JESE Journal of Elementary School Education Volume 2. Nomor 1. Juni 2025. Hal. Telaah Kualitas Instrumen Evaluasi: Butir Soal Pilihan Ganda Buatan Guru di Sekolah Dasar Diana Aditiyah Afrillita1. Angghyreni Duna2 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya e-mail: diana. aditiyah2004@gmail. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya e-mail: anggithaduna@gmail. ABSTRACT In educational practice, teachers often prioritize the teaching and learning process over evaluation activities. In fact, evaluation plays a crucial role, both in assessing the outcomes and understanding the ongoing learning process. Through evaluation, educators can identify where errors occur. One of the most essential strategies teachers can use to gauge studentsAo academic performance and enhance the quality of assessments is through test and item analysis. This study adopts a quantitative descriptive research approach, aiming to evaluate the quality of test items used in madrasah ibtidaiyah (Islamic elementary school. The instrument employed is an item analysis worksheet. Conducting item analysis is necessary to assess the quality of each question and the test as a whole across various aspects. The findings of this study are expected to support improvements in the quality of educational evaluation. Keywords: test item quality, validity, reliability ABSTRAK Dalam praktik pendidikan, sering kali pendidik lebih memfokuskan perhatian pada proses pembelajaran daripada pada kegiatan evaluasi. Padahal, evaluasi memiliki peran penting dalam menilai hasil maupun proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Melalui evaluasi, pendidik dapat mengidentifikasi letak kesalahan yang terjadi. Salah satu metode penting yang dapat digunakan guru untuk mengukur pencapaian belajar siswa dan memperbaiki kualitas soal adalah melalui analisis tes dan butir soal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tujuan menganalisis kualitas butir soal yang digunakan di madrasah ibtidaiyah. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar analisis butir soal. Analisis ini penting dilakukan untuk menilai mutu setiap soal dan keseluruhan tes dari berbagai aspek. Hasil analisis ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas evaluasi pendidikan. Kata Kunci: kualitas soal, validitas, reliabilitas Afrillita dan Duna. Butir Soal Pilihan Ganda PENDAHULUAN Sekolah merupakan institusi yang memegang peranan penting sebagai tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan secara luas. Melalui ilmu, seseorang dapat menjadi pribadi yang terdidik dan memiliki dedikasi tinggi dalam pencarian pengetahuan, sehingga ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. Proses pembelajaran menjadi hal yang krusial, sebab dengan belajar, manusia mampu memperluas wawasan dan menambah pengetahuan yang berguna untuk masa depan (Miftha Huljannah, 2. Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, guru kerap melaksanakan aktivitas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran, baik saat berlangsung maupun setelahnya, yang disebut dengan evaluasi. Evaluasi merupakan kegiatan sistematis dan menyeluruh yang bertujuan untuk menilai mutu serta kinerja komponen-komponen pembelajaran berdasarkan standar dan kriteria tertentu (Kurniawan et al. , 2. Evaluasi dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi untuk menilai hasil belajar peserta didik dan kinerja guru, tetapi juga mencakup aspek penting lainnya seperti perencanaan, tahapan pelaksanaan, dan hasil akhir dari proses pembelajaran (Ramadhan et al. , 2. Melalui evaluasi, guru dapat mengetahui kekeliruan atau kekurangan yang terjadi selama proses mengajar serta mencari solusi guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, evaluasi juga dapat memberikan dampak positif terhadap peserta didik agar lebih semangat dalam belajar, serta mendorong guru untuk terus mengembangkan kualitas dan metode pengajarannya agar kompetensi profesionalnya meningkat (Fitrianawati, 2. Evaluasi yang dilakukan secara optimal akan mendorong guru menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan membantu menciptakan suasana kelas yang tidak membosankan bagi siswa. Menurut Arfah . , tujuan dari evaluasi pembelajaran adalah untuk mengumpulkan informasi sebagai dasar dalam menilai perkembangan, pencapaian hasil belajar siswa, serta efektivitas metode mengajar guru (Ramadhan et al. , 2. Namun demikian, pada praktiknya guru kadang hanya menggunakan tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa secara numerik, yakni dengan menghitung jumlah jawaban benar dan salah, tanpa memperhatikan nilai strategis dari tes tersebut dalam konteks evaluasi pembelajaran secara menyeluruh (Phafiandita et al. , 2. Padahal, soal dan tes seharusnya tidak hanya dijadikan alat untuk mengukur pemahaman siswa, tetapi juga sebagai instrumen evaluatif yang dapat digunakan guru untuk menilai serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran di masa mendatang. JESE: Journal of Elementary School Education Oleh karena itu, artikel ini memfokuskan pembahasannya pada analisis kualitas tes dan butir soal yang digunakan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran. METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada analisis data dengan menggunakan angka atau perhitungan statistik. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran secara sistematis mengenai objek yang diteliti. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas i di Madrasah Ibtidaiyah Ibadurrahman. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, meliputi soal pilihan ganda, lembar jawaban siswa, dan kunci jawaban. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel untuk mengukur aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, serta daya pembeda setiap butir soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Validitas Validitas merupakan ketepatan tes dalam menjalankan fungsi pengukurannya. Validitas menyatakan derajat ketepatan alat ukur terhadap isi yang ingin diukur. Suatu tes dikatakan valid, apabila tes yang dilakukan dapat mengukur apa yang ingin diukur. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Microsoft Excel pada butir soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman terdapat 10 soal dinyatakan valid dan 4 soal dinyatakan tidak valid. Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan persebaran validitas butir soal. Tabel 1. Hasil Analisis Validitas Soal Kategori Nomor Soal Jumlah Valid 2, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 14 Tidak Valid 1, 3, 9, 13 Berdasarkan tabel di atas, validitas tes dikategorikan baik. hal ini dikarenakan lebih banyak butir soal yang dinyatakan valid daripada butir soal yang dinyatakan tidak valid. Hal ini sama seperti pendapat (Ulfah Zahiroh, 2. yang menyatakan bahwa validitas suatu tes dipengaruhi oleh validitas butir soal. Apabila validitas butir soal tinggi, maka validitas tes akan tinggi pula. Begitu juga sebaliknya, apabila validitas butir soal rendah, maka validitas tes akan Vol. No. Juni 2025. Hal. Afrillita dan Duna. Butir Soal Pilihan Ganda Reliabilitas Reliabilitas merupakan keakuratan suatu tes untuk mendapatkan hasil yang konsisten (Ramadhan et al. , 2. Reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya dan dapat diulang kembali. Berikut merupakan tabel kriteria reliabilitas. Tabel 2. Kriteria Reliabilitas Butir Soal Nilai Reliabilitas Kriteria 0,00 Ae 0,19 Sangat rendah 0,20 Ae 0,39 Rendah 0,40 - 0,69 Cukup 0,70 Ae 0,89 Tinggi 0,90 Ae 1,00 Sangat tinggi Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Microsoft Excel diperoleh nilai reliabilitas soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman, yaitu 0,77. Sesuai kriteria reliabilitas pada tabel di atas, maka soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman bisa dikategorikan tinggi. Tingkat Kesukaran Kualitas soal dapat dilihat dari tingkat kesukaran setiap butir soal. Butir soal dinyatakan baik apabila butir soal tersebut tidak terlalu sulit atau tidak terlalu mudah (Fatimah & Alfath, 2. Tingkat kesukaran soal dibagi menjadi tiga, yaitu sukar, cukup, dan sedang. Berikut adalah tabel kriteria tingkat kesukaran soal. Tabel 3. Kriteria Tingkat Kesukaran Butir Soal Indeks Kriteria 0,00 Ae 0,30 Sukar 0,31 Ae 0,70 Sedang 0,71 Ae 1,00 Mudah Hasil analisis terhadap soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman terdapat pada tabel berikut. JESE: Journal of Elementary School Education Tabel 4. Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal Kriteria Nomor Soal Jumlah Sedang 2, 7, 10, 12, 14 Mudah 1, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 11, 13 Berdasarkan tabel hasil analisis di atas, hanya ditemukan butir soal kategori sedang dan mudah. Jumlah kategori soal mudah lebih banyak jika dibandingkan dengan soal kategori Sedangkan kategori soal sulit tidak ditemukan. Oleh karena itu, soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman harus diperbaiki agar jumlah persebaran soal menurut tingkat kesukaran soal lebih seimbang. Hal ini diperkuat oleh pendapat (Mulia et al. , 2. yang mengatakan bahwa soal yang baik jika memiliki tingkat kesukarang seimbang. Daya Pembeda Daya pembeda soal digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Menurut (Fatimah & Alfath, 2. soal yang baik adalah soal yang dapat dijawab benar oleh peserta didik yang termasuk kelompok atas. Sedangkan seluruh atau hampir semua kelompok bawah menjawab salah. Berikut ini tabel hasil analisis daya pembeda soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman. Tabel 5. Hasil Analisis Daya Pembeda Kriteria Nomor Soal Jumlah Sangat baik 2, 10, 12 Baik 4, 5, 7, 13 Kurang baik 1, 3, 6, 8, 9, 11, 14 Berdasarkan tabel di atas, bisa disimpulkan bahwa soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman masih tergolong kurang baik. Hal ini disebabkan lebih banyak soal yang memiliki daya pembeda kurang baik. Oleh karena itu, soal-soal tersebut perlu ditelusuri kemudian diperbaiki. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis terhadap butir soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman didapatkan jumlah soal valid yaitu 10 soal. Sedangkan soal yang tidak valid berjumlah 4 soal. Untuk nilai reliabilitas cukup tinggi, yaitu sebesar 0,77. Dari segi tingkat Vol. No. Juni 2025. Hal. Afrillita dan Duna. Butir Soal Pilihan Ganda kesukaran hanya ditemukan soal kategori sedang dan mudah. Sehingga perlu diperbaiki agar proporsi tingkat kesukaran lebih seimbang. Untuk daya pembeda soal masih tergolong kurang baik, karena lebih banyak soal dengan kategori daya pembeda kurang baik. Maka dapat disimpulkan bahwa soal Matematika buatan guru kelas 3 MI Ibadurrahman cukup baik sebagai bentuk evaluasi pembelajaran. Namun masih terdapat beberapa butir soal yang perlu diperbaiki atau diganti berdasarkan beberapa kriteria kualitas soal. Hal ini bertujuan agar soal tersebut dapat memberikan hasil evaluasi pembelajaran yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA