Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 15. No. Oktober 2024 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali The Impact of Price Fluctuations of Bandeng Fry on The Work Ethic of Aquaculture Farmers in Buleleng Regency. Bali Thavia Aisyah Shinta AprillaA ,E Imam HanafiA. Apri I SupiiA AMahasiswa Program Studi Administrasi Publik FIA-UB ADosen Program Studi Administrasi Publik FIA-UB APeneliti Badan Riset Inovasi Nasional Penulis Korespondensi: email: thaviaaisyah1@gmail. (Diterima Juli 2024 /Disetujui Oktober 2. ABSTRACT Milkfish fry or nener is one of the leading commodities in Buleleng Regency. Bali. The fluctuating price of milkfish fry and the relatively large production and marketing margins cause a price difference between the selling and buying prices of milkfish fry, which can affect the work ethic of the farmers. This research uses a quantitative method with a simple linear regression approach to analyze the impact of fluctuations in the price of milkfish on the work ethic of cultivators. The purpose of the research is to further analyze the impact of fluctuations in the price of bandeng fish fry on the work ethic of fish farmers in Buleleng Regency. Bali. Based on the research results, it can be concluded that fluctuations in the price of bandeng fry have a significant impact on the work ethic of farmers in Gerokgak District. Buleleng Regency. Simple linear regression analysis shows that there is a strong positive relationship between price fluctuations and work ethic. Keywords: Price Fluctuations. Milkfish Seeds. Work Ethic. Buleleng. ABSTRAK Benih ikan bandeng atau nener merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Buleleng. Bali. Harga benih ikan bandeng yang fluktuatif dan marjin produksi dan pemasaran yang relatif besar menyebabkan terjadi selisih harga jual dan harga beli benih ikan bandeng sehingga dapat mempengaruhi etos kerja petani pembudidaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga nener bandeng terhadap etos kerja pembudidaya. Tujuan penelitian untuk menganalisa lebih lanjut mengenai pengaruh dari fluktuasi harga nener ikan bandeng terhadap etos kerja petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa fluktuasi harga nener bandeng memiliki pengaruh signifikan terhadap etos kerja para pembudidaya di Kecamatan Gerokgak. Kabupaten Buleleng. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara fluktuasi harga dan etos kerja. Kata Kunci: Fluktuasi Harga. Nener Bandeng. Etos Kerja. Buleleng. PENDAHULUAN Ikan bandeng merupakan komoditas ekspor yang mampu mendatangkan devisa negara, juga berperan penting sebagai penggerak perekonomian rakyat di daerah pesisir kabupaten Buleleng. Bali. Ikan bandeng merupakan komoditas perikanan yang relative mudah dibudidayakan dan teknologinya telah mapan di masyarakat, memiliki nilai pilihan konsumen yang tinggi, serta tahan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim (Septyan Andrianto, 2. Menurut studi oleh Liao To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. et al. , bandeng memiliki potensi besar sebagai sumber protein yang terjangkau serta berkontribusi pada ketahanan pangan masyarakat pesisir. Liao dan tim juga menyoroti pentingnya stabilitas dalam rantai pasokan dan harga untuk mendukung ketahanan ekonomi bagi pembudidaya kecil. Penelitian lainnya oleh FAO . mencatat bahwa ekspor hasil budidaya ikan bandeng menyumbang secara signifikan terhadap devisa, yang pada gilirannya mendukung ekonomi daerah pesisir yang bergantung pada sektor perikanan. Berdasarkan data Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Balitbang KKP dalam jurnal pada 2015 menjelaskan kebutuhan benih sebagian besar diperoleh dari tempat penetasan . skala besar dan skala kecil di Buleleng. Bali. Ada pun penetasan skala besar sebanyak 176 unit dan skala kecil ada 4. 500 unit dengan total produksi hingga 12 juta ekor nener per hari. Total produksi dari Bali diperkirakan mencapai 4,32 miliar, dari total produksi nasional mencapai 4,7 miliar ekor (Antara News, 2. Permintaan terhadap ikan bandeng yang cukup tinggi di pasar domestik dan internasional membuat usaha budidayanya terus berkembang. Namun, salah satu komponen penting dalam keberhasilan budidaya bandeng adalah ketersediaan dan harga benih ikan bandeng atau nener, yang sangat berfluktuasi. Menurut (WR, 2. fluktuasi harga adalah perubahan harga di atas atau di bawah harga rata-rata per tahun yang disebabkan oleh adanya pengaruh permintaan dan Menurut Irawan B, . fluktuasi harga pada dasarnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara kuantitas pasokan dan kuantitas permintaan yang dibutuhkan oleh Menurut Smith et al. , faktor seperti ketidakpastian pasar, variasi musim, serta biaya input . akan dan tenaga kerj. memainkan peran besar dalam menciptakan ketidakstabilan harga yang memengaruhi profitabilitas dan keputusan investasi bagi petani. Selain itu, penelitian oleh Van Anrooy et al. menyatakan bahwa fluktuasi harga dapat melemahkan minat petani untuk meningkatkan produksi, terutama jika risiko kerugian tinggi akibat harga benih yang mahal atau tidak stabil. Fluktuasi harga nener bandeng menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh para petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Ketidakstabilan harga ini seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pasokan nener dari hatchery, permintaan pasar yang tidak menentu, serta biaya produksi yang berfluktuasi. Ketika harga nener mengalami kenaikan yang signifikan, petani pembudidaya harus menghadapi peningkatan biaya produksi, yang sering kali tidak diimbangi dengan harga jual bandeng yang memadai. Sebaliknya, ketika harga nener turun, petani dihadapkan pada risiko kerugian dan rendahnya insentif untuk mempertahankan produktivitas Harga nener di Indonesia sangat fluktuatif, di mana pada bulan-bulan tanpa ekspor, harga nener paling rendah, dan meningkat pada bulan-bulan dengan ekspor. Fluktuasi harga tidak hanya mempengaruhi ekonomi, tetapi juga motivasi kerja dan etos petani. Misalnya, studi oleh Huang & Xie . di sektor perikanan Cina menunjukkan bahwa ketidakpastian harga sering kali menyebabkan tekanan ekonomi bagi pembudidaya, yang kemudian berdampak pada semangat kerja dan produktivitas. Dalam konteks Bali, petani mungkin menghadapi tantangan serupa, terutama dalam menghadapi fluktuasi yang berkepanjangan. Menurut Rivera-Ferre et al. ketidakpastian harga juga dapat mengurangi insentif petani untuk berinvestasi dalam peningkatan produktivitas dan kualitas budidaya, yang pada gilirannya berdampak pada keberlanjutan usaha Fluktuasi ini menempatkan petani dalam posisi lemah dalam penentuan harga, karena memiliki posisi tawar yang rendah dibandingkan lembaga pemasaran lain yang terlibat dalam pemasaran produk perikanan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi etos kerja petani pembudidaya, yang merupakan faktor kunci dalam keberhasilan usaha perikanan budidaya. Etos kerja mencakup sikap, motivasi, dan usaha yang dilakukan petani dalam menjalankan budidaya Ketidakstabilan harga nener dapat berdampak pada semangat kerja petani, di mana ketidakpastian harga membuat mereka sulit merencanakan produksi secara optimal. Pada situasi harga tinggi, petani mungkin bekerja lebih keras karena peluang keuntungan yang lebih besar. sebaliknya, pada harga rendah, motivasi kerja mereka bisa menurun akibat minimnya insentif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga nener ikan bandeng terhadap etos kerja petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Secara khusus, penelitian ini berfokus To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Menganalisis bagaimana fluktuasi harga nener ikan bandeng memengaruhi motivasi dan intensitas kerja petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Mengidentifikasi faktor-faktor ekonomi yang berperan dalam perubahan etos kerja petani budidaya ikan bandeng, terutama terkait dengan permintaan ekspor, harga jual lokal, dan biaya produksi. Menilai peran harga nener dalam meningkatkan atau menurunkan insentif kerja petani, terutama dalam konteks keberlanjutan usaha budidaya mereka. Dengan merumuskan tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dampak ekonomi dari fluktuasi harga nener dan bagaimana hal ini memengaruhi etos kerja petani budidaya ikan bandeng di Buleleng. Bali. MATERI DAN METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga nener bandeng terhadap etos kerja pembudidaya. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan pengumpulan dan analisis data numerik secara sistematis guna menguji hipotesis serta mengidentifikasi hubungan antara variabel. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pembudidaya nener bandeng di Kecamatan Gerokgak. Kabupaten Buleleng. Kuesioner ini dirancang untuk mengumpulkan informasi terkait fluktuasi harga nener bandeng serta tingkat etos kerja para pembudidaya. Terdapat dua bagian utama dalam kuesioner, yaitu bagian yang berfokus pada harga nener bandeng dari Januari hingga Agustus 2024, dan bagian yang mengukur etos kerja pembudidaya dengan menggunakan skala Likert untuk menilai motivasi, dedikasi, serta kepuasan kerja mereka. Sampel penelitian terdiri dari pembudidaya yang dipilih secara purposive, di mana responden dipilih berdasarkan kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan software statistik, yang meliputi proses pengkodean, pembersihan, dan analisis deskriptif untuk memahami distribusi harga dan etos kerja. Selanjutnya, dilakukan analisis regresi linier sederhana untuk mengevaluasi pengaruh fluktuasi harga terhadap etos kerja, serta untuk menguji signifikansi hubungan tersebut. Uji statistik seperti R Square, koefisien regresi, dan nilai p digunakan untuk mengevaluasi kekuatan hubungan antara kedua variabel, sedangkan ANOVA digunakan untuk memastikan model regresi yang digunakan signifikan dalam menjelaskan variasi etos kerja. Hasil analisis regresi digunakan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan tentang pengaruh fluktuasi harga nener bandeng terhadap etos kerja pembudidaya. Temuan penelitian ini kemudian didiskusikan dalam konteks literatur yang ada dan kondisi lokal, memberikan wawasan mengenai bagaimana ketidakstabilan harga dapat mempengaruhi motivasi dan komitmen para pembudidaya. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan ditarik bahwa fluktuasi harga memiliki pengaruh signifikan terhadap etos kerja pembudidaya. Rekomendasi praktis yang disarankan mencakup strategi mitigasi risiko bagi pembudidaya dan peningkatan dukungan kebijakan untuk menjaga kestabilan harga di pasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga nener bandeng di Kabupaten Buleleng. Bali, merupakan fenomena yang nyata dan telah memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas para petani pembudidaya. Data yang dikumpulkan dari responden serta catatan harga menunjukkan bahwa perubahan harga nener tidak hanya terjadi dalam jangka panjang, tetapi juga dalam periode yang lebih pendek dan sulit diprediksi. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi petani pembudidaya dalam mengelola usaha mereka, terutama terkait dengan pengaturan tenaga kerja dan strategi produksi. Menurut Schwartz, . dalam penelitiannya tentang pengaruh ketidakpastian ekonomi terhadap produktivitas kerja, ketidakstabilan harga dalam pasar dapat memicu perubahan dalam pola kerja individu. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, pekerja cenderung mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif. Dalam konteks petani pembudidaya, fluktuasi harga dapat menyebabkan peningkatan motivasi untuk beradaptasi dengan keadaan yang berubah-ubah guna menjaga keberlanjutan usaha. To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Berikut adalah diagram fluktuasi harga jual nener bandeng di Buleleng tahun 2024: Rupiah / ekor Fluktuasi Harga Jual Nener Bandeng di Petani Bulan Gambar 1. Diagram Fluktuasi Harga Jual Nener Bandeng di Buleleng Diagram fluktuasi harga nener bandeng dari Januari hingga Agustus 2024 menunjukkan perubahan harga yang sangat bervariasi sepanjang periode tersebut. Pada bulan Januari, harga rata-rata nener bandeng sebesar 5,60 dengan deviasi standar 0,91 menunjukkan kestabilan harga di awal tahun, yang tidak mengalami fluktuasi signifikan. Namun, pada bulan Februari terjadi lonjakan harga yang tajam, dengan rata-rata mencapai 10,59 dan deviasi standar 4,53. Lonjakan ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan permintaan atau faktor musiman, seperti kondisi cuaca atau siklus budidaya yang memengaruhi pasokan nener di pasar. Pada bulan Maret, harga meningkat lebih drastis lagi menjadi 25,13 dengan deviasi standar 2,72, yang bisa menjadi indikasi ketidakstabilan pasokan atau bahkan spekulasi di pasar yang memicu harga naik secara signifikan. Di bulan April, harga sedikit menurun menjadi 25,07, tetapi deviasi standar meningkat menjadi 5,36, menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan harga, pasar masih mengalami fluktuasi yang besar dalam bulan tersebut. Kondisi ini mengindikasikan ketidakpastian yang berkelanjutan dalam rantai pasokan atau perubahan permintaan yang tidak Pada bulan Mei, harga mulai mengalami penurunan lebih signifikan, turun menjadi 13,47 dengan deviasi standar 2,13, yang dapat disebabkan oleh stabilisasi pasar atau peningkatan pasokan nener bandeng. Tren penurunan ini berlanjut hingga bulan Juni, di mana harga turun lebih jauh menjadi 5,87 dengan deviasi standar 0,74, menunjukkan bahwa harga mulai stabil dan lebih konsisten dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Namun, pada bulan Juli, harga mencapai titik terendah sepanjang tahun, dengan rata-rata 2,87 dan deviasi standar 0,83. Penurunan tajam ini bisa mencerminkan masalah produksi yang signifikan, mungkin disebabkan oleh cuaca buruk atau faktor lain yang mempengaruhi hasil budidaya, serta fluktuasi musiman yang ekstrem atau penurunan permintaan pasar secara tiba-tiba. Pada bulan Agustus, terjadi sedikit peningkatan harga menjadi 4,67 dengan deviasi standar 0,82, namun harga ini tetap rendah dibandingkan bulan-bulan awal tahun. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kecil dalam pasar, namun belum cukup untuk mengembalikan harga ke level yang stabil seperti pada awal tahun. Secara keseluruhan, fluktuasi harga yang signifikan ini mengindikasikan pasar nener bandeng yang sangat rentan terhadap berbagai faktor eksternal, seperti permintaan konsumen, kondisi musiman, dan spekulasi pasar. Ellis, . memberikan wawasan tentang bagaimana spekulasi pasar dapat memicu volatilitas harga yang ekstrem dalam komoditas pertanian. Dalam konteks harga nener bandeng di Kabupaten Buleleng, spekulasi oleh pelaku pasar dapat menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga yang tajam. Hal ini menjelaskan mengapa harga nener bandeng tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental seperti penawaran dan permintaan, tetapi juga oleh aktivitas spekulan yang mencari keuntungan dari perubahan harga jangka pendek. Ketidakpastian harga seperti ini berpotensi mempengaruhi etos kerja pembudidaya, mengingat pendapatan mereka sangat bergantung pada stabilitas harga nener bandeng di pasar. Maslach. To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. mengemukakan bahwa motivasi kerja petani sering kali terkait dengan prospek ekonomi yang dihadapi di pasar. Fluktuasi harga yang tinggi, terutama yang membawa potensi keuntungan besar, dapat meningkatkan etos kerja dan inovasi dalam budidaya. Dampak Stabilitas Harga terhadap Investasi dan Produktivitas Petani: Penelitian oleh FAO menemukan bahwa stabilitas harga dapat berdampak positif terhadap pendapatan dan keputusan investasi petani. Ketika harga produk pertanian stabil atau meningkat, petani cenderung meningkatkan investasi dan daya tahan ekonomi keluarga mereka (FAO, 2. Namun, penurunan harga yang berkelanjutan dapat berdampak pada tingkat stres dan penurunan motivasi. Kondisi ini menekankan pentingnya adanya dukungan kebijakan yang dapat membantu pembudidaya menghadapi ketidakpastian pasar dan menjaga kesejahteraan mereka dalam jangka panjang. Smith, . menyoroti pentingnya kemampuan petani untuk beradaptasi dengan perubahan pasar yang tidak menentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani di Kabupaten Buleleng yang memiliki tingkat resiliensi yang tinggi cenderung mampu mempertahankan etos kerja yang kuat meskipun menghadapi fluktuasi harga yang signifikan. Mereka melakukan diversifikasi usaha dan mengadopsi teknologi baru sebagai strategi untuk mengurangi dampak negatif dari ketidakstabilan harga. Fluktuasi harga nener bandeng menunjukkan ketidakstabilan yang signifikan dalam periode penelitian. Kenaikan dan penurunan harga yang tajam dapat mengindikasikan adanya variabel eksternal yang mempengaruhi pasar, seperti perubahan cuaca, kebijakan pemerintah, atau fluktuasi permintaan Jurnal dari European Journal of Business and Management mengidentifikasi beberapa penyebab utama fluktuasi harga, termasuk perubahan iklim, kebijakan pemerintah, produksi musiman, dan infrastruktur yang buruk. Fluktuasi ini memengaruhi pendapatan dan motivasi kerja petani kecil yang rentan terhadap variabilitas tersebut (European Journal of Business and Management, 2. Fluktuasi harga yang signifikan di Kecamatan Gerokgak. Kabupaten Buleleng, menunjukkan bahwa daerah ini mungkin mengalami ketidakstabilan dalam produksi atau pasar nener bandeng. Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi fluktuasi harga termasuk: Kondisi Cuaca: Faktor cuaca, seperti perubahan suhu, curah hujan yang tinggi, atau badai, bisa merusak area budidaya bandeng, baik di tambak maupun perairan lepas. Suhu air yang tidak stabil atau curah hujan berlebihan dapat memengaruhi tingkat kematian nener, karena bandeng membutuhkan lingkungan air yang stabil dengan suhu dan kualitas tertentu untuk tumbuh dengan baik. Bencana alam seperti banjir atau badai juga bisa mengakibatkan kerusakan infrastruktur tambak, yang memicu kelangkaan nener di pasaran dan menaikkan harganya. Permintaan dan Penawaran: Permintaan nener bandeng cenderung bervariasi sepanjang Musim tanam atau budidaya bandeng sering kali ditentukan oleh cuaca dan kondisi lingkungan yang optimal, sehingga petani akan membeli nener dalam jumlah besar pada periode tersebut, yang meningkatkan harga. Permintaan internasional juga bisa memengaruhi harga, terutama jika ada peningkatan ekspor bandeng dari wilayah tersebut. Pada saat permintaan lebih rendah, misalnya di luar musim budidaya, harga nener bisa menurun karena pasokan yang melimpah namun permintaan menurun. Kondisi Ekonomi: Biaya produksi mencakup harga pakan, peralatan budidaya, serta tenaga kerja yang digunakan untuk memelihara bandeng hingga mencapai tahap nener. Misalnya, jika harga pakan mengalami kenaikan tajam, hal ini akan meningkatkan biaya produksi secara keseluruhan dan memaksa petani untuk menaikkan harga jual nener. Selain itu, biaya tenaga kerja juga dapat meningkat jika ada perubahan dalam upah minimum atau kesulitan mendapatkan tenaga kerja terampil. Biaya teknologi, seperti penggunaan sistem air bersirkulasi atau inovasi lain yang mendukung keberhasilan budidaya, juga dapat menambah biaya produksi. Setelah memahami berbagai faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga nener bandeng, seperti kondisi cuaca, permintaan dan penawaran, kondisi ekonomi, penting untuk melihat bagaimana fluktuasi tersebut berdampak pada etos kerja petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Literatur menunjukkan bahwa fluktuasi harga sering kali menurunkan etos kerja petani karena ketidakpastian penghasilan (Smith et al. , 2. Hasil regresi linier yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan hubungan antara perubahan harga nener bandeng dengan tingkat etos kerja Analisis ini memungkinkan kita untuk mengukur seberapa besar pengaruh fluktuasi harga To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. terhadap motivasi, produktivitas, dan komitmen kerja para petani dalam menjalankan aktivitas budidaya mereka. Zhang, . mengemukakan bahwa tekanan ekonomi yang disebabkan oleh ketidakstabilan pasar dapat memiliki dampak ganda terhadap motivasi kerja petani. Dalam konteks Kabupaten Buleleng, fluktuasi harga nener bandeng telah menunjukkan bahwa ketika harga meningkat, motivasi kerja petani juga meningkat sebagai respons terhadap potensi keuntungan yang lebih besar. Namun, penurunan harga yang berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan motivasi dan produktivitas, sesuai dengan temuan penelitian ini. Selanjutnya, hasil ini akan dijabarkan untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai korelasi tersebut. Regression Statistics Multiple R 0,724786378 R Square 0,525315293 Adjusted R Square 0,465979705 Standard Error 1,6322279 Observations Sumber: Data Primer diolah, 2024 Berdasarkan hasil regresi linier sederhana, diperoleh beberapa temuan penting yang mendukung hubungan ini. Pertama, nilai Multiple R sebesar 0,7248 mengindikasikan adanya hubungan positif yang kuat antara fluktuasi harga dan etos kerja pembudidaya. Dengan kata lain, semakin tinggi fluktuasi harga yang dialami di pasar, semakin besar pengaruhnya terhadap etos kerja para Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi pasar yang tidak menentu, yang memaksa pembudidaya untuk beradaptasi dan bekerja lebih keras guna menjaga keberlanjutan usaha Selanjutnya, nilai R Square sebesar 0,5253 menunjukkan bahwa sekitar 52,53% dari variasi etos kerja pembudidaya dapat dijelaskan oleh fluktuasi harga nener bandeng. Angka ini cukup signifikan dan menunjukkan bahwa fluktuasi harga memiliki peran penting dalam memengaruhi motivasi dan upaya kerja pembudidaya. Meskipun masih ada 47,47% variasi yang mungkin dijelaskan oleh faktor lain, model regresi ini sudah cukup baik dalam menggambarkan hubungan antara kedua Nilai Adjusted R Square yang diperoleh adalah 0,4660, yang menunjukkan bahwa setelah mempertimbangkan variabel-variabel lain dalam model, pengaruh fluktuasi harga terhadap etos kerja masih cukup kuat. Ini memperkuat keandalan model regresi yang digunakan untuk memprediksi etos kerja pembudidaya berdasarkan variasi harga nener bandeng. Artinya, meskipun ada variabel lain yang mungkin mempengaruhi, fluktuasi harga tetap menjadi faktor utama. ANOVA Regression Residual Total 23,58665667 21,31334333 23,58665667 2,664167916 8,853292065 Significance F 0,01772311 Sumber: Data Primer diolah, 2024 Hasil analisis ANOVA juga mendukung kesimpulan ini. Dengan nilai F-Statistic sebesar 8,8533 dan Significance F sebesar 0,0177, model regresi linier yang digunakan terbukti signifikan secara Ini berarti bahwa model yang dibangun mampu menjelaskan variabilitas etos kerja pembudidaya yang disebabkan oleh fluktuasi harga nener bandeng dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Coefficients -22,7856072 0,343328336 Standard Error 16,77368879 0,115387098 t Stat -1,358413613 2,975448213 P-value 0,211396121 0,01772311 Sumber: Data Primer diolah, 2024 To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Terakhir, koefisien regresi sebesar 0,3433 dan nilai p sebesar 0,0177 menunjukkan bahwa setiap unit peningkatan dalam harga nener bandeng berhubungan dengan peningkatan etos kerja pembudidaya sebesar 0,3433 unit. Nilai p yang signifikan ini menguatkan bahwa pengaruh fluktuasi harga terhadap etos kerja adalah nyata dan tidak terjadi secara kebetulan. Dalam konteks ini, pembudidaya cenderung meningkatkan usaha mereka seiring dengan meningkatnya fluktuasi harga, mungkin sebagai respon terhadap ketidakpastian pasar atau peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Berdasarkan hasil regresi yang menunjukkan hubungan signifikan antara fluktuasi harga nener bandeng dan etos kerja pembudidaya, dapat disimpulkan bahwa dinamika harga tersebut turut membentuk pola kerja dan motivasi para petani. Pembudidaya yang memiliki etos kerja tinggi cenderung lebih adaptif terhadap perubahan pasar, menunjukkan inisiatif yang lebih besar dalam mencari solusi inovatif, dan berupaya meminimalkan risiko yang timbul dari ketidakstabilan harga. Mereka tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga menanamkan nilai ketekunan dan keuletan dalam menjaga keberlanjutan usaha budidaya. Hoffman, . mengungkapkan bahwa perubahan harga di pasar komoditas memiliki dampak langsung pada produktivitas dan efisiensi tenaga kerja. Mereka menemukan bahwa kenaikan harga memicu peningkatan output, sedangkan penurunan harga sering menyebabkan penurunan kualitas kerja karena hilangnya insentif ekonomi. Mura et al. menemukan bahwa fluktuasi harga yang tinggi dapat mengurangi motivasi petani dan memengaruhi etos kerja mereka, karena ketidakpastian mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih konservatif dalam hal investasi dan produksi. Selain itu, peningkatan etos kerja yang dipicu oleh fluktuasi harga dapat dilihat sebagai bentuk resiliensi petani dalam menghadapi tantangan eksternal. Choudhury et al. mengatakan bahwa fluktuasi harga yang tinggi dapat berdampak negatif pada komitmen petani terhadap pertanian mereka, serta pada keputusan mereka untuk tetap bertahan di sektor tersebut. Ketidakpastian harga membuat mereka lebih cermat dalam mengelola sumber daya, baik dari segi tenaga, biaya, maupun waktu. Hal ini menunjukkan bahwa etos kerja pembudidaya tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, tetapi juga dengan karakteristik mental dan kemampuan mereka beradaptasi dalam kondisi pasar yang berubah. Menurut penelitian oleh Khatri-Chhetri et al. fluktuasi harga dapat mempengaruhi etos kerja petani melalui perubahan pendapatan yang Ketika harga komoditas turun, petani mungkin merasa terpaksa untuk beralih ke pekerjaan lain, yang dapat mengurangi produktivitas mereka di sektor pertanian. Penellitian lain yang dilakukan oleh Mwendia et al. , menunjukkan bahwa ketidakpastian harga dapat memengaruhi motivasi dan komitmen petani dalam usaha pertanian mereka. Dengan begitu, etos kerja yang tinggi, para pembudidaya mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk terus mengembangkan usaha mereka. Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun etos kerja meningkat seiring dengan fluktuasi harga, terdapat batasan tertentu. Jika harga terlalu tidak stabil atau terjadi penurunan tajam secara terus-menerus, hal ini dapat menurunkan semangat kerja para pembudidaya. Kallbekken et al. , mengatakan bahwa fluktuasi harga dapat berdampak negatif pada motivasi dan keterlibatan petani dalam kegiatan pertanian, yang pada gilirannya mempengaruhi etos kerja Thapa et al. menyoroti dampak fluktuasi pendapatan yang disebabkan oleh perubahan harga komoditas terhadap kesejahteraan petani. Temuan ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga berpengaruh langsung pada keputusan investasi dan produktivitas petani, yang pada gilirannya memengaruhi etos kerja mereka. Iliyasu et al. juga mengatakan bahwa harga yang tidak stabil dapat menyebabkan ketidakpastian yang mengurangi motivasi kerja petani dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendukung mereka melalui kebijakan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas harga, akses terhadap teknologi, serta pelatihan keterampilan yang dapat memperkuat daya saing di tengah tantangan pasar. (Lin, 2. mengatakan bahwa peran pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang stabil sangat penting untuk melindungi sektor pertanian dari ketidakpastian pasar. Gomez, . menawarkan berbagai strategi yang dapat digunakan oleh petani ikan untuk mengatasi volatilitas harga. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng mengadopsi strategi diversifikasi produksi dan menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu, implementasi asuransi hasil budidaya dapat membantu mengurangi risiko finansial yang diakibatkan oleh fluktuasi harga nener bandeng, sehingga menjaga etos kerja dan produktivitas petani. Fluktuasi harga dapat diminimalkan dengan To Cite this Paper : Aprilla. Hanafi. Supii. Pengaruh Fluktuasi Harga Nener Bandeng Terhadap Etos Kerja Petani Pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 231-240. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. intervensi pemerintah, seperti subsidi atau stabilisasi harga, yang membantu menjaga motivasi dan etos kerja petani. Kesimpulannya, fluktuasi harga nener bandeng di Kabupaten Buleleng memiliki dampak signifikan terhadap etos kerja petani pembudidaya. Meskipun ketidakpastian harga dapat meningkatkan motivasi kerja, dukungan yang tepat dari pemerintah dan pemangku kepentingan lain sangat penting untuk menjaga stabilitas industri budidaya bandeng, sehingga etos kerja petani dapat terus ditingkatkan dalam jangka panjang. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga nener bandeng memiliki pengaruh yang signifikan terhadap etos kerja petani pembudidaya di Kabupaten Buleleng. Bali. Ketidakstabilan harga mengakibatkan ketidakpastian pendapatan, yang pada akhirnya memengaruhi motivasi dan intensitas kerja mereka. Saat harga nener tinggi, petani cenderung bekerja lebih giat untuk memanfaatkan potensi keuntungan, namun penurunan harga yang berkepanjangan menyebabkan turunnya semangat dan produktivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dan stabilisasi harga untuk menjaga keberlanjutan usaha budidaya dan meningkatkan kesejahteraan petani pembudidaya di wilayah tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH