PERSEPSI WIRAUSAHA SEBAGAI PILIHAN KARIER PADA SISWA DI SMK ABDURRAB PEKANBARU Endah Wahyuningsih Prodi Bisnis Digital Universitas Abdurrab Jln. Riau Ujung No 73 Pekanbaru 28291 E-mail : endahw@univrab. id (Korespondin. Submit: 12 Februari 2025 Review: 10 Maret 2025 Publish: 26 Maret 2025 *) Korespondensi Abstract: This study was conducted at SMK Abdurrab located on Jalan Delima. Tobekgodang Village. Binawidya District. Pekanbaru City, with the aim of determining the perception of class XI students of SMK Abdurrab towards enterpreneurship as a career choice. Do students understand the concept of enterpreneurshipas a promising career ? Do students understand the risks of enterpreneurship as a career and do students feel confident in starting a business if given support and guidance. The population of this study was class XI students of SMK Abdurrab Pekanbaru in the 2024/2025 academic year totaling 184 people. Sampling was carried out using proportional random sampling technique of 87 people. Quantitative data were analyzed out using descriptive and percentage. Data were collected using a questionnaire using the Licert Based on the results of the study, it can be concluded that the majority of SMK Abdurrab Pekanbaru students have a positive perception of enterpreneurship as a career choice. They understand the concept, are interested in running it, and see it as a promising career. Despite concerns about the risks, students feel confident in starting a business if given support and Schools also play an important role in fostering an enterpreneurial spirit in class XI students of SMK Abdurrab Pekanbaru. Keywords: SMK. Enterpreneurship, career Di masa globalisasi dan revolusi industri 4. seperti saat I I, dunia kerja mengalami trasformasi yang sangat mencolok. Proses digitalisasi, otomasi dan perubahan pola konsumsi serta gaya hidup masyarakat berperan dalam mempengaruhi struktur dan bariasi pekerjaan yang ada di masyarakat. Persaingan dalam pekerjaan yang semakin dalam mendorong generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan formal, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha sendiri sebagai sebuah usaha untuk mencapai kemandirian secara ekonomi. Hai ini menjadikan kewirausahaan sebagai pilihan karir yang semakin menarik, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia dengan populasi usia produktif yang cukup besar. Di tengah perubahan tersebut. Sekolah Mengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari generasi muda menjalani fase transisi yang sangat penting, yaitu peralihan dari usia sekolah menuju kepada dunia kerja atau pendidikan lanjut. Masa ini menjadi periode vital dalam pembentukan persepsi, minat serta orientasi terhadap karir. Pilihan karir yang diambil pada saat ini akan sangat mempengaruhi arah kehidupan di masa Oleh karena itu, penting untuk SMK memandang berbagai pilihan karir, salah satunya adalah kewirausahaan. Namun dalam praktiknya, banyak siswa SMK di Indonesia masih memandang kewirausahaan bukanlah pilihan utama. Sebagian besar masih berfokus pada pekerjaan yang dianggap AuamanAy atau memiliki status sosial yang tinggi, seperti pegawai negeri, profesional medis, insinyur atau karyawan di perusahaan besar. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti latar belakang keluarga, sistem pendidikan, tekanan sosial masyarakat, kurangnya pengalaman langsun, serta minimnya wawasan terhadap dunia bisnis sejak usia dini. Salah satu alasan rendahnya minat terhadap kewirausahaan sebagaijalur karir Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. adalah kuranya pemahaman serta informasi yang memadai mengenai dunia usaha itu Banyak siswa berfikir bahwa menjadi wirausahawan merupakan hal yang rumit, beresiko tinggi, tidak stabil dan memerlukan modal yang besar. Pandangan seperti ini membentuk persepsi negatif yang sering kali menimbulkan keraguan dalam diri siswa untuk menjadikan kewirausahaan sebagai pilihan dimasa depan. Padahal menjadi wirausahawan bukan hanya tentang membuka usaha, tetap juga mencerminkan sikap hidup yang mandiri, kreatif, inovatif dan kemampuan dalam memanfaatkan peluang yang ada serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Kewirausahaan tidak hanya memberikan jalan bagi kemandirian ekonomi individu, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat secara umum. Dalam banyak situasi. Wirausahawan yang sukses memulai usahanya dari awal dan menjadikan pengalama serta kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Sejalan dengan hal ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya kewirausahaan ke dalam kurikulum sekolah. Di berbagai SMK mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan telah diperkenalkan, dimana siswa dikenalkan pada konsep dasar dalam berbisnis, perencanaan usaha, hingga praktik dalam pembuatan produk. Selain itu, terdapat kegiatan ekstrakulikuler dan program sekolah berbasis proyek kewirausahaan yang bertujuan menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan sejak dini. Namun pertanyaan yang muncul adalah : apakah pendidikan kewirausahaan yang diterapkandi sekolah cukup efektif dalam mengubah pandangan siswa SMK terhadap dunia usaha ? apakh siswa menganggap kewirausahaan sebagai peluang karir yang menjanjikan atau sekedar tugas sekolah yang harus diselesaikan ? disilah pentingnya dilakukan penelitian mengenai persepsi siswa secara langsung sebagai dasar untuk mengevaluasi dan memperbaiki metode pembelajaran kewirausahaan yang ada. Persepsi siswa mengenai pilihan karir dibentuk oleh interaksi berbagai faktor dalam dan luar. Faktor dalam diantaranya meliputi ketertarikan, nilai, kemampuan serta dorongan pribadi. Disisi lain faktor luar mencakuppengaruh dari keluarga, guru, teman, media dan pengalaman langsung. Apabila siswa tidak menerima dukungan atau contoh kewirausahaan dari sekitarnya sangat mungkin mereka tidak akan melihat wirausaha sebagai pilihan karir yang Lebih lanjut perlu dicatat bahwa siswa SMK masih dalam tahap mengenal dunia kerja dan bisnis secara mendalam. Banyak dari mereka hanya memiliki pandangan terbatas mengenai pengusaha yang diperoleh dari media sosial atau cerita cerita orang lain. Hal ini dapat nmengakibatkan pemahaman yang keliru tentang kenyataan menjadi wirausahawan. Lebih lanjur, perlu dicatat bahwa siswa SMK masih dalam tahap mengenal dunia kerja dan bisnis secara mendalam. Banyak dari mereka hanya memiliki pandangan terbatas mengenai pengusaha yang diperoleh dari media sosial atau cerita cerita orang Hal ini dapat mengakibatkan pemahaman yang keliru tentang kenyataan menjadi wirausaha baik terkait tantangan maupun peluang yang ada. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang bersifat praktik, dapat memberikan inspirasi dan berdasarkan pengalaman nyata untuk membangun pendangan positif terhadap kewirausahaan. Kondisi ekonomi dan sosial keluarga juga sangat berpengaruh terhadap cara pandang siswa tentang bisnis. Siswa yang berasal dari keluarga wirausaha cendrung lebih percaya diri dan terbuka untuk memasuki dunia bisnis, karena mereka langsung bagaimana Berbeda halnya dengan siswa yang berasal dari keluarga pegawai kantoran, yang mungkin akan lebih memilih pekerjaan formal karena sudah terbiasa Selain itu peran guru dan kurikulum di sekolah juga sangat penting. Guru yang mempunyai pengalaman atau pemahaman tentang dunia bisnis dapat Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. memberikan motivasi dan inspirasi yang lebih kuat kepada siswa. Kurikulum yang hanya berfokus pada teori tanpa adanya praktek langsung akan sulit membentuk pemahaman yang lengkap tentang kewirausahaan. Oleh karena itu melibatkan praktisi bisnis sebagai pembicara, mengadakan kunjungan ke tempat tempat usaha yang ada, serta memberikan tugas proyek nyata akan sangat bermanfaat dalam membangun pandangan positif siswa mengenai kewirausahaan. Konsep Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari istilah AuwiraAy yang berarti orang yang terhormat, pejuang atau pahlawan, dan AuusahaAy adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai suatu target yang dibuat. Kewirausahaan adalah kemampuan atau keterampilan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dan baru, atau modifikasi baik produk atau metode, maupunpendekatanterhadap sebuah tantangan (Drucker, 1. Sementara itu menurut Hisrich dan Peters . , kewirausahaan merupakan proses menciptakan nilai dengan mengolah waktu dan tenaga yang diperlukan, berani mengambil risiko finansial, psikologi, dan sosial, serta bernilai ekonomis dan mendapatkan kepuasan pribadi. Secara dimaknai sebagai sikap dan kemampuan individu untuk menciptakan peluang dan kesempatan, inisiatif, mampu mengelola resiko, serta mengembangkan usaha secara Dalam kewirausahaan tidak hanya dilihat sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga mencakup nilai nilai karakter seperti kerja keras, kemandirian, inovasi, tanggung jawab dan ketekunan. Yang merupakan nilai nilai dasar seorang yang berbudi baik. Di zaman ini hampr tidak ada yang tidak mengenal digital, kewirausahaan semakin berkembang dibuktikan dengan munculnya berbagai jenis udaha baru berbasis Bisnis online, startup, layanan digital dan industri kreatif adalah produk perkembangan teknologi tersebut. perkembangan ini membuka peluang besar bagi generasi muda, yang diantaranya adalahsiswa SMK, yang dapat terlibat dalam dunia kewirausahaan tanpa perlu modal besar seperti model bisnis tradisional dan tanpa harus menyelesaikan pendidikan dahulu, baik pendidikan setaraf SMA atau perguruan tinggi. Pendidikan Kewirausahaan di sekolah Pendidikan Kewirausahaan adalah proses sistematis yang bertujuan untuk memberikan bekal bagi peserta didik pengetahuan dan sikap yang mendukung jiwa kewirausahaan. Menurut Kuratko . , pendidikan kewirausahaan bertujuan membentuk prilaku wirausaha diberbagai aspek kehidupan dan dapat fokus pada membentuk bisnis. Pendidikan Kewirausahaan diintegrasikan dalam bentuk kurikulum Prakarya Kewirausahaan di jenjang SMK. Pelajaran ini bertujuan untuk menstimulus dan membangkitkan minat siswa terhadap dunia usaha, memberikan wawasan tentang proses bisnis, serta menanamkan semangat menjadi individu mandiri dan kreatif. Namun, penerapan pendidikan kewirausahaan di sekolah menemukan berbagai tantangan. Termasuk diantaranya keterbatasan guru dengan latar belakang kewirausahaan, metode pengajaran yang lebih fokus pada teori, dan kurangnya kegiatan praktik, karena dengan adanya praktik memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan proses berwirausaha. Pendekatan pembelajaran di sekolah dengan orientasi pada praktik atau pengalaman nyata, merupakan pilihan agar pendidikan kewirausahaan tepat sasaran dan lebih efektif seperti proyek tugas, magang, kunjungan lapangan, simulasi bisnis, hingga bimbingan dari para pelaku usaha. Meningkatkan motivasi dari dalam diri siswa dan membangun pandangan positif terhadap dunia usaha sebagai pilihan karir yang menjanjikan, merupakan salah satu yujuan dari pendidikan kewirausahaan. Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. Persepsi Sebagai Variabel Psikologis Persepsi merupakan proses mental seseorang dalam memahami dan menjelaskan informasi yang datang dari lingkungan sekitar Menurut Robbis . , persepsi adalah bagaimana individu mengatur dan menginterpretasikan pengalaman agar dapat memberikan nilai bagi lingkungannya. Persepsi memiliki pengaruh besar pada keputusan dan tindakan seseorang, termasuk dalam hal memilih karir. Pandangan siswa tentang kewirausahaan dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti pengaruh orang tua, lingkungan sosial, pengalaman pribadi, nilai milai budaya yang ada, pendidikan dan media. Dalam kasus ini, jika siswa memiliki persepsi bahwa menjadi wirausaha itu tidak menjamin masa depan, sulit dan beresiko maka bisa jadi mereka memiliki kewirausahaan sebagau sebuah karir tidaklah tinggi. Sebaliknya, jika mereka melihat kewirausahaan sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri, kebebasan finansial dan meraih kesuksesan maka kecendrungan untuk lebih dalam menggeluti bidang tersebut akan meningkat. Karir dan Perencanaan Karir Siswa SMK Karir dapat didefenisikan berupa serangkaian posisi dalam bekerja, pekerjaan, atau peran yang dilakukan seseorang sepanjang hudpnya. Super . menyatakan bahwa pilihan karir merupakan bagian dari pengembangan pribadi yang dipengaruhi oleh minat, nilai nilai lingkungan sosial serta bakat. Bagi sisiwa SMK, yang sedang mengalami masa transisi dari remaja ke dewasa maka perencanaan karir sangat penting. Dalam memilih karir yang tepat membutuhkan informasi, pengetahuan diri dan dukungan Dalam hal ini peran sekolah, keluarga dan masyarakat sangat penting dalam memberikan wawasan dan bimbingan pada siswa berkaitan berbagai macam pilihan karir, salah satunya menjadi wirausaha. Namun, sebagian besar siswa belum memahami secara mendalam tentang pilihan karir yang ada dan sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki. Sebagian besar mereka masih fokus pada profesi tradisional yang ada seperti dokter, giri, pegawai negeri atau karyawan bank sebagai sebagai pilihan karir, dengan sedikit sekali yang menjadikan kewirausahaan sebagai pertimbangan pilihan jangka panjang. Berdasarkan data dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM). , kecendrungan generasi muda terhadap berkembang masih sedikit dibandingkan dengan negara negara maju. Dengan ini dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif guna memotivasi semangat kewirausahaan sejak di sekolah. Faktor faktor yang mempengaruhi persepsi siswa tentang kewirausahaan. Beberapa memaparkan tentang persepsi siswa terhadap kewirausahaan dipengaruhi oleh beberapa sebab, diantaranya : Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan agen pertama yang memiliki dampak signifikan dalam membentuk sikap dan pemikiran siswa yang lahir dalam keluarga pengusaha cenderung lebih terbuka dan terbuka terhadap ide bisnis karena mereka melihat atau bahkan terlibat dan bersentuhan langsung dalam aktivitas bisnis di rumah. Sebaliknya, siswa yang berasal dari latar belakang pekerja formal bisa jadi menghargai atau menilai kestabilan dan keamanan pekerjaan sebagai hal yang paling Dampak guru dan sekolah Guru yang memiliki kompetensi dan dapatmempengaruhi siswa dengan baik. Program pendidikan yang baik dan tepat, metode pembelajaran interaktif, dan contoh kasus sektor bisnis menjadi sangat penting dalam membentuk persepsi siswa terhadap kewirausahaan. Media dan Teknologi Platform media sosial, berita dan film dapat memberikan perspektif tentang kehidupan pengusaha sukses, tetapi bisa juga menghasilkan persepsi yang kurang realistis, karenanya dibutuhkan Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. pendidikan yang seimbang agar siswa tidak hanya melihat kesuksesan saja, tanpa diimbangi pengetahuan berkaitan proses dan tantangan dalam membangun sebuah bisnis. Media mempengaruhi pandangan siswa tentang kewirausahaan melalui berbagai cara, . Informasi tentang kewirausahaan dan pengusaha sukses . Contoh kasus bisnis yang sukses . Akses ke sumber daya dan jaringan . Pembelajaran online, kursus dan pelatihan kewirausahaan . Melakukan kunjungan atau fieldtrip ke mitra guna memperkaya wawasan siswa terhadap proses dalam bisnis Pengalaman pribadi Pengalaman praktis, seperti partisipasi dalam bisnis atau bazaar sekolah, kompetisi bisnis, atau membuat usaha kecil dengan teman, dapat memberikan kepercayaan diri dan persepsi positif tentang dunia bisnis. Penelitian terkait Berbagai menyimpulkan akan pentingnya pemahaman siswa dalam pengembangan kewirausahaan. Dalam Suherman . bahwa ada korelasi yang positif antara pendidikan kewirausahaan di sekolah dengan berwirausaha dikalangan siswa SMK. Pada penelitian lain oleh Yuliana . menyatakan siswa yang telah memiliki wirausahawan sebagai pilihan karir dimasa Studi tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang berbasis praktis untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha. Pengembangan sumber daya manusia Dalam terhadap kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap pengembangan dan kualitas sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dsn msnfiti. Dengan besarnya jumlah angkatan kerja Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan generasi wirausaha baru jika sistem pendidikannya dikelola dengan baik. Kurikulum pendidikan kewirausahaan yang dirancang dengan baik akan berperan dalam menciptakan kesempatan kerja tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Ini tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan taraf hidup, pengurangan angka pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Disamping itu kemajuan teknologi kesempatan bagi generasi muda untuk berwirausahadengan modal yang minim. Fenomena dropshipping, pencipta konten dan usaha kuliner online kini menjadi pilihan yang sangat menarik bagi siswa SMK. Namuntanpa pendampingan yang tepat, kesempatan ini akan sulit dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu penting untuk melakukan penelitian mengenai pandangan siswa SMK tentang kewirausahaan sebagai pilihan karir. Penelitian ini bisa menjadi dasar untuk merumuskan strateginyang lebih cocok dikalangan pelajar, baik melalui pendidikan formal maupun pendekatan berbasis Selain itu, hasil penelitian juga memberikan wawasan tentang pemahaman siswa terhadap konsep wirausaha, kendala psikologis atau sosial yang dihadapi serta jenis dukungan yang mereka perlukan untuk menjadikan wirausaha sebagai pilihan karir dimasa Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan pencari kerja, tetapi juga mencipktakan peluang kerja. Dalam jangka panjang, semangat kewirausahaan di kalangan pelajar akan berkontribusi pada penguatan ekonomi negara, menekan angka Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. pengangguran dan pembentukan generasi muda yang mandiri, inovatif serta siap menghadapi tantangan global. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen berupa kuisioner yang berisi 11 pernyataan terkait persepsi Responden menjawab menggunakan skala Likert: Sangat Tidak Setuju. Tidak Setuju. Ragu-Ragu. Setuju, dan Sangat Setuju. Data diperoleh melalui kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan terbuka, yang disebarkan secara langsung atau menggunakan Google Form. Kuesioner berupa pernyataan dengan skala Likert untuk menilai pandangan siswa. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan deskriptif dan persentase. HASIL Dalam penelitian ini diperoleh responden sebanyak 87 orang mengisi kuisioner dari jumlah siswa kelas XI SMK Abdurrab Pekanbaru sebanyak 184 orang. Responden perempuan sebanyak 78 siswi ,7%) dan 9 siswa . ,3%) dan 68 siswa ,2%) berwirausaha dan 19 siswa . ,8%) tidak memiliki keluarga yang berwirausaha. Dari kuisioner diperoleh . mayoritas siswa 82% . memahami konsep kewirausahaan. Hal pemahaman dasar siswa terhadap kewirausahaan cukup baik. Sebagian besar siswa melihat wirausaha sebagai karier yang Ini terhadap dunia usaha. Dengan 86,2% . berwirausaha memiliki karier prospek yang baik . Sebagian besar siswa merasa wirausaha memberikan fleksibilitas lebih tinggi. Hal ini menunjukkan daya tarik kemandirian dalam Dengan 98,3% . setuju bahwa berwirausaha memberikan lebih banyak kebebasan dibanding menjadi karyawan. Minat siswa untuk berwirausaha cukup tinggi. Sebanyak 75 siswa menyatakan ketertarikan, yang merupakan sinyal positif bagi Dengan 86,2% . setuju dan merasa tertarik untuk memulai usaha sendiri di masa . Sekitar 36 siswa . ,4%) merasa wirausaha berisiko, namun sebagian besar lainnya tidak sependapat. Ini menunjukkan adanya kekhawatiran namun tidak dominan. Terjadi Meskipun banyak yang setuju untuk berwirausaha, sebagian masih ragu atau condong ke profesi aman seperti PNS/karyawan. Dengan 35 siswa . %) lebih memilih membuka usaha sendiri daripada bekerja di perusahaan atau menjadi PNS . Persepsi sangat positif bahwa wirausaha bisa meningkatkan taraf Ini memperkuat keyakinan siswa akan manfaat ekonomi dari Dengan 77 siswa . ,5%) setuju bahwa berwirausaha dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Sebagian besar siswa percaya diri mendapatkan dukungan. Hal ini menekankan pentingnya sekolah dan mentor. Dengan 73 siswa . ,9%) setuju bahwa merasa mampu menjalankan usaha sendiri . Lingkungan mencerminkan iklim pembelajaran yang kondusif. Dengan 74 siswa . %) setuju bahwa lingkungan . Pendidikan di sekolah terbukti efektif meningkatkan pemahaman Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. bisnis siswa, yang menjadi dasar penting bagi karier wirausaha. Dengan 783 siswa . ,4%) setuju bahwa pendidikan kewirausahaan di sekolah membantu memahami cara berbisnis. 80 siswa . ,95%) menyatakan siap berwirausaha jika diberi modal dan Ini menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan melalui inkubator bisnis atau program Mayoritas siswa SMK Abdurrab Pekanbaru memiliki persepsi positif terhadap wirausaha sebagai pilihan karier. Mereka menjalankannya, dan melihatnya sebagai karier yang menjanjikan. Meski ada kekhawatiran terhadap risiko, siswa merasa percaya diri untuk memulai usaha jika diberikan dukungan dan bimbingan. Sekolah juga berperan penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa SMK Abdurrab Pekanbaru memiliki persepsi yang positif terhadap kewirausahaan sebagai pilihan karier. Pemahaman mereka terhadap konsep dasar kewirausahaan sudah cukup baik, ditunjukkan dengan 82% responden yang memahami makna, manfaat, dan prinsip dasar dalam Hal efektivitas pendidikan kewirausahaan yang diberikan di sekolah, terutama dalam membentuk kesadaran siswa akan pentingnya kemandirian ekonomi di tengah kompetisi pasar kerja yang semakin ketat. Sebanyak 86,2% siswa melihat perkembangan zaman, terutama di era digital dan industri kreatif saat ini. Tingginya ketertarikan terhadap kebebasan dan berwirausaha juga tercermin dari 98,3% siswa yang setuju bahwa menjadi wirausahawan memberikan lebih banyak kebebasan dibanding menjadi karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki orientasi membangun sesuatu secara mandiri, yang merupakan indikator penting dalam pembentukan jiwa kewirausahaan. Meski ambivalensi dalam sikap sebagian siswa terhadap risiko dan kestabilan finansial. Sekitar 41,4% siswa masih memandang bahwa menjadi wirausaha memiliki risiko tinggi, dan ini berpengaruh pada sebagian siswa yang lebih memilih jalur karier konvensional seperti menjadi ASN atau Kekhawatiran menunjukkan bahwa pemahaman terhadap risiko belum diimbangi dengan strategi mitigasi yang memadai, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pendidikan kewirausahaan, terutama pada aspek manajemen risiko, perencanaan bisnis, dan pengelolaan modal usaha. Hal menarik lainnya adalah peran signifikan dari lingkungan sekolah. Sebanyak 85% siswa merasa bahwa sekolah memberikan atmosfer dan dukungan yang positif terhadap upaya berwirausaha. Lingkungan pembelajaran yang mendukung, guru yang memotivasi, serta materi prakarya dan kewirausahaan terbukti mampu menumbuhkan semangat untuk mencoba hal baru di bidang bisnis. Selain itu, sebagian besar siswa merasa yakin mampu menjalankan usaha sendiri apabila diberikan dukungan dan bimbingan, mencerminkan bahwa faktor pendampingan . menjadi kunci penting dalam transisi minat menjadi aksi nyata. Kesiapan siswa untuk memulai usaha juga ditunjukkan dari 91,95% siswa yang menyatakan siap berwirausaha jika diberikan modal dan bimbingan. Angka ini mengindikasikan bahwa intervensi strategis melalui program inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, dan akses pendanaan dapat mewujudkan cita-cita karier mereka di bidang bisnis. Dari aspek sosiologis, pengaruh latar belakang keluarga terbukti memiliki korelasi positif terhadap persepsi kewirausahaan. Siswa yang berasal dari keluarga wirausaha Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Persepsi Wirausaha Sebagai Pilihan Karier Pada Siswa di SMK Abdurrab Pekanbaru (Endah Wahyuningsi. lebih percaya diri dan memiliki orientasi yang lebih jelas terhadap dunia bisnis. Hal ini sejalan dengan temuan dalam literatur (Yuliana, 2. bahwa pengalaman praktis serta role model dalam keluarga berperan penting dalam membentuk keyakinan dan minat terhadap kewirausahaan. Lebih lanjut, penting dicatat bahwa generasi muda saat ini hidup dalam ekosistem digital yang memungkinkan munculnya bentuk-bentuk usaha baru seperti dropship, content creator, reseller online, hingga jasa digital marketing. Ini merupakan peluang emas yang perlu ditekankan dalam pendidikan Namun, tanpa pendampingan dan literasi digital yang tepat, peluang tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara Oleh karena itu, peran sekolah tidak hanya sebatas pada transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi fasilitator, inkubator ide, dan penghubung dengan dunia industri. Kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, pelatihan bisnis digital, dan simulasi usaha nyata di sekolah dapat memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi dunia nyata sebagai entrepreneur muda. SIMPULAN Adapun berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat di Tarik kesimpulan sebagai berikut: Siswa memiliki pemahaman yang baik tentang kewirausahaan. Mayoritas wirausaha sebagai karier yang Minat berwirausaha tinggi, khususnya jika diberikan bimbingan dan modal. Pendidikan dan lingkungan sekolah sangat mendukung pengembangan semangat kewirausahaan. Perlu pendekatan untuk mengurangi kekhawatiran siswa terhadap risiko dalam wirausaha Global Entrepreneurship Monitor (GEM). Global Report: Opportunity Amid Disruption. Retrieved Hisrich. , & Peters. Entrepreneurship. 5th Edition. New York: McGraw-Hill. Kuratko. The Emergence of Entrepreneurship Education: Development. Trends. Challenges. Entrepreneurship Theory and Practice, 29. , 577Ae Robbins. Organizational Behavior. 10th Edition. New Jersey: Prentice Hall. Suherman. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK di Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 1. , 45Ae55. Super. A Life-span. Life-space Approach to Career Development. In D. Brown & L. Brooks (Eds. Career Choice and Development . nd ed. San Francisco: JosseyBass. Yuliana. Peran Pengalaman Praktik dalam Meningkatkan Minat Siswa terhadap Kewirausahaan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17. , 121Ae134. DAFTAR RUJUKAN Drucker. Innovation and Entrepreneurship. New York: Harper & Row. Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025