Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM DUNIA POLITIK: TINJAUAN SISTEMATIK LITERATURE Agustinus Abraham Universitas Sanata Dharma Yogyakarta agustinusabraham3@gmail. Abstract Politics is seen as an endeavor in co-creating, progressing the nation and state. All citizens are expected to actively participate in these Catholic Youth are also not free from political The purpose of this paper is to find out the form of Catholic participation in politics and the factors that encourage them. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative descriptive approach. This SLR adopts the Preferred Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). The results in this study show that Catholic Youth have participated in politics with various forms of participation and are driven by several external factors. The most common form of political participation provided by Catholic Yout is education, both formal education and informal education. In addition, they also provide participation in the form of direct involvement in politics. Some of them became the success team of one of the candidate pairs in a general election. The factors that influence them are family, religious leaders, and teachers. Keywords: Catholic Youth. Participation. Politics PENDAHULUAN Partisipasi politik merupakan manifestasi dari kedaulatan rakyat, yang menjadi elemen penting dalam keberlangsungan proses demokrasi. Partisipasi politik memiliki peran krusial dalam menggerakkan sistem dan mekanisme demokrasi (Hema Fitria dkk, 2. Ketika masyarakat berpartisipasi secara aktif dan signifikan, pembangunan politik serta praktik demokrasi di Indonesia akan berjalan dengan optimal. Hal ini, pada gilirannya memberikan dampak positif yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Secara sederhana partisipasi politik dipahami sebagai keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan politik seperti mengikuti pemilihan kepala desa (Averus & Alfina, 2. Partisipasi politik juga mengacu pada kesanggupan dan kehendak masyarakat untuk turut serta dalam proses penentuan keputusan politik, baik melalui keterlibatan langsung maupun melalui perwakilan (Padilah dkk, 2. Partisipasi politik dalam sebuah negara demokrasi menjadi salah satu indikator pelaksanaan kedaulatan rakyat, yaitu bentuk Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 legitimasi kekuasaan tertinggi oleh rakyat yang diwujudkan melalui keterlibatan mereka dalam proses demokrasi, seperti pemilu (Awaliah dkk, 2. Partisipasi politik dapat terwujud ketika masyarakat memahami terlebih dahulu arti politik. Secara etimologis, istilah politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu polis, yang merujuk pada kota yang memiliki status sebagai negara . Dalam konteks negara kota pada zaman Yunani, masyarakat berinteraksi satu sama lain untuk mencapai kesejahteraan hidup atau kebaikan bersama, sebagaimana yang dimaknai oleh Aristoteles (Ramadhani dkk, 2. Istilah politik, jika ditelusuri dari asal katanya dalam bahasa Yunani, mengacu pada konsep pengelolaan kota atau negara-kota, yang menggambarkan upaya untuk mengatur kehidupan bersama demi mencapai kebaikan dan kesejahteraan bersama (Robb dkk, 2. Politik mencakup segala hal yang berhubungan dengan kekuasaan, tata kelola pemerintahan, proses pengelolaan negara, serta mencakup struktur, lembaga, dan tujuan yang ingin dicapai oleh negara atau pemerintah (Mulia, 2. Politik dipandang sebagai kumpulan makna, nilai, dan pilihan yang diambil dari masyarakat untuk mendukung keberlangsungan tatanan sosial (Sari. Selain beberapa pandangan di atas, terdapat pula penelitian lain menyatakan bahwa politik merupakan metode yang digunakan seseorang untuk meraih kekuasaan dalam suatu pemerintahan negara (Syaputra, 2. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam dunia politik, membuat penulis tertarik untuk melihat bagaimana partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam dunia politik. Penelitian ini fokus pada orang muda Katolik di Indonesia, karena mereka juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak demokrasi yang sama seperti rakyat pada umumnya. Orang Muda Katolik . elanjutnya disingkat OMK) sebagai warga negara dan warga Gereja sejatinya taat pada kedua institusi (Negara dan Agam. yang memiliki visi yang senada, yaitu menciptakan kebaikan bersama atau bonum commune (Surbakti & Stanislaus, 2. melalui berbagai tindakan seperti pendidikan formal, katekese dan politik praktis. OMK merupakan kelompok yang berusia 13 hingga 35 tahun dan belum menikah (Gale dkk, 2. Orang muda Katolik juga didefinisikan sebagai fase transisi dari masa anak-anak menuju tahap kedewasaan (Jatmiko & Wulung, 2. Pandangan lain berdasarkan ensiklik Paus Fransiskus, yaitu Christus Vivit dijelaskan bahwa kaum muda merujuk pada mereka yang berusia antara 16 hingga 29 tahun (Andayanto, 2. Leo . 2,) menyatakan bahwa OMK adalah individu berusia 16 hingga 30 tahun yang berada dalam fase penting pertumbuhan dan perkembangan diri. Mereka adalah kelompok warga masyarakat Indonesia yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa. Peran mereka sangat penting dalam menjalankan aktivitas gerejawi, terutama dalam upaya kateketik (Jebar dkk, 2. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sistematik literature review. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan tanpa teknik kuantifikasi. Penelitian kualitatif digunakan untuk studi mengenai sejarah, tingkah laku, kehidupan masyarakat, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial, dan hubungan kekerabatan (Agustini dkk. , 2. Metode sistematik literature review dalam penelitian ini mengadopsi PRISMA (Preferred Items for Systematic Reviews and Meta-Analysi. (Nisa dkk. , 2. Sistematik literature review merupakan metode tinjauan yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasikan penelitian-penelitian terdahulu untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu (Habibi & Artha Glory Romey Manurung, 2. Kebaruan dari penelitian ini adalah menampilkan secara konkret bagaimana OMK terlibat dalam dunia politik serta motivasi mereka. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana Gereja mendukung OMK agar terlibat dalam dunia Sementara tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam dunia politik. Berdasarkan latar belakang fakta dan masalah di atas, maka penelitian ini akan menjawab beberapa pertanyaa: . bagaimana bentuk-bentuk partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam dunia politik di Indonesia?. faktor apa saja yang mendorong OMK dalam memberikan partisipasi di dunia politik? II. PEMBAHASAN Kajian Teori Orang Muda Katolik Orang Muda Katolik khususnya dalam konteks negara Indonesia harus terlibat dalam dunia politik sebagai bentuk partisipasi dalam usaha membangun demokrasi dan kebaikan bersama. Orang Muda Katolik memiliki tanggung jawab untuk ikut serta dalam dinamika politik dengan berbagai bentuk partisipasi. Berdasarkan hasil temuan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penulis menemukan dua hal penting yaitu bentuk-bentuk partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam dunia politik di Indonesia dan faktor yang mendorong OMK untuk berpartisipasi dalam dunia politik. OMK adalah tumpuan harapan bagi bangsa, keluarga dan Gereja. Mereka menjadi generasi penerus yang akan menentukan masa depan Bangsa dan Gereja. Dengan kata lain, kehadiran kaum muda memiliki peran penting sebagai penggerak utama dalam kemajuan Gereja Katolik (Paulus Junaidi dkk, 2. Penelitian dengan tema umum tentang OMK dan politik sudah banyak dilakukan. Penelitianpenelitian tersebut memiliki fokus masing-masing terkait dengan tema yang Penelitian Yanuar Prameswara dan Pius X . menunjukkan bahwa OMK didorong agar berpartisipasi dalam dunia politik sebab partisipasi mereka sangat dibutuhkan. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Penelitian lain menekankan peran katekis (Prameswara, 2. dan calon katekis (Mukin, 2. dalam partisipasi OMK. Kwirinus . dalam penelitiannya menyatakan bahwa perlu kerja sama antara tokoh agama dan OMK dalam keterlibatan politik. Namun, permasalahannya adalah partisipasi yang diberikan OMK belum teridentifikasi bentuknya dan termasuk dalam jenis politik apa serta belum diketahui faktor apa yang mendorong mereka sehingga ingin terlibat dalam politik. Padahal semakin banyak partisipasi politik kaum muda, maka demokrasi semakin baik (Hemafitria dkk, 2. Partisipasi politik juga sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan desa (Padilah , 2. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk partisipasi politik yang diberikan oleh OMK. Bentuk Partisipasi Politik Orang Muda Katolik (OMK) memiliki kesadaran bahwa mereka adalah bagian dan masa depan bangsa dan negara sehingga melibatkan diri dalam dunia OMK mewujudkan partisipasinya dalam bentuk-bentuk yang cukup konkret seperti mengikuti pemilihan umum secara langsung, umum, bebas rahasia serta jujur dan adil. OMK tidak hanya ikut memilih begitu saja tetapi yang menarik dan unik adalah mereka mengikuti katekese atau pembekalan terlebih dahulu tentang pentingnya terlibat dalam dunia politik (Prameswara, 2. Sebelum memberi partisipasi. OMK diharapkan memahami terlebih dahulu makna dari keterlibatan dalam politik. Dalam hal ini pendidikan menjadi langkah awal OMK untuk berpartisipasi dalam dunia politik secara dewasa. Dengan mengikuti pendidikan yang didasarkan pada karakter, moral, dan spiritualitas. OMK diharapkan mampu mengoptimalkan partisipasi politik mereka dan memahami politik secara holistik (Lan, 2. Bentuk partisipasi lain yang diberikan oleh OMK adalah keterlibatan secara langsung dalam politik praktis. Setelah mengikuti pendidikan yang dianggap cukup memadai, para OMK berinisiatif untuk terjun ke dalam dunia politik dengan berbagai cara seperti bergabung ke salah satu tim sukses seorang calon dalam pemilihan umum dan menjadi anggota dalam kelompok penyelenggara pemungutan suara. Bentuk partisipasi politik yang inklusif juga diberikan oleh OMK dengan membangun toleransi dengan sesama yang memiliki keyakinan berbeda dengan mereka (Kwirinus, 2. Hal ini dilakukan oleh OMK atas dasar pandangan Gereja tentang politik sebagai usaha menciptakan kebaikan bersama. Partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam dunia politik secara umum tampak dalam bentuk yang holistik. Partisipasi OMK dalam dunia politik sangat esensial karena menekankan pendidikan moral dan karakter. Partisipasi OMK cukup berpengaruh dalam politik tidak hanya dari segi kualitas tetapi juga dari segi Partisipasi Orang Muda Katolik dalam dunia politik dapat diwujudkan Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 dalam berbagai bentuk konkret. Salah satu bentuk partisipasi yang menonjol adalah keterlibatan dalam Pemilihan Umum (Pemil. , yang didahului dengan proses katekese untuk memperkuat kesadaran iman dan tanggung jawab sosial-politik (Prameswara, 2. Selain itu, pendidikan formal dan pembentukan karakter menjadi langkah awal yang penting dalam mengoptimalkan keterlibatan politik orang muda. Pendidikan ini tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan tanggung jawab moral, sebagaimana dikemukakan oleh Lan . Surbakti dan Stanislaus . , serta Wikrama dan rekan-rekannya . Dalam konteks kehidupan sosial yang majemuk, membangun sikap toleransi antaragama juga merupakan bagian dari partisipasi politik, karena hal tersebut menjadi landasan bagi gerakan moral yang lebih luas. Upaya ini ditekankan oleh Kwirinus . serta Ipo dan Derung . sebagai bentuk praksis iman dalam ranah publik. Lebih jauh lagi, sejumlah Orang Muda Katolik terlibat secara langsung dalam politik praktis, baik sebagai tim sukses bagi calon legislatif maupun sebagai petugas penyelenggara pemilu, seperti anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Selain itu, mereka juga mengikuti pendidikan politik yang diselenggarakan secara eksklusif oleh Gereja setempat sebagai sarana pembentukan kader pemimpin Katolik yang andal dan bermoral. Faktor Pendorong Eksistensi partisipasi Orang Muda Katolik dalam dunia politik tidak terlepas dari faktor eksternal para OMK. Faktor eksternal ini memainkan peran yang cukup penting karena mendorong OMK secara langsung untuk berpartisipasi dalam dunia Sebagai orang muda. OMK tidak terlepas dari peran orang tua dan keluarga secara umum sebagai pendidik awal mereka (Lan, 2. Selain itu, para katekis juga memberi dorongan dalam bentuk pendidikan tentang politik yang berlandaskan pada ajaran moral. Katekis dalam konteks OMK memainkan peran yang kuat (Prameswara, 2. termasuk peran para calon katekis (Mukin, 2. OMK dalam konteks kehidupan beragama juga didorong oleh para tokoh agama Katolik dengan mengimplementasikan ajaran sosial Gereja (Lan, 2. Tidak hanya tokoh agama tetapi juga oleh sesama umat memberi dorongan dalam bidang pendidikan politik (Arung-Palaga, 2021. Dewantara, 2. Berdasarkan hasil temuan dari beberapa penelitian terdahulu ditemukan bahwa faktor eksternal sangat berperan penting dalam partisipasi Orang Muda Katolik di dunia politik. Data ini menunjukkan bahwa OMK tidak begitu tertarik pada dunia politik. Dorongan dari dalam diri para OMK sendiri sangat minim. Berdasarkan hasil dari penelitian ini hanya satu temuan yang menyatakan bahwa OMK memiliki inisiatif sendiri untuk berpartisipasi dalam dunia politik (Robb dkk. Faktor-faktor yang mendorong keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 bidang politik sangat beragam dan saling melengkapi. Salah satu faktor pendorong utama adalah peran katekis yang secara aktif membimbing dan memotivasi Orang Muda Katolik dalam hal pendidikan moral sebagai landasan untuk terlibat dalam kehidupan politik (Prameswara, 2. Selain itu, tokoh-tokoh agama Katolik juga memainkan peran penting melalui implementasi ajaran sosial Gereja, yang menjadi dorongan spiritual dan etis bagi kaum muda untuk terlibat dalam aktivitas sosial-politik (Arung-Palaga, 2. Di samping peran institusional Gereja, keluarga menjadi lingkungan pertama yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan mendorong anak-anak muda Katolik untuk turut serta dalam menciptakan perubahan positif, termasuk melalui jalur politik. Dorongan ini juga diperkuat oleh inisiatif pribadi dari Orang Muda Katolik sendiri yang lahir dari kesadaran akan tanggung jawab sosial sebagai warga negara dan umat beriman. Tak kalah penting, kerja sama yang terjalin antara umat Katolik dan para tokoh agama turut menjadi kekuatan kolektif yang memberikan dukungan moral dan spiritual bagi generasi muda untuk tampil aktif dalam kehidupan sosialpolitik demi kesejahteraan bersama. Metodologi Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). SLR merupakan suatu prosedur yang terstruktur untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis secara kritis berbagai temuan penelitian yang relevan guna menjawab pertanyaan penelitian secara spesifik (Pati dan Luroso, 2018. Paul, 2021. Paul. Khatri, dan Duggal, 2. Metode ini dipilih karena mampu menyajikan pemahaman yang mendalam melalui sintesis kajian sebelumnya secara sistematis, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pendekatan ini juga dinilai tepat untuk mengeksplorasi serta memahami praktik komunikasi inklusif yang dilakukan Gereja dalam mendorong partisipasi penyandang disabilitas. Populasi penelitian terdiri atas seluruh artikel pada google scholar. Populasi penelitian ini adalah 1170 artikel yang diperoleh pada jurnal tersebut. Untuk memperoleh data yang menyeluruh, penelitian ini menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). PRISMA adalah panduan berbasis bukti yang dirancang untuk meningkatkan transparansi serta kelengkapan dalam pelaporan systematic review (Sarkirs-Onofre, 2. Melalui pendekatan ini, karakteristik berbagai studi dapat disusun dan dirangkum secara sistematis, sehingga membantu penyedia layanan dan pengambil kebijakan dalam menilai relevansi hasil penelitian sesuai konteks masing-masing (Page dkk, 2. Dalam konteks penelitian ini. PRISMA digunakan untuk menelusuri dan memilih artikel yang sesuai, agar proses analisis berjalan secara lebih mendalam, terarah, dan jelas. Selain itu. PRISMA juga Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 memperkuat proses sintesis data, memastikan bahwa hasil kajian didasarkan pada pijakan ilmiah yang solid (Howard dkk, 2. Prosedur untuk penelitian ini terdiri dari tiga langkah utama yaitu identifikasi dan screening dan penyertaan artikelartikel yang terpilih. Prosedur penelitian artikel ini diilustrasikan pada gambar 1. Gambar 1. Prosedur Penelitian Identifikasi Tahap awal dalam metode PRISMA adalah proses identifikasi. Pada fase ini, peneliti mencari dan mengumpulkan literatur yang sesuai dengan topik Langkah ini memegang peranan penting dalam keseluruhan kajian, karena literatur yang berhasil ditemukan akan menjadi landasan utama dalam merumuskan jawaban atas pertanyaan penelitian. Untuk melakukan identifikasi literatur yang tepat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan, peneliti menggunakan teknik pencarian menggunakan operator Boolean (AND. OR. NOT) (The Open University, 2. pada basis data google scholar. Pada proses ini, kata kunci digunakan untuk memastikan bahwa hanya artikel yang paling sesuai dan relevan yang diambil dari basis data pada google scholar. Kedua data base ini dinilai memiliki sumber data terlengkap yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan penelitian (Zhu dan Liu, 2021. Pranckute, 2. Pencarian menggunakan beberapa kata kunci, yaitu Aupartisipasi politikAy. AupolitikAy. Aupartisipasi orang muda katolik dan politikAy. AuOrang Muda Katolik dan dunia politikAy. Strategi pencarian ini berhasil mengidentifikasi 1170 artikel dari google scholar dengan kata kunci yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Search term on Google Scholar Database Search term Scholar JUDUL ((Aupartisipasi politikAy ATAU AupolitikAy. Aupartisipasi orang . =1. muda katolik dan politikAy. Auorang muda katolik dan dunia politi. ) Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Screening Pada proses identifikasi, peneliti menemukan berbagai artikel yang terkait dengan tema penelitian. Meskipun demikian, tidak semua artikel yang ditemukan dapat digunakan dalam penelitian ini. Artikel tersebut harus diseleksi lagi melalui suatu proses lanjutan agar sesuai atau menjawabi tujuan penelitian. Terdapat tiga kriteria utama dalam pemilihannya. Pertama, artikel yang digunakan harus diterbitkan dalam lima tahun terakhir . Kriteria ini penting untuk memastikan bahwa data yang dianalisis tetap relevan dan mutakhir. Kedua, artikel harus membahas studi yang dilakukan di Negara Indonesia. Selain itu, untuk memastikan bahwa analisis dan interpretasi data dilakukan dengan tepat, penelitian ini membatasi sumber hanya pada artikel berbahasa Indonesia. Pemilihan bahasa ini dimaksudkan untuk menjaga konsistensi pemahaman serta membuat spesifik akses terhadap literatur ilmiah, terutama mengingat konteks Negara Indonesia. Keputusan ini diambil karena penelitian dengan metode Systematic Literature Review (SLR) bertujuan untuk menyusun sintesis bukti ilmiah secara sistematis dan transparan dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian tertentu (Greenhalgh & Peacock, 2. SLR juga berfungsi untuk mengintegrasikan seluruh bukti yang telah dipublikasikan mengenai topik yang dikaji (Lame, 2019. Moher, 2. Setelah tahap identifikasi, artikel yang terpilih kemudian diseleksi kembali pada tahap screening. Pada tahap pertama bagian screening, ditemukan 1066 artikel yang tidak sesuai dengan topik penelitian sehingga artikel tersisa 104. Pada tahap kedua bagian screening ditemukan lagi artikel sebanyak 70 yang kurang sesuai dengan tujuan penelitian. Jadi, sebanyak 38 artikel yang memenuhi standar kelayakan untuk dianalisis pada tahap berikutnya. Artikel-artikel terpilih juga berhubungan dengan konteks penelitian di kawasan Asia, sehingga memastikan cakupan penelitian tetap seimbang dan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait komunikasi inklusif dalam dunia pendidikan di wilayah Proses identifikasi dan seleksi artikel dapat dilihat pada tabel 2. Tahun Publikasi Geografi Studi Fokus Penemuan Bahasa Tipe Penemuan Tabel 2. Kriteria screening Kriteria Jurnal Lima Tahun Terakhir . 0 sampai 2. Indonesia partisipasi politik, orang muda katolik Indonesia Semua Included Tahap selanjutnya adalah mengevaluasi kelayakan 38 yang telah terseleksi pada proses penyaringan screening. Evaluasi ini berfungsi sebagai langkah Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 penyaringan kedua untuk memastikan bahwa artikel yang akan dianalisis dalam systematic literature review memiliki tingkat relevansi dan akurasi yang tinggi. Pada tahap ini, setiap artikel yang lolos seleksi akan diperiksa secara teliti dan mendalam untuk meminimalkan potensi bias, mengidentifikasi keterbatasan studi, serta menilai kesesuaian artikel dengan tujuan penelitian ini. Pada tahap ini, analisis dilakukan dengan meninjau judul, abstrak, hasil penelitian, serta bagian diskusi dari masing-masing artikel. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya artikel yang memenuhi standar akademik dan kriteria yang ditetapkan yang akan dilanjutkan ke tahap analisis berikutnya. artikel hasil dari screening kemudian diseleksi lagi pada tahap terakhir, yaitu Setelah melakukan proses seleksi pada tahap ini, akhirnya 13 artikel dipertahankan untuk proses penelitian lebih lanjut. Artikel-artikel ini mencakup studi tentang partisipasi Orang Muda Katolik dalam dunia politik. Hasil Penelitian dan Diskusi Seiring berjalannya waktu, peran orang muda semakin dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kaitannya dengan demokrasi negara Indonesia, partisipasi politik orang muda termasuk OMK sangat dibutuhkan sebagai penggerak yang energik (Paulus Junaidi dkk. , 2. Keterlibatan orang muda saat ini menjadi bagian dari penentu masa depan bangsa dan negara ini. Berdasarkan data yang ditemukan dalam penelitian ini, telah ditemukan dua hal pokok, yaitu bentuk partisipasi politik Orang Muda Katolik dalam dunia politik dan faktor yang mendorong mereka. Orang Muda Katolik telah berpartisipasi dalam dunia politik dengan berbagai bentuk partisipasi seperti pendidikan dengan pendekatan karakter atau moral, politik praktis, dan menciptakan toleransi antarumat beragama. Partisipasi dalam bentuk pendidikan merupakan yang paling banyak diberikan oleh OMK. Bentuk partisipasi ini sangat penting karena sifatnya yang fundamental dan holistik dalam menciptakan kebaikan bersama (Surbakti & Stanislaus, 2. Sementara itu. OMK memberikan bentuk partisipasi politik yang lain, yaitu politik praktis. Setelah memiliki pemahaman dan wawasan tentang politik. OMK mengaktualisasikan ilmu yang mereka miliki sebagai perwujudan konkret dari partisipasi mereka. Ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa Orang Muda Katolik adalah kaum intelektual yang diharapkan menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa (Jebar dkk. , 2. Pentingnya peran kaum muda juga semestinya menjadi perhatian bagi pemerintah agar memberi dukungan yang Eksistensi Partisipasi Orang Muda Katolik dalam dunia politik tidak terlepas dari faktor yang mendorong mereka seperti keluarga, tokoh agama, jemaat, guru serta calon guru agama yang mengintegrasikan ajaran Gereja dengan nilai- Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 nilai kebangsaan. Generasi muda Katolik masih sangat membutuhkan dorongan dan dukungan dari berbagai pihak yang mumpuni secara khusus mereka yang telah disebutkan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan ensiklik Paus Fransiskus tentang kaum muda yaitu Christus Vivit yang ditunjukkan oleh penelitian terdahulu (Andayanto, 2. Ensiklik ini menandakan bahwa Gereja Katolik mendukung kaum muda untuk terlibat dan mendukung pemerintah dalam usaha menciptakan kebaikan bersama. PENUTUP Kesimpulan Orang Muda Katolik (OMK) telah berpartisipasi dalam dunia politik. Partisipasi mereka diwujudkan dalam bentuk mengikuti pendidikan baik formal maupun non-formal, usaha menciptakan toleransi serta terlibat dalam politik Partisipasi yang diberikan oleh OMK tersebut sangat erat kaitannya dengan peran pihak eksternal sebagai faktor pendorong seperti keluarga, tokoh agama, katekis, dan seluruh umat. Hal yang masih perlu diperhatikan adalah OMK sebaiknya diberikan dorongan dan motivasi yang khusus agar semakin terlibat dalam politik praktis dengan landasan nilai moral dan karakter yang baik. Saran Penelitian ini menunjukkan adanya partisipasi Orang Muda Katolik dalam dunia politik. Namun, penelitian ini hanya fokus pada bentuk partisipasi dan faktor pendorong OMK dalam dunia politik. Masih banyak aspek yang bisa dikembangkan dan diperdalam terkait dengan OMK dan politik seperti seberapa besar minat mereka pada politik atau apakah faktor eksternal lebih berpengaruh daripada faktor internal. Orang Muda Katolik sebaiknya menyeimbangkan antara partisipasi politik dalam bentuk pendidikan dan politik praktis agar semakin mengenal lebih dalam dinamika politik sehingga bisa menciptakan kebaikan bersama dengan lebih baik. Gereja sebagai persekutuan umat beriman, sangat baik jika memfasilitasi OMK dalam pengembangan pengetahuan tentang politik. Gereja bisa memberi ruang bagi OMK untuk semakin mendalami arti dan tujuan dari politik. Secara konkret. Gereja dapat mengadakan rekoleksi dan diskusi-diskusi yang bertemakan Dengan kegiatan ini. OMK dan Gereja secara umum dapat memahami politik secara holistik sebagai usaha dalam menciptakan kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 DAFTAR PUSTAKA