Journal of Midwifery Studies | Vol. 1 No. 1 February 2024 | ORIGINAL ARTICLE Analysis of Factors That Influence the Completeness Status of Basic Immunizations in Infants Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Annisa Nurhayati, 2Asti Prodi S1 dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Faletehan Received: 11 January 2024 Revised: 14 January 2024 Accepted: 28 January 2024 Abstract Immunization is an effort to prevent infectious diseases that must be carried out on babies as early as possible to maintain their quality of life, but not all mothers immunize their This study aims to analyze the factors that influence the complete status of basic immunization for babies 12-24 months in Majasari Village. Jawilan Health Center Working Area in 2023. The method used is quantitative with a cross sectional design. The number of samples in this study was 59 respondents using accidental sampling. The results of this study show that there is a relationship between knowledge and education and the completeness of immunization for babies . <0. However, there was no relationship between employment status, family support, and affordability of health services with complete immunization for babies . >0. It is recommended that the Jawilan Community Health Center further promote the benefits of immunization for children. Keywords: basic immunization, complete immunization Abstrak Imunisasi adalah upaya pencegahan terhadap penyakit infeksi yang harus dilakukan pada bayi sedini mungkin untuk mempertahankan kualitas hidupnya, namun tidak semua ibu melakukan imunisasi pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi 12-24 bulan di Desa Majasari Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan Tahun 2023. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 responden dengan menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan dan pendidikan dengan kelengkapan imunisasi pada bayi . <0. Namun tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan, dukungan keluarga, dan keterjangkauan tempat pelayanan kesehatan dengan kelengkapan imunisasi pada bayi . >0. Disarankan untuk Puskesmas Jawilan agar lebih mempromosikan manfaat imunisasi bagi anak. Kata Kunci: imunisasi dasar, imunisasi lengkap A Anisa Nurhayati fannisa13@gmail. Nurhayati et. : Analysis of Factors That Influence the Completeness Status of Basic Immunizations in Infants Pendahuluan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu masalah yang paling penting di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan bahwa jumlah AKI pada tahun 1990 adalah 390 per 100. 000 kelahiran hidup, dan menurun menjadi 295 per 000 kelahiran hidup pada tahun 2020, dan jumlah AKB pada tahun 1990 adalah 5 juta, dan menurun menjadi 2,4 juta pada tahun 2020 (WHO, 2. Jumlah kematian ibu di Indonesia meningkat dari 4. 627 kematian di tahun 2020 389 kematian di tahun 2021, sedangkan jumlah kematian bayi menurun 158 kematian di tahun 2020 menjadi 566 kematian di tahun 2021 (Kemenkes RI, 2. Hal ini menunjukkan bahwa angka penurunan AKI dan AKB di Indonesia masih di bawah target RPJMN 2024 yaitu AKI 183 000 kelahiran hidup dan AKB 10 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) adalah karena penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi pencegahan penyakit terhadap infeksi yang harus dilakukan sedini mungkin pada bayi untuk melindungi kualitas hidupnya (Ni'mah et al. , 2. Upaya menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia dini, termasuk hepatitis B. BCG. DPT-HB, polio, dan campak (Kemenkes RI, 2. Cakupan secara nasional imunisasi dasar lengkap adalah 84,2 persen. Indikator ini berada di bawah target 93,6 persen yang ditetapkan untuk tahun 2021. Cakupan imunisasi dasar lengkap pada tahun 2021 hampir sama dengan tahun 2020. Rendahnya cakupan ini disebabkan oleh kurangnya pelayanan fasilitas kesehatan dalam konteks pandemi COVID-19. tingkat provinsi, ada 6 provinsi yang dapat mencapai target 2021: Sulawesi Selatan. Bali. Nusa Tenggara Barat. DI Yogyakarta. Banten, dan Bengkulu. Provinsi dengan tingkat imunisasi dasar lengkap tertinggi adalah Sulawesi Selatan . ,0%). Bali . ,8%). Nusa Tenggara Barat . ,5%), dan Daerah Istimewa Yogyakarta . ,3%), sedangkan Aceh memiliki tingkat imunisasi dasar lengkap terendah . ,7%) (Kemenkes RI, 2. Angka imunisasi dasar lengkap Provinsi Banten pada tahun 2018 mencapai 92,24%, melebihi target nasional sebesar 90%, sedangkan angka imunisasi dasar lengkap Provinsi Banten pada tahun 2019 mencapai 89,9%, sedikit di bawah target nasional sebesar 90% (Dinas Kesehatan Provinsi Banten, 2. Menurut laporan terbaru data imunisasi rutin pada Oktober 2021, tingkat cakupan imunisasi dasar lengkap hanya mencapai 58,4% dari target 79,1%. Provinsi Banten hampir tidak mencapai target 78,8% untuk cakupan imunisasi dasar lengkap (A. Putri et al. Dampak dari tidak melakukan imunisasi pada anak adalah anak tidak mendapatkan imunisasi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin yang dapat menyebabkan penyakit serius, kecacatan, atau kematian, serta dapat menularkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan wabah penyakit (M. Agustin & Rahmawati, 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Faktor-Faktor Yang Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 ORIGINAL ARTICLE Mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi di Desa Majasari Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan Tahun Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Majasari Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan Tahun Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi 12-24 bulan yang bertempat tinggal di desa Majasari Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan. Dalam dilakukan secara accidental sampling, dari ibu bayi yang datang ke posyandu Desa Majasari, dengan kriteria Inklusi: Ibu yang memiliki bayi usia 12-24 bulan. Ibu yang memiliki catatan imunisasi anak atau kartu kesehatan lainnya yang mencatat data imunisasi, ibu yang bisa membaca dan menulis, dan ibu yang bersedia menjadi Alat pengumpulan data berupa Hasil Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa Ibu yang mempunyai bayi di Desa Majasari Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan Tahun 2023 diperoleh data bahwa ibu yang lengkap melakukan imunisasi dasar pada bayi sebanyak 25 . ,4%), sedangkan ibu yang tidak lengkap melakukan imunisasi dasar pada bayi sebanyak 34 . ,6%). Ibu dengan pendidikan rendah sebanyak 34 . %), sedangkan ibu yang berpendidikan tinggi sebanyak 25 . Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan. Pengetahuan. Status Pekerjaan. Dukungan Keluarga Keterjangkauan Tempat Pelayanan Kesehatan. Variabel Kelengkapan Imunisasi Lengkap 25 42,4 Tidak Lengkap 34 57,6 Pendidikan Rendah 34 57,6 Tinggi 25 42,4 Pengetahuan Kurang 33 55,9 Cukup 26 44,1 Status Pekerjaan Bekerja 22 37,3 Tidak Bekerja 37 62,7 Dukungan Keluarga Mendukung 34 57,6 Tidak Mendukung 25 42,4 Keterjangakaun Tempat Pelayanan Kesehatan Terjangkau 33 55,9 Tidak Terjangkau 27 44,1 Jumlah Sumber: Data Sekunder tahun 2023 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 33 . ,9%), sedangkan ibu yang pengetahuan cukup 26 . ,1%). Ibu yang bekerja sebanyak 22 . ,3%), sedangkan ibu yang tidak bekerja sebanyak 37 . ,7%). Ibu yang mendapat dukungan yaitu sebanyak 34 . ,6%), sedangkan ibu yang tidak mendapat dukungan yaitu sebanyak 25 . ,4%). Ibu yang terjangkau sebanyak 33 . ,9%). ibu yang tidak terjangkau sebanyak 27 . ,1%). Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 Effective Cough Intervention and Chest Physiotherapy for Sputum Expelled in Patients with Pulmonary Tuberculosis Tabel 2. Hubungan Pendidikan. Pengetahuan. Status Pekerjaan. Dukungan Keluarga dan Keterjangkauan Tempat Pelayanan Kesehatan Terhadap Status Kelengkapan Imunisasi pada Bayi Variabel Pendidikan Rendah Tinggi Pengetahuan Kurang Cukup Status Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Dukungan Keluarga Mendukung Tidak Mendukung Keterjangkauan Tempat Pelayanan Kesehatan Terjangkau Tidak Terjangkau Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Lengkap 0,004 0,001 0,55 0,109 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa dari 59 responden, ibu dengan pendidikan rendah lebih banyak yang tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 25 . 4%), sedangkan ibu dengan pendidikan tinggi lebih banyak yang melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 16 . 1%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value = 0,004 ( Ou0,. maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan signifikan antara pendidikan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan di Desa Majasari wilayah kerja Puskesmas Jawilan Tahun Hasil analisis juga diperoleh nilai (OR) Odd Ratio = 0. 202 yang artinya ibu dengan pendidikan rendah beresiko 0. 202 kali lebih besar tidak melakukan imunisasi dasar pada A Anisa Nurhayati fannisa13@gmail. p value 0,070 bayi usia 12 Ae 24 bulan secara lengkap pendidikan yang tinggi. Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa dari 59 responden, ibu dengan pengetahuan Kurang lebih banyak yang tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 8 . 6%), sedangkan ibu dengan pengetahuan cukup lebih banyak yang melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 17 orang . 4%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value= 0,001maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan di Desa Majasari wilayah kerja Puskesmas Jawilan Tahun 2023. ORIGINAL ARTICLE Hasil analisis juga diperoleh nilai (OR) Odd Ratio sebesar 0. 169 yang artinya ibu dengan pengetahuan kurang beresiko 169 kali lebih besar tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan secara lengkap dibandingkan dengan ibu dengan pengetahuan yang cukup. Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa dari 59 responden, ibu yang bekerja lebih banyak yang tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 16 . 1%), sedangkan ibu yang tidak bekerja lebih banyak yang melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 19 . 2%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value = 070 maka H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara status pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan di Desa Majasari wilayah kerja Puskesmas Jawilan Tahun 2023. Hasil analisis juga diperoleh nilai (OR) Odd Ratio sebesar 0. 355 yang artinya ibu dengan status pekerjaan bekerja 355 kali lebih besar tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan secara lengkap dibandingkan dengan ibu dengan status pekerjaan tidak Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa dari 59 responden, ibu dengan dukungan keluarga mendukung banyak yang melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 18 . 5%). Sedangkan ibu dengan dukungan keluarga tidak mendukung lebih banyak yang tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 18 . 5%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value = 055 maka H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan di Desa Majasari wilayah kerja Puskesmas Jawilan Tahun 2023. Hasil analisis juga diperoleh nilai (OR) Odd Ratio sebesar 2. 893 yang artinya ibu dengan dukungan keluarga yang tidak mendukung beresiko 2. 893 kali lebih besar tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan secara lengkap dukungan keluarga yang mendukung. Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa dari 59 responden, ibu dengan dukungan keluarga mendukung banyak yang melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 18 . 5%). Sedangkan ibu dengan dukungan keluarga tidak mendukung lebih banyak yang tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 18 . 5%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value = 055 maka H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan di Desa Majasari wilayah kerja Puskesmas Jawilan Tahun 2023. Hasil analisis juga diperoleh nilai (OR) Odd Ratio sebesar 2. 893 yang artinya ibu dengan dukungan keluarga yang tidak mendukung beresiko 2. 893 kali lebih besar tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan secara lengkap dukungan keluarga yang mendukung. Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa dari 59 responden, menunjukan bahwa dari 59 responden, ibu yang terjangkau dari fasilitas kesehatan banyak yang melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 17 . 8%). Sedangkan ibu yang tidak terjangkau lebih banyak yang tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi secara lengkap yaitu 18 . 5%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value = 0. 109 maka H0 diterima yang berarti Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 Nurhayati et. : Analysis of Factors That Influence the Completeness Status of Basic Immunizations in Infants tidak ada hubungan signifikan antara ketejangkauan tempat pelayanan kesehatan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan di Desa Majasari wilayah kerja Puskesmas Jawilan Tahun Hasil analisis juga diperoleh nilai (OR) Odd Ratio sebesar 2. 391 yang artinya ibu dengan tempat pelayanan kesehatan tidak terjangkau beresiko 2. 391 kali lebih besar tidak melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 12 Ae 24 bulan secara lengkap dibandingkan dengan ibu dengan tempat pelayanan kesehatan terjangkau. Pembahasan Pendidikan merupakan suatu proses yang dapat meningkatkan keterampilan, sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupan dan inteaksi sosial, dimana mempengaruhi seseorang untuk mengalami keterampilan sosial dan keterampilan individu yang baik (Kosanke, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Surury et al. , 2. yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara imunisasi dasar pada bayi ditunjukkan dengan p value =0,000 . <0,. Penelitian ini didukung oleh teori Notoatmodjo bahwa daya terima ibu terhadap pembaharuan Jika pendidikan yang tinggi, maka tingkat responsif ibu terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya juga semakin baik, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian (Libunelo et al. , 2. didapatkan bahwa dari 150 ibu, sebanyak 39 orang . ,0%) yang berpendidikan rendah yang status imunisasinya tidak lengkap dengan p value 0,002 yang artinya ada hubungan antara pendidikan ibu dengan tidak lengkapnya imunisasi dasar pada bayi. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya yakni indra pendengaran, indra penciuman, indra penglihatan, indra penciuman, dan indera peraba Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang . ver Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang dalam hal ini pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 Penelitian yang dilakukan oleh (Intan Azkia Paramitha & Ahyar Rosidi, 2. yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan Pemberian Imunisasi Dasar, bertambahnya pengalaman menjadikan ibu memilah mana yang baik dan yang mana yang tidak baik untuk bayinya sehingga terbentuk suatu sikap dalam diri ibu Penelitian ini juga sejalan dengan (Chandra & Yateri, 2. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar ibu 48 batita di posyandu dengan nilai p value = 0,000. menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar dari 58 responden batita dengan pemberian imunisasi dasar lengkap 30 orang . ,7%) yang tidak lengkap dengan pemberian imunisasi dasar 28 orang . ,3%) responden yang mempunyai pengetahuan baik lebih banyak memberikan imunisasi dasar lengkap pada batitanya, dibandingkan responden yang berpengetahuan kurang. Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 ORIGINAL ARTICLE Pengetahuan menyebabkan perubahan perilaku ibu yang terbiasa dengan tradisi yang telah ada dikeluarga, khususnya tradisi yang terbiasa tidak memberikan imunisasi pada bayi atau Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bekerja yaitu kegiatan/pekerjaan sekurang-kurangnya satu jam dalam satu Dengan memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Sedangkan bekerja dalam Kamus Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang, yang bertujuan untuk menghasilkan atau memberikan kontribusi pendapatan atau keuntungan, dan yang telah bekerja minimal 1 jam terus menerus selama seminggu terakhir . ermasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonom. Penelitian yang dilakukan oleh (Rakhmawati et al. , 2. bahwa tidak ada pengaruh pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di Posyandu Balita Kalingga Banyuanyar Surakarta . ,739 > 0,. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu dari (Rahmawati & W, 2. yang menyatakan bahwa tidak terdapat adanya pengaruh antara status pekerjaan terhadap ketidaklengkapan status imunisasi pada bayi atau balita. Tidak adanya pengaruh ini dikarenakan terdapat kesamaan antara responden yang memiliki anak dengan status imunisasi lengkap maupun tidak lengkap yang sebagian besar tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah Ibu yang bekerja memiliki waktu luang yang sedikit bila dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja, sehingga pada ibu yang bekerja biasanya kelengkapan imunisasi akan lebih sulit dilakukan daripada ibu yang tidak bekerja. Dukungan keluarga adalah bentuk hubungan manusia yang melindungi seseorang dari efek yang berbahaya yaitu Dukungan keluarga dengan demikian merupakan suatu bentuk hubungan interpersonal yang melibatkan sikap, tindakan dan penerimaan anggota keluarga. Sehingga membuat anggota keluarga merasa ada yang memperhatikan mereka. Jadi, dukungan sosial keluarga mengacu pada dukungan sosial yang anggota keluarga lihat sebagai sesuatu yang dapat diperoleh atau diakses oleh keluarga yang selalu siap memberikan bantuan dan dukungan ketika dibutuhkan (Nanda et al. Penelitian yang dilakukan oleh (Sulistyoningrum & Suharyo, 2. bahwa analisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan di Kelurahan Randusari wilayah kerja Puskesmas Pandanaran kota Semarang menggunakan uji fisherAos exact menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara Hal ini tidak sesuai dengan teori Soekidjo Notoatmodjo yang mengemukakan bahwa untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. Sikap ibu yang baik terhadap imunisasi harus mendapat konfirmasi dari suaminya dan ada fasilitas imunisasi yang mudah mengimunisasikan anaknya. Disamping itu faktor fasilitas juga diperlukan dukungan dari pihak lain misalnya suami, orang tua, mertua dan saudara. Keluarga sangat berpengaruh terhadap sikap ibu, karena keluarga yang paling dekat mudah untuk ibu menerima dukungan agar memberikan Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 Nurhayati et. : Analysis of Factors That Influence the Completeness Status of Basic Immunizations in Infants imunisasi pada anaknya. Hal ini sejalan dengan Penelitian yang dilakukan oleh (Hermayanti et al. , 2. yang menyatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kelengkapan Tetapi penelitian ini bertentangan dengan penelitian Ilham. Tafwidhah. Fahdi . menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar Pada penelitian ini dukungan keluarga yang di miliki responden yaitu dari suami, mertua/orang tua dan saudara yang meliputi: dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan membawa mereka untuk patuh dalam melaksanakan imunisasi. Menurut (Kartina, 2. menyatakan bahwa keterjangkauan jarak terhadap fasilitas kesehatan dengan situasi dan kondisi geografis yang sangat beragam merupakan tantangan yang cukup besar di dalam pemberian imunisasi secara merata di Indonesia, karena tanpa akses yang mudah dan murah untuk dijangkau tentunya akan masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk memperoleh layanan imunisasi kepada anak-anak mereka. Penelitian yang dilakukan oleh (Surury et al. , 2. yang menyatakan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara keterjangkauan tempat pelayanan dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi, karena studi ini dilakukan di kota-kota besar yang secara struktur sarana dan prasarana kesehatan cenderung Masyarakat di kota-kota ini pun memiliki akses yang mudah untuk menuju fasilitas kesehatan seperti menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum yang mudah ditemukan. Hal tersebut menjadi penyebab potensial, mengapa dalam studi ini jarak fasilitas pelayanan kesehatan bukan menjadi faktor yang Kesimpulan Pada penelitian ini sebagian besar responden memiliki pendidikan rendah, pengetahuan kurang, ibu yang tidak bekerja, ibu yang mendapat dukungan keluarga. Ada hubungan antara pendidikan dan Tidak ada hubungan antara Ucapan Terima Kasih Terima kasih penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang mendukung dalam proses penyusunan dan pelaksanaan penelitian ini sampai akhirnya bisa selesai dan bisa memberikan beberapa informasi Gambaran Faktor Yang Mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Majasari Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan Tahun Referensi