Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Self Efficacy Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Fase E Di SMK Negeri 2 Padang Alroy Gumolili1*. Caterina Lo2. Dessyta Gumanti3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: gumolilialroy45@gmail. 1,2,3 Received: 25/07/2025 . Revised: 13/08/2025 . Accepted: 18/08/2025 . Published: 25/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: . pengaruh self-efficacy terhadap hasil belajar akuntansi siswa Fase E di SMK Negeri 2 Padang, . pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar akuntansi, dan . pengaruh self-efficacy dan lingkungan keluarga secara simultan terhadap hasil belajar akuntansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 144 siswa akuntansi Fase E, dengan sampel 59 siswa yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik stratified random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis meliputi statistik deskriptif dan inferensial, mencakup uji normalitas, linearitas, dan multikolinearitas, dilanjutkan dengan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (RA), yang diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan: . selfefficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi . hitung 16,993 > t tabel 2,003. signifikansi 0,000 < 0,. , artinya semakin tinggi self-efficacy maka semakin baik hasil belajar. Lingkungan keluarga juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi . hitung 3,123 > t tabel 2,003. signifikansi 0,003 < 0,. , menunjukkan perannya dalam meningkatkan capaian belajar. Secara simultan, selfefficacy dan lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (F hitung 147,521 > F tabel 3,16. signifikansi 0,000 < 0,. , dengan RA = 83,7%, sehingga 16,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: Self-Efficacy. Lingkungan Keluarga. Hasil Belajar Akuntansi Abstract This study aims to analyze: . the effect of self efficacy on the accounting learning outcomes of Phase E students at SMK Negeri 2 Padang, . the effect of family environment on the accounting learning outcomes, and . the simultaneous effect of self efficacy and family environment. This research employs a quantitative approach. The population consists of 144 Phase E accounting students, with 59 selected using the Slovin formula and stratified random sampling. Data were obtained through a validated and reliable questionnaire. Analysis techniques include descriptive and inferential statistics, covering normality, linearity, and multicollinearity tests, followed by multiple linear regression, t-test. F-test, and the coefficient of determination (RA), processed using SPSS version Results show: . self efficacy has a positive and significant effect on accounting learning outcomes t-value 993 > t-table 2. 003, significance 0. 000 < 0. , meaning higher self efficacy improves outcomes. The family environment also has a positive and significant effect t-value 3. 123 > t-table 2. 003, significance 0. 003 < 0. indicating its role in enhancing performance. Simultaneously, self efficacy and family environment significantly affect learning outcomes F-value 147. 521 > F-table 3. 16, significance 0. 000 < 0. , with RA = 83. 3% influenced by other factors. Keywords: Self Efficacy. Family Environment. Accounting Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses terencana dan sistematis yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal agar mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, salah satunya lingkungan sekolah sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jalur pendidikan formal yang berorientasi pada dunia kerja dengan menekankan keterampilan praktis . Pada kompetensi keahlian Akuntansi, pembelajaran dirancang untuk menghasilkan lulusan yang terampil dalam pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan keuangan. Salah satu mata This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 245 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pelajaran yang memiliki peran strategis adalah Dasar-Dasar Akuntansi, yang menjadi fondasi bagi siswa untuk menguasai keterampilan akuntansi secara teori maupun praktik. Hasil belajar menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan proses Menurut Suardi . , hasil belajar merupakan tolok ukur tercapainya tujuan Oktavioni . menegaskan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, minat, dan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar, dukungan keluarga, metode pengajaran, dan ketersediaan sarana Susanto . menambahkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses pembelajaran, biasanya diukur melalui tes atau ujian. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa Program Keahlian Akuntansi fase E di SMK Negeri 2 Padang, ditemukan beberapa temuan penting yang perlu diperhatikan terkait pencapaian hasil belajar, khususnya dalam mata pelajaran Akuntansi. Temuan ini menunjukkan adanya dinamika dalam proses pembelajaran yang berdampak pada tingkat pemahaman dan pencapaian akademik siswa. Berikut ini tabel 1, presentase tingkat ketuntasan nilai ujian siswa Akuntansi Fase E di SMK Negeri 2 Padang. Tabel 1. Tingkat Ketuntasan Ujian Siswa Akuntansi Fase E Di SMK Negeri 2 Padang Kelas X AKL 1 X AKL 2 X AKL 3 X AKL 4 Jumlah Jumlah Nilai Siswa KKM Nilai Tuntas Nilai Tidak Tuntas Presentase Nilai Tuntas Presentase Nilai Tidak Tuntas 55,50% 63,80% 44,40% 66,60% 57,60% 44,40% 36,10% 55,50% 33,30% 42,30% Sumber: Guru mata Pelajaran Akuntansi SMK Negeri 2 Padang Data Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025 pada siswa akuntansi fase E SMK Negeri 2 Padang menunjukkan bahwa dari 144 siswa, sebanyak 83 siswa . ,6%) mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sementara 61 siswa . ,3%) belum tuntas. Tingkat ketidaktuntasan tertinggi terdapat pada kelas X Akuntansi 3 sebesar 55,5%, sedangkan terendah pada X Akuntansi 4 sebesar 33,3%. Persentase ketidaktuntasan yang cukup tinggi ini mengindikasikan adanya hambatan dalam pencapaian kompetensi yang Hasil observasi dan wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa rendahnya self efficacy menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar. Sebagian siswa menunjukkan keraguan saat mengerjakan soal akuntansi bersifat analitis, kurang percaya diri menyampaikan pendapat, dan cenderung menyerah pada tugas yang kompleks. Bandura . menjelaskan bahwa self efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan suatu tugas, memengaruhi cara berpikir, motivasi, serta ketekunan. Penelitian Benedetto . juga membuktikan bahwa siswa dengan self efficacy tinggi memiliki motivasi belajar yang lebih baik, mampu mengatasi tantangan, dan cenderung memperoleh prestasi akademik yang lebih tinggi. Selain faktor internal, dukungan keluarga juga memiliki pengaruh signifikan terhadap pencapaian akademik. Keluarga merupakan institusi pertama yang membentuk kepribadian, sikap, dan kebiasaan belajar anak Aziz . Siswa yang memperoleh perhatian, motivasi, dan pendampingan belajar dari orang tua umumnya lebih percaya diri, aktif bertanya, dan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 246 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ memiliki hasil belajar lebih baik. Sebaliknya, siswa yang kurang mendapatkan keterlibatan orang tua baik karena kesibukan, kondisi ekonomi, maupun rendahnya tingkat pendidikan cenderung kurang termotivasi. Fenomena di lapangan juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan orang tua tidak selalu menjadi penentu keterlibatan mereka ada siswa dari keluarga berpendidikan rendah yang mendapat pendampingan intensif, sementara siswa dari keluarga berpendidikan tinggi justru kurang mendapat dukungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencapaian hasil belajar akuntansi di SMK tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh self efficacy siswa dan dukungan lingkungan keluarga. Meskipun penelitian tentang hasil belajar telah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus mengkaji pengaruh kedua faktor ini dalam konteks pembelajaran akuntansi di SMK masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self efficacy dan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar akuntansi siswa fase E di SMK Negeri 2 Padang, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menguji hubungan dan pengaruh antarvariabel melalui analisis statistik Sugiyono . Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 2 Padang pada AprilAeJuni 2025, mencakup persiapan instrumen, pengumpulan data, dan analisis hasil. Populasi penelitian adalah 144 siswa Akuntansi Fase E tahun ajaran 2024/2025 yang terbagi ke dalam empat kelas. Sampel sebanyak 59 siswa ditentukan dengan rumus Slovin . esalahan 10%) dan teknik stratified random sampling. Variabel dependen adalah hasil belajar yang diukur dari nilai ujian semester ganjil mata pelajaran akuntansi, sedangkan variabel independen meliputi self efficacy . ndikator magnitude, strength, generalit. dan lingkungan keluarga . ndikator pola asuh, hubungan keluarga, suasana rumah, ekonomi, perhatian orang tua, dan latar buday. Data self efficacy dan lingkungan keluarga dikumpulkan melalui angket Likert lima poin, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai. Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment . -tabel = 0,. menunjukkan 13 item valid dari 15 pada self efficacy, dan 24 item valid dari 30 pada lingkungan keluarga. Uji reliabilitas dengan CronbachAos Alpha menghasilkan = 0,665 untuk self efficacy dan = 0,893 untuk lingkungan keluarga, keduanya reliabel. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, linearitas, multikolinearita. , dan regresi linier berganda. Uji-F digunakan untuk menguji pengaruh simultan, sedangkan uji-t menguji pengaruh parsial dengan taraf signifikansi 5%. Koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Seluruh analisis dilakukan menggunakan SPSS versi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan rumus Sturges ditetapkan 7 kelas dengan panjang kelas 3, lalu data dikelompokkan dalam interval untuk distribusi frekuensi dan persentase, serta dihitung ukuran deskriptif . ean, median, modus, maksimum, dan minimu. yang ditampilkan pada Tabel 2. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 247 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 2. Analisis Deskriptif Variabel Hasil Belajar Kelas Interval Jumlah Mean Median Modus Max Min Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Frekuensi 81,29 80,86 Presentase 13,60% 6,80% 30,50% 10,20% 8,50% 20,30% 10,20% Diketahui bahwa sebagian besar siswa berada pada kelas interval 78Ae80 dengan frekuensi 18 siswa atau sebesar 30,5%. Nilai rata-rata . hasil belajar siswa adalah 81,29 dengan median sebesar 80,86, dan Modus sebesar 78. Nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 92, sedangkan nilai minimum adalah 70. Tabel 3. Total Skor Responden Self Efficacy (X. Indikator Tingkat Kesulitan Tugas ((Magnitud. Kekuatan (Strengt. Generalisasi (Generalit. Rata-Rata Keseluruhan Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean 3,37 3,46 Tcr 69,91 67,45 69,15 Kriteria Baik Baik Baik Baik Rata-rata self efficacy siswa adalah 3,46 dengan TCR 69,15, termasuk kategori baik. Indikator tertinggi adalah Strength . ean 3,50. TCR 70,. , sedangkan terendah adalah Generality . ean 3,37. TCR 67,. , keduanya berada pada kategori baik. Tabel 4. Total Skor Responden Lingkungan Keluarga (X. Indikator Cara Orang Tua Mendidik Relasi Antar Anggota Keluarga Suasana Rumah Keadaan Ekonomi Keluarga Pengertian Orang Tua Latar Belakang Budaya Rata-Rata Keseluruhan Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean 3,33 3,32 3,27 3,29 3,22 3,29 Tcr 66,52 65,93 66,35 65,42 65,84 64,49 65,76 Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Rata-rata lingkungan keluarga berada pada kategori baik dengan mean 3,29 dan TCR 65,76. Indikator tertinggi adalah cara orang tua mendidik . ean 3,33 TCR 66,. , sedangkan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 248 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ terendah adalah latar belakang budaya . ean 3,22. TCR 64,. , keduanya tetap dalam kategori baik. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Most Extreme Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Normal Parametersa,b Nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Nilai sampel berjumlah 59 yang berarti data yang sedang diuji berdistribusi normal. Tabel 6. Uji Linearitas Variabel Self efficacy (X. dan variabel Hasil Belajar (Y) Variabel Lingkungan Keluarga (X. dan Hasil Belajar (Y) Variabel Deviation from Linearity Sig. 1,198 0,902 1 X1 2 X2 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 0,308 0,572 Hasil uji linearitas menunjukkan nilai signifikansi Self Efficacy . dan Lingkungan Keluarga . , keduanya > 0,05, sehingga hubungan masing-masing variabel independen dengan hasil belajar bersifat linear dan asumsi linearitas terpenuhi. Tabel 7. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Self Efficacy Lingkungan Keluarga Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Collinearity Statistics Tolerance 0,999 0,999 VIF 1,001 1,001 Nilai Tolerance 0,999 dan VIF 1,001 untuk kedua variabel independen memenuhi kriteria (Tolerance > 0,10. VIF < . , sehingga tidak terjadi multikolinearitas dan data layak digunakan untuk analisis regresi. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 249 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 8. Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. 102,597 Self Efficacy 1,07 Lingkungan Keluarga 0,255 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Std. Error 6,662 0,063 0,082 Standardized Coefficients Beta 0,908 0,167 Sig. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 102,597 1,070XCA 0,255XCC e. Konstanta 102,597 menunjukkan bahwa tanpa self efficacy dan lingkungan keluarga, hasil belajar akan turun sebesar nilai tersebut. Koefisien self efficacy sebesar 1,070 . menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, di mana setiap peningkatan satu satuan self efficacy meningkatkan hasil belajar 1,070 poin dengan asumsi variabel lain tetap. Koefisien lingkungan keluarga sebesar 0,255 . juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, sehingga setiap kenaikan satu satuan lingkungan keluarga menaikkan hasil belajar 0,255 poin dengan asumsi self efficacy tetap. Tabel 9. Uji-t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. 102,597 6,662 15,401 1 Self Efficacy 1,07 0,063 0,908 16,993 Lingkungan Keluarga 0,255 0,082 0,167 3,123 0,003 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Hasil uji-t menunjukkan bahwa self efficacy memiliki t-hitung 16,993 > t-tabel 2,003 dengan sig. 0,000 < 0,05, sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Lingkungan keluarga memiliki t-hitung 3,123 > t-tabel 2,003 dengan sig. 0,003 < 0,05, sehingga juga berpengaruh positif dan signifikan. Dengan demikian, kedua variabel independen terbukti secara parsial berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa Fase E di SMK Negeri 2 Padang. Tabel 10. Uji-F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 2071,015 1035,507 Residual 393,087 7,019 Total 2464,102 Dependent Variable: Hasil Belajar Predictors: (Constan. Lingkungan Keluarga. Self Efficacy Sumber: Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 147,52 Sig. ,000b Hasil uji-F menunjukkan F-hitung 147,521 > F-tabel 3,16 dengan sig. 0,000 < 0,05, sehingga HCA ditolak dan HCE diterima. Hal ini berarti self efficacy dan lingkungan keluarga secara simultan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 250 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa, dan model regresi yang digunakan layak untuk memprediksi hasil belajar. Tabel 11. Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,84 0,835 2,649 Predictors: (Constan. Lingkungan Keluarga. Self Efficacy Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Nilai R-Square sebesar 0,840 menunjukkan bahwa 84% variasi hasil belajar dijelaskan oleh self efficacy dan lingkungan keluarga, sedangkan 16% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Adjusted R-Square sebesar 0,835 menegaskan bahwa model stabil dan tidak mengalami overfitting. Pembahasan Pengaruh Self Efficacy (X. terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Fase E di SMK Negeri 2 Padang Berdasarkan penelitian diperoleh hasil koefisien regresi self efficacy bernilai positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-hitung 16,993 yang lebih besar daripada t-tabel 2,003 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCA diterima, yang berarti semakin tinggi self efficacy siswa, semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Siswa yang memiliki keyakinan pada kemampuannya akan lebih termotivasi, tekun, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan, sehingga berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik. Secara teoritis, temuan ini mendukung pandangan Bandura . yang menegaskan bahwa self efficacy merupakan faktor penting dalam pencapaian prestasi belajar. Individu dengan keyakinan diri yang tinggi cenderung memiliki tujuan belajar yang jelas, motivasi yang kuat, serta ketekunan dalam menghadapi tantangan, sedangkan siswa dengan self efficacy rendah lebih mudah menghindari tantangan dan mengalami hambatan dalam belajar. Selain itu, hasil penelitian ini sejalan dengan Nurfaturahmi . yang menyatakan bahwa siswa dengan self efficacy tinggi memiliki keyakinan kuat untuk menghadapi kesulitan belajar sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik. Selain itu. Vera . juga menegaskan bahwa self efficacy berperan penting dalam mendorong siswa untuk lebih konsisten, percaya diri, dan tekun dalam mengikuti proses pembelajaran akuntansi. Pengaruh Lingkungan Keluarga (X. terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Fase E di SMK Negeri 2 Padang Berdasarkan penelitian diperoleh hasil koefisien regresi lingkungan keluarga bernilai positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 3,123 > dari t-tabel 2,003 dengan signifikansi 0,003 < 0,05. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCC diterima, artinya semakin baik kondisi dan dukungan lingkungan keluarga, semakin tinggi pula hasil belajar akuntansi siswa. Lingkungan keluarga yang kondusif dapat This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 251 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ membentuk kedisiplinan, motivasi, serta pola pikir positif yang mendorong siswa untuk belajar secara optimal. Secara teoritis, temuan ini didukung oleh pendapat Husnan . yang menyatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Keluarga berperan membentuk karakter, motivasi, serta sikap belajar anak sejak dini. Orang tua yang memberikan perhatian, dorongan, serta fasilitas belajar yang memadai akan menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan prestasi akademik. Sebaliknya, kurangnya perhatian keluarga dapat membuat siswa kehilangan arah dan motivasi belajar. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan pandangan Melya . yang menekankan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, terutama melalui dukungan emosional dan penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Selaras dengan itu. Jamil . menegaskan bahwa lingkungan keluarga yang baik akan menunjang pencapaian hasil belajar siswa secara optimal melalui pembiasaan disiplin, dukungan moral, serta kontrol belajar yang konsisten. Pengaruh Self Efficacy dan Lingkungan Keluarga terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Fase E di SMK Negeri 2 Padang Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa self efficacy (XCA) dan lingkungan keluarga (XCC) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai F-hitung sebesar 147,521 > dari F-tabel 3,16 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCE diterima, yang berarti kedua variabel independen secara bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel self efficacy memiliki koefisien regresi sebesar CA = 0,771, sedangkan lingkungan keluarga memiliki koefisien regresi sebesar CC = 0,157. Ini mengindikasikan bahwa self efficacy memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil belajar akuntansi dibandingkan dengan lingkungan keluarga. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi terhadap hasil belajar siswa dengan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 83,7%. Artinya, 83,7% variasi hasil belajar akuntansi dapat dijelaskan oleh self efficacy dan lingkungan keluarga, sedangkan 16,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Secara teori. Bandura . menegaskan bahwa self efficacy merupakan faktor penting yang menentukan prestasi belajar, sedangkan Husnan . menyatakan bahwa lingkungan keluarga sebagai pendidikan informal pertama sangat berperan dalam membentuk sikap dan kebiasaan belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Terdapat pengaruh positif dan signifikan self efficacy terhadap hasil belajar akuntansi siswa fase E di SMK Negeri 2 Padang, dibuktikan dengan nilai t-hitung 16,993 > t-tabel 2,003 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya. HCA ditolak dan HCA diterima, sehingga semakin tinggi self efficacy siswa, semakin tinggi pula hasil belajar akuntansi yang Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar akuntansi siswa fase E di SMK Negeri 2 Padang, dengan nilai t-hitung 3,123 > t-tabel 2,003 dan signifikansi 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan HCA ditolak dan HCC diterima, yang This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 252 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ berarti lingkungan keluarga yang mendukung berkontribusi pada peningkatan hasil belajar akuntansi siswa. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara self efficacy dan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar akuntansi siswa fase E di SMK Negeri 2 Padang, dengan nilai Fhitung 147,521 > F-tabel 3,16 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa HCE diterima dan HCA ditolak. Analisis regresi menunjukkan self efficacy (CA = 0,. lebih dominan dibanding lingkungan keluarga (CC = 0,. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 83,7% variasi hasil belajar, sedangkan 16,3% sisanya dipengaruhi faktor DAFTAR PUSTAKA