Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOLUME 6 NOMOR 1. MARET 2025 https://ejournal. id/index. php/jurnalalurwatulwutsqo/ ISSN: 2721-5504 ORIENTASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PESANTREN PERSIS (STUDI TERHADAP MADARASAH ALIYAH PERSIS DI GARUT) Firmansah Setia Budi. Rizki Abdurrahman. Andewi Suhartini UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayah Tasimalaya UIN Sunan Gunung Djati Bandung Email: firmansahsetiabudi212@gmail. rizkiabdurahman@stai-alhidayah. suhartini@uinsgd. Abstract This study aims to explore the orientation in teaching the Arabic language at Persatuan Islam (Islamic Unio. pesantren (Islamic boarding school. around the city of Garut. West Java. This research uses a qualitative methodology, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The study produces several findings, the most important of which are: First, the orientation in teaching Arabic at most Persatuan Islam pesantren is religious in nature. In this context. Arabic serves as a tool rather than a goal. the objective is to understand religious texts. Second, most Persatuan Islam pesantren in Garut focus more on teaching about the Arabic language rather than teaching the language itself. Third, this approach in the Persatuan Islam pesantren does not arise in isolation but stems from their noble aim and aspiration to produce graduates with a deep understanding of religion who are beneficial to Islam and the Muslim community. Keywords: Learning Orientation. Arabic Language. Pesantren Persis AIEA EA AANA NN E uEO EA EN aEEOI EE EO AO IN E uEEIO OE IOI O OO EOA e a A O uN a a NNA. A OOC I EOI AON NO EAIE OEAICE OEOOCAUAIN NN E EAIIN EEOAOA A AA. A EN AO EOI EE EO E aO E IN E uEEIO a a a UN a eO aI UcOAUA OEA:A NINAUAE EIA A E IN E uEEIO AOAUA IOA. A OENA NO ANI EIAOA EOAUAEE EO EO N EN OEO aN a A E NO OIAUA N EN AO IN E uEEIO E OO I AAUA EA. AO a aE aI I EE EO OE a aE aI EE IANA a AENA EIO aO aI aE aN EEO AO a eI a a aA AEN IACNOI AO EOI OIAOI EuEEI OEAIEIOIA AIIA A INN E uEEIOAUA EE EOAUA EN EEOIOA:AeI EAIAOA PENDAHULUAN Pesantren Persis merupakan lembaga pendidikan Islam yang sudah eksis di Indonesia bahkan sebelum kemerdekaan (Syifa et al. , 2. Pesantren Persis Pajagalan di Badung tercatat sebagai pesantren pertama di bawah naungan Ormas Persatuan Islam yang sudah berdiri sejak bulan Maret 1936 M atau 1 Dzulhijjah 1354 Pesantren Persis Pajagalan ini merupakan cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren Persis lain di seluruh Indonesia (Kusdiana, 2023. Yunus, 2. Pada awal pendiriannya, pesantren Persis belum mengenal sistem penjenjangan kelas seperti yang kita ketahui dewasa ini. Proses pendidikan berjalan secara alamiah dan tidak formal, mirip dengan pesantrenpesantren tradisional, dimana guru mengajar muridnya tanpa terikat oleh aturan-aturan. Pola pendidikan Persis semacam ini, selanjuntnya disebut oleh Pepen Irpan Fauzan (Sekretaris Bid. Tarbiyah PP. Persis 2022-2. sebagai AoModel Kaderisasi Guru-MuridAo (Fauzan et al. , 2. Seiring perkembangan zaman, pesantren Persis mulai beralih dari tipe pesantren tradisional yang tidak mengenal penjenjangan kelas menjadi pesantren Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. Maret 2025 modern dengan penjenjangan kelas yang jelas seperti MI (Madrasah IbtidaAoiya. MTs (Madrasah Tsanawiya. , dan MA (Madrasah Aliya. atau yang lebih dikenal di lingkungan Persis dengan sebutan AoMuAoalliminAo. Walaupun demikian, perubahan tipologi pesantren ini tidak merubah visi dan misi serta orientasi pesantren Persis sebagai lembaga pendidikan yang berperan dalam membangun dan mencetak generasi yang tafaqquh fiddin (Aziz et al. , 2021. Kusdiana, 2. Dalam mencapai tujuan lembaga untuk mencetak generasi yang tafaqquh fiddin, maka pembelajaran bahasa Arab menjadi unsur yang sangat penting sebagai wasilah atau sarana dalam memahami literatur keIslaman (Ridwan, 2023. Saputra, 2. Ibnu Taimiyyah bahkan mengatakan bahwa mempelajari bahasa Arab ini hukumnya wajib, alasannya karena ajaran Islam (Al-Quran dan Al-Sunna. tidak akan dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab terlebih dahulu (Abdurrahman, 2. Pesantren Persis sebagai lembaga pendidikan Islam yang ingin mencetak generasi tafaqquh fiddin sudah pasti memasukkan bahasa Arab ke dalam kurikulum pembelajaran di pesantren. Namun dewasa ini khususnya di Indonesia, ada semacam dikotomi dalam pembelajaran bahasa Arab utamanya antara pesantren tradisional . alaf / taqlidi. dan pesantren modern . halaf / Aoashri. Di pesantren modern, umumnya pengajaran bahasa Arab lebih berfokus pada kemampuan berbicara . aharah kala. untuk tujuan berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Adapun di pesantren tradisional pengajaran bahasa Arab lebih difokuskan pada kemampuan membaca . aharah qiraa. untuk tujuan memahami literatur ke-Islaman yang berbahasa Arab (Adi et al. Kasim et al. , 2023. Prayoga et al. , 2020. Wiwaha & Ramdani, 2. Sebagai pondok pesantren modern. Gontor dan Al-Iryad Tengaran misalkan, kedua pesantren ini memiliki orientasi untuk mengajarkan bahasa Arab kepada para santri dan santriwati agar mereka dapat berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut. Apakah pesantren Persis sebagai pondok pesantren dengan tipologi modern memiliki orientasi yang sama dalam pembelajaran bahasa Arab seperti umumnya pesantren-pesantren modern yang ada di Indonesia. Ataukah persis memiliki orientasi yang berbeda. Itulah kiranya garis besar atau pertanyaan yang hendak dijawab melalui penelitian sederhana ini. Sebetunya sudah banyak literatur yang meneliti terkait lembaga pendidikan atau pesantren Persis. Namun dari leteratur-literatur yang ada belum ditemukan penelitian atau artikel yang menjelaskan terkait orientasi pembelajaran bahasa Arab di pesantren Persis. Dari hasil penelusuran kajian terdahulu, penelitian terkait pesantren Persis umumnya membahas terkait manajemen kurikulum di pesantren Persis (Komala & Erihadiana, 2. , pembelajaran sharaf di pesantren Persis (Syafiq, 2. , pembelajaran nahwu di pesantren Persis (Solihin, 2023. Supardi et al. , 2. , inovasi-inovasi pembelajaran bahasa Arab di pesantren Persis (Al Aslami, 2. dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penelitian sederhana ini ingin sedikit memaparkan terkait orientasi pembelajaran bahasa Arab yang ada di lingkungan pesantren Persis khususnya pesantren-pesantren Persis di tingkat MuAoallimin atau MA (Madrasah Aliya. yang ada di daerah Garut Jawa Barat. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif naratif yaitu sebuah pendekatan penelitian yang menggunakan diskripsi-deskripsi baik secara lisan maupun tulisan. Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara holistik (Moleong, 2. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan Observasi dilakukan dengan cara mengunjungi beberapa pesantren Persis di daerah Garut Jawa Barat, kemudian untuk wawancara dilakukan dengan cara dialog ringan bersama beberapa Asatidz di pesantren Persis yang dikunjungi, adapun dokumentasi dilakukan melalui kajian literatur baik dari dokumen terkait silabus dan kurikulum di pesantren yang diteliti ataupun artikel jurnal dan penelitian-penelitian yang terkait. Peneliti hanya akan mengunjungi tiga pesantren Persis tingkat Madrasah Aliyah yang ada di Garut sebagai sampel dari penelitian ini, yaitu MA Persis 19 Bentar. MA 87 Pangatikan dan MA 212 Kudang. Analisis data dilakukan dengan metode Miles and Huberman. Data yang sudah terkumpul setelah itu akan melalui tiga tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan untuk memvalidasi keabsahan data dalam penelitian ini akan dilakukan teknik triangulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data yang terkumpul, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren-pesantren Persis tingkat Madrasah Aliyah (MA) atau MuAoallimin, khususnya di daerah Kabupaten Garut Jawa Barat, walaupun secara tipologi lebih mirip dengan pesantren modern . aAohad Aoashri. , namun dalam kaitannya dengan pembelajaran Firmansah Setia Budi, dkk Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. Maret 2025 bahasa Arab pesantren Persis lebih mirip dengan pesantren tradisional yang berorientasi kepada kemampuan membaca dan memahami teks berbahasa Arab . aharah qiraa. , bukan pada kemampuan berbicara dan berkomunikasi menggunakan bahasa Arab . aharah kala. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal, utamanya dari struktur kurikulum yang ada di pesantren Persis untuk satuan pendidikan Madrasah Aliyah. Struktur kurikulum ini merupakan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah ataupun madrasah (Anwar et al. , 2024. Sobandi et al. , 2022. Zakaria, 2. Struktur kurikulum yang ada di pesantren Persis biasanya merujuk pada Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah Persatuan Islam yang sudah disusun oleh Bidang Tarbiyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam tahun 2006. Pembahasan Pesantren Persis merupakan lembaga pendidikan yang memadukan antara khazanah pengetahuan Islam tradisional dengan sistem pendidikan modern, artinya pesantren Persis tidak anti terhadap perkembangan dalam dunia pendidikan namun orientasinya tetap kepada liyatafaqqahu fiddiin wa liyundziru qoumahum idzaa rajaAou ilaihim, yakni untuk mempelajari agama dan mencetak kader ulama di masyarakat (Fauzan, 2021. Hafidz et al. , 2. Oleh karena itu, struktur kurikulum di pesantren Persis khususnya untuk tingkat MuAoallimin atau MA mencakup ilmu-ilmu diniyah dan ilmu-ilmu umum yang diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu: al-Aoulum al-syarAoiyyah, al-Aoulum al-insaniyah, alAoulum al-kauniyah dan program unggulan (Mutaqin, 2. Adapun untuk rincian mata pelajaran dari setiap kategori di atas bisa kita amati melalui tabel Tabel 1. Struktur Kurikulum Pendidikan Persis tingkat MA Al-AoUlum Al-SyarAoiyyah Al-AoUlum Al-Insaniyah AlAoulum Al-Kauniyah Tafsir AoAm Tafsir Ahkam Ulum Al-Quran Hadits Musth. Hadits Tauhid Akhlak Fiqih Ushul Fiqih Masail Fiqih Faraidh Nahwu Sharaf Hiwar MuthalaAoah Balaghah Qiroah Ilmu DaAowah Mantiq Sirah Indonesia Inggris Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi PKn Ilmu Pend. Psikologi Kepersisan Matematika Ilmu Hisab Fisika Kimia Biologi Pend. Jasmani Program Unggulan Tahfizh Quran Qiroat Kitab Dari tabel di atas kita dapat melihat bahwa penekanan pada mata pelajaran diniyah lebih diutamakan dari pada mata pelajaran umum. Hal ini karena pendidikan formal pesantren Persis bertujuan untuk membentuk generasi yang tafaqquh fiddin . in Achjadilaga & Yusof, 2. Oleh karena itu, pengkajian terkait agama Islam mendapatkan perhatian yang lebih besar, sebab jika tidak demikian akan sulit untuk melahirkan fuqaha sebagai generasi pelanjut. Struktur kurikulum di atas jika diprosentase akan tampak seperti diagram berikut: Diniyah Umum Gambar 1. Struktur Kurikulum M. A Persis Firmansah Setia Budi, dkk Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. Maret 2025 Dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Arab, dari tabel di atas kita mendapati ada beberapa mata pelajaran yang terkait, yaitu mata pelajaran Nahwu. Sharaf. Hiwar. MuthalaAoah. Balaghah. Qiroah dan satu program unggulan yaitu Qiroatul Kitab. Dalam pembelajaran Nahwu buku ajar yang digunakan secara serentak di seluruh pesantren Persis adalah kitab Al Muyassar Fi AoIlmin Nahwi karya K. H Aceng Zakaria [Ketua Umum PP. Persis 2015-2. (Supardi et al. , 2. Untuk mapel Sharaf buku ajarnya Kitabu Al-Tashrif karya Ahmad Hasan atau kitab Al Kafi Fi AoIlmis Sharfi dan Buku Belajar Tashrif 20 Jam karya K. H Aceng Zakaria (Hakim & Maulani, 2. Untuk Hiwar kitab Al-AoArabiyah Li Al-NasyiAoin, dan untuk mapel-mapel lain umumnya menggunakan buku-buku karya K. H Aceng Zakaria atau Ulama Persis lainnya. Bahasa Arab Kebahasaaraban Gambar 2. Struktur Mapel Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Dari serangkaian mata pelajaran di atas, nampaknya pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah Persis lebih diarahkan kepada mempelajari tentang bahasa . aAoallum Aoan al-lugha. bukan mempelajari bahasa itu sendiri . aAoallum al-lugha. Dapat kita perhatikan dari beberapa mata pelajaran yang berkaitan dengan bahasa Arab, hanya ada satu mapel yang arahnya kepada taAoallum al-lughah al-Aoarabiyah . empelajari bahasa Arab untuk komunikas. , yaitu mapel Hiwar. Adapun mapel-mapel lain seperti Nahwu. Sharaf. Balaghah dan selebihnya, merupakan mata pelajaran yang aranya kepada taAoallum Aoan al-lughah al-Aoarabiyah, yakni mempelajari tentang bahasa Arab sebagai wasilah untuk mengkaji literatur ke-Islaman yang berbahasa Arab. Namun ini tentu bukan tanpa sebab, hal yang melatarbelakanginya adalah visi dari pesantren Persis itu sendiri yang ingin mencetak dan melahirkan generasi yang tafaqquh fiddin (Wahidin & Mahmudi, 2. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab lebih difokuskan untuk menguasai keterampilan membaca dan memahami literatur ke-Islaman yang berbahasa Arab dibandingkan menguasai keterampilan berbicara untuk tujuan komunikasi. Harapannya agar para alumni pesantren Persis memiliki kemandirian dan instrumen untuk mengkaji lebih dalam terkait agama Islam . afaqquh fiddi. dari sumber-sumbernya secara langsung. Selain mata pelajaran kebahasaaraban, ada program unggulan yang membantu para santri untuk melatih keterampilan mereka dalam membaca dan memahami teks Arab gundul . eks berbahasa Arab yang tidak Di samping itu, mapel-mapel diniyah . l-Aoulum al-syarAoiya. pun membantu para santri dalam proses akuisisi keterampilan membaca dan memahami teks berbahasa Arab, sebab buku ajar yang digunakan umumnya adalah buku-buku berbahasa Arab. Para santri mempelajari buku-buku tersebut dengan cara membaca paragraf demi paragraf lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Ibu mereka. Kedua, orientasi pembelajaran bahasa Arab di pesantren Persis pun bisa kita lihat dari program bahasa Arab di lembaga terkait. Apabila lembaga tersebut berorientasi pada pengajaran bahasa sebagai skill untuk berkomunikasi sehari-hari, biasanya program-program di asrama ataupun ekstrakulikuler lebih diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara . aharah kala. para santri seperti mufrodat yaumiyyah . emberian kosakata harian yang wajib dihafal dan disetorka. , ilqo kalimah . emacam kultum menggunakan bahasa Ara. , muhadhoroh . eperti ilqo kalimah tetapi dengan durasi yang lebih lama atau mengikuti kajian dari penutur asl. , pentas seni berbahasa Arab, camping bahasa Arab . ukhayyam lughawi. dan lain sebagainya, di samping penegakan aturan penggunaan bahasa Arab agar santri terdorong untuk praktik berbicara dengan bahasa Arab. Adapun lembaga yang berorientasi pada pengajaran bahasa Arab sebagai instrumen untuk memahami literatur keislaman, maka dalam program-program yang diselenggarakan biasanya lebih diarahkan kepada peningkatan keterampilan membaca . aharah qiroa. sebagai keterampilan reseptif . aharah istiqba. untuk menyerap pesan dan materi dalam kitab-kitab turats. Kegiatan yang dilakukan umumya seperti qiroatul kutub Firmansah Setia Budi, dkk Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 6 No. Maret 2025 -baik dengan metode sorogan ataupun metode bandongan-, ngalogat, pendalaman nahwu, sharaf dan lain Dari hasil kunjungan di beberapa pesantren Persis tingkat Madrasah Aliyah yang ada di Garut, peneliti mendapati bahwa program-program yang berjalan di luar kegiatan reguler umumnya lebih diarahkan kepada peningkatan keterampilan membaca . aharah qiroa. , contohnya program qiroatul kutub di pesantren Persis 212 Kudang Wanaraja, atau seperti program pendalaman nahwu dan sharaf di pesantren Persis 19 Bentar. Melalui pemaparan di atas, paling tidak kita mengetahui bahwa pendidikan di pesantren Persis memiliki model yang khas. Secara kelembagaan pesantren persis memang lebih mirip dengan pesantren modern dengan pendidikan formal dan penjenjangan yang jelas, namun jika dilihat dari orientasi pendidikan bahasa Arabnya pesantren persis lebih mirip dengan pesantren tradisional yang lebih mengutamakan keterampilan membaca kitab . aharah qiroa. dibandingkan keterampilan berbahasa Arab secara aktif . aharah kala. Oleh karena itu, pesantren Persis dalam hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah lembaga pendidikan pesantren modern yang masih melestarikan tradisi keilmuan pesantren tradisional. PENUTUP Pembelajaran bahasa Arab di pesantren Persis tingkat Madrasah Aliyah yang ada di Garut umumnya lebih diarahkan kepada penguasaan keterampilan membaca . aharah qiroa. untuk memahami literatur-literatur ke-Islaman yang berbahasa Arab. Hal ini bisa dilihat dari struktur kurikulum pembelajaran bahasa Arab di pesantren Persis yang lebih didominasi oleh mapel-mapel kebahasaaraban seperti Nahwu. Sharaf. Balaghah dan lain-lain. Selain itu, program-program di luar kegiatan reguler pun lebih diarahkan kepada peningkatan kemampuan membaca, di samping tidak adanya peraturan yang mendorong dan mewajibkan para santri untuk menggunakan bahasa Arab di lingkungan pesantren. Pembelajaran bahasa Arab dengan orientasi ini bertujuan agar pesantren Persis bisa mencetak para alumni yang mampu mendalami ke-Islaman dari sumber-sumber induk yang berbahasa Arab secara langsung . er-tafaqquh fiddi. , sebagai modal mereka agar lebih bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. DAFTAR PUSTAKA