Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Dampak Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Laju Kemiskinan Di Indonesia: Analisis Sobel Test Galih Wisnu Wardhana1. Yenni Khristiana2 Fakultas Ilmu Komputer, 2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharma AUB Surakarta Email: 1gwisnu1@gmail. com, 2yenni. kristi@stie-aub. Abstrak Kemiskinan dapat diakibatkan oleh beberapa keadaan ,termasuk kondisi ekonomi dan lingkungan yang disebabkan oleh kelangkaan sumber daya alam,kekurangan manusia dan sumber daya lainya yang membuat produksi relatif rendah dan tidak mampu memberikan kontribusi untuk pengentasan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh indeks pertumbuhan manusia . , pengangguran, terhadap kemiskinan di indonesia, serta konsumsi energy sebagai variable mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh provinsi di indonesia yang berjumlah 38 provinsi. Metode yang digunakan dalam penarikan sampel ini adalah sampling jenuh atau sensus, maka penulis mengambil 100% jumlah populasi yang ada yaitu sebanyak 38 provinsi di Indonesia. Hasil uji mediasi dengan uji sobel menemukan bahwa tidak ada efek mediasi dari konsumsi listrik di hubungan antara indeks pembangunan manusia dan pengangguran. Artinya konsumsi listrik kurang mampu menjembatani indeks pertumbuhan manusia dan pengangguran di indonesia. Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia. Pengangguran. Laju Kemiskinan. Pertumbuhan Ekonomi. Uji Sobel Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor empat didunia . Jumlah penduduk merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kemiskinan. Penduduk berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar akibat dari pembangunan manusia yang mlebihi produksi produk ,menyebabkan tingginya angka Sumber daya bumi tidak dapat mengimbangi kebutuhan populasi yang terus bertambah ,akibatnya keebutuhan manusia yang bersifat tidak terbatas berbanding terbalik dengan jumlah sumber daya alam yang digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan manusia yang bersifat terbatas ,hal ini mendorong manusia untuk mendekati garis kemiskinan karena persaingan yang cukup ketat dalam memenuhi kebutuhan hal ini dikemukakan oleh Teori Malthus dalam Skuosen . Syechalad, & Hamzah, 2. Tabel 1. Data Distribusi Penduduk Indonesia Berdasarkan Wilayah Tahun 2020 Wilayah Persentase Penduduk Indonesia Pulau Jawa 56,10% Pulau Sumatera 21,68% Pulau Sulawesi 7,36% Pulau Kalimantan 6,15% Bali Dan Nusa Tenggara 5,54% Maluku Dan Papua 3,17% Sumber: https://w. Pembangunan adalah tujuan dari suatu negara, dimana negara tersebut semakin maju ketika ada peningkatan pada pembangunannya. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, diharapkan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi mampu mengurangi pengangguran ataupun kemiskinan yang ada (Rustam 2. Selain pertumbuhan ekonomi salah satu aspek yang digunakan untuk melihat kinerja pembangunan ekonomi adalah seberapa besar efektifitas penggunaan sumber daya yang tersedia (Yacoub 2. Kemiskinan sendiri pada negara berkeembang merupakan masalah yang cukup rumit meskipun beberapa negara berkembang telah berhasil melaksanakan pembangunan dalam hal produksi dan pendapatan nasional (Sartika et al. Laju pertumbuhan ekonomi Di Indonesia saat ini bisa dilihat dari Gambar 1. 1, terlihat masih banyaknya provinsi di Indonesia yang masih dibawah nilai nasional oleh karna itu dapat menjadi acuan pemerintah untuk dapat menangani kemiskinan di Indonesia untuk saat ini. Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Gambar 1. 1 Laju Pertumbuhan Ekonomi Triwulan i Tahun 2022 Sumber: simreg. Pembangunan ekonomi Indonesia saat ini dirasa masih kurang efektif dalam menangani masalah kemiskinan yang ada. Hal tersebut terlihat dalam laporan BPS pada bulan september 2016 bahwa presentase penduduk miskin perkotaan turun dari 7,79% menjadi 7,73% sementara pada daerah perdesaan turun dari 14,11% menjadi 13,96%. Namun meskipun demikian jumlah penduduk miskin perkotaan naik sebesar 0. 15 juta orang. Selain itu masih adanya provinsi yang memiliki presentase kemiskinan diatas presentase nasional. Hal tersebut menandakan bahwa masih adanya angka kemiskinan yang tinggi yang terjadi pada daerah provinsi yang ada di Indonesia. Menurut data dalam w. com Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dihadapkan dengan masalah kemiskinan. BAPPENAS . mendefinisikan Kemiskinan merupakan keadaan dimana sesorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi hak Aehak dasarnya untuk memepertahankan serta mengembangkan kehidupan yang bermartabat . Kemiskinan adalah masalah umum yang telah berlangsung lama tanpa ditemukan solusi yang tepat. Besarnya kemiskinan di suatu negara atau daerah merupakan cerminan langsung dari tingginya tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh warga negaranya. Masalah kemiskinan di Indonesia tidak bisa diabaikan begitu saja karena tampaknya tidak kunjung menurun. Kemiskinan dapat diakibatkan oleh beberapa keadaan ,termasuk kondisi ekonomi dan lingkungan yang disebabkan oleh kelangkaan sumber daya alam,kekurangan manusia dan sumber daya lainya yang membuat produksi relatif rendah dan tidak mampu memberikan kontribusi untuk pengentasan kemiskinan. Pembangunan yang tidak merata biasanya disebabkan oleh kondisi struktural dan sosial,diikuti oleh kondisi budaya yang dibawa oleh perilaku seseorang yang memuat mereka merasa cukup dan membuat mereka tetap berada dilingkaran kemiskinan . Jika dilihat dari segi ekonomi ada beberapa penyeab terjadinya kemiskinan ,yaitu rendahnya pendapatan ,keterbatasan lapangan pekerjaan,rendahnya pertumbuhan ekonomi ,rendahnya tingkat pendidikan ,rendahnya indeks pembangunan manusia serta meningkatnya jumlah inflasi . Kondisi kemiskinan suatu negara atau daerah juga merupakan cerminan dari tingkat kesejahteraan penduduk yang tinggal pada negara/daerah tersebut (Christianto, 2. Indonesia adalah negara yang tergolong masih berkembang dan kemiskinan merupakan masalah yang masih menjadi perhatian. Pratama ( 2. mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara berkembang yang sudah berumur 57 tahun, masih mengalami masalah kemiskinana sebesar 24% jika angka kemiskinan di bawah 1$US dari 240 juta jiwa. Namun, jika angka kemiskinan menggunakan standart hidup dibawah 2$ maka angka kemiskinan tersebut melonjak menjadi 35%. Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Gambar 1. 2 Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Maret 2022 Sumber: simreg. Meskipun garis kemiskinan meningkat seiring meningkatnya ancaman ekonomi, kemiskinan di Indonesia semakin mennurun. Strategi pemerintah Indonesia dalam pengentasan kemiskinan melalui berbagai cara ,yaitu yang pertama dengan cara melindungi suatu kelompok atau keluarga yang mengalami kemiskinan sementara,kemudian yang kedua yaitu dengan cara membantu masyarakat yang mengalami kemiskinan kronis dengan cara memberdayakan serta mencegah terjadinya kemiskinan baru. Strategi pemerintah tersebut dipraktikan kedalam 3 program yaitu . penyediaan kebutuhan bahan pokok . pengembangan system jaminan sosial . pengembangan budaya usaha . Adapun beberapa program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan yaitu ada Program Keluarga Harapan (PKH),Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesma. dan beberapa program bantuan pendidikan. Beberapa program pemeritah tersebut belum berjalan dengan optimal, dikarenakan banyaknya pihak pemerintah yang lebih mementingkan pembangunan di ibu kota yang notabenya tingkat kemiskinanya lebih mudah terlihat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan pengukur capaian pembngunan manusia dengan berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. IPM sebagai ukuran kualitas hidup mencakup 3 dimensi . Dimensi tersebut antara lain aitu mencakup tentang umur panjang dan sehat,pengetauan serta kehidupan yang Menurut (Mulyadi:2. dengan adanya investasi pada setiap dimensi tersebut maka akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi juga kualitas orang tersebut, terutama dalam hal pekerjaan. Ketika kualitas pekerjaan seseorang bagus maka akan mendapatkan upah yang tinggi. Semakin Tinggi Indeks pembangunan Manusia (IPM) maka semakin rendah tingkat kemiskinanya (Izzah & Hendarti, 2. Pada tahun 2019, inflasi yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah sebesar 2,81% . lebih rendah 0,01 basis poin dibandingkan tahun 2018 yang tercatat di angka 2,82% . Dengan demikian pencapaian inflasi di Jateng juga jauh lebih baik dibandingkan inflasi tahun 2017 yang tercatat 3,71 persen. Dengan tingkat inflasi yang lebih rendah, menunjukan perekonomian Jawa Tengah lebih efisien dan berdaya Peningkatan IPM Jawa Tengah tahun 2021 didukung oleh peningkatan semua komponen penyusunnya. Pada 2020 pandemi COVID-19 menyebabkan perlambatan pertumbuhan IPM yang disebabkan oleh penurunan pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Pada tahun 2021, pengeluaran per kapita telah merangkak naik 0,95 persen dibanding tahun 2020. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah tahun 2021 sebesar 72,16 tumbuh 0,40 persen . eningkat 0,29 poi. Pemetaan IPM di Indonesia dapat dilihat pada gambar 1. Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Gambar 1. 3 Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2022 Sumber: simreg. Menurut Yanuar . pengangguran adalah keadaan di mana angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tapi belum mendapatkannya. Pengangguran dapat menyebabkan hilangnya atau berkurangnya keterampilan dan pengangguran menimbulkan ketidakstabilan ekonomi dan politik (Nanga, 2005 dalamAristina, 2. (Br Sembiring & Simanjuntak, 2. Ketika tingkat pengangguran naik maka tingkat kemiskinan juga akan naik begitupula sebaliknya jika tingkat pengangguran turun maka tingkat kemiskinan juga akan turun. Pengangguran terjadi karena pertumbuhan angkatan tenaga kerja lebih tinggi dari pertumbuhan lapangan pekerjaan yang ada. Dalam sudut pandang makro ekonomi, pengangguran yang tinggi merupakan masalah bagi suatu perekonomian daerah atau negara. Fenomena makro ekonomi tersebut,seperti yang telah dijelaskan diatas menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat dan pemerintah. Semua faktor tersebut dapat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi mayarakat dan mempengaruhi pemerintah dalam pengambilan kebijakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat dan dilaksanakan secara terpadu. Tinjauan Pustaka Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran (BPS). Kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara. Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu indikator dalam mengatasi masalah kemiskinan, dimana pertumbuhan ekonomi merupakan konsep dari pembangunan ekonomi (Atalay 2. Berbagai studi empiris yang telah ada menunjukkan bahwa harapan pembangunan ekonomi adalah untuk membawa perbaikan ekonomi, seperti pengentasan kemiskinan, standart pendidikan yang lebih baik atau perbaikan kesehatan (Cremin & Nakabugo 2. Hall dan Midgley . Syechalad, & Hamzah, 2. mendefinisikan kemiskinan adalah sebagai kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standarkehidupan yang layak atau kondisi dimana individu mengalami deprivasi relatifdibandingkan individu yang lainya dalam Menurut Suparlan . 4: . Syechalad, & Hamzah, 2. mengemukakan bahwa sekurang-kurangnya ada pendekatan untuk memberikan pengertian tentang kemiskinan. Pendekatan pertama adalah pendekatan absolut yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan fisik minimumyang harus dipenuhi seseorang atau keluarga agar dapat melangsungkan hidupnya padataraf yang lebih layak. Pendekatan kedua adalah pendekatan relatif dimana kemiskinan ditentukan berdasarkan taraf hidup relatif dalam masyarakat. Untuk mengukur kemiskinan. BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar . asic needs approac. Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dengan batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $2/hari. "Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001. Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pertumbuhan ekonomi sendiri dapat menjadi kekuatan pendorong untuk menghasilkan kekayaan yang nantinya akan menetes kebawah untuk memberantas kemiskinan dan semua masalah yang menyertainya (Cremin & Nakabugo 2. Pendidikan merupakan investasi yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Mendidik anak-anak miskin memiliki peluang yang tinggi untuk membawa mereka keluar dari kemiskinan (World Ban. Salah satu indikator pendidikan dapat dilihat dari tingkat IPM. IPM merupakan indeks komprehensif sebagai ciri tingkat pembangunan manusi disuatu daerah atau negara yang diukur dari tingkat pendidikan, kesehatan dan umur panjang, serta pendapatan (Yakunina RP & Bychkov GA 2. IPM menurut BPS ada tiga dimensi yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup yang layak. Menurut BPS . Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan ukuran capaian pembangunan berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Secara umum IPM berhubungan negatif dengan tingkat Artinya semakin tinggi IPM maka semakin rendah tingkat kemiskinan . Sedangkan hubungan IPM dengan kondisi ekonomi pada umumnya juga berhubungan positif. Artinya semakin tinggi tingkat ekonomi maka semakin tinggi juga tingkat IPM. Konsep IPM pertama kali dipublikasikan oleh United Nations Development Programme (UNDP) melalui Human Development Report pada tahun 1996,yang kmeudian berlanjut pada setiap Dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa pembangunan manusia dapat diartikan sebagai Aua process of enlarging peopleAos choiceAy atau proses yang meningatkan aspek kehidupan mayarakat. Aspek yang yang dapat dilihat yaitu usia yang panjang daan hidup yang sehat ,tingkat pendidikan yang memadai ,dan standar hidup yang Secara spesifik UNDP menetapkan 4 elemen utama dalam pembangunan manusia ,yaitu produktivitas . ,pemerataan . , keberlanjutan . serta pemberdayaan . (Dharmmayukti. Rostinsulu, & Niode, 2. Pengangguran Mankiw . alam Khairil, 2. mengatakan bahwa pengangguran merupakan permasalahan makro ekonomi yang mempengaruhi masyarakat secara langsung dan menjadi masalah yang paling berat. (Br Sembiring & Simanjuntak, 2. Menurut Sukirno . 0: . alam Khairil, 2. Pengangguran ialah masyarakat yang sudah masuk kedalam usia produktif atau usia kerja dan tergolong sebagai angkatan kerja namun tidak memiliki pekerjaan, kehilangan pekerjaan dan sedang mencari kerja. Pengangguran menurut Sri Hermuningsih dikutip dari Deni Tisna. Aupengangguran di definisikan sebagai ketidakmampuan angkatan kerja . abor forc. untuk memperoleh pekerjaan sesuai yang mereka butuhkan dan mereka inginkanAy. (Br Sembiring & Simanjuntak, 2. Menurut BPS Tingkat pengangguran terbuka adalah persentasejumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja . tahun ke ata. yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan penggangguran. Pengangguran yaitu: . penduduk yang aktif mencari pekerjaan, . penduduk yang sedang mempersiapkan usaha/pekerjaan baru, . penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, . kelompok penduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. ttps://w. Konsumsi Energi Subsidi Menurut Oxford Advanced Learners Dictionary . dalam penelitian (Chinyere & Ani Casimir 2. subsidi adalah: Authe money that is paid by a government or organization to reduce the cost of services or of producing goods so that their prices can be kept lowAy. Makna dari kalimat uang yang dibayarkan oleh pemerintah atau organisasi untuk mengurangi biaya layanan atau memproduksi barang sehingga harganya dapat tetap rendah Subsidi pertama kali di implementasikan di Inggris pada masa kekuasaan Raja Charles II. Setelah itu subsidi baru berkembang pada abad 20 dan banyak program-program subsidi yang bisa memecahkan persoalan pemerintah terutama dalam anggaran keuanggan. Subsidi menurut Todaro dan Smith . 3: . adalah ketika pemerintah melakukan sebuah pembayaran kepada produsen ataupun distributor yang berada pada sebuah indutri dengan tujuan untuk menjaga kualitas kinerja dalam sebuah indutri yang berkaitan agar tidak sampai terjadi penurunan. Rudi Handoko dan Pandu Patriadi telah mengutip buku yang berjudul Contemporary Economics yang ditulis oleh Milton H. Spencer dan Orley M. Amos. Jr dimana telah dijelaskan bahwa subsidi merupakan suatu bentuk pembayaran oleh pemerintah kepada perusahaan produksi yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas suatu produk dengan harga hasil produksi yang lebih murah dan membayar kepada rumah tangga konsumen agar mampu menambah jumlah barang atau jasa yang dibeli dan digunakan. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari 2 sumber yaitu id dan https://simreg. Periode waktu yang digunakan selama tiga tahun yaitu 2019- ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Adapun teknik pengumpulan data dilakukan secara dokumentasi yakni berdasarkan pengamatan terhadap kajian literatur, buku-buku, dan jurnal Ae jurnal acuan. Alat analisis yang digunakan adalah regresi sobel test. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan melalui suatu variabel mediasi secara signifikan. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh Provinsi Di Indonesia yang berjumlah 38 Provinsi. Metode yang digunakan dalam penarikan sampel ini adalah sampling jenuh atau sensus. Pengertian sampling jenuh atau sensus menurut Sugiyono . AuSampling jenuh atau sensus adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain sampling jenuh adalah sensus. Ay (Putri & Nyoman, 2. , maka penulis mengambil 100% jumlah populasi yang ada. Gambar 3. Kerangka Penelitian UJI SOBEL IPM (X. KONSUMSI ENERGI (Y) KEMISKINAN (Z) PENGANGGURAN (X. Hasil dan Pembahasan Hasil dari olahdata ada beberapa outlier yang tidak digunakan yaitu Provinsi Aceh dan Maluku dikarenakan data yang tidak memenuhi prasyarat dalam pengeloahan data, sehingga total data yang digunakan adalah 32 provinsi Di Indonesia. Uji variabel 32 Provinsi dinyatakan normal. Tabel. 1 Uji Normalitas Tanpa Variabel Z (Kemiskina. Hubungan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Kemiskinan dimediasi oleh konsumsi energi (X1 terhadap Z melalui Y) Tabel 4. Uji Regresi Linier Berganda Tanpa Variabel Kemiskinan Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Didapatkan hasil bahwa variabel IPM memilili nilai positif namun tidak signifikan terhadap konsumsi Sedangkan variabel pengangguran bernilai positif dan signifikan terhadap konsumsi energi. Ini menandakan bahwa kedua varibel mempunyai hubungan searah yaitu ketika angka pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran naik maka Akan menaikkan Konsumsi Energi di Indonesia, terutama untuk variabel Penganguran yang memiliki hubungan signifikan terhadap Konsumsi Energi di Indonesia. Sedangkan pada variael Indek Pembanguanan Manusia terhadap Kemiskinan dimediasi oleh konsumsi energi (X1 terhadap Z melalui Y) didapatkan nilai sebagai berikut : Tabel 4. 3 Pengaruh IPM Terhadap Pengangguran Dimediasi Oleh Konsumsi Energi X1 Ie Z P1 = -3,258 SP1 = 11,997 X1 Ie Y P2 = 232,760 SP2 = 593,165 YIeZ P3 = 0,845 SP3 = 0,436 Pengaruh Tidak Langsung = P2 x P3 = 232,760 x 0,845 = 196,6822 = 196,682 Hasil Perhitungan melalui uji sobel Sp2p3 = Oo P32Sp22 P22SP32 SP22SP32 Sp2p3 = Oo . 2 Sp2p3 =Oo. ,714025 ycu 351. 844,71. 177,2176 ycu 0,190. 844,71725 ycu 0,190. Sp2p3 =Oo251. 225,92423443 10. 298,872356889 66. 884,273370356 Sp2p3 =Oo328. 409,06996167 Sp2p3 = 573,070 Berdasarkan hasil uji sobel tersebut, maka dapat dihitung nilai t hitung menggunakan penghitungan uji statistik t ycy2ycy3 196,682 = 0,343 573,070 Berdasarkan hasil penghitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara Indeks Pembangunan Manusia terhadap kemiskinan dimediasi oleh konsumsi energi. Hal ini dapat dilihat dari hasil penghitungan t hitung sebesar 0,343 dan kurang dari t tabel sebesar 1. ,343 < 1,69. sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Hubungan Pengangguran terhadap kemiskinan dimediasi oleh konsumsi energi (X2 terhadap Z melalui Y) Tabel 4. Uji Regresi Linier Berganda Dengan Variabel Kemiskinan Didapatkan hasil bahwa variabel IPM memiliki nilai negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan melalui variabel mediasi konsumsi energy, demikian juga dengan variabel pengangguran melalui mediasi konsumsi energi bernilai negatif namun signifikan terhadap variabel kemiskinan di Indonesia. Demikian juga dengan variabel konsumsi Energi bernilai positif namun tidak signifikan terhadap variabel kemiskinan di Indonesia. Tabel 4. 5 Pengaruh Pengangguran Terhadap Kemiskinan Dimediasi Konsumsi Energi X2 Ie Z P1 = -5. SP1 = 1. X2 Ie Y P2 = 3. 564,043 SP2 = 1. 153,579 YIeZ P3 = 0,845 SP3 = 0,436 Pengaruh Tidak Langsung = P2 x P3 = 3. 564,043 x 0,845 = 3. 011,616335 = 3. 011,616 Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Hasil Perhitungan uji sobel Sp2p3 = Oo P32Sp22 P22SP32 SP22SP32 Sp2p3 = Oo . Sp2p3 = Oo. ,714025 ycu 1. 774,509. 402,505849 ycu 0,190. 774,509241 ycu 0,190. Sp2p3 =Oo950. 206,26896080 2. 675,9067518 252. 974,91110867 Sp2p3 =Oo3. 857,0868212 Sp2p3 = 1. 902,066 Berdasarkan hasil uji sobel tersebut, maka dapat dihitung nilai t hitung menggunakan penghitungan uji statistik t ycy2ycy3 011,616 = 1,583 902,066 Berdasarkan hasil penghitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara pengangguran terhadap kemiskinan dimediasi oleh konsumsi energi. Hal ini dapat dilihat dari hasil penghitungan t hitung sebesar 1,583 dan kurang dari t tabel sebesar 1. ,583 < 1,69. sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan dan implikasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil regresi tanpa variabel kemiskinan menunjukkan variabel IPM memilili nilai positif namun tidak signifikan terhadap konsumsi energi. Sedangkan variabel pengangguran bernilai positif dan signifikan terhadap konsumsi energi. Ini menandakan bahwa kedua varibel mempunyai hubungan searah yaitu ketika angka pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran naik maka akan menaikkan Konsumsi Energi di Indonesia, terutama untuk variabel Penganguran yang memiliki hubungan signifikan terhadap Konsumsi Energi di Indonesia. Hasil regresi dengan variabel kemiskinan bahwa variabel Indeks Pembangunan Manusia (Zuhdiyaty & Kaluge, 2. (Xia. Murshed. Khan. Chen, & Ferraz, 2. (Deressa & M. K, 2. memiliki nilai negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan melalui variabel mediasi konsumsi energi, demikian juga dengan variabel pengangguran melalui mediasi konsumsi energi bernilai negatif namun signifikan terhadap variabel kemiskinan di Indonesia. Demikian juga dengan variabel konsumsi Energi bernilai positif namun tidak signifikan terhadap variabel kemiskinan di Indonesia. Hasil uji mediasi dengan uji sobel menemukan bahwa tidak ada efek mediasi dari konsumsi listrik di hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran. Artinya konsumsi listrik kurang mampu menjembatani Indeks Pertumbuhan Manusia dan Pengangguran di Indonesia di karenakan di Negara berkembang berbeda dengan di Negara maju bahwa konsumsi energy lebih pada penggunaan untuk industry besar sehingga saat industry besar maju ada harapan untuk menambah jumlah tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan, hasil ini tidak sejalan dengan penelitian . ewaherilla, 2. dan (Xia. Murshed. Khan. Chen, & Ferraz, 2. Temuan memiliki implikasi teoritis tentang hubungan antara Indeks Pembangunana Manusia, pengangguran, konsumsi energi dan kawasan pertumbuhan ekonomi yang lebih mungkin untuk menarik domestik dan penanaman modal asing di suatu daerah. Pemerintah dapat melihat zona pertumbuhan ekonomi berdasarkan provinsi dan dapat menginstalasi energy agar tidak hanya di konsumsi olah masyarakat namun dapat digunakan untuk industry-industri agar berkembang sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran di Indonesia. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Ini studi tidak menganalisis secara mendalam secara longitudinal mengenai hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia. Pengangguran. Konsumsi Energi dan Kemiskian di Indonesia. Penelitian ini hanya mengkaji 3 Tahun yaitu 2019-2021 . Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperbaharui analisis dengan menambahkan jangka waktu yang lebih lama dalam memeriksa peran Indeks Pembangunan Manusia. Pengangguran dalam pekerjaan dan industrialisasi. Selanjutnya penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguraikan secara empiris hubungan modal rumah tangga untuk pembentukan elektrifikasi untuk sektor industri. Daftar Pustaka