JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) p-ISSN : 2808-8786 . VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 312 Ae 322 e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Optimalisasi Kinerja Umkm Di Era Digital Melalui Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Susi Dwi Handika1 Ahmad Ashifuddin Aqham2. Haris Ihsanil Huda3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Studi Ekonomi Modern Jl. Diponegoro No. Dusun I Wirogunan. Kec. Kartasura Universitas Sains dan Teknologi Komputer Semarang Jalan Majapahit 605 Semarang, e-mail: susidwi217@gmail. com, ashif@gmail. com, haris@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 18 Juli 2025 Recived in revised form 11 Agustus 2025 Accepted 30 September 2025 Available online 30 Oktober 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Accounting Information System (AIS) implementation and the use of information technology on the performance of MSMEs in Rembang Regency. The results show that AIS implementation has a negative and insignificant effect on MSME performance. In contrast, the use of information technology has a positive and significant effect on MSME performance. Simultaneously, the implementation of AIS and the use of information technology have a positive and significant effect on MSME performance. These findings indicate that the optimal use of information technology plays a more important role in improving MSME performance compared to AIS implementation, which is not yet fully understood by business actors. Keywords: SIA. Information Technology. MSME Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Rembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja UMKM. Sebaliknya, pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Secara simultan, penerapan SIA dan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi secara optimal lebih berperan dalam meningkatkan kinerja UMKM dibandingkan dengan penerapan SIA yang belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku usaha. Kata Kunci: SIA. Teknologi Informasi. UMKM. PENDAHULUAN Di era globalisasi. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data . , terdapat 64,2 juta pelaku UMKM, yang menyerap 97% tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 61,1% terhadap Produk Domestik Bruto . Peran signifikan UMKM juga terlihat di Kabupaten Rembang, yang memiliki lebih dari 7. 686 pelaku UMKM di sektor perdagangan besar, eceran, serta reparasi kendaraan bermotor (DISKOPUMKM Remban. Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan dan mengembangkan sektor UMKM karena dianggap mampu meningkatkan perekonomian Namun, meskipun memiliki potensi besar, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usahanya, khususnya dalam aspek manajerial dan pengelolaan keuangan yang efektif. Received 18 Juli, 2025. Revised 11 Agustus, 2025. Accepted 30 September, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM di Rembang adalah pengelolaan keuangan yang belum Banyak pelaku UMKM masih mencatat transaksi secara manual tanpa mengikuti prinsip akuntansi, seperti jurnal harian atau laporan laba rugi. Hal ini membuat pencatatan rentan terhadap kesalahan dan menghambat proses pengambilan keputusan usaha. , pelaku UMKM masih kesulitan dalam menyusun laporan keuangan secara sistematis. Selain itu, mereka cenderung mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, serta belum memahami pentingnya sistem akuntansi yang sesuai standar. Penelitian Siahaan. Doloksaribu, & . juga menyoroti rendahnya pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) di kalangan UMKM karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap manfaatnya dalam mendukung pengambilan keputusan yang efektif. UMKM di Rembang menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan bersaing, kurangnya pemanfaatan media promosi, serta permasalahan permodalan dan sertifikasi produk (Radio R2B, 2019. Selain itu, pelaku UMKM juga masih kurang memahami teknologi informasi, yang penting untuk mendukung operasional bisnis . Nabiya & . menyatakan bahwa meskipun jumlah produk UMKM banyak, pelaku usaha masih kesulitan meningkatkan produktivitas dan belum mengelola keuangan dengan baik. Banyak yang tidak mencatat transaksi dan mencampurkan aset pribadi dengan usaha karena alasan kesibukan dan kurangnya pengetahuan akuntansi (Veny. Astanti, & . Arifin. Aziz, & . Padahal laporan keuangan sangat penting sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan, serta sebagai indikator kinerja produktivitas (Yuliati. Sudarmiatin, & . Di era digital, penerapan teknologi informasi dalam Sistem Informasi Akuntansi . Teknologi informasi membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi operasional melalui perangkat keras . omputer, kasir, printer, ponse. dan perangkat lunak . plikasi akuntans. Kombinasi ini mempermudah pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan, yang dapat digunakan untuk menentukan harga, menyusun laporan keuangan, hingga merencanakan pengembangan usaha. Dengan memahami dan memanfaatkan perangkat keras dan lunak akuntansi secara optimal, pelaku UMKM dapat meningkatkan kinerja bisnis. Penelitian ini akan mengeksplorasi sejauh mana pemanfaatan teknologi dan SIA berdampak terhadap peningkatan kinerja UMKM di Kabupaten Rembang, serta menemukan strategi yang tepat untuk mendorong adopsi teknologi demi mendorong efisiensi dan daya saing usaha. TINJAUAN PUSTAKA Teori Kontingensi Teori Kontingensi yang diperkenalkan oleh Drazin dan Van de Ven . menyatakan bahwa efektivitas organisasi bergantung pada kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, melalui tiga pendekatan utama: sistem, interaksi, dan seleksi. Banyak faktor yang memengaruhi kinerja organisasi, salah satunya adalah kemunculan revolusi industri 4. 0 yang mengubah karakter lingkungan bisnis melalui teknologi canggih (Putri. Widyastuti. Maidani, & . Adaptasi terhadap teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi, daya saing, serta memperluas akses pasar. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan strategi yang tepat dalam mengintegrasikan teknologi guna mempertahankan daya saing di pasar yang terus Sistem informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi . , serta dirancang untuk mengelola laporan keuangan organisasi, baik perusahaan besar maupun UKM . Menurut Hastuty HS. Agus. Salsabila, & . SIA bertanggung jawab atas penyiapan informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi untuk kebutuhan internal dan eksternal perusahaan. Dengan demikian. SIA dapat disimpulkan sebagai sistem yang menggabungkan konsep akuntansi dan teknologi informasi untuk menghasilkan informasi keuangan yang akurat dan andal. Teknologi dalam SIA membantu pelaku usaha dalam mencatat, memproses, menganalisis, dan menyajikan data keuangan secara otomatis, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya serta mengurangi risiko kesalahan manusia. Kinerja UMKM dapat ditingkatkan dengan menerapkan sistem informasi akuntansi yang baik dan tepat Afifah & . Penerapan sistem informasi akuntansi mampu memberikan pengaruh positif terhadap kinerja UMKM, sehingga dengan menerapkan sistem informasi akuntansi yang tepat dapat meningkatkan kinerja UMKM Farina & . Oleh karena itu, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H1 : Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja UMKM Teknologi Informasi Teknologi Informasi merupakan sekumpulan alat yang digunakan untuk menangani dan mengolah informasi, mencakup perangkat lunak, perangkat keras, dan useware . Penggunaannya sangat penting bagi pelaku Optimalisasi Kinerja Umkm Di Era Digital Melalui Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi (Susi Dwi Handika, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 UMKM karena memungkinkan pengiriman, penerimaan, pengolahan, penyimpanan, dan penanganan informasi secara menyeluruh. Teknologi informasi juga mendukung keleluasaan produksi dan media promosi melalui sosial media serta e-commerce yang hemat biaya. Selain itu, teknologi ini meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi biaya, mengotomatisasi proses bisnis dan meningkatkan produktivitas. Teknologi informasi mengacu pada bentuk teknologi untuk membagikan, mengolah, dan memproses informasi secara elektronik . , serta memfasilitasi komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan, memberikan layanan yang responsif dan efisien. Pemanfaatan teknologi informasi mempercepat transformasi UMKM dengan memanfaatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi, serta menjadikan UMKM berdaya saing global jika mampu menjalankan bisnis secara andal dan berbasis teknologi informasi . Menurut Damayati dan . , menyatakan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini sangat diperlukan untuk membantu dalam perkembangan dan kemajuan UMKM. Pemanfaatan teknologi informasi secara efektif dapat mendorong peningkatan kinerja bisnis, karena memungkinkan aktivitas pemasaran dan penjualan dilakukan dengan lebih fleksibel. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu mengadopsi teknologi informasi berbasis internet sebagai alat global dalam menjalankan komunikasi bisnis . Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H2 : Teknologi Informasi Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja UMKM H3 : Sistem Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi berpengaruh Secara Stimultan terhadap Kinerja UMKM Kinerja UMKM Kinerja adalah hasil kerja dan tingkat keberhasilan seseorang atau organisasi dalam menjalankan tugas dan kewajiban selama jangka waktu tertentu sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Menurut Farina & . , terdapat tiga pendekatan asumsi dalam menilai kinerja UMKM. Pertama, kinerja diukur secara kuantitatif. kedua, penilaian kinerja dapat dilakukan melalui indikator keuangan. dan ketiga, pengukuran keberhasilan umumnya diterapkan oleh perusahaan besar yang memiliki struktur tata kelola yang jelas. Kerangka Pemikiran Sistem Informasi Akuntansi (X. Kinerja UMKM (Y) Teknologi Informasi (X. Gambar 1: Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menekankan pengukuran variabel, pengumpulan data numerik, serta analisis statistik untuk menguji teori atau hipotesis . Tujuannya adalah mengeksplorasi hubungan antar variabel secara objektif dan menghasilkan temuan yang dapat digeneralisasi. Objek penelitian adalah pelaku UMKM di bidang perdagangan dan jasa di Kabupaten Rembang. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM di wilayah tersebut, sebanyak 7. 686 usaha . Sampel dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria tertentu seperti telah beroperasi minimal satu tahun dan berlokasi di Kabupaten Rembang . Untuk menentukan jumlah sampel, digunakan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 10%. ycu= ycu= . ycu = 98,71 . Maka jumlah sampel yang akan di ambil oleh peneliti adalah sebanyak 100 pelaku usaha di Kabupaten Rembang. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer, atau data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari para pelaku UMKM. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh secara langsung melalui pengisian kuesioner atau angket. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Responden Data responden dalam penelitian ini diperoleh dari 100 responden. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemilik dan karyawan yang bekerja di Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang. Deskripsi data responden ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai identitas responden dalam penelitian ini yang berdasarkan sampel yang telah ditentukan. Karakteristik pada penelitian ini dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan terakhir. Untuk memperjelas deskripsi data responden yang telah ditetapkan, data akan disajikan dalam bentuk tabel sebagai Tabel 2: Deskripsi Responden menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%) Laki Ae Laki Perempuan Total Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa responden perempuan memiliki presentase sebesar 67% dan responden laki-laki memiliki nilai presentase sebesar 33% yang artinya responden perempuan lebih banyak daripada responden laki-laki. Tabel 3: Deskripsi Responden menurut Usia Usia Jumlah Presentase (%) < 25 Tahun 25-35 Tahun 36-45 Tahun 45-55 Tahun > 55 Tahun Total Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 100 responden yang dijadikan sampel, sebanyak 55% responden berusia 25 - 35 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak. Hal ini menunjukkan bahwa pada usia tersebut dapat dikatakan sebagai usia produktif, yang kemungkinan besar memiliki pengalaman kerja yang cukup dan tanggung jawab yang lebih besar dalam pekerjaan. Tabel 4: Deskripsi Responden menurut Masa Bekerja Masa Kerja Jumlah Presentase (%) 1-5 Tahun 6-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun Total Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa pada penelitian ini responden terbanyak dengan lama bekerja 1 Ae 5 tahun yaitu sebanyak 81 orang dengan nilai presentase sebesar 81% kemudian responden terbanyak kedua yaitu dengan lama bekerja 6 Ae 10 tahun yaitu sebanyak 13 orang dan nilai presentase sebesar 14%, selanjutnya responden dengan lama bekerja 16 Ae 20 tahun yaitu sebanyak 4 orang dan nilai presentase sebesar 4%. Optimalisasi Kinerja Umkm Di Era Digital Melalui Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi (Susi Dwi Handika, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Terakhir responden dengan lama bekerja 11 Ae 15 tahun yaitu sebanyak 2 orang dan nilai presentase sebesar Tabel 5: Deskripsi Responden menurut Tingkat Pendidikan Terakhir Pendidikan Jumlah Presentase (%) SMP SMA/SMK D3/S1 Total Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 5 diatas menunjukkan bahwa dalam penelitian ini responden terbanyak menurut pendidikan adalah taraf pendidikan SMA/SMK yaitu sebanyak 80 orang dengan nilai presentase sebesar 80% kemudian responden dengan taraf pendidikan D3/S1 sebanyak 11 orang, selanjutnya responden dengan taraf pendidikan SMP sebanyak 7 orang dan yang terakhir responden dengan taraf pendidikan SD sebanyak 2 Perhitungan Uji Instrumen Uji Validitas Tabel 6: Hasil Uji Validitas Pernyataan R hitung R tabel X1. 0,603 0,256 X1. 0,650 0,256 Sistem X1. 0,749 0,256 Informasi X1. 0,556 0,256 Akuntansi X1. 0,748 0,256 (X. X1. 0,420 0,256 X1. 0,727 0,256 X1. 0,604 0,256 X2. 0,605 0,256 Teknologi X2. 0,561 0,256 Informasi X2. 0,628 0,256 (X. X2. 0,575 0,256 X2. 0,623 0,256 X2. 0,685 0,256 0,614 0,256 0,602 0,256 Kinerja 0,692 0,256 UMKM 0,600 0,256 (Y) 0,727 0,256 0,700 0,256 0,507 0,256 0,634 0,256 Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Variabel Sig <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Dapat dilihat dari tabel di atas bahwa keseluruhan item pernyataan dalam kuesioner memenuhi syarat dari uji validitas, yaitu semua item pernyataan memiliki nilai signifikan 0,001 kurang dari nilai taraf signifikan yaitu 0,05. Sedangkan nilai r hitung dari keseluruhan item pernyataan memiliki nilai lebih dari nilai r tabel 0,256. Maka dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dalam kuesioner dapat dinyatakan valid. Dengan demikian semua item pernyataan dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji Reliabilitas Tabel 7: Hasil Uji Reliabilitas Nilai Hitung Variabel Cronbach alpha Sistem Informasi Akuntansi (X. 0,664 Teknologi Informasi (X. 0,668 Kinerja UMKM 0,720 Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa variabel Sistem Informasi Akuntansi (X. Teknologi Informasi (X. , dan Kinerja UMKM (Y) memiliki nilai cronbach alpha lebih dari syarat uji reliabilitas yaitu 0,600 maka dapat dinyatakan reliabel dan bisa digunakan untuk uji hipotesis Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji suatu model regresi pada variabel independen dan dependen ataupun keduanya memiliki distribusi normal atau tidak normal. Uji normalitas menggunakan One Sampel Kolmogrov Smirov dengan ketentuan jika nilai signifikan > 0,05 maka data dinyatakan memiliki distribusi Dan apabila nilai signifikan < 0,05 maka dinyatakan distribusi tidak normal. Tabel 8: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. -taile. Kesimpulan Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 3,13200804 0,082 0,072 -0,082 0,082 0,093 0,097 Data berdistribusi normal Berdasarkan hasil uji normalitas di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikan 0,093 > 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel independen dan variabel dependen memiliki nilai distribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 9: Hasil Uji Multikolinearitas Model Sistem Informasi Akuntansi (X. Teknologi Informasi (X. Coefficients Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,987 1,013 0,987 1,013 Kesimpulan Tidak terjadi multikolinearitas Tidak terjadi multikolinearitas Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Dari hasil uji multikolinearitas dapat diketahui bahwa nilai toleransi pada variabel Sistem Informasi Akuntansi (X. dan Teknologi Informasi (X. sebesar 0,987 dan nilai VIF pada variabel Sistem Informasi Akuntansi (X. dan Teknologi Informasi (X. sebesar 1,013. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa sudah Optimalisasi Kinerja Umkm Di Era Digital Melalui Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi (Susi Dwi Handika, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 memenuhi syarat dari uji multikolinearitas yaitu nilai toleransi lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 artinya model regresi tersebut tidak terjadi multikolinearitas antar variable. Uji Hipotesis Uji Parsial . Uji parsial t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang dilakukan secara individual dalam menjelaskan variabel dependen. Adapun syarat dari uji statistik t adalah sebagai berikut: Apabila nilai signifikansi uji parsial t menunjukkan > 0,05 dan nilai t hitung < t tabel, maka dapat diartikan Ho diterima dan Ha ditolak. Yang berarti tidak adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi uji parsial t menunjukkan < 0,05 dan nilai t hitung > t tabel, maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Yang berarti terdapat pengaruh antara variabel independen dan variabel Tabel 10: Hasil Uji Parsial (Uji . Model Sistem Informasi Akuntansi (X. Teknologi Informasi (X. Coefficients Unstandardized Std. Standardized Coefficients t Hitung Sig. Coefficients (B) Error (Bet. -0,014 0,04 -0,35 -0,354 0,724 0,385 0,145 0,262 2,664 0,009 Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Sebelumnya telah dilakukan perhitungan diketahui tingkat signifikansi 0,05/2 = 0,025 dengan distribusi t = n-k-1 atau t = 100-2-1 = 97. Kemudian diketahui nilai pada distribusi Ttabel dengan taraf signifikansi 0,025 pada jumlah sampel yaitu 97, maka dapat diketahui nilai Ttabel = 1,985. Berdasarkan tabel pengujian di atas, maka penjelasan masing-masing variabel adalah sebagai berikut: Variabel sistem informasi akuntansi menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,724 lebih besar dari nilai taraf signifikan 0,05 dan nilai t hitung sebesar -0,354 < 1,985, maka variabel sistem informasi akuntansi memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja UMKM. Variabel teknologi informasi menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,009 lebih kecil dari nilai taraf signifikan 0,05 dan nilai t hitung 2,664 > 1,985, maka variabel teknologi informasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Uji Simultan . Tabel 11: Hasil Uji Simultan . ANOVAa Sum Model Squares Mean Square Regression 75,372 37,686 Residual 971,138 10,012 Total 1046,510 Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 3,764 Sig. 0,027b Berdasarkan hasil pengujian data di atas maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,027 < 0,05 dan nilai f hitung 3,764 > f tabel 3,09. Hal tersebut membuktikan bahwa ho di tolak dan ha diterima. Artinya terdapat pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi (X. dan Pemanfaatan teknologi informasi (X. secara stimultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Dengan demikian, variabelvariabel dalam penelitian ini dinyatakan layak digunakan dalam analisis. Analisa Regresi Linear Berganda Tabel 12: Hasil Analisa Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 24,303 4,152 5,854 JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Sig. 0,001 Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Sistem Informasi -0,014 0,040 -0,035 -0,354 0,724 Akuntansi (X. Teknologi 0,385 0,145 0,262 2,664 0,009 Informasi (X. Sumber: Data Primer yang diolah, 2025 Dapat dilihat tabel di atas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 24,303 Ae 0,014X1 0,385X2 e Penjelasan atas hasil regresi di atas adalah sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 24,303 menunjukkan bahwa apabila variabel sistem informasi akuntansi (X. dan teknologi informasi (X. bernilai nol, maka kinerja UMKM (Y) sebesar 24,303. Koefisien regresi untuk variabel sistem informasi akuntansi (X. , sebesar -0,014 yang berarti bahwa setiap kenaikan penerapan sistem informasi akuntansi sebesar 1% maka akan terjadi kenaikan kinerja UMKM sebesar -0,014, atau sebaliknya setiap penurunan penerapan sistem informasi akuntansi sebesar 1% maka akan terjadi penurunan kinerja UMKM sebesar -0,014 dengan asumsi nilai variabel yang lainnya adalah konstan. Koefisien regresi untuk variabel pemanfaatan teknologi informasi (X. , bernilai 0,0385 yang berarti setiap kenaikan penerapan teknologi informasi 1% maka akan terjadi kenaikan kinerja UMKM sebesar 0,385 atau sebaliknya setiap terjadi pengurangan teknologi informasi 1% maka akan terjadi pengurangan kinerja UMKM sebesar 0,385 dengan asumsi nilai variabel yang lainnya adalah Pembahasan Hasil Penelitian Analisis hasil penelitian terhadap variabel-variabel independen yang memengaruhi variabel dependen, baik secara individu maupun secara bersama-sama, dijelaskan sebagai berikut. Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Dari analisis uji hipotesis t, nilai signifikansi sebesar 0,724 > 0,05 dan nilai t hitung sebesar -0. 354 < 1,985 maka variabel sistem informasi akuntansi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Rembang. Hal ini terjadi karena pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas atau organisasi belum dipahami secara optimal, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja UMKM. Pemahaman yang baik terkait penggunaan teknologi, seperti komputer dalam pengelolaan laporan keuangan, menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas bisnis . Namun, kenyataannya masih banyak pelaku UMKM yang masih melakukan pencatatan keuangan secara manual dan belum memiliki komputer, serta belum terdapat kriteria tertentu terkait dalam indikator hardware dan software pada variabel sistem informasi akuntansi, terdapat fleksibilitas penerapan sesuai dengan kondisi pelaku UMKM. Bagi UMKM yang belum memiliki perangkat komputer, pencatatan keuangan tetap dapat dilakukan melalui aplikasi seperti Kasir Pintar atau buku kas digital yang dapat diakses menggunakan telepon Selain itu, pelaku UMKM mungkin tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang cukup untuk mengoperasikan sistem informasi akuntansi secara efektif, sehingga penggunaannya menjadi tidak Kurangnya pemahaman ini dapat menyebabkan ketidaktepatan dalam pencatatan keuangan atau bahkan ketidakmampuan dalam memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia. Meskipun sistem informasi akuntansi mampu menghasilkan data keuangan secara otomatis, banyak UMKM mengalami kesulitan dalam menganalisis data tersebut dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan hasil analisis. Padahal, jika dipahami dan digunakan dengan baik, sistem ini dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan bisnis. Hasil penelitian ini sejalan dengan Wahyuni et al, . Hama et al, . serta penelitian yang dilakukan oleh Nusron et al, . yang menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lubis et al, . Farina dan . Firdhaus dan . dan Putri et al, . yang menyatakan bahwa sisteem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan di atas menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini dapat dilihat dari analisis uji hipotesis t, di mana nilai signifikansi sebesar 0,009 lebih kecil dari 0,05 . ,009 < 0,. dan nilai t hitung sebesar 2,664 lebih besar dari t tabel 1,985 . ,664 > 1,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel teknologi Optimalisasi Kinerja Umkm Di Era Digital Melalui Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi (Susi Dwi Handika, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Rembang. Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang optimal. Pelaku UMKM mampu meningkatkan efisiensi kinerja, menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, serta menjaga kualitas hasil pekerjaan. Selain itu, penerapan teknologi informasi seperti penggunaan software akuntansi, aplikasi manajemen inventaris, platform ecommerce, dan media sosial untuk promosi juga membantu dalam pengelolaan data yang lebih akurat, meningkatkan komunikasi antar tim, serta membuka peluang untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Hal ini membuktikan bahwa teknologi informasi berperan penting dalam meningkatkan kinerja UMKM. Dengan dukungan sistem yang canggih, proses produksi menjadi lebih efisien, pelayanan pelanggan lebih optimal, serta strategi pemasaran dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan digital bagi karyawan menjadi langkah penting untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan maksimal. Dari hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Firdhaus dan . , . , dan Lubis et al, . , menyatakan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Farina dan . dan Putri et al . yang menyatakan bahwa teknologi informasi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diatas menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi secara stimultan berpengaruh terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Rembang. Hal ini dapat dilihat pada uji hipotesis stimultan F, dimana nilai signifikansi sebesar 0,027 < 0,05 dan nilai f hitung 3,764 > f tabel 3,09. Maka variabel sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi secara stimultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja UMKM. Hal ini membuktikan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi yang efektif dan pemanfaatan teknologi informasi, mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta meningkatkan akurasi data keuangan yang berdampak positif pada kinerja UMKM. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga mempermudah proses pemasaran, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, sehingga pelaku UMKM dapat bersaing lebih optimal di era digital saat ini. Dari hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri et al . yang menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Rembang, dengan nilai signifikansi 0,724 > 0,05 dan t hitung -0,354 < 1,985. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman pelaku UMKM serta minimnya fasilitas teknologi. Kedua, teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, dibuktikan oleh nilai signifikansi 0,009 < 0,05 dan t hitung 2,664 > 1,985. Penggunaan teknologi seperti software akuntansi, e-commerce, dan media sosial membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional. Ketiga, secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, dengan nilai signifikansi 0,027 < 0,05 dan F hitung 3,764 > F tabel 3,09. Sinergi antara sistem informasi akuntansi dan teknologi informasi meningkatkan efisiensi operasional serta daya saing UMKM di era digital. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja UMKM, seperti faktor manajerial dan inovasi produk. Peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat memperluas objek penelitian dengan lebih banyak bidang UMKM, agar dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kinerja UMKM. DAFTAR PUSTAKA