Jurnal Jendela Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang E-ISSN: 2621-8739 http://jurnal. Volume Vi No. Magelang. Agustus Jurnal Inovasi Daerah. Volume II No 1. Magelang. Maret 2019. Hal. 41-56Hal. INTEGRITAS DAN SYARIAT ISLAM DALAM MEMBANGUN ETIKA PEMBELAJARAN AKUATIK BAGI MAHASISWA PGSD PENJAS Azmi Dian Mustika. Syifa Asma Latifah. Muhamad Parhan. Universitas Pendidikan Indonesia e-mail: syifaalatifah@upi. Article Info: C Article submitted: 14 January 2025 a Article received: 21 August 2025 a Available online: 21 August 2025 ABSTRAK Integrasi nilai-nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam pendidikan jasmani, khususnya dalam pembelajaran akuatik, merupakan upaya penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara fisik, tetapi juga bermoral dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap integrasi nilai-nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam pembelajaran akuatik di Program Studi PGSD Penjas. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 41 mahasiswa angkatan 2024 yang sedang menempuh mata kuliah akuatik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diadaptasi dari Islamic Ethical Values Scale (IEVS) yang terdiri atas 20 item dan mencakup empat dimensi utama, yaitu nilai etika Islam, penerapan syariat, integritas, dan penerapan nilai Islam dalam pembelajaran akuatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap integrasi nilai-nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam proses pembelajaran akuatik. Namun demikian, ditemukan variasi signifikan dalam beberapa indikator yang menunjukkan perlunya pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan kontekstual sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran akuatik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga bermuatan nilai moral dan spiritual yang kuat. Kata Kunci: Syariat Islam. Etika. Akuatik. ABSTRACT The integration of Islamic ethical values and the principle of integrity in physical education, especially in aquatic learning, is an important effort in forming student characters who are not only physically competent, but also moral and ethical. This research aims to describe students' perceptions of the integration of Islamic ethical values and the principles of integrity in aquatic learning in the PGSD Physical Education Study Program. The approach used was descriptive quantitative involving 41 students from the class of 2024 who were taking aquatics courses. Data collection was carried out through a questionnaire adapted from the Islamic Ethical Values Scale (IEVS) which consists of 20 items and covers four main dimensions, namely Islamic ethical values, application of sharia, integrity, and application of Islamic values in aquatic learning. The research results show that the majority of students have a positive perception of the integration of Islamic ethical values and the principle of integrity in the aquatic learning process. However, significant variations were found in several indicators indicating the need to develop a more inclusive and contextual curriculum in accordance with the values of Islamic law. It is hoped that these findings can become the basis for designing aquatic learning strategies that are not only technically competent, but also contain strong moral and spiritual values. Keywords: Islamic Law. Ethics. Aquatics. Copyright A 2025 by Authors. Published by Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang. This open-access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 International License. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, pembelajaran olahraga, termasuk aktivitas akuatik, telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Keterampilan akuatik tidak hanya bermanfaat dalam aspek keselamatan diri, tetapi juga mendukung perkembangan motorik, kepercayaan diri, dan kesehatan fisik peserta didik (Hassan & Ali, 2. Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani (PGSD PENJAS), pembelajaran akuatik merupakan salah satu mata kuliah penting yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengajarkan renang secara efektif dan edukatif kepada siswa sekolah dasar. Namun, dalam implementasinya di lapangan, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa, khususnya yang berasal dari latar belakang Muslim. Di antaranya adalah fasilitas kolam renang yang belum sesuai dengan syariat Islam, seperti keterpisahan gender saat praktik, pakaian renang yang sesuai, serta waktu pelaksanaan yang masih mengganggu ibadah. Kondisi ini seringkali menimbulkan dilema bagi mahasiswa antara memenuhi tuntutan akademik dan menjaga komitmen terhadap nilai-nilai agama (Hamzeh & Oliver. Selain itu, integritas dalam olahraga menjadi aspek yang tidak kalah Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat merupakan bagian dari etika Islam yang perlu diinternalisasi dalam setiap proses pembelajaran, termasuk pada konteks akuatik. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pengembangan profil pelajar Pancasila, terutama dalam dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia (Kemdikbud. Penelitian terdahulu oleh Ahmed dan Khan . menunjukkan bahwa penerapan prinsip syariat dalam pembelajaran olahraga air dapat dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara pendidik dan ulama, di antaranya melalui desain kurikulum yang inklusif dan pengembangan pedoman teknis yang memperhatikan norma-norma keislaman. Malik . menambahkan bahwa Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. pengintegrasian nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran akuatik tidak hanya mendorong partisipasi mahasiswa Muslim, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dalam lingkungan pendidikan multikultural. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi mahasiswa PGSD Penjas terhadap integrasi nilai-nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam pembelajaran akuatik? Sementara tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan persepsi mahasiswa PGSD Penjas terhadap integrasi nilai-nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam pembelajaran akuatik. Pemahaman terhadap persepsi ini akan membantu institusi pendidikan dalam merumuskan kebijakan serta pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, serta relevan dengan nilai-nilai yang diyakini oleh mahasiswa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan persepsi mahasiswa PGSD Penjas terhadap integrasi nilai etika Islam dan integritas dalam pembelajaran akuatik. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PGSD Penjas angkatan 2024 yang sedang mengikuti mata kuliah akuatik, dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang diadaptasi dari Islamic Ethical Values Scale (IEVS), terdiri atas 20 item yang mencakup empat dimensi yaitu nilai etika Islam, penerapan syariat, integritas, dan penerapan nilai Islam dalam pembelajaran akuatik. Setiap item dinilai menggunakan skala Likert 5 poin. Instrumen telah diuji validitas isi oleh tiga ahli dan uji reliabilitas menghasilkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,873 yang menunjukkan tingkat reliabilitas tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase dengan bantuan program SPSS versi 22. Dalam rangka memperkaya interpretasi data, hasil penelitian ini dibandingkan dengan studi-studi terkait, termasuk penelitian Wahab et al. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. tentang nilai-nilai etika Islam di kalangan mahasiswa. Kamil et al. mengenai pentingnya nilai-nilai etika Islam dalam konteks organisasi. Ahmed dan Khan . tentang pertimbangan etis dalam mengajar renang kepada siswa Muslim. Yusof dan Abdullah . terkait integrasi etika Islam dalam pendidikan olahraga, serta Hassan dan Ali . mengenai pengembangan program renang yang sesuai syariat dalam masyarakat multikultural. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini didasarkan pada analisis terhadap respons 41 mahasiswa PGSD Penjas angkatan 2024 yang sedang mengikuti mata kuliah Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri atas 20 item menggunakan skala Likert 5 poin. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi, persentase tertinggi, mean, dan standar deviasi untuk setiap item dan dimensi kuesioner. Tabel 1. Distribusi Respon Tertinggi pada Skala Nilai Etika Islam dalam Pembelajaran Akuatik Mahasiswa PGSD Penjas Bagian Pernyataan Bagian A: Nilai-nilai Etika Islam Bagian B: Penerapan Syariat dalam Pembelajaran Akuatik Bagian C: Integritas dalam Pembelajaran Akuatik Bagian D: Penerapan Nilai Islam dalam Pembelajaran Akuatik Respon Tertinggi Persentase Frekuensi 48,8% 43,9% 31,75% 46,35% 43,95% 51,2% 43,9% 34,1% 46,3% 51,1% 48,8% 36,6% 24,4% 36,6% 46,3% 51,2% Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Tabel 2. Statistik Deskriptif Mean dan Standar Deviasi Kode ItemBUAT Identitas (ID) Jenis Kelamin (JK) Mean Std. Deviation Tabel 1 menunjukkan distribusi respons tertinggi pada skala nilai etika Islam dalam pembelajaran akuatik mahasiswa PGSD Penjas. Hasil ini memberikan gambaran yang menarik tentang persepsi dan penerapan nilai-nilai etika Islam dalam konteks pembelajaran akuatik Temuan ini sejalan dengan studi Wahab et al. yang menyoroti pentingnya pemahaman dan penerapan nilainilai etika Islam di kalangan mahasiswa sebagai dasar pembentukan karakter dan sikap positif dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan sosial. Dengan demikian, data yang disajikan dalam tabel ini memperkuat argumen bahwa integrasi nilai-nilai etika Islam dalam pembelajaran akuatik dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa. Pada Bagian A yang berfokus pada nilai-nilai etika Islam, terlihat adanya kecenderungan yang kuat terhadap respon "Sangat Setuju" (SS) untuk semua item (A1-A. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman dan penerimaan yang tinggi terhadap nilai-nilai etika Islam secara Item A1 mencatat persentase tertinggi pada kategori "Sangat Setuju", yaitu Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. sebesar 48,8%, yang mencerminkan adanya fondasi yang kokoh dalam internalisasi nilai-nilai etika Islam di kalangan mahasiswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Kamil et al. yang menekankan pentingnya nilai-nilai etika Islam, khususnya dalam konteks organisasi, sebagai landasan perilaku yang berintegritas dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pemahaman yang tinggi terhadap nilai-nilai ini dapat menjadi modal penting dalam pengembangan karakter mahasiswa, baik di lingkungan akademik maupun dalam praktik profesional di masa depan. Bagian B, yang berkaitan dengan penerapan syariat dalam pembelajaran akuatik, menunjukkan adanya variasi respons yang cukup menarik. Sebagian besar item (B1. B2. B4, dan B. memperoleh persentase tertinggi pada kategori "Setuju" (S), yang mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa mendukung penerapan prinsip-prinsip syariat dalam konteks pembelajaran akuatik. Namun, item B3 menonjol dengan persentase tertinggi pada kategori "Sangat Setuju" (SS), yaitu sebesar 61%, yang menunjukkan adanya dukungan yang lebih kuat terhadap aspek tertentu dalam penerapan syariat tersebut. Variasi ini mengindikasikan bahwa meskipun penerapan syariat diterima secara umum, terdapat aspek tertentu yang dianggap lebih penting atau lebih relevan oleh mahasiswa. Temuan ini mencerminkan adanya kompleksitas dalam proses integrasi prinsip-prinsip syariat ke dalam praktik pembelajaran akuatik. Hal ini sejalan dengan temuan Ahmed dan Khan . , yang dalam studi mereka menekankan pentingnya pertimbangan etis dan sensitivitas budaya dalam mengajarkan renang kepada siswa Muslim, khususnya dalam menjaga prinsip kesopanan, pemisahan gender, serta kenyamanan peserta didik. Dengan demikian, respons mahasiswa dalam penelitian ini turut menguatkan pentingnya pendekatan yang kontekstual dan sensitif terhadap nilai-nilai keislaman dalam pendidikan jasmani. Bagian C yang membahas mengenai integritas dalam pembelajaran akuatik, menunjukkan pola respons yang cukup konsisten. Seluruh item (C1AeC. memperoleh respons tertinggi pada kategori "Setuju" (S), yang mencerminkan bahwa mahasiswa secara umum memahami dan mendukung pentingnya integritas dalam proses pembelajaran tersebut. Item C2 mencatat persentase tertinggi pada Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. kategori "Setuju", yakni sebesar 51,1%, mengindikasikan bahwa aspek integritas yang dimuat dalam pernyataan tersebut dipandang paling relevan atau paling dirasakan oleh mahasiswa. Konsistensi jawaban ini mengisyaratkan bahwa nilainilai integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan sportivitas, telah tertanam cukup kuat dalam kesadaran mahasiswa, khususnya dalam konteks kegiatan pembelajaran akuatik. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian Yusof dan Abdullah . , yang menekankan pentingnya integrasi etika Islam dalam pendidikan olahraga, terutama dalam membentuk karakter dan perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran akuatik di Malaysia. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa integritas bukan hanya dipahami sebagai prinsip moral, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari pendekatan pendidikan yang berbasis Bagian D, yang berfokus pada penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran akuatik, menunjukkan hasil yang cukup beragam. Menarik untuk dicermati bahwa item D1 memperoleh respons tertinggi pada kategori "Tidak Setuju" (TS) sebesar 24,4%, sementara pada item-item lainnya (D2AeD. mayoritas responden memberikan jawaban "Setuju" (S). Perbedaan ini mengindikasikan adanya aspek tertentu dalam pernyataan D1 yang mungkin belum sepenuhnya dipahami, disepakati, atau dirasakan relevan oleh mahasiswa. Hal ini dapat menjadi sinyal perlunya klarifikasi, penyesuaian pendekatan, atau pemahaman lebih lanjut terkait penerapan nilai-nilai Islam tertentu dalam konteks pembelajaran akuatik. Variasi respons ini mencerminkan adanya tantangan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip syariat secara menyeluruh ke dalam praktik pembelajaran jasmani, khususnya di lingkungan yang beragam secara sosial dan Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Hassan dan Ali . , yang mengidentifikasi sejumlah hambatan dalam pengembangan program renang yang sesuai dengan syariat Islam, terutama di masyarakat multikultural. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan inklusif agar penerapan nilai-nilai Islam dalam pendidikan jasmani, khususnya pembelajaran akuatik, dapat diterima secara luas tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keagamaan yang Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD Penjas memiliki tingkat pemahaman dan penerimaan yang baik terhadap integrasi nilai-nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam pembelajaran akuatik. Hal ini tercermin dari dominasi respons positif pada berbagai item pernyataan yang berkaitan dengan etika, syariat, dan integritas. Namun demikian, terdapat variasi dalam tingkat persetujuan terhadap beberapa item, yang mengindikasikan adanya tantangan dalam penerapan prinsip-prinsip Islam secara konsisten di dalam praktik pembelajaran akuatik modern. Variasi ini juga dapat mencerminkan perbedaan latar belakang, pengalaman, atau pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep keislaman dalam konteks pendidikan jasmani. Temuan ini sejalan dengan observasi Malik . , yang menekankan pentingnya pengembangan program pembelajaran akuatik yang tidak hanya sesuai dengan prinsip syariat Islam, tetapi juga bersifat inklusif dan adaptif terhadap realitas masyarakat Pendekatan semacam ini tidak hanya bermanfaat bagi komunitas Muslim, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pemahaman lintas budaya yang lebih kuat dalam lingkungan sosial yang beragam. Selanjutnya. Tabel 2 menunjukkan statistik deskriptif untuk setiap item dalam kuesioner tentang Nilai Etika Islam dalam Pembelajaran Akuatik. Jumlah responden (N) untuk semua item adalah 41. Beberapa temuan penting dari data ini Nilai rata-rata (Mea. untuk sebagian besar item berada di atas 3. 5, yang menunjukkan kecenderungan positif terhadap pernyataan-pernyataan dalam Item dengan nilai rata-rata tertinggi adalah B3 (M = 4. SD = 1. dan A5 (M = 4. SD = 1. , mengindikasikan tingkat persetujuan yang tinggi pada aspek-aspek tertentu dari nilai etika Islam dan penerapan syariat dalam pembelajaran akuatik. Item dengan nilai rata-rata terendah adalah D1 (M = 3. SD = 1. dan C5 (M = 3. SD = 1. , yang mungkin menunjukkan area yang memerlukan perhatian lebih dalam penerapan nilai Islam dan integritas dalam pembelajaran Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Standar deviasi untuk semua item relatif tinggi . erkisar antara 1. 019 hingga . , menunjukkan variasi yang cukup besar dalam respon responden. Item ID dan JK mungkin merujuk pada karakteristik demografis responden, dengan JK kemungkinan mewakili jenis kelamin (M = 1. SD = 0. yang menunjukkan distribusi gender yang tidak seimbang dalam sampel. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa para responden cenderung memiliki pandangan positif terhadap nilai-nilai etika Islam serta penerapannya dalam pembelajaran akuatik. Meskipun demikian, terdapat variasi mencerminkan adanya perbedaan interpretasi, pengalaman, atau pemahaman individu di kalangan mahasiswa PGSD Penjas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai tersebut dipandang penting, implementasinya dalam konteks pembelajaran praktis masih memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dan kontekstual agar dapat diterima dan dipahami secara merata oleh seluruh Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang lebih intensif dalam memperkuat pemahaman serta menyesuaikan metode pembelajaran sehingga nilai-nilai etika Islam dapat diinternalisasi dengan lebih efektif dalam proses pembelajaran akuatik. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa PGSD Penjas memiliki persepsi positif terhadap integrasi nilai etika Islam dan prinsip integritas dalam pembelajaran akuatik. Namun, ditemukan adanya perbedaan pemahaman terkait penerapan nilai syariat, khususnya pada dimensi implementasi langsung dalam praktik pembelajaran. Oleh karena itu, disarankan agar kurikulum pembelajaran akuatik di tingkat perguruan tinggi memasukkan prinsip-prinsip syariat secara eksplisit dan sistematis, serta memberikan pelatihan khusus kepada dosen agar mampu memfasilitasi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran yang lebih komprehensif dan kontekstual, disertai dialog berkelanjutan antara pendidik, ahli agama, dan praktisi olahraga. Pendekatan Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739,Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran akuatik yang tidak hanya sesuai dengan prinsip Islam, tetapi juga memenuhi standar pendidikan jasmani modern dan memperhatikan keragaman interpretasi serta pengalaman Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah sebaiknya institusi pendidikan melakukan evaluasi berkala terhadap kurikulum dan metode pengajaran, serta mengadakan pelatihan dan workshop yang melibatkan berbagai pihak terkait. Selain itu, penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengkaji efektivitas implementasi nilai-nilai syariat dalam pembelajaran akuatik secara praktis, termasuk bagaimana menyesuaikan program pembelajaran dengan kebutuhan dan keberagaman mahasiswa, guna mencapai hasil yang optimal dalam pengembangan karakter dan kompetensi akademik. DAFTAR PUSTAKA