ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. HOLCIM INDONESIA (Tb. SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI Syarifah Siti Nurhayati 1. Robin Jonathan 2. Murfat Effendi 3. Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : syariahsiti_nurhayati@yahoo. Keywords: Current Ratio. Quick Ratio. Cash Ratio. Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio. Return On Asset. Net Profit Margin. Financial Performance. Acquisitions. ABSTRACT This study aims to prove: 1. Knowing and analyzing the financial performance of PT Holcim Indonesia (Tb. in terms of liquidity ratios (Current Ratio. Quick Ratio. Cash Rati. after the acquisition . increased compared to before the acquisition . To know and analyze the financial performance of PT Holcim Indonesia (Tb. in terms of the solvency ratio (Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Rati. after the acquisition . decreased compared to before the acquisition . To know and analyze the financial performance of PT Holcim Indonesia (Tb. in terms of profitability ratios (Return on Assets. Net Profit Margi. after the acquisition . increased compared to before the acquisition . The analysis tool used by researchers is financial ratios: 1. Current Ratio, 2. Quick Ratio, 3. Cash Ratio, 4. Debt To Equity Ratio, 5. Debt to Asset Ratio, 6. Return On Asset, 7. Net profit Margin . The research method uses liquidity ratios, solvency ratios and profitability ratios. This research was conducted at PT. Holcim Indonesia (Tb. , which is currently acquiring PT. Laferge Cement. The results of research on the financial performance of PT Holcim Indonesia (Tb. before and after the acquisition concluded that the calculation using financial ratios resulted in higher pre-acquisition . than after the acquisition . so that the hypothesis was rejected. PENDAHULUAN Latar Belakang Persaingan di antara perusahaan yang ada semakin ketat. Kondisi demikian menuntut perusahaan untuk mengembangkan strategi agar dapat mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Salah satu usaha untuk menjadi perusahaan yang besar dan kuat adalah melalui ekspansi. Ekspansi perusahaan dapat dilakukan baik dalam bentuk ekspansi internal maupun eksternal. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) secara resmi mengakuisisi PT Lafarge Cement Indonesia setelah berada pada naungan induk yang sama. Holcim Lafarge Limited. Direktur Hukum & Korporasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Holcim Indonesia F. Helianti Sastrosatomo mengatakan pada 29 Desember 2015, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat sehubungan dengan pembelian seluruh saham milik Financiere Lafarge SA pada Lafarge Cement Indonesia. Pada tahun 2015 perusahaan mencatat penurunan pendapatan dari 668 milyar rupiah pada tahun 2014 menjadi 175 milyar rupiah pada tahun 2015. Penjualan semen mengalami penurunan yang signifikan, sedangkan persaingan antar pabrikan semen terus meningkat belakangan ini. PT Holcim Indonesia Tbk mencatat penurunan laba bersih tahun 2015 menurun 73,46 persen menjadi Rp175,12 miliar dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya Rp659,86 miliar. Country CEO Holcim Gary Schutz dalam siaran pers di Jakarta mengemukakan bahwa kinerja laba bersih seiring dengan penurunan pendapatan perseroan sebesar 2,6 persen menjadi Rp9,23 triliun pada 2015 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9,48 Tanggal 10 Februari 2016 PT Holcim Indonesia Tbk memutuskan untuk mengambil alih 99,99% saham PT Lafarge Cement Indonesia, hal ini sesuai dengan pernyataan yang tercantum pada laporan keuangan PT Holcim Indonesia Tbk. dalam laporan keuangan PT Holcim Indonesia Tbk dinyatakan bahwa tujuan utama akuisisi perusahaan yaitu untuk menguasai pangsa pasar di Pulau Sumatera serta dapat mengatasi kekurangan pasokan di Sumatera Utara. Di samping itu diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan pendapatan perusahaan. Manajemen perusahaan semen itu melaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam keterbukaan informasi alasan pembelian saham itu untuk menggabungkan usaha LCI ke dalam Holcim. Dengan demikian akuisisi terlaksana sejak tahun 2016 yaitu 10 Februari 2016. Manajemen Keuangan Menurut I Made Sudana . Manajemen Keuangan adalah salah satu bidang manajemen fungsional perusahaan yang berhubungan dengan pengembalian keputusan investasi jangka panjang, keputusan pendanaan jangka panjang, dan pengelolaan modal kerja perusahaan yang meliputi investasi dan pendanaan jangka Laporan Keuangan Menurut Ikatan Akuntan Indonesia . , laporan keuangan meliputi bagian dari proses laporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan . ang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas/laporan arus dan. , catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Analisis Laporan Keuangan Menurut Munawir . 0 : . , : Auanalisis laporan keuangan adalah analisis laporan keuangan yang terdiri dari penelaahan atau mempelajari daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan . untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Ay Analisis Rasio Keuangan Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menganalisa laporan keuangan adalah analisis rasio. Analisis rasio adalah cara analisa dengan menggunakan perhitungan-perhitungan perbandingan atas data kuantitatif yang ditunjukkan dalam neraca maupun laba rugi. Pada dasarnya perhitungan rasio-rasio keuangan adalah untuk menilai kinerja keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan kemungkinannya di masa depan. Rasio liquiditas Current Ratio Menurut Kasmir . : Rasio lancar atau . urrent rati. merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaan. Rasio ini menujukkan kemampuan perusahaan untuk membayar 11 kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva Quick Ratio Menurut Kasmir . : Rasio cepat . uick rati. atau rasio sangat lancar atau acid test ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar . tang jangk pende. dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan . Artinya mengabaikan nilai sediaan, dengan cara dikurangi dari total aktiva lancar. Cash Ratio Menurut Kasmir . : Rasio kas atau . ash rati. merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank . ang dapat ditarik setiap saa. Dapat dikatakan rasio ini menunjukkan kemampuan sesungguhnya bagi perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendeknya. Rasio solvabilitas Debt To Equity Ratio (DER) Menurut Hery . : Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan modal. Debt to Asset Ratio Menurut Kasmir . : Debt to Asset Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva Rasio profitabilitas Return On Asset (ROA) Return On Asset adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang biasa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Karena itu digunakan angka laba setelah pajak dan rata-rata kekayaan yang dimiliki perusahaan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasinya perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut. Net Profit Margin (NPM) Kasmir . menjelaskan AuNet Profit Margin (NPM) merupakan salah satu dari rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualanAy. Rasio Net Profit Margin (NPM) yang semakin besar berarti kinerja perusahaan semakin efisien operasionalnya untuk mendapatkan laba yang tinggi, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor. Akuisisi Akuisisi berasal dari kata acquisition atau over yang berasal dari bahasa yang artinya pengambilan control modal atas perusahaan lain ( Aprilita et al. ,2. Akuisisi adalah pengambilalihan sebagian saham perusahaan oleh perusahaan lain dan pada perusahaan yang diambil alih menjadi anak perusahaan dan tetap beroperasi sendiri tanpa penggantian nama dan kegiatan. Rumusan Masalah Apakah kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio likuiditas ( Current Ratio. Quick Ratio. Cash Ratio ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . ? Apakah kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio solvabilitas ( Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio ) sesudah akuisisi . menurun dibandingkan sebelum akuisisi . ? Apakah kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio profitabilitas ( Return On Asset. Net Profit Margin ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . ? Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio likuiditas (Current Ratio,Quick Ratio,Cash Rati. sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . Untuk Mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio solvabilitas ( Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio ) sesudah akuisisi . penurunan dibandingkan sebelum akuisisi . Untuk Mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio profitabilitas (Return On Asset,Net Profit Margin ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . Hipotesis Penelitian Kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio likuiditas ( Current Ratio. Quick Ratio. Cash Ratio ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . Kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio solvabilitas ( Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio ) sesudah akuisisi . penurunan dibandingkan sebelum akuisisi . Kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio profitabilitas ( Return On Asset. Net Profit Margin ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . METODE PENELITIAN Definisi Operasional Analisis laporan keuangan Pada Perusahaan Holcim Indonesia Tbk yang terdaftar di BEI, penulis membandingkan rasio-rasio berdasarkan catatan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan tahun-tahun yang lalu . asio histori. yaitu yang bersumber dari neraca dan laporan laba rugi pada Perusahaan Holcim Indonesia Tbk tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. Berdasarkan perbandingan ini akan dapat diketahui bagaimana keuangannya, hasil usaha dan kemajuan keuangan perusahaan mengalami pertumbuhan atau penurunan. Perhitungan rasio likuiditas pada perusahaan adalah untuk menilai tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumbersumber dana yang dimiliki perusahaan berkaitan dengan kemampuannya dalam menjalani kewajiban perusahaan Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Researc. , yaitu pengumpulan data melalui dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perusahaan yang diteliti. Dokumen yang didownload dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melalui link w. berupa laporan keuangan PT. Holcim Indonesia (Tb. tahun 2015 . ebelum akuisis. dan tahun 2018 . esudah akuisis. Selain ini juga data-data yang diperlukan dari perusahaan tersebut, hasil searching di internet mengenai artikelartikel, jurnal dan adanya hasil dari penelitian sebelumnya yang digunakan oleh peneliti sebagai bahan perbandingan dengan penelitian yang dilakukan. Alat Analisis Langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung masing-masing rasio keuangan yang sudah ditetapkan sebagai variable penelitian. Dimana rasio yang digunakan dalam penelitan ini adalah: Rasio Likuiditas terdiri dari : Current Ratio = yaycoycycnycyca yaycaycuycaycayc x 100% yaycycycaycuyci yaycaycuycaycayc ycEycycnycayco ycIycaycycnycu = yaycoycycnycyca yaycaycuycaycayc Oe ycEyceycycyceyccycnycaycaycu y 100% yaycycycaycuyci yaycaycuycaycayc yaycaycEa ycIycaycycnycu = yaycayc ycIyceycycaycyca yaycayc y 100% yaycycycaycuyci yaycaycuycaycayc Rasio Solvabilitas terdiri dari : yayceycayc ycycu yaycycycnycyc ycIycaycycnycu = ycNycuycycayco yaycycycaycuyci y100% ycNycuycycayco yaycoycycnycycayc yayceycayc ycycu yaycycyceyc ycIycaycycnycu = ycNycuycycayco yaycycycaycuyci y100% ycNycuycycayco yaycoycycnycyca Rasio Profitabilitas terdiri dari : ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceycyc = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco ycu 100 % ycNycuycycayco yaycoycycnycyca ycAyceyc ycEycycuyceycnyc ycAycaycyciycnycu = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco ycu 100 % ycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyceycycycnEa Pengujian Hipotesis Hipotesis diterima jika kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio likuiditas ( Current Ratio. Quick Ratio. Cash Ratio ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . Hipotesis ditolak jika kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio likuiditas ( Current Ratio. Quick Ratio. Cash Ratio ) sesudah akuisisi . tidak meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . Hipotesis diterima jika kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio solvabilitas ( Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio ) sesudah akuisisi . menurun dibandingkan sebelum akuisisi . Hipotesis ditolak jika kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio solvabilitas ( Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio ) sesudah akuisisi . penurunan dibandingkan sebelum akuisisi . Hipotesis diterima jika Kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio profitabilitas ( Return On Asset. Net Profit Margin ) sesudah akuisisi . meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . Hipotesis ditolak jika Kinerja keuangan PT Holcim Indonesia (Tb. ditinjau dari sisi rasio profitabilitas ( Return On Asset. Net Profit Margin ) sesudah akuisisi . tidak meningkat dibandingkan sebelum akuisisi . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Mengetahui tingkat rasio keuangan sebelum akuisisi . dan sesudah akuisisi . ditinjau dari sudut likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas, maka dilakukan analisis sebagai berikut: Analisis Rasio Likuiditas Current Rasio : yaycycycyceycuyc ycycaycycnycu = . = Aktiva lancar ycu 100% Hutang lancar Rp. Rp. ycu 100% = 65,26% . = Rp. Rp. ycu 100% = 26,67% Quick Ratio : Quick ratio Aktiva lamcarOepersediaan hutang lancar Rp. 774OeRp. Rp. ycu 100% ycu 100% = 51,28% Rp. 672OeRp. Rp. = 16,78% Cash Ratio : CycaycEa ycycaycycnycu kas setara kas hutang lancar Rp. Rp. = 16. ycu 100% ycu 100% ycu 100% . = Rp. Rp. ycu 100% = 3,45% Analisis Rasio Solvabilitas Debt to Equity Ratio : Total liabilitas Debt to Equity Ratio = total equity Rp. Rp. ycu 100% ycu 100% = 104,99% Rp. Rp. ycu 100% = 190,93% Debt to Asset Ratio : Debt to Asset Ratio total hutang ycu 100% total aktiva Rp. Rp. ycu 100% = 51,21% . = Rp. Rp. ycu 100% = 65,62% Analisis Rasio Profitabilitas Return On Asset laba bersih setelah pajak Return On Asset ycu 100% total aktiva Rp. Rp. ycu 100% = 1. Rp. Rp. ycu 100% = . ,49%) Net Profit Margin Net Profit Margin laba bersih setelah pajak penjualan bersih Rp. Rp. ycu 100% = 1,89% . = (Rp. Rp. = . ,07%) ycu 100% ycu 100% Pembahasan Tabel 1: Rekapitulasi sebelum akuisisi tahun . dan sesudah akuisisi VARIABEL SEBELUM AKUISISI 65,26% 51,28% CASH R 16,13% DER 104,99% DAR 51,21% ROA 1,01% NPM 1,89% (Sumber : diolah peneliti 2. SESUDAH AKUISISI 26,67% 16,78% 3,45% 190,93% 65,62% -4,49% -8,07% Hasil Hipotesis 2018 < 2015 2018 < 2015 2018 < 2015 2018 > 2015 2018 > 2015 2018 < 2015 2018 < 2015 Ditolak Ditolak Ditolak Ditolak Ditolak Ditolak Ditolak Berdasarkan pada table diatas maka. Analisis Likuiditas Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan melunasi kemampuan jangka pendeknya. Menurut Sutrisno . Standar Rasio industry likuidas untuk kriteria Current Ratio sebesar 200% dapat dikatakan sangat baik. Quick Ratio sebesar 150% dapat dikatakan sangat baik, dan untuk Cash Ratio sebesar 50% dapat dikatakan sangat baik. Current Ratio Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 65,26% dan sesudah akuisisi pada tahun 2018 sebesar 26,67%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebelum akuisisi lebih tinggi dari pada sesudah akuisisi disebabkan karena sesudah akuisisi kenaikan aktiva lancer lebih kecil daripada hutang lancar yang sebesar tahun 2015 Rp. 441 meningkat ditahun 2018 menjadi Rp. 775 yaitu mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar dalam keadaan kurang baik dan cenderung menurun sehingga keadaan perusahaan sesudah akuisisi dalam keadaan kurang baik dikarenakan dari laporan keuangan tercatat pada tahun 2018 pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun pada pihak berelasi meningkat menjadi Rp. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Quick ratio Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 51,28% dan sesudah akuisisi pada tahun 2018 sebesar 16,78%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum akuisisi lebih tinggi dari sesudah akuisisi disebabkan karena sesudah akuisisi aktiva lancar dikurang persediaan lebih rendah dari hutang lancar yang sebesar tahun 2015 Rp. 368 meningkat ditahun 2018 menjadi Rp. 614 yaitu mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva dikurang persediaan cukup baik jika dilihat dari standar rasio industry likuiditas sehingga keadaan perusahaan dapat dikatakan cukup baik karena produksi meningkat. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Cash ratio Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 16,13 % dan sesudah akuisisi 2018 sebesar 3,45%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum akuisisi lebih tinggi dari sesudah akuisisi disebabkan karena sesudah akuisisi kas lebih kecil daripada hutang lancar, yaitu mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan kas dalam keadaan sangat kurang baik dan cenderung menurun jika dilihat dari standar ratio industry likuiditas sehingga keadaan perusahaan dalam kondisi kurang baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Analisis Rasio Solvabilitas Menggambarkan kemampua perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya maupun kewajiban yang apabila perusahaan dilikuiditas. Debt to Equity Ratio Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 104,99% dan sesudah akuisisi pada tahun 2018 sebesar 190,93%. Hal ini menunjukkan sesudah akuisisi lebih tinggi daripada sebelum akuisisi yang disebabkan karena tingginya nilai utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan modal, yaitu mencerminkan perusahaan memiliki hutang atau kewajiban lebih besar daripada modal bersihnya untuk membayar utang kurang baik sehingga keadaan perusahaan dalam kondisi tidak baik dikarenakan pada laporan keuangan terdapat angka yang cukup besar pada total hutang jangka pendek dibandingkan tahun 2015. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Debt to Asset Ratio Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 51,21% dan sesudah akuisisi pada tahun 2018 sebesar 65,62%. Hal ini menunjukkan sesudah akuisisi lebih tinggi daripada sebelum akuisisi yang disebabkan karena kenaikan aktiva lebih besar daripada kenaikan total utang , yang berarti semakin tinggi rasio pendanaan denan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utang- utangnya dengan aktiva yang dimilikinya sehingga keadaan perusahaan dalam kondisi tidak baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Analisis Rasio Profitabilitas Kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam satu periode tertentu. Return On Asset Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 1,01% dan sesudah akuisisi pada tahun 2018 sebesar . ,49% ). Hal ini menunjukkan sebelum akuisisi lebih tinggi dari sesudah akuisisi disebabkan karena kenaikan laba sesudah akuisisi dalam kondisi negative atau rugi, hal ini menunjukkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan secara keseluruhan belum mampu menghasilkan laba sehingga keadaan perusahaan dalam kondisi tidak baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Net Profit Margin Setelah melakukan analisis sebelum dan sesudah akuisisi,maka pada tahun 2015 sebesar 1,89% dan sesudah akuisisi pada tahun 2018 sebesar ( 8,07% ). Hal ini menunjukkan bahwa sebelum akuisisi lebih tinggi dari sesudah akuisisi disebabkan karena kenaikan laba sesudah akuisisi lebih sedikit dari kenaikan penjualan bersih yang berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba tidak baik sehingga keadaan perusahaan dalam keadaan tidak baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data mengenai kinerja keuangan PT. Holcim Indonesia (Tb. Sebelum Dan Sesudah Akuisisi, maka dapat disimpulkan: Berdasarkan tingkat likuiditas perusahaan baik current ratio, quick ratio, cash ratio menunjukkan bahwa, kinerja keuangan perusahaan lebih baik sebelum dilakukannya akuisisi. berdasarkan tingkat solvabilitas perusahaan baik debt to asset ratio dan debt to equity ratio menunjukkan bahwa, kinerja perusahaan lebih baik pada saat sebelum akuisisi. berdasarkan tingkat profitabilitas perusahaan baik net profit margin dan return on asset menunjukkan bahwa , kinerja keuangan perusahaan lebih baik pada saat sebelum dilakukan akuisisi. Saran Perusahaan diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan menekan jumlah utang jangka pendek sehingga tingkat likuiditas total aktiva lancar banyak tersedia dan mampu untuk menutupi utang jangka pendek yang akan segera jatuh tempo. Perusahaan diharapkan mampu untuk memperbaiki strategi penjualan dan melakukan inovasi produk sebagai salah satu alternative agar mampu meningkatkan tingkat profitabilitas perusahaan. bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambah rasio seperti rasio aktivitas serta menambah variabel seperti inventory turnover, receveible turnover, gross profit margin dan operating profit margin. DAFTAR PUSTAKA