Falsafah Sosial. Dalam Pandangan Ibnu Khaldun Nun Tufa Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: tufanunjago89gmail. Abstract The real of thought about society is actually as old as the scientific mind itself. Society is always known in experience and society always confronts humans with problems that humans seek to answer. Because they always confront humans with practical problems and problems, this is why society becomes the fruit of In the real of thought about society, society is reflected as experienced, which in its development gave birth to two things, namely the development of social reality, namely society itself and the development of scientific Thus says Bierens De Haan in his book which has become so classic, and because knowledge the oldest is philosophy, so in philosophy it must be talked about society. And because this study is a study of the history of Islamic thought, the author uses the thoughts of a well-known Muslim sociologist, namely Ibn Khaldun and his thoughts on social theory. Keywords: Society. Social Reality. Ibn Khaldun Pendahuluan Alam pikiran mengenai masyarakat sesungguhnya sama tuanya dengan alam pikiran ilmiah itu sendiri. Masyarakat selalu dikenal dalam pengalaman dan masyarakat selalu menghadapkan manusia pada persoalan-persoalan yang diikhtiarkan oleh manusia itu untuk menjawabnya. Karena dia selalu menghadapkan manusia pada persoalan-persoalan dan masalah-masalah praktis inilah sebabnya masyarakat menjadi buah pikiran. Dalam alam pikiran mengenai masyarakat tercerminlah masyarakat itu sebagai yang dialami, yang dalam perkembangannya melahirkan dua hal yaitu perkembangan dari kenyataan kenyataan sosial, yaitu masyarakat itu sendiri dan perkembangan pemikiran Demikian kata Bierens De Haan dalam bukunya yang telah menjadi demikian klasik, dan karena pengetahuan yang paling tua adalah filsafat, maka di dalam filsafat itu pastilah dibicarakan tentang Dan karena studi ini adalah studi Sejarah Pemikiran Islam maka penulis memakai pemikiran seorang sosiolog muslim terkenal yaitu Ibn Khaldun dan pemikirannya tentang teori sosial. Pembahasan Biografi Ibnu Khaldun adalah seorang sejarawan Arab dan bapak sosiologi Islam. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurra. man bin Mu. ammad bin Mu. mmad bin Abi Bakar Mu. ammad bin alH}asan. Ia lahir di Tunis pada 732 H/1332 M dan meninggal di Kairo pada 808 H/1406 M. 1 Ia mengembangkan salah satu filsafat sejarah masa lalu yang bersifat non-religius dalam karya utamanya Abderrahmane Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam, ed. Seyyes Hossein Nasr dan Oliver Leaman, (Bandung: Mizan, 2. , 440. Muqaddimah (Mukaddima. Ia juga menulis sejarah muslim Afrika Utara. Keluarga Ibnu Khaldun berasal dari Hadramaut . ini Yama. dan silsilahnya sampai kepada seorang sahabat Nabi SAW yang bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah. Salah seorang cucu Wail. Khalid bin Usman, memasuki daerah Andalusia bersama orang Arab penakluk awal abad abad ke-3 H . e-9 M). anak cucu Khallid bin Usman membentuk satu keluarga besar dengan nama bani Khaldun. Dari bani inilah berasal nama Ibn Khaldun. Bani itu lahir dan berkembang di kota Qarmunah . ini Carmon. di Andalusia (Spanyo. sebelum hijrah ke kota Isybilia (Sevill. Di kota yang terakhir ini Bani Khaldun berhasil menduduki beberapa jabatan penting. Sewaktu kecil Ibnu Khaldun sudah menghafal Al-Quran dan mempelajari tajwi>d. gurunya yang pertama adalah ayahnya Waktu itu Tunisia menjadi pusat hijrah ulama Andalusia yang mengalami kekacauan akibat perebutan kekuasaan. Kehadiran mereka bersamaan dengan naiknya Abul Hasan, pemimpin Bani Marin . Dengan demikian. Ibn Khaldun mendapat kesempatan belajar dari para ulama itu selain dari ayahnya. Ia mempelajari ilmu syariat: tafsir, hadis, ushul fiqh, tauhid, dan fiqh Madzhab Maliki. Ia juga mempelajari ilmu bahasa . araf, dan bala>ghah atau kefasiha. , fisika, dan matematika. Dalam semua bidang studinya, ia mendapat nilai yang memuaskan dari gurunya. Ibnu Khaldun mengarang sebuah karya monumental yang berjudul kita>b al-Aoibar wa Di>wa>n al-MubtadaAo wa al-Khabar fi> Ayya>m al-AoArab wa al-AoAjam wa al-barbar, atau al-AoIbar (Sejarah Umu. , terbitan Kairo 1284. Kitab ini . berisi kajian sejarah. Badri Yatim. AuIbnu KhaldunAy. Ensiklopedi Islam, ed. Nina M. Armando, et (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 2. , 81 Yatim. AuIbnu KhaldunAy. Ensiklopedi Islam, 81 Yatim. AuIbnu KhaldunAy. Ensiklopedi Islam, 81 didahului Muqaddimah . , yang berisi pembahasan tentang masalah sosial manusia. Muqaddimah itu membuka jalan menuju pembahasan ilmu sosial. Oleh karena itu, dalam sejarah Islam. Ibn Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu sosial dan politik Islam. Menurut pendapatnya, politik tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan, dan masyarakat dibedakan antara masyarakat desa . dan kota . Studi Islam, menurut pendapatnya, terdiri dari Aoulu>m . abi>Aoyyah dan Aoulu>m naqliyyah. AoUlu>m . abi>Aoiyyah meliputi ilmu filsafat . isalnya mantik atau logik. , aritmatika dan . isab, handasah . , alhaia . , . , dan al-fala>. sedangkan Aoulu>m naqliyyah meliputi agama/wahyu dan syariat. Al-Quran, fikih, kalam . , dan tasawuf. Pemikiran Ibn Khaldun tentang falsafah sosial Asal usul masyarakat Sesungguhnya organisasi kemasyarakatan dari umat manusia adalah satu keharusan. Para filosof telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka: Aumanusia itu adalah politis menurut tabiatnyaAy. Ini berarti, bahwa ia memerlukan satu organisasi kemasyarakatan yang menurut istilah para filosof dinamakan AukotaAy . adi>na. Itulah dia peradaban. Keharusan adanya organisasi kemasyarakatan manusia atau peradaban itu dapat diterangkan oleh kenyataan, setiap perorangan itu berhajat pada bantuan orang lain untuk pertahanan dirinya. Ketika Tuhan mengatur tabiat-tabiat pada semua makhluk bernyawa dan membagi berbagai kodrat di antara mereka, maka banyaklah hewan-hewan bisu diberikan tenaga yang lebih sempurna daripada tenaga manusia. Tenaga seekor kuda. Yatim. AuIbnu KhaldunAy. Ensiklopedi Islam, 82 Osman Kalibi. Ibnu Khaldun Tentang Masyarakat Dan Negara, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , 136 misalnya adalah lebih besar dari tenaga seorang manusia, dan demikian tenaga seekor keledai atau seekor sapi. Tenaga dari seekor singa atau seekor gajah adalah berganda-ganda lebih besar dari tenaga Asal-usul negara Pada waktu umat manusia telah mencapai organisasi kemasyarakatan seperti kita sebutkan itu, dan ketika peradaban dunia dengan demikian telah menjadi satu kenyataan, maka umat manusiapun memerlukan seseorang yang akan melaksanakan satu kewibawaan dan memelihara mereka, karena permusuhan dan kezaliman adalah pula watak kehewanan pada manusia. Senjatasenjata yang dibuat untuk pertahanan bangsa manusia dari serangan binatang-binatang bisu tidaklah mencukupi bagi pertahanan dari serangan-serangan manusia terhadap manusia, karena semua mereka itu memiliki alat-alat senjata tersebut itu. Jadi amatlah diperlukan sesuatu yang lain buat pertahanan terhadap serangan-serangan sesama manusia itu. Dan ini tidaklah mungkin datang dari luar, karena semua hewan-hewan yang lain itu tidaklah memiliki tanggapan-tanggapan dan ilham-ilham manusia. 7 Maka dengan sendirinya orang yang akan melaksanakan kewibawaan itu haruslah salah seorang di antara mereka itu. Ia harus menguasai mereka dan mempunyai kekuatan dan wibawa atas mereka, sehingga tiada seorangpun di antara mereka itu akan sanggup menyerang yang lainnya. Dan inilah yang dinamakan kekuasaan autoritas . Asal-usul AoA. abiyyah Pemuliaan ikatan darah adalah sesuatu yang . abi>Aoi pada watak manusia, dengan sedikit sekali pengecualiannya. Ikatan itu menimbulkan cinta pada kaum kerabat dan keluarga seseorang, membangkitkan perasaan supaya hendaknya janganlah ada cedera atau bencana yang datang menimpa mereka itu. Orang akan merasa malu Ibn Khaldun. Muqaddimah Ibn Khaldun, penterj. Ahmadie Thoha, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2. , 67 jika kaum kerabatnya diperlakukan tidak baik ataupun diserang, dan orang itu akan turut turun tangan untuk melerai antara mereka dengan bahaya atau kehancuran apapun yang mengancam mereka itu. Ini adalah satu dorongan . abi>Aoi pada manusia sejak makhluk manusia itu muncul di dunia. Yang sebenarnya lebih orisinal adalah buku pertama Ibnu Khaldun. Muqaddimah. Dalam karya metodologis ini,Ayia telah memikirkan dan merumuskan sebuah filsafat tentang sejarah yang tak pelak lagi merupakan karya terbesar dari jenisnya yang pernah disusun oleh seorang tokoh dalam sejarahAy. 9 Kadang kadang orang ragu apakah penilaian Toynbee masih berlaku sekarang ini. Tetapi faktanya adalah bahwa penulis Muqaddimah ini secara eksplisit mengklaim sebagai pendiri ilmu sejarah yang baru dengan Auobjek khususnya sendiri, yaitu peradaban manusia dan organisasi sosial. Sejarah juga mempunyai masalah-masalah hasnya sendiri, yaitu menjelaskan kondisi-kondisi yang berkaitan satu sama lain dengan esensi peradabanAy. Perhatian khusus diberikan pada interaksi antara faktor alami dan faktor non-fisik yang mandasari budaya manusia yang berpusat pada kekuasaan Negara. 10 Dalam Muqaddimah. Ia juga menyelidiki fenomena manusia dan institusi sosial yang bertumpu pada kerajinan, sains, dan penyebarannya. Daya dorong dibalik proses historis itu, menurutnya, berada dalam Aoashabiyyah. 11 Ausemangat Kalibi. Ibnu Khaldun, 136 Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 440 Negara adalah merupakan suatu natural group, dan manusia menurut kodratnya adalah makhluk sosial. Kehidupan sosial yang terorganisir adalah amat penting untuk membentuk eksistensi manusia sebagai manusia. Seseorang yang tidak memerlukan suatu assosiasi kehidupan bersama adalah orang yang tidak berbudi ataupun bengis, atau sebaliknya malah seorang dewa / Tuhan. Baca: Hotman M Siahaan. Pengantar Ke Arah Sejarah Dan Teori Sosiologi, (Surabaya: Universitas Airlangga Press,), 67. AoA. abiyyah yaitu kuatnya ikatan seseorang dengan kelompoknya dan sungguh-sungguh dalam membela kelompoknya serta fanatik dalam memegang kelompokAy ini menimbulkan tindakan politik yang mengarah pada perebutan terhadap alat-alat Negara. AoA. olidaritas sosia. adalah inti dari pemikiran Ibn Khaldun mengenai bada>wah . edusunan yang tidak meneta. , . adha>rah . rban/ penduduk kot. , dan pasang-surutnya sebuah Berdirinya sebuah negara adalah cita-cita Aoa. abiyyahterutama Aoa. abiyyah nomadic. Kemewahan dan kesia-sian kehidupan kota . lemah oleh Aoa. Teori Ibn Khaldun menggambarkan dan menganalisa kenaikan, perkembangan, kematangan, turun, dan jatuhnya beberapa negara. Dalam artian. Aoa. abiyyah, sebagai kekuatan pemersatu, adalah sebuah analogi atas konsep modern nasionalisme. 12 Seperti Aoa. abiyyah, nasionalisme tidak berarti sebuah indentitas sendiri. aspirasi, loyalitas, kesetiaan juga merupakan pra-syarat pemeliharaan sebuah kelompok. Struktur umum teori sosial Ibnu Khaldun yang berkisar pada struktur Negara -yang agama memainkan peran sangat penting- secara ringkas dilukiskan Gellner yang menyebutkan Auteori tentang siklus para elite sukuAy laksana tiga lingkaran kosentris: Lingkaran dalam, yaitu suku-suku pemerintah, suku-suku yang dihubungkan oleh ikatan kekerabatan atau kalau tidak, dengan dinasti yang berkuasa, bebas pajak dan memakai sebagai sejenis pasukan penarik pajak terhadap suku-suku lain. Lingkaran tengah, yang terdiri dari suku-suku yang dikenai pajak, dan akhirnya lingkaran luar, yaitu suku-suku yang tidak mungkin ditarik pajak. Kehidupan perkotaan umumnya hanya berada dalam kedua lingkaran dalam, dan kota-kota dilindungi bukan oleh upaya mereka sendiri, melainkan oleh sukusuku pusat yang memerintah. prinsip-prinsip kelompoknya. Baca: Luis MaAolu>f, al-Munjid fi> al-Lughah, (Bairu>t: Da>r al-Masyriq, 2. , 508 Fuad Baali. The Oxford Enciclopedia of The Modern Islamic World, vol. II, John L. Esposito, (New York: Oxford Univercity, 1. , 164. Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 446 Suku-suku pusat tersebut, yang selanjutnya digambarkan sebagai anjing-anjing gembala, sekaligus merupakan serigala lingkaran luar yang terserap ke dalam antagonisme dan permusuhan Tetapi, begitu bersatu dibawah pimpinan sebuah kelompok yang memiliki Aoashabiyyahdengan pesan dan missi religious . aAowa. , mereka dapat menjatuhkan pemerintah pusat. Dengan demikian, keruntuhan Negara sudah dekat dan dinasti baru akan mengambil alih Setelah itu, serigala yang kini berubah menjadi anjing gembala, bergeser kelingkaran tengah. Domba hanya akan menduduki daerah lingkaran dalam. Menurut Ibnu Khaldun, dibutuhkan periode tiga generasi, yang masing-masing berlangsung empat puluh tahun, bagi serigala untuk menjadi anjing gembala dan domba gembala dan domba penjaga. Periode tiga generasi ini selaras dengan usia AualamiAy Negara. Setiap generasi ditandai oleh ciri-ciri tertentu. Periode pertama dicirikan oleh hal-hal alami dan mendasar . haru>ri dan . abi>Aoi>) yang terkait dengan beberapa aspek psikologis yang berlaku pada kehidupan nomadik. Periode kedua ditandai oleh kebutuhan manusia Secara serempak, aspek paling positifnya seperti semangat militan kepribadian nomadik menjadi lemah. Periode ketiga dicirikan oleh kesenangan dan kemewahan hidup . ama>li>) yang berlangsung berbarengan dengan hilangnya sama sekali kohesi intrinsik dalam Aoashabiyyah itu. 15 Dapat dikatakan bahwa karakteristik masingmasing dari tiga generasi ini pada kenyataannya sama dengan karakteristik yang berlaku pada jiwa manusia dalam alam pikiran Yunani. Ketiganya, pada gilirannya, mempunyai kesesuaian dengan tiga prinsip yang diduga berasal dari Plato dan Aristoteles: nafsu seksual, amarah, dan berpikir. Sesungguhnya teori Ibn Khaldun tentang organisasi manusia (Aoumra. , yang berkisar seputar Negara, mengambil konsep jiwa sebagai pola intinya. Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 447 Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 447 Meskipun Ibn Khaldun menganalisis berbagai faktor alam, sosial, dan manusiawi dalam meramalkan keruntuhan Negara dan budaya manusia, ia mempertimbangkan pula unsur dasar langit. Filsafat sejarah dan peradaban manusia Ibn Khaldun tetap berlatar belakang pada apa yang diistilahkannya dengan masyiAoah Allah . ehendak Alla. Tuhan menciptakan kondisi-kondisi dan syaratsyarat bagi perubahan sosial dan historis. 16 Seperti yang dikemukakannya, bahkan Aupara nabi dalam dakwahnya pun bergantung pada kelompok dan keluarga, walaupun para nabi adalah orang-orang yang telah ditunjang oleh Allah dengan segala sesuatu, jika dikehendaki-Nya, tetapi sesuai kebijaksanaan-Nya Dia memperkenankan urusan manusia mengambil jalannya yang biasa. Tetapi determinisme langit dan bumi satu sama lain tidak saling bertentangan karena alasan sederhana bahwa kehendak Ilahi senantiasa merupakan faktor yang pasti dan tak terelakkan. Mengenai teori sosialnya, kutipan berikut ini sangat membantu kita memahami keluasan kerangka dan cakupannya. Peradaban boleh jadi merupakan peradaban gurun (Badu. seperti yang dijumpai di wilayah-wilayah terpencil dan pegunungan, di padang-padang pedusunan di wilayah kosong, dan di pinggiran padang pasir. Boleh jadi peradaban itu menetap seperti yang ditemukan di kota-kota besar, kotakota kecil, desa-desa, dan komunitas-komunitas kecil yang berperan sebagai perlindungan dan benteng dengan sarana Dalam setiap keadaan yang berbeda ini, sesungguhnya terdapat hal-hal yang pada dasarnya memengaruhi peradaban sejauh itu merupakan organisasi Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 447 Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 448 Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Ibn Khaldun mencirikan manusia dengan sifat-sifat dasar tertentu yang khas: . Usaha manusia untuk memperoleh sarana-sarana kehidupan. Kebutuhan akan otoritas yang membatasi. Ilmu, ketrampilan dan seni, yakni peradaban. Seperti dapat dilihat, sifat-sifat ini sesuai benar dengan tiga dimensi dasar manusia . konomi, politik, dan buday. yang dijumpai dalam organisasi manusia, yang sekaligus berkaitan erat dengan tiga prinsip yang berlaku pada jiwa manusia di 18 . Usaha manusia menciptakan penghidupan, dan perhatiannya untuk memperoleh penghidupan itu dengan berbagai cara. 19 Inilah alasan Allah menciptakan manusia. Dia telah memberi petunjuk untuk mempunyai hasrat dan berusaha mencari penghidupan. Yang unik dalam teori sosial Ibn Khaldun adalah pandangan teorinya yang luas tentang masyarakat manusia dan khususnya keterhubungan antar empat tingkat itu. Penutup Ibn Khaldun dikenal dengan bapak sosiolog muslim dan Muqadimmah sebuah karya monumental beliau, dalam pandangan sejarah Islam beliau dipandang sebagai peletak dasar ilmu Sumbangan Ibn Khaldun sebenarnya sudah sangat diakui Itu bukan saja tampak misalnya pada pengakuan Toynbee yang sering dikutip itu, atau pada buku-ajar yang disusun Becker dan Barnes (Social Thought from Lore to Science, pertama kali terbit pada 1. , yang menyatakan bahwa Ibn Khaldun amat berjasa dalam pengembangan sosiologi sejarah. Tapi itu juga tampak pada fakta bahwa teorinya sudah cukup sering diperbandingkan dengan teori Marx tentang keniscayaan konflik sosial, teori Pareto tentang sirkulasi elite, atau dikembangkan Gellner ketika menyusun teorinya yang berpengaruh tentang gerak pendulum dalam reformasi Islam. Lakhsassi. Ensiklopedi Tematis, 448. Ibn Khaldun. Muqaddimah, 67 Inilah Muqaddimah, menjadikannya disebut-sebut sebagai bapak sosiologi. Di situ dia mengklaim telah menemukan dan membawa ilmu baru: ilmu tentang peradaban . lm al-Aoumra>n al-basyari>) atau ilmu tentang masyarakat manusia . lm al-mujtama> al-insa>ni>). Ilmu seperti itu diperlukan Auuntuk membedakan mana laporan yang benar dan mana yang palsuAy dan Auuntuk menaksir kemungkinan berbagai peristiwa dalam sejarahAy. Di situ jelas bahwa kepeduliannya bukan saja deskriptif . emaparkan fakt. , tapi juga teoretis-analitis . enjelaskan sebabakiba. Ilmu tentang peradaban dimaksudkannya sebagai cara untuk mempelajari sebab-sebab dan akibat-akibat yang mendasari berbagai peristiwa yang dilaporkan para sejarawan. Ilmu baru ini, kata Khaldun, terdiri dari studi mengenai hal-hal berikut: . secara umum dan divisi-divisinya. masyarakat Badui . l-Aoumra>n al-bada>wa. , masyarakatmasyarakat kesukuan . aba>Aoi. , dan masyarakat-masyarakat primitif . l-wahsyiyya. l-dawla. , kerajaan . dan kekhalifahan . hila>fa. masyarakat menetap . l-`umrynalhadlyra. , kota-kota. keterampilan, pekerjaan Daftar Pustaka