163 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Vol. 7 No. Desember 2022 . RELATIONSHIP BETWEEN ENTREPRENEURSHIP SPIRIT. SELF-EFFICIENCY. AND ENTREPRENEURSHIP INTENTION IN THE CONTEXT OF MILLENIAL STUDENTS Mery Ramadani1. Novia Indah Lestari2 Universitas Serang Raya Email: noviaindahl22@gmail. ABSTRACT This study aims to examine the relationship between Entrepreneurial Spirit. Self-Efficacy, and Entrepreneurial Intention in the Context of Millennial Students. Data were obtained by online questionnaires to 103 millennial student respondents. The appropriate sample size is between 100-200 respondents so that interpretation estimates using the Structural Equation Model (SEM). For this reason, the number of samples will determine by the results of the calculation of the minimum sampling using the Slovin as 100, with the collected questionnaires of 103 respondents. Intake The research used a purposive sampling technique. The method used in this study is the Structural Equation Model (SEM) with the help of SPSS version 22 software. The results prove that entrepreneurial spirit has a positive relationship with entrepreneurial Self-efficacy is a mediation of the relationship between entrepreneurial spirit and entrepreneurial intentions. Keywords: entrepreneurial spirit. Self-efficacy. entrepreneurial intention HUBUNGAN ANTARA SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN. EFIKASI DIRI. DAN NIAT BERWIRAUSAHA DALAM KONTEKS MAHASISWA MILLENIAL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha dalam Konteks Mahasiswa Milenial. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner secara online melalui Google Form kepada 103 responden mahasiswa millenial. Ukuran sampel yang sesuai antara 100-200 responden agar dapat digunakan estimasi interpretasi dengan Structural Equation Model (SEM). Untuk itu jumlah sampel akan ditentukan berdasarkan hasil perhitungan sampel minimum menggunakan rumus slovin sebanyak 100, dengan kuisioner yang terkumpul yaitu 103 Pengambilan Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil penelitian membuktikan bahwa semangat berwirausaha memiliki hubungan positif dengan niat berwirausaha. Efikasi diri sebagai mediasi hubungan antara semangat berwirausaha dan niat berwirausaha. Kata Kunci: Semangat berwirausaha. Efikasi Diri. Niat Hubungan Antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha Dalam Konteks Mahasiswa Millenial (Mery Ramadani dan Novia Indah Lestar. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Kewirausahaan merupakan kegiatan yang menciptakan, menemukan mengevaluasi dan memanfaatkan peluang untuk menghasilkan produk berupa barang dan jasa. Kewirausahaan merupakan isu yang menarik untuk didiskusikan oleh para sarjana dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat individu, perusahaan serta negara. Saat ini kewirausahaan menjadi pilihan karir yang sangat baik, terutama di perusahaan seorang wirausaha memiliki peran penting untuk mendukung keberhasilan perusahaan tersebut (Jeraj & Maric, 2. Aktivitas bisnis mendorong perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Global Entrepreneurship Monitor . menyimpulkan bahwa untuk mengembangkan kewirausahaan adalah melalui pendidikan, standar sosial dan budaya. Roy et al . menyatakan bahwa kewirauhaan menjadi topik yang menarik dalam kebijakan publik dan perkembangan ekonomi. Salah satu topik dalam studi kewirausahaan yang menjadi perhatian banyak orang adalah entrepreneurial passion atau semangat berwirausaha. Semangat berwirausaha sangat penting karena dapat menghasilkan pasar dan produk baru melalui ide-ide inovatif dan kreatifitas. Menurut Campos . entrepreneurial passion mendorong individu untuk memikirkan niat berwirausaha. Semangat berwirausaha tingkat tinggi dapat membuat individu menciptakan bisnis dan mengekspresikan semangat mereka ke dalam tindakan. Semua wirausaha memiliki semangat, perasaan ini dapat mendorong wirausaha untuk menciptkan nilai. Tahap pertama untuk menciptakan nilai adalah entrepreneurial intention. Semangat berwirausaha merupakan faktor penting dalam mendorong aktivitas, perencanaan, dan proses kewirausahaan (Santos dan Cardon, 2. Beberapa penelitian mengenai kewirausahaan menunjukan bahwa mediasi dari entrepreneurial passion memiliki hubungan antara self-efficacy yang menghasilkan perilaku inovatif (Chavez & Guevara, 2. Penelitian lain menemukan bahwa efikasi diri sebagai mediasi hubungan antara semangat kewirausahaan dan niat berwirausaha (Neneh, 2. Menurut Hsu, et al . individu yang mempunyai efikasi diri tinggi dapat bereaksi positif dalam menghadapi lingkungan baru mereka, sedangkan individu yang memiliki efikasi diri rendah akan ragu untuk memulai lingkungan yang Cardon and Kirk . menyatakan bahwa entrepreneurial self-efficacy memiliki korelasi yang kuat dengan entrepreneurial passion. Kewirausahaan di negara maju telah dianggap sebagai cara untuk meningkatkan inovasi dan kemajuan teknologi, memiliki persaingan dan menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di negara tersebut (Primandanu, 2. Di negara maju, jumlah wirausaha mencapai 2% dari jumlah masyarakat, sedangkan di Indonesia baru memiliki 1,5% . Menurut Primandanu . penduduk di Indonesia lebih memilih untuk menjadi pegawai daripada wirausaha. Hal ini dikarenakan masih rendahnya semangat masyarakat Indonesia dalam berwirausaha. Dampaknya adalah berkurangnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya jumlah pengangguran, khususnya pengangguran intelektual. Di negara berkembang seperti Indonesia harus mulai mendorong masyarakat untuk menjadi pengusaha sejak mereka muda. Untuk itu, pemerintah dan dunia akademis membutuhkan pengetahuan yang lebih banyak mengenai berbagai faktor yang bisa mempengaruhi niat berwirausaha dalam konteks budaya yang berbeda dengan negara maju (Ozarrali. Jumlah wirausaha yang masih sedikit di negara berkembang seperti Indonesia sangat erat hubungannya dengan rendahnya niat berwirausaha. Tabel 1. Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Tingkat Pengangguran Terbuka Tidak/Belum pernah sekolah/ Belum Tamat & Tamat SD 2,39 3,61 3,61 SMP 4,72 6,46 6,45 SMA Umum 7,87 9,86 9,09 SMA Kejuruan 10,36 13,55 11,13 Diploma I/II/i 5,95 8,08 5,87 Universitas 5,64 7,35 8,98 Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakerna. Dari tabel diatas menunjukan bahwa tingkat pengangguran pada pendidikan diploma dan sarjana terbilang cukup tinggi dibandingkan pendidikan SD dan SMP. Oleh karena itu, individu yang memiliki pendidikan tinggi seperti mahasiswa diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri sesuai dengan keahliannya. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini untuk mengetahui hubungan semangat kewirausahaan, efikasi diri, dan niat berwirausaha dalam konteks mahasiswa milenial. TINJAUAN PUSTAKA Entrepreneurial Passion Passion telah di identifikasi sebagai atribut kognitif kritis seorang wirausaha yang berhubungan dengan kelangsungan, pertumbuhan dan kesuksesan bisnis (Mooradian et al. , 2016. Stenholm dan Renko 2. Entrepreneurial passion atau semangat berwirausaha dikaitkan dengan konsep diri dan peran identitas Penelitian lain menyatakan semangat berwirausaha adalah perasaan positif untuk melakukan aktivitas (Huyghe, et al, 2. Menurut Latham dan Pinder . Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 perasaan positif mempengaruhi valensi, harapan dan instrumental. Mereka mengatakan bahwa emosi dan perasaan dapat mempengaruhi proses untuk mencapai beberapa tujuan. Xie, et al . mengatakan semangat berwirausaha merupakan emosi positif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk mengatasi masalah bisnis, menemukan peluang dan merangsang ide-ide mengenai praktik bisnis. Entrepreneurial passion atau semangat berwirausaha dapat membuat individu untuk meningkatkan keterampilan mereka, kemampuan yang berkaitan dengan wirausaha, sehingga akan meningkatkan efikasi diri berwirausaha. Semangat berwirausaha merupakan faktor penting bagi niat berwirausaha. Banyak peneliti mengatakan pentingnya semangat dalam kegiatan kewirausahaan mereka (Cardon, et al, 2. Beberapa studi menyatakan bahwa semangat berwirausaha memotivasi pengusaha untuk mengidentifikasi peluang dan menciptakan bisnis baru sehingga menjadi faktor pendorong (Murnieks, et al, 2. Banyak penelitian menunjukan bahwa semangat berwirausaha merupakan aspek penting dalam proses penciptaan bisnis (Cardon dan Kirk, 2. Pentingnya semangat berwirausaha dalam membangun niat berwirausaha seringkali diabaikan dalam studi kewirausahaan, terutama di negara berkembang (Karimi, 2. Entrepreneurial passion dapat mendorong kreativitas dan kesadaran akan hal baru seperti model informasi yang dapat menemukan peluang baru (Baron, 2. Passion berkaitan dengan kemampuan wirausaha untuk menarik investor dan merekrut karyawan . e Mol et al, 2. Oleh karena itu, banyak dari akademis yang mengatakan bahwa semangat merupakan Aojantung. dalam berwirausaha (Cardon et al. ,2. Terdapat tiga sifat kewirausahaan, yaitu . Inventor adalah seseorang yang mengidentifikasi, menciptakan, dan mengeksplorasi peluang baru. Founder adalah seseorang yang tertarik untuk menciptakan bisnis untuk pasar dan menangkap peluang. Developer adalah seseorang yang tertarik dengan kegiatan pengembangan dan perluasan perusahaan setelah berdiri. Perbedaan semangat berwirausaha tersebut akan mempengaruhi tujuan dan hasil bisnis (Anjum et al. , 2021a, b. Karimi, 2. Entrepreneurial Self Efficacy Beberapa studi menunjukan bahwa self-efficacy atau efikasi diri berpotensi untuk menghasilkan sesuatu seperti upaya mengidentifikasi peluang (Schmitt et al. , 2. , niat berwirausaha dan kemampuan untuk mengatasi masalah dalam menghadapi rintangan (Bandura, 1. Menurut teori kognitif sosial, keyakinan efikasi diri memiliki banyak faktor dan diperkuat dengan empat cara, yaitu . Penguasaan. Role Modelling. Norma Subjektif. Keadaan Fisiologis. Penguasaan aktif mengacu pada pengalaman penguasaan pribadi yang dibentuk oleh pencapaian kinerja, seperti memulai Pengalaman berwirausaha mempengaruhi entrepreneurial self-efficacy seseorang karena menawarkan kesempatan untuk berulang kali terlibat dalam tugas dan mengembangkan kepercayaan pada kemampuan seseorang, sehingga berpotensi menghasilkan kinerja seseorang di masa depan. Self-efficacy atau efikasi diri merupakan pendorong bagi individu untuk mencapai tujuannya (Sun, et al, 2. Jadi, individu yang memiliki efikasi-diri berwirausaha memiliki keinginan untuk mencapai tujuan kewirausahaanya. Seseorang yang percaya bahwa mereka dapat mengendalikan bisnis baru cenderung mengembangkannya (Miao et al. Ward et al. , 2. Penelitian lain dari Neneh . dan Nowinski et al. mengatakan bahwa self-efficacy merupakan keyakinan seseorang dalam melakukan tugas kewirausahaan untuk mencapai tujuan. Dalborg dan Wincent . menyatakan bahwa ada hubungan positif antara kewirausahaan dengan entrepreneurial self-efficacy. Selain itu efikasi ediri juga menjadi mediator antara semangat wirausaha dan konsekuensi. Diantara karakter bisnis, beberapa penelitian menunjukan bahawa orientasi strategis dan budaya organisasi berhubungan dengan entrepreneurial self-efficacy, karena variable ini memberikan peluang untuk pembelajaran tidak langsung (Cooper et al, 2. Entrepreneurial self-efficacy memiliki hubungan positif dalam peningkatan investasi dana pribadi, jam kerja, pengembangan bisnis baru, mendorong tujuan, dan komitmen sehingga berdampak pada kinerja organisasi (Trevelvan. Cassar dan Friedman, 2. Menurut Brinckmann and Kim . entrepreneurial self-efficacy dapat meningkatkan keyakinan untuk memperoleh manfaat dari rencana bisnis. Beberapa penelitian mengungkapkan hubungan yang kuat antara entrepreneurial self-efficacy pemilik bisnis dan kinerja bisnis, termasuk persepsi subjektif kinerja, inovasi dan pertumbuhan (McGee dan Peterson, 2017 . Hallak et al. , 2. Penelitian lain yang dilakukan oleh Neneh . menunjukan bahwa semangat berwirausaha dapat meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan meningkatkan efikasi diri. Entrepreneurial Intention Niat adalah faktor motivasi yang dapat memprediksi perilaku (Linan & Fayolle, 2. Niat merupakan indikator bagi individu seberapa keras mereka bersedia melakukan aktivitas, upaya merencanakan untuk memindahkan aktivitas sampai melakukan Latihan. Entrepreneurial intention menggambarkan seseorang untuk meniti karir sebagai wirausaha. Individu yang berencana untuk memperhitungkan resiko dengan tujuan, mengumpulkan uang yang dibutuhkan dan memulai usaha. Menurut Karabulut . entrepreneurial intention harus dimulai dengan tindakan dan merupakan langkah pertama dalam membuat bisnis baru (De Clercq et al. , 2. Entrepreneurial intention atau niat berwirausaha didefinisikan sebagai keadaan pikiran yang pada akhirnya memimpin individu menuju pembentukan konsep bisnis baru dan berkarir di bidang kewirausahaan. Niat berwirausaha memainkan peran penting untuk setiap keputusan yang diambil untuk memulai bisnis. Niat merupakan enteseden langsung Hubungan Antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha Dalam Konteks Mahasiswa Millenial (Mery Ramadani dan Novia Indah Lestar. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 dari perilaku nyata, semakin kuat niat maka akan semakin besar perilaku nyata dalam berwirausaha (Hikkerovaa et al. Menurut Rantanen dan Toikko . entrepreneurial intention atau niat berwirausaha merupakan keyakinan untuk menjadi wirausaha sebagai karirnya. Menurut Thompson . entrepreneurial intention merupakan perencanaan untuk mendirikan bisnis baru. Lans, et al . mengakategorikan entrepreneurial intention, yaitu . classical entrepreneurial intention, yaitu niat untuk membangun bisnis. alternative entrepreneurial intention, yaitu niat untuk menjalankan bisnis yang sudah ada. entrepreneurial intention, yaitu niat menjadi wirausaha. Penelitian lain menunjukan bahwa niat berwirausaha dapat memprediksi persepsi individu mengenai profesi yag Niat berwirausaha dapat dianggap rendah jika persepsi individu juga rendah dan sebaliknya (Hsu et al. , 2. Niat berwirausaha terjadi karena berbagai faktor, individu yang berasal dari latar belakang wirausaha biasanya optimis untuk menjadi wirausahawan sebagai karir (Zellweger et al. , 2. Salah satu alasannya adalah karena kewirausahaan bisa menghasilkan kebutuhan seseorang (Wiklund et al. , 2. Di lain sisi jika dilihat dari kebutuhan psikologi, mereka yang berada pada garis kemiskinan menjadi waspada terhadap peluang inovatif, sehingga mendorong mereka untuk menjadi pengusaha (Shantz et al, 2. Mereka yang memiliki niat berwirausaha biasanya siap menghdapi segala kemungkinan resiko yang ada. Banyak peneliti percaya bahwa pengusaha dapat belajar dari kegagalan, kegagalan yang ekstrem sebenarya dapat menurunkan motivasi pengusaha untuk bergerak maju karena keadaan keuangan, biaya psikologi, dan persepsi negative dari masyarakat (Liu et al. , 2. Perspektif lain menurut Cai dan Winters . lulusan dari ilmu pengetahuan, teknologi, teknik atau matematika sebagian besar dibayar dengan baik dan mereka hanya menjadi pegawai, sehingga menghambat menjadi Entrepreneurial Passion Entrepreneurial Self-Efficacy Entrepreneurial Intention Gambar 1. Model Penelitian Keterangan : : Entrepreneurial Passion memiliki hubungan positif terhadap Entrepreneurial Intention : Entrepreneurial Self-Efficacy memiliki hubungan positif terhadap Entrepreneurial Intention : Entrepreneurial Passion memiliki hubungan positif terhadap Entrepreneurial Self-Efficacy :Entrepreneurial Self-Efficacy mediasi hubungan antara Entrepreneurial Passion dan Entrepreneurial Intention. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan berdasarkan variance atau componentbased structural equation modeling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuisioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner terdiri dari beberapa pernyataan dan menggunakan 5 skala likert . = sangat tidak setuju Ae 5 = sangat setuj. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa millennial. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 103 responden untuk mengisi kuisioner diambil antara bulan Mei Ae Juni 2022. Menurut Hair. Anderson. Tatham, & Black, . besarnya sampel bila terlalu besar akan menyulitkan untuk mendapat model yang cocok, dan disarankan ukuran sampel yang sesuai antara 100-200 responden agar dapat digunakan estimasi interpretasi dengan Structural Equation Model (SEM). Untuk itu jumlah sampel akan ditentukan berdasarkan hasil perhitungan sampel minimum, yaitu 103 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 103 responden, setelah melakukan penyebaran kuisioner responden yang terkumpul sebanyak 103 responden dengan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia. Pendidikan dan pekerjaan yang dijabarkan pada tabel berikut: Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Tabel 2. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jumlah Responden Persentase Jenis Kelamin Pria Wanita Total 43,69% 56,31% 100,00% 32,04% 66,02% 1,94% 100,00% 0,00% 0,97% 35,92% 18,45% 39,81% 4,85% 100,00% Pelajar/ Mahasiswa 83,50% Wiraswasta PNS Lain-lain Total 3,88% 0,97% 11,65% 100,00% Usia < 20 tahun 20 Ae 24 tahun 25 Ae 30 tahun Total Pendidikan SMP SMA Lain-lain Total Pekerjaan Sumber : Hasil Olah data penelitian, 2022 Uji Validitas Uji Validitas berkaitan dengan pengujian yang dilkaukan untuk mengetahui semua pernyataan . penelitian yang diajukan untuk mengukur variabel penelitian adalah valid. Tabel 3. Pengujian Validitas untuk Entrepreneurial Passion Indikator Loading EPP1 0,436 EPP2 0,841 EPP3 0,644 EPP4 0,796 Sumber: Data diolah SPSS 22 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Tabel 4. Pengujian Validitas untuk Entrepreneurial Passion (Setelah pembuangan nilai factor loading < 0,. Indikator Loading Kesimpulan EPP2 0,820 Valid EPP3 0,661 Valid EPP4 0,858 Valid Sumber: Data diolah SPSS 22 Berdasarkan tabel 2 diatas variabel Entrepreneurial Passion(EPP) memiliki 4 indikator. Dari ke-4 indikator tersebut ada beberapa indikator yang tidak memenuhi persayaratan dari HairAos Factor Loadings untuk 103 responden yakni sebesar 0,55. Indikator variabel dari Entrepreneurial Passion(EPP)yang tidak masuk ke dalam kriteria adalah sebagai berikut : EPP1, setelah dilakukan pembuangan pada indikator yang tidak memenuhi persyaratan dari nilai factor loading 0,55 maka hasil yang diperoleh baik dan sisa dari indikator EPP yang tidak dibuang semua memenuhi kriteria HairAos Factor Loadings untuk 103 responden yakni sebesar 0,55. Dengan demikian, berdasarkan tabel 3 diatas 3 indikator variabel Entrepreneurial Passion(EPP) yang dinyatakan valid. Hubungan Antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha Dalam Konteks Mahasiswa Millenial (Mery Ramadani dan Novia Indah Lestar. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Tabel 5. Pengujian Validitas untuk Entrepreneurial Self-Efficacy Indikator Loading ESE1 0,567 ESE2 0,614 ESE3 0,750 ESE4 0,800 ESE5 0,816 ESE6 0,734 ESE7 0,720 ESE8 0,765 ESE9 0,712 ESE10 0,751 ESE11 0,783 Sumber: Data diolah SPSS 22 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Variabel Entrepreneurial Self-Efficacy (ESE) memiliki 11 indikator. Dari ke-11 indikator tersebut semua mempunyai nilai factor loadings yang lebih besar dari 0,55 (HairAos Factor Loadings untuk 103 responde. Dengan demikian, 11 indikator tersebut dinyatakan valid. Tabel 6. Pengujian Validitas untuk Entrepreneurial Passion Indikator Loading EPP1 0,847 EPP2 0,855 EPP3 0,773 EPP4 0,805 Sumber: Data diolah SPSS 22 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Variabel Entrepreneurial Intention (EPI) memiliki 4 indikator. Dari ke-4 indikator tersebut semua mempunyai nilai factor loadings yang lebih besar dari 0,55 (HairAos Factor Loadings untuk 103 responde. Dengan demikian, 4 indikator tersebut dinyatakan valid . Uji Reliabilitas Dasar pengambilan keputusan uji reabilitas dapat disimpulkan sebagai berikut: Jika CronbachAos Alpha Ou 0. 6 Ie CronbachAos Alpha acceptable . onstruct reliabl. Jika CronbachAos Alpha < 0. 6 Ie CronbachAos Alpha poor acceptable . onstruct unreliabl. Tabel 7. Hasil CronbachAos Alpha Reliability Konstruk Items Entrepreneurial Passion Entrepreneurial Self-Efficacy Entrepreneurial Sumber: Data diolah SPSS 22 CronbachAos Coefficient Alpha 0,613 0,912 0,837 Tabel 8. Hasil CronbachAos Alpha Reliability (Setelah pembuangan nilai factor loading < 0,. CronbachAos Coefficient Konstruk Items Alpha Entrepreneurial Passion 0,676 Entrepreneurial Self-Efficacy 0,912 Entrepreneurial 0,837 Sumber: Data diolah SPSS 22 Keputusan Reliable Reliable Reliable Keputusan Reliable Reliable Reliable Berdasarkan tabel 7 diatas, hasil pengujian reliabilitas melihat koefisien CronbachAos Alpha untuk Entrepreneurial Passion dengan 4 item pertanyaan sebesar 0,613 > 0,60, keseluruhan konstruk yang digunakan dalam penelitian memenuhi kriteria reliabilitas. Berdasarkan table 4. 6 setelah ada pembuangan nilai factor loading < 0,5 maka hasil CronbachAos Alpha dari ke-3 indikator tersebut juga memiliki nilai sebesar 0,676 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,60. Oleh karena itu ke-3 indikator dari variabel Entrepreneurial Passion(EPP) dapat dipercaya . CronbachAos Alpha dari ke-11 indikator Entrepreneurial Self-Efficacy (ESE) memiliki nilai sebesar 0,912 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,912. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Oleh karena itu ke-11 indikator dari variabel tersebut dapat dipercaya . CronbachAos Alpha dari ke-4 indikator Entrepreneurial Intention (EPI )tersebut juga memiliki nilai sebesar 0,837 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,60. Oleh karena itu ke-4 indikator dari variable tersebut dapat dipercaya . Analisis Data Uji Kesesuaian Model Pengujian kesesuaian model . oodness-of-fit-mode. dilakukan dengan melihat beberapa kriteria pengukuran, yaitu: chiaquare. Goodness-of-Fit Index (GFI). Roat Mean Square Error of Aproximation (RMSEA). Adjusted Goodness-of Fit Index (AGFI). Turker Lewis-Index (TLI). Comparative Fit Index (CFI). Normed Chi-square (CMIN/d. Hasil pengukuran tingkat . oodness-of-fi. ditampilkan pada tabel di bawah ini: Tabel 9. Hasil Uji Model Fit . oodness-of-fit-mode. Goodness of fit Hasil Criteria Perhitungan . ut-off valu. Kesimpulan XA (Chi-squar. 376,349 Diharapkan kecil Poor Fit Significance 0,000 Ou 0,05 Poor Fit RMSEA NFI RFI IFI TLI CFI GFI AGFI 0,135 0,684 0,633 0,769 0,727 0,764 0,711 0,625 O 0,08 Ou 0,90 Ou 0,90 Ou 0,90 Ou 0,90 Ou 0,90 Ou 0,90 O GFI Poor Fit Poor Fit Poor Fit Poor Fit Poor Fit Poor Fit Poor Fit Goodness of fit Sumber: Data diolah AMOS 22 Dari hasil tabel 4. 7 di atas dapat disimpulkan bahwa dengan berbagai pendekatan yang digunakan dalam pengujian goodness of fit index dapat disimpulkan bahwa model yang dihasilkan masuk dalam kriteria goodness of fit karena masih ada satu hasil uji GOF pada tabel GOF Index yang masuk ke dalam kriteria yakni pada kriteria AGFI dimana nilai ketentuannya adalah O GFI . Jadi model yang digunakan dalam penelitian ini baik untuk melakukan pengujian selanjutnya. Uji Hipotesa Setelah dilakukan uji kesesuaian model, maka dapat dilakukan pengujian terhadap hipotesa dengan melihat hasil regresi pada pengolahan data dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Metode ini dipilih karena terdapat variabel dependen . yang menjadi variable independent . untuk variabel yang lainnya. Adapun dasar pengambilan keputusan uji hipotesa adalah dengan membandingkan besarnya p-value dengan level of significant sebesar 5% (Alpha 0,. Jika p-value < 0,05, maka Ho ditolak, sedangkan jika p-value > 0,05, maka Ho gagal untuk ditolak . Tabel 10. Hasil Uji Hipotesa (Direc. Variabel Beta EPP Ie EPI 0,639 ESE Ie EPI 0,685 EPP Ie ESE 0,394 Sumber: Data diolah AMOS 22 Std. Error 0,195 0,256 0,112 Tstat 3,499 2,679 3,271 Sig 0,001 0,007 0,000 Keputusan H1 diterima H2 diterima H3 diterima H1: Entrepreneurial Passion memiliki hubungan positif terhadap Entrepreneurial Intention Entrepreneurial Passion memiliki nilai koefisien sebesar 0,639, artinya semakin tinggi persepsi Entrepreneurial Passion maka dapat menaikkan persepsi dari Entrepreneurial Intention yaitu sebesar 0,639 satuan. H2: Entrepreneurial Self-efficacy memiliki hubungan positif terhadap Entrepreneurial Intention Entrepreneurial Self-Efficacy memiliki nilai koefisien sebesar 0,685, artinya semakin tinggi persepsi Entrepreneurial Self-Efficacy maka dapat menaikkan persepsi dari Entrepreneurial Intention yaitu sebesar 0,585 satuan. H3: Entrepreneurial Passion memiliki hubungan positif terhadap Entrepreneurial Self-Efficacy Entrepreneurial Passion memiliki nilai koefisien sebesar 0,394, artinya semakin tinggi persepsi Entrepreneurial Passion maka dapat menaikkan persepsi dari Entrepreneurial Self-Efficacy yaitu sebesar 0,394 satuan. Hubungan Antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha Dalam Konteks Mahasiswa Millenial (Mery Ramadani dan Novia Indah Lestar. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Tabel 11. Hasil Uji Hipotesa (Indirect Effec. Hipotesa Entrepreneurial Self-Efficacy memediasi hubungan Entrepreneurial Passion Entrepreneurial Intention (EPP Ie ESE Ie EPI) Estimate P-Value Keterangan H4 Diterima (Alpha 5%) Sumber: Data diolah AMOS 22 H4: Entrepreneurial Self-Efficacy memediasi hubungan antara Entrepreneurial Passion terhadap Entrepreneurial Intention Berdasarkan hasil pengujian statistik diketahui besarnya koefisien dari Entrepreneurial Passion memiliki hubungan terhadap Entrepreneurial Intention yang dimediasi oleh Entrepreneurial Self-Efficacy adalah sebesar 0,270 artinya semakin tinggi persepsi Entrepreneurial Self-Efficacy yang memediasi hubungan antara Entrepreneurial Passion maka semakin tinggi juga persepsi terhadap Entrepreneurial Intention sebesar 0,270 satuan. Sumber: Data diolah AMOS 22 Gambar 3. Model Penelitian Structural Equation Modelling (SEM) Pembahasan Hubungan Entrepreneurial Passion dengan Entrepreneurial Intention Hasil pengujian statistik menunjukkan hubungan entrepreneurial passion dengan entrepreneurial intention. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan sejalan dengan penelitian Indyastuti et al. yang mengatakan terdapat pengaruh positif antara entrepreneurial passion dengan entrepreneurial intention. Hal ini didukung oleh penelitian lain yang mengatakan entrepreneurial passion membuat individu berniat untuk menciptakan ide dan wawasan kewirausahaan. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa millennial memiliki semangat kewirausahaan. Passion adalah energi yang positif yang dapat mendorong individu berbuat sesuatu. Entrepreneurial passion memainkan peran penting dalam entrepreneurial intention dan merupakan pusat aktivitas kewirausahaan dan menciptakan bisnis (Biraglia dan Kadile, 2017. Schenkel. Farmer, dan Maslyn, 2019. Karimi, 2020. Cardon et al. , 2. Hubungan Entrepreneurial Self-efficacy dengan Entrepreneurial Intention Hasil pengujian statistik menunjukkan hubungan entrepreneurial self-efficacy dengan entrepreneurial intention Maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan sejalan dengan penelitian Indyastuti et al. terdapat pengaruh positif yang signifikan antara entrepreneurial self-efficacy terhadap entrepreneurial intention. Banyak teori yang menyatakan bahwa self-efficacy mempengaruhi entrepreneurial intention (Chen et al. , 1998. Neneh, 2020. Li et al. , 2. Hal ini didukung oleh Bandura . yang mengatakan bahwa self-efficacy mempengaruhi bagaimana seorang individu akan bereaksi terhaap penetapan tujuan. Individu akan menerima penetapan tujuan ketika memiliki efikasi yang tinggi. Penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa millennial yang memiliki entrepreneurial self-efficacy tinggi akan berniat untuk mengembangkan bisnisnya, demikian sebaliknya. Hubungan Entrepreneurial Passion dengan Entrepreneurial Self-Efficacy Hasil pengujian statistik menunjukkan entrepreneurial passion dengan entrepreneurial self-efficacy. Maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan sejalan dengan penelitian Indyastuti et al. bahwa terdapat pengaruh positif antara entrepreneurial passion terhadap entrepreneurial self-efficacy. Entrepreneurial passion membuat individu memiliki entrepreneurial self-efficacy. Emosi positif, semangat pekerjaan dapat mendorong individu untuk berpikir bahwa mereka dapat mengatasi dan melakukan pekerjaan tersebut. Penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa millennial yang berjiwa wirausaha mampu menghadapi, masalah, tantangan dan resiko menjalankan bisnis. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Entrepreneurial Self-Efficacy memediasi hubungan antara Entrepreneurial Passion terhadap Entrepreneurial Intention Hasil pengujian statistik menunjukkan Entrepreneurial Passion memiliki pengaruh terhadap Entrepreneurial Intention yang dimediasi oleh Entrepreneurial Self-Efficacy. Maka dapat disimpulkan bahwa H4 diterima dan sejalan dengan penelitian Indyastuti et al. Entrepreneurial Self-Efficacy merupakan mediator hubungan antara Entrepreneurial Passion dan Entrepreneurial Intention. Hasil ini sejalan dengan peneltian Neneh . dan Li et al. yang menemukan bahwa Entrepreneurial passion mempengaruhi Entrepreneurial self-efficacy yang dapat meningkatkan entrepreneurial self-efficacy intention. Semakin tinggi entrepreneurial passion dan intention, maka akan semakin meningkatkan rasa percaya diri seseorang tersebut, sehingga self efficacy diyakini dapat memediasi semangat Variabel self-efficacy diharapkan mampu menjadikan total pengaruh terhadap kesiapan berwirausaha menjadi lebih besar. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu: . Terdapat hubungan entrepreneurial passion dengan entrepreneurial intention. Semakin tinggi semangat berwirausaha, maka semakin tinggi pula niat berwirausaha, sehingga mendorong mahasiswa millennial untuk menjadi wirausaha muda karena semanat berwirausaha adalah kunci sukses bisnis. Tedapat hubungan entrepreneurial self-efficacy dengan entrepreneurial intention, efikasi diri yang tinggi akan memotivasi untuk niat mahasiswa millennial untuk menjadi . Terdapat hubungan entrepreneurial passion dengan entrepreneurial self-efficacy, sehingga semangat wirausaha yang tinggi akan menumbuhkan efikasi diri mahasiswa millennial. Entrepreneurial Passion memiliki hubungan terhadap entrepreneurial Intention yang dimediasi oleh entrepreneurial Self-Efficacy. Wirausaha yang memiliki semangat tinggi didahului oleh efikasi diri yang dapat mendorong semangat berwirausaha dan niat berwirausaha. Beberapa saran yang dapat diberikan, yaitu: . Pelaksanaan dan mengembangkan minat berwirausaha perlu untuk meningkatkan self-efficacy pada mahasiswa millennial melalui pelatihan kewirausahaan. Upaya intensif pembinaan kelembagaan perlu untuk memperkuat jejaring komunikasi dan kerjasama antar mahasiswa millennial baik secara online atau offline. Upaya memaksimalkan potensi generasi millennial perlu untuk meningkatkan kompetensi wirausaha, sehingga mampu berdaya saing DAFTAR RUJUKAN Anjum. Farrukh. Heidler. and Tautiva. AuEntrepreneurial intention: creativity , entrepreneurship , and university supportAy,Journal of Open Innovation: Technology. Market, and Complexity. Vol. 7 No. 1, pp. Anjum. Heidler. Amoozegar. and Anees. AuThe impact of entrepreneurial passion on the entrepreneurial intention. moderating impact of perception of university supportAy. Administrative Sciences. Vol. 11 No. 2, p. Bandura. Self-Efficacy: The Exercise of Control. Freeman. Baron. The Role of Affect in the Entrepreneurial Process. The Academy of Management Review, 33 . , 328340,https://doi. org/10. 5465/amr. Brinckmann. Kim. Why We Plan: The Impact of Nascent EntrepreneursAo Cognitive Characteristics and Human Capital on Business Planning. Strategic Entrepreneurship Journal, 9. , 153-166. https://doi. org/10. 1002/sej. Campos. Impact of entrepreneurial passion on entrepreneurial orientation with the mediating role of entrepreneurial alertness for technologybased firms in Mexico. Journal of Small Business Enterprise Development, 24. , 353Ae374. https://doi. org/10. 1108/jsbed-10-2016-0166 Cardon. Gregoire. Stevens, & P. Patel. Measuring entrepreneurial passion: Conceptual Journal Business Venturing, . , 373Ae396. http://dx. org/10. 1016/j. Cardon. & Kirk. Entrepreneurial passion as mediator of the self-efficacy to persistence relationship. Entrepreneurship: Theory and Practice, 39. , 1027-1050. https://doi. org/10. 1111/etap. Cardon. Wincent. Singh. , & Drnovsek. The nature and experience of entrepreneurial passion. Academy of Management Review, 34. , 511Ae532. https://doi. org/10. 5465/amr. Cassar. , & Friedman. Does Self-Efficacy Affect Entrepreneurial Investment? Strategic Entrepreneurship Journal, 3, 241Ae260. https://doi. org/10. 1002/sej. Chavez. & Guevara. , . Entrepreneurial passion and self-efficacy as factors explaining innovative behavior: A Mediation Model. International Journal of Economics and Business Administration, 8. , 352-373. https://doi. org/10. 35808/ijeba/522 Cooper. Peake. Watson. Seizing Opportunities: The Moderating Role of Managerial Characteristics on the Relationship between Opportunity-Seeking and Innovation Efficacy in Small Businesses. Journal of Small Business Management, 54. , 1038-1058. https://doi. org/10. 1111/jsbm. Hubungan Antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha Dalam Konteks Mahasiswa Millenial (Mery Ramadani dan Novia Indah Lestar. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Dalborg. Wincent. The idea is not enough: The role of self-efficacy in mediating the relationship between pull entrepreneurship and founder passion - a research note. International Small Business Journal, 33. , 974-984. https://doi. org/ 10. 1177/0266242614543336. De Mol. Cardon. , de Jong. Khapova. and Elfring. AuEntrepreneurial passion diversity in new venture teams: an empirical examination of short- and long-term performance implicationsAy. Journal of Business Venturing. Elsevier. Vol. 35 No. 4, p. De Clercq. Honig. and Martin. AuThe roles of learning orientation and passion for work in the formation of entrepreneurial intentionAy. International Small Business Journal. Sage Publications Sage UK. London. England. Vol. 31 No. 6, pp. Global Entrepreneurship Monitor . Global Entrepreneurship Monitor: Global Report 2018/2019. Global Entrepreneurship Monitor, available at: http://w. org/report/50012. Hair. Anderson. Tatham. , & Black. Multivariate Data Analysis 7th Edition. New Jersey: Prentice-Hall. Hair. Huit. Proksch. Sarstedt. Pinkwart. , & Ringle. Addressing endogeneity in international marketing applications of partial least squares structural equation modeling. Journal of International Marketing. https://doi. org/10. 1509/jim. Hallak. Lindsay. Brown. Examining the Role of Entrepreneurial Experience and Entrepreneurial SelfEfficacy SMTE Performance. Tourism Analysis, 16. , https://doi. 3727/108354211x13202764960744. Hsu. Burmeister-Lamp. Simmons. Foo. Der. Hong. , & Pipes. AuI know I can, but I donAot fitAy: Perceived fit, self-efficacy, and entrepreneurial intention. Journal of Business Venturing, 34. , 311Ae326. https://doi. org/10. 1016/j. Hikkerovaa. NyockIlouga. and Sahut. -M. AuThe entrepreneurship process and the model of volitionAy. Journal of Business Research. Vol. 65 No. 5, pp. 1868-1873, doi: 10. 1016/j. Huyghe. Knockaertb, and M. Obschonka. AuUnraveling the AuPassion OrchestraAy in Academia. Ay Journal Business Venturing 31: 344Ae364. Huyghe. Knockaertb, and M. Obschonka. AuUnraveling the AuPassion OrchestraAy in Academia. Ay Journal Business Venturing 31: 344Ae364. Huyghe. Knockaertb, and M. Obschonka. AuUnraveling the AuPassion OrchestraAy in Academia. Ay Journal of Business Venturing 31: 344Ae364. Indyastuti. DL. Suwandari. Lusi. Fitrijati. Rachmi Krisnhoe. ) The relationship between entrepreneurial passion, entrepreneurial self efficacy, and entrepreneurial intention in housewives context. Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa. doi: https://doi. org/10. 25105/jmpj. Jeraj . Mitja and Maris Miha. Relation between Entrepreneurial Curiosity and Entrepreneurial Self-efficacy: a Multi-Country Empirical Validation. Journal Of Management. Informatics and Human Resouces. Volume & Issue: Volume 46 . - Issue 6. doi: https://doi. org/10. 2478/orga-2013-0027 Karabulut. AuPersonality traits on entrepreneurial intentionAy. Procedia - Social and Behavioral Sciences. Vol. 229, pp. Karimi. AuThe role of entrepreneurial passion in the formation of studentsAo entrepreneurial intentionsAy. Applied Economics. Routledge. Vol. 52 No. 3, pp. Lans. Gulikers. , and Batterink. Moving beyond traditional measures of entrepreneurial intentions in a study amongst life-sciencesAo students in the Netherlands. Research in Post-Compulsory Education, 15. , 259-274 Liyyn. , & Fayolle. A systematic literature review on entrepreneurial intentions: Citation, thematic analyses, and research agenda. International Entrepreneurship and Management Journal, 11. , 907Ae https://doi. org/10. 1007/s11365-015-0356-5 McGee. Peterson. The long-term impact of entrepreneurial self-efficacy and entrepreneurial orientation on venture performance. Journal of Small Business Management. http://dx. org/10. 1111/jsbm. Mooradian. Matzler. Uzelac. Bauer. Perspiration and inspiration: grit and innovativeness as antecedents Journal Economic Psychology, https://doi. org/10. 1016/j. Neneh. BN . Entrepreneurial passion & entrepreneurial intention: The role of social support and entrepreneurial selfefficacy. Studies in Higher Education. https://doi. org/10. 1080/03075079. Neneh. From entrepreneurial intentions to behavior: The role of anticipated regret and proactive personality. Journal of Vocational Behavior, 112, 311Ae324. https://doi. org/10. 1016/j. Nowinski. Haddoud. Lanearie. Egerova. , & Czegledi. The impact of entrepreneurship education, entrepreneurial self-efficacy and gender on entrepreneurial intentions of university students in the Visegrad countries. Studies in Higher Education, 44, 361Ae379. https://doi. org/10. 1080/03075079. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Miao. Qian. , & Ma. The relationship between entrepreneurial self-efficacy and firm perfomance: A metaanalysis of main and moderator effects. Journal of Small Business Management, 55 . , 87-107. http://dx. org/10. 1111/jsbm. Ozarrali. , & Rivenburgh. Entrepreneurial Intention: Antecedence to Entrepreneurial Behavior in the USA and Turkey. Journal of Global Entrepreneurship Research, 6. https://doi. org/10. 1186/s40497-0160047-x Ozarrali. , & Rivenburgh. Entrepreneurial Intention: Antecedence to Entrepreneurial Behavior in the USA and Turkey. Journal of Global Entrepreneurship Research, 6. https://doi. org/10. 1186/s40497-0160047-x Ozarrali. , & Rivenburgh. Entrepreneurial Intention: Antecedence to Entrepreneurial Behavior in the USA and Turkey. Journal of Global Entrepreneurship Research, 6. https://doi. org/10. 1186/s40497-016-0047-x Rantanen. & Toikko. Social values, societal entrepreneurship attitudes and entrepreneurial intention of young people in the Finnish welfare state. Poznan University of Economics Review, 13. , 7-25. Roy. Akhtar. , & Das. Entrepreneurial intention among science & technology students in India: Extending the theory of planned behavior. International Entrepreneurship and Management Journal, 13. , 1013Ae1041. https://doi. org/10. 1007/s11365-017-0434-y Shantz. Alfes. Truss. , & Soane. The role of employee engagement in the relationship between job design and task performance, citizenship, and deviant behaviors. International Journal of Human Resource Management. https://doi. org/10. 1080/09585192. Stenholm. Renko. Passionate bricoleurs and new venture survival. Journal of Business Venturing, 31. , 595611. https://doi. org/10. 1016/j. Santos. , & Cardon. WhatAos love got to do with it? Team entrepreneurial passion and performance in Entrepreneurship Theory Practice, 43. , 475Ae504. https://doi. org/10. 1177/1042258718812185 Schmitt. Rosing. Zhang. and Leatherbee. AuA dynamic model of entrepreneurial uncertainty and business opportunity identification: exploration as a mediator and entrepreneurial self-efficacy as a moderatorAy. Entrepreneurship Theory and Practice. Vol. 42 No. 6, pp. Sugiyono . Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alphabet. Thompson. Individual Entrepreneurial Intent: Construct Clarification and Development of an Internationally Reliable Metric. Entrepreneurship Theory and Practice, 33, 669-694. https://doi. org/10. 1111/j. Wiklund. Yu. Tucker. Marino. ADHD, impulsivity and entrepreneurship. Journal of Business Venturing, 32. , 627Ae656. doi:10. 1016/j. Zellweger. Sieger. Halter. Should I stay or should I go? Career choice intentions of students with family business background. Journal of Business Venturing, 26. , 521Ae536 Xie. Chen. , & Ye. Does entrepreneurial passion contribute to entrepreneurial success? Management Review, 28. , 170Ae181. Retrieved from http://journal05. cn/jweb_glpl/EN/Y2016/V28/I11/170 Ward. Esposito. Virtual Reality in Transition Program for Adults with Autism: Self-Efficacy. Confidence, and Interview Skills. Contemp School Psychol 23, 423Ae431. https://doi. org/10. 1007/s40688-018-01959 Hubungan Antara Semangat Kewirausahaan. Efikasi Diri, dan Niat Berwirausaha Dalam Konteks Mahasiswa Millenial (Mery Ramadani dan Novia Indah Lestar.