Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI. SOSIALISASI SAK EMKM DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP IMPLEMENTASI SAK EMKM DI KECAMATAN SAGULUNG Bela Sofia Manalu1. Hamidi2. Yentina Siregar3 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Kepulauan. Indonesia Email Koresponden: manalubella137@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman akuntansi, sosialisasi sak emkm dan motivasi kerja terhadap implementasi sak emkm di kecamatan sagulung berpengaruh positif. Objek dalam penelitian ini adalah pelaku umkm kecamatan Sagulung sebanyak 56 UMKM tahun 2022. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu teknik teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh persamaan regresi Y= 6,129 0,193. 0,214 . 0,170. e pada persamaan tersebut terdapat koefisien regresi yaitu 0,214 ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara pemahaman akuntansi terhadap implementasi sak emkm dan hasil pengujian uji t statistik maka diperoleh thitung 2,117 dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya bahwa variabel pemahaman akuntansi berpengaruh positif dan siknifikan terhadap variabel implementasi sak emkm. Berdasarkan uji koefisien determinan bahwa adanya pengaruh signifikan antara variabel bebas pemahaman akuntansi . , sosialisasi sak emkm . dan motivasi kerja . terhadap implementasi sak emkm . dengan koefisien determinasi = 0,651 menunjukkan bahwa besarnya kontribusi Variabel independen 65,1% sedangkan sisanya 34,9% dipengaruhi atau dijelakan faktor-faktor lain diluar penelitian. Kata Kunci: Pemahaman Akuntansi. Sosialisasi SAK EMKM. Motivasi Kerja. Implementasi SAK EMKM. ABSTRACT This study aims to determine whether the understanding of accounting, socialization of sak emkm and work motivation on the implementation of sak emkm in sagulung district has a positive effect. The objects in this study were 56 UMKM actors in the Sagulung sub-district in 2022. The sampling technique in this study was a purposive sampling technique, namely a sampling technique with certain considerations. Based on the results of the study, it was found that the regression equation Y = 6. e in this equation there is a regression coefficient of 0. 214 indicating that there is a positive influence between accounting understanding on the implementation of emkm pocket and the results of testing the statistical t test obtained tcount 2. 117 thus Ha was accepted and Ho was This means that the accounting understanding variable has a positive and significant effect on the emkm implementation variable. Based on the test of the determinant coefficient that there is a significant influence between the independent variables of understanding of accounting . , socialization of family members . and work motivation . on the implementation of SAK EMKM . with a coefficient of determination = 0. 651 indicates that the magnitude of the contribution of the independent variable is 65. 1 % while the remaining 34. 9% was influenced or explained by other factors outside the study. Keywords: Understanding of Accounting. Socialization of SAK EMKM. Work Motivation. Implementation of SAK EMKM. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. UMKM terbukti mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan. Kontribusi besar UMKM meliputi penciptaan lapangan kerja, penyerapan tenaga kerja, dan terutama menjadi penahan saat terjadinya guncangan krisis ekonomi (IAI, 2. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi dan Menengah tahun 2017 menunjukkan jumlah unit usaha di Indonesia sebanyak 62. Dari jumlah tersebut. UMKM memiliki pangsa sebesar 99% serta mengalami peningkatan sebesar 2,06% dari tahun 2016. Data tersebut membuktikan bahwa UMKM merupakan pasar yang potensial bagi industri jasa keuangan terutama bank untuk menyalurkan pembiayaan. Pemerintah berupaya mengatasi permasalahan permodalan UMKM dengan memberikan dukungan fasilitas pembiayaan yang berasal dari perbankan. Dukungan pemberdayaan UMKM dilaksanakan melalui alokasi anggaran pemberian jaminan kredit dalam Program Kredit Usaha Rakyat (Kemenkeu, 2. Bisnis UMKM tidak selalu berjalan mulus meskipun UMKM memiliki peran penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia. Pelaku UMKM menghadapi berbagai kendala dan hambatan dalam menjalankan bisnisnya. Menurut Bank Indonesia . UMKM masih memiliki kendala, baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Usaha mikro, kecil, dan menengah diatur dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2008. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) menyadari pentingnya peran UMKM dalam memajukan perekonomian Indonesia dan menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada tahun 2009 sebagai bentuk dukungan untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Seiring perkembangannya, terdapat kebutuhan mengenai ketersediastandar akuntansi yang lebih sederhana dari SAK ETAP karena keterbatasan sumber daya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan. DSAK IAI melakukan pengembangan standar akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan UMKM dengan membentuk kelompok kerja yang melibatkan asosiasi industri, regulator, dan pihakpihak lain yang berkepentingan dalam menghadirkan SAK yang dapat mendukung kemajuan UMKM di Indonesia, serta mengesahkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada tahun 2016 dan berlaku efektif per 1 Januari SAK EMKM merupakan standar akuntansi keuangan yang lebih sederhana. dibandingkan dengan SAK ETAP karena mengatur transaksi yang umum dilakukan oleh EMKM. Dasar pengukurannya murni menggunakan biaya historis, sehingga EMKM cukup mencatat aset dan liabilitas sebesar biaya perolehannya. Kehadiran SAK EMKM diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangannya sehingga memudahkan para pelaku UMKM mendapatkan akses pendanaan dari berbagai lembaga keuangan (IAI. Laporan keuangan entitas lengkap menurut SAK ETAP mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas . aporan perubahan moda. , laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. Laporan keuangan entitas menurut SAK EMKM mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. SAK EMKM diharapkan menjadi standar akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan UMKM. Namun, penerapan SAK EMKM masih tergolong rendah. Penelitian Nurlaila . pada UMKM Sukma Cipta Ceramic menyatakan bahwa pemahaman pemilik UMKM tentang SAK EMKM masih rendah sehingga pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masih sangat sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan serta pemahaman pemilik. UMKM Sukma Cipta Ceramic belum menerapkan SAK EMKM karena belummemahami tentang SAK EMKM, keterbatasan waktu, dan belum adanya sumber daya manusia atau tenaga akuntansi yang profesional pada UMKM tersebut. Begitu pula dengan penelitian Sukiman . Penelitian yang dilakukan oleh Kusuma dan Lutfiany . menyatakan bahwa sosialisasi SAK EMKM, tingkat pendidikan pemilik, persepsi pelaku UMKM, dan pemahaman akuntansi berpengaruh positif terhadap implementasi SAK EMKM pada UMKM di Kota Bogor. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Pemahaman Akuntansi. Sosialisasi SAK EMKM, dan Motivasi Kerja terhadap Implementasi SAK EMKM di Kecamatan SagulungAy. Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi METODE PENELITIAN Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yaitu pelaku UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Kecamatan Sagulung berjumlah 60 pelaku UMKM. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 pelaku usaha dengan menggunakan teknik porposive sampling, yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan Instrumen Penelitian Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar melalui google frorm. Teknik Analisis Instrumen. Uji Validitas Menurut (Sugyono, 2018:. Uji validitas merupakan persmaan data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang diperoleh langsung yang terjadi pada subjek penelitian. Perumusan uji validitas item angket yaitu apabila nilai rhitung > rtabel dengan taraf signifikansi s = 5%, maka item tersebut dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Menurut Sugyono . uji reabilitas adalah derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Data yang tidak reliabel tidak dapat diproses lebih lanjut karena akan menimbulkan kesimpulan yang bias. Dengan menggunakan rumus CronbachAos Alpha. Kriteria keputusan dalam pengujian ini adalah apabila nilai koefesien reabilitas > 0,600 maka instrumen memiliki reabilitas yang baik. Apabila nilai koefesien reabilitas < 0,600 maka instrumen memiliki reabilitas yang kurang baik. Teknik Analisis Data Uji Normalitas Menurut (Ghozali, 2. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Dasar pengambilan keputusan untuk uji One Sample KolmogorovSmirnov adalah, jika nilai sig. atau nilai probabilitas > 0,05 maka data berdistribusi normal, dan Jika nilai sig atau nilai probabilitas < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . 6:102-. menerangkan bahwa uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas . Model tegresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel independen saling berkolerasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal atau variabel independen yang nilai kolerasi antara sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF) dengan kriteria lolos uji multikolinearitas jika nilai tolerance > 0, 10 dan nilai VIF 0, 10. Uji heteros kedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah ada ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Uji heteroskedastisitas diukur dengan menggunakan uji Glejser. Jika nilai sig > alpha . maka tidak terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya jika nilai sig < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas. Metode penelitian Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui arah danseberapa besar pengaruh variabel independen Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Untuk menguji hipotesis dilakukan dengan pengujian variabel secara parsial (Uji. , secara simultan (Uji F) dan secara Koefisien Determinasi (Uji RA). Adapun persamaan dari analisis regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Y = a b1X1 b2x2 b3X3 e Keterangan: = Implementasi SAK EMKM = konstanta b1, b2, b3 = koefisien variabel = Pemahaman Akuntansi = Sosialisasi SAK EMKM = Motivasi kerja = Pengaruh variabel lain Pengujian Hipotesis Uji Simultan F Uji simultan digunakan untuk menguji variabel-variabel bebas berpengaruh secara bersama-sama . terhadap variabel terikat. Pengujian inidilakukan dengan membandingkan nilai FHitungdengan fTabelKriteriapengambilan kesimpulan adalah sebagai berikut: Jika fHitung< fTabel, maka variabel X secara simultan . ersama-sam. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y dan Jika fHitung > fTabel, maka variabel X secara simultan . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Uji Parsial t Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Dengan kreteria pengujian jika t Hitung > tTabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Jika t hitung < t tabel maka variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan melihat signifikan (Si. masing-masing variabel dengan signifikansi = 0,05. Jika nilai signifikan < dari 0,05 maka secara parsial masing-masing variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan > 0,05 maka secara parsial masing-masing variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefien determinasi digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Y). Semakin tinggi nilai koefien determinasi maka semakin tinggi kemampuan variabel independen (X) dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Y). Koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai Adjusted. digunakan ialah data primer. Data primer berasal dari jawaban Responden dari kuesioner yang disebarkan peneliti. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, uji validitas dan reabilitas, yang merupakan bagian dari uji kualitas data, uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas yang termasuk uji asumsi klasik. Terakhit yaitu uji analisis linera berganda yang terdiri atas uji t , uji f dan koefisien determinasi. Program SPSS versi 20 yang digunakan dalam analisis data. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Kualitas Data Uji Validitas Tabel 1 Hasil uji Validitas Butir r hitung r tabel Kriteria Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi X1P1 X1P2 X1P3 X1P4 X1P5 X1P6 X1P7 X1P8 X1P9 X1P10 X2P11 X2P12 X2P13 X2P14 X2P15 X2P16 X3P17 X3P118 X3P19 X3P20 X3 P21 X3P22 YP1 YP2 YP3 YP4 0,364 0,797 0,902 0,758 0,580 0,870 0,780 0,759 0,694 0,477 0,608 0,700 0,691 0,734 0,665 0,435 0,374 0,514 0,426 0,299 0,280 0,780 0,759 0,694 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 0,265 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data olahan SPSS . Berdasarkan hasil uji validitas data didapat bahwa semua item pernyataan kuesioner variabel sosialisasi SAK EMKM, pemahaman akuntansi, tingkat kesiapan pelaku UMKM dan implementasi SAK EMKM dikatakan valid karena memiliki rhitung > rtabel . dengan nilai signifikansi < 0,05 dikatakan valid, koefisien korelasi . > r tabel. Dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 56 maka nilai r tabel dapat diperoleh melalui r product moment dengan df . egree of fredoo. = n-3, jadi df= 56-3=53, maka r tabel =0,265. Butir pernyataan dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel. Dapat dilihat dari CorrecledItem total correlation. Uji Reliabilitas Tabel 2 Hasil uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Item Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Reliability Statistics Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Data olahan SPSS. Bersasarkan hasil pengujian reabilitas terdapat variavel-variabel yang digunaan menunjukkan nilai CronbachAos Alpha > 0,60 maka kontruk pernyataan yang merupakan dimensi variabel adalah reliabel dan layak digunakan. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1 Hasil uji Histogram Berdasarkan grafik histogram diatas dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola yang membuktikan lonceng, sehingga dapat disimpulkan bahwa ujinormalita menggunakan histogram valid. Gambar 2 Normal Probability Plot Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa titik menyebar disekitar garis diagonal, sehingga dapat dikatakan bahwa pola distribusinya normal. Melihat kedua grafik diats dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini dapat digunakan karena memenuhi asumsi normalitas. Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi Tabel 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. Deviation 2. Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Data olahan SPSS . Most Extreme Differences Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat pada bahan Asymp Sig. -taile. yaitu sebesar 0,117 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov valid. Uji Multikolinearitas Tabel 4 Hasil uji Multikolinearitas Model Unstandardized Standardi T Sig. Collinear Coefficients Coefficie Statistics Std. Beta Tol VIF Error (Constan. Pemahaman Akuntansi Sosialisasi SAK EMKM Motivasi Kerja Dependent Variable: Implementasi SAK Sumber: Data olahan SPSS . Berdasakan tabel di atas dapat iketahui bahwa hasil perhitungan nilai tolerance lebih Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi dari 0,10 yang berarti tidak terjadi gejala multikolinearitas yang atinya seluruh variabel valid, dan hail nila perhitungan VIF juga menunjukkan hasil yang sama yaitu tidak ada variabel independent yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. jadi dapt disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala ultikolinearitas yg artinya seluruh variabel Valid. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3 Scatterplot Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak sera tersebar di atas maupun di bawah angka . pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi penelitian ini. Uji Regresi Linar Berganda Tabel 5 Hasil uji Regresi Linear Berganda Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Pemahaman Akuntansi Sosialisasi SAK EMKM Motivasi Kerja Dependent Variable: Implementasi SAK Sumber: Data olahan SPSS . Dijelaskan dari rumusan persamaan tersebut yakni sebagai berikut: Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi Berdasarkan tabel diatas model regresi yang berbentuk dari hasil penelitian adalah sebagai Y= 6,129 -0. 170 (X. 0,214 (X. -0,193(X. e Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa Konstanta () sebesar 6,129 artinya apabila semua variabel independen dianggap konstanta . , maka variabel dependen yaitu Implementasi SAKEMKM akan bernilai sebesar 6, 129. Variabel Pemahaman Akuntansi memiliki nilai koefisien sebesar -0,170 artinya bahwa setiap perubahan satu satuan pada usaha maka Implementasi SAK EMKM akan mengalami kenaikan sebesar -0,170 dalam hal faktor lain yang mempengaruhi implementasi SAK EMKM dianggap konstan dan tetap. Variabel sosialisasi SAK EMKM nilai koefisien regresi sebesar -0,214 artinya bahwa setiap perubahan satu satuan pada sosialisasi SAK EMKM mengalami kenaikan sebesar 0,214, dalam hal ini faktor lain yang mempengaruhi implementasi SAK EMKM dianggap konstan dan Variabel motivasi kerja nilai koefisien regresi sebesar 0,193 artinya bahwa setiap perubahan satu satuan pada implementasi SAK EMKM maka implementasi SAK EMKM mengalami kenaikan sebesar 0,193 dianggap konstanta atau tetap. Uji Hipotesis Uji t Tabel 6 Hasil uji t Unstandardiz Standardize T Sig. Model Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. Pemahaman Akuntansi Sosialisasi SAK EMKM Motivasi Kerja 2,117 Dependent Variable: Implementasi SAK Sumber: Data olahan SPSS . Berdasarkan hasil output uji parsial maka ditemukan beberapa hasil uji hipotesis: . Pada variabel Pemahaman akuntansi dengan nilai t hitung sebesar 1,955 > 2,006 nilai t tabel, dan signifikansi 0. 28 < 0. 05, artinya Ho diterima dan Ha ditolak, pada uji hipotesis persepsi pemahaman akuntansi pada pelaku UMKM tidak berpengaruh positif atau tidak signifikan Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi terhadap variabel implementasi SAK EMKM. Uji hipotesis parsial pada variabel sosialisasi SAK EMKM dengan nilai t hitung sebesar 2,565 > 2,006 nilai t tabel, dan signifikansi 0. 05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima, pada uji hipotesis sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelaku implementasi SAK EMKM. Uji hipotesis parsial pada variabel motivasi kerja dengan nilai t hitung sebesar > 1. 661 nilai t tabel, dan signifikansi 0. 003 < 0. 05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima, pada uji hipotesis tingkat motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel implementasi SAK EMKM. Uji F Tabel 7 Hasil uji F Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Residual Total Regression Dependent Variable: Implementasi SAK Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Sosialisasi SAK EMKM. Pemahaman Akuntansi Sumber: Data olahan SPSS . Berdasarkan hasil pengujian hipotesis . ji F) pada tabel diatas dapat dilihat nilai signifikan model regresi secara simultan sebesar 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama atau secara simultan variabel independen yaitu variabel Pemahaman Akuntansi. Sosialisasi SAK EMKM, dan Motivasi Kerja secara signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu variabel Implementasi SAK EMKM. Uji Koefisien determinasi Tabel 8 Hasil uji Koefisien Determinasi Model Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Sosialisasi SAK EMKM. Pemahaman Akuntansi Dependent Variable: mplementasi SAK Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi Sumber: Data olahan SPSS . Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi pada tabel 2. 6 menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0. 651 yang berarti bahwa variabel dependen yaitu Pemahaman Akuntansi yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam penelitian ini adalah sebesar 65,1% sedangkan sisanya sebesar 34,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelakan dalam penelitian ini atau diluar model penelitian lain. PEMBAHASAN Pengaruh Pemahaman Akuntansi terhadap Implementasi SAK EMKM Berdasarkan hasil penelitian uji t . pada model regresi dapat disimpulkan bahwa Ho1 diterima atau Ha1 ditolak hal ini menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi pada SAK EMKM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Implementasi SAK EMKM. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wdhiastuti . bahwa Pemaham Akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap penerapan laporan keuangan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Darmasari dan Wahyuni . dimana Pemahaman Akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap implementasi SAK EMKM. Pengaruh Sosialisasi SAK EMKM terhadap Implementasi SAK EMKM Pengaruh Sosialisasi SAK EMKM terhadap Implementasi SAK EMKM Berdasarkan hasil pengujian uji t . pada model regresi dapat disimpulkan bahwa H02 di tolak atau ha2 diterima, hal ini menunjukka bawa Sosialisasi SAK EMKM berpengaruh secar signifikan terhadap Implementasi SAK EMKM. Hasil penlitian ini bertolak belakang dengan Parhusip dan Herawati . , yang meunjukkan hasil pengujian melihat dampak sosoalisasi SAK EMKM , tingkat pendidikan pemilik, dan variabel persepsi pelaku UMKM tidak berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan SAK EMKM. Namun hasil penelitian ini didukung oleh Viona Syukriana E Janrosl . yang menunjukkan hasil persepsi pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta sosialisasi SAK EMKM berpengaruh signifikan terhadap SAK EMKM. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan teori Wulandari . dan Wijayanti dan Suratman 2. , yang menyebutkan bawa Penyuluhan dan pelatiah SAK EMKM sangat dibutuhkan UMKM, karena laporan keuangan merupkan hal yang penting dalam sebuah usaha oleh karena itu kegiatan yang dilakukan diharapkan bekerja sama dengan kelurahan atau dinas terkait SAK EMKM. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap implementasi SAK EMKM Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Implementasi SAK EMKM Berdasarkn hasil uji t . pada model regresi bahwa Ho3 ditolak atau Ha3 di Hal ini menunjukka bahwa Motivai Kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Implemntasi SAK EMKM. Hasil penelitian ini sejalan dengan Saleh dkk . , disimpulkan bahwa hubungan motivasi dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap pencapaian sebuah asosiasi yang memiliki inspirasi kerja yang besar. Motivasi kerja juga sangat penting dalam mempengaruhi orang untuk memeberi energi keinginana dan mengatasi reaksi emosional yang negative. Hasil penelitin ini juga sejalan dengan teori Ady dan Wijono . , menyimpulkan bahwa seseorang terdorong untuk mengerjakan pekerjaan karena faktor motivator dan faktor Dimana faktor motivator disebut juga dengan intrinsik atau kepuasan pekerjaan apabila terdapat rasa ketidak puasan yang berlebihan. Sedangkan faktor Hygiene, keadaan pekerjaan yang menimbulkan kekecewaan dikalangan mereka. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Penelitian ini meneliti tentang Implementasi SAK EMKM (Y) yang dipengaruhi oleh Equilibiria. Volume 10 Nomor 2: Hal 144-156 Desember 2023 p-ISSN: 2503-1546. e-ISSN: 2986-2248 https://w. id/index. php/equi Pemahman Akuntansi (X. Sosialisasi SAK EMKM (X. dan motivasi Kerja (X. yang diuji dengan menggunakan Uji regresi Linear Berganda dengan program Statistical pankage for Social Sciences (SPSS). Ver 20 subjek dalam penelitian ini adalah Usaha Kecil dan Menengah (UMK) Kecamatan Sagulung. Dari analisis data yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh Pemahaman Akuntansi. Sosialisasi SAK EMKM, dan Motivasi Kerja terhadap Implementasi SAK EMKM maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemahaman akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap implementasi SAK EMKM pada UMKM Kecamatan Sagulung. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM Kecamatan Sagulung belum menerapkan atau memahami tentang akuntansi dalam usahanya tersebut. Sosialisasi SAK EMKM berpengaruh signifikan terhadap Implementasi SAK EMKM. Hal ini menunjukkan bahwa sedikit banyaknya sosialisasi SAK EMKM yang didapatkan oleh pelaku UMKM telah diterapkan dalam usahanya tersebut. Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap implementasi SAK EMKM pada UMKM di Kecamatan Sagulung. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi yang didapatkan pelaku UMKM sangat mendorong atau menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan sehingga dapat mencapai tujuannya. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dari analisis data yang telah dilakukan memiliki beberapa Diharapkan dimasa yang akan datang penelitian mengenai topik ini dapat menyelesaikan penelitian ini lebih akurat. Adapun saran dalam penelitian ini: Pemilik UMKM perlu memahami akuntansi untuk dapat menerapkan implementasi SAK EMKM dalam memajukan kegiatan usahanya. Dinas Koperasi dan UMKM SSdiharapkan mampu mensosialisasi SAK EMKM secara rutin guna membantu UMKM dalam memahami SAK EMKM agar nantinya mampu menerapkan laporan keuangan yang sesuia dengan standar akuntansi yang berlaku. ntuk peneliti selanjutnya, agar dapat menambah variabel yang tidak dibahas pada penelitian ini atau mengganti dengan variabel yang lain, karena pelaku UMKM masih 65,1%, sehingga sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Diharapkan pada pelaku UMKM agar mampu menggunakan SAK EMKM untuk mempermudah mengambil keputusan pada usaha bisnis yang sedang dijalankan. DAFTAR PUSTAKA