Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol.2, No.2 April 2024 e-ISSN: 2964-0342; p-ISSN: 2964-0377, Hal 103-115 DOI: https://doi.org/10.59031/jkppk.v2i2.318 Analisis Tindak Perundungan Verbal Pada Proses Pembelajaran: Dampak Pada Motivasi dan Prestasi Belajar Siswi Kelas X Studi Kasus di Madrash Aliyah Negeri 2 Situbondo Miftahus Surur 1; Dyan Yuliana 2; Cahaya Suksma 3; Adinda Ramadhanti 4; Mahendra Agus Handoyo 5 STKIP PGRI Situbondo Alamat: Jl. Argopuro, Mimbaan Tengah, Mimbaan, Kec. Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68323 Korespondensi penulis: surur.miftah99@gmail.com Abstract: Bullying is an aggressive behavior that threatens and intimidates someone, often driven by an individual's sense of superiority. Research indicates that verbal bullying, especially among teenage girls, is associated with factors such as lack of family attention, social pressure, and exposure to violence through social media. The impact of bullying includes mental health disorders, disruptions in interpersonal relationships, and negative influences on education. Children who are victims of bullying face social challenges, fear of attending school, high absenteeism rates, and academic difficulties. The current era's developments have given rise to cyberbullying, resulting in serious implications for mental and physical health, as well as potential dangers to an individual's safety. Despite experiencing negative effects, some bullying victims still achieve satisfactory academic performance, demonstrating resilience. Solutions involve multi-party interventions, with roles for teachers, counselors, students, and parents. Teachers need to manage interactions in the classroom, counselors provide psychological support, and class discussions create an open environment. Parental involvement is crucial in providing support to students experiencing ostracism. All aim to create an inclusive classroom environment, minimize bullying, and promote positive behavior among young people. Keywords: bullying, verbal bullying, teenagers, social challenges, cyberbullying Abstrak. Perundungan (bullying) adalah perilaku agresif yang mengancam dan menakut-nakuti seseorang, seringkali disebabkan oleh sikap superioritas individu. Penelitian menunjukkan bahwa perundungan verbal, terutama pada remaja perempuan, berkaitan dengan faktor seperti kurangnya perhatian keluarga, tekanan sosial, dan paparan kekerasan melalui media sosial. Dampak perundungan melibatkan gangguan kesehatan mental, gangguan hubungan interpersonal, dan pengaruh negatif terhadap pendidikan. Anak korban perundungan menghadapi tantangan sosial, ketakutan pergi ke sekolah, tingkat absensi tinggi, dan kesulitan akademis. Perkembangan zaman menciptakan fenomena cyberbullying, memberikan dampak serius pada kesehatan mental dan fisik, serta potensi bahaya terhadap keselamatan individu. Meskipun korban perundungan mengalami dampak negatif, beberapa masih mencapai prestasi akademis memuaskan, menunjukkan ketangguhan. Solusi melibatkan intervensi multi-pihak, dengan peran guru, konselor, siswa, dan orang tua. Guru perlu mengelola interaksi di kelas, konselor memberikan dukungan psikologis, dan diskusi kelas menciptakan lingkungan terbuka. Keterlibatan orang tua penting untuk memberikan dukungan kepada siswa yang mengalami pengucilan. Semuanya bertujuan menciptakan lingkungan kelas inklusif, meminimalkan perundungan, dan mempromosikan perilaku positif di kalangan pemuda. Kata kunci: Bullying, Perundungan verbal, Remaja, Tantangan social, Cyberbullying Received Desember 31, 2023; Accepted Januari 21,2024; Published April 30, 2024 * Miftahus Surur, surur.miftah99@gmail.com ANALISIS TINDAK PERUNDUNGAN VERBAL PADA PROSES PEMBELAJARAN: DAMPAK PADA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWI KELAS X STUDI KASUS DI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SITUBONDO LATAR BELAKANG Secara umum perundungan (Bullying) adalah suatu perbuatan mengancam, menakutnakuti secara fisik atau kejiwaan spiritual terhadap seseorang yang disebabkan sikap superioritas seseorang, hingga merasa berhak atau berkuasa untuk mengintimidasi orang lain. Dari penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa perundungan verbal merupakan suatu bentuk celaan atau makian, umpatan, ejekan, dan ancaman melului kata kata untuk menyikiti orang lain adalah perilaku agresi verbal. Perilaku agresi verbal yang dilakukan oleh remaja perempuan sering kali muncul sebagai respons terhadap berbagai faktor, seperti kurangnya perhatian dari keluarga, tekanan dan stres, pergaulan yang buruk, dan paparan kekerasan melalui media sosial. Kurangnya pemahaman akan dampak negatif perilaku ini dapat memperburuk situasi. Dampaknya mencakup gangguan kesehatan mental, gangguan hubungan interpersonal, dan pengaruh negatif terhadap pendidikan. (nura natingkaseh et al., 2022) Anak yang menjadi korban perudungan sering mengalami tantangan dalam interaksi sosial, merasa takut untuk pergi ke sekolah, yang pada gilirannya menyebabkan tingkat absensi yang tinggi dan keterlambatan dalam mengejar materi pelajaran menurut penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (rosmi et al., 2023). Tidak hanya itu, mereka juga cenderung mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian saat mengikuti pelajaran, yang pada akhirnya berdampak negatif pada pencapaian akademis mereka (rech et al., 2013). Dalam penelitian (wahyu widamar et al., 2023) menjelaskan bahwa kegiatan pembullyan di sekolah dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik mereka. Seperti yang telah diketahui bahwa saat ini perilaku bullying sudah marak terjadi, terutama pada anak sekolah dasar. Bullying dikatakan sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh teman sebaya terhadap seorang yang lebih lemah untuk mendapatkan keuntungan atau kepuasannya sendiri. Perilaku bullying yang sering terjadi pada anak sekolah dasar bersifat verbal, misalnya saling mengolok-olok. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar harus meningkatkan karakter siswa yang baik dan mendorong mereka untuk memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, cerdas, cakap dan bertanggung jawab, terutama melalui nilainilai yang banyak sperti yang dikatakan dalam penelitian (wahyu widamar et al., 2023) Perkembangan zaman saat ini menimbulkan generasi generasi yang beriringan dengan kemajuan teknologi. Dengan adanya perkembangan, zaman generasi muda atau yang sering disebut juga generasi milenial ini cenderung lebih mementingkan kehidupan sosial media sehingga menjadi lebih individualis dan kebarat-baratan karena arus globalisasi contohnya 104 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan – Vol. 2 No. 2 April 2024 banyak yang meniru gaya luar negri seperti mengubah pakaian yang minim, meminum minumminuman beralkohol dan juga melakukan pembullyan pembullyan sosial media atau cyber bullying merupakan masalah yang serius di indonesia, seperti halnya di negara lain. Dalam jurnal milik (donat et al., 2023) yang menyatakan bahwa Cyber Bullying adalah bentuk khusus dari pelecehan dan merupakan fenomena yang cukup baru, terutama dalam pendidikan tinggi dan karenanya kurang terwakili dalam penelitian empiris. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa pelecehan daring di kalangan pemuda cenderung paling banyak terjadi dalam pendidikan tinggi, dan pengalaman pelecehan daring relatif stabil bahkan setelah peralihan pemuda dari sekolah ke universitas. Pembullyan sosial media di indonesia dapat mencakup pengiriman pesan yang menghina atau menyebarkan rumor yang tidak benar, membuat meme atau gambar yang merendahkan, dan mengancam atau menakut-nakuti orang lain secara online. Pembullyan sosial media dapat mempengaruhi kesehatan mental, harga diri, dan kesejahteraan seseorang. Pembullyan sosial media juga dapat menyebabkan isolasi sosial, kesulitan akademis, dan bahkan membahayakan kesehatan dan keselamatan seseorang.(wahyu widamar et al., 2023) Dari adanya perilaku perundungan verbal terdapat dampak dari perilaku perundungan verbal. (dominikus siregar et al., 2022) dalam penelitian ini menyoroti perbedaan dalam bentuk tindakan perudungan yang dialami oleh siswa laki-laki dan perempuan bullying ada 2 yaitu: a). Bullying fisik, yaitu dilakukan oleh beberapa orang dengan melakukan sentuhan fisik. b). Bullying verbal,yaitu dilakukan dengan celaan, hinaan, pemberian julukan negatif. Di MAN 2 situbondo meskipun ada siswi yang kerap kali mendapatkan julukan negatif sehingga absennya relatif rendah, namun mereka menunjukkan pencapaian akademis dari beberapa mata pelajaran yang sangat memuaskan, menunjukkan adanya fenomena unik di lingkungan sekolah tersebut. Meskipun mengalami pengucilan dan perundungan verbal, siswi tersebut tidak menyerah dan justru memperlihatkan semangat tinggi untuk menunjukkan prestasi belajarnya. Dalam kondisi idealnya, sebuah kelas seharusnya menjadi tempat di mana semua siswa baik laki-laki maupun perempuan merasa sepenuh nya diterima, dihormati, dan didukung oleh guru dan teman sekelasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan manajemen kelas yang baik dan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga diharapkan pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan dapat terwujud. Sistem manajemen kelas yang baik sangat diperlukan guna terciptanya harmonisasi dan pola interaksi guru dan peserta didik, sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana mutlak diperlukan, untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif, pengelolaan. Idealnya, keduanya berjalan beriringan, siswa yang terlibat dalam tugas 105 ANALISIS TINDAK PERUNDUNGAN VERBAL PADA PROSES PEMBELAJARAN: DAMPAK PADA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWI KELAS X STUDI KASUS DI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SITUBONDO belajar lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan masalah perilaku (wahid et al., 2018). Namun, realitas di kelas X- 4 MAN 2 situbondo menunjukkan adanya siswi yang mengalami pengucilan dan perudungan dalam bentuk verbal oleh kelompok atau circle dalam kelasnya. Tidak hanya itu, mereka juga cenderung mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian saat mengikuti pembelajaran yang pada akhirnya berdampak negatif pada pencapaian akademis mereka (rech et al., 2013) . Motivasinya tidak lain adalah membuktikan bahwa omongan para pelaku yang merendahkannya tidak benar. Kesungguhan dan tekadnya untuk mengejar hasil belajar yang gemilang menjadi bukti bahwa tidak ada kata-kata kasar atau perundungan yang dapat menghalangi langkahnya menuju prestasi yang membanggakan. Motivasi, sebagai suatu dinamisme internal yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu, merupakan kekuatan yang didorong oleh rangsangan dari beragam kebutuhan dan keinginan yang ingin dipenuhi (idzhar et al., n.d.) . Pada dasarnya, motivasi terdiri atas tiga komponen utama, yaitu: a) kebutuhan sebagai sumber pemicu, b) perilaku atau dorongan sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, dan c) tujuan sebagai hasil yang diinginkan dari perilaku tersebut. Dalam konteks mewujudkan proses pembelajaran, motivasi memegang kedudukan yang sangat vital bagi peserta didik, yang salah satunya termanifestasi dalam peningkatan semangat belajar (saputra et al., 2018). Fokus pada penonjolan perilaku positif yang dikehendaki oleh kalangan pemuda memiliki potensi untuk mengurangi adanya perilaku negatif. Saat membahas perkembangan positif pada kalangan pemuda, aspek yang menjadi inti adalah kekuatan karakter yang dinilai dalam konteks atribut positif. Kekuatan karakter diakui sebagai salah satu domain penelitian terkini dalam ranah psikologi positif (sari & gülbahar, 2022). Solusi yang penulis rekomendasikan adalah intervensi yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, guru kelas harus aktif terlibat dalam situasi ini. Dengan memantau dan mengelola interaksi di kelas, guru dapat mencegah dan mengatasi perilaku pengucilan. (angelia, 2018). Kedua, siswi yang mengalami pengucilan mungkin memerlukan bantuan konselor untuk menangani masalah emosional dan sosialnya. Konselor sekolah dapat memberikan dukungan psikologis yang diperlukan. Selanjutnya, mengadakan diskusi kelas mengenai pengucilan akan memberi kesempatan kepada guru dan siswa untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Dalam suasana terbuka ini, mereka dapat mencari solusi bersama untuk menciptakan lingkungan kelas yang ideal dan inklusif (sosial, 2019). Keterlibatan orang tua juga penting 106 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan – Vol. 2 No. 2 April 2024 dalam mendukung siswi yang mengalami pengucilan (nur izzati & mohd al adib, 2020) . Dengan berkomunikasi dengan orang tua siswi tersebut, guru dapat mencari dukungan dari rumah, memastikan bahwa siswi mendapat dukungan dan nasihat yang diperlukan untuk membangun kepercayaan diri dan mengatasi pengucilan yang dialaminya.(guru dalam mencegah dan mengatasi terjadinya perundungan di lingkungan sekolah andryawan et al., n.d.) METODE PENELITIAN Dalam penulisan artikel jurnal ini, dilakukan pendekatan tinjauan literatur yang kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran yang holistik. Untuk mengatasi permasalahan penelitian, peneliti melakukan tinjauan literatur dengan mengikuti prosedur yang diusulkan oleh Cooper (1988) untuk sintesis literatur. Pendekatan sistematis ini bermanfaat dalam (a) merumuskan permasalahan, (b) mengumpulkan data, (c) mengevaluasi kevalidan data, (d) menganalisis dan menginterpretasikan data yang relevan, dan (e) menyusun serta menyajikan hasil. Referensi yang digunakan berasal dari berbagai sumber, termasuk Google Scholar dengan jumlah sebanyak 12, dan terdapat juga 2 rujukan dari International Journal of Psychology and Educational Studies (IJPES). Acuan utama dalam penelitian ini mencakup 14 artikel terdahulu dari tahun 2019 hingga 2023. Selanjutnya, temuan dari analisis literatur dibandingkan dengan isu-isu terkini yang berkaitan dengan lembaga pendidikan. Dengan menggunakan penelitian terdahulu berbagai sumber referensi ini. 107 ANALISIS TINDAK PERUNDUNGAN VERBAL PADA PROSES PEMBELAJARAN: DAMPAK PADA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWI KELAS X STUDI KASUS DI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SITUBONDO Authors Title Year Source Publisher ArticleURL GS Rank TSE Santoso, H Yulianto, Y Febrianty… Penegakan Hukum Terhadap Perlindungan Anak Dari Kekerasan Fisik dan Non-Fisik Atau Perudungan (Bullying) di Indonesia Dalam Perspektif Sosiologi Hukum 2023 Advanced In Social … adshr.org https://adshr.org/i ndex.php/vo/articl e/view/125 1 Y Suryadi Analisis Kegiatan Storytelling Sebagai Upaya Meredam Perilaku Bullying pada Jenjang Satuan Pendidikan Anak Usia Dini 2023 Jurnal Generasi Ceria Indonesia jurnal.itscie nce.org Z Ruslan, K Rezkiani How Bullying Can Happen? Systematic Literature Review of Bullying at the Elementary School Level 2023 Journal Of Education And Teaching … pusdikrapublishing.c om 2022 Room of Civil Society Developme nt rcsdevelopm ent.org jinnovative.o rg IF Sholichah, N Laily Workshop Program Anti Perundungan Berbasis Sekolah L Efendi, S Syawaluddin, L Yarni… Pengaruh Program Anti-Perundungan (Roots) terhadap Perubahan Perilaku Perundungan pada Siswa di SMP Negeri 1 Banuhampu, Kabupaten Agam 2023 Innovative: Journal Of … N Nashriyah, A Alfiatunnur… Examining the efforts of the Aceh Government in dealing with child victims of sexual violence 2021 … Internationa l Journal of … jurnal.arraniry.ac.id 2023 J-ABDI: Jurnal Pengabdian … bajangjourn al.com 2023 Jurnal Pendidikan … jupetra.org 2023 Jurnal Pengabdian Ibnu Sina ojs3.lppmuis.org ejurnal.lppmu nsera.org AF Ulfa, Z Zuliani, P Pujiani F Rosmi, P Kartikasari, S Yuningsih… DT Widayanti, AR Hakim FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD), WORKSHOP DAN PENDAMPINGANPENCEGAHAN PERUNDUNGUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMK PK BAKTI … Edukasi Intensif Sekolah Ramah Anak Mencegah Perilaku Bullying Siswa Kelas Rendah SDN Pamulang Indah SOSIALIALISASI ANTI NARKOBA, KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DAN PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN, SEBAGAI IMPLEMENTASI … LY Lengkong, NK Astuti… Penyuluhan Hukum Pidana Penyalahgunaan Media Sosial di Desa Dalihan Natolu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Sumatera Utara 2023 BANTENE SE: JURNAL … R Juliadilla, U Nurhasan… Pembelajaran Humane Education di Kurikulum 2013 Menggunakan Media Animasi 2021 UrbanGreen … proceeding. urbangreen. co.id K Kamsiah, R Witarsa Pengaruh Sosialisasi Berbahasa Santun terhadap Pencegahan Perundungan pada Jenjang Pendidikan Dasar 2023 Journal of Education Research jer.or.id https://jurnal.itsci ence.org/index.ph p/geci/article/vie w/3015 https://www.pusd ikrapublishing.com/in dex.php/jetl/articl e/view/1308 http://www.rcsde velopment.org/in dex.php/rcsd/artic le/view/36 http://jinnovative.org/in dex.php/Innovativ e/article/view/623 8 https://jurnal.arraniry.ac.id/index. php/equality/artic le/view/10903 https://www.baja ngjournal.com/in dex.php/JABDI/article/vie w/6477 https://jupetra.org /index.php/jpt/arti cle/view/1096 http://ojs3.lppmuis.org/index.php/ JPIS/article/view/4 83 https://ejurnal.lppmunsera .org/index.php/PS 2PM/article/view/ 6756 http://proceeding. urbangreen.co.id/i ndex.php/library/ article/view/32 https://www.jer.o r.id/index.php/jer/ article/view/155 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Artikel ini memfokuskan pada 12 penelitian terdahulu dengan kata kunci "Perudungan" (2018-2023), menyajikan analisis menyeluruh terhadap aspek sosial, lingkungan, dan budaya. Dilengkapi dengan pemahaman mendalam terhadap metodologi penelitian, artikel mengeksplorasi implikasi praktis dan kebijakan dari temuan-temuan tersebut, menargetkan solusi berbasis bukti untuk implementasi lokal dan global. Selain itu, artikel membahas pengembangan model konseptual yang terperinci dan interdisipliner, merinci integrasi temuan penelitian dalam kerangka kerja konseptual yang dapat diaplikasikan di berbagai konteks. Dengan kesinambungan kajian ini, artikel bertujuan untuk memperkaya diskusi ilmiah tentang 108 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan – Vol. 2 No. 2 April 2024 perudungan dan memberikan sumbangan berarti pada pemahaman global terkait tantangan dan peluang di bidang ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum penulisan jurnal artikel ini dilakukan, kami para penulis melakukan research jurnal terdahulu yang akan digunakan sebagai referensi. Jurnal artikel terdahulu yang yang digunakan sebagai referensi berasal dari berbagai sumber, termasuk Google Scholar dengan jumlah sebanyak 12, dan terdapat juga 2 rujukan dari International Journal of Psychology and Educational Studies (IJPES). Acuan utama dalam penelitian ini mencakup 14 artikel terdahulu dari tahun 2019 hingga 2023. Selanjutnya, temuan dari analisis literatur dibandingkan dengan isu-isu terkini yang berkaitan dengan lembaga pendidikan. Salah satu isu yang kami hubungkan adalah tindak perundungan verbal memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran. Dampak yang disebabkan oleh tindak perundungan memiliki 2 dampak, yakni dampak positif maupun negatif pada motivasi belajar dan prestasi siswa. Menurut penelitian (Ruslan & Rezkiani, 2023) tindakan perudungan atau pembulian kerap kali terjadi dikarenakan karena tindakan tersebut dilakukan oleh lebih dari satu pelaku. Pasca-insiden, sejumlah anak mungkin enggan untuk segera mengungkapkan kejadian tersebut kepada orang tua, mungkin karena mereka merasa lemah, terguncang, atau kesakitan, dan mereka tidak ingin mengenang kembali pengalaman yang traumatis tersebut. Akibatnya, orang tua tidak mendapatkan informasi dengan cepat, sehingga penanganan medis tidak dapat dilakukan secara segera. Keterlambatan dalam penyebaran informasi ini dapat mengakibatkan beberapa anak mengalami penanganan terlambat, bahkan hingga mengakibatkan kematian atau kondisi kesehatan yang memburuk, seperti kerusakan pada usus yang memerlukan tindakan operasi. Selain itu dalam penelitian (Wahyu Widamar et al., 2023) menyatakan bullying dapat terjadi dengan sengaja atau tanpa sengaja, namun jelas merupakan tindakan yang menyebabkan ketidaknyamanan, penghinaan, kehilangan, rasa bersalah, dan penderitaan bagi korban. Dampak dari bullying terhadap kesehatan mental korban mencakup marah yang meluap-luap, depresi, rendah diri, kecemasan, penurunan kualitas tidur, penurunan nafsu makan, keinginan untuk menyakiti diri sendiri, bahkan hingga risiko bunuh diri. Bullying merupakan bagian dari perilaku agresif di mana terjadi ketidakseimbangan kekuatan dan kekuasaan antara pelaku. Menurut jurnal "The Psychological Effect of Bullying Last Well Into Adulthood, Study Finds" (2019), korban bullying memiliki risiko tinggi mengalami gangguan depresi, gangguan kecemasan, generalized anxiety disorder (kecemasan kronis ditandai dengan rasa khawatir dan 109 ANALISIS TINDAK PERUNDUNGAN VERBAL PADA PROSES PEMBELAJARAN: DAMPAK PADA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWI KELAS X STUDI KASUS DI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SITUBONDO tegang yang berlebihan), dan agoraphobia (ketakutan dasar yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum, saat seseorang merasa sulit melakukan diri, dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila seseorang mengalami serangan panik) pada masa dewasa (Wahyu Widamar et al., 2023). Namun dalam penelitian (Ulfa et al., 2023) menyatakan istilah "bullying" kini menjadi umum di lingkungan sosial, terutama di kalangan siswa dan remaja. Namun, pemahaman yang baik tentang berbagai perilaku yang dapat dikategorikan sebagai "bullying" tidak dimiliki oleh semua orang. Seringkali, dalam lingkungan sosial sekitar kita, terjadi tindakan "bullying" yang mungkin tidak disadari, seperti memanggil nama dengan julukan, berbicara kasar, atau mengancam. Rendahnya pemahaman remaja terkait perilaku "bullying" bisa membuat mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut sebenarnya masuk dalam kategori "bullying". Hal ini mengindikasikan bahwa anak yang terlibat sebagai pelaku dan korban dalam kejadian bullying dapat berdampak negatif pada hasil belajar mereka. Adanya pengaruh yang signifikan antara perilaku bullying yang dilakukan oleh siswa dengan pencapaian hasil belajar mereka menunjukkan hubungan yang penting antara kedua aspek tersebut.(Dominikus Siregar et al., 2022) Paraphrase: Perundungan seringkali menargetkan kekurangan kepribadian korban secara langsung. Situasi ini tampaknya memiliki dampak dramatis pada kesehatan mental dan fisik korban. Selain itu, prasangka yang timbul akibat perundungan cenderung membuat organisasi memandang korban sebagai masalah. Manajemen tingkat atas, perwakilan serikat pekerja, atau administrasi personalia dapat menerima prasangka yang dibuat oleh pelaku, sehingga menyalahkan korban atas kejadian tersebut. Fase-fase perundungan yang dijelaskan memiliki kesamaan dengan teori yang diajukan oleh Allport (1954) tentang bagaimana prasangka berkembang. Dalam konteks ini, manajemen tingkat atas, perwakilan serikat pekerja, atau administrasi personalia cenderung menerima prasangka yang dibuat oleh pelaku, sehingga menyalahkan korban atas nasib buruknya.(Rosmi et al., 2023). Penanganan korban bullying harus dilakukan dengan cara membangkitkan kepercayaan diri mereka. Penanganan bullying harus melibatkan pengelola institusi pendidikan. Teori belajar sosial Bandura menyatakan bahwa perilaku kekerasan sebagian besar dipelajari dari pengalaman masa lalu, baik melalui pengamatan langsung, penguatan positif, maupun stimulus diskriminatif.(Rosmi et al., 2023). Investigasi empiris terhadap penyebab perundungan di tempat kerja banyak membahas peran kepribadian korban dan faktor psikososial. Pendekatan fenomenologis dianggap berharga untuk memahami perilaku agresif. Sebagian besar orang cenderung memandang perilaku dan persepsi mereka sendiri sebagai yang benar dan bahkan moralistik, sehingga pengetahuan 110 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan – Vol. 2 No. 2 April 2024 tentang penilaian dan penjelasan mereka menjadi krusial. Sejumlah penelitian menyoroti bahwa korban perundungan cenderung memiliki kepribadian yang berbeda dari rekan-rekan mereka yang tidak mengalami perundungan. Beberapa korban cenderung menyalahkan kepribadian pelaku perundungan yang sulit sementara sebagian merasa bahwa kombinasi dengan perubahan situasi pekerjaan pelaku perundungan menjadi kunci. Faktor-faktor seperti kecemburuan, ketidakpastian atasan, dan persaingan status pekerjaan juga dianggap sebagai penyebab perundungan. Korban sendiri mungkin merasa bahwa kurangnya sumber daya dan efikasi diri turut berkontribusi pada masalah ini. Iri hati dapat menjadi alasan penting mengapa beberapa orang menjadi sasaran perilaku merendahkan atau agresif. Di sisi lain, persepsi iri hati sebagai alasan untuk diintimidasi mungkin juga mencerminkan upaya korban untuk mempertahankan harga diri yang tinggi. Korban perundungan di tempat kerja dapat dianggap sebagai individu yang terlalu berprestasi dan kaku oleh rekan-rekan mereka, yang mungkin menyebabkan mereka dianggap merendahkan. Semua ini menunjukkan bahwa perundungan di tempat kerja melibatkan interaksi kompleks antara faktor kepribadian, lingkungan kerja, dan interaksi sosial. Pemahaman mendalam tentang dinamika ini penting untuk mengembangkan strategi penanganan dan pencegahan yang efektif terhadap perundungan di tempat kerja. Selain dari itu dalam penelitian yang dilakukan (Lengkong et al., 2023) Penyalahgunaan media sosial selama masa pandemi COVID-19, pada rentang waktu 20202021, mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, dengan terjadinya penyebaran informasi yang tidak benar dan tindakan-tindakan yang melanggar hukum di berbagai platform media sosial. Fenomena ini menjadi semakin meresahkan mengingat tingginya tingkat partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia dalam menggunakan media sosial sebagai sarana pertukaran informasi. Meskipun banyak dari mereka mungkin tidak menyadari konsekuensi hukum dari tindakan mengklik tertentu, sebagian besar dari aktivitas tersebut jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Perbincangan mengenai dampak positif dari tindakan perundungan dalam bentuk verbal menitikberatkan pada penonjolan perilaku positif yang diinginkan oleh kalangan pemuda, yang berpotensi mengurangi adanya perilaku negatif. Saat membahas perkembangan positif pada kalangan pemuda, fokus utama terletak pada kekuatan karakter yang dinilai dalam konteks atribut positif. Kekuatan karakter diakui sebagai salah satu bidang penelitian terkini dalam ranah psikologi positif. Dalam sebuah jurnal yang dimiliki oleh (Sari & Gülbahar, 2022), diungkapkan bahwa klasifikasi kekuatan karakter memiliki potensi yang sangat penting dalam praktik pengembangan pemuda sejak awal pengembangannya. Karakter yang kuat merujuk pada keadaan kepribadian yang dianggap memiliki nilai moral. Pada era saat ini, sebagian besar 111 ANALISIS TINDAK PERUNDUNGAN VERBAL PADA PROSES PEMBELAJARAN: DAMPAK PADA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWI KELAS X STUDI KASUS DI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SITUBONDO sekolah dan program pemuda berfokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan pemuda, seperti membaca, menulis, pemahaman, dan berpikir, dengan tujuan mencapai impian hidup mereka. Karakteristik-karakteristik ini memainkan peran yang sangat signifikan dalam membantu pemuda mencapai tujuan hidup mereka. Meskipun demikian, mencapai prestasi yang diinginkan dengan benar tidak mungkin terjadi tanpa memiliki karakter yang baik.Selain itu memiliki karakter yang kuat tidak hanya mencegah dampak yang tidak diinginkan dalam kehidupan, tetapi juga menjadi elemen kunci untuk perkembangan yang sehat sepanjang hidup. Sejumlah bukti mendukung bahwa kekuatan karakter, seperti harapan, kendali diri, regulasi diri, kecerdasan sosial, dan sudut pandang yang beragam, berperan sebagai perlindungan bagi individu dari dampak negatif stres dan trauma. Ini tidak hanya mencegah munculnya masalah, tetapi juga membatasi dampaknya. Selain itu, kekuatan karakter memberikan hasil yang diinginkan, seperti keberhasilan akademis, toleransi, kepemimpinan, kemampuan menunda kepuasan, altruisme, dan kebaikan hati, dengan membantu dalam perkembangan individu muda (sari & gülbahar, 2022) . Selain karakter yang kuat, motivasi juga memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses pembelajaran, terutama ketika membuktikan bahwa siswa tersebut termasuk salah satu yang terbaik. Menurut definisi para ahli motivasi, motivasi dapat diartikan sebagai kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk memulai, mengarahkan, dan menjaga keterlibatan dalam proses pembelajaran. Motivasi dapat dianggap sebagai sumber energi yang mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif dan tekun dalam kegiatan belajar. Komponen-komponen dasar motivasi melibatkan kebutuhan, perilaku, dan tujuan, yang merupakan aspek-aspek krusial yang diperlukan oleh setiap individu, termasuk siswa, untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan (Saputra et al., 2018). Motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis yang berbeda, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik terkait dengan dorongan internal, seperti keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu atau pencapaian pribadi. Sementara itu, motivasi ekstrinsik melibatkan faktor eksternal, seperti hadiah atau hukuman. Kedua jenis motivasi ini memainkan peran krusial dalam membentuk perilaku dan kinerja siswa dalam konteks pembelajaran (Saputra et al., 2018) Meskipun penelitian ini mencatat dampak positif pada siswa yang diamati, penting bagi para siswa dan siswi untuk memahami batasan-batasan agar tidak terjadi kasus perundungan yang lebih parah dan dapat berujung pada korban. Edukasi tentang batasan-batasan ini perlu disampaikan secara jelas, baik oleh lembaga pendidikan maupun melalui program sosialisasi, untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh di kalangan siswa. Seperti dalam penelitian yang sudah dilakukan oleh (Kamsiah & Witarsa, 2023) Sosialisasi dengan menggunakan 112 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan – Vol. 2 No. 2 April 2024 bahasa santun memiliki dampak signifikan terhadap upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan dasar. Bahasa santun tidak hanya mencerminkan adab dan kesopanan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi pelajar. Penting bagi semua pihak terlibat dalam dunia pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan pihak sekolah, untuk memberikan perhatian khusus pada cara berkomunikasi dengan anak-anak. Bahasa santun berperan dalam membentuk karakter positif pada anak-anak, memungkinkan mereka menjalin hubungan yang sehat dengan teman sebaya, dan menerima perbedaan dengan bijak. Program sosialisasi berbahasa santun dapat menjadi agen perubahan efektif dalam membentuk generasi yang peduli, empati, dan menghormati satu sama lain. Langkah awal menciptakan budaya sekolah bebas perundungan juga dapat diambil melalui sosialisasi berbahasa santun, yang mengenalkan norma-norma perilaku positif melalui komunikasi sopan dan menghargai. Dengan demikian, pentingnya sosialisasi berbahasa santun dalam pencegahan perundungan di pendidikan dasar menjadi tidak terabaikan, menjadi kunci pembentukan karakter anak-anak untuk membentuk masa depan masyarakat yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif anak-anak, yang dapat dicapai melalui upaya bersama dari guru, orang tua, dan pihak sekolah. KESIMPULAN DAN SARAN Dalam mengkaji dampak perundungan verbal terhadap siswa di sekolah dasar, jurnal ini menyoroti beberapa aspek yang relevan. Ditemukan bahwa perundungan verbal, khususnya di kalangan remaja perempuan, dapat berasal dari berbagai faktor seperti kurangnya perhatian keluarga, tekanan, pergaulan buruk, dan eksposur kekerasan melalui media sosial. Perilaku ini memberikan dampak signifikan pada korban, mencakup kesulitan dalam interaksi sosial, ketakutan pergi ke sekolah, absensi tinggi, dan kesulitan konsentrasi saat belajar. Pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter positif siswa diakui sebagai salah satu solusi potensial untuk mengatasi perundungan. Meskipun beberapa siswa yang mengalami perundungan masih dapat mencapai prestasi akademis yang memuaskan, perlu ada upaya bersama dari guru, konselor, dan orang tua untuk mengatasi masalah ini. Lingkungan kelas yang inklusif, dukungan psikologis, dan diskusi kelas tentang perundungan diidentifikasi sebagai langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi perundungan. Dengan menekankan pentingnya karakter dan motivasi dalam mengatasi dampak perundungan, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana kekuatan karakter dan motivasi intrinsik dapat menjadi faktor pelindung bagi siswa. Pendidikan yang mendalam dalam hal ini 113 ANALISIS TINDAK PERUNDUNGAN VERBAL PADA PROSES PEMBELAJARAN: DAMPAK PADA MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWI KELAS X STUDI KASUS DI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SITUBONDO dapat membantu siswa mengembangkan ketahanan terhadap perundungan dan meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik mereka. DAFTAR REFERENSI Angelia, Y. (2018). Peran Guru, Orang Tua, dalam Mencegah Bullying dan Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini TK Aisyiysh Bustanul Athfal 5 Gunung Agung Tengah Kota Pagar Alam. IAIN Bengkulu, 1–123. http://repository.iainbengkulu.ac.id/5538/ Dominikus Siregar, Z., Sinaga, R., & Mangandar Marianus, S. (2022). Pengaruh Bullying Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Tema Lingkungan Sahabat Kita Kelas V Sd Negeri 173416 Pollung. School Education Journal Pgsd Fip Unimed, 12(2), 160–167. https://doi.org/10.24114/sejpgsd.v12i2.35635 Donat, M., Willisch, A., & Wolgast, A. (2023). Cyber-bullying among university students: Concurrent relations to belief in a just world and to empathy. Current Psychology, 42(10), 7883–7896. https://doi.org/10.1007/s12144-022-03239-z Guru Dalam Mencegah Dan Mengatasi Terjadinya Perundungan Di Lingkungan Sekolah Andryawan, P., Laurencia, C., & Phoebe Tjahja Putri, M. (n.d.). Peran Guru Dalam Mencegah Dan Mengatasi Terjadinya Perundungan (Bullying)Di Lingkungan Sekolah. Journal Of Social Science Research, 3(6), 2837–2850. Idzhar, A., Negeri, S., & Abstrak, B. (n.d.). PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA. Kamsiah, K., & Witarsa, R. (2023). Pengaruh Sosialisasi Berbahasa Santun terhadap Pencegahan Perundungan pada Jenjang Pendidikan Dasar. Journal of Education Research. https://www.jer.or.id/index.php/jer/article/view/155 Lengkong, L. Y., Astuti, N. K., & ... (2023). Penyuluhan Hukum Pidana Penyalahgunaan Media Sosial di Desa Dalihan Natolu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Sumatera Utara. BANTENESE: JURNAL …. https://ejurnal.lppmunsera.org/index.php/PS2PM/article/view/6756 Nur izzati, ahmad fisol, & Mohd al adib, samuri. (2020). Perundangan Berkaitan Pendisiplinan PelajarSekolah Tahfiz di Malaysia. BITARA, 3(1), 054–071. Nura Natingkaseh, G., Budi Utami, A., Ramadhani, H. S., & Psikologi, F. (2022). Kecenderungan melakukan agresivitas verbal pada remaja perempuan: Menguji peranan kontrol diri. INNER: Journal of Psychological Research, 2(2), 123–130. Rech, R. R., Halpern, R., Tedesco, A., & Santos, D. F. (2013). Prevalence and characteristics 114 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan – Vol. 2 No. 2 April 2024 of victims and perpetrators of bullying. Jornal de Pediatria, 89(2), 164–170. https://doi.org/10.1016/j.jped.2013.03.006 Rosmi, F., Kartikasari, P., Yuningsih, S., Anggraeni, L., & Muhammadiyah Jakarta, U. (2023). Edukasi Intensif Sekolah Ramah Anak Mencegah Perilaku Bullying Siswa Kelas Rendah SDN Pamulang Indah (Vol. 02, Issue 05). Ruslan, Z., & Rezkiani, K. (2023). How Bullying Can Happen? Systematic Literature Review of Bullying at the Elementary School Level. Journal Of Education And Teaching …. https://www.pusdikra-publishing.com/index.php/jetl/article/view/1308 Saputra, H. D., Ismet, F., & Andrizal, A. (2018). Pengaruh Motivasi Terhadap Hasil Belajar Siswa SMK. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 18(1), 25–30. https://doi.org/10.24036/invotek.v18i1.168 SARI, T., & GÜLBAHAR, E. (2022). The Relationship of Character Strengths with Peer Bullying and Peer Victimization Among Adolescents. International Journal of Psychology and Educational Studies, 9(3), 589–601. https://doi.org/10.52380/ijpes.2022.9.3.650 Sosial, P. K. (2019). ROLE OF SCHOOL SOCIAL WORKER IN DEALING WITH BULLYING IN SCHOOL IN BANDUNG. Ulfa, A. F., Zuliani, Z., & Pujiani, P. (2023). FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD), WORKSHOP DAN PENDAMPINGANPENCEGAHAN PERUNDUNGUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMK PK BAKTI …. J-ABDI: Jurnal Pengabdian …. https://www.bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/6477 Wahid, A. H., Muali, C., & Mutmainnah, M. (2018). Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Dalam Menciptakan Suasana Belajar Yang Kondusif. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(2), hal 179. Wahyu Widamar, A., Jornal, M., Pasaribu, S., Muhammad, ;, Novendra, R., Muhammad, M. ;, & Naf’, A. (2023). Persoalan Perundungan di Lingkungan Sekolah. 1, 1–1. https://doi.org/10.11111/jmi.xxxxxxx 115