Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 PENGARUH TERAPI BRAIN GYM DIIRINGI MUSIK RELIGI TERHADAP BURNOUT BELAJAR SIS1 WA KELAS Vi MTS MUAoMIN MASHUM TASIKMALAYA The Influence of Brain Gym Therapy Accompanied with Religious Music on The Learning Burnout of Class Vi MTS MuAomin Mashum Tasikmalaya Students Lulu Nurjannah*. Peni Cahyati. Kusmiyati. Asep Riyana Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya E-mail korespondensi: lulunurjannah28@gmail. ABSTRACT Burnout can make a student lose their enthusiasm for learning, if burnout isn't treated immedietly, it can cause stress in students. Based on the results of a study conducted at SMAN Karangpandan in 2022, 00% of class X students experienced learning burnout. Purpose to determine the effect of brain gym therapy accompanied by religious music on the academic burnout of class Vi students at MTS Mu'min Mashum Tasikmalaya. Method Quasi experiment with pretest-posttest with control group. The sample in this research was 15 respondents for the intervention and control groups which fulfills the inclusion and exclusion criteria. The statistical tests using Dependent T-Test and Independent T-Test. Result there was a significant difference in the mean burnout score in the intervention group, the mean burnout score before intervention was 10. 07, decreasing to 4. -value 0. Meanwhile, in the control group, the mean burnout score before intervention was 10. 87, decreasing to 8. -value 0. There was a significant difference in the mean burnout score between the two groups, with a p-value of 0. From the result of research shows that brain gym therapy accompanied by religious music can reduce burnout scores in In connection with the research results, it is hoped that educators can apply this therapy to improve student learning at school. Keywords : Brain Gym. Academic Burnout. Religious Music. Students. Diterima: 08-08-2024 Direview: 08-09-2024 Diterbitkan: 26-08-2024 ABSTRAK Burnout dapat membuat seorang siswa kehilangan semangat belajar, apabila burnout tidak segera diatasi, maka dapat mengakibatkan stres pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMAN Karangpandan pada tahun 2022 sebanyak 56,00% siswa kelas X mengalami burnout belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh terapi brain gym diiringi musik religi terhadap burnout belajar siswa kelas Vi di MTS MuAomin Mashum Tasikmalaya. Metode quasy eksperimen dengan pretest-posttest with Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 control group. Sampel pada penelitian ini adalah 15 responden untuk kelompok intervensi dan kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik yang digunakan Dependent T-Test dan Independen TTest. Hasil terdapat perbedaan signifikan rerata skor burnout pada kelompok intervensi, sebelum intervensi rerata skor burnout 10. 07 menurun menjadi 4. -value 0,. Sedangkan pada kelompok kontrol, skor burnout sebelum intervensi 10. 87 menurun menjadi 8. -value 0,. Terdapat perbedaan signifikan dalam rerata skor burnout antara kedua kelompok, dengan nilai p-value 0. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terapi brain gym diiringi musik religi mampu menurunkan skor burnout pada siswa. Sehubungan dengan hasil penelitian diharapkan pendidik dapat mengaplikasikan terapi ini untuk meningkatkan belajar siswa baik di sekolah. Kata Kunci : Brain Gym. Burnout Belajar. Musik Religi. Siswa. PENDAHULUAN / INTRODUCING Burnout belajar adalah hambatan yang Menurut Mardayati Erda bisa menggangu waktu pendidikan sehingga mengatakan hasil wawancara pada tanggal 1-3 Desember 2021 dilaksanakan bersama pendidik membagikan pelajaran kurang bisa dipahami kelas Vi SMP Negeri Kota Jambi, bahwa serta dimengerti secara optimal ke otak siswa burnout belajar sering terjadi pada siswa. (Dahlan, 2. Aspek dari burnout belajar Dengan itu pelajar yang merasa burnout menurut Mardayati Erda . diantaranya meliputi lelah emosi . ering tidak bisa menyetop lelah emosi, lelah badan,lelah kognitif, serta marah, takut tidak jelas, serta khawati. , lelah kurang motivasi. Selain itu, ada juga karena fisik . yeri kkepala, tidak bisa tenang, nyeri durasi jam belajar yang panjang bertepatan otot, kurang istirahat, kirang nafsu sarapa. , dengan aktivitas yang padat serta proses belajar lelah kognitif . ilang cita-cita, memiliki jiwa yang sangat monoton, mata pelajaran yang yang merasa gagal, harga diri rendah, tidak banyak, dan perhatian yang mudah teralihkan mampu fokus. Nashrullah & Prasetiawan mengganggu berkonsentrasi dengan optimal . , mengatakan siswa kelas X IPS 6 di (Afifah, 2. Fenomena burnout belajar SMAN tersebut harus jadi perhatian untuk segala kejenuhan belajar cukup tinggi ialah 56%. pelaksana sekolah serta harus diproses agar Selain itu, menurut Nashrullah & Prasetiawan penerapan belajar mengajar jadi mengasyikkan, . , tanda gejala dari burnout belajar pada memprioritaskan hasil mutu pembelajaran, serta bisa menghasilkan lingkungan pendidikan yang diakibatkan dari bertambahnya kegiatan atau baik, sehingga siswa bisa belajar dengan optimal aktivitas di sekolah. Hal ini menunjukan bahwa (Hikmah et al. , 2. di SMAN Karangpandan sebanyak 56,00% Karangpandan SMAN Karangpandan, siswa kelas X mengalami burnout belajar. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 Menurut Afifah . , burnout belajar jenuh atau burnout pada siswa (Wulandari, bisa dialami siswa pada saat pembelajaran Salsabila. Cahyani. Nurazizah, & Ulfiah, 2. karena aktivitas pembelajaran untuk setiap Salah satu penerapan aktivitas belajar orang tidak selamanya dapat berjalan secara mengajar yang dapat dilakukan oleh siswa kelas Terkadang dapat diterima dengan Vi mudah ataupun terasa sulit. Perhatian belajar menurunkan tingkat burnout adalah dengan siswa hendak bertambah pada 15- 20 menit awal metode terapi brain gym diiringi terapi musik. serta setelah itu hendak menurun pada 15- 20 Berdasarkan penelitian Rahayu et al. , . hal yang dapat menyebabkan peningkatan menurun maka dapat menghambat dalam fungsi otak dan memberikan pengaruh positif menerima materi sepanjang aktivitas pendidikan yang nantinya berakibat terhadap hasil belajar perencanaan, hingga mengambil kesimpulan siswa (Aryanto, 2. yaitu dengan terapi senam otak atau disebut Bila MTS MuAomin Mashum Belajar merupakan proses penting yang dengan terapi brain gym. Terapi brain gym lebih menjadi bagian sistematis dalam rentang efisien dibanding terapi musik, dibuktikan kehidupan manusia sepanjang waktu antara guru dengan siswa dalam rangka menggapai tujuan menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah Pendidikan, dari mulai tingkatan yang sangat melakukan terapi brain gym pada skor burnout belajar siswa didapatkan penurunan rata-rata Pembelajaran yang dilakukan di sekolah SMP skor sebanyak 75 dari nilai pre-test 156 menjadi dan MTS berbeda, hal ini dibuktikan dengan Lalu pada penelitian yang dilakukan oleh Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun Dahlan . , menunjukkan skor rata-rata 2019 dan Keputusan Menteri Agama Nomor burnout sebelum diberikan terapi brain gym 184 Tahun 2019, menyatakan MTS merupakan sebesar 35,82 dan setelah dilakukan intervensi satuan pendidikan formal di bawah binaan menurun menjadi 28,36. Maka dapat dikatakan Kementerian Agama yang menyelenggarakan penerapan terapi brain gym efektif terhadap pendidikan umum dan kejuruan dengan ciri khas Islam yang terdiri dari mata pelajaran Al-qurAoan penelitian Kurniawan . , menunjukkan Hadis. Sejarah perbedaan sebelum dan susudah penerapan Kebudayaan Islam, serta Bahasa Arab. Beda terapi musik pada skor burnout belajar siswa didapatkan penurunan skor rata-rata sebanyak menggabungkan semua pelajaran agama dalam 9,1 dari nilai pre-test 28,00 kemudian dilakukan satu pelajaran yang sederhana (Hidayatulloh & intervensi menurun menjadi 18,90. Akidah Akhlak. Fikih. SMP Mardiyah, 2. Dalam proses aktivitas belajar Mardayati Banyak Erda Pada mengajar, guru bisa membuat aktivitas belajar berpengaruh pada konsentrasi pembelajaran, diantaranya faktor eksternal dan internal. Dengan hal itu akan mengurangi rasa Amaliyah. Suardana, & Selamet . faktor Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 internal terdiri dari kondisi fisik yang sehat, tidak percaya diri. Selain itu, 2 orang serta mempunyai semangat untuk belajar. mengatakan merasa malas mengerjakan tugas Kemudian, faktor eksternal seperti media pelajaran, menunda tugas pelajaran yang diberikan, tidak percaya diri, mudah terganggu mengganggu kenyamanan, cara mengajar yang konsentrasi saat membaca buku pelajaran, tidak kurang menarik. Faktor yang berpengaruh puas dengan belajar yang diperoleh selama ini, dalam konsentrasi belajar ialah berasal dari diri mudah kehilangan kendali diri dalam belajar, sendiri bisa dengan mendengarkan musik religi. debar jantung menjadi kuat apabila tugas-tugas Terapi musik religi adalah terapi mengandung pelajaran belum selesai,dan isi aspek-aspek spiritual. Hal ini membantu untuk memperbagus nilai pembelajaran yang seseorang yang memiliki masalah emosi dapat menyampaikan perasaannya, membuat suasana mengatakan tidak puas dengan belajar yang tenang, membantu memecahkan konflik, dan diperoleh selama ini, debar jantung menjadi dapat membantu siswa menjadi lebih fokus lebih kuat apabila tugas-tugas pelajaran belum dalam mengerjakan tugas pembelajaran (Silaen, selesai, dan merasa khawatir tidak mampu Ramadhanti, & Utami, 2. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. Siswa yang tidak ada usaha Kemudian Berdasarkan studi pendahuluan yang mengisi instrumen tersebut belum ada yang telah dilakukan peneliti pada 22 Januari 2024 pernah diberikan intervensi terapi brain gym terhadap 10 orang siswa kelas Vi di MTS diiringi musik religi untuk menurunkan burnout MuAomin Mashum. Peneliti wawancara dan memberikan kuesioner berupa melakukan penelitian tentang Pengaruh Terapi instrument burnout belajar didapatkan 5 orang Brain Gym diiringi Musik Religi terhadap Burnout Belajar Siswa Kelas Vi di MTS pembelajaran yang sudah dipaparkan oleh guru. MuAomin Mashum Tasikmalaya yang bertujuan konsentrasi mudah teralihkan ketika baca buku, agar dapat menurunkan kejadian burnout tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas pelajaran, tidak diberikan, menunda tugas-tugas pelajaran, lebih banyak melakukan aktivitas di luar, tidak ada usaha untuk memperbaiki nilai pelajaran yang tidak memuaskan, mudah kehilangan kendali diri dalam belajar, sering mengalami gangguan tidur, sering mengalami kurang selera makan, merasa malas mengikuti dan mengerjakan tugas pelajaran, tidak memiliki kepedulian terhadap teman yang mengajak untuk belajar, dan merasa METODE PENELITIAN / METHOD Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan penulis ialah two group pretest posttest with control design dengan cara Rancangan dilakukan observasi pertama . untuk menguji fenomena yang terjadi sebelum adanya eksperimen serta observasi kedua Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 . untuk menguji perubahan kecil kurang dari 50 orang (Tefa. Idayani, & setelah dilakukan eksperimen. Alat ukur Astindari, 2. Jumlah sampel 15 siswa pada burnout menggunakan kuesioner baku dari kelompok intervensi dan 15 siswa pada Aswir & Misbah . , sedangkan terapi yang kelompok kontrol. dilakukan yaitu brain bym diiringi dengan Analisis data menggunakan uji T-test musik religi yang berjudul Allahi Allah Kiya Dependent untuk mengetahui perbedaan rata- Karo. rata skor burnout sebelum dan sesudah Populasi penelitian ini adalah siswa intervensi pada kelompok intervensi dan kelas Vi A dan B sebanyak 30 orang di MTS Kemudian menggunakan uji T-test MuAomin Independent untuk mengetahui perbedaan rata- mengalami burnout belajar pada 22 - 24 rata skor burnout sesudah diberikn intervensi Februari 2024. Teknik pengambilan sampel antara kelompok intervensi dan kelompok menggunakan teknik sampling jenuh, peneliti Mashum Tasikmalaya digunakan menjadi sampel. Sampling jenuh ini sering dilakukan jika jumlah populasi relatif HASIL DAN PEMBAHASAN / RESULTS AND DISCUSSION Uji statistik burnout pada responden diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 1. Distribusi Data Responden Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Karakteristik Responden Intervensi (N=. Usia 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Responden Kontrol (N=. Usia 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Frekuensi . Persentase (%) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 15 dengan jumlah 8 orang atau setara dengan responden pada kelompok intervensi itu Lalu mayoritas berjenis kelamin mayoritas usianya 14 tahun dengan jumlah 11 perempuan dengan jumlah 9 orang atau setara orang atau setara dengan 73. Lalu mayoritas berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 11 orang atau setara dengan 73. Pada kelompok kontrol yang berjumlah 15 responden itu mayoritas usianya 14 tahun Tabel 2. Rerata Skor Burnout Sebelum Dan Sesudah Diberikan Intervensi Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Variabel Mean Responden Intervensi (N=. Burnout Pre Post Responden Kontrol (N=. Burnout Pre Post Tabel 2 menunjukkan pada kelompok Pada intervensi rerata skor burnout 10. urnout intervensi itu 10. urnout sedan. Setelah Setelah intervensi, rerata skor burnout menurun menjadi 8. urnout sedan. rerata skor Min-Max 73 . urnout renda. Tabel 3. Perbedaan Rerata Skor Burnout Sebelum Dan Sesudah Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Variabel Perbedaan Rerata Responden Intervensi (N=. Burnout Pre Post Responden Kontrol (N=. Burnout Pre Post p-Value Tabel 3 menunjukkan pada kelompok Sehingga dapat disimpulkan adanya intervensi sebelum dan sesudah intervensi perbedaan rerata yang signifikan sebelum dan terdapat perbedaan rerata penurunan skor sesudah intervensi terapi brain gym diiringi burnout yaitu 5. 333 dengan hasil statistik musik religi. menunjukkan p-value masing-masing 0. Sedangkan pada kelompok kontrol yang berarti signifikan terhadap . -value < sebelum dan sesudah intervensi terdapat Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 perbedaan rerata penurunan skor burnout yaitu rerata yang signifikan sebelum dan sesudah 333 dengan hasil statistik menunjukkan p- value masing-masing 0. 000 yang berarti Berdasarkan statistik, ada perbedaan dalam signifikan terhadap . -value < 0. penurunan rerata antar kedua kelompok, yaitu Sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan adanya penurunan rerata yang lebih besar pada kelompok intervensi. Tabel 4. Perbedaan Rerata Skor Burnout Sesudah Diberikan Intervensi Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Variabel Burnout Intervensi (N=. Kontrol (N=. Mean Std. Deviasi p-Value Tabel 4 menunjukkan penurunan rerata secara dewasa, mulai tertarik kepada lawan skor burnout sesudah diberikan intervensi pada jenis serta mudah tersinggung dengan hal-hal kelompok intervensi adalah 4. urnout yang sepele. , sedangkan pada kelompok kontrol penurunan rerata skor burnout adalah 8. Menurut Mardayati Erda urnout sedan. Lalu berdasarkan nilai p- Burnout atau kejenuhan dan tuntutan yang ada value untuk skor burnout pada kelompok pada remaja berasal dari hubungan teman, tugas intervensi dan kelompok kontrol adalah 0. sekolah, tekanan dan harapan dari diri mereka . -value < = 0. , menunjukkan adanya dan orang lain yang ada di sekolah. Masa perbedaan yang signifikan dalam rerata skor remaja awal . ekitar umur 11 atau 12 sampai 14 burnout antara kelompok intervensi dan kontrol tahu. , transisi keluar dari masa kanak-kanak setelah diberikan intervensi pada siswa kelas untuk tumbuh dalam dimensi fisik, kompetensi Vi di MTS MuAomin Mashum Tasikmalaya. kognitif dan sosial. Dalam konteks ini, yaitu orang yang berusia 13, 14, dan 15 tahun yang Mayoritas responden dalam penelitian ini diteliti dalam penelitian ini. berada pada usia 14 tahun, pada kelompok Penelitian ini mayoritas responden intervensi sebanyak 11 orang . 3%), dan adalah perempuan, pada kelompok intervensi kelompok kontrol 8 orang . 3%). Menurut Aswir & Misbah, . mengatakan remaja di kelompok kontrol sebanyak 9 orang . 0%). usia 14 tahun masih labil serta mudah bosan Menurut Dwiana . mengatakan jenis dalam melakukan suatu kegiatan. Hal ini kelamin merupakan indikator utama burnout. remaja mengalami perubahan proses dalam Perempuan mempunyai skor burnout yang menuju dewasa, remaja mulai berusaha untuk lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku terutama dalam hal emotional exhaustion yang . 3%), Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 mengalami depersonalization sebagai initial yang mengalami burnout akan merasakan ilmu Didapatkan dari 180 responden yang yang diperoleh selama belajar tidak mengalami mengalami burnout pada perempuan sebanyak Selain itu, sistem mental siswa 134 orang . 7%), sedangkan pada laki-laki dalam keadaan jenuh tidak dapat berfungsi sebanyak 46 orang . 5%). Perempuan secara maksimal, akibat reaksi negatif individu memiliki persepsi yang lebih rendah terhadap terhadap tugas pembelajaran, baik dari segi kualitas hidup secara fisik dan psikologis sikap, emosi maupun kondisi fisik (Surya, dibandingkan laki-laki. Hal ini dikarenakan Mardayati Erda . menyatakan indikator dari burnout belajar terdiri dari dibandingkan laki-laki. Alasan peningkatan kelelahan emosi, kelelahan fisik, kelelahan risiko ini adalah perempuan lebih cenderung kognitif, dan kehilangan motivasi. mengenali peristiwa yang menantang atau Menurut statistik berdasarkan analisis mengancam sebagai hal yang dapat membuat univariat sesudah dilakukan intervensi pada burnout dibandingkan laki-laki. Selain itu, kelompok intervensi dan kelompok kontrol perempuan mempunyai hormon estrogen yang menunjukkan adanya penurunan rerata skor sangat berkaitan dengan perubahan suasana hati burnout, dengan skor rerata yaitu 4. 73 dan 8. yang tidak menentu, mempengaruhi fungsi otak Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Aswir & yang mengontrol emosi. Misbah Menurut statistik berdasarkan analisis burnout siswa setelah diberikan intervensi univariat, sebelum intervensi pada kelompok brain gym dapat menurun, yang artinya bahwa intervensi dan kelompok kontrol memiliki skor ada pengaruh terapi brain gym terhadap burnout yaitu 10. 07 dan 10. Menurut burnout yang dialami siswa. Srivaniwati . menyatakan burnout adalah Brain gym merupakan istilah dari brain suatu perasaan lelah karena tuntutan pelajaran, artinya otak dan gym artinya senam. Jadi yang memiliki sikap sinis, dan perasaan tidak dimaksud brain gym merupakan kegiatan Hal ini menggambarkan perasaan senam otak dengan menggunakan bagian tubuh lelah dengan tugas akademik dan apapun yang yang dapat berfungsi menyegarkan kembali terkait dengan belajar, sikap kurang baik jaringan otak. Terapi brain gym diiringi musik terhadap materi di sekolah sehingga menjadi religi sangat berpengaruh, salah satunya dapat tidak adanya partisipasi dalam kegiatan di menciptakan suasana tenang dan damai untuk yang mendengarkannya sehingga membantu ketidakmampuan untuk mempelajari materi di siswa lebih fokus dalam belajar (Kartini & Burnout adalah masalah yang sering SaAoadah, 2. Brain gym yang diiringi musik terlihat, sesuatu yang melayani pembelajaran religi dilakukan selama 5-10 menit untuk tetapi tidak membuahkan hasil. Seorang siswa meningkatkan produktivitas. Selain itu, brain Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 gym dapat memperlancar aliran darah dan Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa oksigen ke otak serta merangsang kedua belah terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata skor burnout sesudah diberikan intervensi keseimbangan aktivitas kedua belah otak secara antara kelompok intervensi dan kelompok bersamaan Aswir & Misbah . Menurut Surya . mengatakan berdasarkan hasil Dari data diatas, didapatkan selisih skor penelitiannya selama 3 hari menunjukan senam rerata burnout 3. 8 lebih kecil pada kelompok otak atau brain gym yang diiringi musik religi Maka dapat disimpulkan bahwa efektif dapat membantu mengurangi kejenuhan tindakan terapi brain gym diiringi musik religi siswa dalam belajar. pada kelompok intervensi lebih efektif daripada Dalam analisis bivariat paired T-test, kelompok kontrol. selisih penurunan pada kelompok intervensi Sejalan dengan hasil peneliti yang adalah pre-test 10. 07 dan post-test 4. menerapkan terapi brain gym diiringi musik sedangkan selisih penurunan skor burnout pada religi pada 15 siswa dengan durasi 10 kelompok kontrol adalah pre-test 10. 87 dan menit/hari selama 3 hari berturut-turut mampu post-test menurunkan skor burnout 5. 333 dengan p- menunjukkan nilai p-value 0. 000 lebih kecil 000 . -value < = 0. Lalu didukung dari taraf signifikansi 5% . -value = 0. dengan penelitian Hasil penelitian ini didukung 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis oleh penelitian yang dilakukan oleh Aswir & alternatif (H. diterima dan hipotesis nol (H. Misbah . menyatakan kejenuhan pada ditolak yang artinya terdapat perbedaan antara siswa di SMPN 3 Jombang kelas Vi sebelum skor burnout sebelum dan sesudah diberikan melakukan senam otak . rain gy. pada intervensi baik pada kelompok intervensi sebagian besar responden sebanyak 44 siswa maupun pada kelompok kontrol. ,0%) Semua Pada analisis uji t-test independent Kemudian, tingkat kejenuhan siswa sesudah menunjukkan adanya perbedaan signifikan melakukan senam otak . rain gy. pada sebagian besar responden sebanyak 41 . ,7%) intervensi pada kelompok intervensi dan masuk dalam kategori sedang. Hasil uji kelompok kontrol, dengan diperoleh penurunan Wilcoxon diperoleh hasil sebesar 0,00 (<0,. yang berarti H1 diterima maka ada pengaruh intervensi pada kelompok intervensi adalah senam otak . rain gy. terhadap tingkat burnout siswa di SMPN 3 Jombang kelas Vi. kelompok kontrol penurunan rerata skor Hal ini dikarenakan senam otak mampu . urnout menurunkan kelelahan emosional, kelelahan fisik, kelelahan kognitif, serta kehilangan kelompok itu sebesar 0. - value < = Senam otak membuat siswa lebih siap Berdasarkan . urnout p-value Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 dalam menerima pelajaran, meningkatkan konsentrasi, memperbaiki komunikasi, dan bermanfaat untuk siswa Program Studi Sarjana mengendalikan emosi pada siswa (Nashrullah Terapan Keperawatan di Poltekkes Kemenkes & Prasetiawan, 2. Tasikmalaya. Serta untuk peneliti selanjutnya Manfaat brain gym diiringi musik religi efektif dalam penanganan seseorang yang manfaat brain gym yang diiringi musik religi mengalami hambatan belajar. Brain gym juga misalnya dengan mengubah atau menambah dapat menyegarkan tubuh dan memberikan dampak positif bagi fisik karena dapat merenggangkan otot dan mengembalikan otot tubuh seperti semula (Aswir & Misbah, 2. Penelitian ini membuktikan bahwa berpengaruh dalam mengurangi skor burnout pada siswa kelas Vi di MTS MuAomin Mashum Tasikmalaya. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan hasil skor burnout pada kelompok intervensi yang diberikan perlakuan dengan Selanjutnya, berdasarkan hasil uji bivariat T-Test Independent, terapi brain gym diiringi musik religi dinyatakan berpengaruh dalam mengurangi burnout belajar siswa kelas Vi di MTS MuAomin Mashum Tasikmalaya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan minimal 3 hari berturut-turut dengan durasi yang dapat disesuaikan dengan masing-masing Interaksi Sosial Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Dengan Sistem CONCLUSION Afifah. Pengaruh Kejenuhan Belajar Dan KESIMPULAN DAN SARAN / DAFTAR PUSTAKA / REFERENCE