Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 11. Nomor 2, 2024 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Analysis of the Use of Infographic Media in Teaching Procedural Texts to Enhance StudentsAo Learning Motivation in Grade 9 at SMPN 6 Kota Cirebon 1 Ahmad Reyhan Nashih 1 Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon reyhanahmad375@gmail. ARTIKEL INFO ABSTRAK Article history: Received 28 Mei 2024 Accepted 20 Juni 2024 Published 20 Juli 2024 This study aims to analyze the use of infographic media in teaching procedural texts as an effort to enhance the learning motivation of Grade 9A students at SMPN 6 Kota Cirebon. Infographics were chosen for their ability to visually present information in an engaging way, which is expected to facilitate understanding and increase studentsAo interest in learning. The research employed a qualitative approach, with data collected through observations and interviews. The findings indicate that the use of infographic media in procedural text learning can enhance studentsAo learning motivation. This is evidenced by increased student enthusiasm during the learning Teachers also reported that infographics helped simplify complex material, making it easier for students to understand. However, several challenges were noted, such as students' difficulty in conceptualizing ideas for their infographics and technical issues related to internet access. Overall, the use of infographics proved effective in improving both studentsAo motivation and understanding in procedural text learning. Keywords:i: Infographic Media. Learning Motivation. Procedural Text DOI: 10. 33603/dj. PENDAHULUAN Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disemua jenjang mulai dari jenjang sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Pentingnya berbahasa Indonesia dimaksudkan agar siswa lebih menghargai bahasa Indonesia serta memiliki keterampilan yang baik dan benar dalam berbahasa. Secara umum materi pembelajaran bahasa Indonesia memiliki tujuan akhir pembelajaran, yaitu memiliki aspek keterampilan dalam berbahasa. Menurut Farhurohman . 7: . tujuan mata pelajaran tersebut siswa mampu berkomunikasi melalui bahasa Indonesia. Pentingnya berbahasa Indonesia dimaksudkan agar siswa lebih menghargai bahasa Indonesia dan memiliki keterampilan yang baik dan benar dalam berbahasa. Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Secara umum materi pembelajaran bahasa Indonesia memiliki tujuan akhir pembelajaran, yaitu memiliki aspek keterampilan dalam berbahasa. Menulis merupakan bagian dari salah satu aspek kebahasaan yang harus dimiliki setiap siswa. Keterampilan menulis sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa merupakan tahapan akhir yang dikuasai siswa, karena siswa dapat menulis dengan baik apabila serangkaian tahapan keterampilan berbahasa . enyimak, berbicara, dan membac. telah dikuasai siswa (Zulela, dkk, 2017: . Menulis pada dasarnya sama dengan berbicara karena bahan kebahasaan yang digunakan sama, yaitu kata dan kalimat. Akan tetapi perbedaannya yaitu menulis membutuhkan pengetahuan tentang ejaan dan tanda baca. Jadi menulis merupakan upaya menerjemahkan bahasa lisan ke dalam bentuk tulisan. Secara umum media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat belajar siswa. Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media pembelajaran dalam hal-hal tertentu dapat membantu guru dalam menyajikan informasi belajar kepada Sedangkan menurut Adam & Syastra (Tafonao 2018: . menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu baik berupa fisik maupun teknis dalam proses pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mempermudah dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Media pembelajaran merupakan salah satu alat yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran digunakan dalam mengefektifkan interaksi antara guru dengan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, pembelajaran dengan media ini diharapkan dapat memfasilitasi keterlibatan siswa dalam aktivitas belajar, dan juga kreativitas siswa pada pembelajaran teks prosedur. Dalam menunjang pembelajaran di kelas diperlukan alat bantu atau media pendukung. Media pembelajaran yang menarik dapat menjadi nilai tambah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas. Sejalan dengan pendapat Listiani (Syachtiyani & Trisnawati, 2. berpendapat bahwa terdapat indikator, di antaranya yaitu . adanya keinginan dan hasrat untuk berhasil, . dorongan dan kebutuhan dalam belajar, . adanya harapan dan cita-cita di masa depan, . adanya penghargaan dalam belajar, . adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, . adanya lingkungan belajar yang kondusif. Peningkatan motivasi siswa dapat dilihat dari adanya dorongan yang membuat siswa lebih aktif, antusias dan berkomitmen dalam proses Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Adapun terdapat berbagai media pembelajaran yang dapat digunakan, seperti gambar, video, dan audio. Salah satu contohnya adalah infografis, yang merupakan visual informasi yang disajikan secara kompleks. Infografis sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran karena dapat membuat materi menjadi lebih menarik dan efektif. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran memproduksi teks prosedur ialah media infografis. Infografis merupakan suatu media penyampai informasi dengan menggabungkan gambar, grafik dan teks yang dapat menyampaikan pesan secara lebih jelas. Kurniasih . menjelaskan bahwa infografis merupakan visualisasi data, gagasan, informasi atau pengetahuan melalui bagan, grafis, jadwal dan lainnya agar data, gagasan, informasi atau pengetahuan dapat disajikan lebih dari sekedar teks dan memiliki dampak visual yang cukup kuat dan lebih menarik. Kemudian Hedi (Aldila, dkk. 2019: . menjelaskan bahwa infografis sebagai sebuah refresentasi visual untuk mengomunikasikan informasi, harus disampaikan secara komprehensif dan mudah dimengerti. Pembelajaran teks prosedur pun dapat menggunakan media pembelajaran. Pada zaman sekarang teks prosedur tidak hanya ada di media cetak saja, tetapi diera digital seperti sekarang dapat mudah dijumpai seperti halnya dalam bentuk infografis. Siregar dkk (Reizal, dkk, 2. berpendapat bahwa masyarakat saat ini lebih tertarik pada informasi yang dikemas secara menarik dan kreatif tanpa mengurangi informasi yang disampaikan. Dalam hal ini infografis dikemas dalam bentuk visual yang betujuan untuk mempermudah seseorang untuk mengingat atau memahami suatu informasi tanpa harus membaca teks panjang. Tampilan visual yang beragam dalam infografis dapat membantu siswa lebih mudah memahami dan mengerti materi yang disampaikan. Dengan membuat media infografis berbasis android yang bisa digunakan secara fleksibel, hemat kuota, dan menunjang pembelajaran peserta didik. Sejalan dengan pendapat Khofifah & Saputra . bahwa infografis merupakan visualisasi data, gagasan, informasi atau pengetahuan melalui bagan, grafis dan lainnya agar data, gagasan, dan informasi atau pengetahuan dapat disajikan lebih dari sekadar teks dan memiliki tampak visual yang lebih menarik. Media pembelajaran berbasis teknologi ini dapat digunakan pada saat pembelajaran tatap muka atau jarak jauh, baik secara individu atau kelompok (Afriani. Maksum, & Yuliati. Infografis dapat menghasilkan suatu informasi bagi pembacanya yang terdiri dari teks, gambar, ilustrasi yang dapat digabungkan lalu membentuk suatu informasi dalam bentuk cetak maupun digital. Resnatika, dkk . 8: . berpendapat bahwa sebuah infografis p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. memiliki karakter tersendiri yang mampu menarik pembaca yaitu adanya gambar, ilustrasi, grafik dan data yang telah mendominasi daripada teks yang dipadukan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang menarik bermanfaat dan mudah diingat. Miftah (Senjaya, dkk 2. menjelaskan bahwa pemilihan gambar, pemilihan warna, pemilihan simbol, serta komposisi warna menjadi komponen dasar dalam penyajian informasi dengan teknik infografis. Dengan dukungan kreativitas, keindahan dan ilustrasi yang sesuai, infografis menjadi menarik serta lebih mudah diingat. Pada kegiatan pembelajaran tidak luput dengan adanya penggunaan model Penggunaan model sangat bermanfaat untuk menjadikan pembelajaran lebih aktif serta kreatif untuk mencapai tujuan tertentu. Model berbasis masalah merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahapan-tahapan sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan juga memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah. Menurut Yuliana & Fery . 8: . AyProblem Based Learning is a learning method that involves students to solve the problem. Ay Kemudian menurut Hotimah . 0: . bahwa problem based learning merupakan model pembelajaran yang menghadapkan siswa pada masalah dunia nyata . eal worl. untuk memulai pembelajaran dan merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Berdasarkan kegiatan pembelajaran berbasis masalah tersebut, siswa diminta untuk membaca teks cerita pendek lalu siswa diharapkan mengubah teks cerita pendek tersebut menjadi sebuah teks prosedur dengan menggunakan media infografis. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Hany & Atmazaki . , pada Jurnal Bahasa dan Pendidikan (Volume 3 Nomor 2 Tahun 2. dengan judul Pengaruh Metode Discovery Learning Berbantuan Media Infografik Terhadap Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kota Pariaman. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa sebelum menggunakan metode discovery learning berada pada kualifikasi lebih dari cukup, kemudian setelah menggunakan metode discovery learning berada pada kualifikasi baik. Penerapan metode discovery learning berbantuan infogrfik lebih baik daripada tanpa metode tersebut. Penelitian Aldila, dkk . dalam Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia (Volume 5 Nomor 01 Tahun 2. dengan judul Infografis sebagai Media Alternatif dalam Pembelajaran Sejarah bagi Siswa SMA. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru dan minimnya penggunaan media pembelajaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Akan tetapi setelah Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. penggunaan media visual infografis untuk meningkatkan minat belajar siswa memberikan dampak yang positif pada perkembangan belajar siswa. Penelitian Reizal, dkk . dalam Muallimuna. Jurnal Madrasah Ibtidaiyah (Volume 5 Nomor 2 Tahun 2. dengan judul Pengembangan Buku Ajar Berbasis Infografis Pada Tema Ekosistem untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD. Hasil penelitiannya menunjukkan keefektivitasan buku ajar berbasis infografis mendapat respons positif dan sudah memenuhi aspek untuk dapat digunakan sebagai buku ajar. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media infografis dalam pembelajaran teks prosedur sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 9A di SMPN 6 Kota Cirebon. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Menurut Mappasere, dkk . 9: . , penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Pendekatan ini dipilih dengan tujuan untuk menganalisis pemanfaatan media infografis dalam pembelajaran teks prosedur dan bagaimana dampaknya terhadap motivasi belajar Hasil penelitian juga akan menggambarkan pengalaman serta persepsi guru dan siswa terkait penggunaan media infografis. Adapun penelitian dilakukan di SMPN 6 Kota Cirebon. Subjek penelitian guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas 9A di SMPN 6 Kota Cirebon yang terlibat dalam pembelajaran teks prosedur menggunakan media infografis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung pada saat di kelas selama pembelajaran teks prosedur berlangsung dengan menggunakan media infografis. Di samping angket, digunakan wawancara kepada guru Bahasa Indonesia serta beberapa siswa kelas 9A yang dipilih sebagai partisipan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Media Infografis dalam Pembelajaran Teks Prosedur Berdasarkan hasil observasi pembelajaran teks prosedur menggunakan media infografis, dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek yang diamati terlaksana dengan baik. Dari p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. sepuluh indikator yang diamati, semuanya mendapatkan keterangan "Ya, sudah terlaksana" menunjukkan bahwa media infografis berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam Berikut hasil observasi disajikan dalam bentuk tabel. Tabel 1. Hasil Data Lembar Observasi Pembelajaran Keterlaksanaan Aspek yang Diamati Siswa terlihat antusias saat mempelajari teks prosedur menggunakan infografis. Siswa memahami materi teks prosedur dengan bantuan infografis. Siswa menunjukkan ketertarikan pada media infografis yang digunakan. Siswa terlihat aktif dalam berdiskusi selama pembelajaran berlangsung. Infografis membantu siswa memahami langkahlangkah teks prosedur dengan lebih baik. Siswa dapat mengerjakan tugas terkait teks prosedur secara mandiri setelah melihat infografis. Siswa bekerja sama dengan teman dalam memahami materi yang disajikan. Siswa lebih fokus dan berkonsentrasi saat menggunakan media infografis dibandingkan dengan metode pembelajaran lainnya. Guru menjelaskan materi dengan jelas menggunakan infografis sebagai media bantu. Penggunaan infografis meningkatkan motivasi belajar siswa secara keseluruhan. Tidak Jumlah Rata-rata aktivitas Penelitian ini dilakukan di SMPN 6 Kota Cirebon di kelas 9. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah kelas 9A. Materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan yaitu Subbab mengubah teks cerita pendek ke dalam teks prosedur dengan menggunakan media infografis. Dari hasil observasi menyatakan bahwa siswa terlihat antusias saat mempelajari teks prosedur dengan menggunakan infografis. Hal ini menunjukkan bahwa media mampu menarik perhatian siswa secara efektif. Kemudian penggunaan infografis membantu siswa memahami materi teks prosedur dengan lebih baik dan memperjelas langkah-langkah yang harus dilakukan. Siswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi pada media infografis, yang menandakan bahwa mereka merasa media ini relevan dan menarik Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. dalam membantu pemahaman mereka. Siswa aktif terlibat dalam diskusi selama proses pembelajaran berlangsung yang menunjukkan bahwa infografis mampu memfasilitasi interaksi dan kolaborasi di antara siswa. Kemudian media infografis terbukti membantu siswa dalam memahami langkahlangkah teks prosedur dengan lebih jelas dan sistematis. Setelah melihat infografis, siswa mampu mengerjakan tugas yang berhubungan dengan teks prosedur secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada bimbingan guru. Siswa bekerja sama dengan baik dalam memahami materi yang menunjukkan adanya kerja sama yang efektif selama pembelajaran. Penggunaan infografis membuat siswa lebih fokus. Infografis juga mendukung guru dalam menjelaskan materi dengan lebih jelas dan terstruktur. Secara keseluruhan, penggunaan infografis berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa, menjadikan pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Berdasarkan hasil penilaian observasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dengan rata-rata keterlaksanaan aktivitas mencapai 100%, dapat disimpulkan pembelajaran teks prosedur dengan menggunakan media infografis berjalan sangat baik dan memberikan dampak positif terhadap motivasi dan keterlibatan siswa. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada guru pamong, diperoleh informasi bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Sebagian besar siswa tampak lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran dengan menggunakan media infografis dibandingkan saat pembelajaran tanpa infografis. Infografis memudahkan siswa dalam memahami materi yang bersifat prosedural, seperti teks prosedur, karena media ini menyajikan informasi secara visual dan terstruktur sehingga mendorong keterlibatan lebih aktif dalam pembelajaran. Akan tetapi penggunaan media infografis dalam pembelajaran teks prosedur memiliki kelebihan serta keterbatasan. Kelebihan penggunaan media infografis dapat menyederhanakan informasi yang kompleks serta membuat materi menjadi lebih mudah untuk dipahami oleh siswa, terutama dalam hal pembelajaran teks prosedur yang memerlukan langkah-langkah secara runtut. Penggunaan infografis membuat siswa menjadi lebih aktif sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun selain kelebihan penggunaan infografis, terdapat kendala seperti masih adanya siswa yang kesulitan dalam membuat infografis dan terbatasnya kuota yang dimiliki. Hal tersebut menyebabkan beberapa siswa tidak bisa mengakses jaringan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ahmad Reyhan1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa siswa kelas 9A, diperoleh informasi bahwa siswa lebih menyukai menggunakan media infografis. Siswa cenderung senang membuat infografis karena mereka dapat menambahkan gambar sesuai dengan apa yang sedang dipelajari serta dapat menambahkan tulisan untuk memperjelas penyampaian informasi dalam infografis tersebut. Kemudian siswa dapat berimajinasi dan berkreasi dalam membuat dan memilih gambar yang cocok untuk topik yang akan dibahas. Akan tetapi penggunaan media infografis memiliki beberapa hambatan atau kendala yang biasa dihadapi oleh siswa. Adapun kendalanya yaitu siswa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memikirkan seperti apa ide konsep infografis yang akan dibuat. Mereka juga harus memikirkan desain, pemilihan warna dan bentuk yang akan memakan banyak SIMPULAN Penelitian yang dilakukan di SMPN 6 Kota Cirebon di kelas 9A menunjukkan bahwa penggunaan media infografis dalam pembelajaran teks prosedur memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan observasi, siswa terlihat lebih antusias, aktif, dan terlibat dalam diskusi saat menggunakan infografis. Infografis tidak hanya membantu siswa memahami materi prosedural dengan lebih baik, tetapi juga memperjelas langkahlangkah dalam teks prosedur secara visual. Kemudian berdasarkan hasil wawancara dengan guru diketahui bahwa motivasi belajar siswa meningkat saat menggunakan infografis dibandingkan dengan metode lain. Siswa juga merasa lebih senang dan kreatif dalam membuat infografis karena mereka bisa mengekspresikan pemahaman mereka melalui visual dan teks. Walaupun terdapat kendala dalam pelaksanaanya, secara keseluruhan penggunaan infografis terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran teks prosedur. REFERENSI