Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Reinterpretasi Gagasan Moderasi Beragama Kacamata Al-Qur'an sebagai Upaya Mewujudkan Kedamaian di Indonesia Muhamad Yoga Firdaus1. Faisal Salistya2. Moh. Romli3. Rizal Arsyad4 1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2,3 IAI Nasional Laa Roiba Bogor 4 Universitas Gunadarma yogafirdaus59@gmail. com1, faisalsalistya@laaroiba. romli@laaroiba. id3, mr. arsyad@staff. ABSTRACT This research is presented to explore the idea of religious moderation from the perspective of the Qur'an for the sake of creating peace in Indonesia. On this occasion, the author uses a qualitative method with a literature study through a thematic or maudhu'i approach. This research includes a discussion of Islam and religious moderation, verses related to religious moderation, and the idea of religious moderation from the perspective of the Qur'an as an effort to create peace in Indonesia. This research simply results in the conclusion that Islam guides every Muslim, especially in Indonesia through the Qur'an by advocating for upholding the spiritual values and human values for the sake of creating peace in Indonesia. This study only describes the idea of religious moderation from the perspective of the Qur'an through thematic studies only. Then, this study recommends that in the future a more up-to-date understanding of the idea of religious moderation can be generated through a comprehensive study or tahlili referring to the literature on the interpretation of the Qur'an in particular. Keywords: Idea. Interpretation. QurAoan. Religious moderation. Thematic. ABSTRAK Penelitian ini dihadirkan untuk menggali gagasan moderasi beragama kacamata AlQur'an demi terciptanya kedamaian di Indonesia. Pada kesempatan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka melalui pendekatan tematik atau maudhuAoi. Penelitian ini meliputi pembahasan Islam dan moderasi beragama, ayat-ayat terkait moderasi beragama, dan gagasan moderasi beragama kacamata Al-Qur'an sebagai upaya dalam mewujudkan kedamaian di Indonesia. Penelitian ini secara sederhana menghasilkan kesimpulan bahwa Islam menuntun setiap umatnya khususnya di Indonesia melalui Al-QurAoan dengan menganjurkan agar memegang teguh nilai-nilai rabani dan nilai-nilai insani demi terciptanya kedamaian di Indonesia. Penelitian ini hanya memaparkan gagasan moderasi beragama kacamata Al-QurAoan melalui studi tematik saja. Kemudian, penelitian ini merekomendasikan agar kedepannya dapat tercetuskan pemahaman yang lebih up to date terkait gagasan moderasi beragama melalui studi komprehensif atau tahlili merujuk pada literatur tafsir AlQurAoan secara khusus. Kata Kunci: Al-QurAoan. Gagasan. Moderasi beragama. Tafsir. Tematik. PENDAHULUAN 359 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Moderasi beragama merupakan langkah apik dalam mewujudkan praktik keagamaan yang harmonis (Ulinnuha & Nafisah, 2. Melalui prinsip keseimbangan dan kelembutan dalam beragama, menjadikannya sebagai cara elegan dalam menjalankan praktek keagamaan setiap orang (Ulinnuha & Nafisah, 2. Dari waktu ke waktu, ide moderasi beragama pun tidak lekang memberikan kedamaian bagi kehidupan (Nurdin, 2. Namun, moderasi beragama kini kerap kali terisolir karena sikap konservatif dalam beragama oleh individu, bahkan kelompok tertentu (Faiqah & Pransiska, 2. Dewasa ini pun kita melihat berbagai fenomena memprihatinkan tentang jauhnya pemahaman mengenai moderasi beragama dalam kehidupan (Faiqah & Pransiska, 2. Seperti halnya perilaku ekstremisme, narasi kebencian, radikalisme, dan keretakan hubungan antar umat beragama (Akhmadi, 2. Dampak buruk lainnya ialah aksi-aksi yang merepresentasikan terkikisnya gagasan moderasi beragama yang menjalar dari dunia maya ke dunia nyata (Mustaqim, 2. Yakni seperti merebaknya pemahaman dan narasi keagamaan yang bersifat konservatif dan parsial (Nurman, 2. Manusia dinobatkan sebagai makhluk sosial yang harus menyadari tentang pentingnya gagasan moderasi beragama bagi kehidupan (Eka Hendry, 2. Melalui moderasi beragama, manusia dapat hidup dengan damai (Ulinnuha & Nafisah, 2. Maka dari itu, dibutuhkan telaah lebih dalam tentang konsep moderasi beragama yang berkiblat pada Al-QurAoan (Yamin, 2. Sehingga, setiap manusia akan mampu menginisiasi dan membangun peradaban yang harmonis dengan nilai-nilai substansial yang terkandung dalam gagasan moderasi beragama demi kehidupan yang penuh dengan kedamaian (Nurdin, 2. Penelitian sebelumnya telah memaparkan beragam hal mengenai konsep moderasi beragama. Antara lain penelitian dengan topik moderasi beragama kacamata Islam yang dilakukan oleh Nurdin mengenai moderasi beragama pandangan Al-QurAoan dan hadis (Nurdin, 2. Pada penelitiannya terdapat pembahasan tentang analisis moderasi beragama pandangan Al-QurAoan dan hadis. Nurdin menilai bahwa Islam menjabarkan agar memahami dan merealisasikan praktik agama dengan menggunakan rute yang seimbang dan berada di jalan tengah guna memberikan pesan indah terkait agama yang terkesan lembut dan penuh kedamaian (Nurdin, 2. 360 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Lalu, penelitian dengan topik moderasi beragama sudut pandang tafsir AlQurAoan yang dilakukan oleh Ulinnuha dan Nafisah terkait moderasi beragama kacamata tafsir an-Nur, al-Azhar, dan al-Mishbah (Ulinnuha & Nafisah, 2. Pada penelitiannya terdapat pembahasan unik mengenai beberapa dimensi dalam menerapkan moderasi beragama. Keduanya menjelaskan bahwa pemikiran ketiga mufasir tersebut secara umum menjelaskan tentang moderasi beragama yang dapat diilustrasikan pada makna yang bersifat holistik dan komprehensif (Ulinnuha & Nafisah, 2. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Burhanuddin M. Yamin mengenai penafsiran Wahbah al-Zuhaili tentang ayat-ayat moderasi Islam kacamata Al-QurAoan (Yamin, 2. Pada penelitiannya terdapat penjelasan mengenai analisis penafsiran moderasi Islam kacamata tafsir al-Munir. Yamin menyimpulkan bahwa Islam berisi setiap ajaran yang bersifat moderat. Sehingga orang-orang yang berpegang teguh pada Islam yang sebenarnya tidak akan terjebak pada ifrath . idak melampaui bata. dan tafrith . idak cerobo. , seperti halnya kaum materialis dan kaum spiritualis (Yamin, 2. Selanjutnya, penelitian dengan topik moderasi beragama di Indonesia yang dilakukan oleh Agus Akhmadi mengenai moderasi beragama pada kemajemukan Indonesia (Akhmadi, 2. Pada penelitiannya tersaji penjelasan mengenai moderasi dalam masyarakat multikultural Indonesia. Akhmadi menilai bahwa dalam masyarakat multikultural dibutuhkan pemahaman dan kesadaran yang sempurna terkait moderasi beragama sehingga mampu menghargai kemajemukan dan mampu berinteraksi dengan siapa pun secara bijak dan adil serta selalu berupaya menumbuh-kembangkan nilai-nilai moderasi beragama pada masyarakat guna mewujudkan kedamaian (Akhmadi, 2. Penelitian sebelumnya melahirkan ide segar tentang gagasan moderasi beragama kacamata Al-QurAoan dan telah memaparkan beragam aliansi pemikiran. Moderasi beragama menjadi hal yang esensial bagi kehidupan umat beragama (Nurdin, 2. Secara historis, moderasi beragama menjadi gagasan elite bagi umat manusia sebagai bekal untuk mendapatkan ketenteraman dalam kehidupannya (Dawing, 2. Ketenteraman menjadi keinginan setiap manusia untuk mencapai kebahagiaan (Faiqah & Pransiska, 2. Maka dari itu. Al-QurAoan bersinar sebagai 361 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. petunjuk tepat atas lahirnya kedamaian bagi umat manusia di muka bumi (Yamin. Ayat-ayat Al-QurAoan terkait moderasi beragama memberikan pengetahuan luar biasa bagi terwujudnya kedamaian (Nurdin, 2. Diantaranya ialah surah alBaqarah ayat 143 yang menunjukkan ajaran moderasi dalam beragama (Akhmadi. Secara sosiologis, moderasi beragama akan melahirkan rasa tenteram dan damai bagi sesama umat beragama (Faiqah & Pransiska, 2. Al-QurAoan pun memberikan guiden tentang pentingnya nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan (Yamin, 2. Sehingga, ini semakin menguatkan bahwa Islam melalui pedoman Al-QurAoan dapat membimbing setiap umat manusia untuk meraih kedamaian dengan nilai-nilai moderasi beragama (Mubarok & Rustam, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan gagasan moderasi beragama kacamata Al-Qur'an sebagai upaya dalam mewujudkan kedamaian di Indonesia. Pada penelitian ini tersaji pembahasan mengenai gagasan moderasi beragama kacamata Al-Qur'an. Yakni secara khusus berisi penjelasan tentang Islam dan moderasi beragama, ayat-ayat terkait moderasi beragama serta gagasan moderasi beragama kacamata Al-Qur'an. Penelitian ini pun melahirkan pertanyaan tentang bagaimana gagasan moderasi beragama kacamata Al-Qur'an. Penelitian ini didambakan agar dapat menyumbang manfaat konkret mengenai bahtera pengetahuan Al-QurAoan dan menstimulus setiap orang akan kesadaran sosial serta nilai-nilai kebaikan guna menciptakan rasa empati hingga melahirkan kedamaian bagi sesama. METODE PENELITIAN Penelitian ini sangat penting karena tidak hanya menjelaskan pesan-pesan secara umum mengenai moderasi beragama, akan tetapi secara khusus membahas pesan-pesan moderasi beragama dengan makna yang substansial. Penelitian ini mengkaji gagasan moderasi beragama secara komprehensif menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an yang menganjurkan terealisasinya gagasan moderasi beragama dalam kehidupan (Ulinnuha & Nafisah, 2. Kemudian, gagasan moderasi beragama diharapkan dapat menumbuh-kembangkan kesadaran tentang nilai-nilai esensial yang terkandung di dalamnya sebagai alat membasmi ekstremisme dan kebencian serta mewujudkan kedamaian bagi kehidupan umat beragama, khususnya di Indonesia (Akhmadi, 2. 362 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif (Lexy, 2. Peneliti mengumpulkan data dari sumber kepustakaan seperti jurnal dan buku (Darmalaksana, 2. Secara khusus, telaah mengenai gagasan moderasi beragama kacamata Al-QurAoan ini menerapkan metode tematik atau maudhuAoi (Anwar, 2. Metode maudhuAoi merupakan suatu metode yang tidak asing digunakan dalam kajian tafsir Al-QurAoan. Yakni, dengan mengumpulkan ayat-ayat bertemakan moderasi beragama (Yamani, 2. Data hasil penelitian kemudian diabstraksikan (Darmalaksana, 2. , lalu hasil abstraksi diinterpretasi sehingga menghasilkan pengetahuan segar terkait gagasan moderasi beragama kacamata Al-QurAoan. Adapun alat bantu interpretasi dalam menarik kesimpulan ialah digunakan analisis isi atau content analysis (Rokim, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Islam dan Moderasi Beragama Islam melalui eksistensi Al-QurAoan dalam kehidupan menyajikan beragam solusi untuk setiap kepelikan (Shihab, 1. Dari detik ke detik Al-QurAoan selalu layak menjadi pedoman terdepan dalam menakar setiap tingkah atau perbuatan (Daulay. Al-QurAoan pun memiliki implikasi secara sosiologis bagi pegiatnya (Arifin. Di dalam Al-QurAoan terdapat pesan-pesan indah terkait nilai-nilai moderasi beragama (Nurdin, 2. Moderasi tersaji pada definisi yang beragam, ia bergerak secara dinamis mengikuti kecenderungannya terhadap zaman (Mubarok & Rustam, 2. Moderasi dapat berarti seimbang, pertengahan, lembut atau kebaikan (Ulinnuha & Nafisah. Moderasi pun diistilahkan sebagai sikap kemajemukan yang pertengahan dengan tidak memihak ke kiri atau ke kanan (Shihab, 2. Moderasi mengilustrasikan kondisi emosi terpuji yang melekat di dalam diri (Yusuf, 2. Manusia istimewa karena menerima amanah dari Tuhan untuk memakmurkan segala hal yang ada di muka bumi (Shihab, 2. Segala hal dilakukan sebagai upaya strategis dalam menjaga kestabilan antara manusia dan agama (Zaman, 2. Oleh karena itu. Allah mengutus manusia pilihan-Nya agar menebarkan pesan-pesan yang sungguh lembut dan seimbang dalam oase kehidupan ini (Rachman, 2. Salah satu misi setiap agama adalah menebarkan kebaikan (Qutub, 1. Hal ini terjadi karena kebencian masih merajalela dan kekerasan serta intimidasi masih 363 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. hadir di muka bumi ini (Muchsin, 2. Bermacam-macam problematika dunia yang tersaji harus segera ditemukan solusinya oleh setiap agama di dunia sebagai upaya dalam mewujudkan umat manusia yang harmonis dan penuh dengan kedamaian serta dialektis dalam mengarungi kepenatan di dunia (Qutub, 1. Ayat-ayat terkait Moderasi Beragama Konsep moderasi beragama tersaji di dalam Al-QurAoan. Peneliti menemukan sebanyak empat pesan moderasi beragama yang beredar dalam beberapa surat. Yakni, diantaranya ialah surah al-Baqarah ayat 143, surah al-Infitar ayat 7, surah anNisaAo ayat 3, dan surah al-Rahman ayat 7 hingga 8. Ayat-ayat tersebut memancarkan cahaya dan manfaat secara sosiologis terkait moderasi beragama (Ulinnuha & Nafisah, 2. , seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu: Surah al-Baqarah Ayat 143 Ayat ini memaparkan terkait keberadaan Islam sebagai agama yang terpuji, pertengahan, bahkan terbaik (Nurdin, 2. Ibnu Katsir mengemukakan bahwa AualWashatAy di ayat ini dimaknai sebagai pilihan atau sesuatu yang terbaik (Katsir, 1. Hal ini pun sejalan dengan sejarah, bahwa orang-orang Quraisy merupakan orang Arab yang paling baik keturunan dan kedudukannya (Katsir, 1. Islam merupakan umat pertengahan, tidak terpaku kepada dunia saja, bukan pula hanya semata-mata mementingkan rohani. Umat Muhammad harus bisa menyeimbangkan keduanya (Hamka, 2. Umat yang kental dengan prinsip seimbang, tidak berlebih-lebihan dalam beragama, dan tidak pula termasuk orang yang kurang dalam beragama (Ash-Shiddieqy, 2. Surah al-Infitar Ayat 7 Ayat ini mengajarkan tentang urgensi nilai-nilai keadilan bagi kehidupan (Zaman. Ayat ini memakna AufaAoadalakaAy sebagai representasi dari susunan anggota tubuh manusia yang serasi dan harmonis (Shihab, 2. Hal ini sejalan dengan penjelasan Sayyid Quub tentang keistimewaan jasmani manusia. Ada bagian jasmani manusia yang tidak dimiliki oleh binatang, yakni akal dan jiwa. Ini menjadi suatu keistimewaan yang ditekankan pada manusia sebagai anugerah indah dari-Nya (Shihab, 2. Surah al-NisaAo Ayat 3 Ayat ini secara eksplisit menjelaskan tentang entitas atau keberadaan nilai-nilai keadilan dalam kehidupan (Ulinnuha & Nafisah, 2. Ayat ini menerangkan 364 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. perbedaan kata AutuqsituAy dan AutaAodiluAy (Shihab, 2. Kata AutuqsiuAy merupakan sikap adil terhadap dua orang atau lebih dan menjadikan kedua belah pihak atau semuanya menerima kebahagiaan. Sedangkan kata AutaAodiluAy merupakan sikap adil terhadap diri sendiri atau orang lain, akan tetapi keadilan tersebut dapat memberikan kesan tidak menyenangkan pada salah satu pihak (Shihab, 2. Surah al-Rahman Ayat 7 dan 8 Ayat ini menjabarkan mengenai urgensi nilai-nilai keseimbangan dalam kehidupan beragama (Ulinnuha & Nafisah, 2. Kata Aual-MizanAy pada ayat ini menerangkan mengenai keseimbangan alam semesta (Hamka, 2. Seperti halnya langit yang dilengkapi oleh ribuan bintang dan belum ditemukan masalah bahwa bintang saling bertabrakan, semuanya diatur dengan pertimbangan baik. Keajaiban ini yang harus dinukil hikmahnya oleh seluruh manusia di muka bumi (Hamka, 2. Bahwasannya, sikap seimbang adalah suatu hal yang diperlukan untuk menjani hidup dengan baik dan penuh kedamaian. Lalu, pada interpretasi lain. Allah menyandingkan kata Aual-SamaAy dan Aual-MizanAy, yakni untuk mengisyaratkan tentang penting dan agungnya keadilan itu melalui penisbahan pada alam yang tinggi atau dapat dimaknai sebagai suatu kebenaran dan keutamaan (AoAsyur, 1. Sehingga, keadilan bagi manusia adalah hal yang sakral, karena sikap dalam berkeadilan pun akan menghantarkan setiap manusia pada tempat yang sesuai dengan tingkah lakunya dalam menjalankan keadilan (AoAsyur. Apakah keadilan itu sudah dijalankan dengan sempurna sehingga berbuah Gagasan Moderasi Beragama Kacamata Al-Qur'an sebagai Upaya dalam Mewujudkan Kedamaian di Indonesia Secara sosiologis, umat manusia menjalani kehidupan dengan membutuhkan sesamanya (Khoiruddin, 2. Manusia akan senantiasa saling menerima dan memberi melalui interaksi sosial yang positif (Aziz, 2. Di tengah masyarakat global dan dinamis, nilai-nilai yang terkandung dalam moderasi beragama menjadi pelopor ketenangan di setiap situasi, sehingga tidak ada lagi bentuk penyimpangan terhadap kemajemukan (Maiwan, 2. Maka nilai-nilai moderasi beragama menjadi formula yang kokoh dalam mewujudkan kemakmuran di berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia (Khoir, 2. 365 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Islam menuntun umatnya untuk menghindari permusuhan hingga kebencian di dalam kehidupan (Rachman, 2. Kebencian di tengah masyarakat multikultural hanya akan melahirkan kemudaratan bagi sesama (Eka Hendry, 2. Kebencian dan permusuhan kerap kali mengakibatkan lahirnya sikap superioritas yang akan menghantarkan manusia kepada kehinaan (Arafat, 2. Bahkan hingga melahirkan pertumpahan darah yang sangat merugikan seluruh manusia di muka bumi (Ghazali. Dengan demikian. Al-QurAoan sebagai garda terdepan dalam melahirkan jalan keluar agar manusia dapat memegang teguh nilai-nilai moderasi beragama (Akhmadi. Sehingga, moderasi menjadi jembatan dalam memberikan kedamaian dan melahirkan kebaikan bagi sesama (Aziz, 2. Gagasan substantif dalam Al-QurAoan mengenai moderasi beragama di antaranya ialah: Memegang Teguh Nilai-nilai Rabani Islam merupakan agama yang menebarkan kedamaian (Qutub, 1. Melalui kesadaran spiritual yang prima, maka hal tersebut pun menjadi perantara tepat tertanamnya nilai-nilai moderasi beragama di dalam kehidupan (Nurdin, 2. Seperti halnya yang dipaparkan di dalam Al-QurAoan surah al-Baqarah ayat 143 tentang Islam sebagai agama sempurna dan sebagai guiden setiap hamba-Nya yang mengunggulkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya guna meraih kedamaian (Ulinnuha & Nafisah, 2. Ajaran Islam menjadikan kekuatan iman dan takwa sebagai salah satu komponen tercapainya kedamaian antar sesama di dalam kehidupan umat beragam khususnya masyarakat multikultural seperti Indonesia (Mubarok & Rustam, 2. Memegang Teguh Nilai-nilai Insani Islam bergerak dan dikenal sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (Zein, 2. Sikap humanis akan melahirkan kontruksi dan realitas kehidupan yang harmonis bagi sesama (Herti, 2. Seperti halnya yang dijelaskan di dalam Al-QurAoan surah al-Infitar ayat 7, an-Nisa ayat 3, dan al-Rahman ayat 7 hingga 8 mengenai pesan moderasi beragama (Ulinnuha & Nafisah, 2. Nilai-nilai moderasi beragama yang dicetuskan oleh Islam akan senantiasa menyelamatkan keselamatan nyawa seseorang dan melahirkan motivasi mengenai kesadaran sikap humanis yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat multikultural seperti Indonesia (Mubarok & Rustam, 2. 366 | Volume 4 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 359-369 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN Gagasan moderasi beragama terpaparkan secara implisit di dalam Al-QurAoan. Al-QurAoan memberikan beragam pesan terkait gagasan moderasi beragama. Menelaah ayat suci Al-QurAoan melalui studi tematik atau maudhuAoi mencetuskan pemahaman dan kesadaran konstruktif demi merealisasikan setiap hal yang berhubungan dengan gagasan moderasi beragama yang harus diterapkan secara praktis dalam kehidupan. Islam mengarahkan segenap umatnya melalui Al-QurAoan dengan menganjurkan untuk memegang teguh nilai-nilai rabani dan nilai-nilai insani demi menciptakan Dengan demikian. Indonesia merupakan negeri yang indah. Dengan gagasan moderasi beragama yang mapan berkiblat pada Al-QurAoan, maka kedamaian akan senantiasa melengkapi negeri Indonesia sepanjang masa. Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat besar bagi penggemar ilmu pengetahuan Al-QurAoan serta keilmuan lainnya yang relevan. Pemantik untuk meningkatkan kesadaran sosial berupa kepedulian antar sesama umat beragama demi mewujudkan kedamaian di Indonesia berpedoman pada Al-QurAoan. Penelitian ini hanya memaparkan gagasan moderasi beragama kacamata Al-QurAoan melalui studi tematik saja. Kemudian, penelitian ini merekomendasikan agar kedepannya dapat tercetuskan pemahaman yang lebih up to date terkait gagasan moderasi beragama melalui studi komprehensif atau tahlili merujuk pada literatur tafsir AlQurAoan secara khusus. DAFTAR PUSTAKA