Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG S. E PROGRAM PADA BAYI PASCA RESUSITASI Health Workers' Knowledge About S. E Program In Post-Resuscitated Infants Fitriati Sabur . Afriani Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar Email: afriani@poltekkes-mks. ABSTRACT Asphyxia is a cause of newborn death because it needs attention and effective and quality treatment as an effort to reduce the Infant Mortality Rate (IMR). One of the efforts that can be done is to implement the S. E Program in dealing with post-resuscitation asphyxia infants which aims to ensure the baby's condition is in good condition during the referral process in order to prevent increased morbidity and sequelae due to asphyxia of newborns. The general objective of this research is to know the knowledge of health workers through education on the use of the E-module application and quiz via google form about the S. E program for post-resuscitation infants. This study used a pre-experimental design with one group pretest Ae posttest. The study was conducted at Puskesmas Somba Opu dan Kampili on 27 April to 23 October 2022. The population in this study was 44 people, with a sample of 40 people. The data were analyzed using the Paired t test. The results showed that there was knowledge of health workers through education on the use of E-module and quizizz applications via google form about the S. E program for infants after resuscitation at the Kampili and Somba Opu Health Centers. Kab. Gowa with p value = 0. It is hoped that the motivation of health workers in implementing the S. E program in post-resuscitation infants during the referral process is to prevent increased morbidity and sequelae due to newborn asphyxia. Keywords: Education. E-Module. Knowledge. Quizizz ABSTRAK Asfiksia merupakan penyebab kematian bayi baru lahir oleh karena perlu perhatian dan penanganan yang efektif dan berkualitas sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan S. E Program dalam menangani bayi asfiksia pasca resusitasi yang bertujuan memastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas . akibat asfiksia bayi baru lahir. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui google form tentang S. E program pada bayi pasca resusitasi. Penelitian ini menggunakan rancangan Pre eksperimental dengan one group pretest Ae Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Somba Opu dan Kampili pada tanggal April s/d Oktober 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Data di analisis menggunakan Uji t Paired test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui google form tentang S. E program pada bayi pasca resusitasi di Puskesmas Kampili dan Somba Opu Kab. Gowa dengan nilai p=0,000. Diharapkan motivasi tenaga kesehatan dalam menerapkan E program pada bayi pasca resusitasi selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas . akibat asfiksia bayi baru lahir. Kata kunci: Edukasi. E-Modul. Pengetahuan. Quizizz PENDAHULUAN Salah satu upaya yang dapat dilakukan pada bayi dengan asfiksia adalah pemberian resusitasi dan stabilisasi bayi pasca Keberhasilan upaya resusitasi neonatal tergantung pada tindakan kritis yang harus dilakukan dengan tepat dan cepat bertahan hidup sehingga sangat penting bagi tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir dengan asfiksia serta membantu proses percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian bayi baru lahir. Harima . mengemukakan bahwa pelaksanaan program stabilisasi bayi asfiksia oleh bidan Puskemas belum melak sanakan enam komponen yaitu komponen stabilisasi gula darah dan pemeriksaan laboratorium dan hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alasiry . yang mengemukakan bahwa terdapat 64,7% bayi rujukan saat masuk rumah sakit berada dalam kondisi tidak stabil terutama akibat hipoglikemi, dan hipoperfusi. Hal tersebut dapat dicegah dengan pemberian edukasi terkait kepada tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan kegawatdaruratan pada bayi asfiksia secara cepat dan tepat. Tenaga kesehatan sangat penting kegawatdaruratan pada bayi dengan asfiksia secara tepat dan efektif yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial yang tertuang pada pasal 4 point 2. Oleh karena itu langkah awal yang dapat dilakukan adalah melakukan edukasi kepada menerapkan S. E Program pada bayi pasca resusitasi. Salah satu metode Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar pemberian edukasi tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan teknologi informasi baik secara offline maupun online. Sehubungan dengan terjadinya masalah terkait pandemi Covid -19 saat ini maka sangat perlu dilakukan edukasi dengan memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan melalui pemberian edukasi secara online seperti: ebook, e-modul, video interaktif / media audiovisual dan sebagainya. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain Pre eksperimental dengan metode one group pre test - post test. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Somba Opu dan Kampili Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan AprilAe Oktober 2022 Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah bidan yang bekerja di kamar bersalin pada Puskesmas Somba Opu dan Puskesmas Kampili Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling, dengan jumlah sampel 40 Pengumpulan Data Pengumpulan dengan menggunakan kuesioner dengan bantuan aplikasi quizizz melalui google form. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner baku tentang STABLE program, sehingga tidak dilakukan uji validitas. Kuesioner berjumlah 25 butir. Pembagian kuesioner STABLE program dengan bantuan e-modul. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan tentang STABLE program kepada seluruh Bahan edukasi berupa e-modul telah di validasi oleh tim pakar. Peserta mengisi kuesioner pretest dan posttest dengan menggunakan aplikasi quizizz. Pelaksanaan posttest dilakukan 2 minggu setelah pemberian edukasi. Pengolahan dan Analisis Data Hasil penelitian ini dilakukan analisis secara univariate dan bivariat. Pada analisis univariat sebagaimana ditampilkan pada tabel 1, menunjukkan bahwa mayoritas ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. tenaga bidan yang bertugas di Puskesmas Somba Opu dan Kampili mayoritas telah bekerja <5 tahun . %) dan . %) telah mengikuti pelatihan STABLE program dengan rentang waktu 1-2 tahun setelah mengikuti pelatihan sebanyak . ,5%). Tabel 2, menunjukkan bahwa . %) tenaga bidan mampu memahami pemberian edukasi tentang S. E Program dengan baik, namun masih terdapat . %) dengan pemahaman cukup. Tabel 3, menunjukkan bahwa 100% tenaga bidan mampu menggunakan aplikasi E-Modul dan quizizz dengan mudah. Tabel 4, menunjukkan mayoritas tenaga bidan dengan pengetahuan cukup . ,5%) sehingga diperlukan edukasi tentang STABLE program pada bayi pasca resusitasi. Tabel 5, menunjukkan bahwa pengetahuan baik . %) setelah diberikan edukasi tentang STABLE program pada bayi pasca resusitasi. Namun masih terdapat . %) dengan pengetahuan cukup karena padatnya kegiatan bidan di Puskesmas. Berdasarkan hasil analisa pada tabel 5, nilai korelasi antara pretest dan posttest adalah -188 artinya hubungan antara kedua variable kuat dan positif. Sedangkan pada selisih mean variable -30,9, berarti nilai mean variabel pengetahuan sebelum edukasi penggunaan aplikasi e-modul lebih rendah daripada nilai mean setelah penggunaan aplikasi e-modul. Hasil analisis t hitung 304, dengan p value sebesar 000 pada degree of freedom . Hal ini menunjukkan ada peningkatan pengetahuan penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui google form tentang S. program pada bayi pasca resusitasi di Puskesmas Kampili dan Somba Opu Kab. Gowa PEMBAHASAN Pengetahuan/ kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang sebab dari pengalaman dan hasil penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik daripada yang tidak didasari oleh pengetahuan. Proses pembelajaran yang dimak sudkan adalah memberikan pengetahu an kepada responden tentang stabilisasi bayi pasca resusitasi yang mengguna kan leaflet sehingga terjadi Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar perubahan proses informasi, pengambilan keputusan dan emosi yang pada akhirnya terjadi proses kontrol cognator dalam otak agar melakukan mekanisme bela jar dan adaptasi (Budiman dkk. , 2. Pada penelitian ini Mayoritas tenaga bidan yang bertugas di Puskesmas Somba Opu dan Kampili mayoritas telah bekerja <5 tahun . %) dan . %) telah mengikuti pelatihan STABLE program dengan rentang waktu 1-2. Namun tetap dianggap perlu untuk melakukan review dan pembahasan kembali tentang STABLE program. Hal ini diharapkan agar semua bidan saat bertugas dapat memastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas . akibat asfiksia bayi baru lahir (Rifai, 2. Pada penelitian ini tenaga bidan ,5%) sebelum diberi edukasi, sehingga dianggap perlu untuk diberi edukasi tentang STABLE program pada bayi pasca resusitasi. Konsep pengetahuan awal . rior knowledg. , sebagaimana hasil pemaparan di atas, pengalaman, pengetahuan, sikap, bahkan keyakinan yang telah dimiliki oleh individu yang diperoleh dari pengalaman sepanjang hidupnya yang akan digunakan untuk pengalaman baru. Dalam pembelajaran, pengetahuan awal memiliki peran yang penting dalam pembelajaran (Yaumi, 2. Setelah dilakukan edukasi tentang STABLE program, mayoritas tenaga bidan dengan pengetahuan baik . %). Namun masih terdapat . %) dengan pengetahuan cukup, hal ini disebabkan karena padatnya kegiatan bidan di Puskesmas. Pemberian edukasi tentang STABLE program diharapkan agar bidan dapat melakukan stabilisasi pada bayi baru lahir dengan asfiksia sebelum dan selama proses Hasi penelitian menunjukkan bahwa . %) tenaga bidan mampu memahami pemberian edukasi tentang S. Program dengan baik, namun masih terdapat . %) dengan pemahaman cukup dan diharapkan bidan dapat menggunakan emodul sebagai bahan belajar dalam memberikan pelayanan asuhan bayi baru lahir di tempat kerja masing-masing. Hasil menggunakan uji paired t sample, dapat diketahui bahwa p value 0. 000 < 0. 05 yang ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. berarti bahwa ada pengaruh signifikan pemberian edukasi penggunaan aplikasi Emodul dan quizizz melalui google form tentang S. E program pada bayi pasca resusitasi di Puskesmas Kampili dan Somba Opu Kab. Gowa. Proses perubahan sikap merupakan keberlanjutan dari perubahan pengetahuan. Sikap yang ditunjukkan sese orang lebih positif jika berdasarkan pe ngetahuan yang Seseorang dapat bertindak atau merubah sikapnya terhadap suatu stimulus jika mengetahui makna dari stimulus yang Oneil N dkk . dalam Suvarna . , menuliskan bahwa di Nova Scotia terdapat 90% tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan program lebih percaya diri kemampuan melakukan stabilisasi pada bayi sakit sebelum dan selama pro ses rujukan bayi dan 86,5% tenaga ke sehatan dilaporkan telah melaksanakan program E-module merupakan bentuk modul secara digitalize dan dikemas dengan lebih interaktif, media untuk belajar mandiri karena di dalamnya telah dilengkapi petunjuk untuk belajar sendiri dan dapat diisi materi dalam bentuk pdf, video serta animasi yang mampu membuat user belajar secara aktif. Quizizz merupakan sebuah web tool untuk membuat permainan kuis interaktif untuk digunakan Penggunaannya sangat mudah yang dapat di akses oleh semua orang di dunia maya dan quizizz melalui pembuatan soal di google form yang hanya dapat diketahui oleh orang lain yang mengetahui link pembuatan soal Pada penelitian ini 100% tenaga bidan mampu menggunakan aplikasi EModul dan quizizz dengan mudah. Hasil penelitian Ismi Laili, dkk . , e-modul digunakan dalam pembelajaran dengan implikasi agar e-modul dapat dikembangkan pada materi dan mata pelajaran dan hendaknya dilakukan pelatihan terhadap guru-guru tentang bagaimana membuat dan menggunakan e-modul yang mampu menarik minat peserta didik untuk belajar dan memberi nilai positif terhadap penggunaan Satriani . mengemukakan bahwa kualitas E-modul interaktif sebagai sumber belajar elektronika dasar di SMKN 3 Yogyakarta layak digunakan ditinjau dari: a. Komponen media termasuk kategori sangat Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar layak dengan rerata skor 67,00 dari skor maksimal 80,00 dengan distribusi frekuensi layak dan sangat layak masing-masing sebesar 50%. Materi termasuk kategori sangat layak dengan nilai rerata 150,5 dari skor maksimal 160,00 dengan persentase sangat layak 100%. Proses pembelajaran termasuk kategori layak dengan rerata skor 88,12 dari skor maksimal 120,00 dengan persebaran distribusi frekuensi 7,69 %. AuCukup LayakAy,76,92% AuLayakAy,dan 15,38%AuSangat LayakAy. Kelayakan e-modul interaktif sebagai sumber belajar elektronika dasar di SMKN 3 Yogyakarta Tampilan teks,gambar,animasi,ilustrasi dan simulasi termasuk kategori layak dengan skor 23,35 dari skor maksimal 32,00. Rincian dari kelayakan tersebut adalah 11 siswa . ,67%) mengatakan Ausangat layakAy,19 siswa . ,33%) mengatakakan AulayakAy. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan melalui edukasi penggunaan aplikasi E-modul dan quizizz melalui google form tentang S. E program pada bayi pasca resusitasi di Puskesmas Kampili dan Somba Opu Kab. Gowa. Hasil penelitian ini menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan dalam menerapkan S. E program pada bayi pasca resusitasi selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas . akibat asfiksia bayi baru lahir DAFTAR PUSTAKA