Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Integrasi Pendidikan Islam melalui Metode Bercerita Islami dalam Mengembangkan Bahasa Anak Usia Dini Abd Rahman Abstrak Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan hidup anak. Salah satu aspek yang berperan strategis adalah perkembangan bahasa, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai pintu masuk internalisasi nilai-nilai moral dan Kajian dalam Penelitian ini membahas integrasi pendidikan Islam melalui metode bercerita Islami sebagai pendekatan untuk mengembangkan bahasa sekaligus memperkuat karakter religius anak usia dini. Metode bercerita berbasis islami mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, imajinatif, serta sarat dengan nilai edukatif, baik dalam pengayaan kosakata, struktur bahasa, maupun dalam penanaman akhlak dan nilai spiritual. Kisahkisah inspiratif Islami termasuk cerita nabi, para sahabat, dan tokoh teladan, menjadi media efektif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan generasi muslim pada masa golden age. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan bahasa reseptif dan ekspresif anak, sekaligus membentuk identitas keislaman siswa, walaupun kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan kompetensi guru dalam bercerita serta kurangnya media pendukung yang kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pendidik dan dukungan lembaga agar metode bercerita Islami dapat diimplementasikan secara Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan dan penanman nilai islam serta pengebagan bahasa dan literasi anak usia dini. Kata Kunci: pendidikan islam. metode bercerita, kisah inpiratif berbasis islam. pengembagan bahasa anak. Abstract Early childhood education is a crucial foundation for shaping childrenAos personality, intelligence, and life skills. One strategic aspect in this stage is language development, which not only functions as a means of communication but also serves as a gateway for the internalization of moral and religious values. This study examines the integration of Islamic education through the Islamic storytelling method as an approach to simultaneously develop language skills and strengthen the religious character of young children. The Islamic based storytelling method is able to create enjoyable and imaginative learning experiences while being rich in educational values, both in vocabulary enrichment, language structure, as well as in instilling morals and spiritual values. Inspirational Islamic Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt stories including the narratives of prophets, companions, and exemplary figures serve as effective media that align with the developmental characteristics of Muslim children during the golden age. The findings indicate that this method contributes to the improvement of childrenAos receptive and expressive language skills while fostering their Islamic However, challenges remain, such as the limited storytelling competence of teachers and the lack of contextual supporting media. Therefore, enhancing teachersAo capacity and institutional support is essential to ensure the optimal implementation of the Islamic storytelling This research contributes to the development of Islamic values integration as well as the advancement of early childhood language and Keywords: Islamic education. storytelling method. Islamic inspirational childrenAos language development PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk perkembangan kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan hidup seorang anak, pada masa golden age, anak mengalami perkembangan pesat dalam berbagai aspek, termasuk perkembangan bahasa dan bahasa memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi, pemahaman, serta pengembangan daya pikir anak, melalui bahasa, anak dapat mengekspresikan ide, perasaan, serta membangun interaksi sosial dengan lingkungannya, namun, perkembangan bahasa anak usia dini tidak hanya berfungsi dalam ranah kognitif, tetapi juga menjadi pintu masuk dalam proses internalisasi nilai-nilai, baik nilai sosial, budaya, maupun nilai Menurut (Mariya et al. , 2. menjelaskan bahwa Usia dini merupakan periode yang ideal bagi orang tua dan guru untuk menanamkan dasar nilai moral dan agama pada anak, karena usia ini dianggap sebagai masa emas dalam dunia Dengan perkembangan otak yang sangat pesat, anak pada usia ini cenderung meniru apa yang ia lihat, di dengar, dan rasakan dari lingkungannya. Pada tahap ini, anak-anak belum memahami batasan antara kebaikan dan keburukan, sehingga menjadi tanggung jawab orang tua dan pendidik untuk memaksimalkan pendidikan mereka. Dalam konteks pendidikan Islam, perkembangan bahasa anak usia dini menjadi medium strategis untuk menanamkan ajaran-ajaran Islam, sejalan dengan pernyataan (Muttaqin & Rita Kencana, 2. yang menjelaskan bahwa Dalam pendidikan Islam, kisah mempunyai fungsi edukatif yang tidak dapat diganti dengan bentuk penyampaian lain selain bahasa. Hal ini disebabkan karena kisah QurAoani dan nabawi mempunyai dampak psikologi dan edukatif yang sempurna. Selaras dengan tujuan pendidikan islam yang tidak hanya menekankan pada aspek intelektual, tetapi harus sejalan dengan ranah afektif dan spiritual. disamping itu pendidikan islam. Lembaga pendidikan Islam, yang memiliki mandat utama untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, kini dihadapkan pada realitas sosial yang kompleks: di mana siswa hidup dalam dua dunia sekaligus, yaitu dunia nyata dan dunia digital. Situasi ini menuntut kesiapan lembaga pendidikan untuk menyesuaikan metode, pendekatan, serta sistem pendidikannya Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman (Nurhabibi et al. Penanaman nilai-nilai agama pada pengembangan kognitif anak dibutuhkan pendekatan yang relevan dengan usia anak, salah satu metode yang relevan dengan anak usia dini adalah metode bercerita Islami, metode tersebut telah lama dikenal dalam dunia pendidikan sebagai sarana efektif dalam menyampaikan pesan, membangun imajinasi, sekaligus mengembangkan bahasa anak, bercerita dengan kisah inpratif Islami bukan sekadar aktivitas menyenangkan, tetapi mengandung nilai edukatif yang mendalam. Kisah-kisah Islami, seperti cerita nabi, sahabat, maupun tokoh teladan, menjadi sarana untuk memperkaya kosakata anak sekaligus menanamkan nilai moral dan religius. (Muttaqin & Rita Kencana, 2. metode cerita adalah suatu teknik untuk memberikan cerita kepada anak anak berbentuk sastra yang memiliki keindahan dan kenikmatan tersendiri untuk mengkomunikasikan pesan-pesan cerita yang mengandung unsur etika, moral, maupun nilai-nilai agama. Selain dapat bermanfaat untuk pengembangan kepribadian, akhlak maupun moral anak, bercerita dapat juga bermanfaat untuk meningkatkan pengembangan bahasa anak, ketika anak memperoleh berbagai wawasan dari mendegarkan cerita yang memperkaya dan meningkatkan kemampuan kognitif, memori, kecerdasan, imajinasi dan kreativitas bahasa Integrasi pendidikan Islam melalui metode bercerita Islami memiliki peran ganda, yang pertama mengembangkan bahasa anak baik secara reseptif . emampuan mendengar dan memaham. maupun ekspresif . emampuan berbicara dan menyampaikan gagasa. , bagi anak yang terbiasa mendengarkan cerita Islami akan memiliki kosakata baru, struktur kalimat yang lebih baik, serta keberanian untuk mengekspresikan kembali isi cerita, kemudian yang Kedua, metode bercerita berbasis kisah islami juga memperkuat karakter religius sejak dini, karena setiap nilai-nilai yang ada pada kisah Islami selalu sarat dengan nilai akhlak, keteladanan, dan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut (Otoluwa, 2. menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan bercerita dalam konteks pembelajaran dapat meningkatkan kosa kata, pemahaman bahasa, dan kemampuan bercerita sendiri pada anak, selain itu, metode bercerita Islami juga memiliki kelebihan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, di pase anak segala bentuk kegiatan baik itu belajar maupun bermain marus memberikan kesan menyenangkan dan anak usia dini cenderung lebih mudah menyerap pengetahuan melalui media yang bersifat naratif dan imajinatif,cerita berbasis Islami yang dikemas dengan gaya bahasa sederhana, intonasi yang menarik, serta visualisasi yang mendukung akan membuat anak lebih fokus, antusias, dan terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, integrasi pendidikan Islam melalui bercerita Islami dapat menjadi solusi yang tepat atas tantangan pendidikan anak usia dini di era digital, di mana anak-anak lebih banyak terpapar cerita-cerita dari media yang belum tentu sesuai dengan nilai Islam dan banyak juga konten yang hanya mengutamakan ketertarikan anak tapi tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari konten tersebut. Namun, dalam praktiknya, penerapan metode bercerita Islami masih menghadapi beberapa kendala, tidak semua guru yang mengajar pada jenjang anak usia dini memiliki kemampuan dalam bercerita, walaupun secara tugas dan kewajiban bagi seorang guru anak usia dini harus memiliki keterampilan dalam bercerita dan berbahasa, karena kemampuan bercerita sangat menentukan daya Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt tarik penyampaian pesan, selain itu, keterbatasan bahan ajar dan media pendukung yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini juga menjadi tantangan tersendiri, walaupun keterbatasan tersebut sudah tidak relevan lagi dengan kemajuan teknologi saat ini, pada dasarnya kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kompetensi guru, kreativitas dalam mengolah cerita Islami, serta dukungan lembaga pendidikan untuk menyediakan sarana yang memadai. Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi pendidikan Islam melalui metode bercerita Islami memiliki urgensi yang tinggi dalam mengembangkan bahasa anak usia dini sekaligus membentuk karakter religius mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya praktik pendidikan Islam di lembaga pendidikan anak usia dini maupun TK Islam, dengan menghadirkan model pembelajaran yang tidak hanya mendukung perkembangan bahasa anak tetapi juga memperkuat identitas keislaman sejak dini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, karena bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam praktik integrasi pendidikan Islam melalui metode bercerita Islami dalam mengembangkan bahasa anak usia dini di TK IT AL Zidan kampung Wih Sagi Indah Kecamatan silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan ini dipandang relevan untuk menggali pemahaman yang holistik mengenai peran guru, respon anak, serta dukungan lembaga dalam pelaksanaan pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari guru TK IT AL Zidan yang mengajar menggunakan metode bercerita Islami, kepala sekolah sebagai penentu kebijakan, dan anak didik sebagai penerima pembelajaran. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi langsung terhadap kegiatan bercerita Islami, serta wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah terkait rencana pembelajaran, catatan perkembangan anak, dan kerangka kegiatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data digunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, serta ketekunan pengamatan di lapangan. Dengan metode ini diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas metode bercerita Islami dalam mendukung pengembangan bahasa anak sekaligus penanaman nilai-nilai pendidikan Islam sejak dini. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Integrasi Pendidikan Islam melalui Metode Bercerita Islami (Nurhabibi et al. , 2. Lembaga pendidikan Islam, yang memiliki mandat utama untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, kini dihadapkan pada realitas sosial yang kompleks: di mana siswa hidup dalam dua dunia sekaligus, yaitu dunia nyata dan dunia digital. Situasi ini menuntut kesiapan lembaga pendidikan untuk menyesuaikan metode, pendekatan, serta sistem pendidikannya agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. (Rahman et al. , 2. Pembentukan karakter anak tidak bisa lepas dari peran dan pungsi lingkungan social, terutama lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah, kedua lingkungan tersebut seharusnya mendapatkan perhatian khusus baik dari pihak sekolah maupun orang tua, sejalan dengan pendapat (Syamsiyah & Hardiyana. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt 2. Perkembangan bahasa anak usia dini sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Hal ini disebabkan karena anak pada usia ini berada dalam tahap imitasi. Terlebih di era digital juga menjadi factor penting yang tidak bisa di napikan oleh lembaga pendidikan islam, perkembangan teknolgi ikut serta menyumbangkan dampak negative dan positif bagi tumbuh kembang bahasa anak, secara umum Anak-anak yang terlalu sering menggunakan smartphone cenderung mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara interpersonal dan menunjukkan perilaku agresif. Ketergantungan pada smartphone bagi anak prasekolah akan mendorong perilaku anak yang lebih banyak diam, sedangkan perkembangan konitif anak distimulasi oleh lingkungan yang dapat mengasah daya fikir, memahami gerak dan perilaku lawan bicara untuk menemukan informasi baru sehingga penalaran dan pemecahan masalah dapat berkembang secara optimal (Rahman, 2. , oleh karena kebijakan lembaga pendidikan anak usia dini dalam memilah pembelajaran bagi anak usia dini sangat dibutuhkan. Salah satu upaya pengimplementasian integrasi pendidikan Islam yang dilakukan oleh TK IT AL Zidan kampung Wih Sagi Indah Kecamatan silih Nara Kabupaten Aceh Tengah, melalui metode bercerita Islami yang dilakukan secara terstruktur mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di kelas sebagai salah satu wujud tanggung jawab lembaga pendidikan anak usia dini dalam memberikan pelayanan pendidikan untuk generasi yang akan datang. TK IT Al Zidan juga sangat selektif dalam memilih materi yang berbentuk cerita yang mana Guru terlebih dahulu menyiapkan materi cerita Islami yang relevan dengan tema pembelajaran mingguan, contohnya kisah Nabi Ibrahim tentang keikhlasan berkurban yang dikaitkan dengan tema ibadah, atau kisah Nabi Yusuf yang menekankan kejujuran dan Pemilihan cerita dilakukan dengan memperhatikan tingkat pemahaman anak usia dini, sehingga alur cerita dibuat sederhana, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, serta dilengkapi dengan ilustrasi atau gambar pendukung. Integrasi nilai pendidikan Islam tampak jelas dalam setiap cerita yang dibawakan. Guru tidak hanya membacakan kisah, tetapi juga menyisipkan doa, mengaitkan cerita dengan ayat Al-QurAoan atau hadis sederhana, serta menekankan pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak. Misalnya, setelah bercerita tentang Nabi Muhammad yang dikenal sebagai al-Amin, guru mengajak anak berdiskusi tentang pentingnya berkata jujur dalam bermain bersama teman. Dengan demikian, cerita Islami tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media penanaman akhlak mulia. (Risman et al. , 2. Dalam kegiatan pendidikan Islam melihat bahwa solusi dalam upaya pembentukan perilaku nilai moral agama anak usia dini sudah harus diupayakan sejak dini. Dalam konteks pengembangan bahasa, metode bercerita Islami memberikan dampak positif terhadap kemampuan reseptif dan ekspresif Kosakata anak bertambah seiring dengan kata-kata baru yang diperkenalkan melalui cerita, sementara kemampuan ekspresif terlatih ketika guru meminta anak untuk menceritakan kembali isi kisah dengan bahasa mereka sendiri. Anak juga dilatih untuk menjawab pertanyaan sederhana yang diajukan guru, seperti AuSiapa nama nabi yang kita dengar Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt tadi?Ay atau AuApa yang dilakukan Nabi Yusuf ketika mendapat ujian?Ay. Proses tanya jawab ini mendorong anak untuk lebih percaya diri dalam berbicara serta melatih keterampilan berpikir kritis. Menurut (Syamsiyah & Hardiyana, 2. Kegiatan bercerita pada anak usia dini sesunguhnya akan berkaitan erat dengan kemampuan berbahasa terutama pada aspek Dengan demikian, penerapan integrasi pendidikan Islam melalui metode bercerita Islami di TK IT Al Zidan tidak hanya berhasil mengembangkan kemampuan bahasa anak, tetapi juga efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara kontekstual dan menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa bercerita Islami merupakan salah satu pendekatan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik, baik dari aspek kognitif, bahasa, maupun spiritual. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita Islami Hakikat anak usia dini adalah individu yang unik dimana ia memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosialemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut (Hemah et , 2. Dan bahasa merupakan Salah satu aspek terpenting yang harus menjadi perhatian penting dari tumbuh kembang anak, menurut (Fadlan & Harianto, 2. Bahasa merupakan suatu sistem yang mempelajari susunan kata dan kalimat atau makna kata, sedangkan berbicara adalah sebuah ungkapan dalam bentuk kata-kata atau kalimat yang bersifat Dalam konteks pendidikan anak usia dini, pengembangan bahasa tidak hanya sekadar menambah kosakata, tetapi juga mencakup kemampuan memahami pesan, mengungkapkan gagasan, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif. Sejalan dengan pernyataan (Fadlan & Harianto, 2. Bahasa merupakan modal bagi setiap anak untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, untuk itulah pada perkembangan anak usia dini bahasa sangat perlu untuk dikembangkan mengingat sangat pentingnya bahasa bagi kita (Abd Rahman, 2. juga menjelaskan bahwa Pembelajaran bahasa yang efektif memerlukan pengembangan kompetensi komunikatif, yang mengacu pada kemampuan menggunakan bahasa dalam interaksi Oleh karena itu, metode bercerita Islami menjadi salah satu pendekatan strategis dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Melalui cerita Islami, anak tidak hanya memperoleh tambahan kosakata baru, tetapi juga belajar menyusun kalimat sederhana, menirukan ungkapan guru, serta mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman seharihari. Dengan demikian, metode bercerita Islami berfungsi ganda, yaitu sebagai media pengembangan bahasa sekaligus sebagai sarana penanaman nilai-nilai Islami sejak usia dini. Menurut (Fatimah et al. , 2. Metode bercerita ini juga bisa membantu siswa-siswinya untuk melatih kemampuan dan keterampilan berbahasanya yang lancar dimana dengan menggunakan metode bercerita ini anak akan terbiasa berbicara dengan leluasa dan bisa mengembangkan kemampuan anak dalam melatih pemahaman, pelurusan pembendaharaan kata-kata dan tata bahasa serta dapat meningkatkan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt keterampilan dalam menyimak, mendengar, membaca dan menulis. Sejalan dengan pendapat (Fadilah & Aziz, 2. Pendekatan bercerita dengan gaya yang ramah anak menawarkan peluang unik dalam pendidikan anak usia dini. Melalui cerita, anak-anak belajar mengenali emosi, mengembangkan empati, dan mengasah kemampuan berpikir. Pendekatan ini mengedepankan kenyamanan dan keamanan emosional anak selama proses pembelajaran yang dapat memastikan bahwa anak tidak hanya belajar bahasa dalam konteks formal, tetapi juga melalui interaksi yang menyenangkan dan menggairahkan imajinasi anak. Perkembangan bahasa anak usia dini melalui metode bercerita Islami di TK IT Al Zidan terlihat dari kemampuan anak dalam mendengar, memahami, serta mengungkapkan kembali isi cerita yang disampaikan guru, pada dasarnya metode bercerita Islami tidak hanya memberikan stimulasi kognitif, tetapi juga menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna dan anak-anak dilatih untuk mendengarkan secara fokus ketika guru menyampaikan kisah Islami, seperti cerita Nabi dan Rasul, teladan sahabat, maupun kisah tokoh Muslim yang dikemas secara sederhana, dalam proses mendengarkan yang dilakukan oleh anak akan membantu memperluas kosakata anak, melatih konsentrasi, dan menumbuhkan keterampilan reseptif. Selain itu, kegiatan tindak lanjut berupa tanya jawab atau meminta anak mengulang kembali isi cerita, menjadi media latihan ekspresif yang penting, secara tidak langusng anak akan belajar menyusun kalimat sederhana, menggunakan kosa kata baru, serta mengekspresikan gagasan dengan bahasa mereka sendiri, nilai-nilai Islami yang terkandung dalam cerita memberikan makna mendalam bagi anak, sehingga bahasa tidak hanya berkembang sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai islam sejak dini. Kendala dalam Penerapan Metode Bercerita Islami (Luthfiah, 2. Di Indonesia, meskipun pendidikan Islam telah menjadi bagian dari kurikulum nasional, implementasinya di jenjang PIUD masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pemahaman mendalam tentang bagaimana mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam kegiatan belajar mengajar yang mendukung perkembangan psikologis anak usia dini dan Pendidik seringkali menghadapi kendala dalam mengadaptasi metode pembelajaran yang menggabungkan nilai-nilai agama, pendekatan pembelajaran interaktif, dan prinsip-prinsip perkembangan anak. Hal ini biasanya mengakibatkan kurikulum pendidikan Islam yang diterapkan terkesan kaku dan gagal menarik minat belajar anak. Dalam praktik penerapan metode bercerita Islami di lembaga pendidikan anak usia dini, tentu masih ada kendala yang menjadi tatangan tersendiri bagi lembaga pendidikan anak usia dini dan guru untuk mencari solusi dan inovasi, adapun kedala yang sering terjadi ketika menerapkan metode cerita adalah kesiapan seorang guru dimana guru tidak terlalu mempersiapkan diri dalam menyampaikan cerita berbasis islami, sehingga cerita tersebut tidak meningalkan kesan mendalam bagi peserta didik, menurut (Rusmaeni et al. , 2. Penyampaian guru yang masih kaku guru yang masih belum sempurna dalam menyampaikan sebuah cerita dalam pembelajaran atau penyampaian guru yang masih kaku dan tidak adanya Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt persiapan sebelum melakukan kegiatan pembelajaran bercerita, kendala lain juga mucul dari aspek guru (Haida & Muryanti, 2. Guru terkadang mengalami kendala dimana dalam waktu yang sesingkat itu harus dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan serta mengembangkan seluruh aspek perkembangannya, belum lagi bagi anak yang memiliki sifat pendiam dan pemalu maka akan sulit untuk di dekati berhubung anak baru bertemu guru dan teman lainnya ketika sekolah tatap muka berlangsung. Pada dasarnya kendala tersebut masih bisa di siasati dengan mengebalikan peran guru sebagai tenaga pendidik, menurut (Rahman, 2. Proses pemahaman siswa terhadap pembelajaran di bekali oleh guru yang memiliki kompetensi dalam perannya sebagai seorang pendidik, tidak bisa dipungkiri keberadaan guru dalam dunia pendidikan memiliki tanggung jawab yang berat dengan sederet tuntutan yang lengkap, seorang guru pada hakikatnya menjadi penyampai ilmu pengetahuan serta menjadi fasilitator, pembimbing, dan pendidik yang mampu menselaraskan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Dalam kontek pendidikan anak usia dini peran guru bukan hanya sekedar menjadi tenaga pendidik namum harus mampu menjadi orang tua dari peserta didik tersebut. Sehingga dalam melakukan proses belajar mengajar secara naluria seorang guru akan memberikan pendidikan terbaik dan selalu memperbaharui ilmu pengetahuannya guna memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didiknya. Dalam kasus yang lain kendala juga hadir dari sisi sumber daya media dan bahan cerita, ketika metode bercerita di terapkan di lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di daerah perkotaan tentu tidak terlalu menimbulkan masalah besar namun ketika metode bercerita berbasis islami di terapkan di daerah perkampungan atau jauh dari perkotaan maka akan menjadi kedala besar karena keterbatasan sumber buku berbasis islami dan juga relevan untuk di ajarkan kepada anak akan sangat sulit di temukan, jika merujuk kepada kemajuan teknolgi saat ini tentu alasan tersebut tidak relevan karena seorang guru bisa mengases lebih banyak buku baik secara komersial maupun secara geratis, namun kembali lagi kepada sistem yang harus diperhatikan juga, pekerjaan guru bukan hanya hunting buku namun tugas utama guru adalah mengajar dan mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pendidik. Dan yang menjadi kendala juga hadir dari factor faktor lembaga dalam penerapan metode bercerita Islami umumnya berkaitan dengan kurangnya dukungan struktural dari institusi pendidikan anak usia dini. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan sarana dan prasarana, seperti minimnya ketersediaan buku cerita Islami berkualitas, media pembelajaran yang variatif, serta fasilitas pendukung yang dapat menciptakan suasana bercerita lebih menarik dan interaktif. Selain itu, lemahnya program pelatihan khusus bagi guru juga menjadi kendala, karena tidak semua pendidik memiliki keterampilan bercerita yang efektif, baik dari segi intonasi, ekspresi, maupun penggunaan media. Padatnya jadwal kegiatan di lembaga juga membuat alokasi waktu untuk bercerita Islami kurang maksimal, sehingga metode ini sering ditempatkan sebagai kegiatan tambahan, bukan sebagai strategi utama dalam pembelajaran. Dukungan kebijakan internal yang masih terbatas serta kurangnya kolaborasi antara lembaga dengan orang tua semakin memperkuat Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt kendala ini, karena proses penguatan bahasa dan nilai Islami anak tidak berjalan konsisten di rumah. Dengan demikian, peran lembaga sebagai penyedia fasilitas, penggerak kebijakan, dan fasilitator kolaborasi menjadi kunci dalam mengatasi kendala penerapan metode bercerita Islami. Kendala-kendala tersebut juga terjadi di TK IT AL Zidan kampung Wih Sagi Indah Kecamatan silih Nara Kabupaten Aceh Tengah, buku cerita berbasis islam salah satunya, apara guru harus memesannya dari platform tertentu tentu dengan harga yang berbeda jika buku tersebut ada di toko buku terdekat, kemudian efesiensi waktu dimana banyak kegiatan yang harus dijalankan susia dengan aturan yang telah di tetapkan oleh lembaga. Upaya Guru dalam Mengatasi Kendala Penerapan Bercerita Islami Dalam menghadapi berbagai kendala penerapan metode bercerita Islami, guru di lembaga pendidikan anak usia dini dituntut untuk memiliki kreativitas, strategi, dan ketekunan yang tinggi, di era teknologi dedikasi seorang guru manjadi modal utama, seorang guru tidak bisa terus menerus menunggu adanya program pengembangan diri dari pihak ekternal namun harus ada keinginan diri untuk meningkatkan kompetensi diri dari dalam diri sendiri . Menurut (Rahman, 2. Meningkatkan kompetensi guru adalah hak yang dimiliki oleh setiap pendidik, yang meliputi pengembangan sikap, tindakan, keterampilan, dan kemampuan mereka dalam menjalankan peran sebagai tenaga pengajar. Sejalan dengan pendapat (Razaqna & Putra, 2. Setiap daerah dituntut menciptakan pendidikan yang bisa meningkatkan kualitas SDM-nya sesuai dengan kebutuhan Begitu juga yang dilakukan oleh TK IT AL Zidan kampung Wih Sagi Indah Kecamatan silih Nara Kabupaten Aceh Tengah, stiap guru dituntut untuk melakukan strategi pengaturan waktu pembelajaran dengan menyisipkan kegiatan bercerita Islami ke dalam berbagai mata pelajaran, sehingga meskipun jadwal padat, anak tetap memperoleh stimulasi bahasa dan nilai Islami secara konsisten. Para guru di TK IT AL Zidan juga berupaya membangun kolaborasi dengan orang tua, dengan membagun komunikasi yang holistic untuk mendorong orang tua wali untuk kebiasaan bercerita melalui buku cerita berbasis Islami di rumah, sehingga pesan moral dan pengembangan bahasa anak semakin kuat, sedangkan di lingkungan sekolah para guru melakukan pendekatan personal kepada anak yang kurang aktif atau pemalu, dengan cara bertanya setiap kali berjumpa dengan murid tersebut, lebih sering melakukan intreraksi interpersonal dan memberikan kesempatan berbicara dalam kelompok kecil sebelum tampil di depan kelas. Upaya-upaya TK IT AL Zidan menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai keterbatasan, peran guru tetap menjadi faktor kunci keberhasilan metode bercerita Islami, dengan kreativitas guru, adaptasi, serta komitmen tinggi, guru dapat mengatasi kendala yang muncul dan memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya menumbuhkan keterampilan bahasa anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islami sejak usia dini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa integrasi pendidikan Islam melalui metode bercerita Islami memiliki urgensi besar dalam mengembangkan bahasa anak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 129 - 139 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Metode ini terbukti efektif dalam memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan reseptif . endengar dan memaham. serta ekspresif . erbicara dan menyampaikan gagasa. , serta menumbuhkan kepercayaan diri anak dalam Selain itu, kisah-kisah Islami yang sarat nilai moral, akhlak, dan keteladanan menjadi sarana strategis untuk membentuk karakter religius sejak masa golden age, yaitu periode kritis perkembangan anak. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam teknik bercerita, kurangnya media pendukung yang sesuai, serta minimnya dukungan lembaga pendidikan dalam penyediaan sarana dan pelatihan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya peningkatan kapasitas guru, bagaimana kreativitas seorang dalam mengemas cerita Islami, serta dukungan institusi dan orang tua menjadi sayarat utama dalam menetapkan keberhasilan pendidikan begitu juga dengan metode bercerita berbasis islami harus padu dengan konsep intitusional, dalam penelitian ini menegaskan bahwa metode bercerita Islami tidak hanya berfungsi sebagai strategi pembelajaran bahasa, dan berbicara tetapi juga sebagai media internalisasi nilai Islam yang relevan dengan tantangan pendidikan anak usia dini di era modern. DAFTAR PUSTAKA