PUBLIPRENEUR POLIMEDIA: JURNAL ILMIAH JURUSAN PENERBITAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2022 hal. Submitted: 4 Oktober 2022 Revised: 5 November 2022 Accepted: 10 Desember 2022 ENTREPRENEURIAL MOTIVATION FOR STUDENTS MAJORING IN PUBLISHING AT POLIMEDIA BASED ON SOFT SKILLS Carissa Dwilanisusantya1*. Purnomo Ananto2 1Politeknik Negeri Media Kreatif 2Politeknik Negeri Media Kreatif E-mail: carissa. susantya@polimedia. Purnomo. ananto@polimedia. ABSTRACT This research is a causal associative research with a quantitative approach that aims to determine the entrepreneurship motivation of students in the Soft Skills-based publishing department. The type of data used in this study is qualitative descriptive research data. Sources of data for this study were obtained directly from filling out the questionnaire. The research population was all students of the Publishing Department of the Creative Media State Polytechnic and the sample of this study were third and fifth semester students who had received Entrepreneurship lessons as many as 134 people who were selected by probability sampling technique. The data analysis method used is simple linear regression. The results of this study indicate that soft skills play a very important role in the motivation of students of the Creative Media Publication Department in Jakarta. Recommendations are aimed at students who are expected to be able to apply indicators of improving social skills as an important factor in increasing motivation for entrepreneurship, especially in the type of goods/services entrepreneurship. Keyword: Motivation, soft skill, entrepreneur, student MOTIVASI BERWIRAUSAHA MAHASISWA JURUSAN PENERBITAN POLIMEDIA BERBASIS SOFT SKILLS ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui motivasi berwirausaha mahasiswa Jurusan penerbitan berbasis Soft Skills. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data penelitiaan deskriktif kualititatif. Sumber data untuk penelitian ini diperoleh secara langsung dari pengisian kuesioner. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga dan lima yang telah mendapatkan pembelajaran Kewirausahaan sebanyak 134 orang yang dipilih dengan teknik probability sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soft skill sangat berperan dalam motivasi mahasiswa Jurusan penerbitan Politik Negeri Media Kreatif di Jakarta. Rekomendasi ditujukan kepada mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan indikator-indikator peningkatan sost skill sebagai factor penting dalam meningkatkan motivasi berwira usaha khususnya dijenis wirausaha barang/jasa. Kata kunci: Motivasi, soft skill, kewirausahaan, dan mahasiswa Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. PENDAHULUAN Dalam wirausaha dapat dimulai melalui pendidikan kewirausahaan yang diajarkan di perguruan tinggi, tetapi akan lebih cepat apabila pendidikan diterapkan dari keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan. Pada dasarnya pendidikan dapat dijadikan sebagai jembatan penghubung bagi manusia menuju kehidupan yang Pendidikan kewirausahaan diharapkan mampu berwirausaha, berdikari, berkarya dan mengembangkan perekonomian nasional (Jamal MaAomur Asmani: Politeknik Negeri Media Kreatif sejak berdiri tahun 2008 telah menjadikan pendidikan kewirausahaan masuk dalam kurikulum yang mewajibkan mahasiswa menempuh pendidikan Mata kuliah tersebut diberikan pada semester 3 dengan materi dasar-dasar kewirausahaan dan Manajemen kewirausahaan, sedangkan pada semester 4 berupa praktik kewirausahaan diterapkan Pendidikan kewirausahaan yang berupa teori diberikan didalam kelas untuk pembekalan sebelum mahasiswa terjun menjadi wirausaha, sedangkan yang berupa praktek kerja melalui kegiatan mendirikan perusahaanperusahaan kecil yang dikelola oleh Kewirausahaan yang mahasiswa membangun spirit/jiwa dan karakter wirausaha, memahami konsep kewirausahaan dan memiliki keterampilan/skill serta soft skill. Sebagian mahasiswa juga masih belum berani terjun di bidang wirausaha karena merasa belum mempunyai keterampilan dibayangi resiko gagal. Wirausaha atau sering juga disebut wiraswasta dapat diartikan sebagai sifat-sifat keberanian, keteladanan dalam mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan Munculnya wirausaha tidak lain adalah sebagai akibat adanya ketimpangan dalam pasar tenaga Dengan kata lain, angkatan kerja yang tidak tertampung di sektor formal akan dihadapkan pada dua masalah, yaitu mereka terus menganggur atau mereka harus membuka lapangan kerja sendiri yang disebut berwirausaha. Belum lagi dalam mencari pekerjaan tenaga kerja, mereka harus bersaing dengan mempunyai karakteristik berbeda. Kompetisi antartenaga kerja dalam satu daerah/negara yang sama juga bisa terjadi karena perbedaan ras, bahasa dan tingkat pendidikan. Kondisi ini disebabkan semakin tingginya tekanan dalam pasar tenaga kerja (Elfindri dan Bachtiar, 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang digunakan untuk mengetahui bagaimana motivasi berwirausaha Penelitian ini dilakukan di Politeknik Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. Negeri Media Kreatif Jakarta. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif dan partisipan pada penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga dan lima yang telah Kewirausahaan. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 134 orang Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data penelitian deskriptif kualitatif, yaitu mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Menurut Bogdan dan Taylor yang Lexy. Moleong, pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Pengambilan menggunakan instrument kuesioner, dikembangkan oleh peneliti. Sebanyak lima pertanyaan terkait soft skill Pertanyaan dalam kuesioner ini diambil dan diadaptasi dari Survey National Association of Colleges and Employee (NACE, 2. , lima jenis soft skill yang diteliti dipilih berdasarkan merupakan mahasiswa. Selain itu, pengambilan data dilakukan secara online melalui google form. Data dikumpulkan berdasarkan respon partisipan yang mengisi kuesioner motivasi berwirausaha berbasis soft Teknik analisis menggunakan langkah analisis data, reduksi data, pengaturan ke dalam data kesatuan, kategorisasi, pengecekan data validitas dan analisis data berdasarkan teori atau konsep yang diterapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Motivasi Berdasarkan hasil analisis dari kuesioner yang telah diberikan kepada partisipan penelitian diketahui bahwa masing-masing basis soft skill yang digunakan dalam penelitian ini memiliki pengaruh terhadap tingkat Tingkat berdasarkan masing-masing soft skill dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Tingkat Motivasi Berwirausaha Berbasis Softskills Soft Skill Motivasi Berwirausaha Komunikasi Kepercayaan Diri Pengambilan Resiko Pemecahan Masalah Kemampuan Analitis Berdasarkan diketahui bahwa sebagian besar partisipan setuju bahwa soft skill memotivasi dalam berwirausaha. Adapun rincian besaran masingmasing soft skills dalam memotivasi berwirausaha sebagai berikut. Pada Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. kemampuan komunikasi, persentase tertinggi terdapat dalam skala 4 atau setuju yaitu sebesar 37. 6% yang berarti partisipan setuju bahwa kemampuan berwirausaha dan sebesar 7. menyatakan tidak setuju bahwa komunikasi memotivasi partisipan dalam berwirausaha. Kemudian pada tingkat kepercayaan diri, sebesar 1. menyatakan sangat tidak setuju bahwa kepercayaan diri yang tinggi membuat motivasi berwirausaha lebih tinggi, sementara sebesar 47. 3% menyatakan setuju bahwa kepercayaan diri tinggi, memotivasi lebih tinggi dalam Kemudian mengambil resiko, sebaran nilai partisipan yang menyatakan cukup setuju sebesar 34. 4%, yang menyatakan setuju bahwa kemampuan mengambil berwirausaha sebesar 38. Di sisi menyatakan tidak setuju bahwa Partisipan yang menyatakan setuju masalah memotivasi berwirausaha memiliki persentase 35. 5% dan 6. menyatakan tidak setuju bahwa motivasi berwirausaha dipengaruhi oleh kemampuan pemecahan masalah. Soft skill yang terakhir adalah Jumlah partisipan yang menyatakan sangat Sementara partisipan yang menyatakan tidak setuju bahwa kemampuan analitis akan memotivasi berwirausaha sebesar 5. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa basis soft skill yang paling banyak disetujui oleh partisipan dalam hal memotivasi untuk berwirausaha kemampuan komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan soft skill terakhir yang disetuju memotivasi kemampuan mengambil resiko. Selain itu, soft skill kepercayaan diri satu-satunya memiliki persentase bahwa partisipan sangat tidak setuju jika tingkat Jenis Usaha Terkait Soft Skill Berdasarkan hasil penelitian, tingkat masing-masing mempengaruhi dalam pemilihan jenis wirausaha barang atau pun jasa. Figur 1. Jenis Usaha Berdasarkan Tingkat Soft Skill Tinggi Tingkat Soft Skill Tinggi KEMAMPUAN ANALITIS PEMECAHAN MASALAH PENGAMBILAN RESIKO KEPERCAYAAN DIRI KOMUNIKASI Jasa Barang Berdasarkan figur 1, diketahui bahwa tingkat kemampuan komunikasi yang baik mempengaruhi jenis usaha yang dipilih partisipan. Sebesar 59. Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. partisipan memilih jenis usaha barang dan sebesar 40. 8% partisipan memilih jenis usaha jasa. Kemudian pada basis soft skill kepercayaan diri, diketahui bahwa partisipan yang memiliki kepercayan diri yang tinggi cenderung memilih jenis usaha barang yaitu 6% dan sebesat 40. memilih jenis usaha jasa. Pada basis partisipan yang berani mengambil resiko memilih jenis usaha barang 7% dan memilih jenis usaha jasa sebesar 42. Selanjutnya kemampuan pemecahan masalah mempengaruhi pemilihan jenis usaha barang sebesar 59. 1% dan sebesar 9% memilih jenis usaha jasa. Pada basis soft skill kemampuan analitis, analitis tinggi cenderung memilih jenis usaha barang atau sebesar 58. 6% dan yang memilih jenis usaha jasa sebesar Figur 2. Jenis Usaha Berdasarkan Tingkat Soft Skill Rendah Tingkat Soft Skill Rendah KEMAMPUAN ANALITIS PEMECAHAN MASALAH PENGAMBILAN RESIKO KEPERCAYAAN DIRI KOMUNIKASI Jasa Barang Berdasarkan hasil analisis dalam figure kemampuan soft skill yang rendah juga mempengaruhi dalam kegiatan pemilihan jenis usaha. Kemampuan mempengaruhi pemilihan jenis usaha jasa sebesar 66. 7%, sementara hanya 3% yang memilih jenis usaha Selanjutnya kepercayaan diri partisipan untuk cenderung memilih jenis usaha jasa sebesar 76. 3% dan 7% memilih jenis usaha Pada kemampuan pemecahan masalah, sebesar 71. 2% partisipan memilih jenis usaha jasa dan sebesar 8% memilih jenis usaha barang. Pada basis soft skill kemampuan analitis, kecenderungan partisipan juga pada pemilihan jenis usaha jasa yaitu sebesar 66. 7% dan sebesar 33. memilih jenis usaha barang. Berbeda pada basis soft skill pengambilan resiko, perbedaan pemilihan jenis Kemampuan pengambilan resiko yang pemilihan jenis usaha barang sebesar 2% dan pemilihan jenis usaha jasa Soft Skills atau Kecakapan Hidup Kecakapan Psikososial mengatasi berbagai tuntutan dan tantangan hidup sehari-hari. Selain itu seseorang untuk mempertahankan kesejahteraan mentalnya dengan baik beradaptasi dengan orang lain, budaya, dan lingkungan (Ananto. Soft skill mengacu pada ciri-ciri kepribadian, social, kebiasan, dan kemampuan untuk Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. komunikasi, melengkapi pengetahuan dari berbagai persepsi individu. Ketegori dari softskill sendiri adalah Wallace dalam Kusmiran . Softskill merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk diri sendiri maupun dengan masyarakat karna seseorang yang mempunyai softskill akan terasa keberadaanya dalam masyarakat. Softskill meliputi beberapa diantaranya ketrampilan berbahasa, memiliki moral dan etika, dan ketrampilan spiritual (Elfindri. Pengembangan soft skill dimaksudkan untuk mengaktifkan dan meningkatkan pengembangan pembelajaran dan keberhasilan dalam Kepemilikan soft skill. Auketerampilan intra dan antar pribadi yang penting untuk pengembangan kerjaAy (Kechagias 2011, p . sangat terkait dengan kesuksesan hidup dan Menurut Ananto . Pendidikan kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan perkembangan individu dan social, perlindungan terhadap hak asasi manusia, dan pencegahan terhadap masalah-masalah kesehatan. Kecakapan kecakapan hidup yang bersifat umum (General life skill. dan kecakapan hidup yang bersifat khusus (Specific life skill. Menurut Malik Fadjar dalam Ananto . , kecakapan hidup yang bersifat umum terdiri dari kecakapan personal dan sosial, sedangkan kecakapan hidup yang bersifat spesifik terdiri dari kecakapan akademik dan vokasional. Kecakapan hidup spesifik adalah kecakapan yang diperlukan seseorang untuk menghadapi problema bidang khusus seperti pekerjan/kegiatan dan atau keadaan tertentu, yang terdiri atas kecakapan akademik dan vokasional. Berdasarkan Survey National Association of Colleges and Employee (NACE, 2. dalam Elfindri dkk . 1: . , terdapat 19 kemampuan yang diperlukan di pasar kerja, kemampuan yang diperlukan itu komunikasi, kejujuran, bekerjasama, interpersonal, etos kerja yang baik, motivasi/inisiatif, beradaptasi, analitikal, organisasi, bijaksana, kreatif, humoris, dan memiliki jika entrepreneurship. Dari berbagai jenis soft skill yang dibutuhkan, digunakan lima jenis soft skill yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini yaitu komunikasi, pemecahan masalah, kemampuan mengambil resiko, dan kemampuan Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan oleh melalui media yang menimbulkan efek tertentu (Lasswell dalam Effendy. Menurut Lauster . 5: 1-. kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting. Salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, bertanggung jawab. Keterampilan Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. kemampuan untuk mengidentifikasi menerapkan solusi terbaik. Pemecahan masalah mencakup tiga bagian utama: menganalisis kemungkinan solusi, dan (Kaplan, 2. Pengambilan risiko berusaha untuk mencapai tujuan bisnis dalam menghadapi peluang besar. Kemampuan menerapkan solusi di tempat kerja. Keterampilan keterampilan pemecahan masalah yang membantu mengurai data dan informasi untuk mengembangkan solusi yang kreatif dan rasional. Motivasi Kewirausahaan Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias (Hasibuan, 2. Menurut Wikanso . , motivasi adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi atau mendorong seseorang yang merupakan energi pada diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Motivasi dapat pula dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisikondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Jadi, motivasi itu dapat dirangsang dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang. Menurut Wikanso . , dalam konteks entrepreneur, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seorang entrepreneur yang menimbulkan kegiatan entrepreneur yang menjamin entrepreneur dan yang memberi arah pada kegiatan entrepreneur tersebut sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Motivasi berwirausaha adalah dorongan kuat dari dalam diri mengaktualisasi potensi diri dalam berfikir kreatif dan inovatif untuk menciptakan produk baru dan bernilai tambah guna kepentingan bersama. Wirausaha akan muncul ketika seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Membuat seseorang menjadi berani mengembangkan usaha dan idenya melalui motivasi berwirausaha yang Dua hal tersebut harus saling berhubungan agar tercipta wirausaha yang kuat dan tangguh serta berkualitas (Astiti, 2. Motivasi menyelesaikan tugasnya. Semakin besar motivasi maka semakin besar kesuksesan yang dicapai. Faktor-faktor pendorong disebut juga faktor penyebab kepuasan. Menurut Ratnawati & Kuswardani . motivasi berwirausaha adalah menggerakkan dan mengarahkan keinginan individu untuk melakukan kegiatan kewirausahaan, dengan cara Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. mandiri, percaya pada diri sendiri, berorientasi ke masa depan, berani mengambil resiko, kreatif dan menilai tinggi hasrat inovasi. Entrepreneurial Motivation berwirausaha melibatkan motivasi . ujuan melibatkan kesadaran dan eksploitasi peluang bisni. (Wibowo dan Ardianti, skill merupakan peran kunci dalam kegiatan berwirausaha. Sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa tingkat kemampuan pada setiap jenis soft skill yang diteliti mempengaruhi motivasi Berdasarkan hasil penelitian ini berwirausaha yang dimiliki partisipan dipengaruhi oleh soft skill yang Partisipan yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi pada kepercayaan diri, pengambilan resiko, pemecahan masalah, dan kemampuan analitis tinggi lebih merasa termotivasi untuk berwirausaha. Masing-masing kemampuan soft skill memiliki peran masing-masing Kemampuan komunikasi yang baik membantu partisipan untuk menjalin hubungan yang baik klien atau customer, hubungan dengan rekan kerja, maupun hubungan dengan mitra Pada kemampuan komunikasi partisipan yang tinggi membuat motivasi Kemampuan komunikasi yang baik wirausahawan dengan konsumen, rekan kerja, bawahan, dan mitra Kemampuan komunikasi yang kurang baik, akan menghambat hubungan atau relasi. Selanjutnya pada soft skill pengambilan resiko, pengambilan resiko mempengaruh motivasi berwirausaha. Seseorang dengan kemampuan pengambilan resiko yang tinggi cenderung lebih dibandingkan dengan yang memiliki kemampuan pengambilan resiko yang Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Chowdhury . yang menunjukkan bahwa risk taking propensity berpengaruh pada administrasi bisnis di sylhet. Seluruh soft skill yang digunakan dalam penelitian ini, dengan tingkat memilih jenis usaha. Sebagian besar partisipan dengan tingkat kemampuan soft skill yang tinggi cenderung untuk dibandingkan jasa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Almeida dan Devedzic . , bahwa kemapuan soft Selanjutnya untuk soft skill pemecahan masalah, partisipan yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi, lebih termotivasi untuk berwirausaha karena berdasarkan Rye kemampuan pemecahan masalah yang tinggi cenderung selalu dapat melihat pilihan-pilihan untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi. Pada jenis soft skill kemampuan analitis. KESIMPULAN Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. diketahui bahwa partisipan yang memiliki kemampuan analitis tinggi juga termotivasi lebih tinggi untuk Hal ini sesuai dengan Rye . , yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan analitis yang tinggi cenderung akan menganalisis semua pilihan untuk meminimalkan risiko. Pada jenis soft skill yang terakhir yaitu kepercayaan diri memiliki hasil yang berbeda dengan soft skill yang lain. Pada soft skill kepercayaan diri, diketahui berdasarkan penelitian ini kepercayaan diri tidak berpengaruh Menurut partisipan, seseorang dengan kepercayaan diri yang tinggi tidak menentukan tingkat motivasi berwirausaha dengan lebih tinggi juga. Sebaliknya, kepercayaan diri yang rendah juga dapat Hal tersebut berbeda dengan penelitian Timmons dan McClelland dkk . alam Suryana, 2. yang menyatakan bahwa kepercayaan diri yang baik cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk Menurut Ananto . , dalam dunia kerja, soft skills sangat diperlukan keberadaannya dimulai dari proses perekrutan atau seleksi karyawan hingga tentunya pada saat bekerja. Keseimbangan antara kemampuan hard skills dan soft skills sangat diperlukan dalam dunia usaha, industry dan dunia kerja. Jika kemampuan hard skills saja yang dimiliki maka akan tersingkir oleh kemampuan soft skills. Berdasarkan uraian tersebut sangat jelas tentang pentingnya soft skills diberikan dalam proses pembelajaran dan pentingnya soft skills dalam dunia usaha/industry dan dunia kerja. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan soft skills yang baik dan memenuhi standar dalam dunia pekerjaan tentunya dimulai dari dunia pendidikan khususnya Pendidikan vokasi, karena dunia pendidikan vokasi merupakan awal dari suatu DAFTAR PUSTAKA