JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 PENGARUH DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BUDIWIJAYA EDUCATION CENTER Regita Cahyani1. Faitullah2. Iin Hendrayani3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama1 Akademi Keuangan dan Perbankan Mulia Darma Pratama2,3 E-mail : Regitacahyani1233321@gmail. com1, anang. faitullah@gmail. com2, iin. hendrayani1988@gmail. ABSTRAK Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam penelitian ini yaitu disiplin kerja, motivasi kerja dan kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan PT. Budiwijaya Education Center. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 50 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis data verifikatif. Hasil uji parsial . menunjukkan bahwa untuk disiplin kerja (X. diketahui nilai thitung 1,989 < nilai ttabel 1,680, motivasi kerja (X. dapat diketahui nilai thitung 2,502 < nilai ttabel 1,680, kepuasan kerja (X. dapat diketahui nilai 126 > nilai ttabel 1,680, tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil uji simultan . menunjukkan bahwa nilai F hitung 5,273 > nilai Ftabel 2,67 dan signifikan lebih kecil 0,05 . ,01 < 0,. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak artinya variabel disiplin kerja (X. , motivasi kerja (X. dan kepuasan kerja (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil koefisien Adjusted R Square diperoleh nilai 0,733 . ,3%) berarti nilai variabel disiplin kerja (X. motivasi kerja (X. , kepuasan kerja (X. dan kinerja karyawan (Y) sebesar 73% sedangkan sisanya 27% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, bagi peneliti selanjutnya agar menambahkan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Kata kunci: Disiplin Kerja. Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja. Abstract Employee performance is the result achieved by an individual in carrying out assigned tasks. The factors affecting employee performance in this study are work discipline, work motivation, and job satisfaction. The purpose of this research is to determine the partial and simultaneous influence of work discipline, work motivation, and job satisfaction on the employees' performance at PT. Budiwijaya Education Center. The sampling technique used is a saturated sample, with a sample size of 50 respondents. The research method employed is quantitative with verificative data analysis. Partial test results . -tes. indicate that for work discipline (X. , the calculated t-value is 1. 989 < the tabulated t-value of 1. Work motivation (X. shows a calculated t-value of 2. 502 < the tabulated t-value of 1. 680, while job satisfaction (X. displays a calculated t-value of 4. 126 > the tabulated t-value of 1. 680, signifying no significant partial influence on employee performance (Y). Simultaneous test results (F-tes. show that the calculated F-value is 5. 273 > the tabulated F-value of 2. 67, and significant at a level lower than 0. 01 < 0. , indicating the rejection of the null hypothesis. This suggests that the variables work discipline (X. , work motivation (X. , and job satisfaction (X. collectively exert a significant influence on employee performance (Y). The Adjusted R Square coefficient yields a value of 0. %), signifying that work discipline (X. , work motivation (X. , job satisfaction (X. , and employee performance (Y) collectively explain 73% of the variance, while the remaining 27% may be explained by unexamined variables. It's suggested for future researchers to include other variables that might influence employee performance. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 Keywords: Work Discipline. Work Motivation. Job Satisfaction. PENDAHULUAN Peraturan dasar tentang berpakaian, dan bertingkah laku dalam pekerjaan. Indonesia memerlukan sumber daya 3. Peraturan cara-cara melakukan pekerjaan dan manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai berhubungan dengan unit kerja lain. sebagai pendukung utama dalam pembangunan, sumber daya manusia merupakan faktor sentral Menurut (Harahap & Tirtayasa, 2. bahwa dalam pengelolaan suatu organisasi. Untuk faktor yang mempengaruhi kinerja adalah: memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting 1. Motivasi kerja Kepuasan kerja membentuk karakter serta peradaban bangsa yang 3. Lingkungan kerja Disiplin kerja kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan Menurut Maruli . 0 : . Motivasi kerja untuk berkembangnya potensi peserta didik agar adalah segala sesuatu yang timbul dari hasrat menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa seseorangdengan menimbulkan gairah serta kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, keinginan dari dalam diri seseorang yang dapat sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi mempengaruhi dan mengarahkan serta memelihara warga negara yang demokratis serta bertanggung perilaku untuk mencapai tujuan ataupun keinginan yang sesuai dengan lingkup kerja. Kinerja merupakan sebuah fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan,dimana seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan Namun kesediaan dan keterampilan mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana Artinya, kinerja ditunjukkan dalam bentuk perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja sesuai dengan perannya dalam sebuah perusahaan Disiplin kerja adalah perilaku seseorang yang sesuai dengan peraturan, prosedur kerja yang ada atau sikap dan tingkah laku serta perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis. Sedangkan menurut Sutrisno . 1: . Disiplin kerja adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku Menurut Singodimedjo Indikator-indikator mengenai disiplin kerja antara Peraturan jam masuk, pulang, dan jam istirahat. Adapun indikator dari motivasi kerja menurut Maslow dalam Robbins & Coutler . 0 : . adalah sebagai berikut: Kebutuhan fisiologis . hysiological need. Kebutuhan keamanan . afety need. Kebutuhan social . ocial need. Kepuasan karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis Edy Sutrisno . 9 :. Indikator kepuasan kerja menurut (Afandi, 2018:. adalah sebagai berikut: Pekerjaan Isi pekerjaan yang dilakukan seseorang apakah memiliki elemen yang Upah Jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai akibat dari pelaksanaan keja apakah sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan adil. II. METODOLOGI PENELITIAN Definisi Operasional Kinerja Karyawan (Y) Menurut (Samsudin, 2. Kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggungjawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Kinerja dapat dinilai dari apa yang dilakukan oleh seorang pegawai dalam Dengan perkataan lain kinerja adalah bagaimana seorang pegawai melaksanakan pekerjaannya atau unjuk kerjanya sehingga organisasi tempat pegawai bekerja. Menurut Sutrisno . ada enam indikator dari kinerja adalah sebagai berikut : Hasil Kerja Meliputi tingkat kuantitas maupun kualitas yang telah dihasilkan oleh karyawanya dan sejauh mana pengawasan dilakukan. Pengetahuan Pekerjaan Tingkat pengetahuan yang terkait dengan tugas pekerjaan yang akan berpengaruh langsung terhadap kuantitas dan kualitas dari karyawan. Selain itu mencerminkan sejauh mana karyawan dapat memahami produk atau jasa yang dimiliki perusahaan. pokok yang menjadikan dorongan bagi seseorang untuk bekerja, adapun beberapa Indikator motivasi kerja yaitu: Disiplin Kerja (X. (Menurut Rival 2. Disiplin kerja merupakan suatu alat yang hendak dipergunakan para manajer untuk melakukan komunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia dalam merubah perilaku serta kesadaran dan kesediaan seseorang dalam memenuhu segala peraturan yang ada pada Indikator Ae Indikator Kepuasan Kerja (Javed. Balouch. , & Hasan, 2. Kepuasan terhadap gaji pokok. Kompensasi dasar yang diterima pegawai biasanyasebagai gaji atau upah disebut gaji pokok. Kepuasan terhadap penghargaan atas hasil kerja karyawan. Penghargaan yang diberikan perusahaan atas hasil kerja yang dicapai oleh Kesempatan promosi jabatan. Perpindahan dari satu jabatan kejabatan lain yang lebih tinggi. Indikator disiplin kerja menurut (Rivai, 2. ketaatan pada peraturan kerja ketaatan pada standar kerja Motivasi Kerja (X. Hafidzi dkk . 9 : . menyatakan bahwa motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mampu bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi adalah suatu yang Kebutuhan Fisik, kebutuhan akan fasilitas penunjang yang di dapat di tempat kerja, mempermudah penyelesaian tugas dikantor. Kebutuhan rasa aman, kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini, diataranya adalah rasa aman fisik, stailitas. Kebutuhan sosial, kebutuhan yang harus dipenuhi berdasarkan kepentingan bersama dalam masyarakat. Kepuasan Kerja ( X. (Hasibuan. Malayu S. P, 2. Kepuasan Kerja merupakan sikap positif tenaga kerja terhadap pekerjaannya, yang timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja. Penilaian tersebut dapat dilakukan terhadap salah satu pekerjaannya, penilaian dilakukan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilai-nilai penting dalam Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah semua karyawan pada PT. Budiwijaya Education Center Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT. Budiwijaya Education Center Sampel Sampel yang digunakan adalah sebanyak jumlah populasi yaitu 50karyawan. Metode Penelitian JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah menganalisis dengan menggunakan angka-angka yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu sebagai dasar pertimbangan dalam memecahkan masalah (Sugiyono, 2. Metode Analisis Data Metode analisis data merupakan salah satu tahapan yang penting dalam proses mengverifikasi data i. mentah menjadi data utuh. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desktiftif dan verifikatif. Menurut (Sugiyono. Metode deskriftif verifikatif merupakan metode penelitian memulai pembuktian untuk menguji hipotesis hasil penelitian deskriptif dengan perhitungan stastistik sehingga didapat hasil pembuktian yang menunjukkan hipotesis ditolak atau diterima HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Disiplin Kerja Motivasi Kerja Kepuasan Kerja Sumber : Data hasil olahan menggunakan SPSS Versi 2022 Dari hasil regresi linear yang diteliti pada Disiplin Kerja (X. Motivasi Kerja (X. Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) dapat digambarkan sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan persamaan regresi linear berganda diatas menujukkan bahwa: Y=a b1X1 b2X2 b3X3 e Keterangan: Y: Nilai variabel terikat yang diprediksi (Kinerja Karyawa. A: Perpotongan sumbu . b1,b2,b3: Koefisien garisregresi : Nilai variabel bebas ( Disiplin Kerj. : Nilai variabel bebas (Motivasi Kerj. : Nilai variabel bebas(Kompensas. : Jumlah titik Oc : Tandapenjumlahan : Error Koefisien sebesar 8,247 artinya jika Disiplin kerja (X. Motivasi kerja (X. , dan Kepuasan Standardized Coefficients Beta Sig. kerja (X. nilainya adalah 0 maka Kinerja karyawan (Y) nilainya adalah 8,247. Koefisienregresi variable lingkungankerja (X. 0,179 artinya Disiplin kerja (X. mengalami penurunan maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,179 dengan asumsi variabel independent lain nilainya Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara Disiplin kerja (X. maka semakin turun Kinerja karyawan (Y) Koefisien regresi variabel Motivasi kerja (X. 0,064 artinya Motivasi kerja (X. mengalami penurunan maka Kinerja karyawan (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,064 dengan asumsi variabel independent lain nilainya Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antar Motivasi kerja (X. dan Kinerja karyawan (Y) semakin turun Motivasi kerja (X. maka semakin turun Kinerja Koefisien regresi variabel Kepuasan kerja (X. 0,866 artinya Kepuasan kerja (X. mengalami peningkatan maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,866 dengan JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 asumsi variabel independent lain nilainya Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antar Kepuasan kerja (X. dan Kinerja karyawan (Y). Semakin naik kepuasan kerja (X. maka semakin meningkat kinerja karyawan. Tabel 2 Hasil Uji Parsial ( Uji T) Model Coefficientsa Unstandardized Standardiz Coefficients Coefficien Std. Beta Error (Constan. Disiplin Kerja Motivasi Kerja Kepuasan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber : Data hasil olahan menggunakan SPSS Versi 2022 Kriteria keputusan adalah sebagaiberikut: Jika thitung< ttabel berarti H0 diterima atau menolak HA Jika thitung> ttabel berarti H0 ditolak atau menerima HA Disiplin Kerja(X. Dapat diketahui pada tabel 4. 11 bahwa nilai thitung1,989 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima, artinya variabel disiplin kerja (X. tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan(Y). Motivasi Kerja(X. Dapat diketahui pada tabel 4. 11 bahwa nilai thitung 2,502 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Sig. Collinearity Statistics Tolera VIF hipotesis nol diterima, artinya variabel Motivasi kerja (X. tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan(Y). Kepuasan kerja (X. Dapat diketahui pada tabel 4. 11 bahwa nilai 126 > nilai ttabel1,680 dan signifikasinya 0,000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak, artinya variable Kepuasan kerja (X. mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan(Y). Tabel 3 Hasil Uji Simultan ( Uji F ) JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 Model Sum of Mean Square Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Disiplin Kerja. Motivasi Kerja Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai Jika FhitungFtabel berarti H0 ditolak atau menerima HA Membuat Kesimpulan Dapat diketahui pada tabel 4. 12 bahwa nilai Fhitung5,974 > nilai Ftabel 2,58 dan signifikasinya lebih kecil 0,05 . ,002<0,. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak , artinya minimal ada satu variabel Disiplin kerja (X. Motivasi kerja (X. , dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama - sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pada PT. Budiwijaya Education Center. Pengaruh Disiplin kerja (X. Motivasi kerja (X. dan Kepuasan Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Secara parsial Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai thitung 1,989 < nilai ttabel 1,680 dan signifikasinya 0,358 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesisnol diterima, artinya variabel Disiplin kerja (X. tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja karyawan(Y). Penelitian yang pernah dilakukan oleh (Natalia susanto,2. Au Pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja, disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada divisi penjualan PT. RembakaAy menunjukkan hasil bahwa Disiplin kerja (X. berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja karyawan (Y) Sig. Pengaruh Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai thitung 2,502 < nilai ttabel 1,680dan signifikasinya 0,003 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima, artinya variabel Motivasi kerja (X. tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja karyawan (Y). Penelitian yang pernah dilakukan oleh (Alda safitri dkk, 2. AuPengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pada pegawai negeri sipil (Kasus pada kementrian perdagangan. Jakart. menunjukkan bahwa Motivasi kerja (X. berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja karyawan (Y) Pengaruh Kepuasan Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai 126>nilai ttabel1,680 dan signifikasinya 0,000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak, artinya variabel kepuasan kerja (X. mempunyai Pengaruh Disiplin kerja (X. Motivasi kerja (X. dan Kepuasan Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Secara Simultan Dapat diketahui pada tabel 4. 12 bahwa nilai Fhitung5,974>nilai Ftabel 2,58 dan signifikasinya lebih kecil 0,05 . ,002<0,. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak, artinya minimal ada satu variabel Disiplin kerja (X. Motivasi kerja (X. , dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pada PT. Budiwijaya Education Center. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 93-100 Penelitian yang dilakukan oleh (Harahap, 2. Dengan judul Pengaruh motivasi, disiplin, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Angkasa pura II (Perser. Kantor Cabang Kualanamu menunjukkan bahwa: Disiplin kerja. Motivasi kerja, dan Kepuasan kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Karyawan (Y). IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh Disiplin Kerja. Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Budiwijaya Education Centerdapat ditarik kesimpulan sebagai Berdasarkan tabel hasil uji parsial (Uji . Disiplin Kerja (X. Dapat diketahui pada tabel 4. 15 bahwa nilai thitung-4280,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima, artinya variabel lingkungan kerja (X. mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y) Motivasi Kerja (X. Dapat diketahui pada tabel 4. 11 bahwa nilai thitung 2,502 < nilai ttabel1,680dan signifikasinya 0,003>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesisnol diterima, artinyavariabel motivasi kerja(X. tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadapkinerjakaryawan(Y) Kepuasan kerja (X. Dapat diketahui pada tabel 4. 11 bahwa nilai 126> nilai ttabel1,680 dan signifikasinya 0,000<0,005 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak, artinya variabel kepuasan kerja (X. mempunyai pengaruh signifikan secaraparsial terhadap kinerja karyawan(Y). Berdasarkan Uji F pada tabel 4. 12 bahwa nilai Fhitung 5,974 > nilai Ftabel 2,58 dan signifikasinya lebih kecil 0,05 . ,002 < 0,. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak , artinya minimal ada satu variabel Disiplin kerja (X. Motivasi kerja (X. , dan Kepuasan Kerja (X. secara bersama - sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pada PT. Budiwijaya Education Center. 2 Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang didapat diberikan sebagai berikut: PT. Budiwijaya Education Center perlu memperhatikan lagi lingkungan kerja agar komunikasi antara atasan dan bawahan terjalin secara komunikatif agar dapat lingkungan kerja akanterjalin lebih baik. PT. Budiwijaya Education Center perlu kedisplinan pada diri karyawan untuk membangun rasa tanggung jawab, integritas serta rasa kepedulian terhadap dirinya demi memajukan kesejahteraan perusahaan. Bagi karyawan PT. Budiwijaya Education Center karyawan dapat dilakukan dengan cara memberikan motivasi bagi pegawai dan menerapkan kedisiplinan waktu dalam bekerja agar dapat terbentuknya kinerja DAFTAR PUSTAKA