Kajian Form And Style Teori Bordwell pada Karya Film Pendek Bertema Budaya Minang Choiru Pradhono ndikpradhono@gmail. Institut Seni Indonesia Padangpanjang ARTIKEL Diterima: 1 Maret 2021 Direvisi: 3 Mei 2021 Disetujui: 21 Mei 2021 ABSTRACT Films are audio-visual media that are very effective in conveying information to the wider community in a distinctive way of telling. According to David Bordwell, film telling uses two main elements, namely form and style. Through a qualitative method with data collection techniques, observation, literature study and textual analysis of films with a Minangkabau cultural background which has its own way of conveying messages and information. In terms of phenomena, films are very effective as a medium for cultural diplomacy both to domestic and foreign audiences. So that the film is actually formed from the vision of the story and the ideas behind it and in its own way becomes a medium of communication. Keywords: Film, form and style, culture. Minangkabau. ABSTRAK Film adalah media audio visual yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas dengan cara bertutur yang khas. Penuturan film menurut David Bordwell menggunakan dua unsur utama yaitu form dan style. Pengkajian ini dilakukan dengan metode kualintatif melalui teknik pengumpulan data, observasi, studi Pustaka, dan analisis tekstual film dengan latar belakang budaya Minangkabau yang memiliki cara sendiri dalam menyampaikan pesan dan informasi. Hasil pengkajian menyatakan, secara fenomena, film sangat efektif menjadi media untuk melakukan diplomasi budaya baik terhadap khalayak dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, film sesungguhnya terbentuk dari visi cerita dan gagasan yang melatar belakanginya dan dengan caranya sendiri menjadi media komunikasi. Kata kunci: Film, form and style, budaya. Minangkabau. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 PENDAHULUAN dan bentuk penuturan alternatif sehingga Pembagian film menurut David hadirlah kemudian istilah film pendek. Bordwell dapat diklasifikasi menjadi tiga Gotot prakosa dalam bukunya film ping- bentuk lainya selain film fiksi, yaitu. giran menegaskan bahwa Film pendek dokumenter, film animasi dan film eks- adalah media pembebasan, mesin dipakai Pembagian ini didasarkan dari sebagai alat untuk mengungkapkan ber- cara pembuatannya dan bagaimana hasil- bagai rasa pembuatnya (Prakosa, 1997. nya setelah menjadi tontonan. Pernyataan itu kemudian yang banyak Documentary films, as their name implies, record some aspect of the real world. They are distinguished from fiction films because we assume theyAore making factual claims. effect, theyAore saying. AuThis actually happened, and what IAom telling you is true. Ay Another particular kind of filmmaking is termed experimental. Such films play with film form and conventions in ways that challenge audience expectations and provide unusual emotional and intellectual Finally, animated films are defined by the way they are made. Drawings, models, or other subjects are presented frame by frame to create illusory movements that never existed in front of the (Bordwell, 2017. dipedomani untuk menterjemahkan apa itu film pendek. Film pendek kebanyakan lahir dari berbagai komunitas-komunitas dan sekolah-sekolah sebagai bagian dari bentuk berekspresi, karena bukan hanya format durasinya yang lebih singkat tetapi juga pola bertuturnya yang berbeda. Film pendek selalu mencari bentuk-bentuk alternatif, tidak mengutamakan kepopuleran pemainnya, bahkan tidak menggunakan pola produksi yang rumit. Film pendek menjadi sangat dekat dengan para pembuat film dengan pembiayaan mandiri selain karena alasan finansial juga karena alasan idealisme dan kreatifitas pembuat- Klasifikasi ini dibedakan menurut Pejelasan tentang format film pendek pembentuknya dan kreativitas dalam me- ini ditegaskan Gotot Prakosa dalam buku nyampaikan informasinya. Film cerita Film Pinggiran, ia menyatakan bahwa akan terbangun dengan percampuran an- dunia film pendek tak akan mengenal star tara imajinasi dan representasi realita, film system, tak mengenal peraturan produksi dokumenter terbangun berdasarkan realita yang rumit, juga tak mengenal ballyhoo dan mengharamkan hadirnya imajinasi di yang besar dipajang di depan gedung dalamnya lalu film eksperimental terba- bioskop, dan nampaknya tak mengenal ngun dari bentuk-bentuk lain yang diang- kegelaouran (Prakosa, 1997. gap cara baru dalam menyampaikan infor- Tuntutan kreatif menggunakan me- masi sebagai bagian dari idealisme hasil dium film sebagai alat berkomunikasi da- pemikiran penciptanya Film cerita kemu- lam film pendek menjadi sebuah eksplo- dian dalam perkembangan sejarahnya rasi penting dalam berkarya. Kreativitas mulai hadir dengan format-format lain, untuk dapat menerjemahkan pandangan termasuk kaitannya dengan durasi film dan pemikiran personal sehingga menjadi Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. wujud ekspresi pribadi dalam menyam- (Sobur, 2001. Realitas kedua ini paikan sesuatu menjadi sesuatu yang mutlak harus dapat hadir dalam sebuah simbol-simbol yang dikodifikasikan sede- karya film pendek. Kreatifitas tidak sela- mikian rupa dan telah disepakati bersama. manya harus selalu menghadirkan keba- Proses kerja media inilah yang disebut ruan tetapi setidaknya menjadi perspektif sebagai representasi. Representasi meru- pemikiran baru pembuatnya, seperti yang pakan hasil dari proses seleksi saat ada disampaikan D. A Paransi . bagian tertentu dari realitas yang diton- bahwa kreativitas bisa merupakan pem- jolkan dan ada bagian lain yang diabaikan. bentukan pola baru dan kombinasi dari Ini berarti realitas yang ditampilkan dalam berbagai informasi yang berasal dari media termasuk film, tidak dapat utuh pengalaman lampau dan penerapan relasi- melainkan hanya sebagiannya saja yang relasi lama dalam situasi-situasi yang baru kemudian menjadi bentuk penerjemahan dengan korelasi-korelasi baru. dari interprestasi pembuatnya. Sebuah Film merupakan suatu medium kenyataan-kenyataan adalah proses kreatif diri manusia yang keseharian yang didramatisasi melalui aktual dalam menyelesaikan permasala- prinsip-prinsip sinematik dan naratif film. han-permasalahan yang dihadapinya, se- Kreatifitas dalam proses penciptaan film sudah hadir dari pertama ketika gagasan pengalaman secara individu atas dasar dari sebuah film itu ingin disampaikan. dorongan pribadinya sebagai manusia Isian atau pesan dari film berawal dari yang utuh memiliki daya berpikir selalu bagaimana pencipta karya film tersebut berproses menuju pencerahan spiritual memandang persoalan yang akan hadir dalam mencari makna kehidupan rohani- dalam filmnya. Proses awal dalam pen- annya yang terus-menerus dalam sepan- ciptaan ini menjadi eksplorasi kreatif da- jang hidup. Sebagai manusia kemudian lam produksi film-film pendek untuk aktivitas tersebut akan mendorongnya Film untuk mampu melakukan perubahan dan menjadi berfungsi sebagai cerminan pem- menciptakan sesuatu yang lebih baik dan dan ketika film itu lahir, ia lebih baru lagi, sebagai sarana pertemu- mewakili pemikiran manusia pada zaman- annya akal dan pikiran yang mencerahkan (Prakosa, 1997. serta juga menjadi sumber kreativitasnya. Keseharian menjadi bagian penting Kehidupan manusia tidak akan lepas dari dalam bertutur menggunakan media film, segala sesuatu yang lahir dari hasil keseharian menjadi representasi realitas. intelektualnya termasuk budaya, budaya Representasi seperti ini juga ditegaskan merupakan sebuah hasil responsif terha- oleh Croteau & Hoynes bahwa media da- dap sekelilingnya atau pola adaptasinya pat menampilkan ulang realitas sebagai terhadap sekitar. Asumsi dasar adaptasi secondhand-reality LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 berkembang dari pemahaman yang ber- minang adat akan tercermin dari segala sifat evolusionari yang senantiasa melihat tindak tanduk dan penampilannya, seperti bahwa manusia selalu berupaya untuk halnya bagaimana cara duduk, berdiri, menyesuaikan diri dengan lingkungan berbicara, berjalan, makan, minum, ber- sekitarnya ini di jelaskan juga oleh tamu, menyapa, hingga cara mengambil Hardestry yang menyatakan bahwa. keputusan dan sebagainya. Keseharian masyarakat minang kabau tidak terlepas Proses adaptasi dalam evolusi melibatkan seleksi genetik dan varian, budaya yang dianggap sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan Adaptasi merupakan juga suatu proses yang dinamik karena baik organisme maupun lingkungan sendiri tidak ada yang bersifat konstan atau bersifat tetap (Spardley, 2007. Aktivitas dari norma dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku, sesuatu hal yang dilakukan tidak berlaku ditengah masyarakat ini akan berdasarkan pada Auadat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullahAy atau dengan kata lain dasar segalanya akan mengacu kepada kitab Al-quran yang merupakan kitab suci agama islam, agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat di minang kabau. sesuai dengan lingkungan sekitarnya yang . di tengah masyarakat. Aturan-aturan yang Budaya kemudian akan berbeda-beda kebiasaan serta norma yang sudah berlaku bersama itu lalu menjadi sebuah budaya. Aturan tersebut selain berlandaskan pada kebenaran dan kebaikan berdasarkan kitab Lingkungan berdasarkan tempat suci Al-quran juga di dasarkan pada azas beradaptasinya tersebut kemudian menja- kebermanfaatan dengan mempertimbang- dikan bentuk keberagaman pola hidup dan kan empat hal yang disebut dengan istilah keseharian, termasuk pola hidup dan Aunan ampekAy yaitu. Alua. Patuik. Raso keseharian masyarakat di Minangkabau Pareso. atau budaya Minangkabau. Arti secara gramatikal kata alua . adalah kesesuaian dengan prosedur atau tata cara dan kelaziman dalam Kata patuki . adalah kepantasan atau kelaziman sesuatu yang terletak pada tempatnya. Kata Raso . yakni rasa kemanusiaan yang berpangkal pada budi baik, bersumber pada hati yang terletak di dada, sedangkan pareso . pencarian kebenaran yang berhubungan dengan kemampuan otak yang terletak di Petuah adat minang mengingatkan agar mempertemukan antara raso jo pareso, raso di bao naiak, pareso Makna adat di Minangkabau dapat diartikan sebagai peraturan hidup seharihari masyarakat minang. Kehidupan di minang kabau selalu berdasarkan pada kesepakatan aturan-aturan yang ada, lalu biasanya disebut dengan istilah adat, sehingga ada istilah jika hidup di minang kabau tidak patuh terhadap aturan akan disebut Auhidup tak beradatAy. Keseharian yang berpegang pada adat itulah kemudian menjadi identitas minang kabau sebagai sebuah masyarakat sosial. Bagi orang Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. dibao turun, sehingga keduanya bersinergi sebagai pengingat dan juga bahan (Arzul. 2014, . terlepas dari kemampuan para kreatornya dalam menerjemahkan pesan-pesan ke dalam film. Kemampuan melakukan penerjemahan dari gagasan tekstual lalu menjadi Keempat unsur tersebut menjadi bahasa visual yang mengandung makna pedoman untuk berprilaku bagi masyara- ini mutlak harus dipenuhi oleh seorang kat minang kabau sesuai dengan kelazi- sutradara sebagai nakhoda dalam sebuah Empat unsur yang dilandasi oleh proses penciptaan karya film, bahkan kitab suci Al-quran tersebut kemudian di- seorang sutradara dituntut memiliki kete- pahami sebagai pedoman dalam berbagai litian dalam merangkaikan berbagai ele- hal disendi kehidupan dalam bermasyara- men yang akan tampak di layar saat telah Di pedomani dalam struktur sosial, menjadi sebuah tontonan. dalam aktifitas kebersamaan maupun For movie directors can rephotograph people and objects until they get exactly what they want. As we have seen, films communicate primarily through moving images, and itAos the director who determines most of the visual elements: the choice of shots, angles, lighting effects, filters, optical effects, framing, composition, camera movements, and editing. Furthermore, the director usually authorizes the costume and set designs and the choice of locales. dalam berprilaku secara individu. Membicarakan masalah kebudayaan berarti membahas tentang manusia secara individu itu sendiri, karena pada dasarnya manusia itulah sebagai pemilik Tidak bisa di pungkiri setiap kebudayaan memuat pandangan tentang pengetahuan dan peranannya dalam kehidupan manusia, dan dengan pengetahuan manusia mampu mempertahankan, mengembangkan dan memperbaiki diri. Film Rangkaian visual dan suara yang dengan muatan budaya menjadi salah satu membangun jalan cerita merupakan cara cara untuk dapat melestarikan sekaligus film untuk bertutur. Mengacu pada unsur- menjadi pengetahuan untuk memperbaiki unsur pembentuk penuturan film dapat di- diri dalam kehidupan manusia. Film selain bagi menjadi 4 yaitu. sinematografi, mise menjadi tontonan bernilai hiburan akan en scene, editing, suara, keempat unsur menjadi artefak catatan kehidupan ber- inilah yang dipakai untuk menyampaikan bagai periode masa untuk melihat peris- pesan secara simbolis. tiwa-peristiwa keseharian yang dapat di- Sinematografi merupakan maknai sebagai cerminan budaya. yang terkait dengan masalah perekaman gambar dan penataan visual PEMBAHASAN untuk di sajikan ulang menjadi ben- Relasi Budaya dalam Form dan Style tuk representasi dari realita dalam Film Pendek sebuah pembingkaian. Penataan vi- Kekuatan film dalam memberikan sual tersebut mengacu pada besar efek dan dampak kepada masyarakat tidak LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 ukuran gambar yang bergatung Pilihan penyampaian pesan pada jarak antara subjek dan ka- sebagai penuturan cerita bergan- mera, tingkat kecerahan dan warna tung pada kualitas fotografis: ting- pada gambar, sudut pengambilan kat kecerahan, kecepatan gerak, dan gambar dan gerakan yang terekam variasi perspektif yang diciptakan atau saat proses perekaman yang oleh pemilihan panjang pendeknya lensa, terciptanya efek kedalaman Those options bear on photographic qualities: tonality, speed of motion, and the varieties of perspective created by lens lengths, depth of field, and special effects. The filmmaker can also reckon in the aspect ratio and decide how the image is framed. Other creative choices involve varying camera placementAithe angle, level, height, and distance at which we see the The filmmaker can decide to move the frame in a host of ways, and can choose to exploit the long take with or without camera (Bordwell . 2017, . bidang, dan efek-efek khusus lainnya. Pembuat film juga dapat memperhitungkan aspek rasio atau ukuran bidang pembingkaian dan juga memutuskan caranya gambar dibingkai. Penataan gambar juga memberikan pilihan kreatif lainnya yang melibatkan variasi penempatan kamera seperti sudut, level, tinggi, dan jarak di mana kita melihat subjeknya, serta penataan untuk memindahkan pembingkaian dengan berbagai cara, dan dapat memilih untuk menggunakan durasi perekaman yang lama atau sebantar dengan atau tanpa gerakan kamera dan sebagainya. Gambar 1. Penataan jarak kamera dengan subjek yangmenghasilkan dengan variasi ukuran gambar dalam sinematografi. (Sumber: Giannetti. Understanding Movie. Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. Gambar 2. Pemakaian lensa untuk memberikan perspektif dan efek kedalaman gambar dalam sinematografi. (Sumber: Giannetti. Understanding Movie. Gambar 3. Pemilihan angle kamera untuk mendapatkan efek visual bagi (Sumber: Giannetti. Understanding Movie. Mise en scene merupakan unsur Mise-en-scene can operate as part of penataan segala hal yang berada di narration, the unfolding of story depan kamera dan dapat dilihat How does it achieve oleh indra melalui sebuah pembing- this? Do the settings, lighting, kaian dalam komposisi pengambi- lan gambar. Metode yang diadopsi performance create curiosity, or dari kerja kreatif pertunjukan dra- suspense, or surprise? Do they ma teater ini juga digunakan dalam become motifs that weave their ways penyampaian pesan dan informasi through the entire film. dalam dunia film. Segala hal yang 2017, . dapat terlihat tersebut berupa acting dan staging/ blocking, setting dan Penjelasan David Bordwell di atas property, make up dan wardrobe, serta menegaskan bahwa mise-en-scene penataan cahaya. Semua unsur ter- dapat beroperasi sebagai bagian sebut dapat dimaksimalkan sebagai dari narasi, yaitu salah satu cara sebuah elemen untuk bertutur me- yang digunakan untuk menyam- lalui bahasa visual dengan mem- paikan informasi cerita. Bagaimana berikan makna-makna. cara mencapainya, adalah dengan LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 melakukan pengaturan, tata cahaya, akan menjadi motif untuk menjalin kostum, dan akting dan eksplorasi jalan cerita dan informasi melalui kreatif dalam menciptakan rasa film secara utuh. ingin tahu, menciptakan ketegangan, atau memberi kejutan. Hal ini Gambar 4. Penataan mise en scene dalam film sebagai informasi cerita. (Sumber: Bordwell. Film Art. Introdution. 2017, . space, and pictorial qualities in ways that shape the viewerAos experience of the film. (Bordwell. 2017, . Editing menjadi sebuah metode bagaimana rangkaian dari susunan gambar demi gambar dapat saling berkaitan tersusun dan memberikan Cara merangkai dengan be- Bordwell menjelaskan bagaimana berapa metode panyambungan ini editing secara sadar dapat menjadi dapat mepngaruhi makna bagi yang pilihan kreatif bagi para pembuat melihat sehingga persepsi akan film secara lebih lengkap untuk sebuah pesan dapat diciptakan mengeksplorasi tekniknya secara dengan menggunakan teknis-teknis Teknis dalam editing kinerja dalam penyambungan gam- akan dapat digunakan untuk me- nunjukan bagaimana memanipulasi Although everyone is somewhat aware of editing, we can understand the filmmakerAos creative choices more fully if we look at the technique editing allows the filmmaker to manipulate time, waktu, ruang, dan kualitas gambar dengan cara yang dapat membentuk pengalaman dari menonton film tersebut. Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. Gambar 5. Penyambungan gambar yang mampu menciptakan relasi Ruang dan waktu dengan manipulasi menggunakan metode editing. (Sumber: Bordwell. Film Art. Introdution. 2017, . stir an audience to shrieks with disgusting slurps, snaps, and AuSound is the biggest bang for your buck of anything in the movie business,Ay (Bordwell . Pemanfaatan suara sebagai sebuah cara untuk menyampaikan penuturan cerita dapat memungkinkan seorang perancang suara menciptakan dunia tanpa kita sadari. Peristiwa di dalam sebuah layar bagi kita mungkin hanya memper- Tanpa mengabaikan pentingnya di- lihatkan sesosok wajah cemas de- mensi interaksi kultural dan inter- ngan latar langit mendung, tapi saat aksi karya dalam medium film, itu kita bisa mendengar angin yang fokus pada dampak penataan unsur berhembus kencang, sirene polisi, film dapat memberikan informasi dan tangisan seorang anak. Pena- tentang budaya yang dipakai dalam taan seperti itu kemudian mencip- sebuah latar belakang cerita. Film takan sebuah ilusi dari sebuah si- sebagai sebuah medium penyampai tuasi bahaya. pesan juga menjadi fungsi secara This inclination lets sound designers create a world without our On the screen we may see merely an anxious face against a cloudy sky, but we may hear a fierce wind, a police siren, and a childAos Suddenly we conjure up a situation of danger. A low-budget horror film with awkward acting and unconvincing special effects can kultural sebagai artefak dari budaya atau kultur itu sendiri. Kaitan budaya yang akan di sampaikan secara informatif akan bersinergi penggunaan teknis memanfaatkan unsur-unsur pembentuk film yang terdiri dari form dan style. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 Form dan Style Film Pendek dan Nilai tetapi film ini memang sangat mengandalkan para pemain lokal yang sifatnya spontan, realis, dan sulit walau mungkin juga cukup banyak latihan bagi pemainnya yang semuanya berasal dari grup teater kampus STSI Padangpanjang. Budaya Minang Film-film pendek yang lahir dari para sineas di Sumatera Barat tidak seluruhnya memiliki perspektif kandungan nilai budaya lokal. Hal ini terlihat dari film-film yang masuk di beberapa Wilayah Keberadaan STSI Padangpanjang Sumatera Barat sendiri tidak ada setengah atau yang kini telah berubah menjadi ISI dari film yang masuk memiliki kandungan (Institut Seni Indonesi. Padangpanjang menjadi salah satu kantong seni di wilayah perspektif budaya Minangkabau. Film Sumatera Barat yang sekaligus menjadi pe- pendek yang lahir dari komunitas atau lestari budaya Minangkabau. Film-film film independent sesungguhnya memiliki yang dihasilkan pun hingga saat ini masih kebebasan yang lebih dalam berkreatifitas cenderung mengangkat tema dan konten- termasuk memilih sudut pandang cerita, konten kelokalan budaya Minangkabau seperti halnya film independent yang karena sebagai kampus visi utamanya memang melestarikan budaya lokal. Hal gerakan film independent di Sumatera inilah kemudian yang menjadi dasar untuk Barat pada tahun 2003 berjudul AuA Dogs penentuan film yang akan menjadi bahan LifeAy, film yang disutradarai oleh Jay Abi ini menjadi pemenang di Festival Film Minangkabau dalam sturktur bertutur Independent Indonesia (FFII) SCTV tahun melalui media film. Film tersebut adalah Film ini menjadi istimewa dan hasil produksi program tahunan Dies menjadi pembahasan kala itu karena Natalis di ISI Padangpanjang. Tiga judul perspektif budaya yang menjadi latar film produksi Prodi Televisi dan Film ini belakang ceritanya, yaitu budaya berburu adalah AuTapatiak CintoAy. Coki Duo NokangAy babi di Sumatera Barat. Perspektif budaya dan AuPanganaAy. Minang Minang yang diangkat sebagai cerita Menurut David Broadwel sebuah menjadi salah satu faktor yang membuat kreatifitas dalam penciptaan film fiksi film ini menjadi pemenang saat itu dan dapat dilihat dari 2 unsur pembentuknya, menyingkirkan 60 film lainnya. Gotot yaitu Form dan Style. Film . abungan Prakosa sebagai dewan juri saat itu men- antara form dan style yang memiliki aturan ceritakan proses penjurian itu di dalam tertentu dan menjadi sebuah bentu. bukunya yang berjudul Aufestival Film adalah sebuah total sistem, tidak mengenal IndependentAy (Prakosa, 2005, . bagian dalam dan bagian luar. Unsur- A dogs Life memiliki keunggulan masalah content yang sangat etnis, khas Indonesia, dalam hal ini Minangkabau, unsur pada naratif di dalam film memiliki suatu bentuk struktur yang mengarah pada struktur bercerita pada film yang Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. disebut sebagai form. Naratif atau cerita masyarakatnya bersosialisasi, adat yang di digambarkan menjadi sebuah bangunan kenal dengan istilah AuAlua Patuik Raso yang utuh, suatu sistem keseluruhan, se- paresoAy adat yang mengatur berbagai hal dangkan materi untuk membuat struktur ini mengacu kepada Auadat basandi sarak tersebut terdiri atas aksi, karakter, kejadian sarak besandi kitabullahAy. Ketiga film yang atau peristiwa, yang memiliki keterkaitan menjadi bahan penelitian ini secara kese- yang erat dengan beberapa aturan yang luruhan diproduksi di wilayah Sumatera ketat dan baku pada struktur cerita. Barat dan dengan latar belakang cerita Kepuasan penonton menjadi servis yang Sumatera Barat, sehingga menjadi sangat harus diberikan oleh kreator film, cerita relevan ketika film-film tersebut diungkap yang ingin disampaikan kepada penonton form dan style-nya melalui perspektif tidaklah membuat sebuah struktur atau budaya Minangkabau. Ketiga film AuTapa- pola cerita yang membuat penonton ber- tiak CintoAy. AuCoki Duo NokangAy dan tanya atau bahkan tidak mengerti. Karena AuPanganaAy memiliki struktur pembangun terikat dengan nilai-nilai klausalitas logika sebagai berikut. itu tadi, yaitu pola sebab-akibat yang Form sangat jelas terdapat didalam cerita. Struk- Struktur form dapat dilihat mela- tur bercerita Style film adalah teknik yang lui karakter dalam film, cerita, plot dan digunakan oleh sutradara dalam mem- Film AuTapatiak CintoAymemiliki 6 bangun makna atau nilai dalam film- karakter inti penggerak cerita dan Hal ini mencakup setiap aspek teknis memiliki hubungan secara kronologis dalam pembuatan film seperti mise en scene yaitu satu keluarga dengan anak lelaki . cting, stagging, lighting, dan satu keluarga single parents dengan setting dan property, make-up dan ward- anak perempuan beserta seorang pa- rob. cinematography, sound, editing. Style mannya, kemudian dua orang lelaki film ini akan menjadi identititas sinema bujangan yang menjadi penghubung pada umumnya. Setiap era, sineas atau film cerita antara dua keluarga tersebut. Film kedua adalah AuCoki Duo No- lewat style-nya. Style film sebagai unsur kangAymemiliki memiliki karakter peng- pembentuk dalam bertutur melalui media gerak cerita 5 karakter yang terdiri dari audio visual merupakan salah satu bentuk sebuah keluarga dengan seorang ayah, estetika yang menjadi kekuatan media ini ibu dan dua orang anak, lalu seorang serta menjadi pembeda dengan media- sahabatnya yang merupakan kekasih media tutur lainnya. dari anak perempuan keluarga itu, lalu sebuah keluarga single parents seorang menjelaskan bahwa budaya Minangkabau ibu dengan seorang anak perempuan yang sangat dijunjung tinggi adalah adat yang merupakan kekasih dari anak yang mengatur berbagai hal termasuk lelaki keluarga pertama tadi. Film Pembahasan AuPanganaAy LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 karakter penggerak cerita hanya 2 batan Minangkabau ada pada perem- orang suami istri yang sudah berusia puan dengan sebutan Aubundo kan- lanjut, yang ditengah cerita sang istri duangAy. Apabila ibu atau tingkatan ibu dari mamak yang menjadi penghulu masih hidup, maka dialah yang disebut dengan bundo kanduang, atau mandeh, atau niniek. Dialah perempuan utama di dalam kaum Dia punya kekuasaan lebih tinggi dari seorang penghulu karena dia setingkat ibu, atau ibu penghulu itu betul. Dia dapat menegur penghulu itu jika penghulu itu melakukan kekeliruan. Perempuan-perempuan setingkat mande di bawahnya, apabila dianggap lebih pandai, bijak, dan baik diapun sering dijadikan perempuan utama di dalam kaum. Secara implisit tampaknya, perempuan utama dalam satu kaum, adalah semacam badan pengawas atau lembaga kontrol dari apa yang dilakukan penghulu. (Thaib, 2004, menjadi karakter utama penggerak cerita karena sang suami hilang dan susah untuk menemukan jalan pulang karena sudah menderita lupa ingatan . Ketiga film ini semuanya memiliki karakter seorang perempuan yang menggerakan cerita utamanya AuTapatiak Cinto dan Coki Duo NokangAy memiliki karakter perempuan dengan status single parents dan film AuPanganaAy memiliki karakter seorang istri yang berusaha mencari suaminya. Hal ini Minangkabau yang memiliki keteguhan hati dan peran penting dalam menentukan jalan hidup serta kekerabatan. Peran perempuan dalam film ini secara implisit menunjukan budaya Minangkabau yang menganut dasar sistem Penyampaian cerita dalam me- materilineal sistem yang dijalankan untuk memberikan posisi yang tinggi perangkat naratifnya atau form-nya. terhadap kaum perempuan. Perem- Karakter adalah bagian penting di puan dianggap sebagai pemelihara, dalam film untuk menuturkan pesan melalui dialog dan gestur serta mimik penyimpan seperti yang di ungkapkan Penuturan pesan cerita dalam dalam pepatah minang Auamban puruakAy ketiga film ini memberikan gambaran Budaya untuk menunjukan posisi perempuan dalam budaya Minangkabau yang perempuan untuk mendapatkan hak secara sistem menggunakan materili- dan kewajiban tanpa harus melalui neal sedari dahulu mengikuti tambo prosedur karena sudah diatur dalam . turan ada. alam Minangkabau. adat, dan posisi tertinggi dalam kekera2. Style Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. Pemilihan style dalam mendukung yang tampak disana akan diproses penuturan akan bergantung pada ma- melalui penataan pada kamera, sing-masing sutradara filmnya. Sutra- dara akan memiliki gaya yang berbeda yang memiliki tingkat kecerahan, untuk mencapai visi nya dalam mem- warna, ketajaman, pergerakan, pe- bangun cerita dan dramatik pada se- milihan sudut pandang melihat buah film. Ke khas-an film sesuai peristiwa itu dan lain-lain. Pada dengan pesan yang akan disampaiakan ketiga film AuTapatiak Cinto. Coki akan terlihat melalui unsur-unsur di Duo Nokang dan PanganaAy me- dalam membangun style film. Seperti miliki kesamaan dalam pemilihan halnya ketiga film ini AuTapatiak Cinto, sudut pengambilan gambar dan Coki Duo Nokang dan PanganaAy memiliki gaya . yang berbeda walaupun sama-sama ingin menyam- Sudut pengambilan gambar paikan gambaran tentang Minang- yang cenderung memperlihatkan kabau di dalam filmnya. Beberapa ruang-ruang perspektif yang ter- unsur style yang di manfaatkan untuk buka atau memperlihatkan bebera- membangun pesan tersebut adalah. pa ruang dalam satu pembingkaian . Sinematografi menjadikan gambar dalam film Dalam mengontrol semua memiliki kemampuan membangun yang akan terlihat di dalam layar imajinasi penonton. Penonton di- adalah bagian dari kerja sinemato- giring untuk menciptakan baya- Apa yang terjadi di depan ngan akan sebuah ruang yang me- kamera bukanlah penuturan cerita miliki kaitan dengan cerita atau dalam film, peristiwa berikut de- latar belakang cerita . ngan berbagai macam unsur visual Gambar 6. Sinematografi yang memperlihatkan perspektif di luar ruangan pada film AuCoki Duo NokangAy (Sumber: Screenshot film AuCoki Duo NokangA. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 Gambar 7. Sinematografi yang memperlihatkan perspektif di luar ruangan pada film AuPanganaAy. (Sumber: Screenshot film AuPanganaA. Gambar 8. Sinematografi yang memperlihatkan perspektif di luar ruangan pada film AuTapatiak CintoAy. (Sumber: Screenshot film AuTapatiak CintoA. Penggambaran perspektif ini tersebut, masing-masing meliki ka- dalam ketiga film memperlihatkan rakter berbeda walaupun tetap kelugasan ruang dalam cara pan- menyajikan gambar yang soft atau dang budaya Minangkabau, ruang kontras yang berimbang sehingga tidak dipahami sebagai sebuah mood film terasa tidak berjarak tempat yang terkotak dengan batas- dengan realita pada suasana Suma- batas kaku tetapi lebih terbuka, tera Barat pada umumnya. Suma- fleksibel dan adaptif terhadap ber- tera Barat dengan budaya Minang- bagai kemungkinan. Seperti halnya kabaunya memang memiliki sua- pepatah minang yang juga menjadi pedoman hidup Aualam takambang jadi guruAy hal ini yang menunjukan bahwa ada sikap yang terbuka, . Mise en Scene adaptif dan berpikiran luas, karena perspektif ruang belajar bagi me- Penataan seluruh unsur visual yang reka yang seluas alam yang ter- dilakukan pada lokasi adegan yang kembang di bumi ini. Pengaturan terlihat di dalam frame atau pem- kontras dan kecerahan juga men- bingkaian gambar ini merupakan dapat perhatian dalam ketiga film sebuah cara komunikasi untuk menyampaikan pesan secara implisit Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. melalui makna yang terkandung Visualisasi pesan tersebut dalam visual, di dalam dunia film di menyampaikan pesan mengguna- sebut dengan mise en scene. kan mise en scene untuk memperlihatkan pedoman budaya Minang- Bedasarkan dari pesan yang akan kabau yang disebut Auadat basandi disampaikan sesuai cerita dengan syarak, syarak besandi kitabullahAy, berlatar belakang budaya Minang- yang memiliki pengertian bahwa kabau ini ada beberapa hal serupa pedoman hidup masyarakat mi- dari ketiga film yang digambarkan nang adalah aturan-aturan dalam melalui visualisasi, yaitu budaya agama islam yang mendapatkan kaidah islami, budaya sosialisasi Secara kongkrit dapat kita bermasyarakat yang akrab dengan lihat dari kebiasaan dari berbusana warung tempat bercengkrama atau yang dikenakan sehari-hari, prilaku dan interaksi dengan sesama. minang dan budaya sisilah struktur dalam ketiga film terlihat di seluruh kekerabatan Auniniak mamakAy atau adegan menggunakan kostum yang penghargaan dalam sebuah kaum menunjukan hal tersebut. AulapauAy. Gambar 9. Penataan kostum yang memperlihatkan budaya islami dalam adegan film AuCoki Duo NokangAy (Sumber: Screenshot film AuCoki Duo NokangA. Gambar 10. Penataan kostum yang memperlihatkan budaya islami dalam adegan film AuTapatiak CintoAy (Sumber: Screenshot film AuTapatiak CintoA. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 Gambar 11. Penataan kostum yang memperlihatkan budaya islami dalam adegan film AuPanganaAy (Sumber: Screenshot film AuPanganaA. Hal yang lain yang terlihat me- mereka dapat belajar dan berso- nonjol dalam visualisasi budaya sialisasi mempelajari ajaran agama minang adalah budaya bersosiali- sasi di ruang publik yang dahulu orang minang semenjak dahulu kala selalu dimulai dari kadai-kedai selalu terkenal dengan karakternya atau yang disebut AulapauAy. Tradisi yang pandai bergaul, bijak dalam ini begitu mengakar sehingga ada berkata-kata dan kritis dalam pemi- tinga tempat pemuda minag untuk kiran, karena itu pula tak jarang menimba ilmu yaitu. , orang minang selalu dikenal di lapau . dan rantau. Ketiga bidang-bidang diplomasi, politik, tempat ini adalah tempat yang wajib dilalui untuk para pemuda minang dalam proses pendewasaan, tempat-tempat Sehingga Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. Gambar 12. Adegan dengan Setting kadai atau AulapauAy dalam adegan film AuTapatiak CintoAy (Sumber: Screenshot film AuTapatiak CintoA. Gambar 13. Adegan dengan Setting kadai atau AulapauAy dalam adegan film AuCoki Duo NokangAy (Sumber: Screenshot film AuCoki Duo NokangA. Gambar 14. Adegan dengan Setting kadai atau AulapauAy dalam adegan film AuPanganaAy (Sumber: Screenshot film AuPanganaA. Dilihat dari gambaran di atas, sett- peristiwa dalam film, serta setting ing memiliki fungsi untuk memberi pada gambar di atas difungsikan informasi ruang dan waktu sebuah lebih dari itu sebab bila kita melihat LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 gambar di atas, maka sebenarnya serupa dengan komponen ruang penonton bisa menduga status so- arsitektur atau setting yaitu penca- sial . tratifikasi sosia. tokohnya, hayaan dan komposisi. Kualtias hingga ke latar belakang budaya tokohnya tanpa harus diucapkan secara visual untuk membentuk dalam dialog. Setting yang ditata karakter objek, karakter ruang dan sedemikaian rupa akan mendekat- perasaan ruang . Karakter kan penonton pada keseharian dan ruang tersebut dapat dibuat dari perilaku logis manusia yang ada di berbagai kualitas dan intensitas dalam filmnya atau lebih dikenal pencahayaannya seperti pencaha- dengan istilah realisme. Istilah itu yaan keras . ard ligh. , pencahayaan sebenarnya diambil dari aliran seni lembut . oft ligh. Berdasarkan letak yang lebih dulu ada seperti pada sumber cahaya pencahayaan dapat seni lukisan, seni astra ataupun seni dibedakan menjadi pencahayaan Terdapat dua komponen utama mise-en-scyne karakter yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Gambar 15. Penataan cahaya dan komposisi dalam adegan film AuCoki Duo NokangAy (Sumber: Screenshot film AuCoki Duo NokangA. Logika atas realitas maupun kebu- yang digunakan dalam adegan. tuhan naratif . diwujudkan Ketiga dalam penataan cahaya tertentu artificial light . ahaya yang sengaja Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. ditambahkan untuk kepentingan atau objek yang posisinya di layar realitas ataupun intensitas agar bisa saling berhadapan dengan tetap terekam dengan baik di filmny. menjaga Spatial Continuity atau yang dalam fungsinya sebagai pem- tidak keluar dari garis imajiner atau bentuk kesan serta suasana menjadi area 1800 untuk membangun di- memegang peran penting. Pende- mensi ruang pada ketiga film ini. katan dalam penataan cahaya ada- Dimensi ruang yang di bangun lah pendekatan realisme, realisme di dalam film ini terlihat sebagai men. gambar yang memiliki penga- pendekatan sebuah seni terhadap elemen gambar berdasarkan kai- manusia dalam kehidupan. dah-kaidah . Editing . lace- mampu mewujudkan tatanan sua- Ketiga film yang diproduksi ini sana yang harmonis. Pengaturan menata susunan gambar melalui elemen gambar tersebut mampu pendekatan yang terlihat dari pola mengarahkan . penonton pada setiap informasi dan emosinal gambar untuk memperoleh hasil yang akan disampaikan berdasar- yang maksimal. Konsep AuThe Screen kan kebutuhan informasi sesuai Position EditAy atau penyambungan gambar pada adegan dua subjek Gambar 16. Penyusunan rangkaian gambar dalam adegan film AuCoki Duo NokangAy (Sumber: Screenshot film AuCoki Duo NokangA. Pola editing yang diterapkan dengan berdasarkan ikatan kesatuan garis melakukan kesinambungan gambar titik pandang . sehingga LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 mampu menghadirkan kesan dan Suara dalam sebuah film adalah makna bahwa kedua gambar yang sebuah unsur yang mampu membe- terpisah tersebut adalah satu kesa- rikan nilai lebih dari segi dramatik. tuan, hal ini memiliki kesamaan Jika pola dalam budaya pantun di pesan dan informasi cerita maka Minangkabau. Pantun di minang- suara akan membangun suasana kabau adalah sebuah cara untuk dan mendramatisir peristiwa yang menyampaikan pesan yang syarat Penataan unsur suara akan makna. Pola penyusunan kata akan menciptakan suara yang alami dalam pantun sama halnya dengan atau Natural Sound yaitu suara yang pola penyusunan dalam editing dihadirkan memiliki kesan alami yang mambangun pesan dan makna seperti halnya dilingkungan sebuah untuk mendapatkan sebuah makna. peristiwa terjadi, suarayang diha- Masyarakat Minangkabau memiliki pantun yang beranekaragam de- berjalan, suara burung-burung da- ngan berbagai kandungan makna lam sebuah alam, atau suara alam dan hikmah yang besar manfaatnya lainnya (Ambienc. Ketiga film yang bagi kehidupan. Pantun merupakan menjadi obyek penelitian secara cerminan dari perenungan dan keseluruhan menghadirkan aspek suara melalui natural sound, di- Minang- karenakan peristiwa-peristiwa yang dihadirkan melalui adegan merupakan usaha untuk merepresentasikan . Suara sebuah keseharian dalam kehidu- Ketiga film yang menjadi obyek pembahasan menggunakan semua Selain suara alami atau ambiance dan dialog musik juga unsur dalam penataan suara, dialog menjadi salah satu unsur yang dengan pengaturan dan penataan- dipakai untuk menghadirkan bu- nya untuk mendekatkan dengan daya Minangkabau dalam ketiga realita keseharian kehidupan di Musik secara sederhana diang- Minang, musik yang menjadi latar gap sebagai suara yang sengaja adegan ataupun yang mengiringi dibuat oleh manusia dan memiliki peristiwa-peristiwa penting dalam aturan-aturan, seperti irama, ketu- film sengaja menggunakan pende- kan, dan tempo dan lirik. Dalam katan musik minang baik secara film, musik dapat digunakan secara lirik ataupun pilihan alat instru- natural maupun fungsional. Semen- mennya serta penggunaan efek tara itu, untuk fungsional adalah suara untuk mendramatisir peris- ketika ada sebuah adegan yang tiwa yang terjadi. Choiru Pradhono Ae Kajian Form and Style. seharusnya sedih namun nuansa ke- memegang peran penting dalam me- pembuat film tersebut menambah- dalam sebuah film. Ketiga film (Coki Duo kan musik agar suasana kesedihan Nokang. Tapatiak Cinto. Pangan. yang lebih kuat dan dramatis. Penataan menjadi obyek pembahasan dalam pe- ini yang terlihat di dalam ketiga nelitian ini salah satu contohnya. Sutradara film, pembangun suasana menggu- dalam masing-masing film memiliki visi nakan musik dengan menyesuaikan untuk dapat menghadirkan latar belakang tempo, lirik serta instrumen alat peristiwa dengan budaya Minangkabau, musiknya menunjukan suasana se- hal ini kemudian mampu di wujudkan kaligus karakter budaya minang dengan penuturan film melalui penataan sebagai latar cerita. form dan style. Karena film adalah sebuah karya SIMPULAN sekaligus sebuah media penyampai pesan Film merupakan sebuah media maka film sebaiknya dibangun berdasar- yang memiliki cara bertutur yang khas, kan keinginan baik untuk memberikan Film sampaikan dengan berbagai macam cara. dengan kandungan nilai budaya saat ini Ke-khas-an dalam cara bertutur media film menjadi sebuah hal yang penting untuk ini adalah dengan pengemasan form atau digagas menjadi sebuah karakter film pun penciptaan cerita dengan segala unsur Indonesia, karena saat ini film telah di dalamnya seperti. pemilihan karakter, menjadi bagian dari diplomasi budaya penciptaan dialog, penataan plot atau dalam hubungan internasional. Budaya dalam sebuah film tidak lagi berkutat Selain itu juga pengemasan style atau menjadi sebuah pelestarian tetapi lebih penataan teknis dalam bertutur melalui dari itu budaya dalam sebuah film mampu media film, hal ini seperti penataan sebagai pengaruh kehidupan manusia di pengambilan gambar, penataan set, riasan berbagai belahan dunia. Salah satu budaya dan pakaian, pencahayaan, dan lain-lain. yang meiliki syarat dengan pesan dan Pengemasan tersebut akan dapat membuat hikayat adalah budaya Minangkabau. Se- penonton memahami tentang karakter lain budaya yang banyak berpedoman pada alam budaya Minangkabau juga memiliki kedekatan dengan seni bertutur dalam menyampaikan pesan. secara teks. Cara bertutur media ini kemudian DAFTAR REFERENSI Buku dalam bentuk pengemasan cerita, tergan- Arzul, . AuNilai-nilai pendidikan karakter tung kepada visi sutradaranya. Sutradara dalam randai bujang sampai di nagari LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 Kristanto. JB. AuNonton Film Nonton kabupaten tanah datarAy. Program IndonesiaAy. Jakarta: Penerbit Buku Studi Ilmu pendidikan, program Kompas. Peransi. AuFilm/Media/SeniAy. Doktor Pascasarjana. Universitas Jakarta: FFTV-IKJ Press. negri padang. Padang. Prakosa. Gotot, . AuFilm Pinggiran- Bignell. Jonathan, . AuAn Introduction Television StudiesAy. Antologi London: David. Smith. Jeff IntroductionAy, eksperimental dan film dokumenterAy. Roudledge. Bordwell. Thompson. Jakarta: FFTV-IKJ Press. AuFilm Art. Sobur. Alex, . AuAnalisis Teks MediaAy. University Jakarta: Remaja Rosdakarya Spradley. Wiscosin. Madison James . AuMetode EtnografiAy. Jogjakarta: Tiara Wacana Giannetti. Louis . AuUnderstanding MoviesAy. Laurence King Publishing Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif. Kualitattif dan R & DAy. Ltd. London Alfabeta. Bandung.