Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Volume 6 Nomor 1 April 2021 p-ISSN 2623-1611 e-ISSN 2623-1980 DAMPAK EKONOMI KARHUTLA DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (TELAAH KUALITATIF PADA KEBAKARAN LAHAN DI KECAMATAN GAMBUT KALIMANTAN SELATAN) Noor Rahmini* dan Yunita Sopiana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat *Corresponding author: noorrahmini@ulm. Abstrak. Kasus kebakaran hutan dan lahan di provinsi Kalimantan Selatan merupakan masalah yang selalu terjadi setiap Faktor yang menjadi penyebab kebakaran tersebut berdampak pada luas lahan, kesehatan, transportasi pengguna jalan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan dan seterusnya berimbas pada perekonomian masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif karena peneliti ingin menggambarkan atau melukiskan fakta-fakta atau keadaan ataupun gejala yang tampak dalam dampak ekonomi kebakaran lahan terhadap perekonomian masyarakat di kecamatan Gambut. Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan menggunakan wawancara langsung kepada informan terpilih sesuai kriteria penelliti yaitu tidak hanya kepada pemilik lahan tapi juga yang tidak memiliki lahan namun memperoleh upab dari menggarap lahan. Hasil Penelitian menunjukkan Kesejahteraan Masyarakat mengalami penurunan sesudah terjadinya kebakaran lahan gambut di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan masyarakat sekitar lokasi kebakaran Lahan baik secara langsung dan tidak Secara langsung penurunan pendapatan dilihat dari luas areal lahan pertanian terbakar. Hal ini membuat petani mengalami kerugian baik dengan menurunnya hasil produksi pertanian, gagal panen. meningkatnya pengeluaran untuk membeli alat kesehatan. Dampak tidak langsungnya berupa harga perumahan sekitar daerah rawan kebakaran hutan menjadi lebih murah, kenaikan harga komoditas untuk jenis komoditas yang terbakar, kabut asap yang ditimbulkan membuat jalur penerbangan terganggu, terhambatnya aktivitas ekonomi. Kata kunci: dampak ekonomi, kebakaran lahan, luas lahan, perekonomian masyarakat. Kalimantan Selatan PENDAHULUAN Kebakaran hutan dan lahan . terutama pada lahan gambut sering dialami Indonesia. Sepuluh tahun terakhir. Indonesia menempati urutan ketiga dunia dalam hal pencemaran udara akibat pembakaran hutan (Nurkholis et al. , 2. (Nurkholis et al. , 2. Hal ini berarti, bencana menghabiskan biaya untuk menanggulanginya, termasuk kebakaran hutan. Kebakaran hutan merupakan kejadian terbakarnya vegetasi oleh api secara tidak terkendali (Syaufina, n. ) Potensi rawan terhadap bencana, baik bencana alam maupun bencana non alam di beberapa daerah di indonesia, juga dialami di Kalimantan Selatan. Daerah Kalimantan Selatan yang terdiri dari sebagian lahan gambut, sangat rawan sekali dengan adanya kebakaran hutan dan Menurut data PNPB kab. /kota . diketahui terjadi kenaikan jumlah luas lahan terbakar di semua /kota di Kalimantan Selatan dalam kurun waktu 2017-2019. Jumlah luas kebakaran lahan dan hutan tertinggi ada di kabupaten Tanah Laut, disusul kabupaten banjar dan Kabupaten Tapin. Hal ini bisa dimaklumi karena ketiga daerah ini memiliki luas daerah lahan kosong atau lahan nganggur yang luas juga. Meningkatnya luas areal kebakaran hutan dan lahan di provinsi Kalimantan Selatan merupakan masalah yang selalu terjadi setiap tahun. Faktor yang menjadi penyebab kebakaran tersebut ada 2, yaitu: faktor alam dan faktor kegiatan manusia yang tidak terkontrol. Faktor alam antara lain oleh pengaruh El-Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan sehingga tanaman menjadi kering dan faktor kegiatan manusia yang menyebabkan kebakaran lahan antara lain adanya kegiatan pembukaan lahan dengan teknik tebang-tebas-bakar yang tidak terkontrol, biasa dilakukan oleh perusahaan HTI dan peladang berpindah ataupun menetap. Pembakaran secara disengaja untuk mendapatkan lapangan penggembalaan atau tempat berburu, serta akibat membuang puntung rokok yang menyala secara sembarangan(Cahyono et al. , 2. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan tidak hanya dirasakan oleh daerah yang memiliki hostpot tetapi juga berdampak pada daerah sekitarnya yang tidak memiliki hostpot. Asap kebakaran hutan dan lahan memiliki pengaruh kuliatas udara. Dampak yang ditimbulkan dari asap kebakaran dan lahan bukan hanya penurunan kualitas udara tetapi juga membuat penurunan jarak pandang dan terganggunya kesehatan masyarakat. Udara merupakan komponen yang penting didalam kehidupan, sehingga makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan A Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Lambung Mangkurat Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Volume 6 Nomor 1 April 2021 p-ISSN 2623-1611 e-ISSN 2623-1980 manusia tidak akan melangsungkan hidupnya dengan baik pabila udara tercemar oleh asap dari kebakaran hutan dan lahan. Dampak lanjutannya adalah berupa dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat karena kebakaran lahan ialah penurunan aktivitas ekonominya, yang seterusnya akan berdampak pada penurunan pendapatan. Seperti yang disampaikan (Davis et al. , 2. dalam penelitiannya bahwa kebakaran di Amerika Barat tahun 2008 memiliki efek yang saling menunjukkan penurunan total lapangan kerja dan upah sektor swasta serta peningkatan lapangan kerja dan upah sektor publik selama musim panas 2008 dibandingkan dengan tahun Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian berjudul AuDampak Ekonomi Kebakaran pada Lahan Gambut (Studi pada Kebakaran Lahan di Kecamatan Gambut Provinsi Kalimantan Selata. METODE Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif. Seperti yang disampaikan (Sugiyono, 2. penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obejk alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Penelitian kualitatif menjadi lebih tepat untuk penelitian ini dikarenakan persoalan yang mengemuka pada objek penelitian adalah manusia . elaku pasa. dengan interaksinya sehingga untuk penyelesaiannya tidak bisa diselesaikan dengan teori konvensional yang sudah ada. Solusi jawabannya akan lebih tepat menggunakan pendekatan kualitatif yang non positivistik (Leksono, 2. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan menggunakan wawancara langsung kepada informan terpilih sesuai kriteria penelliti yaitu tidak hanya kepada pemilik lahan tapi juga yang tidak memiliki lahan namun memperoleh upab dari menggarap lahan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data mulai dari awal sampai akhir penelitian . Keabsahan Data adalah Kesahihan data digunakan untuk memenuhi kriteria bahwa data dan informasi yang dikumpulkan peneliti memiliki nilai kebenaran, baik bagi pembaca yang kritis maupun bagi subyek yang diteliti (Sugiyono,2. Keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi atas 4 hal yaitu keterpercayaan peneliti, keteralihan, dependabilitas dan kofirmabilitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Di Kecamatan Gambut mayoritas lahan cukup banyak dan mayoritas adalah tanah gambut. Kondisi ini menyebabkan mata pencaharian penduduknya adalah bertani dan kuli bangunan. Sebagian lain berdagang atau Kebakaran lahan yang terjadi hampir tiap tahun, seperti tahun 2019 berdampak negative di semua sector, terutama bagi masyarakat sekitar kebakaran lahan di Kecamatan Gambut. Dampak ekonomi dari kebakaran lahan di lahan Gambut adalah sebagai berikut: 1 Dampak Langsung Dampak langsung dari kebakaran lahan adalah terjadinya Penurunan pendapatan. Hal ini sesuai dengan penuturan Bapak Darsani bahwa adanya kebakaran yang terjadi di hampir tiap tahun membuat kerusakan areal lahan sawah miliknya, seperti yang dituturkn: AuKebakaran lahan ni, banyak banar meulah pendapatan kami turun. Mulai dari rusaknya areal lahan yang mengakibatkan kami kada jadi panen, sampai betambahnya pengeluaran gasan menukar alat Kesehatan kaya maskerAy Apa yang disamapaikan Bapak Darsani, terjadi juga dengan Bapak Zamrani, berikut penuturannya: AuKebakaran lahan meulah pendapatan turun. Biar ulun kd beisi lahan, tapi gawian sehari-hari meambil upah lawan ampun tanah, asap kebakaran lahan meulah gawian tetunda. Lalu pendapatan teumpat turunAy. Penurunan pendapatan yang dirasakan masyarakat Gambut, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifatul Ulya & Yunardy . bahwa sector rumah tangga mengalami penurunan tingkat pendapatan yang paling besar dibandingkan dengan pemerintah maupun perusahaan. Ini berarti masyarakat sebagai pihak yang terdampak langsung dengan adanya kebakaran lahan. A Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Lambung Mangkurat Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Volume 6 Nomor 1 April 2021 p-ISSN 2623-1611 e-ISSN 2623-1980 2 Dampak Tidak Langsung Dampak tidak langsung dari kebakaran lahan adalah dampak lanjutan dari dampak langsung. Adapun dampak tidak langsung disampaikan Bapak Darsani kepada penulis sbb: Harga perumahan sekitar Gambut menurun, seperi yang disampaikan pa Zamrani. Seringnya kebakaran lahan dan hutan untuk daerah Gambut, menimbulkan daerah ini langganan dengan kabut asap. Masyarakat sudah mulai mempertimbangkan hal ini. Efeknya adalah harga tanah di daerah ini menjadi lebih murah dibandingkan harga tanah di Kawasan lain sepertidi Banjarbaru. Ini berarti efek lanjutan dari Karhutla memberikan efek negative lainnya bagi warga yang memiliki lahan di daerah Gambut. Dampak lainnya adalah terganggunya jalur penerbangan akibat kabut asap. Seperti yang disampaikan Pak Ery: AuJalur penerbangan menjadi terganggu dengan adanya kabut asap. Penundaan terjadi di semua rute penerbangan, bahkan ada yang di cancel. Ini membawa kerugian bagi pihak maskapaiAy. Dalam upaya meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan maka TIM PNPB provinsi bekerjasama dengan satuan Damkar dan warga berupaya meminimalisir masyarakat untuk tidak membakar lahan pada saat membuka lahan. Dengan mematahkn stigma bahwa membuka lahan dengan cara dibakar memgakibatkan tanah menjadi subur. Gambar 1 Bekas kebakaran lahan di daerah gambut Kebakaran hutan dan lahan, ini pada akhirnya membuat keseimbangan alam menjadi terganggu. rusaknya ekosistem, akan berdampak pada terganggunya matapencaharian warga masyarakat yang lahannya Hal ini sesuai dengan penelitiannya (Septianingrum, 2. bahwa dampak yang paling parah dirasakan oleh banyak pihak akibat pembakaran tersebut adalah polusi kabut asap yang mengganggu berbagai sendi SIMPULAN Kesimpulan Dampak Ekonomi dari kebakaran lahan di provinsi Kalsel. Hasil Penelitian menunjukkan Kesejahteraan Masyarakat mengalami penurunan sesudah terjadinya kebakaran lahan gambut di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Hal ini ditandai dengan menurunnya pendapatan masyarakat sekitar lokasi kebakaran Lahan baik secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung penurunan pendapatan dilihat dari luas areal lahan pertanian terbakar. Hal ini membuat petani mengalami kerugian baik dengan menurunnya hasil produksi pertanian, gagal panen. meningkatnya pengeluaran untuk membeli alat kesehatan. Dampak tidak langsungnya berupa harga perumahan sekitar daerah rawan kebakaran hutan menjadi lebih murah, kenaikan harga komoditas untuk jenis komoditas yang terbakar, kabut asap yang ditimbulkan membuat jalur penerbangan terganggu, terhambatnya aktivitas ekonomi. A Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Lambung Mangkurat Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Volume 6 Nomor 1 April 2021 p-ISSN 2623-1611 e-ISSN 2623-1980 Saran Memberikan sangsi yang berat bagi pemilik lahan yang dengan sengaja membakar lahan saat membuka Lebih mempererat koordinasi PNPB dengan dinas pertanian, karena dari hasil data menunjukan luas kebakaran lahan lebih tinggi daripada kebakaran hutan untuk Kalimantan Selatan. Penamabhan posko PNBP terutama di wilayah yang sering muncul titik apinya. Kebijakan preventif harus makin ditingkatkan termasuk upaya pelestarian lingkungan, pengawasan berkesinambungan menggunakan software yang lebih canggih, sehingga titik api segera diketahui. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan penulis kepada: Kantor BNPB provinsi atas data yang diberikan Warga masyarakat Kecamatan Gambut, tempat objek penelitian yang dengn ramah memberikan data informasi kepada peneliti walaupun dalam kondisi wabah covid Universitas Lambung Mangkurat melalui hibah PNBP dalam Program Dosen Wajib Meneliti sehingga peneliti diberikan kemudahan dalam menyelesikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA