Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. No. May 2022 Page: 181-184 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Dewi Moulina SMA Negeri 10 Palembang Corresponding author e-mail: dewimoulina89@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik Kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 10 Palembang. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu mengunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 68 guru. Instrument penelitian di penelitian ini menggunakan angket untuk pengumpulan data dan aplikasi IBM SPSS untuk proses data statistic. Analisis data menggunakan berdasarkan pada keputusan yang dibuat berdasarkan hasil analisis data untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja memberikan hal yang positif dan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru secara bersamaan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai acuan atau evaluasi guru dalam perencanaan proses pembelajaran pada semester berikutnya. Kata Kunci: Supervisi Akademik. Motivasi Kerja. Kinerja Guru Abstract This study aims to determine the effect of the principal's academic supervision and work motivation on teacher performance at SMA Negeri 10 Palembang. The research method used is using a quantitative research method approach with the number of samples used as many as 68 teachers. The research instrument in this study used a questionnaire for data collection and the IBM SPSS application for statistical data Data analysis uses based on decisions made based on the results of data analysis to test predetermined hypotheses. The results obtained indicate that the principal's academic supervision and work motivation have a positive and significant effect on teacher performance simultaneously. The results of this study are expected to contribute as a reference or teacher evaluation in planning the learning process in the next semester. Keywords: Academic Supervision. Work Motivation. Teacher Performance Pendahuluan Salah satu upaya agar dapat meninjau sekaligus meningkatkan kinerja seorang guru yaitu dengan mengkontrol kinerja guru melalui kegiatan supervisi akademik. Menurut Purwanto . , supervisi akademik merupakan suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah agar dapat melakukan pekerjaan secara efektif. Adapun tujuan dari supervisi untuk dapat meningkatkan kemampuan professional dan teknis bagi guru, kepala sekolah dan personal sekolah lainnya agar proses pendidikan disekolah lebih berkualitas, dasar kerja yang sama, partisipasi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran, inisiatif, dan kreatif di lingkungan sekolah (Wahyudi, 2. Di sekolah peran dan pelaksanaan supervisi menjadi tanggung jawab seorang pimpinan satuan pendidikan yang bersangkutan atau kepala sekolah. Menurut Anif . Tugas Kepala sekolah sebagai supervisi yaitu bertanggung jawab dan memiliki wewenang secara penuh selain menjalankan tugas administratif juga Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 181-184 Dewi Moulina untuk melakukan pengawasan atau supervisi dengan memberikan penilaian dan pembinaan baik dari segi tekhnis maupun administrasi terhadap guru-guru yang ada di bawah binaannya. Dalam melaksanakan tugas kepengawasannya seorang supervisor dapat memilih dan menggunkanan beberapa teknik supervisi yang dianggap cocok dan sesuai dengan kondisi objek yang akan disupervisi, antara lain kunjungan kelas, pengamatan . bservasi kela. , kunjungan ke sekolah, tes dadakan . , konferensi kasus, observasi dokumen, wawancara, penyebaran angket, laporan tertulis dan sebagainya. Motivasi adalah suatu dorongan bagi individu baik dalam diri maupun dari luar yang dapat mempengaruhi etos kerja atau kualitas kerja individu tersebut. Menurut (Anoraga, 2. menjelaskan bahwa motivasi adalah sebagai kebutuhan yang mendorong perbuatan ke arah suatu tujuan tertentu. Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Oleh sebab itu, kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasinya. Sedangkan menurut (B. Wahyudi, 2. motivasi terdiri dari dua yang pertama yaitu motivasi bawaan yang merupakan motivasi yang dibawa sejak lahir, sehingga motivasi tersebut ada pada diri seseorang tanpa dipelajari. Yang kedua, motivasi yang dipelajari yaitu motivasi yang timbul karena dipelajari oleh seorang individu misalnya dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan. motivasi kedua ini dipengaruhi oleh faktor di luar diri. Motivasi kerja dapat mempengaruhi kinerja guru. Kebutuhan yang mendorong perbuatan ke arah suatu tujuan tertentu yang menimbulkan motif atau pemberian motif, menjadikan motivasi kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja (Anoraga, 2. Adanya motivasi kerja pada diri guru juga ikut mempengaruhi tinggi atau rendahnya kinerja yang dimiliki oleh guru, sehingga dengan adanya motivasi yang tinggi maka kinerja guru dapat dicapai secara optimal. Dengan Meningkatnya motivasi guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya memiliki dampak terhadap kinerja guru. Kinerja tersebut memiliki hubungan erat dengan masalah produktivitas karena kinerja yang merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut maka upaya untuk mengadakan supervisi pendidikan adalah untuk meningkatkan kinerja di suatu organisasi termasuk di Sekolah. Kinerja guru merupakan kesanggupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan siswa yang mencakup suasana kognitif, efektif, dan psikomotorik sebagai uapaya untuk mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar mencapai tujuan pengajaran (Suryabrata, 2. adapun terdapat 5 faktor yang mempengaruhi kinerja guru menurut (Mathis, 2. Kemampuan guru, . Motivasi, . Dukungan yang diterima, . keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan . hubungan guru dengan organisasi Berdasarkan gambaran yang telah di jelaskan diatas maka tugas seorang kepala sekolah memiliki peranan yang penting agar dapat meningkatkan kinerja guru dengan menjalankan supervisi akademik dan pemberian motivasi Oleh karena itu berdasarkan latar belakang masalah di atas dilakukanya penelitian tentang AuPengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 10 palembangAy. Berdasarkan uraian di atas di dapatkan rumusan masalah yang dicari dalam penelitian ini yaitu . Apakah terdapat pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA N 10 Palembang ?, . Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru dan . Apakah Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 181-184 Dewi Moulina Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang terdapat tiga variable yaitu supervisi kepala sekolah (X. Motivasi kerja guru (X. , dan Kinerja Guru (Y). Pada penelitian kuantitatif membutuhkan populasi dan sampel. Menurut Sugiyono . Populasi merupakan sekumpulan individu yang dijadikan sebgai pokok bahasan yang akan di kaji dalam penelitian dengan jumlah yang sesuai dengan kapasitas yang memenuhi syarat sebagai objek penelitian yang telah ditentukan, sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua guru di SMA Negeri 10 Palembang dengan jumlah populasi sebanyak 80 guru. Jumlah sampel yang di gunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak 68 guru. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan taraf kesalahan Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear sedehana dan regresi linear berganda yang dalam keseluruhan proses pengolahan data menggunakan bantuan program statistic for windows SPSS. Hasil dan Pembahasan Sebelum dilakukan analisis data, data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan linearitas data, dari kedua pengujian tersebut menunjukan bahwa semua data telah memenuhi syarat untuk dilakukan uji hipotesis dengan mengunakkan uji statistik. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai probabilitas signifikansi coefficients regresi linear sebesar . < et . dan didapatkan bahwa nilai T hitung . > T table . Berdasarkan dasar pengambilan keputusan jika nilai sig < 0,05 atau t hitung > t table maka terdapat pengaruh variable X terhadap Y oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA Negeri 10 Palembang. Adanya pengaruh supevisis kepala sekolah terhadap kinerja guru sesuai dengan pendapat (Engkoswara & Komariah. A, 2. yang menyatakan bahwa Supervisi dapat berfungsi sebagai pengawasan yang dilakukan oleh ahli/professional dibidangnya sehingga memberikan dampak perbaikan dan peningkatan agar pembelajaran dapat di lakukan dengan baik dan berkualitas. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai probabilitas signifikansi coefficients regresi linear sebesar . < et . dan didapatkan bahwa nilai T hitung . > T table . Berdasarkan dasar pengambilan keputusan jika nilai sig < 0,05 atau t hitung > t table maka terdapat pengaruh variable X terhadap Y oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa H2 diterima yang artinya terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja guru di SMA Negeri 10 Palembang. Hasil tersebut di dukung juga dengan pendapat kreitner & Kincki dalam (Wibowo, 2. motivasi mempunyai hubungan positif dengan kinerja, adanya motivasi kerja terlihat pada usahanya untuk terus meningkatkan kemampuannya dan menyelesaikan tugas Ae tugas motivasi guru yang tinggi dapat memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kinerja Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 sebesar . ,000. < et . dan didapatkan bahwa nilai F hitung . > F table . Berdasarkan dasar pengambilan keputusan jika nilai sig < 0,05 atau F hitung > F table maka terdapat pengaruh variable X1 dan X2 terhadap Y oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa H3 diterima yang artinya terdapat pengaruh Supevisi (X. dan Motivasi (X. secara simultan terhadap kinerja guru (Y) di SMA Negeri 10 Palembang. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 181-184 Dewi Moulina Kesimpulan Supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru di sekolah. Motivasi kerja guru memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap secara simultan atau bersama Ae sama kedua supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru memiliki pengaruh terhadap kinerja guru. Daftar Pustaka