Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` PENGARUH STRUKTUR MODAL. PERPUTARAN MODAL KERJA. PERTUMBUBUHAN AKTIVA TERDAHAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PT. AFP DWILESTARI TAHUN 2019-2023 Maslina Br Marpaung1 Nolla Puspita Dewi2 Faris Ramadhan3 1,2,3 Universitas Batam. Indonesia maslinabrmarpaung05@gmail. Abstract The capacity of a business to gauge its management is called profitability, and it is determined by the amount of money that the business makes from its investments and Increase in Asset Value and Working Capital Turnover for Maximum Profitability. This thing happened at PT AFP DWILESTARI where profits went up and down at different times. Indications of working capital turnover include quantitative working capital and debt to asset ratios, and indications of assets to profitability include return on assets and This study employs a descriptive verification method to examine one Batam-based company. PT AFP DWILESTARI, using data from their quarterly financial reports over the past five years. The results are available in a variety of formats, including multiple linear regression analysis, a report on auto-tests, a partial Pearson occurrence coefficient, a determination coefficient, and tests for normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and auto-tests. Keyword : Capital Structure. Working Capital Turnover. Asset Growth. Profitability Abstrak Kapasitas sebuah bisnis guna mengukur manajemennya disebut profitabilitas, serta hal ini ditentukan oleh jumlah uang yang dihasilkan dari investasi serta penjualan. Peningkatan Nilai Aset serta Perputaran Modal Kerja untuk Profitabilitas Maksimal. Hal ini terjadi pada PT AFP DWILESTARI dimana laba mengalami naik turun pada waktu yang berbeda. Indikasi perputaran modal kerja meliputi modal kerja kuantitatif serta rasio utang terhadap aset, serta indikasi aset terhadap profitabilitas meliputi return on asset dan return on equity. Studi ini memakai metode deskriptif verifikatif untuk meneliti satu perusahaan yang berbasis di Batam. PT AFP DWILESTARI, dengan memakai data dari laporan keuangan triwulanan selama lima tahun terakhir. Hasilnya tersedia dalam berbagai format, termasuk analisa regresi linier berganda, laporan uji otomatis, koefisien kemunculan parsial Pearson, koefisien determinasi, serta uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, serta uji otomatis. Kata Kunci : Struktur Modal. Perputaran Modal Kerja. Pertumbuhan Aktiva. Profitabilitas. PENDAHULUAN Peminat olahraga saat ini semakin meningkat khususnya olahraga Golf. Sebelumnya olahraga ini hanya diminati oleh para orang tua, namun seiring berjalannya waktu kalangan anak muda bahkan sampai anak kecil juga sudah mulai menikmati Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` olahraga golf tersebut. Kebutuhan para Golfer hal ini merupakan hasil dari kebutuhan ynag tidak terbatas yang mengikuti perkembangan berbagai peminatnya. Hal ini juga menyebabkan semakin besarnya perkembangan usaha dan persaingan antara perusahaan dengan jenis kegiatan yang berbeda-beda diantaranya persaingan harga jual, lapangan dan fasilitas yang ditawarkan apa saja. Jika sebuah bisnis tidak kompetitif, bisnis tersebut akan dilikuidasi ataupun bangkrut. perusahaan yang kuat akan mampu menghadapi badai. Sasaran utama dari setiap bisnis tentu saja ialah memaksimalkan Kasmir, 2019a menyatakan bahwa profitabilitas adalah rasio yang digunakan investor guna mengukur potensi perusahaan dalam menghasilkan laba. Sebagai fungsi dari pendapatan, total aset, serta modal sendiri, profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menciptakan laba (Ramadhanti, 2. Investor menginginkan perusahaan untuk menghasilkan laba, tetapi mereka perlu berhati-hati saat membuat keputusan yang dapat mengakibatkan hilangnya semua uang tunai awal mereka. Statistik profitabilitas memperlihatkan seberapa baik sebuah bisnis mampu mengubah asetnya menjadi laba. Semua kebijakan manajemen aset yang diterapkan oleh perusahaan ditambahkan ke dalam persentase ini. Return on asset (ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NMP), return on investment (ROI), serta metrik lainnya dipakai guna menghitung rasio profitabilitas dalam studi ini. Laba perusahaan dipengaruhi oleh banyak sekali elemen, seperti pertumbuhan aset, modal kerja, serta struktur modal. Besarnya elemen pembiayaan yang berbeda merupakan cara yang umum dipakai guna menentukan struktur modal, yang merupakan kombinasi pendanaan saham dan utang bagi suatu perusahaan. Mengacu Subramanyam, . Sumber pendanaan dan jenis/jumlah berbagai aset yang dipunyai perusahaan menentukan risiko tidak terbayarnya bunga serta pokok pinjaman dan kondisi keuangan Selanjutnya selain struktur modal yang mempengaruhi profitabilitas ialah Modal kerja. Modal kerja ini digunakan untuk operasional perusahaan dan akan terus berputar, dari kas, menjadi barang lalu menjadi kas kembali. Semakin cepat perputarannya, berarti semakin baik, yang berarti semakin banyak produk yang dapat dijual dan akhirnya akan meningkatkan laba perusahaan. Sebaliknya, peningkatan aset ialah hasil dari profitabilitas. Aset perusahaan, baik yang berkembang atau tidak, ialah sumber daya yang dipakai guna menjalankan bisnis sehari-hari. Prediksi hasil operasional yang dicapai oleh perusahaan berbanding lurus dengan nilai asetnya. Investor akan lebih percaya pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan laba jika laba tersebut tinggi secara konsisten. Periset tertarik guna menyelidiki topik dengan judul . eperti yang sudah dijelaskan sebelumny. AuPengaruh struktur modal, perputaran modal kerja, pertumbuhan aktiva terhadap profitabilitas pada PT AFP DWILESTARI tahun 2019-2023Ay TINJAUAN LITERATUR DAN DAN HIPOTESIS Profitabilitas Maksud dari rasio profitabilitas ialah guna mengevaluasi profitabilitas bisnis. (Kasmir, 2. Rasio profitabilitas ialah metrik yang berguna untuk melacak pertumbuhan laba bisnis dengan mempertimbangkan hal-hal di atas. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` Struktur Modal Pengeluaran jangka panjang perusahaan tercermin dalam struktur modalnya, yang merupakan ukuran rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas (Sudana, 2. Perputaran Modal Salah satu rasio yang dipakai guna mengukur aktivitas perusahaan dibandingkan dengan aset lancar dibandingkan dengan utang lancar, yang diperlihatkan oleh penjualan, ialah perputaran modal kerja mengacu (Sawir, 2. Sedangkan modal kerja merujuk (Kasmir, 2019. Perputaran modal kerja ialah rasio yang bisa dipakai guna mengevaluasi seberapa baik modal kerja perusahaan dipakai dalam jangka waktu Pertumbuhan Aktiva Merujuk (Manshur, 2. Perubahan nilai keseluruhan aset perusahaan, apakah naik ataupun turun, disebut pertumbuhan aset. Persentase perubahan aset dari satu tahun ke tahun lainnya ialah cara standar guna mengukur pertumbuhan aset. Pemakaian aset dalam kegiatan operasional perusahaan diperlihatkan oleh peningkatannya. Sebagai aturan umum, performa perusahaan berbanding lurus dengan nilai asetnya. Gambar 1 Model Penelitian Hipotesis Struktur modal berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas Modal kerja berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Pertumbuhan Aktiva berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Struktur modal, modal kerja dan pertumbuhan aktiva secara simultan berpengaruh terhadap Profitabilitas. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Angka serta perhitungan berlimpah dalam metode riset kuantitatif, yang menganalisa data memakai proses statistik serta mencari keterkaitan antar variabel serta juga di dalamnya (Erlina dalam Rumengan : 2. Teknik Pengumpulan Data Studi dokumentasi metode ini digunakan untuk mengidentifikasi data mengenai Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` struktur modal, perputaran modal kerja, pertumbuhan aset pada laporan keuangan . nnual repor. PT AFP DWILESTARI Nongsa. Batam. Istilah Austudi literaturAy mengacu pada proses pengumpulan informasi tentang topik d vsertariabel dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, catatan, transkrip, laporan keuangan, dasertakabar. Periset mempertimbangkan materi yang dikumpulkan dari para ahli yang berpengetahuan luas dalam bidang yang berkaitan dengan topik penelitian saat melaksanakan tinjauan literatur. Teknik Analisis Data Alat uji statistik yang tepat dipilih dalam riset berdasarkan data dsertahipotesis. Perhitungan struktur modal serta perputaran modal kerja, pertumbuhan akset serta profitabilitas PT AFP DWILESTARI yang menjadi sampel perusahaan. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan tahap analisi yang di dalamnya dilakukan apa yang disebut uji jalur terbatas linier atau uji asumsi klasik. Selain itu juga dilakukan pengujian hipotesis yang dalam hal analisa regresi linier berganda perlu memenuhi persyaratan seperti uji R2 , uji F, serta uji t. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Gambaran Objek Penelitian PT. AFP Dwilestari adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis resort dan lapangan golf. Terletak di Kawasan Nongsa atau 35 kilometer dari kawasan Nagoya Batam. PT AFP Dwilestari ini merupakan anak dari salah satu perusahaan terbesar di Jakarta, yang termasuk dalam bursa saham yaitu PT. Sinar Mas Land. AFP Dwilestari merupakan salah satu divisi usaha di bawah bendera PT. Sinar Mas Group. Analisis Statistik Deskriptif Temuan statistik deskriptif memungkinkan periset guna menyajikan deskripsi sampel sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Dar Modal Kerja Pertumbuhan aktiva 20 Profit margin Valid N . 20 Sumber : Output SPSS 26. 0 (Data sekunder yang diola. Tabel 1 memperlihatkan hasil analisa statistik deskriptif yang dilaksanakan dengan memakai SPSS Versi 26. Data dari DAR yang telah diolah memperlihatkan rasio Struktur Modal sebesar 20, seperti yang terlihat pada tabel Valid N. Sebanyak 591019 yang lebih kecil dari mean memperlihatkan adanya penyebaran variabel data yang besar ataupun kesenjangan yang cukup signifikan dari profitabilitas yang diperoleh, variabel DAR mempunyai nilai rata-rata . Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` 32105 dengan nilai minimum -1. 605 serta nilai maksimum 3. Statistik deskriptif yang disajikan dari SPSS Versi 23 . mengungkapkan bahwa data profitabilitas dengan memakai NPM yang sudah diolah berjumlah 20, seperti yang tertera pada tabel Valid N. Dengan rentang dari 0,584 sampai 1,280, profitabilitas mempunyai nilai rata-rata . sebesar 0,83410. Variabel data mempunyai sebaran yang besar, ataupun terdapat kesenjangan yang cukup signifikan dari Profitabilitas yang dikumpulkan, seperti yang diperlihatkan oleh standar deviasi sebesar 0. 223729 yang lebih besar dari mean. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 2 Normal P-Plot Sumber : Output SPSS 26 (Data sekunder yang diola. Gambar 2 memperlihatkan bahwa titik-titik data terdistribusi di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Grafik sebelumnya memperlihatkan bahwa asumsi normalitas dipenuhi oleh model regresi ini. Gambar 3 grafik histogram Sumber : Output SPSS 26 (Data sekunder yang diola. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` Seperti yang bisa dilihat pada Gambar 3, uji normalitas berbasis histogram memperlihatkan bahwa kecenderungan poligon berada di sebelah kiri, ataupun kurva berbentuk lonceng, yang mengindikasikan bahwa poligon tersebut tidak memenuhi asumsi Uji Multikolinearitas Guna menguji adanya multikolinearitas, periset memeriksa variance inflation factor (VIF) serta nilai tolerance. Uji multikolinearitas memberikan hasil sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : Output SPSS 26 (Data sekunder yang diola. Seperti yang terlihat pada tabel 4. 7, variabel Rasio Struktur Modal jika dihitung memakai DAR mempunyai nilai 1. 270 < 10 serta nilai tolerance 0,787 > 0,10. Demikian pula ketika dihitung memakai konsep kuantitatif, modal kerja mempunyai nilai 1. 329 < 10 serta nilai toleransi 0,753 > 0,10. Terakhir, pertumbuhan aset mempunyai nilai 1. 10 serta nilai toleransi 0,837 > 0,10. Hal ini membuktikan bahwa model regresi linier tidak mengalami multikolinearitas dalam hal variabel independen, sehingga dapat diterima untuk dipakai dalam studi ini. Uji Autokorelasi Tabel di bawah ini memperlihatkan hasil uji autokorelasi: Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi Model Adjusted R Std. Error of DurbinModel R Square Square the Estimate Watson Predictors: (Constan. Pertumbuhan aktiva. Dar. Modal Kerja Dependent Variable: Profit margin Sumber : Output SPSS 26 (Data sekunder yang diola. Tabel 3 memperlihatkan bahwa nilai DW sebesar 2,181, yang mengindikasikan bahwa tidak terjadi autokorelasi, dikarenakan nilainya berada dalam rentang 0,9976 < 2,181 < 2,3237. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` Uji Heteroskedastisitas Grafik scatterplot pada gambar terlampir dapat dicermati pola yang mengindikasikan adanya heteroskedastisitas: Gambar 4 Grafik Scatterplot Sumber : Output SPSS 26(Data sekunder yang diola. Tidak ada pola yang terlihat pada data, seperti yang terlihat pada Gambar 4. Pada sumbu y, terlihat data berada di atas serta di bawah angka 0. Hal ini bisa disimpulkan bahwa regresi ini tidak mempunyai masalah dengan heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 4 Coefficients Sumber : Output SPSS 26 (Data sekunder yang diola. Dari tabel 4 diatas, dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 0. 890 0,050 X1 Ae 0. 791 X2 Ae 0,004 X3 e Dimana : Y = Profitabilitas X1 = Struktur Modal X2 = Perputaran Modal XCE= Pertumbuhan Aktiva Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 0,890 berarti Profitabilitas akan bernilai 0,890 pada saat tidak ada variabel bebas (DAR. Modal Kerja. Pertumbuhan Ase. bernilai nol. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` Koefisien regresi DAR (X. sebesar 0,050, yang berarti bahwa setiap kenaikan satu satuan DAR, maka NPM akan naik sebesar 0,050. Dengan koefisien regresi modal kerja (X. sebesar -0,685, maka bisa disimpulkan bahwa untuk setiap kenaikan satu satuan modal kerja. NPM akan mengalami penurunan sebesar -0,791. Koefisien regresi sebesar -0,004 untuk pertumbuhan aktiva lancar (X. berarti NPM akan naik sebesar -0,004 untuk setiap kenaikan satu satuan pertumbuhan aktiva lancar. Uji Hipotesis Koefisien Determinasi (RA) Nilai R2 untuk model regresi ialah 92,2%, seperti yang diperlihatkan pada tabel 3, yang berisi hasil uji koefisien determinasi. Hal ini berarti bahwa model regresi dapat menjelaskan 92,2% dari variasi variabel dependen profitabilitas. namun, faktor-faktor lain memengaruhi 7,8% sisanya. Nilai R2 yang semakin mendekati 1 mengindikasikan bahwa variabel independen mempunyai pengaruh yang semakin kuat dalam menjelaskan variabel Uji T Uji t menunjukkan sejauh mana variable independen berpengaruh secara persial terhadap variabel dependen. Hasil rasio struktur modal dengan memakai rasio DAR serta profitabilitas diperlihatkan pada tabel 4. Nilai t-value sebesar 4,490 serta tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, rasio DAR merupakan indikator performa kunci untuk keberhasilan keuangan. Hasil pengujian antara perputaran modal dengan profitabilitas menunjukkan nilai t hitung sebesar -0,691 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti perputaran modal berpengaruh serta berhubungan secara signifikan terhadap profitabilitas, mendukung H1 yang menyatakan bahwa rasio struktur modal (DAR) memengaruhi profitabilitas. Oleh karenanya, periset menerima H2 yang menyatakan bahwa modal kerja berdampak pada profitabilitas melalui penerapan gagasan kuantitatif. Korelasi antara pertumbuhan aset serta profitabilitas tidak signifikan secara statistik . = -0,172, p = 0,865, > 0,. , namun hal ini mengindikasikan bahwa ekspansi aset berdampak pada profitabilitas. Oleh karenanya, periset menolak H3 yang menyatakan bahwa ekspansi aset berdampak pada profitabilitas. Uji F Ae Anova Hubungan yang substansial antara variabel dependen. Profitabilitas, dengan variabel independen, perputaran modal kerja, pertumbuhan aset, serta struktur modal, bisa dibuktikan ataupun ditetapkan dengan memakai uji F Tabel 5 Uji Simultan (F-tes. Sumber : Output SPSS 26 (Data sekunder yang diola. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` Nilai F hitung sebesar 63. 423 dengan tingkat signifikansi 0,000, sesuai dengan temuan uji F pada tabel 5. Berlandaskan data tersebut, bisa disimpulkan bahwa variabel rasio struktur modal (DAR), perputaran modal (Konsep Kuantitati. , serta pertumbuhan aset secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap profitabilitas, dikarenakan probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 . ,005 > 0,. Jadi, periset menerima hipotesis keempat (H. , yang mengungkapkan bahwa pertumbuhan aset, perputaran modal (Konsep Q), serta rasio struktur modal (DAR) secara bersama-sama berdampak pada profitabilitas. Pembahasan Pengaruh Struktur Modal (DER) Terhadap Profitabilitas Hasil analisis statistik pada SPSS 26 memperlihatkan bahwa rasio struktur modal dengan memakai DAR berdampak signifikan terhadap profitabilitas PT AFP DWILESTARI . 0,000, kurang dari 0,. Temuan ini didukung oleh data pada tabel 4. Dengan arah koefisien yang positif. DAR dapat dipakai guna meramalkan ROA, namun seiring dengan meningkatnya DAR. ROA akan menurun, yang mengindikasikan penurunan kinerja perusahaan. Akibatnya, kinerja keuangan yang dievaluasi oleh ROA akan terkena dampak negatif dari akuisisi liabilitas ataupun utang, karena biaya kebangkrutan akan lebih besar daripada penghematan pajak dari pengeluaran bunga utang. Pengaruh Perputaran modal terhadap Profitabilitas Mengacu pada temuan statistik yang dijelaskan pada program SPSS 26, rasio modal kerja dengan memakai Konsep Kuantitatif berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas PT AFP DWILESTARI . 000, lebih kecil dari 0. Temuan ini diperlihatkan pada tabel 4. Hal ini mengindikasikan sejauh mana modal kerja organisasi berpindah tangan dalam jangka waktu tertentu. Tingkat perputaran modal kerja yang lebih besar mengindikasikan bahwa perusahaan secara efektif memenuhi kebutuhan operasionalnya dengan modal kerja yang ada. Laba perusahaan tinggi karena perputaran modal kerja yang Profitabilitas perusahaan meningkat ketika ada pendapatan yang besar. Pengaruh Pertumbuhan aktiva terhadap Profitabilitas Hasil analisis statistik yang dilaksanakan dengan memakai software SPSS 26 memperlihatkan bahwa rasio pertumbuhan aset tidak berdampak signifikan terhadap profitabilitas PT AFP DWILESTARI. Kesimpulan ini didukung oleh nilai signifikan sebesar 0,865 yang lebih tinggi dari ambang batas 0,05. Artinya peningkatan aset tidak akan mempengaruhi profitabilitas PT AFP DWILESTARI atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan adanya perlambatan pertumbuhan aset yang dihadapi oleh PT AFP DWILESTARI tidak memperhitungkan pertumbuhan aset dalam mengevaluasi komponen pendapatan, karena pertumbuhan aset dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas. Efektivitas sangat bergantung pada bagaimana aset tersebut digunakan dan dikelola, serta apakah nilai tambah yang diharapkan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Pengaruh Rasio DAR. Konsep Kuantitatif Modal Kerja dan Pertumbuhan aktiva terhadap Profitabilitas Profitabilitas, variabel dependen, secara signifikan dipengaruhi oleh variabel independen perputaran modal kerja, pertumbuhan aset, serta rasio struktur modal secara Tingkat signifikansi sebesar 0,000, yang lebih rendah dari 0,05, dengan jelas mengindikasikan hal ini. Dengan melihat data PT AFP DWILESTARI dari tahun 2019 hingga 2020, terlihat bahwa rasio struktur modal, perputaran modal kerja, serta pertumbuhan aset mempunyai pengaruh yang besar terhadap profitabilitas. Hal ini mengindikasikan bahwa arus kas, pertumbuhan aset, dan perputaran modal kerja semuanya berkontribusi terhadap nilai Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 14 No. Agustus 2024 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303` perusahaan yang berfluktuasi dari waktu ke waktu. Jumlah laba akan terpengaruh oleh hal ini. Mengingat salah satu dari ketiga faktor ini dapat memengaruhi laba. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan berikut ini berasal dari analisa serta pembahasan pada bab sebelumnya: Struktur modal PT AFP DWILESTAR berdampak signifikan terhadap profitabilitas dari tahun 2019 sampai dengan 2023, mengacu pada uji t. Hal ini didukung oleh fakta bahwa nilai t hitung sebesar 4. 490 serta tingkat signifikansi 000, yang lebih kecil dari 0. Oleh karenanya, bisa dikatakan bahwa rasio DAR berdampak signifikan terhadap profitabilitas. Profitabilitas PT AFP DWILESTAR dipengaruhi secara signifikan oleh perputaran modal dengan memakai Konsep Kuantitatif dari tahun 2019 hingga 2023, sesuai dengan temuan uji t. Nilai t hitung sebesar -9. 691 serta nilai signifikan sebesar 0. 000 yang kurang dari 0. 05 membuktikan hal tersebut. Oleh karenanya, modal kerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap laba. Selanjutnya, dari tahun 2019 hingga 2023, profitabilitas PT AFP DWILESTAR tidak terpengaruh oleh pertumbuhan aset, mengacu pada uji t. Nilai t hitung sebesar -0,172 serta nilai signifikan sebesar 0,865, keduanya lebih tinggi dari 0,05, membuktikan hal ini. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun ekspansi aset berdampak pada profitabilitas, namun tidak berdampak besar. Dari tahun 2019 hingga 2023, profitabilitas PT AFP DWILESTAR dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan struktur modal, perputaran modal kerja, serta ekspansi aset, berdasarkan hasil uji F. Tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih rendah dari 0,05 jelas menunjukkan hal ini. Profitabilitas sangat dipengaruhi oleh perubahan pertumbuhan aset, perputaran modal kerja, serta struktur modal. Saran Pertama, untuk mengurangi risiko investasi, investor harus memperhatikan data kinerja keuangan perusahaan, terutama data mengenai struktur modal, perputaran modal, serta pertumbuhan aset. Kepemimpinan perusahaan, demi meningkatkan kepercayaan pemegang saham, bisnis harus memperlihatkan kinerja yang konsisten serta kuat. Dalam rangka meramalkan serta meningkatkan kinerja keuangan, emiten serta investor bisa memperhitungkan dampak struktur modal, perputaran modal, serta pertumbuhan aset PT AFP DWILESTARI terhadap Diharapkan periset selanjutnya mampu mengoptimalkan temuan riset dengan menambah variabel riset serta memperpanjang waktu pengamatan. DAFTAR PUSTAKA