METODE PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN YANG DITERAPKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAWA Wisnu Khumaidi1. Muhammad Singgih2 STIT Darul Fattah Bandar Lampung, 2STIT Darul Fattah Bandar Lampung wisnukhumaidi@gmail. com, 2msinggih@darulfattah. How to cite . n APA Styl. : Khumaidi. Wisnu. Singgih. Muhammad. Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14 . , pp. Abstract: Each educational process requires a strategy in delivering the learning curriculum that will be learned to students. He gives too many goods of examples in everything, including how if a teacher conveys knowledge to his students. all the learning methodologies taught by the Prophet Muhammad, there is one core thing that becomes a guideline for every teacher or educator, namely Conscientiousness is the source of examples from educators to students. Because a simple example of what students get is, of course, the educator. There are three concrete and simple things that students can see and model from their teachers, namely polite, compassionate and simple. There are many methods that can be learned also taken from the Prophet Muhammad. But in this paper, the author will only discuss 14 learning methods. Namely Exemplary Methods. Training and Familiarizing Methods. Giving Guidance and Direct Descriptions Methods. Explaining with Parables Methods. Gentle Teaching Methods. Methods of Giving Punishment and Rewards. Question and Answer and Discussion Methods. Presenting Stories that Contain Lessons Methods. Phasing and Repetition Methods. Situational and Conditional Methods. Advice Methods. Problem Solving Methods. Direct Practice Experience Methods. Communicating According to Children's Ratio Ability Methods. Keywords: learning, methods. Prophet Muhammad Abstrak: Setiap proses pendidikan memerlukan strategi dalam penyampaian kurikulum pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Beliau memberikan banyak tauladan dalam segala hal, termasuk cara bagaimana jika seorang guru menyampaikan ilmu kepada muridnya. Dari semua hal metodologi pembelajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, terdapat satu hal inti yang menjadi pedoman bagi setiap guru atau pendidik, yaitu keteladanan. Keteladanan adalah sumber contoh dari pendidik kepada peserta didik. Karena contoh sederhana dari yang didapat dari para peserta didik tentu saja adalah Terdapat tiga hal konkrit dan sederhana yang dapat dilihat dan dicontoh siswa dari gurunya, yaitu santun, penyayang dan sederhana. Terdapat banyak metode yang dapat dipelajari dan diambil dari Rasulullah SAW. Tetapi pada tulisan ini, penulis hanya akan membahas 14 metode pembelajaran, yaitu Metode Keteladanan. Melatih dan Membiasakan. Memberi Bimbingan dan Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW Uraian Langsung. Menjelaskan dengan Perumpamaan. Lemah Lembut dalam Memberikan Pengajaran. Metode Pemberian Hukuman dan Hadiah. Metode Tanya-Jawab dan Diskusi. Membawakan Kisah yang Mengandung Pelajaran. Metode Tahapan dan Pengulangan. Metode Situasional dan Kondisional. Metode Nasehat. Metode Pemecahan Masalah. Metode Pengalaman Praktik Langsung. Berkomunikasi Sesuai Kemampuan Rasio Anak. Kata kunci: pembelajaran, metode. Nabi Muhammad PENDAHULUAN Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir yang dipilih Allah SWT untuk menyampaikan risalah-Nya, sejak awal sudah mencontohkan dalam mengimplementasikan metode dakwah, politik, pendidikan, tatacara berkehidupan dan lain sebagainya dengan benar terhadap para sahabatnya. Dalam hal transfer ilmu dalam dakwah dan tarbiyah . Rasulullah SAW mengajarkan banyak strategi Ilahiyah yang dibimbing Allah. Strategi pembelajaran yang beliau lakukan sangat akurat, dalam menyampaikan ajaran Islam. Beliau sangat memperhatikan situasi, kondisi dan karakter seseorang. Sehingga layak kita jadikan pedoman dan acuan dalam menerapkan strategi pembelajaran di masa sekarang. Rasulullah SAW merupakan sosok guru ideal nan sempurna, sehingga nilai-nilai Islam dapat dengan baik ditransfer kepada para sahabat. Nilai-nilai yang penuh dedikasi keagamaan dapat diimplementasikan juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan pendidikan yang sangat baik dalam masyarakat (Singgih & Surastina, 2. Nabi Muhammad SAW juga memberikan Pendidikan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan kemampuan akalnya. Sosok Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan jiwa, fisik, dan kepribadiannya sudah dipersiapkan oleh Allah SWT dengan sangat sempurna. Penamaan beliau dengan nama Muhammad sudah di-setting sedemikian rupa oleh Allah SWT. Diberi nama Muhammad yang artinya terpuji. Ibunya bernama Aminah artinya yang memberi rasa aman. Bapaknya Abdullah artinya seorang Kakeknya walau terkenal dengan nama Abdul Muthalib, tetapi sebenarnya bernama Syaibah artinya orang tua yang bijaksana. Bidan yang membantu persalinan Nabi bernama asy-Syaffa' . ang sehat dan sempurn. Yang menyusui beliau adalah Halimah, berarti seorang wanita yang lapang dadanya. METODE Metode dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Penulis juga akan menggunakan studi pustaka sebagai data dan bahan untuk pembahasan dalam penelitian ini. Dalam pelaksanaannya, peneliti mengumpulkan data yang bercorak kualitatif yang dideskripsikan kemudian dianalisis dalam bentuk penelitian eksploratif, yaitu penyelidikan yang memiliki tujuan untuk mendapatkan keterangan, wawasan, pengetahuan, ide, gagasan dan pemahaman. Sumber data dalam penelitian ini adalah Al Quran dan Hadits. Adapun Langkah-langkah yang dilakukan dalam M. Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 penelitian ini adalah mengumpulkan data yang ada dalam sumber data, penjelasan, menganalisis hasil klasifikasi tersebut dan menghubungkannya dengan kajian menurut ilmu-ilmu yang berhubungan seperti hadist dan pendapat para ulama. HASIL DAN PEMBAHASAN Kepribadian Nabi Muhammad SAW Kesempurnaan dan keutamaan juga terlihat jelas pada keteladanannya berakhlaqul karimah . khlak yang muli. sebagaimana yang termaktub dalam AlQuran surat ayat QS. Al-Ahzaab: 21 12 . Ua a A aAoAIacIae aEUa Ia aE eO a a Ai aE NEEa a aei U aA Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (QS. Al-Ahzaab: . Keteladanan beliau tercermin pada segala aspek, baik sikap, tutur kata, perbuatan, kebijakan, dakwah, dan semua aspek kehidupan lainnya. Berikut ini beberapa gambaran sosok dan kepribadian Rasulullah SAW, diantaranya yaitu jika berbicara dan berdakwah dengan santun, jelas didengar, tiada yang tak Pilihan kata-katanya sangat tepat. Lantaran ini, bahkan beliau dianugerahi al-kalim, yakni kemampuan menyusun kalimat sarat makna. Beliau juga tidak pernah berkata keji atau kotor: AaiEa aOa a caA a aANac aO AA a ia ca ue aNac NEEa aNA a o a AA ca Aa aE es Iaac aAo AIa eOA Nabi SAW bukan orang yang perkataannya keji ataupun orang yang berusaha berkata keji. Beliau juga begitu lembut dan bersahabat, lapang dada serta terbuka, sehingga rela mengulang-ulang kata-katanya supaya orang lain mengerti. Seperti hadits yang diriwayatkan melalui Anas bin Malik RA,AuRasulullah sering mengulang perkataannya sampai 3 kali supaya dimengerti dan dipahami. Ay (HR. Bukhar. Dakwahnya sangat santun dan ramah. Dilakukan dengan tawazun . erimbang dan tasamuh . Metode dakwah Beliau adalah bil hikmah wa mauAizhah hasanah sebagaimana termaktub pada QS. An-Nahl . : 125 Allah AO a A aI a acEa a eI a eE aU a ai eI aU ei aAue A aA se Aa acI aA a eAA a se Ua Asa au acU aacEa ae ai a eNa aO aA a eA aAoa a A a eI aA a aA auIA a e oe a a ai a eaI ae eO aIacA 211 aseoA aN ac aie aai a eNa aO a eI aU ee a aAue A aA Serulah . kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Nabi SAW sangat sayang kepada anak-anak. Beliau mengucapkan salam kepada mereka sambil menyapanya. Bahkan boleh jadi menggendongnya. Ketika seorang anak pipis di pangkuannya, pengasuhnya merebut sang anak dengan Maka beliau menegurunya: Biarkan dia pipis. Ini . ambil menunjuk pakaian beliau yang basa. dapat dibersihkan dengan air. Rasulullah SAW yang agung ini hidup zuhud luar biasa. Ia ikhlas tidur di atas tikar kasar hingga garis tikar tadi membekas di punggungnya. Bahkan tak jarang ia mengikatkan batu ke perut untuk menahan rasa laparnya. Ketika Allah Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW SWT menawarkan kekayaan dunia. Nabi Muhammad SAW berakhlak paling mulia ini lebih memilih hidup zuhud dan sederhana. Rasulullah SAW bersabda: AuTuhanku menawarkan kepadaku bukit-bukit di Makkah untuk dijadikan sebagai Lalu aku menjawab: AyHamba tidak mengharapkan itu semua wahai Tuhanku. Akan tetapi, aku lebih senang sehari lapar dan sehari kenyang. Tatkala kenyang, saya memuliakan dan bersyukur kepada-Mu. Sementara tatkala aku lapar,aku merendah dan berdoa kepada-Mu. Ay (HR. Ahma. Metode Pendidikan dan Pengajaran Nabi Muhammad SAW dalam Proses Belajar Mengajar Metode pendidikan menjadi penting karena materi pendidikan tidak dapat dipelajari dengan baik tanpa disampaikan dengan strategi atau teknik tertentu dengan baik. Penafikan peran metode dalam pendidikan akan menghambat keberhasilan aktifitas pendidikan. Metode dipandang sebagai suatu cara komprehensif dari semua elemen pendidikan sehingga menjadi suatu iklim yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Oleh karena itu seluruh aktivitas kependidikan Nabi Muhammad SAW dapat dikategorikan sebagai metode Dalam artikel ini penulis membahas metode pembelajaran yang dilakukan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya, di antaranya: Metode Keteladanan (Uswah Hasana. Teladan merupakan sifat yang baik lagi luhur yang menjadikan semua orang menyukainya. Dalam bahasa Arab, teladan atau contoh yang baik dinamakan al-uswah al hasanah yang mengandung arti orang yang ditiru Adab dan akhlak yang dimiliki oleh Nabi SAW menjadikan teladan yang baik bagi setiap muslim dan tentu sebagai pengikutnya kita harus mencontoh beliau (Singgih, 2. Keteladanan pendidik bagi peserta didik adalah dengan menampilkan akhlak mahmudah . , karena pendidik sebagai figur terbaik dalam pandangan anak atau siswa. Perilaku sopan santunnya, disadari atau tidak akan ditiru anak. Pendidikan melalui keteladanan sangat berpengaruh dan terbukti efektif dan berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan sosial anak didik. Dalam Al-QurAan disebutkan bahwa dalam diri Rasulullah terdapat sifatsifat suri teladan yang baik. 12 AAu a A aAoaAIacIae aEUa Ia aE eO AA Aa ei aO eE a a a aiaE aa NEEa aEa AuAa e ai NEEa ai eIAo aUaU aIc aUs aEA a Ai aE NEEa a aei U aA Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: . Ketika Rasulullah memerintahkan kepada sahabatnya untuk melakukan suatu hal, maka sudah pasti Beliau sudah melakukannya. Begitu pun ketika beliau memerintahkan untuk menjauhi suatu hal. Dalam ilmu pengajaran yang penyampaiannya membutuhkan praktik. Nabi Muhammad selalu melakukannya dengan memberikan contoh langsung, tidak hanya teori. Bahkan beliau melakukan dengan mengamalkannya terlebih M. Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 dahulu sebelum disampaikan kepada para sahabat. Pada dasarnya ilmu yang disampaikan dengan praktik langsung memiliki pengaruh lebih besar dan ilustrasinya akan menancap lebih kuat di hati dan memori seorang siswa. Melatih dan Membiasakan Menurut Imam Al Ghazali, metode melatih anak merupakan perkara terpenting dan paling utama. Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Bila ia dilatih untuk mengerjakan kebaikan, maka akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bahagia di dunia dan akhirat, begitu pula sebaliknya. (Muhammad Hafijhin, 2. Nabi Muhammad mendorong para sahabat yang kurang bisa membaca Al Quran agar terus meningkatkan kemampuannya. Imam Muslim meriwayatkan dari AAisyah, bahwa Rasulullah bersabda: ca A ac Aue aA aie aai aNA,ca ua a eaca AAoia aUAa eI a a IIa eAo oaA aiIacAA. a aa IE aa aO Ia a aA UAA a AU aO a IA a eA Iaca aA,AaCA a AI aUe aa aIIa eA Orang yang pandai membaca Al Quran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti. Sementara orang yang membaca Al Quran dengan terbata-bata dan dia membacanya dengan susah payah, maka baginya 2 pahala (HR. Muslim 1812 dan Ahmad-24. Disamping membiasakan, rangsangan berupa hadiah juga merupakan sarana yang efektif untuk memacu agar lebih giat lagi dalam belajar. Memberi Bimbingan dan Uraian Langsung (Talaqq. Metode ini memungkinkan para sahabat membentuk setengah lingkaran dan mengelilingi Rasulullah. Dengan metode ini, maka Rasulullah bisa mengawasi para sahabatnya dengan lebih cermat karena jarak keduanya yang lumayan dekat. Kedekatan jarak pendidik dan anak didik juga membuat hubungan emosi mereka lebih dekat. Metode model ini juga menampilkan bagaimana pendidikan Islam begitu egaliter. Metode ini terkadang disebut juga dengan metode halaqah / kelompok, yaitu para sahabat membentuk setengah lingkaran dan mengelilingi Rasulullah A. Dengan metode ini, maka Rasulullah bisa mengawasi para sahabat dengan lebih cermat karena jarak keduanya yang lumayan dekat. Kedekatan jarak pendidik dan anak didik juga membuat hubungan emosi mereka lebih dekat. Metode model ini juga menampilkan bagaimana pendidikan Islam begitu egaliter . Dalam sebuah hadits dari Abu SaAid al-Khudri: AuMaka Rasulullah duduk di tengah kami, agar jarak antara dirinya dengan kami seimbang. Kemudian beliau memberikan isyarat dengan tangannya agar mereka duduk melingkar sehingga wajah mereka tampak oleh beliau. Ay (HR. Abi Dawu. Menjelaskan dengan Perumpamaan (Tamtsi. Adakalanya Nabi Muhammad menyampaikan penjelasan dan pengarahan kepada para sahabatnya melalui perumpamaan atau tamtsil. Menurut Imam Ibnu al Qayyim, yang dimaksud dengan perumpamaan atau tamtsil ini adalah menyerupakan status hukum dari dua hal yang berbeda atau memahamkan sesuatu yang abstrak melalui sesuatu yang kongkret, atau mengharamkan Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW sesuatu yang kongkret melalui hal yang kongkret lainnya, yakni dengan mengacu kepada salah satu dari keduanya. Perumpamaan dilakukan oleh Rasulullah sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada obyek sasaran materi pendidikan semudah mungkin, sehingga kandungan maksud dari materi pelajaran dapat dicerna dengan baik. Strategi ini dilakukan dengan cara menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, mendekatkan sesuatu yang abstrak dengan yang lebih konkrit. Perumpamaan yang digunakan oleh Rasulullah sebagai salah satu strategi pembelajaran selalu berisi makna. Sehingga benar-benar dapat membawa sesuatu yang abstrak kepada yang konkrit atau menjadikan sesuatu yang masih samar dalam makna menjadi sesuatu yang jelas. Beberapa contoh pendidikan Rasulullah yang menggunakan perumpamaan sebagai salah satu strateginya, antara lain sebagai berikut: a AO aI eI aUA a A Aa aAU AAu a AA aIa aiI eaci a aE a aO aI eI aUA a A aiua acO a eU a e aAU aEAoAa e ao Ue a AeE ua acO A ca A IAu a AaO a aI eI a aNA a AeE aia eI aEA a A AoA aiua acO a eU aa a aO eac a aAU a cae AaOA auaA aAoA aiua acO a eU a aAU aEAuae aCa Ao Ue a A ua acO Au a A aia a eI aEAU AacaAuAA Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi . ercikan apiny. mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2. a A a aeAoAcaU ai aAuAA a A e aU aeA a U Aa e aU aI a ac EaEae a ac aAoia aUAa eI a a eIIa eAo naAeI aUe aOsa IacAA aUAa eI a a eIIa eAo aA ai eI aUe aOsa IacAan EAU UAcaAuAA a A a aeAoA aAU A a aAoe AaIA a A e aU aeA a U a e aU aI a ac EaI ac eU aAoia UAcaAuAA ca Aa eI a a eIIa eUa EAo naAE IacAA a aA ai aO a aI eI aUaU A a Ia aeAoAcaU aiEa aAuAA a U ANa aA a ae Aa eI a a eIIa eUa E eaI aAo aAE IacAan EA a ia U aA e aU ae aO Uc Ae a ei aA A a ae aO UcAoA Ae ai aAu a aA ai aO a aI eI aUaU A e aU ae aO UcA Permisalan orang yang membaca Al QurAan dan mengamalkannya adalah bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al QurAan dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Orang munafik yang membaca Al QurAan adalah bagaikan royhanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang munafik yang tidak membaca Al QurAan bagaikan hanzholah, rasa dan baunya pahit dan tidak enak. (HR. Bukhari, no. Lemah Lembut dalam Memberikan Pengajaran Allah SWT telah menanamkan pada diri Nabi Muhammad sikap lemah lembut, ramah dan sayang terhadap mukmin. Allah SWT berfirman : cU a aU ae aU s a cOsa INacA ac Ia Ia ae eO aiIa ei aEaa AA a uA a aNA u. aA aEaci aO es a eiIaEA a A eIIa eNA Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu A (QS. Ali Imran : . Karena itulah Nabi Muhammad beinteraksi dengan para sahabatnya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Kelembutan sikap Nabi Muhammad ketika mengajar terekam jelas dalam sejarah beliau yang suci. Berikut ini beberapa contohnya : Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 Kelembutan Nabi Muhammad dalam mengajarkan etika makan kepada anak kecil. Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah, ia berkata: Sewaktu aku masih kecil aku tinggal dibawah asuhan Rasulullah Suatu ketika tanganku mengacak-acak nampan, kemudian Rasulullah berkata kepadaku: wahai anakku, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan mulailah dari apa yang ada di dekatmu. (HR. Bukhari dan Musli. Kelembutan Nabi Muhammad dalam mengingatkan orang Arab Badui yang buang air kecil di dalam masjid. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata: AuKetika kami sedang berada di dalam masjid bersama Rasulullah tiba-tiba seorang Badui datang lalu berdiri dan kencing di dalam masjid. Para sahabat pun berkata: MahA mah. Namun Rasulullah berkata: Janganlah kalian memutusnya, biarkanlah dia . ampai selesa. Lalu merekapun membiarkannya hingga laki-laki itu selesai kecing. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menasehatinya: Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak layak untuk kencing semacam ini atau membuang kotoran. Ia hanya untuk berdzikir kepada Allah, shalat dan melantunkan bacaan Al Quran, atau sebagaimana yang Rasulullah sabdakan. Anas berkata: AuLalu beliau menyuruh salah seorang sahabat agar membawakan satu timba air lalu menuangkannya diatas bekas kencing orang Badui tadi. Ay Metode Pemberian Hukuman dan Hadiah (Targhib wa Tarhib / Punishment and Rewar. Secara etimologis, kata targhib (AAuA )Adiambil dari kata kerja raghaba (A )Ayang berarti menyenangi, menyukai dan mencintai. Kemudian kata itu diubah menjadi menjadi kata benda targhib yang mengandung makna suatu harapan utuk memperoleh kesenangan, kecintaan. Semua itu dimunculkan dalam bentuk janji-janji berupa keindahan dan kebahagiaan yang dapat merangsang seseorang sehingga timbul harapan dan semangat untuk memperolehnya. Sedangkan tarhib (AAueA )Aberasal dari kata rahhaba (AA a eca A)A a yang berarti menakut-nakuti atau mengancam. Lalu kata itu diubah menjadi kata benda tarhib yang berarti ancaman hukuman. Tarhib adalah ancaman atau intimidasi melalui hukuman yang disebabkan oleh terlaksananya sebuah dosa, kesalahan, atau perbuatan yang telah dilarang atau disepakati. Dari asal kata tersebut, maka dapat diambil pengertian bahwa yang dimaksud dengan targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan yang membuat senang terhadap suatu yang maslahat, terhadap kenikmatan atau kesenangan yang baik dan pasti, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan amal soleh dan kebajikan dan menghindari diri dari kenikmatan selintas, atau perbuatan buruk. Sedangkan tarhib ialah suatu ancaman atau Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW hukuman sebagai akibat dari mengerjakan hal yang negatif yang mendatangkan dosa atau kesalahan yang dilarang oleh Allah AO atau lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam syariat Islam, hukuman termasuk suatu alat untuk mendidik umat agar selalu melaksanakan syariat Islam, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya. Rasulullah memberikan contoh hukuman dengan membolehkan orang tua dan pendidik memukul anak-anak yang berbuat kesalahan, apabila anak yang sudah berusia sepuluh tahun, namun tidak mau melaksanakan salat. Hukuman hendaknya memperhatikan prinsip pendidikan yang bertujuan agar anak jera dan beralih kepada tindakan yang baik dan mulia, serta tidak dendam kepada orang tua atau guru. Bentuk Targhib (Rangsangan / Rewar. C Rangsangan untuk mau menolong antar sesama dari Abu Qatadah RA: Barang siapa yang ingin diselamatkan Allah dari kesulitan-kesulitan hari kiamat, maka hendaklah dia meringan-kan beban orang yang susah, atau mengapus hutangnya. (HR. Musli. C Rangsangan untuk beramal kebaikan dari MaAqal ibnu Yassar RA: Barang siapa menyingkirkan duri dari jalan dituliskan kebaikan baginya dan barang siapa diterima daripadanya suatu kebaikan niscaya dia masuk surga. (HR. Bukhar. Bentuk Tarhib (Ancaman / Punishmen. C Ancaman bagi orang yang sombong Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan tidak menghormati yang besar. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud ) C Ancaman bagi orang yang bersumpah palsu dari Ahnaf ibnu Qais RA: Sesungguhnya tidalah seorang hamba atau seorang laki laki memotong . harta orang lain dengan sumpahnya, melainkan dia akan menemui Allah nanti pada hari yang dia menemuiNya dalam keadaan terpotong . acat tubuhny. (HR. Ahma. C Ancaman bagi yang berlaku zalim dari SaAid al-Khudri RA: Wahai manusia, takwalah kalian kepada Allah, demi Allah tidaklah seorang mukmin berlaku zalim kepada mukmin yang lain, melainkan Allah akan menyiksanya pada hari kiamat. (HR. Abdullah bin Humai. Pemberian hadiah atau reward dapat diartikan sebagai penguat . terhadap perilaku peserta didik. Reinforcement . merupakan penggunaan konsekuensi untuk memperkuat perilaku. Pemberian hadiah atau reward adalah sebuah bentuk penghargaan atau penguatan yang M. Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 diberikan, bersifat menyenangkan perasaan sehingga menimbulkan keinginan dalam peserta didik untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi di waktu yang akan datang. Pemberian hadiah dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa peserta didik untuk melakukan perbuatan yang positif dan progresif. Metode Tanya-Jawab dan Diskusi . l-hiwar wa al-mujadala. Metode lain yang sering ditempuh oleh Rasulullah dalam forum pengajarannya adalah metode interaktif-dialogis . anya jawa. Metode semacam ini ditempuh oleh beliau dalam rangka memberikan kesan perhatian kepada peserta didik, sekaligus untuk memberikan motivasi atas jiwa dan potensi akal mereka untuk dapat menjelaskan lagi apa saja yang telah mereka Menurut riwayat Abu Nuaim al-Asfihani, suatu ketika Rasulullah mendatangi para sahabatnya yang tinggalnya di teras Masjid Nabawi, semula Rasulullah bertanya perihal kondisi mereka, namun kemudian Rasulullah menyampaikan suatu hal, mereka kemudian menjawabnya dan begitu Rasulullah dan mereka saling menimpali. Metode ini sering juga dilakukan disaat Rasulullah dengan Malaikat Jibril. Demikian juga dengan para sahabat disaat tak mengerti tentang sesuatu permasalahan . ahabat bertanya kepada Rasululla. Hal ini terbukti dalam ayat-ayat Al-QurAoan, yang tidak sedikit jumlahnya menceritakan masalahmasalah yang berkenan dengan metode tanya jawab. Mereka bertanya kepadamu (Muhamma. tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan . agi ibada. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntungAy (QS. Al Baqarah . : . Jika terdapat hukum-hukum samar dan tidak jelas dan rumit bagi para sahabat. Nabi Muhammad SAW menggunakan metode perumpamaan dalam mengajarkan dan menjelaskan hukum-hukum itu kepada mereka. Sebagai hasilnya, hukum-hukum menjadi jelas dan mudah mereka pahami seperti halnya hadis diatas. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda. AuTahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?Ay Para sahabat menjawab. AuTidak akan tersisa sedikit pun kotorannya. Ay Beliau berkata. AuMaka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa. Ay (HR. Bukhari dan Musli. Menurut Abdurrahman Nahlawi, melalui dialog perasaan dan emosi akan terbangkitkan semangat belajar. Metode tanya jawab, sering dilakukan oleh Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad dalam mendidik akhlak para sahabat. Dialog akan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang sesuatu yang tidak mereka pahami. Pada dasarnya metode tanya jawab adalah tindak lanjut dari penyajian ceramah yang disampaikan pendidik. Dalam hal penggunaan metode ini. Nabi Muhammad menanyakan kepada para sahabat tentang penguasaan terhadap suatu masalah. Metode pendidikan seperti ini membuat guru dan peserta didik menjadi Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuannya saja, tapi juga merangsang dan mendorong agar peserta didiknya bisa mengeluarkan pemikiran dan pendapatnya tanpa rasa takut karena mendapatkan kesempatan. Metode tanya jawab menawarkan keterampilan dalam mengkaji problem pendidikan dengan cara diskusi sebagai salah satu solusi menghidupkan proses pembelajaran. Dalam menggunakan metode tanya jawab, ada beberapa hal yang harus diperhatikan : Jenis pertanyaan . Teknik pengajuan pertanyaan . Memperhatikan syarat-syarat penggunaan metode tanya jawab sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah yang benar . Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan metode tanya jawab, diantaranya prinsip keserasian, prinsip integrasi, prinsip kebebasan dan prinsip individual. Prinsip-prinsip ini adalah dasar atau landasan yang bisa digunakan dalam metode tanya jawab. Membawakan Kisah yang Mengandung Pelajaran . l-qishsha. Kata kisah berasal dari bahasa Arab al-qashshu yang bentuk jamaknya qashash, yang berarti menceritakan, dan menelusuri jejak. Metode kisah adalah metode dengan menggunakan cerita yang dapat menghubungkan materi pelajaran dengan kajian masa lampau agar dapat dan mudah dipahami oleh peserta didik dalam alam yang lebih nyata. Metode ini sangat dianjurkan dalam upaya pembinaan akhlak peserta didik. Melalui kisah diharapkan peserta didik memiliki akhlak sesuai dengan akhlak dan sikap teladan yang terdapat pada suatu kisah. Misalnya ketika Rasulullah SAW pernah berkisah kepada para sahabat tentang bayi yang bisa berbicara, 3 orang yang terjebak dalam gua, kisah ashab al-uhdud, dan lainnya dengan tujuan agar dapat mengambil ibrah . dari kisah-kisah tersebut. Kisah memiliki kemampuan luar biasa dalam menarik perhatian dan memfokuskan indera manusia sepenuhnya kepada orang yang berkisah, karena kisah secara alamiah disukai oleh manusia. Karena kisah mengandung berita orang-orang yang telah lalu, menyebutkan peristiwa, keajaiban atau keanehan, dan lainnya. Selain itu, kisah pada dasarnya melekat pada pikiran dan hampir-hampir tidak terlupakan. Al Quran memberi perhatian lebih dengan menyebutkan kisah-kisah di dalamnya karena dapat menghibur hati. Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 memupuk tekad, mengambil pelajaran, mengetahui kisah orang-orang terdahulu, mengenang peristiwa, dan masih banyak lagi yang lainnya. Allah SWT juga membenarkan teori ini yang diabadikan dalam Al Quran : a A aI aE acIAua sAAoe AA e a Aa eA aan aiIa aEs Ao AAoaA aO aEUa aA a A eE a eI aAoAA ae eO a ae U E a ei aIA a A ac aiAoe aoa aseuAEa IacAao aAoa a a a aA EAoAIaIae aEUa a 222 aUiae aOAo Aai aen ai ae aU aIcIa ei sOA Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan . itab-kita. yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf : Dalam menyampaikan pengajaran. Rasulullah tidak jarang menyelipkan kisah yang terkait dengan nasehatnya. Rasulullah sengaja menyertakan kisah atau cerita dalam pengajarannya untuk membantu menjelaskan suatu pemikiran dan mengungkapkan suatu masalah. Nabi Muhammad selalu membuka lebar atas pengajuan pertanyaan dari peserta didik . ara sahaba. dan senantiasa memberikan jawaban secara proporsional atas pertanyaan yang Metode Tahapan dan Pengulangan Dalam menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik . Nabi Muhammad tidak serta merta langsung memberikan semua bahan materi yang ada. Namun Beliau memberikan ilmu tersebut melalui pentahapan yang Sehingga peserta didik . ara sahaba. tidak mengalami kesulitan dalam memahami ilmu yang diberikan. Melalui metode pentahapan ini, peserta didik lebih dapat memahami materi yang disampaikan secara maksimal daripada langsung tanpa sebuah pentahapan. Beliau menyampaikan secara bertahap . edikit demi sediki. hingga semua materi yang beliau ajarkan dapat diterima dan dipahami dengan mudah dan lebih kuat dalam ingatan peserta didik. Rasulullah sangat memperhatikan tata urutan pentahapan dalam penyampaian bahan materi. Pada materi dasar, beliau ajarkan pada penyampaian pada tahap awal. Setelah tersampaikan, beliau menyampaikan materi yang berikutnya, yang sesuai dengan urutan-urutan materi yang akan diberikan oleh beliau. Bila peserta didik belum paham akan sebuah materi maka Rasulullah belum melanjutkan ke materi berikutnya sebelum materi itu sudah peserta kuasai. Di antara ilmu-ilmu pengetahuan yang disampaikan pada setiap tahapan, beliau memperhatikan kesinambungan antar materi pada tahap sebelumnya ke tahap berikutnya. Sehingga ada hubungannya antara materi yang sebelumnya dengan materi yang sesudahnya. Hal tersebut menjadi tidak membingungkan peserta didik dalam memahami materi yang sangat banyak dari Rasulullah. Agar materi yang telah diberikan tidak cepat hilang dari ingatan para peserta didik. Nabi Muhammad sering kali mengulang-ulang materi-materi yang sudah Beliau sampaikan. Hal tersebut sangat berguna untuk membantu Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW agar tetap dapat mengingat dan mengulang kembali apa-apa yang telah Karena pentingnya materi-materi yang diajarkan oleh Nabi Muhammad tersebut, maka beliau sering mengulang-ulang materi yang telah disampaikan agar peserta didik tidak lupa dan senantiasa dapat memahami nasehat yang diberikan. Metode Situasional dan Kondisional Menjawab sebuah pertanyaan, harus sesuai dengan maksud pertanyaan. Oleh karenanya selain seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, ia juga dituntut untuk menggunakan strategi yang tepat dalam menjawab pertanyaan tersebut. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para sahabatnya. Pertanyaan yang sama tetapi diajukan oleh orang yang berbeda. Dalam hal ini berbeda dalam pemahaman agamanya. Rasulullah tidak memberikan jawaban yang sama. Jawaban terhadap pertanyaan tersebut disesuaikan dengan karakter dan kondisi si-penanya serta kondisi lingkungan pada saat pertanyaan itu diajukan. Beliau memberikan pengajaran kepada peserta didik . ara sahaba. sesuai dengan kadar pemahamannya. Beliau tidak mengajarkan kepada peserta didik pemula sesuatu hal yang belum diajarkan. Beliau juga tidak mengucilkan sahabat yang masih junior terhadap peserta didik yang sudah senior. U Ua oaA aI AaIa aE uA ca aAU A ca Ai aEA aA aI a acO aOa Ea aE eI a aeAuaA EA. ca Ai aIA a AacEEa ai aA a - A IEO NOE NEE OEAA- acEEA a A aea a acU aAoAa es aa e a a An eIa aU aI a eAA ca a Aa aI A ca A aIAua AiA U A aI a acO aOa Ea aE a Uc aO aeAuaA EA. acEEA a a Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Maka beliau menjawab, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ditanyakan lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah. Ditanyakan lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "haji yang mabrur. Ay (HR. Bukhari / hadits ke-26 dalam Shahih Bukhar. Suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Nabi Muhammad, lalu ia bertanya: wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah dan apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Rasulullah bersabda: iAONO A AaNac NAo AiA AINa iac EU aE uI NEEa a ac ai a acIA AIa uI NEEa I aeOA UA Os Ao UA ac i iEAo iAa AoaA ac AoAIAo iAEA ac E Ao ca A s ac uIAoA O s AAoAOA a uAA a ac NEEa ia ac iOs EO A cAA AEA sAiOA AeA aoAIUA AOA AIUA AeAA AEAA A a Ic AueA s AoAc AAuAO a iOs O O AuAiO IIAo AENA ANEEA AOEA aAOA AUAo UAA iAiIA a a a a AiO i aE EE aOAo a cANEE a E aOA Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-iAtikaf di Masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika M. Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 banyak kaki-kaki terpeleset ke api nerakaAy (HR. Ath Thabrani 6/139, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/. Dari cara-cara Nabi Muhammad menjawab pertanyaan seperti contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa Beliau dalam menjawab pertanyaan yang muncul sangat memperhatikan beberapa hal antara lain, kebutuhan si penanya, kecerdasan si-penanya, suasana dan kondisi serta latar belakang munculnya sebuah pertanyaan tersebut, dan ketika Nabi menjawab pertanyaan ada target tertentu yang akan dicapai terhadap Si-Penanya. Metode Nasihat . n Nashiha. Nasihat yang jelas dan dapat dijadikan pegangan ialah nasihat yang dapat menggantungkan perasaan dan tidak membiarkan perasaan itu jatuh ke dasar dan mati tak bergerak. 11 asuaia a cE e Aa a acU I aAc eE an a a eI aUe aOA Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin. (QS. Az-Zariyat . : . 12 a a cE e auaac aUa aOAa a cE aA Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi Ay (QS. Al Gasyiyah . : . Rasulullah seseorang yang terkadang memberi metode pembelajaran dengan memberi nasihat dan peringatan, dimana banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari nasihat-nasihat dan orasi-orasi ilmiah beliau : Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah dia berkata: Rasulullah SAW memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami berlinang. Maka kami berkata: Yaa Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah SAW bersabda: Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah taAoala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena diantara kalian yang hidup . etelah in. akan menyaksikan banyaknya perbedaan pendapat. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah . enggamlah dengan kua. dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bidAah adalah (Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata: hasan shahi. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solvin. ca caNA ca Ai aEA ca A aI esa a eAa s a es a e aAuA s aaca au e aU aAuA aA a sea Aa a es A acEEA a A aU a Ea aE Ea aE aA a asA aa eAue a aca EaA s aoacEEa aes A a acEEA a aA eIAoa A a a aEA ca ANac aO ua acU aO es IA A a aA a oaA AA a A a aA a ca Aa aiEa a IAoa a ia ca ue aNA a e A aOAoaaiaA ai aEa ae ai auaac ae aO a aI eI aU e aN aO Aa a acA ca Ai aEA ca a AeI a aiao Ea aE a eA aA Iaac eNaAoa a A aAoa oa a e AacEEa Ea aEA a e Aea a acO EaIai a aceaa aOAuua eA ac ae Iaac eNaa Aa eaAoaA aa eAAoAacEEa ai aiEa a a Hadis Quthaibah ibn SyAid, hadis Ismyil ibn JaAfar dari Abdullah ibn Dinar dari Umar, sabda Rasulullah SAW sesungguhnya di antara pepohonan itu ada sebuah pohon yang tidak akan gugur daunnya dan pohon dapat diumpamakan sebagai seorang muslim, karena keseluruhan dari pohon itu dapat dimanfaatkan oleh Cobalah kalian beritahukan kepadaku, pohon apakah itu? Orang-orang mengatakan pohon Bawydi. Abdullah berkata. Dalam hati saya ia adalah pohon kurma, tapi saya malu . Para sahabat berkata. kami wahai Rasulullah! Sabda Rasul SAW: itulah pohon kurma. (HR. Bukhari. Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW Hadits diatas tergolong syaryf marfA dengan kualitas perawi yang sebagian tergolong iqah ubut, dan iqah. Sedangkan Ibnu Umar adalah sahabat Rasulullah menyebutkan dengan metode perumpamaan tersebut dapat menambah pemahaman, menggambarkannya agar melekat dalam ingatan serta mengasah pemikiran untuk memandang per-masalahan yang terjadi. Metode Pengalaman Praktik Langsung . l Mubasyiro. Dalam beberapa riwayat shahih diterangkan bahwa Nabi Muhammad mengajarkan urusan agama kepada para sahabat melalui contoh perbuatan, misalnya: Nabi Muhammad mencontohkan tata cara wudhu, mengajarkan pengetahuan tentang waktu-waktu shalat melalui praktik langsung, mengajarkan tata cara tayamum, menjelaskan ukuran besarnya kerikil yang digunakan untuk melempar jumroh dengan memperlihatkannya, dan Metode pengajaran ini dengan cara mendemonstrasikan sesuatu hal ketika hendak mengajarkan sesuatu hukum. Dengan metode ini dapat menarik perhatian peserta didik untuk lebih tergugah dalam memperhatikan apa yang sedang diajarkan. Metode demonstrasi dimaksudkan sebagai suatu kegiatan memperlihatkan suatu gerakan atau proses kerja sesuatu. Pekerjaannya dapat saja dilakukan oleh pendidik atau peserta didik yang diminta mempraktekkan sesuatu Metode demonstrasi bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat dikerjakan dengan baik dan benar. Metode demonstrasi dapat dipergunakan dalam organisasi pelajaran yang bertujuan memudahkan informasi dari model . odel hidup, model simbolik, deskripsi verba. kepada peserta didik sebagai Dibawah ini adalah kisah dari seorang sahabat yang karena ketidaktahuannya tentang tatacara mandi wajib dimana tidak ada air yang mencukupi untuk melaksanakannya: a aca sea A aU a A a aA ac Ea aE a a a a UI uaIAuaAIe aU as aes aea n a es aA ca A a aes a e aAuA aA a se A eaa aaca eI a aE aO a es a s c aA ca Aa a s aIa aU a aes eI aAo asA eA ca AeI aA a s a a Uca AAe eI aU a AaIa aE aA a AA a AA a oaA a aO aAe aE a ac aEaac AA a a A ae aaea AaNa eO Aocaa aA AaIa aE uA ca caNA ca caNA acEEA a ia ca ue acEEa aNA a o a ao a a acI ai a acO a Aa a aUac eEa AA a a Aai a eaa Aa a acO a eaa AaNa eO A ca aANac aO AaIa aE IaacA c aAea aE eaa aINaacAucaNA ca caNA A ae aU a acO aO a a a ae aUAuaA aia a AA a A aA a aAEa ae aEAa AAua eEAAo aUANac aO uac aU aEA a ia ca ue acEEa aNA a ia ca ue aNA a A ac eE a eAue ANac aO a aE acAA a o ca aA IaacA A. acea eAaiA Hadis SyuAbah ibn Abdurrahmyn ibn Abzy dari ayahnya, katanya seorang lakilaki datang kepada Umar ibn Khattyb, maka katanya saya sedang janabat dan tidak menemukan air, kata Ammar ibn Yasir kepada Umar ibn Khattyb, tidakkah anda ingat ketika saya dan anda dalam sebuah perjalanan, ketika itu anda belum salat, sedangkan saya berguling-guling di tanah, kemudian saya salat. Saya menceritakannya kepada Rasululullah SAW kemudian Beliau bersabda: AySebenarnya kamu cukup beginiAy. Rasul memukulkan kedua telapak tangannya ke tanah dan meniupnya kemudian mengusapkan keduanya pada wajah. lBukhari. I: . Hadits diatas tergolong syaryf marfuA dengan kualitas perawi yang sebagian tergolong iqah dan iqah hafihz, iqah ubut. Menurut al-Asqalani, hadits ini mengajarkan sahabat tentang tata cara tayammum dengan perbuatan. Wisnu Khumaidi. Muhammad Singgih LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 23-40 Para sahabat Rasulullah melakukan upaya pensucian diri dengan berguling di tanah ketika mereka tidak menemukan air untuk mandi janabat . andi waji. Pada akhirnya Rasulullah memperbaiki ekperimen mereka dengan mencontohkan tata cara bersuci menggunakan debu. Metode demonstrasi dapat dipergunakan dalam organisasi sekolah yang bertujuan memudahkan informasi dari model . odel hidup atau model simboli. kepada peserta didik sebagai pengamat. Sebagai contoh dipakai mata pelajaran Fiqih di madrasah yang membahas pelaksanaan Sholat Dzuhur. Kompetensi Dasar (KD) dari pokok bahasan tersebut adalah: AuSiswa dapat melaksanaan ibadah shalat Dzuhur setelah mengamati dan mempraktekkan berdasarkan model yang ditentukanAy. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, dibutuhkan beberapa kemampuan yang harus dikuasai anak didik dalam indikator pencapaian, yaitu : C Kemampuan gerakan . elakukan posisi berdiri tegak menghadap kiblat, mengangkat tangan sejajar dengan telinga ketika takbiratul ihram, membungkuk dengan memegang lutut ketika rukuA, melakukan iAtidal, melakukan sujud dengan kening menempel di sajadah, melakukan duduk di antara dua sujud, melakukan duduk tahiyat akhir yang agak berbeda dengan duduk di antara dua sujud, melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan Kemampuan membaca bacaan salat . acaan surat al-Fatihah, bacaan ayat Al Quran, bacaan rukuA, bacaan berdiri iAtidyl, bacaan sujud, bacaan duduk antara dua sujud, bacaan tahiyat awal dan akhir. C Menganalisis tingkah laku yang dimodelkan. Tingkah laku yang dimodelkan sesuai dengan bahan pelajaran adalah motorik meliputi keterampilan dalam gerakan sholat dan kemampuan membaca bacaan C Menunjukkan model. Gerakan dalam salat dilakukan berdasarkan uruturutannya dan bacaan dalam salat diucapkan dengan baik dan benar berdasarkan tata cara membaca Al Quran. C Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempraktekkan dengan umpan balik yang dapat dilihat, tiap anak didik mempraktekkan kembali gerakan shalat Dzuhur yang ditunjukkan oleh model seiring dengan aba-aba prosedur yang diberikan guru. Demikian pula dengan bacaan salat dapat dipraktikkan anak didik. C Memberikan reinforcement dan motivasi. Guru memberikan penguatan pada anak didik yang telah berhasil melakukan gerakan dengan baik dan benar dan mengarahkan serta memperbaiki gerakan dan bacaan anak didik yang belum sesuai. Berkomunikasi Sesuai Kemampuan Rasio Anak Ibarat kertas putih yang bersih dan belum bertuliskan apapun. Murni nan Anak yang belum baligh pun juga demikian. Akal pikirannya belum Metode Pendidikan dan Pengajaran yang Diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW dapat menjangkau regulasi atau aturan yang membebani hidupnya . Maka dari itu anak yang belum baligh dalam hukum Islam dinamakan dengan ghoiru mukallaf. Dalam hal pembelajarannya. Islam sudah menetapkan tatacara dalam mengajarkan hukum Islam. Hal tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah dan hal tersebut disaksikan dan dimengerti oleh para sahabat. Dari AUmar bin Abi Salamah, ia berkata. AuWaktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu Aalaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah A bersabda, a AAoa e aA Aa aU a IA. aAEAuaANAoa aEa ai aE eI aO acUAuUa ua A ai aE eI aAU acEEA ca A a cOA aA a eNEa a e aU a a eA a AEa aOA AuWahai Ghulam, sebutlah nama Allah . acalah AuBISMILLAHA. , makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu. Ay Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. Pelajaran yang didapat dalam hadits ini diantaranya adalah : C Rasulullah SAW memanggil AUmar bin Abi Salamah dengan sebutan Ya Ghulam. Panggilan ini adalah sebutan sayang nan lembut dari orang tua kepada anak. C Diucapkan dengan lemah lembut. C Nasehat dilakukan pada saat dan waktu yang tepat. C Tidak menghakimi dan tidak langung menyalahkan, walaupun yang dilakukannya adalah perbuatan keliru. C Mengajarkan tentang norma aqidah, norma moral dan sosial. SIMPULAN Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada 14 metode pendidikan dan pengajaran yang diterapkan Nabi SAW yaitu keteladanan . swah hasana. , melatih dan membiasakan, memberi bimbingan dan uraian langsung . , menjelaskan dengan perumpamaan . , lemah lembut, pemberian hadiah dan hukuman, tanya jawab dan diskusi, membawakan kisah yang mengandung pelajaran . l qishsha. , tahapan dan pengulangan, situasional dan kondisional, nasihat . n nashiha. , pemecahan masalah, pengalaman praktik langsung, dan komunikasi sesuai kemampuan rasio anak. DAFTAR PUSTAKA