Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. Peran Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Melalui Nilai-Nilai Sunnah di SD Islam Integral Luqman Al Hakim Kendal Ahmad Labib1. Vina Amalia2. Irsa Nur Munif3. InAoamul Muttaqin4. Putri Aprilia5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: ahmadlabib@stikkendal. *Corespondensi Author Abstrak Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Salah satu karakter utama yang perlu ditanamkan sejak sekolah dasar adalah disiplin, karena kedisiplinan menjadi landasan keteraturan belajar, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap aturan. Namun, kenyataannya masih banyak siswa yang belum konsisten menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui internalisasi nilai-nilai sunnah di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru kelas, serta tiga siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan strategis sebagai teladan, pengarah, pembentuk kebiasaan, sekaligus motivator dalam menanamkan kedisiplinan. Integrasi nilai-nilai sunnah seperti shalat berjamaah, doa bersama, piket kebersihan, memberi salam, dan disiplin dalam antrian terbukti efektif dalam membangun kesadaran disiplin siswa, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun akademik. Dengan demikian, pendidikan berbasis sunnah tidak hanya mencetak siswa yang tertib dan bertanggung jawab, tetapi juga membentuk generasi berkarakter Islami yang mampu menghadapi tantangan modern dengan landasan iman yang kokoh. Kata kunci: Peran guru, disiplin siswa, nilai sunnah, sekolah dasar, pendidikan Abstract Character education is a fundamental aspect of shaping a generation that is not only intellectually intelligent but also morally upright. One of the essential characters to be instilled from elementary school is discipline, as it serves as the foundation for learning This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. order, responsibility, and respect for rules. However, in practice, many students have not yet consistently applied discipline in their daily lives. Therefore, this study aims to analyze the role of teachers in developing studentsAo discipline through the internalization of sunnah values in elementary schools. This research employed a qualitative method with a case study approach, using interviews, participatory observations, and documentation involving the principal, classroom teacher, and three The findings reveal that teachers play a strategic role as role models, guides, habit formers, and motivators in fostering discipline. The integration of sunnah values such as congregational prayer, collective supplication, classroom cleaning duties, greeting etiquette, and orderly queuing proved effective in cultivating studentsAo awareness of discipline across spiritual, social, and academic aspects. Thus, sunnahbased education not only produces students who are orderly and responsible but also nurtures an Islamic character generation capable of facing modern challenges with a strong foundation of faith. Keywords: TeacherAos role, student discipline, sunnah values, elementary school, character education. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun peradaban manusia, karena melalui pendidikanlah nilai, ilmu, keterampilan, dan karakter diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 1 Dalam pendidikan bukan lagi sekadar sarana untuk meningkatkan kemampuan kognitif, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan kesadaran moral, spiritual, dan sosial. Hal ini dikarenakan keberhasilan suatu bangsa dalam menghadapi tantangan zaman modern sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. 2 Sumber daya manusia yang unggul tidak hanya dilihat dari kecerdasan intelektual, melainkan juga dari karakter yang kuat, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, serta kemampuan untuk hidup harmonis dengan orang lain. Pendidikan karakter menjadi perhatian besar di berbagai negara, karena disadari bahwa kemajuan ilmu Nehru Millat Ahmad. AuKONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH LUQMAN (APLIKASI INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Q. AL-LUQMAN AYAT 12-. ,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. : 82Ae96, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. 2 Arifin. Nurhasanah. , & Jamaah. Analisis Peran Guru dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Evaluasi Dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar, 1. , 51Ae56. Ahmad Labib. pengetahuan dan teknologi tidak akan memberi manfaat yang optimal jika tidak diimbangi dengan kualitas moral yang tinggi. Di antara sekian banyak nilai karakter yang perlu ditanamkan sejak dini, disiplin menempati posisi yang sangat pentin. 4 Disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam belajar, bekerja, maupun Seorang siswa yang terbiasa disiplin akan mampu mengatur waktu belajar, menghormati aturan, serta bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Hal ini berbeda dengan siswa yang kurang disiplin, yang cenderung mengabaikan kewajiban, datang terlambat, menunda pekerjaan, atau bahkan melanggar aturan. Dengan kata lain, disiplin merupakan pondasi dasar yang menopang keberhasilan akademik maupun kesuksesan hidup di masa depan. Tidak berlebihan jika banyak ahli pendidikan menegaskan bahwa kedisiplinan adalah salah satu indikator utama kualitas peserta didik. Tanpa adanya disiplin, kecerdasan yang tinggi sekalipun sering kali tidak dapat digunakan secara optimal karena tidak terarah. Realitas pendidikan saat ini menunjukkan bahwa kedisiplinan sering kali menjadi tantangan besar di berbagai jenjang sekolah, termasuk sekolah dasar yang 7 Fenomena keterlambatan siswa, kurangnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, rendahnya tanggung jawab terhadap tugas, hingga lemahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, menunjukkan bahwa praktik disiplin belum sepenuhnya menjadi 3Rahayu, . Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Di SMA Bustanul AoUlum Jaya Sakti Anak Tuha Lampung Tengah. IAIN Metro. 4 Sila. Santika. , & Dwindayani. Meningkatkan Sikap Disiplin Siswa Melalui Optimalisasi Peran Guru PPKn Dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Pancasila. JOCER: Journal of Civic Education Research, 1. , 41Ae48. 5 Nuryupa. Amra. , & Suharmon. Pembentukan Karakter Siswa Melalui Internalisasi Nilai-nilai Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Dambaan Ummat Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Indonesian Research Journal on Education, 4. , 947Ae959. 6 Maulana. Haris. , & Ihwan. PENGARUH PEMBIASAAN IBADAH TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH KOTA BIMA. EL-Muhbib Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Dasar, 9. , 259Ae269. 7 Atik. , & Mulyani. Upaya Guru Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Kelas IV Di MI Nurul Islam Sidamukti Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Jurnal Kependidikan, 11. , 137Ae152. Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. budaya dalam kehidupan sekolah. 8 Hal ini diperparah dengan pengaruh lingkungan eksternal yang semakin kompleks, seperti derasnya arus teknologi digital, media sosial, dan budaya instan yang membuat anak-anak cenderung menginginkan sesuatu serba cepat tanpa proses. Tantangan inilah yang kemudian mendorong pentingnya pendidikan disiplin yang lebih terarah, sistematis, dan menyentuh aspek mendasar dalam kehidupan siswa. Dalam perspektif pendidikan Islam, disiplin bukanlah sekadar tuntutan duniawi, melainkan bagian dari ibadah dan implementasi keimanan. Islam menekankan pentingnya keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat, hingga muamalah sehari-hari yang menuntut keteraturan, ketepatan waktu, serta tanggung jawab. 10 Al-QurAoan dengan tegas menyatakan bahwa shalat adalah kewajiban yang waktunya sudah ditentukan (QS. An-Nisa: . , sehingga mengajarkan bahwa seorang Muslim harus terbiasa menghargai waktu dan hidup teratur. Rasulullah SAW sendiri merupakan teladan utama dalam hal kedisiplinan, baik dalam menjalankan ibadah, menepati janji, maupun mengatur kehidupan sehari-hari. 11 Dari perspektif ini, kedisiplinan dapat dipandang sebagai manifestasi dari ketakwaan seorang Muslim, karena dengan disiplin seseorang mampu melaksanakan perintah Allah dan menghindari perbuatan sia-sia. Pendidikan Islam juga menekankan konsep habituation . dalam membentuk karakter, termasuk karakter disiplin. Anak-anak tidak hanya diajarkan secara teoritis tentang pentingnya disiplin, tetapi juga dibiasakan untuk hidup 8 Dinasti. Pamungkas. Maryam. Romadhan. , & Supriyadi. Strategi dalam Menanamkan Nilai Nilai Islam pada Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Daerah Rancakalong. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam. Pendidikan. Budaya Dan Sosial, 12. , 99Ae123. 9 Asyari. , & Gunawan. Pola peran guru pendidikan agama Islam dan budi pekerti dalam membentuk karakter religius di sekolah dasar. Walada: Journal of Primary Education, 2. 10 Hadi. Peranan guru PAI dalam penanaman nilai-nilai karakter islami melalui pembiasaan pada siswa SMP Negeri 10 Mukomuko-Bengkulu. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan KeIslaman, 11. , 81Ae96. 11 Zahra. , & Fathoni. Peran Guru Sebagai Pendidik dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13. De. , 57Ae68. 12 Husna. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa: Strategi dan Dampak di Lingkungan Sekolah. Al-Ulum: Multidisciplinary Research Review, 1. , 54Ae72. Ahmad Labib. disiplin melalui rutinitas harian yang teratur. 13 Misalnya, pembiasaan shalat tepat waktu, mengucapkan salam ketika bertemu, menjaga kebersihan lingkungan, serta berbaris rapi sebelum memasuki kelas. Semua ini merupakan praktik sederhana yang jika dilakukan secara konsisten akan membentuk pola pikir dan perilaku disiplin yang melekat dalam diri siswa. 14 Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud: AuPerintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka . engan pukulan mendidi. bila mereka meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya. Ay Hadits ini menegaskan bahwa pendidikan disiplin harus dilakukan sejak dini dengan metode pembiasaan yang konsisten, bahkan dengan pemberian sanksi mendidik jika diperlukan. Disiplin dalam perspektif modern sering kali dikaitkan dengan self-regulation atau kemampuan individu dalam mengendalikan diri, mengatur waktu, dan bertindak sesuai norma yang berlaku. 16 Anak yang memiliki kemampuan regulasi diri tinggi cenderung lebih sukses dalam belajar, lebih sehat secara mental, dan lebih mampu menghadapi tekanan sosial. 17 Hal ini menunjukkan bahwa disiplin tidak hanya bersifat eksternal . epatuhan terhadap atura. , tetapi juga internal . esadaran diri untuk hidup teratu. Oleh karena itu, pendidikan disiplin harus diarahkan pada dua aspek sekaligus: membentuk kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah serta menumbuhkan kesadaran internal bahwa disiplin adalah kebutuhan dan kebiasaan hidup. 13 Rambe, . Peran guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik Kelas V UPTD Sekolah Dasar Negeri 1 Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. 14 Ismail. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai karakter Peserta Didik. Jurnal Al-Qiyam, 2. , 149Ae159. 15 Akbar. , & Azani. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Islami di SMA Muhammadiyah PK Kotta Barat Surakarta. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13. , 2057Ae2068. 16 Issabila. , & Nahrowi. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter disiplin siswa di Sekolah Menengah Pertama Plus Sunan Giri Puger. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 15. , 46Ae65. 17 Anwar. Peran guru pendidikan agama islam (PAI) dalam upaya pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab anak SMP. Journal Of Islamic Education Counseling, 1. , 32Ae33. 18 Rahmad. , & Abas. Peran Guru Pai Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di Sdi Nur Ismail Cahaya Sunnah Kota Prabumulih Tahun Pelajaran 2022-2023. Unisan Jurnal, 2. , 1059Ae1068. Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. Tantangan lain dalam pembentukan disiplin siswa adalah lemahnya peran figur teladan di lingkungan pendidikan. Guru, yang seharusnya menjadi panutan utama, terkadang kurang konsisten dalam menunjukkan sikap disiplin. 19 Misalnya, guru yang datang terlambat ke kelas atau tidak menepati janji dapat mengurangi efektivitas pendidikan disiplin yang diajarkan. Padahal, anak usia sekolah dasar belajar banyak melalui imitasi atau meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Jika guru menunjukkan keteladanan disiplin, siswa akan lebih mudah mengikuti. Sebaliknya, jika guru abai terhadap kedisiplinan, siswa pun cenderung Di sinilah pentingnya peran guru bukan hanya sebagai pengajar . , tetapi juga sebagai pendidik . dan pembimbing . yang membentuk karakter anak melalui keteladanan nyata. Di tengah tantangan globalisasi yang ditandai dengan krisis moral, degradasi akhlak, serta lemahnya budaya disiplin di kalangan anak-anak, pendidikan berbasis nilai-nilai Islam menawarkan solusi yang komprehensif. Nilai-nilai sunnah yang diwariskan Rasulullah SAW tidak hanya relevan dalam ibadah, tetapi juga sangat aplikatif dalam membentuk kedisiplinan sehari-hari. 22 Misalnya, kebiasaan Rasulullah menjaga kebersihan, menepati janji, hidup teratur, serta mengajarkan keteraturan dalam barisan shalat, semua itu menjadi teladan praktis bagi siswa untuk hidup disiplin. Dengan menjadikan nilai-nilai sunnah sebagai bagian dari kurikulum tersembunyi . idden curriculu. , sekolah dapat membangun budaya disiplin yang menyatu dalam aktivitas harian siswa, bukan sekadar aturan formal yang dipaksakan. 19 Kamila. Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa pada Program Tadarus Tahfidz dan Dhuha (TTD) di MAN 2 Jakarta. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 5. , 105Ae113. 20 Futuroh. Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Madrasah Diniyah MaAoarif Panjeng 1 Jenangan Ponorogo. IAIN Ponorogo. 21 SaAodiyah. Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas V Di SD Negeri 01 Sidomekar Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang. IAIN Metro. 22 RobeAoah. Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Religius Melalui Pendidikan Ramah Anak di SD Negeri 2 Taringgul Tonggoh Kecamatan Wanayasa. Paedagogie: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2. , 95Ae107. 23 Marito. Peran guru dalam membina karakter siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Hasan Kelurahan Hutaimbaru Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan. IAIN Padangsidimpuan. Ahmad Labib. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa di sekolah dasar. Penelitian oleh 24 menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDI Nur Ismail Cahaya Sunnah Kota Prabumulih berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran melalui metode transfer of values, baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan keagamaan sekolah. Selanjutnya, 25 dalam Journal of Civic Education Research (JOCER) menemukan bahwa optimalisasi peran guru PPKn yang berfokus pada internalisasi nilai-nilai Pancasila mampu meningkatkan sikap disiplin siswa secara signifikan. Penelitian terbaru dari 26 juga menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, di mana guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai penyampai nilai moral dan pemimpin dalam pembentukan karakter disiplin. Sementara itu,27 dalam Didaktika: Jurnal Kependidikan menjelaskan bahwa guru berperan strategis sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan religiusitas dengan pendekatan pembiasaan serta strategi pembelajaran yang terintegrasi. Dari kajian-kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat vital dalam membentuk karakter disiplin siswa, meskipun fokus penelitian sebelumnya lebih banyak menitikberatkan pada peran guru PAI. PPKn, atau guru secara umum, namun belum secara eksplisit menghubungkan nilai-nilai sunnah sebagai landasan pembentukan disiplin siswa sekolah dasar. Permasalahan utama yang muncul di sekolah dasar saat ini adalah masih rendahnya kesadaran siswa dalam menerapkan sikap disiplin, baik terkait waktu, ketaatan pada aturan, maupun kebiasaan positif di sekolah. Fenomena keterlambatan masuk sekolah, kurangnya tanggung jawab dalam menyelesaikan 24 Rahmad. , & Abas. Peran Guru Pai Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di Sdi Nur Ismail Cahaya Sunnah Kota Prabumulih Tahun Pelajaran 2022-2023. Unisan Jurnal, 2. , 1059Ae1068. 25 Sila. Santika. , & Dwindayani. Meningkatkan Sikap Disiplin Siswa Melalui Optimalisasi Peran Guru PPKn Dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Pancasila. JOCER: Journal of Civic Education Research, 1. , 41Ae48. 26 Sari. Sari. , & Suwartini. Penguatan karakter disiplin siswa melalui peranan guru di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 2. , 928Ae933. 27 Zahra. , & Fathoni. Peran Guru Sebagai Pendidik dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13. De. , 57Ae68. Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. tugas, dan kurang tertibnya siswa dalam mengikuti kegiatan harian menunjukkan adanya gap antara idealitas pendidikan karakter dan realitas di lapangan. Selain itu, meskipun berbagai program pembentukan karakter telah dilakukan, praktiknya sering kali hanya bersifat formalitas dan kurang menyentuh aspek spiritual maupun moral secara mendalam. Padahal, penerapan nilai-nilai sunnah yang bersifat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi alternatif solusi untuk memperkuat pembiasaan disiplin, namun aspek ini masih jarang disentuh secara serius oleh penelitian-penelitian terdahulu. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk menggali bagaimana guru dapat menginternalisasikan nilai-nilai sunnah sebagai pendekatan yang lebih kontekstual, religius, dan relevan dengan kebutuhan siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar melalui internalisasi nilai-nilai sunnah. Secara khusus, penelitian ini ingin mendeskripsikan strategi, metode, dan bentuk pembiasaan yang digunakan guru dalam menanamkan sikap disiplin berbasis ajaran sunnah, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun kebiasaan sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara penerapan nilai sunnah dengan peningkatan kesadaran siswa terhadap kedisiplinan, serta bagaimana guru dapat berperan sebagai role model yang mencontohkan perilaku disiplin sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai upaya pembentukan karakter disiplin yang tidak hanya bersifat akademis dan normatif, tetapi juga spiritual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari siswa sekolah dasar. Urgensi penelitian ini terletak pada kenyataan bahwa sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan karakter anak, di mana nilai-nilai dasar yang ditanamkan sejak dini akan menentukan perilaku mereka di masa depan. Mengingat tantangan era modern yang penuh distraksi digital, budaya instan, dan penurunan moral, maka pendidikan karakter berbasis nilai religius semakin Saichul Anam. AuISLAM. INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 89Ae105. Ahmad Labib. Integrasi nilai-nilai sunnah dalam pembentukan disiplin siswa menjadi solusi yang relevan karena selain menanamkan keteraturan dan tanggung jawab, juga menumbuhkan kesadaran spiritual yang mendalam. Guru, sebagai figur sentral dalam pendidikan dasar, memiliki peran yang sangat strategis untuk menghadirkan keteladanan nyata dan membimbing siswa menginternalisasikan kedisiplinan berbasis ajaran agama. Oleh karena itu, penelitian ini mendesak dilakukan agar mampu memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dasar, serta memperkaya literatur akademik mengenai pendidikan karakter dengan pendekatan berbasis Kebaruan . penelitian ini terletak pada fokusnya yang secara spesifik mengkaji bagaimana nilai-nilai sunnah dapat diinternalisasikan oleh guru dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya menyoroti peran guru PAI. PPKn, atau guru secara umum dalam membentuk kedisiplinan siswa, penelitian ini menghadirkan perspektif unik dengan menekankan praktik sunnah sebagai fondasi pembiasaan disiplin yang bersifat religius sekaligus aplikatif. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperluas cakrawala akademik dalam kajian pendidikan karakter, tetapi juga menawarkan pendekatan yang lebih kontekstual, sesuai dengan kebutuhan sekolah dasar yang berbasis nilai Islam, serta mampu menjawab tantangan moralitas siswa di era modern. Hal ini menjadikan penelitian ini memiliki signifikansi baik secara teoritis maupun praktis, karena menghubungkan antara keteladanan guru, nilai sunnah, dan pembentukan karakter disiplin yang berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan case study . tudi kasu. karena bertujuan memahami secara mendalam fenomena sosial di lingkungan sekolah dasar, khususnya terkait peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui nilai-nilai sunnah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara utama, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilaksanakan dengan kepala sekolah, guru kelas, serta beberapa siswa menggunakan teknik wawancara terstruktur dan tidak terstruktur untuk menggali Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. informasi mengenai strategi guru dalam menanamkan nilai disiplin berbasis sunnah. Observasi dilakukan secara partisipatif dengan cara peneliti terlibat langsung dalam aktivitas sekolah, seperti mengikuti shalat berjamaah, kegiatan kebersihan kelas, serta kegiatan baris sebelum masuk kelas, sehingga dapat melihat interaksi nyata antara guru dan siswa dalam praktik sehari-hari. Sementara itu, dokumentasi diperoleh dari catatan sekolah, tata tertib, jadwal kegiatan, dan laporan kedisiplinan siswa yang berfungsi melengkapi data wawancara dan observasi agar hasil penelitian lebih komprehensif serta merefleksikan kondisi nyata di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar berbasis Islam yang menerapkan pembiasaan nilai-nilai sunnah dalam kehidupan sehari-hari siswa. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana guru berperan dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui praktik nilai-nilai sunnah yang diterapkan secara konsisten, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas rutin sekolah. Subjek penelitian terdiri dari lima responden, yaitu kepala sekolah, guru kelas, dan tiga siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi sekolah untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai praktik kedisiplinan berbasis sunnah. Tabel 1. Karakteristik Responden Jabatan/Status Usia Kode Responden Kepala Sekolah Guru Kelas Siswa Siswa Siswa Keterangan Keterlibatan Mengawasi kedisiplinan sekolah Mengintegrasikan dalam pembelajaran Aktif berjamaah dan piket kelas Disiplin hadir tepat waktu dan mengikuti baris pagi Menjadi teladan bagi teman dalam menjaga kebersihan Ahmad Labib. Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa responden penelitian terdiri dari satu kepala sekolah, satu guru kelas, dan tiga siswa dengan rentang usia 10Ae45 tahun. Kepala sekolah (R. berperan sebagai pengawas utama dalam pelaksanaan program kedisiplinan di sekolah, sementara guru kelas (R. menjadi pelaksana yang langsung mengintegrasikan nilai-nilai sunnah dalam aktivitas pembelajaran. Responden siswa (R3. R4. dipilih karena menunjukkan keterlibatan aktif dalam penerapan nilai-nilai disiplin, seperti kehadiran tepat waktu, keteraturan dalam shalat berjamaah, partisipasi dalam kegiatan kebersihan, serta keteladanan terhadap teman sebaya. Hal ini menunjukkan adanya keterlibatan yang seimbang antara pihak pengelola, pengajar, dan peserta didik dalam mendukung tercapainya tujuan penelitian, yaitu membentuk karakter disiplin melalui nilai-nilai sunnah. Tabel 2. Hasil Observasi Kegiatan Observasi Shalat berjamaah Bentuk Penerapan Nilai Sunnah Siswa melaksanakan shalat tepat waktu di mushola Baris sebelum Siswa berbaris rapi sambil masuk kelas membaca doa bersama Piket kebersihan Siswa melaksanakan jadwal piket sesuai giliran Indikator Disiplin yang Diamati Ketepatan Ketertiban, pada arahan guru Tanggung konsistensi dalam menjaga Penyambutan guru Siswa salam Sopan dengan salam ketika bertemu guru penghormatan terhadap Membaca doa Siswa guru Kedisiplinan sebelum belajar membaca doa sebelum memulai aktivitas dengan pelajaran dimulai Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai sunnah di sekolah dasar berjalan konsisten dalam berbagai aktivitas harian, baik dalam aspek ibadah maupun kebiasaan sosial. Melalui shalat berjamaah, siswa belajar disiplin waktu sekaligus keteraturan dalam barisan. kegiatan baris pagi melatih ketertiban serta kepatuhan terhadap arahan guru. piket kebersihan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan konsistensi menjaga lingkungan. penyambutan guru dengan salam mengajarkan sopan santun serta penghormatan. sedangkan doa bersama sebelum Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. belajar menanamkan kebiasaan memulai aktivitas secara tertib. Keseluruhan kegiatan tersebut membuktikan bahwa integrasi nilai sunnah berkontribusi nyata dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui pembiasaan yang berulang dan teladan dari guru. Tabel 3. Hasil Wawancara No Responden Pertanyaan Utama 1 R1 (Kepala Bagaimana strategi sekolah Sekola. berbasis sunnah? 2 R2 (Guru Apa peran guru dalam Kela. membentuk disiplin siswa? R3 (Siswa, 11 Bagaimana pengalamanmu mengikuti kegiatan shalat R4 (Siswa, 10 Apa yang kamu rasakan R5 (Siswa, 11 Apa kebiasaan yang kamu lakukan sebelum pelajaran Jawaban Melalui program rutin seperti shalat berjamaah, baris pagi, dan pembiasaan salam. Guru menjadi teladan utama, membiasakan siswa mengikuti aturan sekolah. Merasa lebih tertib, belajar tepat waktu, dan lebih dekat dengan teman serta guru. Merasa bertanggung jawab dan terbiasa menjaga kelas tetap bersih setiap hari. Selalu membaca doa bersama agar belajar lebih tenang dan mudah memahami pelajaran. Wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas, dan siswa menunjukkan keselarasan pandangan mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai sunnah dalam pembentukan disiplin. Kepala sekolah menekankan peran program rutin sebagai wadah pembiasaan, sementara guru kelas menyoroti keteladanan dan arahan langsung sebagai kunci keberhasilan. Dari perspektif siswa, kegiatan shalat berjamaah, piket kebersihan, dan doa bersama tidak hanya membentuk kebiasaan disiplin, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, ketertiban, dan kenyamanan belajar. Hal ini memperkuat temuan observasi bahwa integrasi nilai sunnah dalam aktivitas sehari-hari efektif membangun karakter disiplin siswa, baik melalui aspek religius, sosial, maupun kebiasaan personal. Peran Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar Guru merupakan figur sentral dalam dunia pendidikan, terutama di jenjang sekolah dasar yang menjadi fase awal pembentukan karakter anak. Pada tahap ini. Ahmad Labib. anak sedang berada dalam fase perkembangan kognitif dan moral yang membutuhkan bimbingan intensif agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Dalam pembentukan disiplin, guru berperan tidak hanya sebagai pengajar ilmu pengetahuan . ransfer of knowledg. , tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-QurAoan surah Al-Ahzab ayat 21: AEaCae EaIa EaEaIe AaOe a aOeEa EEcNa a eOaU aIU EcaIaIe EaIa aOeaO EEcNa OaEeOaOeIa Eec aa aOa aEa EEcNa EaaOeUA AyA AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Ay Ayat ini menegaskan bahwa keteladanan adalah metode utama dalam pendidikan Islam, di mana guru sebagai penerus risalah Rasulullah SAW harus mencerminkan akhlak disiplin agar dapat ditiru oleh Dalam praktik di sekolah dasar, peran guru dalam membentuk kedisiplinan siswa diwujudkan dalam berbagai aspek. Pertama, guru berperan sebagai role Misalnya, guru yang hadir tepat waktu ke kelas akan secara tidak langsung menanamkan nilai ketepatan waktu kepada siswanya. Keteladanan ini jauh lebih efektif daripada sekadar perintah lisan, karena anak usia sekolah dasar cenderung belajar melalui proses imitasi dan pembiasaan. Kedua, guru berfungsi sebagai pengatur dan pengarah. Guru tidak hanya menyampaikan aturan sekolah, tetapi juga memberikan pemahaman tentang makna penting disiplin, baik dalam akademik maupun ibadah. Misalnya, saat siswa diajak untuk shalat berjamaah tepat waktu, guru menjelaskan bahwa kedisiplinan waktu merupakan perintah Allah, sebagaimana ditegaskan dalam QS. An-Nisa ayat 103: caAEAEcOa aIA ca AEAEcOa Aae aEaO EEcNa CaOaIU OacCa a eOU OacaEcO aaIOeaEaIe a eeIa eaIeaIe aCaOeIaOA ca a CaaOeaIA AyA AIeIaIaOeIa EacU acIOeaCOeUA a eAEAEcOa Eaae aEaO EA ca Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. AuSesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Ay Dari ayat ini dapat dipahami bahwa disiplin tidak hanya sebatas aturan sekolah, tetapi juga perintah agama yang bernilai ibadahAy. Selain itu, guru berperan sebagai pembentuk kebiasaan melalui pembiasaan positif . Di sekolah dasar, pembiasaan disiplin dapat dilakukan melalui kegiatan baris pagi sebelum masuk kelas, doa bersama, piket kebersihan, serta kehadiran tepat waktu. Guru yang konsisten membimbing dan mengawasi kegiatan ini mampu menanamkan pola perilaku yang membentuk karakter disiplin siswa. Proses pembiasaan ini sejalan dengan konsep tarbiyah dalam Islam, yaitu mendidik anak secara bertahap dengan memberikan arahan, latihan, dan bimbingan terusmenerus. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya membiasakan anak berperilaku disiplin, sebagaimana sabdanya dalam hadits riwayat Abu Dawud: AuPerintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka . engan pukulan mendidi. bila mereka meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya. Ay Hadits ini menunjukkan bahwa pendidikan disiplin harus diajarkan sejak dini melalui perintah, latihan, hingga penguatan kebiasaan. Guru juga berperan sebagai motivator dengan memberikan penghargaan dan penguatan positif kepada siswa yang menunjukkan kedisiplinan. Penguatan positif dapat berupa pujian, senyuman, atau penghargaan sederhana yang membuat siswa merasa dihargai. Sebaliknya, guru juga harus mampu memberikan teguran yang mendidik ketika siswa melanggar aturan disiplin. Pendekatan ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Mulk ayat 2: AyA aAEacaOe aEaCa Ee aIOea OaEeaOcOa EaOaeaEOaEaIe aOacEaIe aeaIa a aIEU OaNaOa Ee aaeOa EeaOeA Au(Alla. yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Ay Ayat ini mengandung makna bahwa setiap perbuatan manusia akan dinilai, termasuk kedisiplinan dalam menjalankan Ahmad Tantowi. Pendidikan Islam Di Era Transformasi Global (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2. Ahmad Labib. Guru yang memotivasi siswanya untuk disiplin berarti sedang membimbing mereka agar mampu menunjukkan amal terbaik dalam kehidupannya. Dengan demikian, peran guru dalam membentuk disiplin siswa mencakup berbagai dimensi, mulai dari keteladanan, pengarahan, pembiasaan, hingga Keseluruhan peran ini membentuk satu kesatuan yang saling melengkapi. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar . , tetapi juga sebagai pembimbing . yang menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam. Melalui pendekatan tersebut, siswa sekolah dasar tidak hanya terlatih menjadi individu yang disiplin dalam akademis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang taat, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Integrasi Nilai-Nilai Sunnah dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Integrasi nilai-nilai sunnah dalam pembentukan karakter disiplin siswa di sekolah dasar menjadi salah satu strategi penting dalam pendidikan berbasis Islam. Sunnah di sini dipahami sebagai ajaran dan teladan Rasulullah SAW yang mencakup ucapan, perbuatan, maupun ketetapan beliau. Nilai-nilai sunnah tidak hanya berorientasi pada ibadah mahdhah, tetapi juga mencakup aspek sosial, kebersihan, sopan santun, serta tata cara hidup sehari-hari yang dapat dijadikan pedoman kedisiplinan siswa. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 31: AyA UACaEe aIe EaIeaIe aacaOeIa EEcNa aca aOeaaOe OaeaeEaIa EEcNa OaOaae aae EaEaIe aOeaEaIe OaEEcNa aaOeU acaOeIA AuKatakanlah: Jika kamu . enar-bena. mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Ay Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti sunnah Nabi merupakan wujud ketaatan kepada Allah, yang sekaligus dapat menjadi dasar pembentukan karakter disiplin anak didik. Dalam praktik pendidikan di sekolah dasar, terdapat berbagai bentuk penerapan nilai-nilai sunnah yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan Pertama, shalat berjamaah. Aktivitas ini mengajarkan disiplin waktu karena shalat memiliki ketentuan waktu yang pasti. Melatih siswa untuk melaksanakan shalat berjamaah tepat waktu akan menumbuhkan kebiasaan tertib, menghargai waktu, serta hidup teratur. Kedua, kebiasaan memberi salam. Sunnah Peran Guru Dalam Membentuk Karrakter Disiplin Siswa MelaluiA. ini tidak hanya mengajarkan sopan santun, tetapi juga membentuk disiplin sosial, yaitu menghargai dan memperhatikan orang lain dalam interaksi sehari-hari. Ketiga, menjaga kebersihan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim: AuKebersihan adalah sebagian dari iman. Ay Penerapan sunnah ini dalam bentuk piket kelas, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan disiplin membuang sampah pada tempatnya menjadi sarana efektif menumbuhkan karakter disiplin yang Keempat, kebiasaan membaca doa sebelum dan sesudah kegiatan belajar. Hal ini menanamkan kebiasaan spiritual yang disiplin, yaitu memulai setiap aktivitas dengan doa agar lebih terarah dan penuh keberkahan. Kelima, disiplin dalam Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menjaga keteraturan, termasuk dalam barisan shalat. Nilai ini dapat diaplikasikan di sekolah melalui kegiatan berbaris sebelum masuk kelas, antri di kantin, atau saat menerima giliran berbicara. QS. As-Saff ayat 4 menegaskan pentingnya keteraturan: AyA UAAOeAA a AaIac EEc aN Oac EacaOeIa OaCaEOeIa AaOe aaeOEaN aUc EaacaaNaIe aIeOaIU acI eA AuSesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. Ay Ayat ini dapat dijadikan dasar bahwa kedisiplinan dalam barisan adalah bagian dari nilai sunnah yang diajarkan Rasulullah. Integrasi nilai-nilai sunnah dalam pendidikan disiplin tidak hanya bersifat formal, tetapi harus diwujudkan melalui proses pembiasaan yang berulang dan Guru harus membimbing siswa untuk tidak hanya sekadar mengetahui, tetapi juga melaksanakan dan membiasakan sunnah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini membutuhkan pengawasan, keteladanan, dan motivasi dari guru agar siswa benar-benar menginternalisasi nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter mereka. QS. Al-Baqarah ayat 2 menegaskan bahwa Al-QurAoan adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa: AuKitab (Al-QurAoa. ini tidak ada keraguan petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Ay Dengan menjadikan Al-QurAoan dan Ahmad Labib. sunnah sebagai dasar pembelajaran, pendidikan karakter disiplin akan memiliki fondasi yang kuat, tidak hanya di dunia, tetapi juga sebagai bekal di akhirat. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai sunnah dalam pembentukan disiplin siswa sekolah dasar adalah upaya strategis untuk menanamkan kedisiplinan yang bersifat holistik, mencakup aspek spiritual, sosial, dan moral. Melalui pembiasaan shalat berjamaah, salam, doa, kebersihan, dan keteraturan, siswa tidak hanya dibentuk menjadi pribadi yang disiplin secara akademis, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal karakter Islami yang kuat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran sentral dan strategis dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar melalui internalisasi nilai-nilai sunnah. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai role model yang memberikan teladan nyata, pembimbing yang mengarahkan, serta motivator yang menguatkan siswa dalam membiasakan perilaku disiplin. Nilai-nilai sunnah yang diintegrasikan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti shalat berjamaah, baris pagi, piket kebersihan, membaca doa sebelum belajar, memberi salam, hingga disiplin dalam antrian, terbukti efektif dalam menanamkan kedisiplinan baik dari aspek waktu, tanggung jawab, ketaatan, keteraturan, maupun sopan santun. Proses ini tidak hanya membentuk kebiasaan positif, tetapi juga menginternalisasi nilai spiritual dan moral yang bersumber dari ajaran Islam, sehingga kedisiplinan siswa tidak lagi dipandang sekadar kewajiban sekolah, melainkan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT dan implementasi sunnah Rasulullah SAW. Dengan demikian, pendidikan berbasis nilai-nilai sunnah mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter disiplin, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan landasan iman yang kokoh. Daftar Pustaka