Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 PERENCANAAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ QURAoAN DI KOTA TARAKAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM Ferizan Apandi1. Mahdalena Risnawaty2, dan Lidia3 1 Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 2 Dosen Prodi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 3 Dosen Prodi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda E-mail : ferizanapandi99@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuat Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan yang dikhususkan bagi para calon santriwan . aki-lak. berumur 12 tahun atau setara umur anak SMP untuk mengetahui dan memahami wawasan tentang Al-Quran baik itu isi maupun makna yang terkandung di dalamnya. Pondok Pesantren ini memiliki sekolah dan asrama untuk tempat tinggal, serta memiliki sarana penunjang agar memenuhi kebutuhan para santriwan di pondok pesantren. Pada saat ini, perkembangan desain pada bangunan sangat signifikan dari segi material, pemilihan warna, motif, bahkan hingga bentuk. Walaupun banyaknya desain bangunan modern dengan konsep yang elegan, namun beberapa arsitek tidak ingin lepas dari desain religius yaitu Arsitektur Islam. Faktor lainnya juga adalah karena jumlah mayoritas orang beragama Islam. Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan yang direncanakan ini memiliki konsep Arsitektur Islam yang desain bangunannya yaitu berciri khas Islami dan lokasinya berada di Kota Tarakan. Pondok Pesantren ini memiliki asumsi 432 orang laki-laki . dan belum termasuk jumlah para kyai/ustadz dan pengurus-pengurus Pondok Pesantren ini memiliki fasilitas diantaranya adalah masjid, perpustakaan, kantin, ruang kesehatan (UKS), dan lapangan olahraga. Kata Kunci: Pondok Pesantren. Tahfidz QurAoan. Arsitektur Islam. ABSTRACT This research aims to make a Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School Planning for prospective students . aged 12 years or equivalent to the age of junior high school students to know and understand insights about the Al-Quran both content and meaning contained in it. This Islamic boarding school has a school and a dormitory to live in and has supporting facilities for the needs of the students in the Islamic boarding school. Nowadays, design development in buildings is very significant in terms of materials, colour choices, motifs, and even shapes. Although many modern building designs have elegant concepts, some architects do not want to be separated from Islamic architecture. There are also more reasons because the most significant number of people are Muslims. The planned Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School has the concept of Islamic Architecture whose building characterisedracterized by Islam, and its location is in Tarakan City. This Islamic boarding school assumes 432 men . and does not include the number of kyai/ustadz and other administrators. This Islamic boarding school has facilities including a mosque, library, canteen, health room (UKS), and a sports field. Keywords: Islamic Boarding School. Tahfidz Qur'an. Islamic Architecture. Pendahuluan Pondok pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap Totem - 23 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Tahfidz Al-QurAoan adalah sebuah proses menghafal dan mengulang ayat-ayat Al-QurAoan baik dengan membaca ataupun mendengar. Pondok Pesantren Tahfidz Al-QurAoan dengan Pendekatan Arsitektur Islam ialah sebuah yayasan yang di dalamnya secara garis besar untuk belajar menghafal dan memahami Al-QurAoan, dan tentu pembelajarannya juga lebih ke Al-QurAoan, yang desain bangunannya memiliki pendekatan Arsitektur Islam dan memiliki ciri-ciri atau khas Islami. Pada saat ini, perkembangan desain pada bangunan sangat signifikan dari segi material, pemilihan warna, motif, bahkan hingga bentuk. Walaupun banyaknya desain bangunan modern dengan konsep yang elegan, namun beberapa arsitek tidak ingin lepas dari desain religius yaitu Arsitektur Islam. Dan faktor lainnya juga adalah karena jumlah mayoritas orang beragama Islam. Menurut BPS Kota Tarakan, mereka memproyeksikan kepadatan penduduk di Kota Tarakan mencapai 215 jiwa pada tahun 2020. Sedangkan yang beragama Islam berjumlah 157. 653 jiwa. Dari jumlah tersebut, bisa dipastikan untuk beberapa tahun ke depan, jumlah kepadatan penduduk akan meningkat dengan pesat, terutama jumlah anak yang beragama Islam. Jumlah pondok pesantren di Kota Tarakan tidak memiliki fasilitas yang lengkap dan kebutuhan yang diperlukan pada pendidikan tersebut, juga kurang luasnya pondok pesantren sehingga tidak dapat menampung banyak calon santriwan yang ingin masuk ke pondok tersebut. Arsitektur Islam adalah sebuah karya seni bangunan yang terpancar dari aspek fisik dan metafisik bangunan melalui konsep pemikiran Islam yang bersumber dari Al-QurAoan. Sunnah Nabi. Keluarga Nabi. Sahabat, para Ulama maupun Cendekiawan muslim. Arsitektur Islam berkembang sangat luas baik itu di bangunan sekuler maupun di bangunan keagamaan yang keduanya terus berkembang sampai saat ini. Arsitektur juga telah turut membantu membentuk peradaban Islam yang kaya. Bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Arsitektur Islam adalah masjid, kuburan, istana dan benteng yang memiliki pengaruh yang sangat luas ke bangunan lainnya. Pondok Pesantren Tahfidz Quran memiliki berbagai macam kegiatan di dalamnya, tidak hanya kegiatan pendidikan tentang belajar menghafal dan memahami Quran, tetapi juga ada kegiatan olahraga, kegiatan sosial, bekerja sama, dan lain-lain. Pondok Pesantren ini memiliki asumsi 432 orang laki-laki . dan belum termasuk jumlah para kyai/ustadz dan pengurus-pengurus lainnya. Pondok Pesantren ini memiliki fasilitas diantaranya adalah masjid, perpustakaan, kantin, ruang kesehatan (UKS), dan lapangan olahraga. Selain itu, pada zaman kita sekarang ini sangat dibutuhkan pula penerus bangsa yang mengetahui ilmu Dengan adanya pondok pesantren yang dapat menambah wawasan anak bangsa tentang ilmu agama, terutama ilmu tahfidz Quran. Seperti yang kita ketahui juga. Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal. Adapun beberapa pondok pesantren yang ada di Kota Tarakan yaitu : Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an Tarakan Pondok Pesantren Hidayatullah Tarakan Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah Tarakan Pondok Pesantren Al-Muyassar Tarakan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Ibnu Abbas Tarakan Dengan permasalahan di atas, maka saya akan membuat perencanaan pondok pesantren tahfidz Quran khusus laki-laki yang diperlukan bagi para calon santriwan berumur 12 tahun atau setara umur anak SMP untuk mengetahui dan memahami wawasan tentang Al-Quran baik itu isi maupun makna yang terkandung di dalamnya, memiliki sekolah dan asrama untuk tempat tinggal, serta memiliki sarana penunjang agar memenuhi kebutuhan para santriwan di pondok pesantren. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh suatu landasan konseptual dan perencanaan pondok pesantren tahfidz Quran yang memiliki visual Islam, serta standar yang ideal. Dan ada pula sasaran dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: Menyediakan ruangan belajar dan asrama yang dapat menampung kegiatan siswa. Memperhatikan aspek kebutuhan dan tuntutan pemakai akan kegunaan maupun kenyamanan. Penentuan konsep Islam pada bangunan yang sesuai dengan fungsi bangunan yang mewadahi fasilitas dan kegiatan di dalamnya. Adapun kaidah-kaidah Arsitektur Islam, yaitu : Di dalam dan luar bangunan tidak terdapat gambar/ornamen yang makhluk hidup yang utuh. Totem - 24 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Di dalam dan luar bangunan terdapat ornamen yang mengingatkan kepada yang Maha Indah. Allah Subhanahu wa TaAoala. Hasil Desain bangunan tidak ditujukan untuk pamer dan kesombongan. Pengaturan ruang-ruang ditujukan untuk mendukung menjaga akhlak dan perilaku. Posisi toilet tidak dibolehkan menghadap atau membelakangi kiblat. Keberadaan bangunan tidak merugikan tetangga di sekitar. Pembangunan sampai berdirinya bangunan seminimal mungkin tidak merusak alam. Menggunakan warna yang mendekatkan kepada Allah, seperti warna-warna alam. Pada saat ini, arsitektur tersebut sudah berkembang dengan sangat luas. Perkembangan ini baik di bangunan sekuler maupun pada bangunan keagamaan yang ada. Bukan hanya itu saja, dengan adanya arsitektur ini dapat membantu dalam membentuk peradaban Islam yang kaya. Dengan alasan karena bangunan tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan arsitektur agama Islam. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data primer dan sekunder, mengumpulkan data mengenai perencanaan yang akan digunakan, melakukan observasi atau wawancara. Dari metode tersebut dilanjutkan dengan membuat analisis perancangan yang meliputi analisa lokasi perancangan, analisa tapak rancangan, analisa kebutuhan ruang, analisa kegiatan pengguna atau pelaku, dan besaran ruang. Dari analisa tersebut dicetuskan konsep perancangan yang terdiri dari konsep bentuk dan tapak bangunan pesantren yang berdasarkan hasil analisis dan pendekatan arsitektur Islam. Hasil dan Pembahasan Analisis Lokasi Perancangan Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi dalam kriteria, yaitu : Aksesibilitas menuju lokasi yang lancar dan mudah, dapat dicapai oleh transportasi umum . ermasuk bu. , dan lalu lintas yang lancar. Memiliki lahan yang luas dan tersedia sarana dan prasarana di lokasi. Tidak berada di pusat kota agar tidak mengganggu proses pendidikan di pesantren, dan tidak terlalu jauh dari kota agar mudah mendapatkan utilitas. Memiliki lingkungan yang hijau dan bebas dari pengaruh lingkungan yang buruk. Lokasi lahan tidak berada di kawasan hutan lindung ataupun kawasan yang dilarang membangun. Lokasi lahan berada di zona permukiman. Gambar 1. Wilayah site plan dan sekitarnya di Jl. Bhayangkara Kota Tarakan (Sumber: Analisa Penulis, 2. Lokasi terpilih berada di Jl. Bhayangkara Kota Tarakan dengan kondisi sebagai berikut: Berada tidak jauh dari pusat kota Memiliki suasana dan situasi yang tenang Lingkungan yang hijau Memiliki lahan yang luas dan tersedia sarana dan prasarana Totem - 25 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Aksesibilitas yang lancar menuju lokasi. Menurut land use dari RTRW Kota Tarakan, lokasi lahan masuk ke dalam wilayah peruntukan permukiman tradisional Keadaan di sekitar lahan merupakan permukiman warga. Luas lahan sekitar 50. 000 mA atau 5 ha. Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini akan memiliki daya tampung 432 santri setara usia SMP. Masing-masing grade 7, 8, dan 9 memiliki 144 santri. Setiap grade memiliki 12 kelas, setiap kelas memiliki 12 santri dan 1 guru. Jumlah total kelas dari seluruh grade yaitu 36 kelas, yang berarti Pondok Pesantren ini memiliki 432 Santri dan 36 Guru. Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini juga memiliki 9 Asatidz yang masing-masing grade 7, 8, dan 9 ada 3 Asatidz. Dan juga 3 Kyai yang masing-masing grade ada 1 Kyai untuk memimpin Halaqah (Tahfidz QurAoa. Pada perencanaan Pondok Pesantren ini, pelaku yang akan diwadahi adalah: Utama : Para Santri Pengelola : Kepala Sekolah. Sekretaris. Bendahara. Tarbiyah wat TaAolim. Ubudiyah. Humas. Ketertiban dan Keamanan. Kebersihan. Sarana dan Prasarana. Tata Usaha. Konselor. Pengurus : Takmir Masjid. Asatidz. Kyai. Pustakawan. Guru-Guru, dan Satpam. Penunjang : Tamu Pelaku Tabel 1. Analisa Perencanaan Kebutuhan Ruang Utama Aktivitas Kebutuhan Ruang Total Santri - Belajar - Tahfidz QurAoan (Halaqa. - Makan - Ibadah - Metabolisme - Olahraga - Istirahat - Membaca buku - Konseling - Melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi kesiswaan. - Mencuci pakaian - R. Kelas. Lab. IPA. Lab. Bahasa. Lab. Komputer - Area Tahfidz - Ruang Makan - Masjid - Toilet - Lapangan Olahraga - Asrama - Perpustakaan - R. Konseling - R. OSIS - Laundry 505,545 mA Kepala Sekolah - Mengelola Pondok Pesantren - Melakukan pertemuan dengan sejumlah kecil guru, orang tua murid, unsur komite sekolah, petugas dinas pendidikan, atau tamu lainnya. - Metabolisme - R. Kerja Kepala Sekolah - R. Rapat Kecil - Toilet 20,9 mA Sekretaris - Mengatur dokumen, mengatur jadwal kepala sekolah, mengatur waktu pertemuan kepala sekolah, dan lainnya. - R. Kerja Sekretaris 9,22 mA Bendahara - Mengkoordinir dan bertanggungjawab terhadap keuangan sekolah. - R. Kerja Bendahara 9,22 mA Tarbiyah wat TaAolim - Mengatur jadwal kegiatankegiatan sekolah. - R. Kerja Tarbiyah wat TaAolim 4,1 mA Totem - 26 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Ubudiyah - Merencanakan dan melaksanakan kegiatan dakwah - Mengontrol kegiatan dakwah - Mengevaluasi kegiatan dakwah - R. Kerja Ubudiyah 12,3 mA Humas - R. Kerja Humas 4,1 mA Ketertiban dan Keamanan - Mengatur program pesantren dan informasi lainnya. - Mengatur peraturan sekolah - Mengatur jadwal ketertiban - Mengatur keamanan sekolah. - R. Kerja Ketertiban dan Keamanan 12,3 mA Kebersihan - Mengatur jadwal piket kebersihan - Mengontrol alat kebersihan. - Menyusun program kebersihan - R. Kerja Kebersihan - Gudang Peralatan Kebersihan 14,55 mA - Mengatur pengadaan sarana dan prasarana keperluan sekolah - Mengurus administrasi. - Mengurus administrasi sekolah. - Mengurus administrasi pesantren. - Mengurus administrasi lainnya. - R. Kerja Sarana Prasarana - R. Tata Usaha (Kepal. - R. Tata Usaha (Sekola. - R. Tata Usaha (Pesantre. - R. Tata Usaha (Sta. 4,1 mA Sarana dan Prasarana Tata Usaha Konselor - Melayani santri untuk mendapatkan layanan konseling yang berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Dengan standar 1 konselor untuk 150-160 orang. - R. Konseling . santri = 3 Konselo. 15,71 mA Takmir Masjid - Mengatur, menjaga, dan merawat sarana dan prasarana masjid. - R. Takmir Masjid 2,64 mA Asatidz - Mengajar Tahfidz (Asumsi 1 Ustadz = 48 Santr. - Istirahat - Area Tahfidz - Ruang Asatidz (Asram. 86,81 mA Kyai - Mengajar Tahfidz (Asumsi 1 Kyai = 144 Santr. - Istirahat - Area Tahfidz - Rumah Kyai 135 mA Pustakawan - Mengelola perpustakaan. - Mendata buku-buku. - Mengurus keluar-masuk buku. - Perpustakaan 231,345 mA Guru - Mengatur materi pembelajaran dan beristirahat - Mengajar santri - Mengajar materi olahraga - Mengajar materi IPA - Mengajar materi Bahasa - Mengajar materi Komputer - R. Guru - R. Kelas - Lapangan Olahraga - Laboratorium IPA - Laboratorium Bahasa - Laboratorium Komputer 228,24 mA Satpam - Pos Satpam 7,4 mA Tamu - Menjaga dan mengawasi gerbang Pondok Pesantren - Berkunjung, menunggu, dan bertemu dengan pengurus Pondok Pesantren. 16,4 mA - R. Tamu Totem - 27 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 (Sumber: Analisa Penulis, 2. Tabel 2. Luas KDB Seluruh Massa Nama Massa Luas Massa Gedung Pengelola 335,185mA Sekolah 953,755mA Asrama & Ruang Asatidz 664,37mA Rumah Kyai Lapangan Olahraga 314,52mA Area Tahfidz 701,6mA Masjid 592,93mA Ruang Laundry 58,2mA Ruang Makan 648,08mA Pos Satpam 7,4mA Total Luas Keseluruhan KDB Bangunan 411,04mA Sirkulasi Bangunan 30% 523,312mA Sirkulasi Jalan Aspal pada Lahan 30% Total Luas Keseluruhan KDB pada Lahan 523,312mA (Sumber: Analisa Penulis, 2. 457,664mA Total KDH Lahan : 60 / 40 x 13. 457,664mA : 20. 186,496mA Luas Lapangan Sepak Bola : 19. 671,84mA 5. : 25. 336,496mA Total KDB KDH : 13. 457,664mA 25. 336,496mA : 38. 794,16mA Total minimal luas lahan yang diperlukan untuk pembangunan Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz Quran di Kota Tarakan adalah 38. 794,16mA. Berikut indikator site terpilih berdasarkan bobot penilaian pada Jl. Bhayangkara Tabel 3. Penilaian Site Terpilih Lokasi Indikator Jl. Bhayangkara Nilai Kontur Datar Luas lahan 5 ha Drainase 1,5m Jarak dari pemukiman Fungsi jalan Arteri Lebar jalan Total (Sumber: Analisa Penulis, 2. Totem - 28 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Analisis Tapak Perancangan Analisis Matahari Pada arah timur, diberikan bukaan untuk cahaya matahari yang masuk khususnya di pagi hari. Sedangkan pada arah barat agar meminimalkan bukaan pada bangunan dan diberikan vegetasi. Gambar 2. Orientasi Matahari (Sumber: Analisa Penulis, 2. Analisis Arah Angin Pada arah timur, diberikan bukaan untuk cahaya matahari yang masuk khususnya di pagi hari. Sedangkan pada arah barat agar meminimalkan bukaan pada bangunan dan diberikan vegetasi. Gambar 3. Arah Angin (Sumber: Analisa Penulis, 2. Analisis View Site berada di sisi pinggir jalan besar 2 arah. Maka pada lahan diberikan vocal point yang menarik pada sisi depan bangunan agar dapat terlihat oleh orang yang lalu-lalang. Gambar 4. Arah View (Sumber: Analisa Penulis, 2. Analisis Aksesibilitas Untuk arah masuk site berada pada sisi depan sebelah kiri, sedangkan untuk arah keluar site berada pada sisi depan sebelah kanan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemacetan akibat arah masuk dan Totem - 29 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 keluar di tempat yang sama dan memudahkan masuknya penumpang jika ingin berhenti di depan Gambar 5. Aksesibilitas (Sumber: Analisa Penulis, 2. Analisis Kebisingan Kebisingan di area depan lahan disebabkan lalu lintas kendaraan, maka pada site diberikan vegetasi dan pepohonan di area depan agar dapat mengurangi kebisingan, dan jarak bangunan dibuat agak jauh dari sumber kebisingan dengan minimal GSB 20 meter. Gambar 6. Kebisingan (Sumber: Analisa Penulis, 2. Konsep Perancangan Konsep Bentuk Bangunan Konsep bentuk bangunan pada Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan menggunakan bentuk persegi dan persegi panjang, dan setengah sebagai konsep bentuknya. Penggunaan Konsep Mashrabiya pada sisi-sisi bangunan dapat membentuk wujud sebagai berikut: Perhitungan KDB dan KDH Konsep KDB dan KDH pada perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini memiliki pertimbangan antara jumlah keseluruhan ruang dengan KDB dan KDH yang telah ditentukan antara lain : A Kebutuhan Luas Ruang : 17. 319,88mA A KDB (Koefisien Dasar Banguna. 40% : 13. 457,664mA A KDH (Koefisien Dasar Hija. 60% : 25. 336,496mA A Minimal Luas Lahan untuk Pembangunan : 38. 794,16mA A Luas Lahan Tersedia : 50. A KDB 40% Lahan : 20. A KDH 60% Lahan : 30. Totem - 30 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Gambar 7. Wujud Bangunan dengan konsep Mashrabiya (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Penggunaan warna putih, abu-abu, dan coklat menjadi warna yang akan digunakan pada Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan. Warna-warna ini dipilih berdasarkan kaidah-kaidah Arsitektur Islam. Gambar 8. Warna Bangunan (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Penggunaan ornamen Mashrabiya pada Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini diaplikasikan pada sisi-sisi bangunan agar dapat terlihat jelas dan sebagai keluar-masuknya udara alami dan cahaya alami sehingga temperatur suhu dapat dimaksimalkan secara alami dan dapat menyejukkan penggunanya. Gambar 9. Ornamen Mashrabiya (Sumber: Analisa Penulis, 2. Konsep Pendekatan Perancangan Penjelasan implementasi kaidah-kaidah Arsitektur Islam pada bangunan Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui sebagai berikut: A Pada bangunan tidak terdapat gambar/ornamen makhluk hidup yang utuh. Menggunakan gambar tumbuhan karena memenuhi poin tersebut di atas yang tidak berbentuk makhluk hidup utuh maupun tidak utuh. Namun, penggunaan gambar tumbuhan di seluruh massa bangunan tidak diterapkan penuh pada bangunan, tetapi hanya di beberapa tempat sisi bangunan. Gambar 10. Sketsa Poin 1 (Sumber: Analisa Penulis, 2. Totem - 31 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 A Menggunakan ornamen khas Arsitektur Islam, yaitu Mashrabiya. Implementasi pada Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini yaitu pada seluruh massa bangunan di tiap sisinya agar dapat memudahkan masuknya udara alami. Gambar 11. Sketsa Poin 2 (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Desain bangunan tidak terlihat megah . idak ditujukan untuk kesombonga. Implementasi poin ketiga ini pada perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan yaitu desain pada seluruh massa bangunan tidak terlihat megah, dengan kata lain fasad bangunan terlihat sederhana, namun pada interior bangunan penuh makna. Gambar 12. Sketsa Poin 3 (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Pengaturan ruang dibuat nyaman dan tenang. Implementasi poin keempat ini pada perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan yaitu pengaturan ruang-ruang di dalam bangunan pada seluruh massa dibuat nyaman dan tenang agar dapat menjaga akhlak, perilaku, dan mudahnya ruang gerak. Gambar 13. Sketsa Poin 4 (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Posisi toilet tidak menghadap / membelakangi kiblat. Implementasi poin kelima pada perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan yaitu posisi water closet pada seluruh massa yang memiliki toilet agar tidak menghadap / membelakangi kiblat. Totem - 32 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Gambar 14. Sketsa Poin 5 (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Lahan berada 200 meter jauh dari permukiman. Implementasi poin keenam pada perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini yaitu lokasi bangunan tidak mengganggu / merugikan tetangga sekitar karena jaraknya yang jauh, dan juga dapat memudahkan konsentrasi proses belajar mengajar. Gambar 15. Sketsa Poin 6 (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Kondisi lahan / site merupakan lokasi yang rata dengan tanah dan rerumputan. Kondisi lahan yang tersedia pada Jl. Bhayangkara kota Tarakan ini dapat mengurangi / meminimalisir pengrusakan alam dari awal pembangunan hingga berdirinya bangunan, dikarenakan kondisi lahan tersebut sudah merata dengan tanah dan rerumputan sehingga dapat mengurangi perusakan alam dengan penebangan pohon. Kebutuhan alam juga sangat penting untuk menunjang suasana Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini agar dapat meningkatkan konsentrasi dari oksigen yang dibawa oleh tumbuhan maupun pepohonan. Gambar 16. Sketsa Poin 7 (Sumber: Analisa Penulis, 2. A Menggunakan warna putih, abu-abu, dan cokelat. Penggunaan warna pada Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan ini menggunakan warna putih yang merupakan warna awan, warna suci, dan warna bersih. Lalu menggunakan warna abu-abu yang merupakan warna batu dan warna awan mendung. Dan warna cokelat yang merupakan warna tanah dan warna kulit orang Indonesia . Penggunaan 3 warna ini diterapkan pada setiap massa bangunan dan dikombinasikan agar memiliki warna yang indah pada setiap massa bangunan. Totem - 33 Jurnal Totem | Vol. 03 | No. April 2022 P-ISSN : 2721-3226 E-ISSN : 2722-0095 Gambar 17. Sketsa Poin 8 (Sumber: Analisa Penulis, 2. Tabel 4. Penerapan Konsep Kaidah Arsitektur Islam Penerapan Konsep Kaidah Arsitektur Islam Tidak terdapat gambar/ornamen makhluk hidup yang utuh. Pada gambar/ornamen makhluk hidup yang utuh Terdapat ornamen yang mengingatkan kepada Allah Subhanahu wa TaAoala. Menggunakan ornamen khas Arsitektur Islam, yaitu Mashrabiya. Hasil desain bangunan tidak ditujukan untuk Desain bangunan tidak terlihat megah. Pengaturan ruang-ruang ditujukan mendukung/menjaga akhlak dan perilaku. Pengaturan ruang dibuat nyaman dan tenang. Posisi toilet tidak dibolehkan menghadap atau membelakangi kiblat. Posisi toilet tidak membelakangi kiblat. Keberadaan bangunan tidak merugikan tetangga di sekitar. Lahan berada 200m jauh dari permukiman. Meminimalisir pembangunan hingga berdirinya bangunan. Kondisi lahan merupakan lokasi yang rata dengan tanah dan rerumputan. Menggunakan warna yang dapat mendekatkan Menggunakan warna putih, abu-abu, dan diri kepada Allah, seperti warna-warna alam. (Sumber: Analisa Penulis, 2. Kesimpulan Perencanaan Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan dengan Pendekatan Arsitektur Islam ini merupakan sebuah yayasan yang di dalamnya secara garis besar untuk belajar menghafal dan memahami Al-QurAoan, dan tentu pembelajarannya juga lebih ke Al-QurAoan, yang desain bangunannya memiliki pendekatan Arsitektur Islam dan memiliki ciri-ciri atau khas Islami. Perencanaan ini menggunakan konsep Mashrabiya, yaitu konsep yang menerapkan kisi-kisi khas Islami pada sisi bangunan untuk mengatur kondisi termal pada bangunan agar tetap nyaman dengan penghawaan alami dari luar. Pondok Pesantren Tahfidz QurAoan memiliki berbagai macam kegiatan di dalamnya, tidak hanya kegiatan pendidikan tentang belajar menghafal dan memahami Quran, tetapi juga ada kegiatan olahraga, kegiatan sosial, bekerja sama, dan lain-lain. Pondok Pesantren ini memiliki asumsi 432 orang laki-laki . berumur 12 tahun atau setara umur anak SMP dan belum termasuk jumlah para kyai/ustadz dan pengurus-pengurus lainnya. Pondok Pesantren ini memiliki fasilitas diantaranya adalah sekolah, asrama untuk tempat tinggal, masjid, perpustakaan, kantin, ruang kesehatan (UKS), dan lapangan olahraga. Daftar Pustaka