Educate Journal of Community Service in Education Vol. No. , pp. 77-84 | e-ISSN: 2828-5727 http://journal. id/index. php/educate Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran Wahyu Dini Septiari1*. Pardyatmoko2. Suparmin3. Dewi Kusumaningsih4. Titik Sudiatmi5 Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Indonesia12345 18@gmail. com , pardyatmoko@gmail. com2, spmsup@gmail. dewikusumaningsih71@gmail. com4, titiksudiatmi@gmail. *Corresponding Author Submit: 19 Juni 2025. revisi: 9 Desember 2025, diterima: 19 Desember 2025 ABSTRAK Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting dalam pendidikan dan dunia kerja modern. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan public speaking guru dan siswa di SMK Muhammadiyah Watukelir melalui metode role-playing yang dipilih karena mampu menghadirkan pembelajaran interaktif dan pengalaman praktik langsung. Pelatihan dilakukan melalui simulasi berbagai situasi komunikasi seperti presentasi, debat, dialog, dan skenario pelayanan publik yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan kelancaran, memperjelas penyampaian pesan, dan membangun kepercayaan diri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek keberanian, kelancaran, dan efektivitas komunikasi pada guru maupun siswa. Keterlibatan guru sebagai peserta juga memperkuat kolaborasi dengan siswa, menjadikan proses belajar lebih dinamis dan suportif. Dengan demikian, role-playing terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan public speaking. Ke depan, program ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dalam pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang komunikatif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan profesional. Kata kunci: Guru dan siswa. Public speaking. Role-playing ABSTRACT Public speaking ability is an essential skill in modern education and the professional world. This activity aims to improve the public speaking skills of teachers and students at SMK Muhammadiyah Watukelir through the role-playing method, which was chosen because it enables interactive learning and direct practical experience. The training was conducted through simulations of various communication situations such as presentations, debates, dialogues, and public service scenarios designed to resemble real conditions. Through this activity, participants were trained to reduce anxiety, increase fluency, clarify message delivery, and build confidence. The results show significant improvements in courage, fluency, and communication effectiveness among both teachers and students. The involvement of teachers as participants also strengthened collaboration with students, making the learning process more dynamic and supportive. Thus, role-playing has proven effective in developing public speaking skills. Moving forward, this program is expected to be implemented sustainably and integrated into learning to produce graduates who are communicative, confident, and ready to face professional challenges. Keywords: Public speaking. Role-playing. Teachers and students Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. 32585/educate. 6856 | 77 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. PENDAHULUAN SMK Muhammadiyah Watukelir Sukoharjo merupakan sekolah yang berpotensi mencetak lulusan yang berpotensi menjadi enteprenuer muda yang berbakat. Pentingnya pelatihan peningkatan kemampuan public speaking bagi guru dan siswa dapat dilihat dari beberapa aspek yang mendasar (Selwen et al. , 2. (Casmana et al. , 2. Bagi guru, kemampuan berbicara di depan umum sangat diperlukan untuk menyampaikan materi pelajaran dengan jelas, efektif, dan menarik (Kasmita et al. , 2. (Elin Maulida Rahmawati et al. , 2. Sebagai pendidik, guru harus mampu menjelaskan konsep-konsep yang mungkin sulit dipahami dengan cara yang mudah diterima oleh siswa (Surya & Sholih, 2. Kemampuan public speaking yang baik akan membantu guru dalam menyampaikan pesan secara lebih persuasif, mengelola kelas dengan lebih efektif, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan. Perkembangan ini menuntut guru untuk lebih berinovatif dalam membuat media pembelajaran yang mana akan membuat suasana pembelajaan asyik dan menyenangkan bagi siswa (Septiari et al. , 2. Tanpa kemampuan tersebut, penyampaian materi dapat terasa monoton, yang berisiko membuat siswa kurang tertarik dan kesulitan memahami pelajaran. Meskipun teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara pembelajaran dilakukan, masih ada kesenjangan dalam penggunaan inovasi dalam proses pengajaran (Pardyatmoko et al. , 2. Sisi lain, bagi siswa SMK, keterampilan public speaking menjadi kompetensi yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia profesional. Dalam kegiatan praktikum, ujian, atau presentasi proyek, siswa dituntut untuk dapat berbicara dengan percaya diri dan menyampaikan ide-ide mereka dengan jelas. Terlebih lagi, di era globalisasi dan digital ini, kemampuan komunikasi yang baik menjadi syarat utama dalam dunia kerja. Penelitian Milyane et al. Riwayatiningsih et al. menyampaikan bahwa pelatihan public speaking yang dirancang dengan baik dapat membantu guru dan siswa mengembangkan keterampilan komunikasi yang diperlukan untuk berinteraksi secara efektif di berbagai konteks, baik di dalam maupun di luar kelas. Banyak perusahaan atau industri yang mengutamakan karyawan yang dapat berkomunikasi dengan efektif, baik dalam rapat, presentasi, maupun berinteraksi dengan rekan kerja atau klien. Tanpa keterampilan berbicara yang memadai, siswa bisa mengalami kesulitan untuk mengungkapkan gagasan, merasa cemas berbicara di depan umum, dan bahkan kehilangan peluang karir yang lebih baik. Kualitas pengajaran dan pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin mengedepankan keterampilan komunikasi yang efektif. Seperti halnya penelitian lainnya tentang Metode bermain drama juga efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa, karena melalui pengalaman berperan, siswa dapat belajar mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan orang lain dalam lingkungan yang mendukung (Puspitasari, 2. Pelatihan ini akan membantu membangun kepercayaan diri, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan berbicara yang jelas dan persuasif, yang akan memberi dampak positif dalam perkembangan pribadi dan karir siswa. SMK Muhammadiyah Watukelir merupakan sekolah swasta yang berdiri pada tahun Saat ini, sekolah tersebut menggunakan kurikulum pembelajaran yang mengacu pada ketentuan pemerintah, khususnya pada program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Lembaga ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Tri Rahmidi dan didukung oleh seorang operator. Kusnia Arianto. Sekolah yang berlokasi di Jl. WatukelirAeTawang Km 0,5. Jatingarang. Weru. Sukoharjo tersebut memiliki beberapa kompetensi keahlian, antara lain Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Teknik Otomotif, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Berbagai program tersebut telah menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai bidang masing-masing. Untuk mendukung kualitas 32585/educate. 6856 | 78 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. pelayanan, sekolah ini memerlukan penguatan kompetensi di bidang komunikasi dan layanan publik, mengingat sebagian besar jurusan memiliki orientasi pada dunia usaha dan pelayanan. Oleh karena itu, kemampuan public speaking menjadi keterampilan dasar yang perlu dikuasai guru dan siswa sebagai bekal untuk berkomunikasi secara efektif serta memberikan pelayanan yang profesional. Setiap guru di jurusan yang terdapat pada SMK Muhammadiyah Watukelir menjadi ujung tombak dalam proses meniciptakan lulusan yang professional di bidangnya, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa pelatihan penguatan public speaking ini juga berorientasi pada kompentensi guru tersebut. "Metode bermain peran dalam pelatihan public speaking memberikan siswa kesempatan untuk berlatih berbicara di depan umum dalam situasi yang mendekati kenyataan, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi mereka (Razali et al. , 2. Alhasil nantinya akan didapat guru yang mampu membimbing siswanya agar lebih matang Ketika nangti lulus dengan kemampuan public peaking yang baik dan memiliki kecirian bagi siswanya. Siswa lebih utama dalam proses pelatihan public speaking ini, jurusan yang mereka ambil adalah sebuah pilihan yang nantinya memiliki tanggung jawab moral jika siswa tersebut telah lulus dan mengimplementasikan pada bidang usaha yang mereka geluti, ataupun menjadi profil pekerja yang memiliki kemampuan berbicara yang baik dan menarik. Tujuan utama peningkatan keterampilan berbicaara guru dan siswa SMK Muhammadiyah Watukelir melului role-playing untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan berbicara di depan umum. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar guru dapat menyajikan bahan ajar dengan lebih jelas, menarik dan meyakinkan, menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan meningkatkan pemahaman siswa. Melalui permainan peran, guru dapat mempraktikkan teknik komunikasi yang efektif, seperti berbicara dengan intonasi yang benar, menjaga kontak mata, dan menanggapi pertanyaan serta interaksi dengan percaya diri dan memiliki tujuan. Bagi siswa, tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memperkuat rasa percaya diri mereka dalam berbicara di depan umum, tidak hanya dalam konteks akademis, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan profesional mereka di masa depan. Melalui role-playing, siswa diminta berlatih berbicara dalam berbagai skenario yang mencerminkan situasi kehidupan nyata, seperti presentasi tugas, debat, dan diskusi kelompok. Hal ini membantu siswa mengatasi ketakutan dan kecemasannya berbicara di depan orang banyak serta mengembangkan keterampilan menyampaikan gagasan dan argumen dengan jelas dan persuasive. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif guru dan siswa. Melalui simulasi peran, peserta dapat belajar berpikir cepat dan mencari solusi dalam situasi yang tidak terduga, yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja. Kemampuan ini juga sangat penting untuk mengatasi berbagai tantangan di dunia profesional, dimana kemampuan komunikasi yang efektif sangatlah penting. Metode bermain drama tidak hanya membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, tetapi juga secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri mereka, karena mereka belajar untuk mengekspresikan diri dalam konteks yang aman dan mendukung (Ali Imron & Nugrahani, (Ahkamajaya, 2. (Cahyarani & Priyatni, 2. Oleh karena itu, pelatihan public speaking ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara tetapi juga mempersiapkan guru dan siswa untuk merespon dengan baik tuntutan komunikasi di tempat kerja dan lebih efektif dalam berbagai situasi sosial dan profesional. Indikator Kinerja Utama Pendidikan Tinggi (IKU) dan terkait dengan program pengabdian mayarakat kali ini adalah indikator bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman di 32585/educate. 6856 | 79 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. luar kampus dan fakultas berpartisipasi dalam kegiatan di luar kampus. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam situasi praktis melalui pelatihan langsung di masyarakat setempat, dalam hal ini dengan guru dan siswa sekolah kejuruan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis yang berharga tetapi juga mengembangkan pemahaman tentang tantangan dan kebutuhan kehidupan nyata di dunia pendidikan. Partisipasi anda dalam desain, penyampaian, dan evaluasi pelatihan pembicara akan memperkaya pengalaman mereka dan membantu mereka mengembangkan keterampilan interpersonal, komunikasi, dan manajemen yang penting dalam dunia Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga mendukung peran dosen dalam pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu tugas utama dosen di perguruan tinggi. Instruktur kegiatan ini berperan sebagai fasilitator, pembimbing dan sumber ilmu pengetahuan bagi siswa dan peserta pelatihan khususnya guru dan siswa SMK Muhammadiyah Watukelir. Melalui kegiatan ini, instruktur menerapkan keterampilan akademisnya dalam praktik dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelatihan di tingkat sekolah kejuruan. Melibatkan dosen dalam kegiatan di luar kampus tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, namun juga mempererat hubungan dengan dunia akademis dan mendorong dosen untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang meningkatkan praktik. Hal ini sejalan dengan upaya universitas untuk mendorong secara keseluruhan, pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat, terutama dengan meningkatkan kualitas komunikasi dan kemampuan public speaking guru dan siswa profesional. Pelatihan public speaking yang menggunakan metode bermain peran memungkinkan siswa untuk berlatih dalam situasi nyata, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan berbicara dan berpikir kritis secara bersamaan (Karim et , 2. Melalui teknik bermain peran, peserta akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih aman dan efektif, yang akan berguna tidak hanya dalam lingkungan pendidikan, namun juga ketika mendekati dunia kerja. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian KPI pendidikan tinggi dengan memberikan mahasiswa pengalaman langsung di dunia nyata di luar kampus dan mendorong dosen untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat METODE Metode yang digunakan pada proses kegiatan pengabdian masyarakat kali ini memilih beberapa tahapan dan cara, guna mengefektifkan waktu serta mampu meningkatkan kemampuan lebih cepat dan mudah. Diantaranya adalah bermain peran . ole-playin. Role-playing adalah sebuah metode pembelajaran atau pelatihan yang mengajak peserta untuk memerankan suatu tokoh, situasi, atau skenario tertentu secara langsung. Dalam kegiatan ini, peserta diminta untuk bertindak, berbicara, dan mengambil keputusan seolah-olah mereka benar-benar berada dalam kondisi yang disimulasikan. Tujuan utama role-playing adalah memberikan pengalaman belajar yang nyata, melatih keterampilan komunikasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membantu peserta memahami peran dan tanggung jawab yang mungkin dihadapi dalam situasi sebenarnya. Metode ini juga memungkinkan peserta untuk belajar melalui praktik, bukan hanya teori, sehingga mereka dapat mengevaluasi perilaku, respons emosional, serta cara mengatasi masalah secara lebih efektif. Role-playing sangat sering digunakan dalam pembelajaran public speaking, layanan publik, konseling, pendidikan, dan pelatihan kerja karena dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk berlatih tanpa tekanan nyata. 32585/educate. 6856 | 80 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Langkah-langkah penerapan: Pembagian Kelompok: Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil . -5 oran. untuk memudahkan diskusi dan praktik. Diskusi Teknik Public Speaking: Dalam kelompok, peserta berdiskusi mengenai teknikteknik public speaking, seperti cara mengatasi gugup, membuat pembukaan yang menarik, dan menyampaikan pesan dengan jelas. Latihan Role-playing: Setiap anggota kelompok bergiliran memainkan peran sebagai pembicara, sementara anggota lain bertindak sebagai audiens yang memberikan umpan balik konstruktif. Sharing Pengalaman: Setelah sesi bermain peran, kelompok berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dan strategi untuk mengatasinya. Tahap Pelaksanaan Pelatihan berlangsung dalam beberapa sesi dengan rincian sebagai berikut: Sesi Teori Pengenalan public speaking: pengertian, manfaat, dan tantangan. Teknik dasar public speaking: intonasi, gestur, kontak mata, dan struktur pidato. Sesi Role-Playing dan Diskusi Kelompok Praktik bermain peran berdasarkan skenario yang telah disiapkan. Diskusi kelompok untuk memberikan umpan balik dan berbagi pengalaman. Sesi Evaluasi Teknologi Pemutaran rekaman video untuk analisis bersama. Umpan balik berbasis data dari aplikasi penilaian suara. Metode berisi tata cara pelaksanaan program pengabdian yang dilengkapi dengan lokasi, partisipan kegiatan, serta bahan/alat/media. Selain itu, pada bab metode juga dijelaskan bagaimana pengukuran keberhasilan/ketercapaian kegiatan pengabdian tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Efektivitas Metode Role-playing Metode role-playing terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan public speaking di SMK Muhammadiyah Watukelir. Melalui simulasi yang dirancang, peserta dapat berlatih berbicara di depan umum dalam konteks yang realistis dan relevan. Simulasi ini mencakup berbagai situasi, seperti presentasi di kelas, debat antar siswa, dan dialog interaktif, yang memungkinkan peserta mengasah keterampilan mereka dalam berbagai format komunikasi. Suasana Interaktif Salah satu keunggulan dari metode ini adalah menciptakan suasana pembelajaran yang Dalam lingkungan yang mendukung dan tidak menakutkan, peserta merasa lebih bebas untuk bereksperimen dengan gaya berbicara mereka. Ini membantu mereka belajar dari pengalaman satu sama lain, memberikan umpan balik secara langsung, dan mencoba teknik baru tanpa rasa takut akan penalti atau kritik. Kegiatan ini juga meningkatkan keterlibatan aktif siswa, yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Keterlibatan Guru Keterlibatan guru dalam sesi role-playing berperan penting dalam keberhasilan program. Dengan berpartisipasi sebagai peserta, guru tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap pengembangan keterampilan siswa, tetapi juga menciptakan sinergi yang positif. Interaksi antara guru dan siswa selama kegiatan membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan saling mendukung, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi siswa untuk berlatih dan 32585/educate. 6856 | 81 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. berpartisipasi aktif. Peningkatan Kepercayaan Diri Peningkatan keterampilan public speaking tidak hanya berdampak pada kemampuan teknis berbicara, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri peserta. Banyak siswa melaporkan merasa lebih nyaman dan percaya diri saat berbicara di depan umum setelah mengikuti pelatihan ini. Kepercayaan diri ini sangat penting, terutama dalam konteks pendidikan dan dunia kerja, di mana kemampuan untuk berbicara dengan jelas dan persuasif bisa menjadi penentu kesuksesan. Kontribusi Terhadap Kualitas Pendidikan Peningkatan keterampilan public speaking di kalangan guru dan siswa berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di SMK Muhammadiyah Watukelir. Dengan lulusan yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sekolah dapat menghasilkan individu yang lebih siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Keterampilan ini menjadi aset berharga yang tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademis, tetapi juga dalam kehidupan profesional dan Hasil Penelitian Hasil penelitian yang diperoleh melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan dalam keterampilan public speaking para peserta. Pada tahap pre-test, tingkat kepercayaan diri peserta masih berada pada kategori rendah dengan rata-rata nilai 56,5. Hal ini terlihat dari kurangnya keberanian tampil, minimnya kontak mata dengan audiens, dan sikap tubuh yang masih kaku. Namun setelah mengikuti pelatihan berbasis role-playing, nilai post-test meningkat menjadi rata-rata 83. Peningkatan sebesar 26,5 poin ini menunjukkan bahwa peserta menjadi jauh lebih percaya diri dan berani tampil di depan kelompok. Kelancaran berbicara peserta juga mengalami perkembangan yang mencolok. Pada pretest, peserta hanya mampu memperoleh nilai rata-rata 61. Mereka sering mengalami jeda ragu, pengulangan kata yang tidak perlu, serta kesulitan merangkai kalimat secara runtut. Setelah mengikuti sesi latihan intensif melalui simulasi role-playing, nilai post-test melonjak menjadi 87, mengalami peningkatan 26 poin. Hal ini menandakan bahwa metode role-playing membantu peserta berlatih penyampaian gagasan secara berulang sehingga mereka menjadi lebih lancar dan terstruktur saat berbicara. Aspek yang paling terlihat peningkatannya adalah kemampuan mengelola kecemasan saat tampil di depan umum. Pada pre-test, tingkat kecemasan peserta berada pada rata-rata 51, yang mencerminkan rasa gugup tinggi, sulit mengatur napas, dan kurang mampu mengontrol emosi saat berbicara. Setelah pelatihan, skor post-test meningkat menjadi 79, atau naik 28 poin. Lingkungan latihan yang menyenangkan serta kesempatan untuk berlatih tanpa tekanan dalam role-playing terbukti membantu peserta lebih rileks dan mampu mengurangi kecemasan secara Peningkatan lain tampak pada kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan Pada awalnya, nilai pre-test berada pada rata-rata 58, yang menunjukkan bahwa peserta sering mengalami kesulitan menata ide agar mudah dipahami. Setelah pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 84, dengan peningkatan 26 poin. Peserta mulai mampu menyusun argumen secara logis, menggunakan bahasa yang tepat, serta menyampaikan pesan dengan cara yang lebih meyakinkan. Secara keseluruhan, rata-rata nilai pre-test peserta berada pada angka 56,4, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 83,2. Dengan total peningkatan 26,8 poin, temuan ini secara kuat membuktikan bahwa metode role-playing efektif dalam meningkatkan berbagai aspek 32585/educate. 6856 | 82 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. keterampilan public speaking, mulai dari kepercayaan diri, kelancaran berbicara, pengelolaan kecemasan, hingga kemampuan menyampaikan pesan secara persuasif. Temuan ini juga sejalan dengan umpan balik peserta yang merasa lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih mampu tampil di situasi nyata setelah mengikuti pelatihan. Gambar 1. Proses Pendampingan Pelatihan Public Speaking Siswa dan Guru di SMK Muhammadiyah Watu Kelir Kabupaten Sukoharjo SIMPULAN DAN SARAN Penerapan metode role-playing dalam pelatihan public speaking di SMK Muhammadiyah Watukelir terbukti memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan kemampuan komunikasi siswa. Selama pelatihan berlangsung, siswa menunjukkan partisipasi yang tinggi dan sikap antusias ketika diberi kesempatan memainkan berbagai peran. Secara keseluruhan, seluruh bukti empiris baik dari data pre-test dan post-test, observasi lapangan, maupun umpan balik peserta menunjukkan bahwa metode role-playing merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan public speaking siswa. Program ini tidak hanya membentuk siswa yang lebih komunikatif dan percaya diri, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang kolaboratif dan suportif. Dengan demikian, penerapan metode role-playing tidak hanya berdampak pada perkembangan individu siswa, tetapi juga meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di SMK Muhammadiyah Watukeril secara menyeluruh. DAFTAR REFERENSI Ahkamajaya. Implementasi pembelajaran berbasis proyek dan budaya:belajar kimia dengan pembuatan naskah drama/lakon wayang orang. Skripsi Pendidikan Kimia Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Ali Imron. , & Nugrahani. Strengthening pluralism in literature learning for character education of school students. Humanities and Social Sciences Reviews, 7. 32585/educate. 6856 | 83 Septiari et al. Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. https://doi. org/10. 18510/hssr. Cahyarani. , & Priyatni. Proses kognitif bermuatan HOTS pada pertanyaan, tugas, dan latihan dalam buku teks siswa bahasa indonesia kelas XI SMA Kemendikbud Edisi Revisi 2017. JoLLA: Journal of Language. Literature, and Arts, 3. https://doi. org/10. 17977/um064v3i32023p420-443 Casmana. Timoera. Syafrudin. Pratama. , & Pradana. Peningkatan kemampuan public speaking sebagai upaya untuk menjadi warga negara global bagi generasi muda. Jurnal Pendidik PKN (Pancasila Dan Kewarganegaraa. , 2. Elin Maulida Rahmawati. Rina Nurhudi Ramdhani. Agus Taufiq, & S. Lily Nurillah. Kecenderungan public speaking anxiety pada mahasiswa. Edu Consilium : Jurnal Bimbin gan Dan Konseling Pendidikan Islam, 4. https://doi. org/10. 19105/ec. Hamzah. , & Oktavia. Kemampuan public speaking guru dalam pembelajaran pendidikan agama islam. J Adm Educ Manag, 5. Karim. Juniarti. , & Arifin. Strategi guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Jurnal Raudhah, 10. https://doi. org/10. 30829/raudhah. Kasmita. Muh. Rizal. Ririn Nurfaatirany Heri. St. Junaeda, & Heri Tahir. Peningkatan rasa percaya diri melalui public speaking. Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. https://doi. org/10. 56799/joongki. Milyane. Mukhlisiana. , & Ali. Pelatihan public speaking untuk meningkatkan keterampilan komunikasi guru dan siswa/i SMK Telkom Bandung. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. https://doi. org/10. 59395/altifani. Puspitasari. Metode pembelajaran bermain peran dalam meningkatkan kemampuan ekspresif drama pada pembelajaran bahasa indonesia. Jurnal Cakrawala Pendas, 1. https://doi. org/10. 31949/jcp. Razali. Andamisari. Putranto. Ambulani. Sanjaya. , & Deryansyah. Pelatihan public speaking dalam meningkatkan komunikasi sosial. Community Development Journal, 4. Riwayatiningsih. Wicaksono. Khoiriyah. Sulistyani. , & Puji P A. Meningkatkan keterampilan komunikasi guru bahasa inggris di kediri melalui pelatihan public speaking. Kontribusi: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. https://doi. org/10. 53624/kontribusi. Selwen. Lisniasari. , & Rahena. Pengaruh kepercayaan diri terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Jurnal Pendidik Buddha Dan Isu Sos Kontemporer, 3. Surya. , & Sholih. Pembinaan kemampuan berbicara di depan umum bagi guru SD Muhammadiyah Jonggol. Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7. https://doi. org/10. 30656/jpmwp. Pardyatmoko. Wicaksana. , & Harsono. Pelatihan pembuatan podcast pendidikan sebagai pengembangan materi pembelajaran bagi guru dan siswa. Educate: Journal of Community Service in Education, 4. , 35-40 https://doi. org/10. 32585/educate. Septiari. Suparmin. Sudiatmi. , & Wicaksana. Pengembangan media pembelajaran bahasa Indonesia berbasis android bagi guru bahasa Indonesia SMK seKabupaten Wonogiri. Community Development Journal, 4. , 2368Ae2374. 32585/educate. 6856 | 84