dari 30 responden, didapatkan, setengah dari responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 15 responden . %), hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 8 responden . %), dan sebagian kecil dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden . %). Pada tanggal 16 Maret s/d 16 April 2023 di Dusun Putuk Kulon. Desa Ngluyu. Kecamatan Ngluyu. Kabupaten Nganjuk. Pengetahuan adalah suatu hasil tau dari manusia atas penggabungan atau kerjasama antara suatu subyek yang mengetahui dan objek yang diketahui. Segenap apa yang diketahui tentang sesuatu objek tertentu . Masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Menurut Paul B Horton dan C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal disuatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan Sebagian besar kegiatan didalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut. Penduduk usia produktif adalah penduduk yang masuk dalam rentang usia 15-64 tahun. Penduduk usia itu dianggap sudah mampu menghasilkan barang maupun jasa dalam kegiatan Usia yang masih dalam masa produktif biasanya mempunyai tingkat TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja yang sudah berusia tua sehingga fisik yang dimiliki menjadi lemah dan terbatas. Hasil penelitian didapatkan dari 30 responden, setengah dari responden mempunyai pengetahuan yang cukup yaitu 15 responden . %). Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, dan status pernikahan. Hal ini didukung dari hasil penelitian yaitu sebagian besar responden berusia 26-36 tahun sebanyak 8 responden . %), dan sebagian besar responden yang belum menikah sebanyak 11 responden ( 73%). Faktor pendukung pertama dalam masyarakat yang memiliki pengetahuan cukup dalam penelitian ini yaitu adanya data yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 2636 tahun sebanyak 8 responden . %). Sesuai dengan teori kematangan usia akan mempengaruhi pada pola berfikir seseorang, semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin baik . Menurut . bahwa baik dewasa muda dan dewasa paruh baya memiliki hari-hari yang banyak menimbulkan pengetahuan. Hal ini disebabkan karena pada individu paruh baya kurang mampu untuk melewati fase perubahan psikologis yang ada dikehidupannya. Sedangkan menurut penelitian . karakteristik individu seperti usia merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan pengetahuan. Pada usia produktif individu memiliki banyak aktivitas dan target yang harus tercapai. Usia dewasa merupakan usia produktif seseorang, pada saat usia tersebut seharusnya produktif seseorang akan cenderung untuk bekerja lebih keras. Semakin bertambahnya usia terutama pada usia produktif yaitu 26-36 tahun akan berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik, sehingga pada usia tersebut akan mengalami kedewasaan atau kematangan baik secara fisik maupun psikologis serta pengetahuan yang didapatkan semakin banyak karena mereka bisa memilih dan memilah pengetahuan yang benar dan yang salah. Pada penelitian kali ini tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh responden dengan usia produktif yaitu pengetahuan responden cukup, baik dan benar dilihat dari responden yang mampu menjawab kuesioner yang diberikan oleh peneliti. Faktor pendukung selanjutnya dalam pengetahuan masyarakat yang memiliki pengetahuan cukup adalah status pernikahan, dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden yang belum menikah sebanyak 11 responden . %). Resi Putri, 2018 Menyatakan bahwa status pernikahan mempengaruhi pengetahuan pada setiap orang. Pada orang dengan status belum menikah yang biasa terjadi pada usia-usia produktif akan lebih memiliki banyak peluang dan motivasi dalam menyelesaikan masalah karena pada saat itu seseorang masih terbebas dari tanggung jawab ikatan pernikahan sehingga pola berfikirpun menjadi lebih ringan yang kemudian memiliki coping diri yang cukup kuat dalam mendapatkan pengetahuan. Status pernikahan merupakan salah satu tolak ukur dalam menilai pengetahuan pada responden hal tersebut dikarenakan pada responden dengan status belum menikah dapat memiliki manajemen diri yang lebih kuat daripada responden yang sudah menikah. Hal ini didukung pada kehidupan sehari-hari seperti ini akan banyak masalah-masalah yang muncul dalam pernikahan yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Sehingga pada seseorang yang belum menikah akan dapat lebih fokus dalam mengontrol diri, status belum menikah merupakan masa produktif dalam individu yang mana hal tersebut individu masih dapat mencari informasi dan lebih bijak dalam memilih coping diri yang baik apa yang harus dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian selanjutnya didapatkan dari 30 responden, hampir setengah dari responden mempunyai pengetahuan yang kurang yaitu 8 responden . %). Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor pekerjaan, dan jenis kelamin. Hal ini didukung dari hasil penelitian yaitu seluruh responden bekerja sebagai petani sebanyak 8 responden . %), dan seluruh responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 8 responden . %). TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Faktor pendukung pertama dalam masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang dalam penelitian ini yaitu adanya data yang menunjukkan bahwa seluruh responden bekerja sebagai petani sebanyak 8 responden . %). Berdasarkan teori tingkat pengetahuan akan mempengaruhi, proses berpikir dan kondisi fisik seseorang, di mana tekanan itu dipengaruhi oleh pekerjaan atau tempat individu tersebut berada. Tingkat pekerjaan merupakan pengaruh besar dalam mendapatkan pengetahuan karena semakin tinggi pekerjaan seseorang maka semakin tinggi pula tekanan yang didapatkan, tetapi dari hal itulah tingkat pekerjaan tertinggi akan menimbulkan semakin terlatihnya seseorang dalam memecahkan masalah. Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki . ata, hidung, dan sebagainy. Pengetahuan merupakan bentuk dari penguasaan ilmu terhadap suatu bidang yang berkaitan tugas- tugas pekerja. Pengetahuan yang baik akan menyebabkan peningkatan kinerja pekerja . Bagian ini dapat menggunakan sub-section seperti di dicontohkan dibawah. Namun jika ingin mengabungkan hasil dan pembahasan penulis harus memisahkan hasil dan pembahasan dengan paragraph baru. Untuk memperjelas penyajian, hasil penelitian disajikan secara cermat agar mudah dipahami, misalnya dapat ditunjukkan dalam bentuk tabel, kurva, grafik, gambar, foto, atau bentuk lainnya sesuai keperluan secara lengkap dan jelas. Perlu diusahakan agar saat membaca hasil penelitian dalam format tersebut, pembaca tidak perlu mencari informasi terkait dari uraian dalam pembahasan. Akhir dari bagian ini memuat keterangan tentang kelebihan dan kelemahan sistem, yang dideskripsikan secara terinci. Dengan demikian pengetahuan diperlukan untuk mencapai kinerja yang efektif dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Pekerjaan petani memiliki waktu yang kurang dirumah untuk mendapatkan informasi yang cukup dari tenaga kesehatan, media informasi, keluarga, maupun Faktor pendukung selanjutnya dalam masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang dalam penelitian ini yaitu adanya data yang menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 8 responden . %). Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan pengetahuan yang tejadi pada setiap individu, khususnya pada laki-laki, laki-laki mempunyai kecenderungan lebih tidak pemikir yang secara berlebihan yang mengakibatkan rentan mengalami pengetahuan. Menurut penelitian yang yang dilakukan oleh . menyatakan bahwa berdasarkan hubungan tingkat pengetahuan dan jenis kelamin, jenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan lebih tinggi dibandingkan jenis kelamin laki-laki. Masyarakat yang memiliki jenis kelamin laki-laki memiliki rasa ingin tau yang lebih kecil dibandingkan masyarakat yang berjenis kelamin perempuan. Sehingga mereka mencari informasi dengan seadanya. Karena mereka menganggap bahwa informasi yang diberikan petugas Kesehatan lebih efektif dan meyakinkan daripada sumber lainnya. Sedikitnya pengetahuan yang diperoleh responden juga akan mempengaruhi tingkat pengetahuan yang dimiliki. Karena semakin sedikit pengalaman yang diperoleh maka tingkat pengetahuan responden juga akan semakin kurang. Kurangnya pengalaman responden yang masih belum mengerti informasi tentang dampak minuman berenergi, sehingga pada kenyataannya responden salah dalam menjawab kuisoner tentang pengetahuan dampak minuman berenergi, dan dapat dikriteriakan mempunyai pengetahuan yang kurang mengenai pegetahuan dampak minuman berenergi. Berdasarkan hasil penelitian selanjutnya didapatkan dari 30 responden, sebagian kecil dari responden mempunyai pengetahuan yang baik yaitu 7 responden . %). Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor pendidikan, yang pernah mendapatkan informasi, dan sumber Hal ini didukung dari hasil penelitian yaitu hampir setengah dari responden berpendidikan SMA sebanyak 3 responden . %), hampir setengah dari responden TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 berpendidikan Perguruan Tinggi sebanyak 3 responden . %), dan hampir seluruh responden yang pernah mendapatkan informasi sebanyak 6 responden . %). Faktor pendukung pertama dalam masyarakat yang memiliki pengetahuan baik dalam penelitian ini yaitu adanya data yang menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden berpendidikan SMA sebanyak 3 responden . %), dan hampir setengah dari responden berpendidikan Perguruan Tinggi sebanyak 3 responden . %). Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran pola pikir seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dan semakin tinggi pendidikan seseorang maka ilmu yang ilmu yang diperoleh semakin banyak . Tingkat pendidikan sangat memengaruhi dalam pengetahuan seseorang. Pernyataan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan . yang menyatakan bahwa pendidikan sangatlah berpengaruh terhadap pengetahuan responden. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan lebih mudah dalam mengatasi sesuatu masalah di dalam dirinya, hal ini dikarenakan pengetahuannya juga akan lebih baik daripada yang berpendidikan rendah. Kurangnya pengetahuan dapat terjadi apabila seseorang memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang kurang sehingga dapat memicu terjadinya kurangnya informasi pada individu, dan dengan tingkat pendidikan yang tinggi juga mempengaruhi pola fikir mereka dalam melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri atau lebih dapat mengontrol tekanan yang sedang dihadapinya. Pendidikan sangat mempengaruhi kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining Kesehatan. Faktor pendukung selanjutnya dalam masyarakat yang memiliki pengetahuan baik dalam penelitian ini yaitu adanya data yang menunjukkan bahwa hampir seluruh responden yang pernah mendapatkan informasi sebanyak 6 responden . %). Hal tersebut bisa disebabkan oleh pengalaman masyarakat pernah atau tidak mendapatkan pengetahuan tentang minuman Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh . yang menyatakan bahwa informasi yang mudah ditangkap dapat membantu dalam memperoleh pengetahuan yang belum diketahui Pernyataan ini di dukung oleh penelitian . yang dilakukan yang menyatakan masyarakat mempunyai pengetahuan yang kurang mengenai suatu informasi, sedangkan masyarakat yang pernah mendapatkat informasi akan memiliki ingatan atau pengetahuan yang lebih baik. Pengalaman pada umumnya dapat diperoleh melalui diri sendiri maupun pengalaman dari orang lain. Dalam penelitian yang dilakukan . menyatakan bahwa responden yang mempunyai banyak pengalaman baik itu dari diri sendiri maupun orang disekitarnya lebih terbuka terhadap informasi seputar kesehatan. Sehingga menambah wawasan mereka. Sehingga pada kenyataannya responden mampu menjawab kuesioner yang diberikan oleh peneliti mengenai pengetahuan tentang dampak minuman berenergi pada organ ginjal dan terdapat pula yang mempengaruhi faktor pengetahuan baik dari hasil penelitian tersebut dimana sebanyak 7 responden . %) yang sudah pernah mendapat informasi tentang minuman berenergi didapat dari sumber informasi yaitu 5 responden . %) mendapat informasi melalui internet, 1 responden . %) didapat dari tenaga kesehatan, dan 1 responden . %) didapat dari media Sesuai dengan teori bahwa meningktakan pengetahuan masyarakat juga dapat dilakukan melalui penyuluhan, dengan pengetahuan berubah seseorang akan merubah perilakunya . Masyarakat yang memiliki wawasan lebih luas lebih memiliki waktu luang dalam mendapatkan informasi melalui media infromasi. Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengetahuan, sehingga menghasilkan perubahan dan peningkatan pengetahuan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Pengetahuan Masyarakat Usia Produktif Tentang Dampak Mengkonsumsi Minuman Berenergi Pada Organ Ginjal di Dusun Putuk Kulon. Desa Ngluyu. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Kecamatan Ngluyu. Kabupaten Nganjuk bahwa setengah dari responden memiliki pengetahuan cukup tentang minuman berenergi. Daftar Pustaka