871 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pemberdayaan Ekonomi Santri Melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Business Model Canvas (BMC) di Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak Yeyen Novita Program Studi Ekonomi Islam. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro. Indonesia E-mail: yeyenovita@lecturer. Article History: Received: 09 April 2025 Revised: 01 Mei 2025 Accepted: 07 Mei 2025 Keywords: BMC. Ekonomi. Kewirausahaan. Santri PENDAHULUAN Abstract: Pondok pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak merupakan salah satu pesantren yang potensial dalam mencetak wirausahawan Para santri di pondok pesantren tersebut mayoritas merupakan siswa SMA dan mahasiswa Namun, minimnya pemahaman tentang manajemen bisnis menjadi tantangan tersendiri bagi para santri. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pelatihan Business Model Canvas (BMC), yang merupakan alat visual sistematis untuk merancang dan menganalisis model Kegiatan pengabdian masyarakat ini kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Bukit AlQuran. Kabupaten Demak, melalui pelatihan BMC. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif dengan peserta pelatihan sebanyak 30 santri. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh peserta dapat memahami konsep dan penerapan BMC dalam merancang bisnis, serta mampu menyusun BMC untuk ide bisnis mereka sendiri. Pelatihan ini memberikan manfaat bagi santri dalam mengenali peluang bisnis, memahami perencanaan usaha, serta menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah. Oleh karena itu, program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk santri yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan yang siap bersaing di dunia bisnis. Pondok Pesantren merupakan salahsatu institusi pendidikan berbasis agama di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya paham agama tetapi juga berdaya saing di berbagai bidang dan mampu berdikari secara ekonomi (Wibowo, a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Widjaja. Utomo. Kusumojanto. Wardoyo. Narmaditya, et al. , 2. Dalam perannya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren kerap mengalami tantangan ekonomi, terutama bagi santri yang berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah (Patria, 2. Oleh karena itu, pemberdayaan ekonomi menjadi hal krusial yang harus diselenggarakan di pondok pesantren dengan tujuan untuk memastikan kemandirian para santri di masa depan (Anggadwita et al. , 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menenamkan keterampilan kewirausahaan bagi santri sejak dini. Dengan bekal ketrampilan kewirausahaan yang baik diharapkan para santri mampu menciptakan peluang usaha, mendukung perekonomian keluarga dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah (Mariyono et al. Pondok pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak merupakan salah satu pesantren yang potensial dalam mencetak wirausahawan muslim. Para santri di pondok pesantren tersebut mayoritas merupakan siswa SMA dan mahasiswa yang memiliki antusias tinggi dalam Namun, minimnya pemahaman tentang manajemen bisnis menjadi tantangan tersendiri bagi para santri. Oleh karena itu, pendekatan yang sistematis dengan ketrampilan bisnis yang aplikatif sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman para santri dalam menyelami dunia usaha. Salahsatu strategi yang dapat mendukung tujuan tersebut adalah dengan pelatihan Business Model Canvas (BMC). BMC merupakan alat visual yang sistematis dan praktis untuk memahami, menganalisis, dan merancang model bisnis (Pepin et al. , 2. Melalui BMC, suatu bisnis dapat dipetakan komponen-komponen pentingnya secara komprehensif sehingga santri dapat dengan mudah mengembangkan ide bisnisnya (Lin & Pai, 2. Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan santri dapat memperoleh keterampilan kewirausahaan berbasis BMC yang mampu mendukung pemberdayaan ekonomi Bekal yang diterima para santri tentang pemahaman manajemen bisnis yang jelas, dapat membantu mereka untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam menjalankan bisnis, memperkuat kemampuan analisis dan menemukan strategi yang tepat pada bisnis yang akan mereka tekuni (Fazlurrahman et al. , 2. Selain itu, pelatihan ini memberikan ruang bagi santri untuk berinovasi dan mengembangkan bisnis sesuai syariat Islam (Rizan et al. , 2. Dengan demikian pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama saja tetapi juga pusat pengembangan keterampilan, inovasi dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman (Wibowo. Widjaja. Utomo. Kusumojanto. Wardoyo. Wardana, et al. , 2. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ketrampilan kewirausahaan bagi santri sebagai langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi santri di dunia bisnis (Hakiem et al. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinamakan pelatihan kewirausahaan dengan fokus pengembangan potensi sumber daya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini berupa metode ceramah yang disertai dengan metode demonstrasi dan metode diskusi. Metode ceramah dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya perencanaan bisnis dan cara menyusun Business Model Canvas (BMC). Dalam ceramah dijelaskan tentang konsep BMC serta tutorial cara mengisi setiap komponen sesuai dengan rencana bisnis yang akan dijalankan oleh masing-masing santri secara step by step. Metode demonstrasi dilakukan dengan memberikan contoh pengisiannya kepada para santri, dan metode diskusi dengan memberikan kesempatan santri untuk bertanya dan memperoleh umpan balik atas rencana bisnis yang tertuang dalam Business Model Canvas (BMC). Peserta pelatihan yang terlibat sebanyak 30 orang yang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 merupakan santri di Pondok Pesantren Bukit Al-Quran di Kabupaten Demak. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat meliputi: Tahap persiapan, yaitu melakukan survei terhadap keadaan santri di pondok pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan dan diskusi dengan pengelola pesantren untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan pada saat pelatihan, serta menetapkan sasaran dalam pelatihan. Selanjutnya, dilakukan persiapan materi, template BMC, dan alat peraga untuk digunakan pada pelatihan sesuai dengan hasil analisis awal dengan mitra sesuai kesepakatan yang ada. Pelaksanaan pelatihan, meliputi kegiatan pelatihan dengan tema yang diambil adalah pelatihan kewirausahaan berbasis Business Model Canvas (BMC) pada santri Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 12 Januari 2025 pukul 09. 00 WIB bertempat di Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak diawali dengan sambutan dari pimpinan pondok pesantren dengan pemateri Ibu Yeyen Novita. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas penyampaian materi BMC, praktik dan pendampingan penyusunan BMC serta diskusi. Monitoring dan Evaluasi . Sebagai bahan evaluasi dilakukan evaluasi pelatihan dan pelaporan. Evaluasi dilakukan dengan wawancara kepada santri terhadap materi yang didapatkan untuk mengukur pemahaman dan kesiapan santri dalam menerapkan BMC dalam bisnisnya. Pelaporan dilaksanakan dengan membuat laporan pengabdian masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Business Model Canvas (BMC) merupakan alat visual yang sistematis dan praktis untuk memahami, menganalisis, dan merancang model bisnis. BMC berbentuk dokumen satu halaman yang terdiri dari 9 komponen mulai dari customer segment sampai revenue stream (Pepin et al. Pembuatan BMC memiliki beberapa tujuan antara lain: Menggambarkan tentang apa saja yang dibutuhkan dalam menemukan ide bisnis Membantu untuk memahami proses yang diperlukan dalam menciptakan bisnis Memperlihatkan potensi pengaruh keputusan pelangan terhadap sistem bisnis Membantu untuk mendapatkan ide yang jelas tentang gambaran bisnis yang ditekuni Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi santri melalui pelatihan kewirausahaan berbasis Business Model Canvas (BMC) di Pondok Pesantren Bukit AlQuran Kabupaten Demak, telah dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Januari 2025 yang dihadiri oleh 30 santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak. Pelatihan dimulai dengan pembukaan yang diiringi dengan doa agar kegiatan pelatihan dapat berjalan dengan lancar. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Bapak Ainul Yakin Hasan. Pd. H, yang memberikan gambaran tentang kondisi santri di Pondok Pesantren Bukit Al-Quran saat ini dan menyambut dengan baik kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan paparan materi oleh tim pengabdian masyarakat. Materi disampaikan oleh Yeyen Novita. Materi yang disampaikan berkaitan dengan pemahaman tentang pentingnya perencanaan bisnis dan pengenalan terhadap konsep Business Model Canvas (BMC). Peserta pelatihan sangat antusias dalam memperhatikan paparan materi tentang Business Model Canvas (BMC). Setelah penyampaian materi dilanjutkan demonstrasi tutorial cara mengisi setiap komponen yang ada dalam lembar kerja Business Model Canvas a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 (BMC) sesuai dengan rencana bisnis yang akan dijalankan oleh masing-masing santri secara step by step. Kegiatan demonstrasi didampingi oleh Ibu Yeyen Novita. Peserta dibentuk dalam beberapa kelompok untuk membuat dan menyusun Business Model Canvas (BMC). Hasilnya sebagian peserta mampu untuk membuat rencana bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC). Selain itu hasil dari dokumentasi sebagai berikut: Gambar 1. Dokumentasi Pengabdian Gambar 2. Template Lembar Kerja Business Model Canvas (BMC) a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dihasilkan beberapa hasil karya yakni berupa Business Model Canvas (BMC), sebagai berikut: Gambar 3. Beberapa hasil karya BMC oleh santri PP Bukit Al-Quran Kabupaten Demak Contoh di atas menggambarkan kreativitas santri dan santriwati dalam merencanakan suatu usaha. BMC usaha dipresentasikan berupa ide usaha makanan. Pada akhir kegiatan pelatihan ini seluruh peserta di wawancarai tentang pemahamannya terhadap materi pelatihan yang diikuti. Hasil analisa menjelaskan bahwa santri dan santriwati sudah paham secara keseluruhan tentang konsep dan tata cara menyusun Business Model Canvas (BMC). Kegiatan pelatihan kewirausahaan berbasis Business Model Canvas (BMC) bagi santri di Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak sudah dilaksanakan dengan mendapatkan hasil seperti berikut: Seluruh peserta kegiatan pelatihan dapat memahami dengan baik materi yang telah disampaikan yaitu Business Model Canvas (BMC) dan cara penyusunanya. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan santri terkait perencanaan bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC). Para santri mampu mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam bisnis mereka, termasuk segmen pelanggan, proposisi nilai, serta sumber pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan BMC memberikan kemudahan bagi santri dalam merancang dan mengevaluasi model bisnis secara Seluruh peserta kegiatan pelatihan mampu mengikuti dengan baik materi praktik menyusun Business Model Canvas (BMC). Dalam sesi diskusi dan praktik, santri menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan ide bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Beberapa peserta mengusulkan konsep usaha berbasis produk halal, seperti makanan ringan. Hal ini mencerminkan bahwa santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki wawasan dalam menciptakan peluang bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Seluruh peserta kegiatan pelatihan mulai memahami pentingnya perencanaan bisnis. Dalam tahap evaluasi pasca pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa lebih percaya diri dalam merancang dan mengimplementasikan rencana bisnis mereka. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik seperti BMC sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan santri. Mengingat pentingnya pelatihan kewirausahaan berbasis Business Model Canvas (BMC) dalam menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi Santri, diharapkan kegiatan ini dapat direncanakan dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga tidak hanya menghasilkan generasi muslim yang tidak hanya paham agama tetapi juga berdaya saing di berbagai bidang dan mampu berdikari secara ekonomi. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyampaian materi teori dan praktik tentang penyusunan Business Model Canvas (BMC) merupakan salah satu upaya yang mampu memberikan nilai tambah kemampuan santri ketika menghadapi dunia bisnis. Melalui kegiatan ini, para santri pondok pesantren Bukit Al-Quran mendapatkan skill dalam memahami dan menyusun Business Model Canvas (BMC), selain itu santri juga dapat memahami dan mempersiapkan diri menghadapi dunia bisnis. Dari hasil kegiatan tersebut para santri dapat dengan mudah memahami dan mengikuti kegiatan dengan baik hingga selesai pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan meningkatkan minat para santri dalam dunia bisnis secara optimal sesuai nilai-nilai Islam. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penghargaan dan terima kasih disampaikan kepada Bapak Ainul Yakin Hasan. Pd. H, atas dukungan yang diberikan. Pondok Pesantren Bukit Al-Quran Kabupaten Demak, beserta seluruh pengurus, para santri dan santriwati, yang telah berpartisipasi aktif dan bersemangat selama pelatihan berlangsung. DAFTAR REFERENSI Anggadwita. Dana. Ramadani. , & Ramadan. Empowering Islamic boarding schools by applying the humane entrepreneurship approach: the case of Indonesia. International Journal of Entrepreneurial Behaviour and Research, 27. , 1580Ae1604. https://doi. org/10. 1108/IJEBR-11-2020-0797 Fazlurrahman. Abqari. , & Wardoyo. Pesantren (Islamic Boarding School. : The Largest Form of Social Entrepreneurship in Indonesia. In Driving Entrepreneurship in Southeast Asia . 54Ae. Taylor and Francis. https://doi. org/10. 4324/9781003260783-5 Hakiem. Devi. Mulyadi. Islahudin. , & Atika. Islamic scholar thought on intrapreneurial leadership characteristic framework for islamic education institutions. Educational Administration: Theory Practice, 29. , 216Ae237. https://doi. org/10. 52152/kuey. Lin. -J. , & Pai. -Y. Terms and conditions Privacy policy Development of systematic business model innovation software prototype for teaching assistance and cases In International Journal of Systematic Innovation (Vol. Issue . ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 https://w. com/inward/record. uri?eid=2-s2. 085061878974&partnerID=40&md5=310a1ce50716a661cfb815d658ecf39 Mariyono. Maskuri, & Ghony. Entrepreneurial basic capital and its contribution to developing multicultural Islamic education. Journal of Education and Learning, 19. , 684Ae698. https://doi. org/10. 11591/edulearn. Patria. Students are Happier in Madrasah: The Results of Bayesian Analysis on Indonesian National Survey Data. Islamic Guidance and Counseling Journal, 6. , 1Ae16. https://doi. org/10. 25217/0020236406800 Pepin. Tremblay. Audebrand. , & Chassy. The responsible business model canvas: designing and assessing a sustainable business modeling tool for students and start-up entrepreneurs. International Journal of Sustainability in Higher Education, 25. , 514Ae538. https://doi. org/10. 1108/IJSHE-01-2023-0008 Rizan. Sumastuti. Prabowo. Kresnamurti. Hanoum. Anugrah. Safitri, . Fauzan. Febriani. , & Istikhomah. THE BUSINESS MODEL CANVAS IN DIGITAL ENTREPRENEURSHIP STRATEGY TO IMPROVE STUDENTSAo ENTREPRENEURIAL MINDSET. Corporate and Business Strategy Review, 5. , 47Ae61. https://doi. org/10. 22495/cbsrv5i3art5 Wibowo. Widjaja. Utomo. Kusumojanto. Wardoyo. Narmaditya. , & Wardana. The role of entrepreneurial education and Islamic values International Journal of Evaluation and Research in Education, 11. , 1607Ae1616. https://doi. org/10. 11591/ijere. Wibowo. Widjaja. Utomo. Kusumojanto. Wardoyo. Wardana. , & Narmaditya. Does Islamic values matter for Indonesian studentsAo entrepreneurial intention? The mediating role of entrepreneurial inspiration and attitude. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 13. , 242Ae263. https://doi. org/10. 1108/JIABR-03-2021-0090 ISSN : 2828-5700 .